Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Baru-baru ini, laporan mengenai seorang pekerja laboratorium di Rusia yang mengalami pneumonia berat memunculkan dugaan terkait paparan bakteri penyebab penyakit pes. Sampai saat ini, penyebab infeksi tersebut belum dikonfirmasi secara pasti.

Penyakit pes atau plague merupakan infeksi bakteri yang masih ditemukan di beberapa wilayah di dunia. Penyakit ini dapat menimbulkan kondisi serius, terutama jika tidak teridentifikasi dan ditangani sejak dini.

Apa itu penyakit pes, bagaimana cara penularannya, dan apa saja gejala yang perlu diwaspadai? Simak penjelasan berikut ini.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #penyakitpes #gejalapenyakitpes

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Laporan mengenai seorang pekerja laboratorium di Rusia yang mengalami pneumonia berat
00:05memunculkan dugaan terkait paparan bakteri penyebab penyakit PES.
00:09Namun hingga saat ini, penyebab infeksi tersebut belum dikonfirmasi secara pasti.
00:15Penyakit PES atau plague merupakan infeksi bakteri yang masih ditemukan di sejumlah wilayah dunia.
00:21Penyakit ini bisa menyebabkan kondisi serius, terutama jika terlambat didiagnosis dan ditangani.
00:26Lantas, apa itu penyakit PES? Bagaimana penularannya? Dan apa saja gejala yang perlu diwaspadai?
00:33Penyakit PES adalah infeksi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
00:39Bakteri ini secara alami ditemukan pada mamalia kecil, terutama hewan pengerat seperti tikus.
00:44Dan paling sering menular ke manusia melalui gigitan kutu atau pinjal yang terinfeksi.
00:50Selain melalui gigitan kutu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan jaringan
00:55atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi tanpa perlindungan yang memadai.
00:59Sementara itu, PES pneumonik, yaitu PES yang menyerang paru-paru,
01:03dapat menular melalui droplet dari penderita ketika batuk, terutama saat terjadi kontak dekat.
01:09Penyakit PES memiliki tiga bentuk utama.
01:12Pertama, PES bubonik, yang umumnya muncul setelah gigitan kutu terinfeksi.
01:17Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, menggigil, tubuh lemas,
01:21serta pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa nyeri.
01:24Gejala biasanya muncul dalam 2 hingga 8 hari setelah terinfeksi.
01:28Kedua, PES septisemic, yang terjadi ketika bakteri menyebar melalui aliran darah.
01:33Kondisi ini dapat menyebabkan demam, menggigil, nyeri perut, hingga shock, perdarahan, dan kerusakan jaringan tubuh.
01:41Ketiga, PES pneumonik, yaitu infeksi yang menyerang paru-paru.
01:45Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, tubuh lemas, batuk, sesak napas, nyeri dada, hingga dahak yang bercampur darah.
01:53Bentuk ini menjadi perhatian khusus, karena dapat berkembang dengan cepat dan menular antar manusia melalui droplet.
01:58Untuk memastikan diagnosis, dokter akan mempertimbangkan gejala, riwayat perjalanan, kemungkinan gigitan kutu, kontak dengan hewan sakit atau mati,
02:08serta paparan terhadap pasien yang dicurigai terinfeksi.
02:11Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah, cairan kelenjar getah bening, atau dahak dapat dilakukan untuk mendeteksi bakteri Yersinia pestis.
02:19Kabar baiknya, penyakit pest dapat diobati dengan antibiotik.
02:24Namun, pengobatan harus diberikan sedini mungkin oleh tenaga medis,
02:28karena keterlambatan penanganan, terutama pada pest pneumonik, dapat meningkatkan risiko kondisi yang mengancam jiwa.
02:35Untuk mencegah penularan, hindari gigitan kutu,
02:38jangan menyentuh bangkai atau hewan yang dicurigai terinfeksi tanpa perlindungan,
02:42dan jaga lingkungan rumah agar tidak menarik hewan pengerat.
02:45Hindari pula kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh hewan yang sakit.
02:50Jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah kemungkinan terpapar sumber infeksi,
02:55segera cari pertolongan medis dan sampaikan riwayat paparan tersebut kepada tenaga kesehatan.
03:00Mengenali gejala dan mendapatkan penanganan sejak dini
03:03merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi penyakit pes.

Dianjurkan