00:00Laporan mengenai seorang pekerja laboratorium di Rusia yang mengalami pneumonia berat
00:05memunculkan dugaan terkait paparan bakteri penyebab penyakit PES.
00:09Namun hingga saat ini, penyebab infeksi tersebut belum dikonfirmasi secara pasti.
00:15Penyakit PES atau plague merupakan infeksi bakteri yang masih ditemukan di sejumlah wilayah dunia.
00:21Penyakit ini bisa menyebabkan kondisi serius, terutama jika terlambat didiagnosis dan ditangani.
00:26Lantas, apa itu penyakit PES? Bagaimana penularannya? Dan apa saja gejala yang perlu diwaspadai?
00:33Penyakit PES adalah infeksi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
00:39Bakteri ini secara alami ditemukan pada mamalia kecil, terutama hewan pengerat seperti tikus.
00:44Dan paling sering menular ke manusia melalui gigitan kutu atau pinjal yang terinfeksi.
00:50Selain melalui gigitan kutu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan jaringan
00:55atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi tanpa perlindungan yang memadai.
00:59Sementara itu, PES pneumonik, yaitu PES yang menyerang paru-paru,
01:03dapat menular melalui droplet dari penderita ketika batuk, terutama saat terjadi kontak dekat.
01:09Penyakit PES memiliki tiga bentuk utama.
01:12Pertama, PES bubonik, yang umumnya muncul setelah gigitan kutu terinfeksi.
01:17Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, menggigil, tubuh lemas,
01:21serta pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa nyeri.
01:24Gejala biasanya muncul dalam 2 hingga 8 hari setelah terinfeksi.
01:28Kedua, PES septisemic, yang terjadi ketika bakteri menyebar melalui aliran darah.
01:33Kondisi ini dapat menyebabkan demam, menggigil, nyeri perut, hingga shock, perdarahan, dan kerusakan jaringan tubuh.
01:41Ketiga, PES pneumonik, yaitu infeksi yang menyerang paru-paru.
01:45Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, tubuh lemas, batuk, sesak napas, nyeri dada, hingga dahak yang bercampur darah.
01:53Bentuk ini menjadi perhatian khusus, karena dapat berkembang dengan cepat dan menular antar manusia melalui droplet.
01:58Untuk memastikan diagnosis, dokter akan mempertimbangkan gejala, riwayat perjalanan, kemungkinan gigitan kutu, kontak dengan hewan sakit atau mati,
02:08serta paparan terhadap pasien yang dicurigai terinfeksi.
02:11Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah, cairan kelenjar getah bening, atau dahak dapat dilakukan untuk mendeteksi bakteri Yersinia pestis.
02:19Kabar baiknya, penyakit pest dapat diobati dengan antibiotik.
02:24Namun, pengobatan harus diberikan sedini mungkin oleh tenaga medis,
02:28karena keterlambatan penanganan, terutama pada pest pneumonik, dapat meningkatkan risiko kondisi yang mengancam jiwa.
02:35Untuk mencegah penularan, hindari gigitan kutu,
02:38jangan menyentuh bangkai atau hewan yang dicurigai terinfeksi tanpa perlindungan,
02:42dan jaga lingkungan rumah agar tidak menarik hewan pengerat.
02:45Hindari pula kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh hewan yang sakit.
02:50Jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah kemungkinan terpapar sumber infeksi,
02:55segera cari pertolongan medis dan sampaikan riwayat paparan tersebut kepada tenaga kesehatan.
03:00Mengenali gejala dan mendapatkan penanganan sejak dini
03:03merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi penyakit pes.