Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan, menjelaskan bahwa rumah dinas yang ditemukan memiliki ciri warna abu-abu. Namun, bangunan lainnya memiliki warna, ukuran, interior, dan fasilitas yang berbeda.

Menurut Syafrida, perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari warna bangunan.

Ombudsman juga menemukan perbedaan pada interior, perlengkapan, luas bangunan, hingga fasilitas yang tersedia di dalamnya.

Syafrida bahkan menggambarkan kondisi sejumlah bangunan tersebut seperti memiliki kelas-kelas tertentu.

Syafrida menjelaskan, salah satu bangunan memiliki ruang tamu yang luas, televisi berukuran besar, sofa dengan kualitas paling bagus, serta meja makan dan dapur yang dinilai lebih baik dibandingkan bangunan lainnya.

Bangunan tersebut juga dilengkapi kulkas berukuran besar dengan dua pintu.

Untuk kamar tidur, Syafrida mengatakan bangunan tersebut memiliki satu kamar.

Namun, menurutnya, kamar tersebut memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Sementara itu, Ombudsman juga menemukan bangunan yang dinilai memiliki fasilitas paling sederhana dibandingkan bangunan lainnya.

Syafrida menyebut salah satu bangunan berwarna krem yang berada di dekat pagar sebagai bangunan dengan fasilitas paling rendah menurut pengamatannya.

Namun, Syafrida menegaskan bahwa Ombudsman tidak bisa memastikan nilai atau harga bangunan tersebut.

Termasuk ketika muncul pembahasan mengenai dugaan tarif untuk menempati bangunan-bangunan tersebut.

Syafrida mengatakan Ombudsman tidak mendapatkan informasi langsung mengenai nominal untuk masing-masing bangunan.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0K2J2Ivev9Q



#lapascibinong #ombudsman #sidak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/693531/temuan-ombudsman-13-bangunan-di-lapas-cibinong-beda-warna-interior-hingga-fasilitas-satu-meja
Transkrip
00:00Mohon Iji menjelaskan Bapak bahwa figura tersebut setelah kami tanya ke Kasih Kantip Bapak bahwa pada hari Selasa tanggal 22
00:09tim Kantip melakukan razia keblokunian Bapak.
00:14Lalu menemukan beberapa barang telarang Bapak dan saya ingatkan ya, siap Bapak.
00:20Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan.
00:22Siap Bapak.
00:22Ini rakyat lihat.
00:24Siap Bapak.
00:25Maka saya tanya, sejak kapan figura itu ada? Sejak kapan kulkas itu ada? Sejak kapan sofa-sofa itu ada disitu?
00:32Siap Bapak.
00:33Ini barang gede Pak.
00:35Pertanyaan sedikit saya Pak.
00:37Di area situ ada CCTV gak Pak?
00:39Tidak ada Bapak.
00:40Kenapa tidak ada?
00:41Karena yang CCTV kami pasang hanya di blok-blok dalam.
00:44Kenapa tidak ada? Ada 3 tahun loh disana.
00:46Siap.
00:47Menurut Anda penting gak ada CCTV disitu untuk pengamanan?
00:50Penting gak Pak.
00:51Kenapa gak dipasang?
00:52Siap Bapak.
00:53Hah?
00:54Apa hanya untuk menutupi, memberi fasilitas pada warga binaan?
00:58Tidak Bapak.
00:59Dan terus kenapa gak dipasang?
01:00CCTV kami pasang di area-area tertentu Bapak, di blok hunian dan...
01:04Iya kenapa di rumah dila tidak dipasang CCTV Pak?
01:07Siap Bapak.
01:07Itu kan tempat vital juga.
01:09Siap.
01:16Masih di satu menjadi forum Bu Ida, Bu Ida percaya itu rumahnya Kak Lapas atau dibangun untuk fasilitasnya pengelolaan Lapas
01:25atau memang ada sendiri yang dibangun atas inisiatif dari sejumlah napi?
01:31Waktu kami menemukan bangunan itu, kami kan menemukan juga rumah dinas.
01:35Maaf, rumah itu berwarna khas juga putih abu-abu.
01:42Ya menurut kami sih berdasarkan ini browsing kami dari media, rumah dinas itu udah ada standarnya juga dan berdasarkan peraturan
01:49menteri kan juga ada standar untuk rumah dinas.
01:50Dan itu masuk standar rumah dinas atau enggak?
01:52Kalau yang kami temukan yang tiga abu-abu tadi itu rumah dinas, tapi yang lain itu tidak.
01:57Karena warnanya beda-beda.
01:58Pertama warnanya ada yang krem atau ketiga.
02:00Jadi saya kirakan, jadi memang ada rumah dinas satu, tapi yang dari total tiga belas itu mungkin dua belasnya adalah?
02:07Sepuluh ya, tadi kalau kata Pak Andreas kan tiga belas, dua tiga rumah dinas betul, itu satu rumah kalapas, dua
02:13rumah penjaga, rumah penjaga.
02:16Jadi ada tiga, itu sepuluh, sepuluh bangunan.
02:19Sepuluh itu beda-beda warna Mas Yogi.
02:22Jadi ada yang warna biru.
02:23Jadi kalau kayak resort itu ada kelas-kelasnya.
02:25Warna kuning, kelas.
02:26Dan kita lihat, makanya saya sebutkan waktu kami ke Opresipers, setelah kami masuk ke semua bangunan itu, memang beda-beda
02:34dia punya interior di dalam dan perlengkapannya.
02:38Luas bangunannya beda, warnanya beda, fasilitasnya pun beda?
02:41Beda.
02:41Apa kalau boleh cerita bu? Misalnya kalau yang paling mewah?
02:44Yang paling mewah itu kamarnya bagus, kemudian dia punya ruang tamu yang luas, dia punya TV yang sangat lebar.
02:52Kemudian dia punya sofa yang paling bagus, dia punya meja makan paling bagus, dapur bersih paling bagus, kulkasnya itu dua
03:00pintu yang gede banget gitu ya.
03:01Ada kamar tidur berapa di dalamnya?
03:03Kamar tidurnya satu.
03:04Satu?
03:04Tumat satu, tapi bagus, sangat bagus.
03:08Lemarinya empat lagi, waktu itu lemarinya empat.
03:10Lemarinya empat?
03:11Lemarinya empat, pintunya empat gitu.
03:11Dan dari kualitasnya kelihatan itu kualitas baik ya?
03:14Kualitas yang baik.
03:15Kalau dibandingkan dengan yang paling rendahnya?
03:17Yang paling rendah yang saya masuk pertama, kalau tadi Pak Andreas masuk kan dari pagar, ada sebelah kanan itu warna
03:22krem.
03:24Nah, itu yang paling rendah menurut saya.
03:26Itu yang mungkin kira-kira harganya 5 juta itu ya? Paling murah kan 5 juta katanya?
03:30Yang 5 juta itu di blok itu.
03:32Oh, di blok.
03:33Di blok.
03:33Berarti harusnya lebih mahal loh, minimal 10 juta ya?
03:36Itu kurang tahu.
03:37Oke, itu yang di blok, yang di dalam negara betulan gitu.
03:39Kalau ini yang di luar, yang di Ibu Sita gitu, paling murah 10 juta.
03:43Itu saya nggak bisa memastikan, Mas Yung.
03:45Karena memang kami tidak bertanya berapa, dan kami tidak berapa informasi.
03:49Karena itu menjadi penting, Bu.
03:49Yang ingin tahu apa sih perputarannya, apa yang harus diantisipasi.
03:52Yang sebenarnya bisa ditanyakan itu menurut saya, nanti mungkin dari pihak jajaran kementerian IMI PAS, dari IRJEN,
03:59mungkin bisa mengangkat, kita kan ada foto napi dan warga binaan yang kami dapat, dan dia berada di dalam rumah
04:07tersebut.
04:08Itu yang figura-figura itulah?
04:10Ya, figura satu yang kami wawancarai, yang dua warga binaan, mungkin bisa melalui mereka, ditanya berapa mereka membayar.
04:18Yang penting itu apakah ini diinisiasi resmi oleh lapasnya, membangun itu membiayai,
04:25atau lapas hanya sekadar memberikan izin, alias tidak menindak apapun, silahkan bangun, nanti kita kelola.
04:31Ibu nggak menemukan itu?
04:33Kami kan nggak bisa wawancara.
04:35Oke.
04:35Itu dia.
04:36Tapi dalam konteks mengawasi pelayanan publik, dan sebagai lembaga independen, tentunya itu akan dilakukan kan oleh?
04:43Ya, bagian yang akan kami nanti kan gini, kemarin hari Jumat kami sudah ketemu juga sama SES IRJEN,
04:51beliau berkunjung ke kantor, menanyakan langkah apa yang kami berikan kepada kementerian IMI PAS.
04:58Pertama waktu itu kami bilang, segera lakukan evaluasi menyeluruh, itu yang kami minta waktu itu,
05:05kemudian termasuk itu Pak Andreas, penonaktifan dulu supaya bisa diperiksa lebih.
05:10Bukan ini, mohon maaf, penonaktifan ini kan supaya dia jangan sempat untuk memerintahkan untuk, ya macam-macam.
05:17Lakukan, menghilangkan barang bukti, memoles, dan sebagainya.
05:19Oke, saya ke Pak Andreas.
05:20Pak Andreas, di rapat, dengan pendapat dengan Komisi 13, kasihan ya, kalah pas, kayak pasang badan gitu.
05:26Kayak dibilang berhenti di kamu ya, dia akuin semua, dia terima semua, dia talen semua, jangan berbohong.
05:34Masa CCTV aja, itu kan logika sederhana gitu.
05:38Kenapa nggak dipasang, dia seperti berhenti di dia.
05:41Padahal kan nggak mungkin lah sekelas kalah pas berani memberikan 13 tempat.
05:45Ini penting loh Pak Andreas buat Komisi 13, kalau memang mau sungguh-sungguh memperbaiki soal ini.
05:50Artinya gini, apa yang terjadi di lokasi itu adalah tanggung jawab dia gitu.
05:55Oke, kalah pas.
05:56Kalah pas, dan itu harus mulai dari dia.
05:59Ya, setuju.
05:59Harus mulai dari dia gitu.
06:01Makanya di dalam keputusan kami di rapat dengan pendapat itu, kita minta mulai dari dia ini,
06:10irjen memeriksa gitu.
06:12Kalau keseluruhan atau dengan lapas-lapas yang lain, itu ya kita juga menyampaikan supaya ini stop.
06:19Dan itu di panitia kerja di Komisi 13, kita sudah melihat itu juga sebenarnya.
06:27Cuma fakta-fakta yang seperti apa yang terjadi kemarin ini, yang ditemukan oleh teman-teman mulai dari teman-teman Ombudsman
06:37dan tadi yang kami lihat dan perhatikan itu memang ada, terjadi benar gitu.
06:42Jadi memang yang ini yang harus kita benar ini adalah sistemnya gitu.
06:48Sistem pembinaan di dalam.
06:50Di situ ada diskriminasi itu pasti.
06:52Oh iya, dan itu sangat membahayakan proses pembinaan kan.
06:55Ada diskriminasi itu pasti.
06:56Bahaya sekali, bora-bora efek jerah kan, yang ada malah memindahkan tempat dengan kenyamanan.
07:03Betul, betul. Bahwa ada bagian bahwa orang itu dibatasi kebebasan ya, tapi ada ruang kehidupan yang ya kurang lebih inilah
07:13gitu, kurang lebih tidak jauh beda dengan apa yang dia alami di rumahnya.
07:19Karena itulah kan ada standarisasi kan, dalam konteks proses pembinaan.
07:22Sudah ada.
07:23Tapi kayak misalnya di lapas ini, artinya ini pembelaan dari, bukan pembelaan tapi quote-unquote.
07:28Pak Andres jangan membela loh Pak.
07:30Maksudnya mereka menyampaikan argumenta bahwa.
07:32Sampai ada membela saya koreksi loh Pak, sebagai rakyat Indonesia.
07:36Maksudnya mereka menyampaikan bahwa di dalam lapas ini juga satu problem, itu over capacity.
07:42Oh iya, itu satu problem.
07:43Satu problem itu over capacity.
07:45Tapi kan bukan lantas kemudian membolehkan pemberian.
07:49Nah itu dia.
07:50Saya pisahkan dulu Pak konteksnya.
07:51Tapi ini adalah satu fakta juga gitu.
07:54Oh iya, iya.
07:55Fakta bahwa apa yang terjadi itu juga bahwa ada over capacity.
08:02Misalnya di lapas yang di Cibinong tadi itu kapasitasnya 800 sekian lah gitu.
08:08820 sekian.
08:09Pak kalau over capacity yang dipertontonkan publik adalah dalam satu sel itu orang desek-desek.
08:14Desek-desek kan.
08:15Nah ini kan bicara over capacity tapi yang ditontonkan ada kemewahan, klaser-klaser seperti resort gitu.
08:20Artinya itu ada.
08:21Ini yang kemudian publik marah kan.
08:23Itu juga ada gitu.
08:24Artinya di satu pihak kita ada ya hal yang kita harus perhatikan gitu.
08:30Aspek kemanusiaan.
08:31Tapi di sini juga ada aspek kemewahan yang ada.
08:33Oh iya, iya.
08:34Nah di sini kontradiktif gitu.
08:36Di sini kontradiktif.
08:38Dan ini siapa yang bisa melakukan ini?
08:40Tentu orang yang punya uang.
08:41Oke.
08:42Yang bisa mendapatkan percayaan lebih.
08:44Yang bisa mendapatkan itu.
08:45Itu yang tadi saya tanya.
08:46Apakah ini inisiatif benar-benar dari mereka, napi-napi yang saya sebut berduit.
08:50Kemudian main mata dengan petugas.
08:54Dengan kalapas.
08:55Ini tidak jadi karena mereka punya duit atau kawan-kawannya dari luar membantu.
08:58Itu artinya yang kami tahu dan dengar itu.
09:03Kawan-kawannya dari luar membantu secara.
09:05Artinya apa?
09:06Kalapas ini tidak sendirian.
09:08Dia atas perintah kan.
09:09Karena kawan-kawannya ada komunikasi.
09:12Ada komunikasi.
09:12Yang lebih tinggi di kementerian atau di dirjen pas.
09:15Nah itu yang harus.
09:16Sampailah pada perintah.
09:17Itu yang harus di ini.
09:17Karena banyak sekali logika-logika yang tidak masuk akal dari penjelasan kalapas non-aktif itu pada saat RDP dengan...
09:24Betul, betul.
09:25Tidak masuk akal.
09:25Seperti pasang badan dan seperti yang menjamin.
09:27Sudahlah kamu diem aja di situ.
09:28Itu kan bahaya sekali.
09:29Tapi itu juga tadi misalnya kawan ini.
09:32Artinya kalapas ini dengan...
09:35Dia 3 tahun loh.
09:36Dan dia ini sebelumnya juga di Cipinang kalau tidak salah.
09:40Itu...
09:40Sudah berpengalaman.
09:41Artinya sudah berpengalaman dalam hal...
09:43Yang saya khawatir berpengalaman juga dengan hal yang sama.
09:46Hal yang sama.
09:47Itu yang lebih bahaya kan karena ada aduan gitu kan.

Dianjurkan