Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membahas pelayanan BPJS Kesehatan.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam rapat terbatas tersebut Presiden meminta agar pelayanan BPJS ditingkatkan.

Salah satunya dengan memperpendek antrean pasien.

"Harapan Bapak Presiden tadi adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik," kata Budi, Senin (28/9/2026). (timecode 00:36)

Presiden juga meminta agar rumah sakit tidak membedakan pelayanan antara pasien BPJS dan pasien non-BPJS.

"Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS," ujarnya. (timecode 00:59)

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah telah menyiapkan tambahan suntikan dana sebesar Rp20 triliun untuk mendukung keuangan BPJS Kesehatan pada 2026.

Tambahan tersebut berada di luar anggaran untuk membiayai 96,8 juta penerima bantuan iuran (PBI), yang nilainya sekitar Rp47 triliun.

"Karena itu kami tadi melaporkan melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa di dalam APBN 2026 telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar Rp20 triliun," kata Suahasil. (timecode 3:15)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693136/full-presiden-prabowo-panggil-menkeu-dan-menkes-bahas-pelayanan-bpjs-di-istana-ini-arahannya
Transkrip
00:00Jadi tadi kita sudah dipanggil Bapak Presiden untuk melakukan rapat terbatas mengenai pelayanan BPJS.
00:12Kebetulan Pak Menju, saya dan Pak Menko PNK, minggu lalu ya Pak Menju ya, atau dua minggu lalu sudah menyetujui
00:21pencairan dana 10 triliun plus 10 triliun,
00:26jadi totalnya 20 triliun tahun ini ke BPJS.
00:30Nah harapan Bapak Presiden tadi dirapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan.
00:39Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,
00:47tapi kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membedakan antara pasien BPJS dengan pasien
00:58bukan BPJS.
01:00Teman-teman dari BPJS juga menanyakan, Pak kita butuh ke pasien dari sisi keuangannya terjaga.
01:07Nah kebetulan di sini juga ada Pak Menju, Pak Menju juga sudah memberikan kejelasan bagaimana kedepannya BPJS ini selama layanannya
01:19baik,
01:21kemasyarakat baik, dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga.
01:28Mungkin dari kami demikian, silakan Pak Menju.
01:32Terima kasih Pak Menteri Kesehatan, teman-teman media yang saya banggakan.
01:37Jadi tadi merekap pertemuan dengan Bapak Presiden, kami menyampaikan bagaimana kepesertaan di jaminan kesehatan nasional kita ini
01:49sekarang telah berhasil melindungi sangat banyak penduduk kita dari resiko pembiayaan kesehatan.
01:59Sehingga jika ada saudara-saudara kita yang sakit, itu dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan nasional kita
02:06yang merupakan suatu program asuransi sosial yang sangat besar di tingkat dunia.
02:11Jumlah pesertanya sekarang sudah mencapai 250 ribu, sekitar itu ya?
02:23285 juta jiwa dengan tingkat aktif 80,6 persen.
02:2980,6 persen yang disampaikan oleh Pak Dirut.
02:32Nah tentu kita menginginkan bahwa sebagai suatu asuransi sosial, seluruh masyarakat itu aktif mengiur.
02:40Karena kalau aktif mengiur, maka terjadi saling gotong royong.
02:46Yang sehat, mengiur, jika ada yang sakit atau pada saatnya nanti sakit akan bisa di-cover.
02:55Nah kita melihat bahwa dari keuangan BPJS, BPJS memerlukan penguatan terus-menerus memastikan bahwa
03:04klaim dari rumah sakit ini menjadi reguler untuk dipenuhi, dibayar.
03:09Karena itu kami tadi melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa di dalam APBN 2026
03:15telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar 20 triliun rupiah.
03:24Nah ini adalah on top dari anggaran untuk membayari 96,8 juta penerima bantuan yuran.
03:34Itu kira-kira kalau yang penerima bantuan yuran anggarannya kira-kira 47 triliunan.
03:40Sementara tambahannya itu sekarang 20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS
03:48pada bulan Oktober ini, dua hari lagi, dan juga bulan November.
03:54Sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik.
03:59Kami mendorong supaya koleksion yuran, pengumpulan yuran BPJS menjadi lebih baik,
04:07tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan yuran juga menjadi lebih baik sesuai dengan data DTSN.
04:14Mungkin itu beberapa hal rekap menambahkan dari Pak Menteri Kesehatan tadi.
04:18Banyak hal detail bisa diindakkan dan di-follow up oleh Pak Dirut BPJS Kesehatan.
04:25Terima kasih.
04:28Semua sudah ya, yang sedikit saya tambahkan bahwa memang sampai bulan ini kita bisa mengumpulkan yuran sebesar 188 T.
04:40Sementara manfaat yang kita bayarkan sampai saat ini 132 T.
04:46Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di
04:56Fasilitas Kesehatan.
04:57Jadi kami berterima kasih kepada Presiden, Pemerintah, Pak Menteri telah diberikan suntian dana sebesar 20 T yang 10 T akan
05:08cair bulan ini dan 10 T akan cair bulan November lah sebelum akhir tahun.
05:15Jadi cash flow gap ini tidak ada satu persoalan yang bertanggung jawab tetapi beberapa hal.
05:21Yang pertama adalah sebesar 52 juta peserta dari yang tidak aktif, kalau itu bisa membayar yuran dengan semangat buat tong
05:30royong,
05:31maka kalau kelas 3 aja itu sekitar 2 triliun perpulian.
05:34Kalau setahun bisa 24 triliun.
05:36Kemudian prosedur penyesuaian yuran yang belum kita laksanakan kita terima selama 6 tahun.
05:45Kemudian rekan-rekan media tahu inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran penyakit,
05:52utilisasi meningkat dengan itu semua.
05:54Kemudian beberapa hal ketika kita akan perbaiki fraud dalam pelayanan.
05:59Dan ini juga penting perilaku yang volume-based.
06:04Kita akan geser ke value-based.
06:08Volume-based itu karena sistem kita belum ada remunerasi sehingga kita kalau pelayanan teman-teman itu
06:17kalau mengerjakan 15 lebih baik daripada 10 karena penghasilannya.
06:21Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value-based dan itu juga yang kita janjikan
06:29untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran.
06:37Saya rasa itu beberapa hal yang tadi kita diskusikan sesuai dengan petuguranan disini.
06:44Terima kasih.
07:03Untuk pelayanan BPJS kan dilakukan oleh Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit BUMN, dan Rumah Sakit Suhasa.
07:10Jadi Bapak Presiden ingin mendengarkan bagaimana layanan BPJS diberikan oleh Rumah Sakit Swasta dan masalah-masalahnya apa.
07:20Jadi beliau ingin tahu lagi.
07:21Terima kasih ya.
07:21Terima kasih.
07:23Terima kasih.

Dianjurkan