Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyoroti minimnya keterlibatan partai politik koalisi pemerintah dalam polemik ijazah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming.

Menurut Adi, terdapat kesan Gibran menghadapi persoalan tersebut secara mandiri. Adi menyebut dukungan yang terlihat lebih banyak datang dari PSI dan relawan pendukung Joko Widodo.

Baca Juga Pengamat Sebut PSI dan Jokowi Effect Terancam Gara-Gara Gugatan Ijazah Gibran di https://www.kompas.tv/nasional/692714/pengamat-sebut-psi-dan-jokowi-effect-terancam-gara-gara-gugatan-ijazah-gibran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692773/adi-prayitno-gibran-terlihat-berjuang-sendirian-hadapi-polemik-ijazah
Transkrip
00:00Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno dalam polemik keabsahan ijazah Wapres Gibran,
00:06terlihat ada kesan Gibran berjuang sendirian.
00:09Menurutnya, yang selama ini banyak memberikan dukungan justru berasal dari PSI dan relawan Jokowi.
00:16Sementara, partai-partai koalisi pendukung pemerintah dinilai tidak lagi banyak terlibat
00:22karena persoalan tersebut dianggap sebagai perkara pribadi dan bukan bagian dari urusan koalisi pemerintahan.
00:30Jadi, di mana untuk posisi partai politik pendukung Gibran saat ini,
00:36di saat seperti ini dipertanyakan terkait ijazah atau keabsahan ijazah dari Gibran itu sendiri?
00:42Ya, memang harus diakui ada kesan bahwa Wapres Gibran terkait dengan gugatan,
00:49terkait dengan validasi ijazahnya ini kan berjuang sendirian pada akhirnya.
00:53Dan sekarang kalau mau jujur sebenarnya yang suka pasang bedan dan membela itu ya
00:58kawan-kawan PSI ataupun relawan-relawan Jokowi.
01:01Sepertinya partai-partai koalisi pendukung waktu 2024 yang lalu,
01:06pasti beranggapan ini bukan domain mereka lagi.
01:08Karena ini adalah sifatnya fosfaktum, urusannya sudah selesai.
01:13Jadi, karena yang digugat itu adalah keabsahan ijazah Wakil Presiden
01:17dan itu dianggap sebagai persoalan individu dan urusan pribadi.
01:20Dan tidak ada urusan-urusan yang terkait dengan urusan koalisional pemerintah secara umum.
01:26Jadi, Tata kalau kita menjujur ya, dalam konteks ini Gibran sebagai Wakil Presiden
01:31sangat kelihatan sekali berjuang sendirian, terutama untuk membuktikan bahwa
01:35syarat administratif soal ijazahnya yang kemudian dijadikan sebagai syarat
01:40untuk melakukan pendaftaran sebagai calon Wakil Presiden di 2024 yang lalu adalah bersifat faktual
01:45dan perlu dibuktikan di Mahkamah Konstitusi.
01:48Nah, yang kedua, kalau kita mau jujur, ya setelah koalisi Pilpres itu selesai,
01:54memang partai-partai politik, partai-partai pendukung itu kan memang lebih fokus pada urusannya masing-masing.
02:00Perhari ini Gibran itu yang melekat pada PSI dan pada relawan pendukungnya Pak Jokowi.
02:05Di luar itu, partai-partai politik yang lain tentu punya urusan dan hal-hal yang sifatnya diurus secara signifikan.
02:11Ini yang saya kira memang ada dua model koalisi yang cukup lumrah terjadi di Indonesia.
02:17Pra-koalisi dan pasca-koalisi.
02:19Ada kecenderungan betapa memang koalisi pasca Pilpres telah selesai,
02:24ya partai-partai politik itu juga punya urusan dan konsen masing-masing.
02:28Nah, yang kedua bisa saja.
02:29Kenapa partai politik koalisional pemerintah itu tidak ada yang pasang badan?
02:33Mungkin karena ini hanya menyangkut posisi dari Wakil Presiden Republik Indonesia
02:38di mana ijazahnya, soal keabsahan ijazahnya kan digugat ke Mahkamah Konstitusi.
02:42Tapi, kalau Presidennya yang misalnya digugat, saya termasuk yang hakul yakin,
02:47maka partai-partai koalisi ini tentu saja akan memberikan pembelaan dan pasang badan.
02:52Seperti yang kita cek, partai-partai koalisional pemerintah,
02:55satu persatu kan selalu memberikan pasang badan misalnya.
03:00Selalu memberikan statement-statement yang membela.
03:02Jika Presiden Republik Indonesia misalnya dikritik, apalagi kalau soal hal-hal administratif terkait dengan pencalonan misalnya dikritik.
03:10Ini sepertinya terkait dengan power, ini terkait dengan pengaruh yang sepertinya dimiliki oleh Pak Wakil Presiden Republik Indonesia hari ini,
03:19ya mungkin powernya tidak terlampau signifikan di hadapan partai-partai politik koalisional pemerintah.
03:25Wajar kalau kemudian ketika muncul gugatan terkait dengan keabsahan ijazah ini,
03:29ya hanya kelihatan sekali, hanya Pak Wak Preslah dan para pendukungnya seperti relawan dan kawan-kawan PSI
03:36paling getol memberikan dukungan-dukungan politiknya secara signifikan.
03:41Saudara Om Butsman menemukan sejumlah fasilitas mewah.

Dianjurkan