00:00Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno dalam polemik keabsahan ijazah Wapres Gibran,
00:06terlihat ada kesan Gibran berjuang sendirian.
00:09Menurutnya, yang selama ini banyak memberikan dukungan justru berasal dari PSI dan relawan Jokowi.
00:16Sementara, partai-partai koalisi pendukung pemerintah dinilai tidak lagi banyak terlibat
00:22karena persoalan tersebut dianggap sebagai perkara pribadi dan bukan bagian dari urusan koalisi pemerintahan.
00:30Jadi, di mana untuk posisi partai politik pendukung Gibran saat ini,
00:36di saat seperti ini dipertanyakan terkait ijazah atau keabsahan ijazah dari Gibran itu sendiri?
00:42Ya, memang harus diakui ada kesan bahwa Wapres Gibran terkait dengan gugatan,
00:49terkait dengan validasi ijazahnya ini kan berjuang sendirian pada akhirnya.
00:53Dan sekarang kalau mau jujur sebenarnya yang suka pasang bedan dan membela itu ya
00:58kawan-kawan PSI ataupun relawan-relawan Jokowi.
01:01Sepertinya partai-partai koalisi pendukung waktu 2024 yang lalu,
01:06pasti beranggapan ini bukan domain mereka lagi.
01:08Karena ini adalah sifatnya fosfaktum, urusannya sudah selesai.
01:13Jadi, karena yang digugat itu adalah keabsahan ijazah Wakil Presiden
01:17dan itu dianggap sebagai persoalan individu dan urusan pribadi.
01:20Dan tidak ada urusan-urusan yang terkait dengan urusan koalisional pemerintah secara umum.
01:26Jadi, Tata kalau kita menjujur ya, dalam konteks ini Gibran sebagai Wakil Presiden
01:31sangat kelihatan sekali berjuang sendirian, terutama untuk membuktikan bahwa
01:35syarat administratif soal ijazahnya yang kemudian dijadikan sebagai syarat
01:40untuk melakukan pendaftaran sebagai calon Wakil Presiden di 2024 yang lalu adalah bersifat faktual
01:45dan perlu dibuktikan di Mahkamah Konstitusi.
01:48Nah, yang kedua, kalau kita mau jujur, ya setelah koalisi Pilpres itu selesai,
01:54memang partai-partai politik, partai-partai pendukung itu kan memang lebih fokus pada urusannya masing-masing.
02:00Perhari ini Gibran itu yang melekat pada PSI dan pada relawan pendukungnya Pak Jokowi.
02:05Di luar itu, partai-partai politik yang lain tentu punya urusan dan hal-hal yang sifatnya diurus secara signifikan.
02:11Ini yang saya kira memang ada dua model koalisi yang cukup lumrah terjadi di Indonesia.
02:17Pra-koalisi dan pasca-koalisi.
02:19Ada kecenderungan betapa memang koalisi pasca Pilpres telah selesai,
02:24ya partai-partai politik itu juga punya urusan dan konsen masing-masing.
02:28Nah, yang kedua bisa saja.
02:29Kenapa partai politik koalisional pemerintah itu tidak ada yang pasang badan?
02:33Mungkin karena ini hanya menyangkut posisi dari Wakil Presiden Republik Indonesia
02:38di mana ijazahnya, soal keabsahan ijazahnya kan digugat ke Mahkamah Konstitusi.
02:42Tapi, kalau Presidennya yang misalnya digugat, saya termasuk yang hakul yakin,
02:47maka partai-partai koalisi ini tentu saja akan memberikan pembelaan dan pasang badan.
02:52Seperti yang kita cek, partai-partai koalisional pemerintah,
02:55satu persatu kan selalu memberikan pasang badan misalnya.
03:00Selalu memberikan statement-statement yang membela.
03:02Jika Presiden Republik Indonesia misalnya dikritik, apalagi kalau soal hal-hal administratif terkait dengan pencalonan misalnya dikritik.
03:10Ini sepertinya terkait dengan power, ini terkait dengan pengaruh yang sepertinya dimiliki oleh Pak Wakil Presiden Republik Indonesia hari ini,
03:19ya mungkin powernya tidak terlampau signifikan di hadapan partai-partai politik koalisional pemerintah.
03:25Wajar kalau kemudian ketika muncul gugatan terkait dengan keabsahan ijazah ini,
03:29ya hanya kelihatan sekali, hanya Pak Wak Preslah dan para pendukungnya seperti relawan dan kawan-kawan PSI
03:36paling getol memberikan dukungan-dukungan politiknya secara signifikan.
03:41Saudara Om Butsman menemukan sejumlah fasilitas mewah.