Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Sejumlah video yang beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan bus pengangkut massa aksi menuju Jakarta ternyata berasal dari konteks berbeda. Hasil penelusuran menunjukkan sebagian rekaman berkaitan dengan bus penjemput karyawan, kegiatan study tour, dan perjalanan wisata, sehingga narasi mobilisasi massa yang dilekatkan pada video tersebut tidak sesuai dengan peristiwa aslinya. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa video yang asli sekalipun dapat menyesatkan jika diberi keterangan yang salah. Sebelum membagikan informasi, masyarakat perlu memeriksa sumber pertama, tanggal unggahan, lokasi, ciri kendaraan atau bangunan, serta membandingkannya dengan pemberitaan terpercaya dan kanal pemeriksaan fakta. Jangan hanya percaya pada visual—cek konteks, pastikan fakta, baru sebarkan.
Transkrip
00:00Beredar di media sosial, sejumlah video yang diklaim memperlihatkan bas mengangkut masa demonstrasi menuju Jakarta.
00:06Namun, hasil penelusuran menunjukkan narasi tersebut tidak sesuai dengan konteks asli rekaman.
00:12Salah satu video diketahui memperlihatkan bas penjemput karyawan pabrik setelah selesai bekerja.
00:18Rekaman lainnya berkaitan dengan perjalanan study tour dan penyewaan bas untuk kebutuhan pariwisata.
00:24Artinya, keberadaan bas dalam video tidak dapat langsung dijadikan bukti adanya mobilisasi masa aksi.
00:31Visual yang asli pun bisa menjadi informasi menyesatkan jika diberi keterangan yang salah.
00:36Kasus serupa sebelumnya juga ditemukan pada konten demonstrasi yang menggunakan foto atau video lama dari lokasi dan waktu berbeda.
00:43Karena itu, sebelum membagikan informasi, periksa sumber pertama, tanggal unggahan, lokasi,
00:49serta bandingkan dengan pemberitaan terpercaya atau kanal pemeriksaan fakta.
Komentar
Adhietya Three
Kreator
#Hoax #Demo #JagaIndonesia

Dianjurkan