Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bendera Bulan Bintang kembali menjadi sorotan dalam kericuhan di Aceh. 🇮🇩

Namun, benarkah insiden tersebut menjadi tanda Aceh kembali menuju konflik atau tuntutan kemerdekaan?

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pandangan bahwa kericuhan tersebut lebih berkaitan dengan persoalan internal di antara kelompok eks GAM dan tidak bisa dianggap sebagai gambaran sikap seluruh masyarakat Aceh.

21 tahun perdamaian Aceh adalah perjalanan panjang yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan.

Perbedaan pendapat dan aspirasi boleh disampaikan, tetapi jangan sampai provokasi dan narasi yang memecah belah kembali membuka luka konflik.

Jaga perdamaian. Jaga persatuan. Jaga Aceh dalam bingkai Indonesia. 🇮🇩

#Aceh #AcehDamai #DamaiAceh #BulanBintang #JusufKalla
Transkrip
00:00Benarkah pengibaran bendera bulan bintang dalam kericuhan Hari Damai Aceh
00:04menandakan Aceh kembali menuju konflik dan kemerdekaan?
00:07Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla memberikan pandangan berbeda.
00:11Menurut JK, kericuhan pada peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baitur Rahman
00:17lebih berkaitan dengan persoalan internal di antara kelompok X-GAM,
00:22bukan gerakan yang ditujukan kepada pemerintah pusat.
00:25JK juga menegaskan, insiden tersebut tidak bisa dianggap sebagai gambaran sikap seluruh masyarakat Aceh.
00:32Selama 21 tahun, Aceh telah menjalani proses perdamaian dan dinamika politik tanpa kembali ke konflik bersenjata.
00:40Lalu, bagaimana dengan syariat Islam dan bendera bulan bintang?
00:44Keduanya tidak otomatis berarti tuntutan kemerdekaan.
00:48Aceh memang memiliki kekhususan, termasuk dalam pelaksanaan syariat Islam dan penggunaan simbol daerah.
00:54Namun, semuanya tetap berada dalam kerangka hukum Indonesia.
00:59Jadi, jangan campurkan identitas Aceh, syariat Islam, sejarah GAM, dan tuntutan kemerdekaan menjadi satu narasi.
01:08Kritik dan aspirasi boleh disampaikan, tetapi jangan sampai perbedaan kembali berubah menjadi konflik.
01:1521 tahun perdamaian Aceh terlalu berharga untuk dikorbankan oleh provokasi dan narasi yang memecah belah.
Komentar

Dianjurkan