00:01Terima kasih Anda masih menyaksikan Trosi.
00:04Namora, sebenarnya yang jadi problem adalah programnya, program prioritas tadi, atau pelaksanaannya?
00:10Ya, programnya jelas. Itu kan ada di tuturan kami.
00:13Evaluasi total proyek strategis nasional, termasuk MBG, KDMP, dan lain sebagainya.
00:18Dan ini sebenarnya tendensi dari pemerintah ya.
00:20Misalnya, kayak kemarin ketika dibicarakan oleh sebuah abang saya,
00:25Bang Rogi Gerung, dan lain sebagainya,
00:27seolah-olah permasalahan itu menjadi permasalahan teknis.
00:29Bukan permasalahan yang struktural.
00:31Padahal?
00:32Padahal itu jelas adalah permasalahan yang struktural.
00:34Karena kita melihat, misalnya ambil KDMP saja.
00:38Ketika KDMP itu menyandera 58% dari daerah desa, coba tanya ke kepala-kepala desanya.
00:43Kalau gitu, dana untuk pembangunan jembatan, untuk infrastruktur desa, program-program desa, itu bagaimana?
00:51Ketika itu semua dikunci untuk kepercayaan desa merah putih,
00:54yang satu, dibuat tanpa dasar hukum yang tepat, hanya melalui impres.
00:57Kedua, merupakan skema kooperasi top-down tanpa adanya partisipasi masyarakat,
01:03sebagaimana seharusnya kooperasi itu seperti itu.
01:06Dan ketiga, dia menggunakan skema hutang APBN, timbara.
01:10Dan itu pertanyaan lagi, kalau misalnya hutangnya tidak bisa dibayar, terus bagaimana?
01:15Apakah akan kolaps, dan lain sebagainya?
01:17Artinya ketika awal penciptuan program tersebut, secara formil dia salah, dan secara material dia memiliki suatu namanya
01:23systemic risk atau risiko sistematik yang sangat besar.
01:28Jadi ini bukan masalah pelaksanaan, dan kami tidak sepakat kalau misalnya itu dibawa ke ranah itu.
01:32Oke, ini bukan semata teknis, tapi dari sisi strukturalnya dianggap ini sudah salah?
01:36Ya, pertama programnya yang menjadi program prioritas nasional, kami menyebutnya dulu PHTC,
01:44Program Hasil Cepat Terbaik, Terbaik Cepat maksud saya sekarang itu PKPN,
01:51program yang menjadi prioritas nasional gitu ya.
01:55Bahwa itu masih terdapat banyak problem, masih terdapat banyak kekurangan,
02:00masih terdapat banyak keluhan yang disampaikan oleh penerima manfaat misalnya,
02:07itu juga yang menjadi bahan evaluasi kami secara terus-menerus.
02:11Kita lihat misalnya MBG.
02:13MBG ini dari pertama kali digulirkan, dan harus dicatat misalnya BGN ini kan ada dari pemerintahan sebelumnya juga gitu,
02:21ya sudah ada badan gizi nasional.
02:23Kemudian ketika MBG ini digulirkan pertama kali,
02:26dengan hari ini sudah mengalami transformasi program yang banyak sekali dan luar biasa signifikan gitu ya,
02:33sampai menjadi bentuk yang seperti sekarang.
02:36Jadi dari sisi programnya sendiri, dia terus-menerus mengalami transformasi sesuai dengan dinamika yang terjadi di lapangan.
02:44Padahal dari awalnya dia catat konstitusi mas?
02:46Ya kritiknya adalah misalnya disampaikan kritik, oh berarti ini di sisi perencanaannya belum maksimal,
02:54di sisi perencanaannya kurang tepat.
02:57Ya itu juga yang menjadi bagian dari yang diakui oleh pemerintah gitu ya,
03:01sehingga ada perbaikan terus-menerus.
03:05Terus yang kedua dari sisi pelaksanaannya, dan pelaksananya, tentu di situ juga ada masalah.
03:10Itu yang menyebabkan pimpinan BGN misalnya bisa ditangkap, kemudian korupsi yang terjadi di dalamnya ditindak,
03:18kemudian ada perbaikan SOP, ada perbaikan cara melaksanakannya, dan lain sebagainya.
03:23Sama KDKMP juga sama, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, terus-menerus diperbaiki, terus-menerus menjadi concern.
03:30Nah tapi yang saya ingin sampaikan di sini adalah, di sana terdapat visi besar sebetulnya,
03:35di sana terdapat satu cita-cita yang dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
03:39Oke, nah soal ini dalam menjalankan program strategis nasional, ada efisiensi juga yang dilakukan.
03:46Nah, tapi di tengah efisiensi ini, kritik dari masyarakat muncul misalnya saat HUD RI kemarin,
03:51ada pengadaan merpati 305 juta rupiah.
03:54Bagaimana pemerintah menjelaskan ini kepada publik, Mas?
03:56Ya sebetulnya kita harus lihat skalanya ya.
03:58Nasional ini kan, misalnya kita bisa gak membandingkan sebuah program atau sebuah kegiatan skala nasional
04:07dengan ukuran yang pribadi misalnya, atau ukuran yang lebih kecil kan tidak bisa juga.
04:13Di sana kan kalau kita bicara soal perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia,
04:18dia bukan hanya punya dimensi nasional sebagai kebanggaan nasional,
04:22tapi juga punya dimensi internasional sebagai national dignity untuk menyampaikan pesan kepada dunia internasional
04:29bahwa Indonesia negara yang berdaulat dan negara yang punya pride untuk merayakan sesuatu.
04:34Jadi saya kira di sisi itu kita tidak bisa menilai ini sebagai apakah ini efisien atau tidak efisien dan lain
04:42sebagainya.
04:43Efisiensi yang dilakukan itu adalah terhadap hal-hal yang selama ini dilakukan tumpang tindih misalnya.
04:50Tidak, contoh misalnya kenapa Presiden mengumumkan akan membentuk yang tadinya sebelumnya LKPP menjadi badan nanti.
04:59Karena ternyata ditemukan untuk barang yang sama pengadaannya di kementerian dan lembaga di daerah itu bisa beda-beda.
05:06Hariannya efisiensi ini kalau menurut Mas Fad gak bisa dibandingkan.
05:08Kalau Mora melihatnya seperti apa? Karena di media sosial juga ramai tadi.
05:11Misalnya di tengah efisiensi, tapi untuk perayaan hari ulang tahun dengan budget misalnya untuk merpati 305 juta.
05:18Bisa kah ini dibandingkan? Tidakkah sebanding ini dengan efisiensi yang dilakukan ini?
05:21Pemerintah itu tidak pernah efisien selama ini.
05:23Itu hanya menjadi alasan dari pemerintah, dari rezim untuk menarik anggaran dari kementerian-kementerian yang memiliki haknya.
05:32Bagaimana berdasarkan undang-undang kesehatan, mandatoris pendek 5% dari sektor kesehatan itu sudah dihapuskan.
05:40Sekarang diganti dengan suatu indikator yang tidak bisa di-inforce secara hukum.
05:44Kenapa itu dianggap tidak efisien menurut?
05:46Karena tunggu. Maksud saya adalah itu. Itu contoh korban dari alasan itu.
05:51Sedangkan misalnya kalau kita bandingkan dengan data-data kebocoran dana untuk MBG.
05:57Kalau misalnya kita bandingkan dengan berapa banyak tadi sih alokasi anggaran untuk tiga kementerian tersebut.
06:03Kalau gitu berarti efisiennya itu di mana mas?
06:07Apalagi satu yang karena saya sebagai mahasiswa saya rasa saya perlu menyuarakan ini adalah URI.
06:13Tadi mas bilang bahwa permasalahan yang dilihat oleh pemerintah sehingga butuh efisien-efisien tersebut adalah permasalahan tumbang tindih.
06:21Adalah permasalahan mengenai anggaran.
06:23Kalau gitu kenapa sampai ada program namanya Universitas Republik Indonesia yang tumpang tindih dengan puluhan ribu kampus yang ada di
06:32nasional,
06:32yang tumpang tindih dengan sekolah-sekolah yang ada di nasional, dan juga tumpang tindih dengan LAN yang ada di nasional.
06:38Di saat sekarang kondisi anggaran untuk perguruan-perguruan tinggi itu semini-school itu.
06:44Itu kan bukti nyata.
06:45Bukti nyata salah satu program-program yang digembur-gemburkan pemerintah itu menunjukkan bahwa dalam pemerintahan saat ini,
06:51political will itu ada di atas dari efisiensi.
06:55Simple itu.
06:56Mas?
06:57Ya betul, saya kira hal seperti itu tidak boleh terjadi.
07:00URI berarti tidak boleh terjadi?
07:01Yang dilakukan oleh pemerintah justru adalah melakukan alignment terhadap visi besar pendidikan nasional.
07:08Misalnya sekarang yang terjadi adalah...
07:10Urgensi URI tadi kalau yang dipertanyakan?
07:11Ya URI ini kan belum bisa dikatakan sebagai sesuatu yang tumpang tindih karena belum, belum dieksekusi, belum di tahap implementasi.
07:19Yang sekarang sudah ada adalah Kepres, keputusan Presiden untuk mengangkat gubernur dan wakil gubernur URI.
07:25Nah nanti pada saat dia akan diimplementasikan, ya pasti punya perangkat hukum yang harus dipenuhi,
07:31kemudian juga implementasi yang dilakukannya nanti bisa dijudgment setelah dia dilakukan.
07:36Saat ini kan prosesnya masih terus berjalan dan kita harus menunggu bagaimana otoritas yang dipercaya untuk menangani ini nanti akan
07:44melaksanakan programnya.
07:45Saat ini saya belum bisa mengeksplore itu lebih jauh karena belum terjadi.
07:50Yang disebut tadi misalnya, kalau kita bicara pendidikan kan yang dilakukan oleh pemerintahan ini, yang dilakukan oleh Presiden Prabowo misalnya,
08:00itu memberikan kepastian bahwa pendidikan dasar misalnya bisa diakses oleh semua segmen.
08:06Saat ini itu angka partisipasi anak sekolah di usia pendidikan dasar itu mencapai 99,5 persen.
08:13Sudahkah kamu jawab tadi?
08:15Tidak.
08:16Evolusi pendidikan dasar itu sudah ada sejak zamannya suharto sebenarnya karena ada wajib pendidikan itu.
08:22Saya bingung kenapa data itu dikreditkan ke Presiden saat ini gitu.
08:26Sekarang pertanyaannya adalah, ya itu tadi bukti dari pemerintahan saat ini.
08:30Ketika rakyat itu dipaksa untuk melihat dahulu kebijakannya jalan, memangkas anggaran, dan juga melihat dulu kebijakan tersebut gagal terlebih dahulu,
08:38baru kami boleh mengkritiknya.
08:39Ketika kritik dilakukan oleh berbagai akademisi kemarin, itu tidak didengar sama sekali.
08:44Bahkan masnya sendiri dan pemerintah tidak bisa menjelaskan kan, urini urgensinya apa, urini nanti pos anggaran itu bagaimana,
08:49dan juga nanti pelaksananya itu akan menghasilkan apa.
08:51Ya karena belum terjadi.
08:52Tapi kita tidak perlu berdebatan urisi karena masih belum.
08:54Oke, nah tapi sebenarnya pemerintah itu menganggap mahasiswa atau yang melakukan demonstrasi, ini sebagai mitra kritik atau enggak sih?
09:01Ya tentu, pemerintah dalam hal ini, negara bahkan ya kalau kita bicara negara, melihat mahasiswa ini dari dua sudut pandang.
09:08Sudut pandang pertama adalah mahasiswa ini aset bangsa, jadi masa depan ada di tangan mereka,
09:13jadi kalau muncul mahasiswa-mahasiswa kritis dengan daya nalar yang luar biasa,
09:17dengan pemikiran yang jauh ke depan, kegelisahan yang kuat terhadap penderitaan rakyat,
09:23itu adalah sesuatu yang negara harus memperhatikan itu karena negara pada saatnya itu akan dipimpin oleh generasi berikutnya.
09:30Kita bicara masa depan.
09:31Dimensi kedua, kan tidak bisa hanya dilihat sebagai mitra kritis,
09:35memangnya pekerjaan mahasiswa hanya mengkritik, kan tidak.
09:38Mahasiswa juga adalah aset bangsa untuk proses regenerasi dan kepemimpinan masa depan.
09:44Nah kalau misalnya saat ini mahasiswa menyampaikan pendapatnya, menyampaikan aspirasinya,
09:49tentu negara dalam hal ini memandang mahasiswa atau semua pihak,
09:54baik itu mahasiswa, akademisi, peneliti, dan lain sebagainya,
09:57sebagai mitra untuk sama-sama mewujudkan cita-cita kemerbaikan tadi.
10:01Nah kalau pemerintah menganggap mahasiswa adalah mitra, terbuka atas kritik,
10:05dan melakukan perbaikan, di mana mist-nya?
10:08Karena kawan-kawan mahasiswa merasa tidak puas hingga saat ini.
10:11Ya, mist-nya sesimpel bukan hanya kepada mahasiswa ya,
10:15tapi kepada masyarakat sipil secara keseluruhan.
10:18Pemerintah itu seperti saya sudah katakan,
10:20rasanya pemerintah tidak peka terhadap permasalahan yang saat ini dialami oleh masyarakat.
10:25Sesimpel itu, ada gap antara solusi dan program ditaruh oleh pemerintah
10:30dengan masalah-masalah real yang ada.
10:32Saya ingin highlight sedikit ya, karena ini agak kurang ke-highlight di media kemarin,
10:36adalah terkait dengan tuntuan ketiga, terkait dengan reforma agraria.
10:40Saat ini ada dua pihak dengan dosa besar.
10:44Pihak pengusaha yang memiliki 68% dari total aset pertanahan di Indonesia.
10:50Dan juga pemerintah yang melalui PSN, salah satunya food estate,
10:55itu sudah, ini catatan dari KPA ya, Konsorsium Barun Agraria,
10:58sudah ikut andil di dalam kurang lebih 69 kasus konflik agraria.
11:04Terakhir terjadi di desa Sukajaya di Bogor.
11:07Jadi, itu dampak langsung loh dari sebenarnya katanya pemerintah kita ini pro-petani,
11:14pro-raket kecil dan lain sebagainya.
11:16Tapi tanahnya itu dirampas, kemudian digunakan untuk halal yang sebenarnya bukan kebutuhan masyarakat sekitar itu,
11:23kemudian dijual menjadi sesuatu yang, oke ini harus dilaksanakan karena ini adalah cita-cita besar bangsa.
11:30Pertanyaannya adalah cita-cita tersebut kapan terlaksanakan?
11:33Apakah perlu sampai masyarakat kita menerita terlebih dahulu?
11:35Gitu mas.
11:37Iya, bicara soal reforma agraria, ini kan agenda sejarah ya.
11:40Ini agenda kita sebagai bangsa, sebagai negara yang saya kira ini urgen untuk kita implementasikan.
11:47Misalnya sebelumnya kita, misalnya sertifikasi dianggap sebagai reforma agraria kan bukan.
11:52Sebenarnya reforma agraria harus bisa menyelesaikan masalah penguasaan lahan oleh pihak-pihak tertentu.
12:01Realnya apa ya?
12:01Bahkan termasuk di dalamnya negara.
12:03Realnya baru pertama kali dalam sejarah sejauh ini sudah ada 5,88 juta hektare yang diamankan oleh Satgas PKH.
12:13Dan itu juga yang menjadi cita-cita besar bahwa reforma agraria ini dilakukan.
12:18Kenapa karena tersebut kembali kepada rakyat mas?
12:20Ya kan ini sedang dilakukan dan belum pernah sebelumnya.
12:23Nah itu enggak, karena asetnya masuk ke PNBP.
12:25Yang digunakan untuk apa?
12:27Digunakan untuk mendanai program-program tadi.
12:30Kita tahu permasalahan tentang Satgas PKH semuanya teman-teman.
12:32Dan saya rasa ini tidak perlu terlalu panjang dibahas.
12:35Tapi permasalahan dari Satgas PKH intinya adalah bagaimana pemerintah itu menarik dengan dali reforma agraria tersebut.
12:40Menarik pajak.
12:41Dan kemudian menarik dana untuk masuk ke dalam PNBP.
12:43Ya dananya, tapi kan lahannya 5,88 juta ini bisa diredistribusi.
12:49Ya nanti akan diredistribusi dan ini sedang dalam proses.
12:52Tapi kan perlu diakui disini belum pernah terjadi sebelumnya.
12:55Ada upaya semacam ini.
12:57Upaya yang masif, upaya yang serius.
13:01Dibentuk Satgas PKH yang sudah memiliki kinerja yang bisa disaksikan langsung oleh masyarakat.
13:08Nah sebelumnya, itu yang disebut reforma agraria dianggap sebagai formalitas saja karena sebetulnya tidak menyelesaikan persoalan konflik lahan.
13:15Tidak menyelesaikan persoalan penguasaan lahan oleh korporasi besar.
13:19Nah sekarang pemerintahan yang ini sedang melakukan itu.
13:22Tapi apakah sudah selesai?
13:24Ya pasti belum selesai.
13:25Dan ini yang menjadi yang tadi saya sebut agenda sejarah.
13:27Kritik ini tidak hanya datang dari mahasiswa, tapi juga guru besar, akademisi.
13:31Apakah pemerintah menganggap kritik ini sebagai hal yang serius?
13:33Sesat lagi dirosi.
13:38Terima kasih telah menonton!
Komentar