00:00Saudara pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR pada Jumat 14 Agustus 2026 menyita perhatian publik.
00:10Di awal pidatonya, Prabowo mengakui pemerintahannya belum sempurna menepati seluruh janji politiknya.
00:17Ulasan selengkapnya saudara akan disampaikan oleh Sintia Rompas. Silakan Sintia.
00:22Ya, terima kasih Hiasir. Betul dalam pidato Presiden Prabowo Subianto akui belum semua janji politiknya terpenuhi selama dua tahun masa
00:32pemerintahannya.
00:34Meski demikian, Prabowo bilang sudah telurkan ratusan kebijakan dan berjanji akan terus melanjutkan semua program prioritasnya.
00:43Salah satunya adalah program makan bergizi gratis.
00:48Apa yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya ini menjadi ulasan catatan Kompas TV kali ini.
00:55Kejujuran dalam peringatan kemerdekaan.
01:03Janji yang saya ucapkan telah tertunaikan.
01:07Belum.
01:10Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan.
01:27Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen pada Jumat
01:3614 Agustus 2026.
01:38Mengawali pidatonya, Prabowo mengakui belum menunaikan semua janji-janji politiknya.
01:44Namun dalam kurang dari dua tahun kepemimpinannya, Prabowo mengklaim sudah mulai menyelesaikan sejumlah masalah dan telah mengeluarkan ratusan kebijakan untuk
01:54menyelesaikan persoalan yang terjadi.
01:57Apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan.
02:05Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai.
02:14Atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan.
02:20Belum.
02:22Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan.
02:2821 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini.
02:34Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara.
02:48Salah satu program unggulan yang telah berjalan dan memberikan dampak adalah program makan bergizi gratis.
02:55Prabowo pun menegaskan bakal tetap melanjutkan program makan bergizi gratis, namun dengan perbaikan dan efisiensi.
03:02Prabowo bilang program MBG dilanjutkan demi mengentaskan tingginya angka stunting di Indonesia.
03:08Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting.
03:14Kita tidak boleh menerima itu.
03:16Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG.
03:21Tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi.
03:25Saya menilai, mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab.
03:38Soal pelaksanaan program MBG, ekonom senior indef Derajat Wibowo menilai,
03:43efisiensi program makan bergizi gratis atau MBG hanya bisa dicapai melalui penerapan good governance
03:49dan pengawasan yang ketat termasuk membenahi tata kelola pelaksanaan MBG.
03:56Efisiensi itu artinya kita dengan biaya yang sama dapat hasil lebih besar
04:00atau untuk hasil yang sama biayanya lebih kecil.
04:05Nah, yang dilakukan di MBG ini adalah kita lakukan biayanya lebih kecil, hasilnya lebih besar.
04:11Dan itu bisa dilakukan dengan governance sama pengawasan.
04:15Ya, saya berharap sih, mestinya bisa puluhan triliun yang dihemat dari situ.
04:21Tapi nanti kita tunggu saja pembahasan dibanggar.
04:25Ngutangate anggaran, ngutangate apa namanya, ngutangate alokasi tanpa perbaikan governance itu sama aja bohong.
04:38Makanya sekarang yang dilakukan Mas Dar itu perbaikan governance dan sangat apa.
04:43Presiden Prabowo Subianto pun resmi menyampaikan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2027
04:50beserta nota keuangan dalam rapat paripurna DPR RI.
04:54Presiden mematok belanja negara mencapai 4.097,2 triliun rupiah
05:00yang difokuskan penuh untuk mendanai 8 program kerja prioritas nasional.
05:06Prabowo mengingatkan struktur APBN yang besar tidak akan berarti tanpa pengawasan yang kuat.
05:12Sinergi antara pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat menjadi kunci utama
05:17agar setiap rupiah anggaran benar-benar tepat sasaran demi kesejahteraan rakyat.
05:23Tim Liputan, Kompas Sivik
Komentar