Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Presiden Prabowo Subianto meminta dirinya untuk melakukan simulasi ulang dampak gejolak harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Instruksi ini seiring dengan dinamika harga minyak yang sempat menembus angka level US$ 100 per barel.

Meski harga minyak naik kembali, Purbaya memastikan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

"Kalau yang subsidi akan kita jaga terus," ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

"Kemarin waktu di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, bukan US$ 100 aja atau lebih. Jadi gimana anggarannya, kita sedang hitung tadi," sambung Purbaya.

Baca Juga Menkeu Purbaya Wanti-Wanti WNI Simpan Dana di Luar Negeri Tak Lapor: Saya Akan Periksa Pajaknya... di https://www.kompas.tv/nasional/682278/menkeu-purbaya-wanti-wanti-wni-simpan-dana-di-luar-negeri-tak-lapor-saya-akan-periksa-pajaknya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682341/menkeu-purbaya-dapat-tugas-dari-prabowo-bikin-simulasi-dampak-harga-minyak-ke-apbn
Transkrip
00:00Berarti kan balik seperti sebelumnya kan, kita asumsikan kan 100, asumsikan kan 100 kan.
00:07Berarti keadaannya bukan berarti hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti.
00:15Anggarannya seperti sebelumnya, jadi nggak kaget lah.
00:18BBM masih kuat nggak?
00:19Masih, tapi tadinya kan gini, ketika harga minyak turun saya pikir saya ada ruang untuk nambah belanja, kedayaan, dan lain
00:27-lain ya.
00:28BBM masih kepentingan lembaga, artinya sekarang kalau balik lagi ke situ ya ruangnya semakin terbatas aja.
00:33Tapi nggak mengembahayakan BBM sendiri kan, karena ini bukan keadaan baru kan.
00:38Tapi ada kemungkinan kan harga minyak naik.
00:40Itu naiknya harga minyak, karena ada anggaran untuk stimulus, tapi untuk stimulus ini gimana Pak?
00:45Stimulus yang mana?
00:47Yang untuk semester 2.
00:48Nggak, nggak. Waktu stimulus kemana dilakukan kan dengan asumsi harga minyak 100 juga.
00:54Jadi nggak ada perubahan yang terlalu sikap naik.
00:55Cuman yang mau saya tambahin ke kementerian lembaga maupun ke daerah mungkin nggak seluasa sebelumnya itu aja.
01:06Pak, yang kan harga minyak diprediksi makin naik lagi ya Pak.
01:11Ada antisipasi nggak sih Pak agar misalnya, apakah nanti ada kemungkinan pembahasan Pertalite bakal dinaikin atau seperti apa yang subsidi?
01:19Atau menyerahkan lagi ke Pertamina untuk BBM non-subsidi aja yang terserah mau diapain gitu seperti apa?
01:25BBM non-subsidi kan emang nggak disubsidi kan?
01:27Iya makanya, maksudnya non-subsidi di selatkan.
01:29Kalau yang subsidi akan kita jaga terus.
01:32Cuman kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda.
01:41Bukan 100 saja atau lebih, jadi gimana kita anggarannya.
01:43Jadi kita kan sedang hitung tadi.
01:44Ada terinfo keputusan yang dari AS Pak mengenai tarif kan jadi 10% mungkin ada tanggapannya.
01:51Iya lama kan berarti, yang lama kan berarti.
01:53Enggak, ada perubahan Pak tadi.
01:56Jadi berapa?
01:5610%
01:57Sebelumnya kan saya nggak tahu itu.
01:59Tanya Pak, itu iya Pak.
02:00Oh turun malah.
02:02Dari 19 ke 10?
02:03Iya kan berarti yang 19 kan nggak boleh.
02:06Balik yang normal kan, yang 10, yang across the board itu.
02:09Ya bagus buat kita.
02:10Tapi dari sisi persaingan sama aja, si Taris Parimus kan.
02:13Yang lain juga sama.
02:16Itu aja mungkin kita rugi di kota.
02:17Biar keluar Batubara gimana Pak?
02:19Biar keluar Batubara gimana Pak?
02:20Biar keluar Batubara gimana Pak?
02:21Biar keluar batubara gimana Pak?
02:30Undang-undangnya pasti belum dikirim ke S39 kan.
02:34Masih dirapiin di DPR.
02:35Abis itu baru bikin PP.
02:36Baru nanti PMKnya ya.
02:37Kalau insentif ya 50 tahun itu Pak,
02:40ada syarat taruh investasi berapa?
02:42Di PFI?
02:44Belum, belum diputuskan sekarang
02:45Biar keluar Batu Barang gimana Pak?
02:48Jadi gak sih Pak?
02:48Biar keluar Batu Barang
02:52Biar keluar Batu Barang masih diskusikan
02:54Kan Pak Bahlil kalau gak salah
02:56Udah mulai membuka tuh
03:01Sebelumnya
03:02Sebelumnya jawabannya beda Pak
03:03Sama siapa?
03:04Sama Pak Bahlil maksudnya
03:07Sekarang gimana Pak?
03:10Bakal tetap dijalankan atau seperti apa Pak?
03:12Udah koordinasi dengan para pengusaha
03:14Masih diskusikan
03:16Yang jelas itu
03:20RKAB nya kan udah diatur
03:21Jadi saya masih dapet pendapatan tambahan
03:24Dari situ nanti kalau volume nya tambah
03:25Apalagi harga Batu Barang naik
03:28Jadi saya masih untung
03:29Yang penting kan untuk saya gini
03:31Mengamankan anggaran
03:32Tapi ada target ya Pak?
03:34Apakah itu bakal jadi
03:35Tetap dijalankan atau seperti apa?
03:37Karena kan ada yang bilang kemarin itu
03:39Gara-gara RKAB dan segala macam
03:41Yang bikin sempat nanti listrik itu Pak
03:45Sempat nanti lampu itu
03:46Dari PLN gitu-gitu Pak
03:48Oh gak tau saya tau detailnya itu
03:49Harus ya sih bukan itu ya?
03:51Masih manajemennya di PLN kali
03:53Tapi terakhir
03:56Terima kasih telah menonton!
04:23Terima kasih telah menonton!
04:25Terima kasih telah menonton!
04:27Terima kasih telah menonton!
04:28Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan