00:00Berarti kan balik seperti sebelumnya kan, kita asumsikan kan 100, asumsikan kan 100 kan.
00:07Berarti keadaannya bukan berarti hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti.
00:15Anggarannya seperti sebelumnya, jadi nggak kaget lah.
00:18BBM masih kuat nggak?
00:19Masih, tapi tadinya kan gini, ketika harga minyak turun saya pikir saya ada ruang untuk nambah belanja, kedayaan, dan lain
00:27-lain ya.
00:28BBM masih kepentingan lembaga, artinya sekarang kalau balik lagi ke situ ya ruangnya semakin terbatas aja.
00:33Tapi nggak mengembahayakan BBM sendiri kan, karena ini bukan keadaan baru kan.
00:38Tapi ada kemungkinan kan harga minyak naik.
00:40Itu naiknya harga minyak, karena ada anggaran untuk stimulus, tapi untuk stimulus ini gimana Pak?
00:45Stimulus yang mana?
00:47Yang untuk semester 2.
00:48Nggak, nggak. Waktu stimulus kemana dilakukan kan dengan asumsi harga minyak 100 juga.
00:54Jadi nggak ada perubahan yang terlalu sikap naik.
00:55Cuman yang mau saya tambahin ke kementerian lembaga maupun ke daerah mungkin nggak seluasa sebelumnya itu aja.
01:06Pak, yang kan harga minyak diprediksi makin naik lagi ya Pak.
01:11Ada antisipasi nggak sih Pak agar misalnya, apakah nanti ada kemungkinan pembahasan Pertalite bakal dinaikin atau seperti apa yang subsidi?
01:19Atau menyerahkan lagi ke Pertamina untuk BBM non-subsidi aja yang terserah mau diapain gitu seperti apa?
01:25BBM non-subsidi kan emang nggak disubsidi kan?
01:27Iya makanya, maksudnya non-subsidi di selatkan.
01:29Kalau yang subsidi akan kita jaga terus.
01:32Cuman kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda.
01:41Bukan 100 saja atau lebih, jadi gimana kita anggarannya.
01:43Jadi kita kan sedang hitung tadi.
01:44Ada terinfo keputusan yang dari AS Pak mengenai tarif kan jadi 10% mungkin ada tanggapannya.
01:51Iya lama kan berarti, yang lama kan berarti.
01:53Enggak, ada perubahan Pak tadi.
01:56Jadi berapa?
01:5610%
01:57Sebelumnya kan saya nggak tahu itu.
01:59Tanya Pak, itu iya Pak.
02:00Oh turun malah.
02:02Dari 19 ke 10?
02:03Iya kan berarti yang 19 kan nggak boleh.
02:06Balik yang normal kan, yang 10, yang across the board itu.
02:09Ya bagus buat kita.
02:10Tapi dari sisi persaingan sama aja, si Taris Parimus kan.
02:13Yang lain juga sama.
02:16Itu aja mungkin kita rugi di kota.
02:17Biar keluar Batubara gimana Pak?
02:19Biar keluar Batubara gimana Pak?
02:20Biar keluar Batubara gimana Pak?
02:21Biar keluar batubara gimana Pak?
02:30Undang-undangnya pasti belum dikirim ke S39 kan.
02:34Masih dirapiin di DPR.
02:35Abis itu baru bikin PP.
02:36Baru nanti PMKnya ya.
02:37Kalau insentif ya 50 tahun itu Pak,
02:40ada syarat taruh investasi berapa?
02:42Di PFI?
02:44Belum, belum diputuskan sekarang
02:45Biar keluar Batu Barang gimana Pak?
02:48Jadi gak sih Pak?
02:48Biar keluar Batu Barang
02:52Biar keluar Batu Barang masih diskusikan
02:54Kan Pak Bahlil kalau gak salah
02:56Udah mulai membuka tuh
03:01Sebelumnya
03:02Sebelumnya jawabannya beda Pak
03:03Sama siapa?
03:04Sama Pak Bahlil maksudnya
03:07Sekarang gimana Pak?
03:10Bakal tetap dijalankan atau seperti apa Pak?
03:12Udah koordinasi dengan para pengusaha
03:14Masih diskusikan
03:16Yang jelas itu
03:20RKAB nya kan udah diatur
03:21Jadi saya masih dapet pendapatan tambahan
03:24Dari situ nanti kalau volume nya tambah
03:25Apalagi harga Batu Barang naik
03:28Jadi saya masih untung
03:29Yang penting kan untuk saya gini
03:31Mengamankan anggaran
03:32Tapi ada target ya Pak?
03:34Apakah itu bakal jadi
03:35Tetap dijalankan atau seperti apa?
03:37Karena kan ada yang bilang kemarin itu
03:39Gara-gara RKAB dan segala macam
03:41Yang bikin sempat nanti listrik itu Pak
03:45Sempat nanti lampu itu
03:46Dari PLN gitu-gitu Pak
03:48Oh gak tau saya tau detailnya itu
03:49Harus ya sih bukan itu ya?
03:51Masih manajemennya di PLN kali
03:53Tapi terakhir
03:56Terima kasih telah menonton!
04:23Terima kasih telah menonton!
04:25Terima kasih telah menonton!
04:27Terima kasih telah menonton!
04:28Terima kasih telah menonton!
Komentar