00:28Sekolah Dasar Negeri
00:30atau SPMB Tahun Ajaran 2026-2027
00:33Yang pertama, ada di Solo
00:35Sebanyak 20 SD Negeri hanya menerima kurang dari 10 siswa baru
00:39Bahkan, ada sekolah yang hanya mendapat 2 hingga 3 murid
00:42Pemerintah Kota Solo pun berencana mengevaluasi kepala sekolah
00:46dan memberikan pelatihan agar kualitas serta daya tarik sekolah negeri semakin meningkat
00:50Yang kedua, ada di Gunung Kidul
00:52Karena jumlah murid terus menurun selama beberapa tahun terakhir
00:55Pemerintah daerah memutuskan menggabungkan 5 SD Negeri
00:59agar proses belajar-mengajar bisa berjalan lebih efektif
01:02Kemudian yang ketiga, ada di Banyumas
01:05Sebanyak 61 SD Negeri dan 8 SMP Negeri belum memenuhi kuota siswa baru
01:10Pemerintah akhirnya membuka kembali pendaftaran secara offline
01:13karena banyak masyarakat yang masih beradaptasi dengan sistem pendaftaran daring
01:17Dan yang keempat, di Temanggung
01:19Sebanyak 35 SD Negeri hanya menerima maksimal 5 murid
01:24Bahkan, ada 1 sekolah yang tidak mendapatkan murid sama sekali
01:27Menurut pemerintah daerah, kondisi ini bukan karena kualitas sekolah
01:31Melainkan jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut memang terus menurun
01:35Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan di dunia pendidikan saat ini bukan hanya kualitas sekolah
01:41Tapi juga dipengaruhi oleh perubahan jumlah penduduk, perubahan usia sekolah, hingga sistem penerimaan siswa baru
01:47Nah, itu dia fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid di sejumlah daerah di Indonesia
01:52Menurut kamu, apa penyebab utama kondisi ini?
01:55Apakah karena jumlah anak usia sekolah yang semakin sedikit, sistem SPMB, atau ada faktor lain?