Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Duel seru tersaji di babak perempat final Piala Dunia 2026 saat Argentina menghadapi Swiss dalam perebutan tiket menuju semifinal.

Mampukah Lionel Messi membawa Albiceleste melanjutkan langkah usai menang dramatis atas Mesir, atau justru Swiss kembali membuat kejutan setelah menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti?

Kita bahas bersama Jurnalis Digital KompasTV, Theo Reza, dan Content Creator Harian Kompas, Dave Reffly, di ARAH JUARA.

Baca Juga Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026, Murat Yakin: Albiceleste Rentan di https://www.kompas.tv/olahraga/679830/argentina-vs-swiss-di-perempat-final-piala-dunia-2026-murat-yakin-albiceleste-rentan

#pialadunia2026 #argentina #swiss #messi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/679953/laga-kejutan-messi-ditantang-xhaka-prediksi-argentina-vs-swiss-di-piala-dunia-2026-arah-juara
Transkrip
00:00Bagaimana mereka bisa mengantisipasi syuting-syutingan placing, bagaimana mereka melakukan duel-duel udara dengan sundulan gitu.
00:08Beberapa kali kan Lissandro Martinez yang jaga pencetak gol dari lawan mereka yang dengan sundulan gitu.
00:14Bayangin Lissandro Martinez dengan histori itu tinggi badan segitu gitu ya, kita tahulah.
00:20Ini akan jadi pertemuan kedua ya, Granit Xhaka dan Messi.
00:25Karena sebelumnya di tahun 2014 kalau gak salah.
00:30Betul, nah ini akan jadi pertemuan kedua antara Argentina melawan Swiss, karena kalau waktu dulu masih ada di Marija, yang
00:37ngapurin juga di Marija.
00:39Syar dan Shakiri juga kayaknya udah main.
00:40Oh iya, masih ada di Gouin juga, nah kalau melihat komposisi tim lah dari kedua tim ini, kalau dari Mastiff
00:49sendiri gimana?
00:49Akan ada momen di mana Swiss memegang kendali permainan.
00:54Berkaca dari 2 milis, iya ya maksudnya.
00:56Gue gak tau Argentina akan inisiatif duluan, karena itu tidak diperlihatkan oleh Argentina juga di 2 match sebelumnya gitu.
01:03Di 2 match sebelumnya ya karena ketinggalan aja loh Mesir, makanya inisiatif mereka tuh besar untuk membalikkan keadaan gitu.
01:08Tapi, when it start from 0-0, gue gak ngeliat Argentina punya ambisi sebesar itu juga ya.
01:15Punya ambisi sebesar itu untuk unggul lebih awal gitu.
01:22Halo Sahabat Kompas TV, kembali lagi di Arah Juara.
01:26Nah, di episode kali ini kita akan membahas pertandingan antara Argentina malawan Swiss.
01:32Saya tidak sendiri, sudah bersama saya, host Half Time Break.
01:39Halo Sahabat Kompas TV.
01:40Halo Mas Diff.
01:43Halo, halo, halo.
01:43Nah, bicara soal Argentina dulu ya.
01:47Oke.
01:48Dua pertandingan ini lumayan banyak drama.
01:52Betul.
01:52Dengan Cabo Verde maupun dengan Mesir.
01:56Kalau di Cabo Verde bisa dibilang sampai capek lah ya si Messi.
02:03Iya, sampai extra time.
02:05Harus sampai extra time untuk melawan si Cabo Verde.
02:08Sementara di Mesir, dia berhasil remontada lah 3-2.
02:14Betul.
02:15Messi juga satu gol.
02:18Iya.
02:19Kalau dari Mas Diff sendiri melihat pertandingan Argentina ini kayak gimana?
02:27Yang jelas, kelemahan Argentina justru terexpose ya.
02:31Maksudnya, gak bisa.
02:35Maksudnya ketika lawannya Argentina ini bisa dapat celah untuk syuting.
02:41Terus juga, apa namanya, gak dikawal secara ketat.
02:46Terus juga secara, kalau misalkan lawannya punya speed yang cukup oke kayak lawan Mesir kemarin.
02:52Dan itu bisa dibilang salah satu kelemahan dari Argentina sih justru.
02:58Karena kemarin beberapa momentum serangan yang, ya ini lawan Mesir dulu ya kemarin.
03:03Lawan Mesir itu beberapa serangan balik di babak kedua itu jelas banget kewalahan para pemain Argentina itu dalam transisi negatifnya
03:09mereka.
03:09Itu jadi salah satu, apa namanya, dalam tanda kutip ya kelemahannya Argentina lah yang terexpose lah gitu.
03:17Terus juga, apa, kalau misalnya ternyata ya ini kebobolannya Argentina kan mungkin beberapa kali dialami oleh Emi Martinez juga ketika
03:28dia di Aston Villa gitu.
03:29Ini tipikal-tipikal goal yang, dalam tanda kutip, mungkin bisa susah diantisipasi, mungkin juga goal yang sulit bagi Emi Martinez
03:38juga.
03:38Jadi, ya itu dua match itu bisa gue katakan mengekspose kelemahannya Argentina gitu.
03:47Tapi, dibalik itu semua, Argentina bukan, apa namanya, bukan sembarang Argentina yang, ya dia datang kesini beneran dengan mempertahankan gelar
03:57juaranya mereka.
03:58Mentalitas yang mereka miliki di 2022, di 2021, di 2024 kemarin atau 2025 yang final Copa Amerika tuh dibawa lagi
04:06kesini.
04:08Memang lawannya, kita bilang, mungkin tanpa menghormati rasa hormat kepada Keferde dan juga Mesir gitu loh.
04:19Ya ini kita semua, bukan, nggak kita semua lah, banyak pihak yang mendukung Argentina untuk bisa menang dengan tidak sesusah
04:28ini gitu loh.
04:28Tapi, nyatanya kan Argentina susah payah loh menang lawan, apa namanya, dua tim ini, yang satu sampai ekstra time, goal
04:36disusul goal, yang satu harus comeback dengan, walaupun comebacknya luar biasa ya gitu loh.
04:43Dengan kontroversi yang ada ya?
04:44Nanti, nanti aku akan kesitu juga.
04:46Oke.
04:47Tapi kan, itu mentalitas besar dari para pemain Argentina yang mereka bawa ke tahap ini, ke ajang ini gitu loh,
04:53dan itu masih ada sampai sekarang mereka bawa gitu loh.
04:56Dan kalau untuk masalah kontroversi, gini aja deh, terlepas itu kontroversi atau enggak, lu kebobulan dua gol tapi lu cetak
05:06tiga gol, ya lu still win the game gitu loh.
05:09Ini kalimat yang sangat familiar lah untuk, apa namanya, untuk sepak bola lah gitu, dan Mesir tidak bisa melakukan itu,
05:15buat, buat gue ya gitu.
05:17Maksudnya, Mesir tuh beberapa kali punya chance untuk, apa namanya, punya momentum untuk serangan balik,
05:23kalaupun misalkan mereka bisa melakukan itu dengan bersih, gue rasa mereka bisa dapet dua gol tambahan setelah mereka unggul dua
05:32gol gitu.
05:33Tapi tidak mereka lakukan atau tidak mereka eksekusi kesempatan itu dengan baik gitu loh, wajar.
05:41Kualitasnya Mesir gitu loh, mungkin kalau kualitasnya kayak, let's say Columbia lah, atau mungkin kayak tim-tim yang bertahan mungkin,
05:49mungkin Itali pada masanya, itu mungkin akan mengerikan gitu loh.
05:53Tapi ini Mesir gitu loh.
05:54Dan mereka dapet dua gol itu ya dua gol yang cukup mengejutkan, yang tidak di-expect juga gitu.
06:00Tapi setelah itu kan mentalitas Mesir mungkin belum sebesar itu.
06:04Makanya itu tidak didapatkan oleh, oleh Mesir.
06:08Dan mereka memilih pemain bertahan, dan bermain bertahan dengan naif dari, dari Mesir pun gue bilang naif karena,
06:16lu lakukan Argentina yang lagi ketinggalan dua gol dan ingin membalikan keadaan, jangan coba-coba lu untuk naif mencuri serangan
06:25balik gitu loh.
06:26Karena itu akan ngebunuh lu sendiri dan terbukti.
06:28Ketika mereka udah rapi bertahan, kebobolan satu, lu mencoba ketika lu punya celah lu serangan balik.
06:38Sebenernya gue rasa Mesir nggak perlu melakukan itu kemarin.
06:41Kalau misalkan mereka tetap, apa namanya, bertahan dengan rapi, dengan rapet, dengan pandet, gue rasa Argentina pun akan sulit untuk
06:48membobol, apa namanya, gawangnya Mesir.
06:51Dan kemarin keepernya Mesir bermain cukup bagus loh.
06:53Iya, iya.
06:54Bukan cukup bagus, sangat bagus malah sampai, apa namanya, sampai sebelum gol pertamanya Argentina terjadi.
07:00Gol pertama Argentina itu untuk tim dengan mentalitas sebesar Argentina itu merupakan titik balik justru untuk mereka akan lebih haus
07:08lagi.
07:08Untuk bisa cetak gol lagi, cetak gol lagi sampai mereka unggul dan mengunci kemenangan.
07:13Ya terjadi dan kejadian itu mentalitas besar yang dimiliki oleh tim besar sih kalau menurut gue gitu.
07:18Tapi emang gue melihat juga, apa namanya, Argentina-Mesir ini babak pertama ya gimana ya, kurang finishingnya kurang baik lah
07:29bisa dibilang.
07:29Bahkan sering, apa namanya, kayak di tepis gitu lah dari, apa namanya, keeper-keeper Mesir ini.
07:37Penaltinya Messi nggak masuk?
07:39Nah, itu juga.
07:40Iya.
07:41Dan gue rasakan di situ, apa namanya, para pemain Argentina ini, ya mungkin bisa dibilang dalam tangan ukutnya, ya gue
07:48nggak bilang ngeremehin Mesir lah.
07:49Cuma maksudnya mereka mencoba read the game dulu, oh udah dapet Mesir bermainnya kalau bertahan seperti ini, kalau mereka transisi
07:55positif seperti ini, kalau bertahan seperti ini.
07:57Makanya di babak kedua, switch banget tuh permainan, Argentina sangat-sangat menguasai kan.
08:02Iya.
08:03Gitu sih.
08:05Intinya dengan dua gol di dua laga lah, berarti masih ada APR menurut. Dari Argentina ya.
08:12Iya.
08:13Banyak-banyak sekali sebenernya.
08:15Karena, apa ya wah ini nggak pernah kepikiran nih, kan kalau dilihat dari statement lo kebobolan dua gol, lo cetak
08:26tiga gol is the win the game, artinya ya cuman memang jangan sampai kebobolan banyak juga sih.
08:32Iya, iya.
08:32Gitu, artinya memang sejak lawan Keverde kan menjadi sorotan nih, lini belakang atau bahkan mungkin keeper dari Argentina itu sendiri
08:40kan, bagaimana mereka bisa mengantisipasi syuting-syutingan placing, bagaimana mereka melakukan duel, apa namanya duel udara dengan sundulan gitu.
08:50Beberapa kali kan Lisandro Martinez yang jaga pencetak gol dari lawan mereka yang dengan sundulan gitu.
08:56Iya.
08:57Bayangin Lisandro Martinez dengan Isol itu tinggi badan segitu gitu, kita tahu lah, harus menang duel sama para striker atau
09:08penyerang-penyerang atau pemain lawan yang dalam tanda kutu fisiknya lebih tinggi dari dia lah gitu.
09:14Mungkin akan menjadi kesulitan sendiri, itu yang harus di perhatikan oleh perbaikan lini belakang dari Argentina gitu loh.
09:22Tapi kalau ngelihat lini belakang Argentina itu sendiri sih ya mereka semua pemain disitu udah berpengalaman ya.
09:30Iya.
09:30Mungkin fullbacknya aja Medina kalau gue gak salah yang menjadi debutan disitu.
09:34Gak main juga kemarin.
09:36Dan kemarin gak main, dan baru pulih dari cedera juga kan.
09:38Iya boleh cedera.
09:38Jadi ya mereka tahu lah apa yang harus mereka lakukan, bagaimana untuk meredam para lawan-lawannya nanti.
09:45Karena ketemunya Swiss kan.
09:48Iya.
09:49Kalau ketemunya Columbia ya gue bisa, gue mungkin bisa statement Argentina bakal pulang nanti kalau ketemu Columbia.
09:54Iya cuman karena ketemunya Swiss, jadi Swissnya juga kemarin lawan Columbia hanya bisa membawa sampai babak adu penalti juga.
10:03Dan beberapa peluang dari Swiss kemarin juga, peluang-peluang colongan artinya bukan set play yang dia mainkan, set piece by
10:10by set piece.
10:11Tapi menghukum kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para pemain Columbia.
10:16Dan gading gol juga, cuman jadi peluang juga.
10:18Jadi ya itu, kayaknya masih tetap Argentina nanti sih kalau gue nanti gitu.
10:23Argentina ya.
10:25Tapi ini akan jadi pertemuan kedua ya, Granit Xhaka dan Messi.
10:32Karena sebelumnya di tahun 2014 kalau gak salah.
10:36Nah ini akan jadi pertemuan kedua antara Argentina melawan Swiss.
10:41Swiss ya.
10:41Karena kalau waktu dulu masih ada di Maria.
10:46Iya banyak lah.
10:47Siad dan Sakiri juga kayaknya udah main kan.
10:48Iya masih ada di Queen juga dan lain-lain.
10:50Nah kalau melihat komposisi tim lah dari kedua tim ini, kalau dari Mas Tir sendiri gimana?
10:58Komposisi kedua tim ya kalau yang jelas Swiss kan ada salah satu pemain muda namanya siapa lah gitu yang disorot
11:07banget.
11:08Lupa nama iseklinya siapa.
11:10Cuman kayaknya cedera ya.
11:11Makanya kemarin lawan entah cedera entah akumulasi kartu kayaknya kemarin lawan Columbia gak dimainkan.
11:17Oke.
11:17Sisanya paling yang aku tahu Vargas, George Cobel dari Borussia Dortmund, Fruyler, Granit Xhaka, terus juga Zakaria-nya Juve, Embolo.
11:30Ya paling gitu aja nama yang aku tahu dari Swiss sama Akanji di belakangnya.
11:34Nah Akanji juga udah tua gitu.
11:37Dan kalau lihat apa namanya nggak apple to apple lah.
11:41Ini masih dua level mungkin di atasnya Swiss gitu.
11:44Tapi kan Swiss bisa bermain as a team, as a kolektivitas gitu.
11:49Tapi kalau dilihat juga as a kolektif dan as a team juga masih tetap Argentina sih sebenarnya gitu.
11:54Tapi apakah akan memberikan perlawanan nih?
11:57Kayak ya kita contoh KPD terus Mesir dengan dua goal di awal.
12:04Melihat tren dari dua match belakangan Argentina kayaknya iya deh.
12:09Maksudnya akan ada momen dimana Swiss memegang kendali permainan.
12:14Berkaca dari dua match sih iya iya.
12:16Maksudnya gue nggak tahu Argentina akan inisiatif duluan.
12:21Karena itu tidak diperlihatkan oleh Argentina juga di dua match sebelumnya gitu.
12:25Di dua match sebelumnya ya karena ketinggalan aja lawan Mesir.
12:28Makanya inisiatif mereka tuh besar untuk membalikkan keadaan gitu.
12:31Tapi when it start from 0-0.
12:35Gue nggak ngelihat Argentina punya ambisi sebesar itu juga ya gitu.
12:41Maksudnya punya ambisi sebesar itu untuk unggul lebih awal gitu.
12:44Mungkin lawan KVRD doang itu juga kan ada satu momentum dia bisa cetak gol lah gitu.
12:49Dan KVRD waktu itu cukup menyerang juga.
12:53Dan apakah itu akan dilakukan oleh Swiss melihat tren dua match belakangan kayaknya iya itu.
12:58Dan gue juga berharap semoga gue salah.
13:00Semoga memang dari awal Argentina udah ngepung Swiss biar Swiss nggak bisa mengembangkan open playnya mereka.
13:07Tapi melihat dari tren gue masih melihat Swiss bakalan di beberapa momen mungkin kayak 30 menit pertama mungkin akan menyulitkan
13:15Argentina gitu.
13:16Karena Argentina udah sangat tahu medan ini.
13:20Squad mereka juga for sure.
13:24Depol pasti masih main.
13:26Paredes mungkin masih main yang usinya tidak muda lagi.
13:29Nahuel Molina juga udah menuju senior gitu loh.
13:32Jadi beberapa pemain ini mungkin tidak bisa untuk memforsir stamina mereka untuk terus bermain menguasai selama 90 menit gitu loh.
13:42Mungkin itu yang akan menjadi faktor di beberapa momen tertentu Swiss akan menyulitkan Argentina sih.
13:49Kalau aku lihat begitu sih.
13:51Oke.
13:52Kalau dari Mas Dave sendiri, prediksi skor Argentina sama lawan Swiss?
14:012-0 Argentina.
14:022-0 Argentina?
14:03Argentina, fun fact.
14:05Sejak lawan Meksiko di tahun 2020 di PLA dunia 2022 lawan Meksiko, sampai saat ini minimal dua gol mereka ciptakan.
14:15Oh betul sekali.
14:16Iya.
14:17Lawan Meksiko, Polandia, Australia, Kroasia, Belanda, Perancis, dan nyambung lagi ke Piala Dunia sekarang.
14:26Minimal dua gol.
14:28Messi?
14:28Messi ngegulin?
14:30Di Piala Dunia ini 80% Messi semuanya.
14:3385% mungkin.
14:35Sisanya banknya.
14:36Kuti Romero.
14:37Terus juga Lisandro Martinez.
14:40Lawan Jordania aja tuh.
14:41Lautaro Martinez dapat pilih sama lo Celso Fricchi kan.
14:44Sisanya Messi semua.
14:45Oke.
14:45Jadi gue rasa di sini minimal Argentina dua gol.
14:48Oke.
14:49Gue juga sama.
14:502-0.
14:52Dua gol.
14:53Messi kayak wajib gitu ngegulin dari.
14:57Ya kalau gini.
14:58Messi tuh kalau nggak dua gol.
15:01Atau nggak satu gol satu asis.
15:03Udah itu masih.
15:04Pasti tuh.
15:05Minimal.
15:05Oke.
15:07Ya.
15:07Terima kasih Mas Dave.
15:09Ya.
15:10Oke.
15:10Sahabat Kompas TV.
15:11Itu dia.
15:12Prediksi.
15:13Dari Mas Dave.
15:15Soal pertandingan Argentina melawan Swiss.
15:17Kita buktikan di lapangan hijau.
15:19Nanti bakalan bagaimana.
15:22Tulis di kolom komentar.
15:24Prediksi mu.
15:24Salam Juara.
15:25Salam Juara.
15:28Salam Juara.
15:30Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan