00:00Bagaimana mereka bisa mengantisipasi syuting-syutingan placing, bagaimana mereka melakukan duel-duel udara dengan sundulan gitu.
00:08Beberapa kali kan Lissandro Martinez yang jaga pencetak gol dari lawan mereka yang dengan sundulan gitu.
00:14Bayangin Lissandro Martinez dengan histori itu tinggi badan segitu gitu ya, kita tahulah.
00:20Ini akan jadi pertemuan kedua ya, Granit Xhaka dan Messi.
00:25Karena sebelumnya di tahun 2014 kalau gak salah.
00:30Betul, nah ini akan jadi pertemuan kedua antara Argentina melawan Swiss, karena kalau waktu dulu masih ada di Marija, yang
00:37ngapurin juga di Marija.
00:39Syar dan Shakiri juga kayaknya udah main.
00:40Oh iya, masih ada di Gouin juga, nah kalau melihat komposisi tim lah dari kedua tim ini, kalau dari Mastiff
00:49sendiri gimana?
00:49Akan ada momen di mana Swiss memegang kendali permainan.
00:54Berkaca dari 2 milis, iya ya maksudnya.
00:56Gue gak tau Argentina akan inisiatif duluan, karena itu tidak diperlihatkan oleh Argentina juga di 2 match sebelumnya gitu.
01:03Di 2 match sebelumnya ya karena ketinggalan aja loh Mesir, makanya inisiatif mereka tuh besar untuk membalikkan keadaan gitu.
01:08Tapi, when it start from 0-0, gue gak ngeliat Argentina punya ambisi sebesar itu juga ya.
01:15Punya ambisi sebesar itu untuk unggul lebih awal gitu.
01:22Halo Sahabat Kompas TV, kembali lagi di Arah Juara.
01:26Nah, di episode kali ini kita akan membahas pertandingan antara Argentina malawan Swiss.
01:32Saya tidak sendiri, sudah bersama saya, host Half Time Break.
01:39Halo Sahabat Kompas TV.
01:40Halo Mas Diff.
01:43Halo, halo, halo.
01:43Nah, bicara soal Argentina dulu ya.
01:47Oke.
01:48Dua pertandingan ini lumayan banyak drama.
01:52Betul.
01:52Dengan Cabo Verde maupun dengan Mesir.
01:56Kalau di Cabo Verde bisa dibilang sampai capek lah ya si Messi.
02:03Iya, sampai extra time.
02:05Harus sampai extra time untuk melawan si Cabo Verde.
02:08Sementara di Mesir, dia berhasil remontada lah 3-2.
02:14Betul.
02:15Messi juga satu gol.
02:18Iya.
02:19Kalau dari Mas Diff sendiri melihat pertandingan Argentina ini kayak gimana?
02:27Yang jelas, kelemahan Argentina justru terexpose ya.
02:31Maksudnya, gak bisa.
02:35Maksudnya ketika lawannya Argentina ini bisa dapat celah untuk syuting.
02:41Terus juga, apa namanya, gak dikawal secara ketat.
02:46Terus juga secara, kalau misalkan lawannya punya speed yang cukup oke kayak lawan Mesir kemarin.
02:52Dan itu bisa dibilang salah satu kelemahan dari Argentina sih justru.
02:58Karena kemarin beberapa momentum serangan yang, ya ini lawan Mesir dulu ya kemarin.
03:03Lawan Mesir itu beberapa serangan balik di babak kedua itu jelas banget kewalahan para pemain Argentina itu dalam transisi negatifnya
03:09mereka.
03:09Itu jadi salah satu, apa namanya, dalam tanda kutip ya kelemahannya Argentina lah yang terexpose lah gitu.
03:17Terus juga, apa, kalau misalnya ternyata ya ini kebobolannya Argentina kan mungkin beberapa kali dialami oleh Emi Martinez juga ketika
03:28dia di Aston Villa gitu.
03:29Ini tipikal-tipikal goal yang, dalam tanda kutip, mungkin bisa susah diantisipasi, mungkin juga goal yang sulit bagi Emi Martinez
03:38juga.
03:38Jadi, ya itu dua match itu bisa gue katakan mengekspose kelemahannya Argentina gitu.
03:47Tapi, dibalik itu semua, Argentina bukan, apa namanya, bukan sembarang Argentina yang, ya dia datang kesini beneran dengan mempertahankan gelar
03:57juaranya mereka.
03:58Mentalitas yang mereka miliki di 2022, di 2021, di 2024 kemarin atau 2025 yang final Copa Amerika tuh dibawa lagi
04:06kesini.
04:08Memang lawannya, kita bilang, mungkin tanpa menghormati rasa hormat kepada Keferde dan juga Mesir gitu loh.
04:19Ya ini kita semua, bukan, nggak kita semua lah, banyak pihak yang mendukung Argentina untuk bisa menang dengan tidak sesusah
04:28ini gitu loh.
04:28Tapi, nyatanya kan Argentina susah payah loh menang lawan, apa namanya, dua tim ini, yang satu sampai ekstra time, goal
04:36disusul goal, yang satu harus comeback dengan, walaupun comebacknya luar biasa ya gitu loh.
04:43Dengan kontroversi yang ada ya?
04:44Nanti, nanti aku akan kesitu juga.
04:46Oke.
04:47Tapi kan, itu mentalitas besar dari para pemain Argentina yang mereka bawa ke tahap ini, ke ajang ini gitu loh,
04:53dan itu masih ada sampai sekarang mereka bawa gitu loh.
04:56Dan kalau untuk masalah kontroversi, gini aja deh, terlepas itu kontroversi atau enggak, lu kebobulan dua gol tapi lu cetak
05:06tiga gol, ya lu still win the game gitu loh.
05:09Ini kalimat yang sangat familiar lah untuk, apa namanya, untuk sepak bola lah gitu, dan Mesir tidak bisa melakukan itu,
05:15buat, buat gue ya gitu.
05:17Maksudnya, Mesir tuh beberapa kali punya chance untuk, apa namanya, punya momentum untuk serangan balik,
05:23kalaupun misalkan mereka bisa melakukan itu dengan bersih, gue rasa mereka bisa dapet dua gol tambahan setelah mereka unggul dua
05:32gol gitu.
05:33Tapi tidak mereka lakukan atau tidak mereka eksekusi kesempatan itu dengan baik gitu loh, wajar.
05:41Kualitasnya Mesir gitu loh, mungkin kalau kualitasnya kayak, let's say Columbia lah, atau mungkin kayak tim-tim yang bertahan mungkin,
05:49mungkin Itali pada masanya, itu mungkin akan mengerikan gitu loh.
05:53Tapi ini Mesir gitu loh.
05:54Dan mereka dapet dua gol itu ya dua gol yang cukup mengejutkan, yang tidak di-expect juga gitu.
06:00Tapi setelah itu kan mentalitas Mesir mungkin belum sebesar itu.
06:04Makanya itu tidak didapatkan oleh, oleh Mesir.
06:08Dan mereka memilih pemain bertahan, dan bermain bertahan dengan naif dari, dari Mesir pun gue bilang naif karena,
06:16lu lakukan Argentina yang lagi ketinggalan dua gol dan ingin membalikan keadaan, jangan coba-coba lu untuk naif mencuri serangan
06:25balik gitu loh.
06:26Karena itu akan ngebunuh lu sendiri dan terbukti.
06:28Ketika mereka udah rapi bertahan, kebobolan satu, lu mencoba ketika lu punya celah lu serangan balik.
06:38Sebenernya gue rasa Mesir nggak perlu melakukan itu kemarin.
06:41Kalau misalkan mereka tetap, apa namanya, bertahan dengan rapi, dengan rapet, dengan pandet, gue rasa Argentina pun akan sulit untuk
06:48membobol, apa namanya, gawangnya Mesir.
06:51Dan kemarin keepernya Mesir bermain cukup bagus loh.
06:53Iya, iya.
06:54Bukan cukup bagus, sangat bagus malah sampai, apa namanya, sampai sebelum gol pertamanya Argentina terjadi.
07:00Gol pertama Argentina itu untuk tim dengan mentalitas sebesar Argentina itu merupakan titik balik justru untuk mereka akan lebih haus
07:08lagi.
07:08Untuk bisa cetak gol lagi, cetak gol lagi sampai mereka unggul dan mengunci kemenangan.
07:13Ya terjadi dan kejadian itu mentalitas besar yang dimiliki oleh tim besar sih kalau menurut gue gitu.
07:18Tapi emang gue melihat juga, apa namanya, Argentina-Mesir ini babak pertama ya gimana ya, kurang finishingnya kurang baik lah
07:29bisa dibilang.
07:29Bahkan sering, apa namanya, kayak di tepis gitu lah dari, apa namanya, keeper-keeper Mesir ini.
07:37Penaltinya Messi nggak masuk?
07:39Nah, itu juga.
07:40Iya.
07:41Dan gue rasakan di situ, apa namanya, para pemain Argentina ini, ya mungkin bisa dibilang dalam tangan ukutnya, ya gue
07:48nggak bilang ngeremehin Mesir lah.
07:49Cuma maksudnya mereka mencoba read the game dulu, oh udah dapet Mesir bermainnya kalau bertahan seperti ini, kalau mereka transisi
07:55positif seperti ini, kalau bertahan seperti ini.
07:57Makanya di babak kedua, switch banget tuh permainan, Argentina sangat-sangat menguasai kan.
08:02Iya.
08:03Gitu sih.
08:05Intinya dengan dua gol di dua laga lah, berarti masih ada APR menurut. Dari Argentina ya.
08:12Iya.
08:13Banyak-banyak sekali sebenernya.
08:15Karena, apa ya wah ini nggak pernah kepikiran nih, kan kalau dilihat dari statement lo kebobolan dua gol, lo cetak
08:26tiga gol is the win the game, artinya ya cuman memang jangan sampai kebobolan banyak juga sih.
08:32Iya, iya.
08:32Gitu, artinya memang sejak lawan Keverde kan menjadi sorotan nih, lini belakang atau bahkan mungkin keeper dari Argentina itu sendiri
08:40kan, bagaimana mereka bisa mengantisipasi syuting-syutingan placing, bagaimana mereka melakukan duel, apa namanya duel udara dengan sundulan gitu.
08:50Beberapa kali kan Lisandro Martinez yang jaga pencetak gol dari lawan mereka yang dengan sundulan gitu.
08:56Iya.
08:57Bayangin Lisandro Martinez dengan Isol itu tinggi badan segitu gitu, kita tahu lah, harus menang duel sama para striker atau
09:08penyerang-penyerang atau pemain lawan yang dalam tanda kutu fisiknya lebih tinggi dari dia lah gitu.
09:14Mungkin akan menjadi kesulitan sendiri, itu yang harus di perhatikan oleh perbaikan lini belakang dari Argentina gitu loh.
09:22Tapi kalau ngelihat lini belakang Argentina itu sendiri sih ya mereka semua pemain disitu udah berpengalaman ya.
09:30Iya.
09:30Mungkin fullbacknya aja Medina kalau gue gak salah yang menjadi debutan disitu.
09:34Gak main juga kemarin.
09:36Dan kemarin gak main, dan baru pulih dari cedera juga kan.
09:38Iya boleh cedera.
09:38Jadi ya mereka tahu lah apa yang harus mereka lakukan, bagaimana untuk meredam para lawan-lawannya nanti.
09:45Karena ketemunya Swiss kan.
09:48Iya.
09:49Kalau ketemunya Columbia ya gue bisa, gue mungkin bisa statement Argentina bakal pulang nanti kalau ketemu Columbia.
09:54Iya cuman karena ketemunya Swiss, jadi Swissnya juga kemarin lawan Columbia hanya bisa membawa sampai babak adu penalti juga.
10:03Dan beberapa peluang dari Swiss kemarin juga, peluang-peluang colongan artinya bukan set play yang dia mainkan, set piece by
10:10by set piece.
10:11Tapi menghukum kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para pemain Columbia.
10:16Dan gading gol juga, cuman jadi peluang juga.
10:18Jadi ya itu, kayaknya masih tetap Argentina nanti sih kalau gue nanti gitu.
10:23Argentina ya.
10:25Tapi ini akan jadi pertemuan kedua ya, Granit Xhaka dan Messi.
10:32Karena sebelumnya di tahun 2014 kalau gak salah.
10:36Nah ini akan jadi pertemuan kedua antara Argentina melawan Swiss.
10:41Swiss ya.
10:41Karena kalau waktu dulu masih ada di Maria.
10:46Iya banyak lah.
10:47Siad dan Sakiri juga kayaknya udah main kan.
10:48Iya masih ada di Queen juga dan lain-lain.
10:50Nah kalau melihat komposisi tim lah dari kedua tim ini, kalau dari Mas Tir sendiri gimana?
10:58Komposisi kedua tim ya kalau yang jelas Swiss kan ada salah satu pemain muda namanya siapa lah gitu yang disorot
11:07banget.
11:08Lupa nama iseklinya siapa.
11:10Cuman kayaknya cedera ya.
11:11Makanya kemarin lawan entah cedera entah akumulasi kartu kayaknya kemarin lawan Columbia gak dimainkan.
11:17Oke.
11:17Sisanya paling yang aku tahu Vargas, George Cobel dari Borussia Dortmund, Fruyler, Granit Xhaka, terus juga Zakaria-nya Juve, Embolo.
11:30Ya paling gitu aja nama yang aku tahu dari Swiss sama Akanji di belakangnya.
11:34Nah Akanji juga udah tua gitu.
11:37Dan kalau lihat apa namanya nggak apple to apple lah.
11:41Ini masih dua level mungkin di atasnya Swiss gitu.
11:44Tapi kan Swiss bisa bermain as a team, as a kolektivitas gitu.
11:49Tapi kalau dilihat juga as a kolektif dan as a team juga masih tetap Argentina sih sebenarnya gitu.
11:54Tapi apakah akan memberikan perlawanan nih?
11:57Kayak ya kita contoh KPD terus Mesir dengan dua goal di awal.
12:04Melihat tren dari dua match belakangan Argentina kayaknya iya deh.
12:09Maksudnya akan ada momen dimana Swiss memegang kendali permainan.
12:14Berkaca dari dua match sih iya iya.
12:16Maksudnya gue nggak tahu Argentina akan inisiatif duluan.
12:21Karena itu tidak diperlihatkan oleh Argentina juga di dua match sebelumnya gitu.
12:25Di dua match sebelumnya ya karena ketinggalan aja lawan Mesir.
12:28Makanya inisiatif mereka tuh besar untuk membalikkan keadaan gitu.
12:31Tapi when it start from 0-0.
12:35Gue nggak ngelihat Argentina punya ambisi sebesar itu juga ya gitu.
12:41Maksudnya punya ambisi sebesar itu untuk unggul lebih awal gitu.
12:44Mungkin lawan KVRD doang itu juga kan ada satu momentum dia bisa cetak gol lah gitu.
12:49Dan KVRD waktu itu cukup menyerang juga.
12:53Dan apakah itu akan dilakukan oleh Swiss melihat tren dua match belakangan kayaknya iya itu.
12:58Dan gue juga berharap semoga gue salah.
13:00Semoga memang dari awal Argentina udah ngepung Swiss biar Swiss nggak bisa mengembangkan open playnya mereka.
13:07Tapi melihat dari tren gue masih melihat Swiss bakalan di beberapa momen mungkin kayak 30 menit pertama mungkin akan menyulitkan
13:15Argentina gitu.
13:16Karena Argentina udah sangat tahu medan ini.
13:20Squad mereka juga for sure.
13:24Depol pasti masih main.
13:26Paredes mungkin masih main yang usinya tidak muda lagi.
13:29Nahuel Molina juga udah menuju senior gitu loh.
13:32Jadi beberapa pemain ini mungkin tidak bisa untuk memforsir stamina mereka untuk terus bermain menguasai selama 90 menit gitu loh.
13:42Mungkin itu yang akan menjadi faktor di beberapa momen tertentu Swiss akan menyulitkan Argentina sih.
13:49Kalau aku lihat begitu sih.
13:51Oke.
13:52Kalau dari Mas Dave sendiri, prediksi skor Argentina sama lawan Swiss?
14:012-0 Argentina.
14:022-0 Argentina?
14:03Argentina, fun fact.
14:05Sejak lawan Meksiko di tahun 2020 di PLA dunia 2022 lawan Meksiko, sampai saat ini minimal dua gol mereka ciptakan.
14:15Oh betul sekali.
14:16Iya.
14:17Lawan Meksiko, Polandia, Australia, Kroasia, Belanda, Perancis, dan nyambung lagi ke Piala Dunia sekarang.
14:26Minimal dua gol.
14:28Messi?
14:28Messi ngegulin?
14:30Di Piala Dunia ini 80% Messi semuanya.
14:3385% mungkin.
14:35Sisanya banknya.
14:36Kuti Romero.
14:37Terus juga Lisandro Martinez.
14:40Lawan Jordania aja tuh.
14:41Lautaro Martinez dapat pilih sama lo Celso Fricchi kan.
14:44Sisanya Messi semua.
14:45Oke.
14:45Jadi gue rasa di sini minimal Argentina dua gol.
14:48Oke.
14:49Gue juga sama.
14:502-0.
14:52Dua gol.
14:53Messi kayak wajib gitu ngegulin dari.
14:57Ya kalau gini.
14:58Messi tuh kalau nggak dua gol.
15:01Atau nggak satu gol satu asis.
15:03Udah itu masih.
15:04Pasti tuh.
15:05Minimal.
15:05Oke.
15:07Ya.
15:07Terima kasih Mas Dave.
15:09Ya.
15:10Oke.
15:10Sahabat Kompas TV.
15:11Itu dia.
15:12Prediksi.
15:13Dari Mas Dave.
15:15Soal pertandingan Argentina melawan Swiss.
15:17Kita buktikan di lapangan hijau.
15:19Nanti bakalan bagaimana.
15:22Tulis di kolom komentar.
15:24Prediksi mu.
15:24Salam Juara.
15:25Salam Juara.
15:28Salam Juara.
15:30Terima kasih telah menonton!
Komentar