- 2 days ago
[Dubbing]Memalsukan Kematian untuk Membuat Suamiku Menyesal
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00This is Christmas Day, my husband, Damian, is a daughter who is 3 years old from the car.
00:07Out of the car, the sun is at the floor, minus 5 degrees.
00:13This is all because the daughter doesn't want to sit with the cat.
00:18When the car is in the car, I think Damian needs to go to the toilet.
00:25Aurora is asleep.
00:26Duh, jangan bangunkan dia. Damian bahkan nggak menoleh ke belakang.
00:31Dia cuma mengetuk setir mobil. Bawa Aurora keluar dari mobil.
00:35Apa?
00:37Damian nggak apa. Kami bisa duduk sempit-sempitan.
00:40Tapi putrinya Briar.
00:42Mulai berteriak. Nggak. Aku nggak mau duduk sama anak kotor ini.
00:46Dia lagi batuk. Kau dengar itu? Keluar. Mira sudah di jalan. Dia bakal sampai dalam 30 menit.
00:53Tunggu saja di sini. Aku menggendong putriku yang umur 3 tahun dan melihat mobilnya menjauh dari kami.
00:59Lampu belakang mobil hilang di tengah salju sampai nggak terlihat lagi.
01:03Ibu, di mana ayah?
01:05Aurora berbisik. Gelang biometriknya mulai berkedip lampu kuning tanda peringatan.
01:12Ayah, ke tempat nenek dulu. Bibi Mira bakal menjemput kita.
01:17Aku melakukan panggilan video dengan Mira.
01:25Clara, terdengar suara bising dari ujung sana dan cahaya neon berkelip di belakangnya.
01:30Dia sedang berpesta.
01:32Mira, Damian suruh kau menjemput kami.
01:34Di mana kau? Tunggu saja.
01:36Aku datang nanti.
01:38Mira, cuaca di luar sangat dingin. Aurora nggak bisa berlama-lama di luar.
01:42Kakakku bilang Celeste dan Briar nggak bisa berada di tempat dingin.
01:45Mereka harus pulang. Kau tunggu saja dulu.
01:47Memangnya kau bakal mati?
01:49Aurora menggigil di pelukanku.
01:51Ibu, aku mau pulang.
01:55Sebentar lagi sayang. Kita bakal segera pulang.
01:58Hatiku sakit.
01:59Setelah 4 tahun pernikahan, aku nggak tahu Damian bisa sekejam ini.
02:05Tega meninggalkan istri dan anaknya di jalan tol
02:08cuma karena anak wanita lain bilang kami kotor.
02:11Tiba-tiba muncul lampu depan.
02:13Aku melambaikan tangan dengan heboh.
02:16Sebuah mobil SUV hitam menepi.
02:19Sebuah mobil SUV hitam menepi.
02:24Butuh bantuan? Aku mohon.
02:26Bisakah kau antar kami ke pom bensin selanjutnya?
02:29Masuklah.
02:30Aku hendak membuka pintu tapi sebuah suara menghentikanku.
02:33Clara!
02:34Ternyata itu Felix, kakaknya Damian.
02:36Kenapa kau di sini? Di mana adikku?
02:39Aku segera menceritakan semuanya padanya.
02:42Wajah Felix pucat karena marah.
02:45Apa dia gila? Dia meninggalkan kau dan Aurora di sini.
02:49Jadi putrinya Celeste lebih penting tapi putrinya sendiri nggak penting.
02:52Owen, biarkan dia masuk. Kita bisa sempit-sempitan.
02:55Tapi mobilnya sudah penuh.
02:56Nggak ada tempat lagi.
02:58Supir itu menjawab dan tampak khawatir.
03:00Kalian pergi dulu, aku bakal tunggu di sini.
03:02Dia mendorongku ke arah mobil.
03:07Wajah Aurora sudah berubah keungguan.
03:09Dia nggak boleh di sini lebih lama lagi.
03:12Felix, di sini terlalu dingin.
03:15Gimana denganmu?
03:16Aku ini pria dewasa.
03:18Aku bisa tahan sedikit rasa dingin.
03:20Urus Aurora dulu.
03:21Pergilah.
03:21Mobil pun melaju.
03:23Aku melihat dari jendela belakang.
03:26Felix berdiri sendirian di tengah badai salju.
03:29Sosoknya menjadi semakin kecil.
03:31Aurora tidur di pelukanku, tapi wajahnya merah banget.
03:39Tuan, bisakah kau lebih cepat?
03:41Putriku demam.
03:42Supir mengangguk dan menginjak pedal gas.
03:45Aku mencoba menelpon Mira lagi.
03:47Nggak ada sinyal.
03:49Berapa jauh jarak ke pom bensin?
03:51Jaraknya 20 km.
03:53Di cuaca begini, setidaknya 30 menit baru sampai.
03:57Aku memeluk Aurora lebih erat.
04:00Tubuhnya makin panas.
04:02Dia membuka matanya dengan lemas.
04:04Mendadak.
04:05Dia batuk-batuk.
04:06Wajahnya berubah ungu pucat.
04:10Tolong.
04:11Tolong lebih cepat.
04:13Aku sudah berusaha.
04:14Ini sudah paling cepat.
04:16Jalanan tertutup es.
04:18Aku membuka jaket Aurora.
04:20Napasnya berat.
04:22Aurora, lihat ibu.
04:23Jangan tutup matamu.
04:26Aku bakal ceritakan.
04:28Kisah tentang kelinci.
04:30Aku mulai mengetuk jendela mobil layaknya wanita gila.
04:35Tolong putriku sekarang.
04:38Seseorang tolonglah kami.
04:41Tapi di jalan tau nggak ada apa-apa.
04:43Selain angin dan salju.
04:47Akhirnya mobil itu sampai di pom bensin.
04:56Apa ada dokter?
04:57Putriku sekarat.
04:59Tolong kami.
05:00Petugas itu terdiam.
05:01Nggak ada.
05:02Nggak ada dokter di sini.
05:03Carikan.
05:04Sekarang.
05:05Menara sinyal tumbang karena badai salju.
05:07Kami nggak bisa menelpon orang.
05:09Kakiku lemas.
05:11Hampir saja terkulai jatuh.
05:13Pemilik toko itu ke belakang toko mencari dan menemukan obat.
05:18Cobalah ini.
05:19Aurora berbaring di pelukanku.
05:22Napasnya lemah.
05:23Rasanya bisa hilang kapan saja.
05:27Aku mencoba menyuapnya.
05:29Tapi dia terlalu lemas dan nggak bisa menelan.
05:32Pemilik toko itu nggak sanggup diam saja.
05:34Aku bawa kau ke klinik terdekat.
05:38Tapi jalannya mungkin ditutup.
05:41Ayo.
05:41Kita harus pergi sekarang.
05:43Mobil kami merayap menembus salju.
05:46Setiap mobil berguncang, tubuh Aurora jadi semakin lemas.
05:49Aurora.
05:50Kau bilang kau mau lihat cahaya kutub utara.
05:52Kau ingat itu?
05:52Ibu bakal bawa kau ke sana.
05:55Kita bakal naik kereta api tercepat dan langsung ke lingkaran arktik.
06:00Bulu matanya berkedip.
06:03Tapi dia nggak pernah membuka matanya.
06:07Mendadak jam tanganku bergetar.
06:09Sudah ada sinyal.
06:10Dengan tangan gemetaran, aku melakukan panggilan video kepada Damian.
06:14Setelah berdering sangat lama,
06:17akhirnya dia menjawab.
06:19Halo.
06:20Di ujung sana sangat hening.
06:22Damian.
06:23Aurora sakit.
06:24Kondisinya buruk.
06:25Sangat buruk.
06:27Di mana kau?
06:28Di perjalanan ke klinik.
06:30Kumohon kau harus datang.
06:32Apa Mira nggak menjemputmu?
06:36Dia nggak datang.
06:38Dia nggak pernah muncul.
06:39Nggak mungkin.
06:40Dia baru saja bilang dia di perjalanan.
06:43Aku membuka proyeksi hologram di jam tangan.
06:46Unggahan terbaru Mira adalah 10 menit lalu.
06:50Lokasinya ada di pintu keluar 87 di jalan tol.
06:53Antar negara bagian.
06:54112 km dari kami.
06:55Dia bahkan nggak bergerak sedikit pun.
06:59Dia berbohong padamu.
07:00Dia juga berbohong padaku.
07:03Mira bakal kesana.
07:04Tunggulah lebih lama.
07:07Tunggu.
07:08Kami nggak bisa Aurora sekarat.
07:10Putri kita sekarat Damian.
07:14Clara, ini malam Natal.
07:15Jangan katakan hal sial begitu.
07:17Nggak ada yang sekarat.
07:19Celeste dan Briar baru saja sampai.
07:21Ibuku juga sangat senang.
07:22Jangan hancurkan suasana.
07:24Pergi saja ke rumah sakit kalau Mira sudah tiba.
07:26Anak-anak memang biasa demam.
07:28Dia nggak bakal mati.
07:29Dia memutuskan.
07:30Saat proyeksinya hilang, darahku membeku.
07:34Pemilik toko itu melihat aku dari kaca spion.
07:37Itu suamimu?
07:38Aku menganggu.
07:40Dasar bajingan.
07:43Berpeganganlah.
07:44Aku bakal ambil jalan pintas.
07:49Kita nggak bakal biarin anak ini mati.
07:51Mobil itu berbelok ke jalanan gunung.
07:54Napas Aurora hampir hilang.
07:55Aku memeriksa detak jantungnya.
07:58Napasnya sangat lemah hingga terasa ilusi.
08:01Aku keluarkan alat komunikasi sebesar kancing dari saku dalamku.
08:05Ayahku yang memberi itu padaku.
08:07Dia bilang begitu, aku menekan ini.
08:10Orangnya bakal sampai dalam tiga jam.
08:13Akhirnya, kami sampai di klinik terdekat.
08:16Aku menggendong Aurora menuju ke unit darurat.
08:22Ini pneumonia akut.
08:28Detak jantungnya menurun.
08:29Bersiap buat resusitasi.
08:31Aku dihentikan di luar ruangan darurat.
08:34Dari jendela kaca, aku melihat dokter lakukan intubasi pada Aurora dan menghubungkannya ke monitor.
08:41Dia kelihatan bisa pergi kapan saja.
08:44Aku terjatuh di sudut ruangan.
08:46Badanku bergetar.
08:47Jam tanganku berbunyi lagi.
08:50Clara, kau dimana?
08:51Ibuku menunggumu buat makan malam.
08:54Aku mencoba bersuara di klinik.
08:58Aurora lagi diselamatkan.
09:00Apa?
09:01Kenapa kau ada di klinik?
09:03Dimana, Mira?
09:04Dia nggak pernah datang.
09:06Nggak mungkin.
09:07Dia baru kirim pesan bilang sudah jemput kau.
09:09Dia mengirimkan tangkapan layar padaku.
09:11Itu foto buram yang dikirim 20 menit lalu.
09:14Terlihat punggung wanita dari kursi penumpang yang memakai jaket.
09:17Sama seperti punyaku.
09:18Dia berbohong, Damian.
09:20Datanglah ke klinik.
09:22Sekarang juga.
09:23Kau berbohong karena cemburu sama seles?
09:25Putri kita lagi diselamatkan.
09:27Kau malah berpikir karena aku cemburu?
09:29Memangnya bisa apa lagi?
09:31Buat apa Mira berbohong padaku?
09:32Damian, kalau Aurora mati hari ini,
09:34aku nggak bakal maafkan kau selama hidupku.
09:37Terserahmu, Clara.
09:39Itu pilihanmu.
09:41Panggilan itu terputus.
09:43Aku mendengar nada sambung telepon dan merosot perlahan ke lantai.
09:47Pintu ruangan darurat terbuka.
09:49Kami sudah selamatkan dia,
09:50tapi dia sudah terlalu lama kekurangan oksigen yang menyebabkan kerusakan otak.
09:53Hal itu bisa sebabkan perkembangan kognitifnya.
09:56Dia mungkin bisa lumpuh permanen.
09:59Aku bersandar di dinding agar tidak terjatuh.
10:03Mana mungkin?
10:04Dia masih kecil, dia masih bayi.
10:10Kami sudah melakukan yang terbaik.
10:12Kau harus menerimanya.
10:13Pengobatan selanjutnya nggak bakal murah.
10:16Aku berjalan ke arah kasir.
10:17Berjalan kayak hantu.
10:19Aku mengetuk pergelanganku ke arah sensor.
10:22Saldo nggak cukup.
10:24Damian cuma kasih aku 3 ribu sebulan.
10:26Dia bilang itu cukup buat seorang anak.
10:29Aku menelponnya dengan tangan gemetaran.
10:32Aurora harus dioperasi.
10:34Aku butuh 50 ribu sekarang.
10:36Kau minta 50 ribu?
10:38Clara, memangnya aku kelihatan kayak ATM.
10:41Damian, dia putrimu.
10:43Kau mau transfer uangnya atau nggak?
10:46Nggak.
10:46Kalau kau mampu, bayar saja sendiri.
10:49Setelah Natal, kita bercerai saja.
10:51Rumahnya bakal jadi punyaku.
10:53Kau nggak berkontribusi.
10:54Kau nggak dapat apa-apa.
10:56Aku berdiri di sana dan menatap pegawai itu dari kacah.
11:00Bisakah kalian mulai pengobatannya dulu?
11:03Aku bakal membayarnya.
11:04Aku janji.
11:06Maaf.
11:07Kebijakan kami mengharuskan bayar deposit dulu.
11:11Aku keluar dari klinik dan berdiri di tengah badai.
11:15Hologramku menyala.
11:17Itu dari Felix.
11:19Clara, di mana kau?
11:21Damian bilang Mira sudah jemput kalian.
11:24Felix, aku mau minta tolong.
11:25Kalau terjadi sesuatu padaku,
11:28Jagakan Aurora.
11:30Apa yang kau katakan?
11:31Aku nggak punya uang.
11:32Aurora nggak punya harapan.
11:34Aku nggak bisa menjaganya juga.
11:36Masukkan saja dia ke panti asuhan.
11:38Setidaknya, dia hidup.
11:39Clara, jangan lakukan hal bodoh.
11:40Di mana kau? Aku segera datang.
11:42Nggak perlu.
11:42Aku memutuskan panggilan itu.
11:45Aku berjalan kembali ke bangsal.
11:47Maaf, sayang.
11:48Di kehidupan selanjutnya, jangan jadi anakku.
11:52Atap klinik kabur karena angin dan salju.
11:55Dari tepi, dunia bawah terlihat sangat kecil.
11:58Satu langkah saja, semua deritaku bakal hilang.
12:01Aku memejamkan mata, menjatuhkan tubuhku.
12:05Mendadak sebuah tangan menangkap lenganku.
12:08Mendadak sebuah tangan menangkap lenganku.
12:11Sebuah tarikan kuat menarikku ke atas.
12:13Aku terjatuh ke tanah dan melihat ke atas.
12:15Beberapa pria berjas berdiri di depanku.
12:17Pemimpin mereka, seorang pria umur 50 tahun, melepaskan kacamatanya.
12:21Matanya merah dan bengkak.
12:22Clara.
12:25Ayah.
12:26Aku segera masuk ke helikopter medis.
12:29Aurora dibawa tepat di belakangku,
12:31segera ditangani oleh tim medis helikopter.
12:33Tekanan intrakranialnya meningkat tajam.
12:35Kita harus lakukan operasi sekarang.
12:37Hubungi rumah sakit pusat.
12:39Buka jalur hijau bedah saraf.
12:41Suruh tim perbaikan nano bersiap.
12:43Ayahku memegang tanganku dengan gemetaran.
12:47Maaf, Clara.
12:48Ayah terlambat.
12:50Maaf.
12:51Ayah, aku kira kau cuma...
12:54Petani di desa.
12:57Dia terdiam lalu menunjukkan senyuman pahit.
13:01Petani?
13:02Itu cuma bohongan.
13:04Aku bersikeras mau menikahi Damian.
13:07Aku takut jika dia tahu kita sangat kaya,
13:09dia bakal menikahimu cuma demi uang.
13:11Jadi...
13:13Aku berpura-pura miskin selama empat tahun ini.
13:15Aku berpikir asal dia bersikap baik padamu.
13:18Gak masalah kalau kami hidup sederhana.
13:20Dia menatap Aurora yang gak sadarkan diri,
13:22air matanya terjatuh.
13:23Tapi aku gak menyangka...
13:25Aku gak menyangka mereka bisa sekejam ini dan sejahat ini kepada cucuku.
13:30Helikopter medis mendarat di atap pusat medis Whitfield.
13:33Aurora langsung dibawa ke ruangan operasi.
13:36Dokter terbaik dan peralatan paling canggih,
13:39semua sudah siap.
13:40Ayahku berdiri di luar ruangan operasi dan menghubungi saluran terenkripsi.
13:45Aku mau lihat saham grup fans Anjlok sebelum pasar dibuka besok.
13:49Akhiri semua kemitraan, semuanya.
13:52Dan juga bang, kau tahu harus gimana.
13:56Dia akhiri panggilan itu, duduk di sampingku.
13:58Clara, aku kasih kau dua pilihan.
14:01Pertama, ceraikan dia.
14:03Bawa uang dan bawa Aurora ke luar negeri.
14:07Jangan pernah kembali.
14:10Kedua, tetap di sini.
14:13Lihat gimana keluarga fans hancur.
14:17Lihat gimana Damian berlutut dan meminta ampun padamu.
14:21Aku berpikir sejenak.
14:23Yang kedua,
14:25tapi aku punya syarat.
14:27Katakan saja.
14:28Siapkan dua jasad bionik,
14:31satunya mirip denganku,
14:33satunya mirip Aurora.
14:35Buat mereka seolah-olah mati membeku di tepi jalan tol.
14:39Pakaikan mereka baju yang kami pakai hari ini
14:41dan pasangkan gelang biometrik di jasad itu.
14:44Kau mau?
14:46Aku mau.
14:47Mereka mengira aku sudah mati.
14:50Lalu aku melihat gimana mereka merayakannya.
14:54Aku mau melihat mereka berpesta,
14:56sedangkan aku dan Aurora mati.
14:58Ayahku terdiam sangat lama,
15:00baru menganggup.
15:02Baiklah.
15:03Jasa bionik itu sama persis.
15:06Satunya besar,
15:07satunya kecil berbaring di jalan tol di tengah badai.
15:10Saat ditemukan,
15:11mereka sudah membeku.
15:13Drone patroli jalan yang menemukan mereka
15:15dan memberi tahu patroli jalan raya terdekat.
15:18Polisi menghubungi Damian berdasarkan kartu identitas yang mereka temukan.
15:22Telepon itu datang di saat keluarga fans
15:23sedang mengadakan makan malam natal.
15:25Mejanya dipenuhi makanan dan ruangan itu penuh tawa.
15:28Celeste duduk di samping Damian,
15:30meletakkan makanan di piringnya.
15:31Priscilla tersenyum sambil mengelus rambut Briar.
15:34Celeste jauh lebih baik.
15:35Bahkan putrinya pun dididik dengan baik.
15:38Gak kayak bocah yang Clara lahirkan itu,
15:40selalu menangis dan melawan,
15:42sungguh mengganggu.
15:44Gelang Damian bergetar,
15:46wajahnya berkerut.
15:47Polisi?
15:50Polisi?
15:50Halo?
15:52Apa ini Tuan Damian fans?
15:53Apakah istrimu Clara sedang ada di jalan tol dengan putrimu?
15:57Iya, kenapa?
15:58Kami menemukan dua jasad di tepi jalan.
16:01Autopsi awal menunjukkan mereka mati membeku.
16:04Korban wanita itu punya kartu identitas
16:06yang membuktikan dia adalah Clara.
16:08Di sampingnya ada seorang gadis kecil,
16:10sekitar tiga tahun.
16:11Kami minta kau datang buat identifikasi mereka.
16:13Apa katamu?
16:15Tuan, istrimu dan putrimu sudah meninggal.
16:18Meja makan malam menjadi sunyi.
16:20Priscilla bertanya.
16:21Siapa itu?
16:22Kenapa menelepon di hari libur?
16:24Ini membawa sial.
16:25Damian berdiri dengan wajah pucat.
16:27Clara dan Aurora mati membeku.
16:30Saat Damian tiba di kamar mayat,
16:32kakinya lemas.
16:34Polisi membawanya ke ruangan penyimpanan dingin.
16:36Lacinya ditarik dan menampakkan dua buah jasad,
16:39satu besar dan satu kecil.
16:41Apa itu mereka?
16:42Mulut Damian terbuka,
16:44tapi gak bersuara.
16:45Dia hendak memegang wajahku,
16:47tangannya gemetaran.
16:49Ini gak mungkin.
16:51Mira bilang dia sudah menjemput mereka.
16:53Petugas membuka catatan di terminalnya.
16:57Kami sudah memeriksa catatan patroli jalan tol.
17:00Mobil adikmu gak pernah masuk ke jalan tol.
17:02Dia cuma berkeliling di daerah kota sebelum pulang.
17:06Selain itu,
17:07panggilan terakhir korban adalah kau.
17:10Pukul tujuh semalam.
17:13Dia bilang anak itu sakit dan minta pertolonganmu.
17:16Kau bilang,
17:17Kau bilang,
17:18Kalau kau mampu,
17:19bayar saja sendiri.
17:21Aku kira,
17:22aku kira dia bohong.
17:24Eh,
17:25aku gak tahu dia beneran.
17:27Dan kalau kau tahu,
17:29apa kau bakal pergi?
17:30Ruangan jadi hening.
17:32Damian gak menjawab.
17:34Pintu kamar maya terbuka dan Priscilla masuk.
17:37Dia membeku sejenak saat melihat jasadnya.
17:39Lalu terjatuh ke lantai.
17:41Menangis dan memukul pahanya.
17:43Astaga cucuku.
17:44Cucuku yang malang.
17:45Kenapa kau tinggalin aku?
17:48Setelah menangis sejenak,
17:49dia tiba-tiba berhenti dan memegang Damian.
17:51Nah, ini sebenarnya hal bagus.
17:53Ini berkah tersembunyi.
17:54Sekarang Clara sudah mati.
17:56Akhirnya kau bisa menikahi Celeste.
17:58Ibu,
17:59itu putriku.
18:00Memangnya kenapa kalau dia putrimu?
18:02Dia sudah mati sekarang.
18:03Ini sempurna.
18:04Sekarang kita gak perlu khawatirkan
18:05pemisahan aset setelah cerai.
18:07Bu, kita sedang membicarakan manusia.
18:09Memangnya kenapa?
18:10Ini urusan keluarga.
18:11Gak perlu ikut campur.
18:12Ayo,
18:13Celeste masih menunggu kita buat makan malam.
18:15Damian membiarkan dirinya ditarik buat sejenak.
18:18Setelah itu,
18:19dia menoleh ke belakang.
18:21Tunggu.
18:22Dia menghempaskan tangan ibunya dan kembali.
18:24Dia berlutut di jasad cukup lama.
18:26Lalu dia membelai rambut jasad itu dengan lembut.
18:29Lalu merapikan pakaian jasad bionik itu.
18:34Kelaraimab.
18:35Aku salah.
18:36Aku sungguh.
18:37Aku gak tahu bakal berakhir kayak gini.
18:39Kenapa kau minta maaf padanya?
18:41Itu salahnya sendiri punya umur pendek.
18:44Dia pantas mendapatkannya.
18:46Diam.
18:47Damian berdiri dan berbicara dengan petugas.
18:50Aku bakal bawa jenazahnya pulang.
18:52Aku bakal adakan pemakaman layak.
18:54Dua lampu berkedip berdiri di dekat pintu masuk kediaman fans.
18:58Ruang dukanya ada di lorong samping,
19:00tepat di kamar yang aku tinggal dulu.
19:02Celeste dan Briar sudah pindah masuk ke kamar utama.
19:06Seluruh rumah sibuk melayani mereka.
19:08Sedangkan Damian,
19:09dia duduk di ruang duka menjaga peti mati.
19:11Peti matinya bersebelahan,
19:13suasananya dingin.
19:15Mira pernah datang,
19:16tapi Damian mengusirnya.
19:17Keluar.
19:18Damian, aku gak sengaja.
19:21Aku lagi dengan teman dan lupa waktu.
19:25Damian melihatnya, matanya memerah.
19:27Gimana aku bisa tahu mereka bisa mati?
19:30Kau kelupaan waktu.
19:33Dua nyawa hilang dan kau pikir alasanmu bisa diterima?
19:36Lalu kau mau apa dariku?
19:38Kau mau aku mati buatnya?
19:39Memangnya dia layak?
19:42Dia cuma wanita rendahan.
19:43Memangnya kenapa kalau dia mati?
19:45Damian menampar dia dengan keras.
19:47Mira terkejut dan membeku.
19:48Keluar.
19:49Aku gak mau melihatmu lagi.
19:52Kau bukan adikku lagi.
19:53Lalu Celeste datang sambil gendong Briar.
19:55Damian, kumohon lepaskanlah.
19:57Aku yakin dia gak mau melihat kau begini dari atas sana.
20:00Damian mendongak melihatnya dengan tatapan dingin.
20:02Kau tahu apa yang mereka lakukan saat kau lagi merayakan?
20:05Aku lagi makan malam di rumahmu.
20:10Mereka lagi menunggu mati di tengah salju.
20:15Menunggu seseorang yang gak pernah datang selamatkan mereka.
20:18Wajah Celeste pucat.
20:20Itu salah adikmu.
20:21Apa hubungannya denganku?
20:22Kau gak membelaku?
20:23Ibumu bersih keras meminta aku kembali buat hari Natal.
20:26Aku gak bakal repot-repot berliburan kalau itu bukan karena dia.
20:30Dan selain itu, kaulah yang menendang mereka keluar dari mobil.
20:33Benar.
20:33Kau sudah kerepotan.
20:34Tapi mereka mati membeku.
20:36Mereka kedinginan sampai mati.
20:38Celeste terdiam.
20:39Damian berdiri dan menuju peti mati.
20:41Tangannya mengusap kaca yang dingin itu.
20:44Aku terus berpikir.
20:46Andai saja kalau aku mengangkat telpon itu.
20:48Andai saja aku yang pergi menjemput mereka.
20:50Andai saja aku gak mengatakan semua itu.
20:52Celeste menggigit bibirnya dan berbalik pergi.
20:54Damian jangan lupa.
20:55Aku sudah mengandung pewaris keluarga.
20:58Wanita mati itu sudah gak berguna.
21:01Pintu ruang buka tertutup.
21:03Damian terjatuh ke lantai di samping peti mati.
21:07Di ruangan kamera pengawas.
21:09Aku melihat pundaknya bergetar.
21:12Menyedihkan sekali.
21:13Dia bahkan gak peduli saat kami hidup.
21:14Setelah kami mati, dia bersikap kayak punya hati.
21:17Aku mengangkat pergelanganku.
21:18Dan mengirim pesan kepada ayahku.
21:20Bisakah kita mulai?
21:21Pesan balasan ayahku muncul.
21:22Kapan saja.
21:23Kerajaan grup fans mulai tumbang.
21:26Pertama, klien penting mereka tiba-tiba membatalkan kontrak mereka.
21:30Tekan kontrak 10 tahun dengan saingan mereka.
21:33Lalu semua bank menarik pinjaman mereka.
21:35Membuat kas perusahaan jadi macet.
21:37Para pemasok datang ke kantor pusat meminta pembayaran.
21:41Damian depresi.
21:43Dia mulai tidur di kantor setiap malam.
21:45Priscilla teriak padanya melalui alat komunikasi.
21:48Kau gak pernah pulang.
21:49Gimana kalau saya live marah?
21:51Perusahaan lagi bermasalah.
21:53Kau mengerti gak?
21:55Memangnya kenapa?
21:56Kita punya banyak uang.
21:58Ibu, kita bisa bangkrut.
22:00Rumahnya, mobilnya, semua rekening lagi dijual buat bayar utang.
22:03Mungkin kau bahkan gak bisa makan lagi.
22:05Itu gak mungkin.
22:07Damian memutuskan panggilan itu.
22:10Dia duduk di kantor, melihat ke langit.
22:12Dari jendela kaca, semua yang dia bangun selama 10 tahun ini hilang dalam semalam.
22:18Mendadak, gelangnya bergetar.
22:20Sebuah nomor asing muncul di layar tanpa hologram dan nama.
22:26Lalu terdengar suara pria dari ujung sana.
22:29Pak Damian, kau sudah terima hadiah dariku?
22:33Siapa ini?
22:35Kau gak perlu tahu siapa aku.
22:37Kau cuma perlu tahu kalau ini cuma awal.
22:40Utangmu bakal dibayar dengan seluruh grup fans.
22:45Koneksi terputus karena statis.
22:47Damian mencoba telpon, tapi muncul pemberitahuan.
22:50Nomor yang anda tuju tidak tersedia.
22:55Tangannya gemetaran saat memegang perangkat itu.
22:58Grup fans akhirnya memasuki proses likuidasi kebangkrutan.
23:01Kediaman mereka, mobil mereka, semua aset mereka dilelang.
23:05Priscilla diusir paksa dari mansion dan tinggal di apartemen sewa.
23:09Celeste membawa Briar pergi dan mengambil sisa uang yang dia punya.
23:13Aku gak bisa menderita denganmu.
23:15Damian Briar harus sekolah, pikirkan itu.
23:19Damian pindah ke ruangan kecil di samping tempat peti mati.
23:22Dia berhasil pertahankan peti mati itu.
23:25Dia membentangkan selimut di lantai dan tidur di samping mereka.
23:28Mira pernah datang menemunya sekali.
23:30Kau sudah hancurkan kerajaan keluarga kita demi seorang wanita mati.
23:34Teganya kau melakukan ini kepada ibu.
23:37Lantas siapa yang bisa perbaiki keadaan Clara?
23:39Damian menatapnya.
23:40Suaranya cuma tinggal bayangan saja.
23:43Siapa yang bisa perbaiki keadaan Aurora?
23:45Mira gak pernah kembali lagi.
23:47Damian mulai mencari pekerjaan.
23:49Tapi di kota ini, reputasi seorang CEO yang bangkrut menyebar lebih cepat daripada penyebaran virus.
23:54Gak ada yang mau mempekerjakan dia.
23:55Dia berakhir bekerja sebagai bangunan kuli di distrik tua.
23:58Bayarannya 200 kelus per hari.
24:00Bekerja membanting tulang setiap hari.
24:01Malamnya dia kembali ke ruangan duka dan makan roti murah dari supermarket.
24:05Lalu dia duduk di samping peti mati bicara sendiri.
24:07Clara, mandorku berteriak padaku hari ini.
24:11Dia bilang aku lemah dan gak bekerja kayak pria sejati.
24:16Aku ingat gimana dulu kau suruh aku jangan terlalu paksa.
24:19Bilang kalau kesehatanku lebih penting.
24:22Dulu aku malah berpikir kau cuma mengomel.
24:27Sekarang aku sadar.
24:30Cuma kaulah orang yang sungguh peduli padaku.
24:34Dia mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya.
24:36Kalau Aurora masih di sini, dia pasti sudah mau masuk TK.
24:39Clara, kau selalu bilang kau mau dia belajar piano.
24:44Aku malah bilang itu cuma menghabiskan uang.
24:46Aku memang bajingan.
24:48Abu rokok terjatuh dan membakar jarinya.
24:49Tapi dia bahkan gak merasakan itu.
24:51Di ruangan kamera pengawas, ayahku melihatku.
24:54Apa kau sudah puas melihatnya?
24:55Aku menggeleng.
24:56Sudah cukup.
24:59Siapin semuanya.
25:00Aku bakal kembali ke perusahaan.
25:02Kau mau ambil alih?
25:03Iya.
25:05Grup fans bangkrut, utangku sudah lunas.
25:08Sudah waktunya aku memulai kehidupanku.
25:10Ayahku mengangguk.
25:11Baiklah.
25:12Tapi ada satu hal yang harus kau tahu.
25:14Apa itu?
25:15Damian mencarimu.
25:16Kayaknya dia sudah tahu kalau jenazahnya palsu.
25:19Dan itu benar.
25:20Saat memeriksa barang peninggalanku,
25:22dia menemukan sesuatu yang gak masuk akal.
25:24Selembar truk belanja yang kusut terselip di saku mantel musim dingin lamaku.
25:28Tanggalnya menunjukkan tiga hari setelah kematianku.
25:31Itu tagihan kue stroberi kesukaan Aurora.
25:34Orang mati gak bisa beli kue.
25:37Damian menatap tagihan itu, tangannya gemetar hebat.
25:40Akulah yang sengaja buat dia menemukan itu.
25:42Dia langsung pergi ke toko kue itu buat memeriksa video kamera pengawas.
25:45Di layar itu, seorang wanita bermasker dengan gadis kecil.
25:48Meski wajahnya tertutup,
25:50dari siluet dan cara berjalan itu,
25:52dia tahu itu Clara dan Aurora.
25:54Damian berlari keluar dari toko kayak gila.
25:57Dia pergi ke semua tempat taman.
25:59Mal, taman bermain yang pernah kami datangi.
26:02Lalu dia melihat Aurora di luar sebuah teka swasta.
26:05Dia memakai gaun pink dengan rambut kepang dua.
26:08Seorang pria berjas membawanya ke mobil.
26:10Aurora, Damian berteriak.
26:12Aurora terpaku diam, lalu langsung sembunyi di belakang pria berjas itu.
26:15Damian mencoba meraihnya, tapi dia dihentikan.
26:18Tuhan, kau sedang apa?
26:19Dia putriku.
26:20Di mana Clara? Di mana ibunya?
26:23Aku gak kenal orang dengan nama Clara.
26:25Ini putri majikanku.
26:27Minggir.
26:27Damian gak percaya padanya.
26:29Dia mencoba menarik Aurora dekat padanya.
26:31Lalu Aurora pun menangis terseduh-seduh.
26:34Pria jahat.
26:35Kau pria jahat.
26:36Kau sudah buat ibu menangis.
26:38Damian terpaku.
26:40Aurora,
26:41aku ayahmu.
26:43Kau bukan.
26:45Ayahku sudah mati.
26:48Ibu yang bilang.
26:50Dia bilang ayah gak mau kami lagi.
26:55Damian kayak tersambar petir.
26:57Lalu sebuah sedan hitam berhenti di tepi.
27:01Jendela turun perlahan.
27:02Aku duduk di kursi belakang melihat mereka.
27:05Lama gak berjumpa Damian.
27:06Damian berbalik.
27:08Matanya membesar kaget saat dia melihatku.
27:10Clara, kau beneran kau gak mati?
27:14Aku keluar dari mobil menghampiri Aurora dan memeluknya.
27:17Berkat kau, aku masih bernapas.
27:20Ibu, pria menakutkan itu mau menangkapku.
27:23Gak apa, sayang.
27:24Ibu ada di sini.
27:26Kau mempermainkan aku.
27:28Membohongi aku selama ini.
27:30Kenapa?
27:32Jenazah itu palsu.
27:33Kematianku sudah direncanakan.
27:35Mau gimana lagi aku buat kau merasakan kehilangan segalanya?
27:39Gimana kau bisa sekejam ini?
27:41Kejam? Damian.
27:42Apa kau gak kejam waktu kau melempar istrimu dan putrimu di jalan tol di tengah badai?
27:46Apa kau gak kejam waktu kau menolak bayar biaya pengobatannya?
27:49Mulut Damian terbuka tapi gak bersuara.
27:52Sedan hitam itu berdengung lembut.
27:55Aku menggendong Aurora dan kembali ke mobil.
27:58Lalu Damian berteriak pada kami kayak gila.
28:01Clara, tolong jangan pergi.
28:04Aku tahu aku salah.
28:05Aku beneran tahu aku sudah salah.
28:07Tolong kasih aku satu kesempatan lagi.
28:09Aku bakal menebus kesalahanku.
28:10Aku bakal jadi ayah baik dan suami yang baik.
28:13Pria jahat.
28:15Aku gak mau pria jahat.
28:17Kesempatan?
28:18Waktu kau tinggalkan kami di jalan tol dengan suhu minus 5 derajat,
28:22apa kau memberi kami kesempatan?
28:24Waktu putrimu berjuang di ambang hidupnya dan kau menolak membayar satu sen pun,
28:28apa kau memberi kami kesempatan?
28:31Aku mengangkat tanganku dan mengkode supir.
28:35Jalan.
28:36Supir langsung menginjak pedal gas.
28:38Damian tersungkur ke depan.
28:40Clara, aku bakal menemukanmu.
28:42Aku janji bakal temukan kalian berdua.
28:45Dari kaca spion aku memberinya tatapan.
28:48Kayak melihat serangga yang sudah hancur sepenuhnya.
28:53Tiga hari kemudian, di kantor teratas grup Whitfield,
28:57seluruh sisi dinding ditutup layar hologram
29:01yang menyiarkan berita terkini di kota.
29:05Ayahku duduk di kursi kulitnya,
29:07jarinya mengetuk meja.
29:10Dia masih mencarimu.
29:12Aku meletakkan gelas dan serahkan dokumen legal kepadanya.
29:16Gugatan hak asuh anak penggugat Clara Whitfield
29:19tergugat Damian Fence.
29:22Aku bakal buat dia yang mengakui semua salahnya di pengadilan nanti.
29:26Aku bakal pastikan dia gak boleh mendekati Aurora lagi secara hukum.
29:30Aku mau seluruh dunia melihat betapa menjijikannya dia.
29:35Gadisku, kau sudah dewasa.
29:38Mendadak, gelang pintarku berkedip lampu merah darurat.
29:42Itu dari Felix.
29:44Aku menjawab dengan jantung berdebar.
29:47Suaranya bergetar karena panik.
29:49Clara bawa Aurora dan lari sekarang juga.
29:53Damian sudah hilang akal.
29:54Dia sudah tahu di mana tempat tinggalmu.
29:58Di luar gerbang vila mewah,
30:00Damian memegang selembar kertas bercetakan sebuah alamat.
30:04Aku mau melihat putriku.
30:06Dia putriku.
30:07Tuan, ini kediaman pribadi.
30:10Gak ada yang boleh masuk tanpa permisi.
30:12Minggir, itu anakku.
30:13Aku berhak melihatnya.
30:15Dia mendorong pengawal dengan kasar
30:18dan menerobos masuk ke dalam vila.
30:20Clara, buka pintunya.
30:21Aku tahu kau ada di dalam.
30:24Aurora.
30:25Ayah sudah datang.
30:26Ayah jemput kau pulang.
30:28Pintu terbuka perlahan, tapi itu bukan aku.
30:31Lepaskan aku.
30:32Apa hakmu menyentuhku?
30:34Di atas, aku berdiri di depan jendela tinggi
30:37sambil menggendong Aurora.
30:38Ayahku ada di sampingku.
30:40Cahaya matahari menyinari tubuhku,
30:43memberi kesan hangat, cerah, tak tersentuh.
30:46Damian yang masih memberontak mendongak.
30:49Dia membeku saat melihat kami.
30:51Aurora, ingat ini.
30:54Pria ini bukan ayahmu.
30:55Dia cuma orang asing yang mau melukai kau dan ibumu.
30:58Orang asing.
31:00Orang jahat.
31:03Seminggu kemudian, di Mahkamah Agung.
31:07Ruang sidang penuh sesak untuk persidangan terbuka.
31:10Damian berdiri di podium terdakwa.
31:12Rambutnya memutih.
31:13Layak menua 10 tahun dalam semalam.
31:16Aku duduk dengan tenang
31:18dan tak tergoyahkan dengan setelan sederhana di podium penggugat.
31:23Pengacaraku memberikan semua bukti yang ada.
31:27Rekaman keamanan jalan raya membuktikan
31:30bahwa dia mengusir istrinya dan putrinya dari mobil.
31:33Riwayat telepon membuktikan
31:35dia memblokir panggilanku
31:37dan menolak membayar tagihan pengobatan.
31:40Dia putrimu, kau mau transfer atau tidak?
31:43Enggak.
31:44Hakim mengetuk palu.
31:46Terdakwa Damian Fens,
31:47apa kau mengakui semua tuduhan ini?
31:49Damian melihatku.
31:50Aku, aku mengaku bersalah.
31:54Aku sudah hancurkan keluargaku sendiri.
31:57Aku minta maaf.
31:58Hakim mengetuk palu dan membacakan hasil sidang.
32:02Hak asuh dan hak kunjungan Damian Fens terhadap Aurora Whitfield
32:06dicabut secara permanen.
32:08Damian akan diberikan perintah penahanan seumur hidup
32:11serta harus memberi tunjangan anak sampai Aurora dewasa.
32:14Beserta ganti rugi biaya medis.
32:17Atas kasus penelantaran anak dan membahayakan anak di bawah umur,
32:20Damian Fens dijatuhi hukuman pelayanan masyarakat
32:23dan akan dimasukkan ke dalam daftar hitam pada semua kredit uang.
32:26Palu pun diketuk.
32:28Aku berdiri, menggandeng Aurora dan berbalik.
32:32Kami keluar dari ruang sidang,
32:34cahaya matahari menyinari kami berdua.
32:39Tiga bulan kemudian,
32:41kami naik kereta cepat menuju lingkaran artik.
32:44Aku duduk di samping jendela memangku Aurora.
32:48Di luar, cahaya utara hijau menyelimuti seluruh lagit layak aliran sungai bintang.
32:55Dia tampak sehat dan matanya berbinar.
33:00Ibu, lihatlah, cahayanya cantik banget.
33:03Iya sayang, ibu bawa kau kemari buat melihat ini.
33:07Kita bakal kembali setiap tahun.
33:12Apa pria jahat itu bakal kembali lagi?
33:16Gak bakal lagi.
33:18Mulai hari ini gak ada yang bisa menyakitimu lagi.
33:22Ibu bakal melindungi kau selamanya.
33:25Gelang pintarku menyala dengan dentingan lembut.
33:28Itu pesan dari ayahku.
33:30Semua sisa grup fans sudah diakuisisi oleh grup Whitfield.
33:33Damian harus bekerja keras di lokasi konstruksi sampai utangnya lunas.
33:38Dia sudah bangkrut.
33:39Celeste, Mira, Priscilla jatuh miskin dan saling membenci.
33:43Selamat pulang ke rumah, gadisku.
33:45Aku mematikan layarnya.
33:47Cahaya utara menari di luar jendela.
33:51Aurora tertidur di dalam pelukanku dengan lelap.
33:55Aku melihat langit malam dan berbicara dalam hati.
33:59Damian, lihatlah kami.
34:01Aku mengambil kembali semua yang kau buang.
34:03Aku membangun kembali semua yang kau hancurkan.
34:07Kau bakal menghabiskan seluruh hidupmu buat membayar semua utangmu pada kami.
34:11Sedangkan aku dan Aurora bakal hidup bahagia selamanya.
34:14Kereta cepat itu menembus cahaya utara.
34:17Menuju masa depan yang penuh cahaya.
34:20Terima kasih.
Comments