- 2 days ago
[Dijuluki]Mengejar Cinta Yang Dia Buang
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00Pada musim panas aku berumur 18 tahun
00:02Acer membuatku melewati batas
00:03Aku gak bisa kembali lagi
00:05Aku menggigit bibirku karena merasa sakit
00:07Bersinar secara diam-diam sepanjang malam
00:09Yakin bahwa mencintainya selama 6 tahun
00:11Dari kejauhan
00:12Akhirnya membuahkan hasil
00:13Lalu keesokan paginya aku mendengar teman yang tertawa dari luar
00:16Oke oke, berhasil membuat siku tubuhku menyerah ya
00:19Wajahku memanas
00:21Dan aku berbalik sebelum terlihat orang lain
00:23Aku berusaha mendapatkan Chloe
00:24Tapi dia bilang aku kurang berpelang aman
00:26Jadi aku menggunakan Stella sebagai latihan terlebih dahulu
00:29Tanpa mengatakan apa-apa
00:30Aku diam-diam mengubah kampusku
00:32Tujuanku dari NYU menjadi kampus
00:34Yang jaraknya ratusan mil dari California
00:36Perkataannya menghantamku
00:38Kayak petir di musim panas yang cerah
00:39Tanpa peringatan
00:41Otakku kosong
00:43Itu siang hari bulan Juli
00:45Tapi aku merasa seolah es menyebar di setiap sisi tubuhku
00:48Para pria itu masih terus bicara
00:50Cuma berhenti setengah detik sebelum orang lain menyelam
00:54Acer yang klasik
00:55Bahkan Stella cuma pemenasan buatnya
00:57Semua orang yang mendapat sulitnya masuk ke dalam celananya
01:03Jadi apa yang buat dia bersedia menjadi boneka latihan
01:07Acer cuma tertawa
01:10Tenang saja
01:11Dia juga mendapatkan sesuatu dari itu
01:12Maksudku Stella memang imut
01:14Tapi dibandingkan sama Chloe
01:15Dia kalah telak
01:17Acer melempar bukunya akar orang itu
01:20Itu cuma terbawa suasana
01:22Hal itu terjadi begitu saja
01:24Sejujurnya dia tampak menikmatinya
01:26Semua pria bertukar pikiran
01:28Penuh arti dan mulai mengecek
01:30Siapa menyangka kutubu ku itu begitu aneh dibalik kardigannya
01:33Sobat
01:34Acer memang berbeda dari yang lain
01:36Kenapa biarin makanan gratis tergeletak
01:38Stella sudah mengejar Acer bertontal
01:40Secara teknis
01:40Dia mendapatkan apa yang dia mau
01:42Tawa di dalam ruangan semakin kuat
01:44Aku menggigit bibirku sangat kuat
01:46Sampai aku bisa merasakan darah amis
01:48Kedua tanganku terkepal
01:49Hingga buku-buku memutih
01:50Aku mengerahkan seluruh tenagaku
01:52Buat bisa berdiri tegak di sana
01:54Agar tidak amruk di ambang pintu
01:55Langkah kaki bergema menuju ke arahku
01:58Aku tersadar dari lambunanku
01:59Dan berlari menerobos lorong tanpa arah
02:02Karena panik
02:03Aku masuk ke kamar mandi terdekat
02:05Berhenti dan menguji pintu di belakangku
02:11Air mata mengalir teras kayak bendungan
02:14Karena kesedihan dan penghinaan tumpah sekaligus
02:16Kata-kata Acer terus berulang di kepalaku setiap katanya
02:20Mereka hancurkan harga diriku yang sisa sedikit
02:23Kalau aku gak dengar pake telingaku sendiri
02:25Aku gak bakal percaya pria yang bicara di dalam
02:28Adalah orang yang sama yang menyentuhku layaknya aku permata berharga semalam
02:32Ternyata kau gak perlu mencintai seseorang
02:34Buat melakukan itu dengan mereka
02:36Ternyata kau bisa menatap gadis tanpa ekspresi
02:38Buat dia merasakan segalanya dan tetap saja berbohong sepanjang waktu
02:42Hal yang aku pikir sebagai akhir bagi aku
02:45Ternyata bahan lelucon yang ditertawakan orang lain
02:48Semakin aku menangis semakin deras air mataku
02:50Tapi aku gak boleh bersuara
02:52Seluruh tubuhku bergetar
02:54Aku kesulitan bernapas
02:55Setelah sekian lama ponselku bergetar itu dari Acer
02:59Pesan saja Uber pulang
03:00Temanku ada pesta malam ini bakal canggung kalau aku membawamu
03:04Aku gak membalas
03:05Dia mengirim lanjutannya
03:06Beli pil KB sendiri aku sibuk hari ini
03:09Jangan lupa makan gadis baik
03:11Aku membacanya dengan lama tanpa bergerak
03:14Dari senja sampai matahari hampir terbit
03:17Acer gak kena lelah layaknya dia mau buktikan sesuatu
03:20Pada akhirnya kami benar-benar kelelahan
03:22Tepat sebelum dia tertidur dengan tangannya melengkariku
03:25Dia menggumamkan hal yang sama dua kali
03:27Kita gak punya persiapan buat kali pertamamu
03:31Aku bakal langsung belikan pil KB besok pagi
03:34Dia bahkan mencara maiku tadi pagi
03:36Sebagai wanita kau harus menjaga diri baik-baik
03:54Aku mencengkram tanganku sampai kukuku menancap kulit
03:57Rasa sakit hentikan air mataku
03:58Aku menyeka wajahku
04:00Membenarkan kaca mataku
04:01Keluar dari kamar mandika yang gak ada apa-apa
04:04Aku malu beli di apotek
04:05Jadi aku kesan online
04:08Ketika kurir meninggalkan paketnya di depan pintu
04:11Aku menunggu cukup lama sebelum akhirnya aku berani mengambilnya
04:14Aku menelannya sambil bercucuran air mata
04:18Lalu aku terduduk di lantai menatap kosong
04:25Sejak keluarganya Acer pindah ke sebelahku
04:28Aku terus mengikutinya selama 10 tahun
04:31Sejujurnya aku gak pernah berhenti berpikir
04:34Gimana duniaku kalau gak ada dia
04:36Aku gak bisa membayangkan
04:38Tapi mulai sekarang aku harus memikirkannya sendirian
04:41Dari jendela terlihat lampu sekitar menyala satu persatu
04:44Lalu padam lagi
04:45Aku gak tau berapa lama aku duduk di sana
04:49Mia meneleponku dari FaceTime
04:56Stella kenapa kau gak datang dengan Acer
04:59Ngomong-ngomong Chloe ada disini
05:00Dan dia terus mendekati Acer karena kau gak muncul
05:03Dan itu menjijikan
05:06Di sudut ruangan VIP yang gelap
05:08Acer dan Chloe duduk berdekatan bersama
05:11Paha mereka saling bersentuhan
05:13Chloe mengenakan atasan pendek dan rok mini yang memeluk tubuhnya
05:17Menunjukkan kaki jenjang dan pinggang rampingnya
05:19Bahkan cara bicara mereka lebih mirip berbisik rahasia dibanding mengobrol
05:23Aku bisa merasakan energi yang meluap antara mereka dari layar
05:27Sesuatu di dadaku terkunci
05:29Siang ini dia cuma bilang mau mengejarnya
05:32Rupanya malam ini waktu yang tepat baginya
05:34Permainan berubah jadi jujur atau berani
05:37Chloe mengambil kartu yang bertuliskan
05:40Lakukan push up dengan pria di atasku
05:43Sesuai prediksi Acer menawarkan diri sebelum orang lain membuka mulut
05:48Pipi Chloe memerah dan bersandar pada bantal sofa
05:52Acer meletakkan tangan di kedua sisinya
05:55Dia terkendali sepanjang waktu
05:57Dengan sengaja menjaga agar tubuhnya gak bersentuhan dengan tubuh wanita ini
06:01Sampai yang paling terakhir
06:02Lengannya lemas dan seluruh tubuhnya menimpa wanita itu
06:06Ruangan jadi heboh
06:08Semua orang berteriak hingga dinding bergetar
06:11Wajahnya Acer dan Chloe semakin merah
06:14Seiring sorakan kerumunan semakin buas di antara mereka
06:17Acer cuma menundukkan kepala dan menciumnya
06:19Bukan ciuman cepat
06:21Ciuman dalamnya bisa dilihat satu ruangan
06:23Mereka berciuman selama 3 menit penuh
06:26Sampai akhirnya ciuman mereka terlepas
06:28Selama 3 menit aku duduk dan mataku terpaku pada layar
06:31Hampir lupa bernapas
06:33Aku ingin banget menangis
06:35Astaga Stella
06:37Kulihat itu
06:38Acer mencium Chloe di hadapan semua orang
06:41Dia begitu tergila kepada Chloe
06:43Ia menggelengkan kepala dan keluar dari ruangan sambil memutar kamera
06:47Seiring dia pergi
06:48Jangan marah padaku
06:49Kalau aku gak tunjukkan padamu
06:50Kau gak akan bisa bakit kembali
06:51Aku gak marah denganmu
06:53Aku cuma marah pada diriku sendiri
06:55Karena sudah habiskan bertahun-tahun
06:57Aku selalu mengira posisi di samping Acer itu punya aku
07:00Dan selalu bakal cari milikmu
07:01Aku mulut dengannya Stella
07:03Dia pikir dia siapa melihat momen cintanya bertahun-tahun
07:06Bersandi waraka yang gak tau apa-apa
07:08Membiarkan momen cintanya semakin dalam
07:09Kau sudah lihat apa yang kutunjukkan
07:11Aku gak bakal kasih diriku kesempatan
07:13Mia
07:14Aku sudah putuskan bakal pergi ke California bersamamu
07:17Tapi kau harus berjanji
07:18Kau bakal merahasiakannya
07:20Setelah aku mengatakannya
07:22Aku membuka laptopku di hadapannya
07:23Tanpa keras buat
07:25Aku mengubah universitas pilihan pertama
07:27Aku menjadi California
07:28Satu menit sebelum berakhir
07:32Mia sangat kegirangan
07:34Dia sudah memohon padaku berbulan-bulan
07:37Agar mengajukan universitas sama dengannya
07:39Tapi waktu kami baru mulai sekolah
07:42Aku dan Eser sudah berjanji bahwa kami bakal bekerja keras dan pergi ke universitas impiannya di Boston setelah tamat
07:48Di sana ada program teknik astronautika
07:50Hal yang dia suka sejak kami masih kecil
07:52Jadi meskipun aku gak terlalu suka musim dingin brutal
07:55Meskipun sekolah itu institut teknik yang gak punya jurusan yang aku minati
07:59Aku menghabiskan 3 tahun memperlakukan seolah itu pilihanku satu-satunya
08:04Keluarga kami bertetangga sangat lama
08:06Sampai orang tua kami mengira bahwa kami sudah pasti bersekolah di sekolah yang sama
08:10Semua orang termasuk aku
08:11Mengira hubunganku dan Eser bahkan resmi secara alami
08:14Begitu kami masuk kuliah
08:16Tapi sekarang aku gak bisa pikirkan satupun alasan buat tetap memilih Boston
08:20Karena sejujurnya setelah hari ini jika aku masih mengikuti Eser
08:23Seperti yang kulakukan biasanya
08:25Aku gak bakal bisa menatap diriku di cermin
08:28Aku harus pergi ke tempat yang jauh
08:29Gak peduli dimanapun itu
08:31Selama gak ada dia
08:33Jika dia ke timur aku bakal ke barat
08:35Sebelum tidur aku mengisi penuh seluruh bak
08:38Aku harus menggosok bersih seluruh badanku
08:40Tapi saat aku melepaskan bajuku memar di kulitku masih terlihat jelas
08:44Itu membuatku tersentak
08:46Ingatan semalam langsung terngingang sebelum aku hentikan
08:50Suhu panas kulitnya menempel di kulitku
08:53Suara napasnya yang tersengal dan hangat menyentuh telingaku
08:57Itu semua masih membayangiku di sekitarku
09:00Aku menggeleng kepalaku kuat
09:02Secara fisik agar bebas dari semuanya
09:04Lalu aku ambil bola mandi paling kasar yang kupunya
09:08Aku gosok tubuhku sampai lecet berulang kali
09:10Hingga seluruh tubuhku memerah dan teri
09:12Aku mencoba dengan canggih
09:15Dengan putus sasa coba menghapus yang sudah terjadi
09:18Malam terburuk di sepanjang hidupku
09:20Alhasil rasa sakit itu membuatku terjaga sepanjang malam
09:24Acer gak mengirimi kupu sambal pertama kalinya selama 6 tahun
09:27Sejak kami berdua mendapatkan ponsel
09:29Kami gak mengucapkan selamat malam
09:31Itu gak masalah
09:32Gimanapun itu bakal terjadi
09:34Malam ini waktu yang tepat untuk mulai melepaskan segaranya
09:37Aku gak tertidur sampai matahari terbiak
09:39Kelelahan yang datang dan pergi
09:42Keesokan paginya saat aku masih lelap dalam tidur
09:45Aku merasa linglung antara mimpi atau nyata
09:48Ada sentuhan bibir lembut di dalamiku
09:51Aku tersentak bangun
09:53Hal pertama yang aku lihat adalah rahang yang amat aku kenal
09:56Dan lekukan tenggorokan yang lembut di atasku
09:58Aroma kayu cedar langsung tercium olehku
10:01Parfum yang selalu dia pakai
10:03Dan diselanya terdapat cecek sambar sesuatu baru
10:06Sesuatu yang beraroma jeruk
10:07Itu bukan punyanya
10:09Benar
10:09Aku lupa kalau esar masih tausan di pintu depanku
10:12Melihatku bangun
10:13Dia menunduk lebih rendah dan mencondongkan wajahnya ke pikirku
10:16Aku mendorongnya dengan kedua tanganku
10:18Dan bergegas menjauh ke tepi ranjang
10:20Dia yang mengedipkan matanya
10:22Lalu tertawa singkat seolah aku mengejutkannya
10:25Sejak kapan kau jadi malu?
10:27Aku gak menjawab
10:28Aku langsung menarik selimut tutup
10:30Kepalaku menghilang di bawahnya
10:31Esar mulai bicara
10:35Stella serius
10:36Kau gak mengucapkan selamat malam
10:38Mematikan ponselmu
10:39Dan sekarang kau sembunyi di bawah selimut
10:41Buat menghindariku
10:42Lalu dia mengangkat selimut itu
10:44Dan memasukkan dirinya
10:48Hei, berapa kali aku harus bilang
10:50Jangan sampai gak sarapan
10:51Aku berlari setengah mil
10:54Membelikan kue kering
10:55Dari toko kesukaanmu
10:56Dan mengantri sangat lama
10:58Kau mau bangun sekarang dan makan?
11:02Atau dimakan?
11:03Realita kembali menghantam
11:05Aku seolah melawan hidupku
11:07Bergantung pada itu
11:08Tapi aku lebih pendek
11:10Dan lebih lemah dari esar
11:12Sejujurnya aku gak ngerti
11:14Permainan apa yang dia mainkan
11:15Dia sudah punya Chloe
11:17Lantas apa yang dia lakukan di ranjangku
11:19Aku mencoba mendorongnya
11:21Tapi dia malah memegang
11:22Pesan aku
11:23Setelah berontak cukup lama
11:25Aku ternyata
11:26Dan gak mendapatkan apa-apa
11:28Cuma membuat esar menahanku
11:30Kenapa kau marah?
11:32Kau marah karena aku gak membawamu
11:35Ke pesta semalam
11:36Cuma karena hal sekecil itu
11:37Aku cuma diam
11:38Dia membenamkan wajahnya
11:40Di leherku dan tertawa
11:41Biar kutebak
11:43Mia memberitahumu tentang sesuatu
11:45Itu cuma permainan pesta
11:46Stella
11:47Apa kau beneran harus cemburu karena itu?
11:49Kau melakukan hal yang selalu kau inginkan
11:51Aku agak dekat dengan gadis lain
11:53Kau langsung diam dan merajuk
11:55Aku marah banget
11:57Sampai gak bisa berkata-kata
11:58Aku teringat
12:00Kau memelah diri dari kelas olahraga
12:02Langsung mengangkat penutupku dengan kuat
12:04Begitu dia jatuh
12:05Aku langsung bangkit
12:07Kau diseser mengeram
12:09Seluruh wajahnya memerah
12:11Aku mengambil caket dari lantai
12:13Dan langsung memakainya
12:15Aku gak mau berada seruangan dengannya
12:18Terutama di kamarku
12:29Hey
12:30Kau sudah makan pilnya semalam?
12:32Karena aku beneran gak butuh drama kayak gitu
12:34Aku juga gak mau membincangkan hal itu
12:35Dengan orang tua
12:44Cobalah berpikir rasional
12:46Makanlah sesuatu sebelum memulai bertekar
12:51Kau tahu perutmu sensitif
13:00Ada apa sebenarnya?
13:03Stella
13:03Mau marah harus ada alasannya
13:05Aku punya batasan juga
13:07Aku berkata dengan dingin dan datar
13:10Aku gak pantas mengatakan apa-apa
13:13Eser tersentak
13:15Dia melempar gelas itu ke meja kopi sangat kuat sampai pecah
13:18Plastiknya robek dan smoothenya tumpah membasai karpet
13:21Apa maksudmu?
13:26Kau pikir kau siapa Stella?
13:29Kau pikir kau siapa?
13:32Kita tidur bersama atas kemauan bersama
13:35Sekarang kau pikir kau milikku
13:37Kau tahu betapa sesaknya itu?
13:40Suaranya ganas
13:42Sesuatu yang gak pernah ku dengar
13:44Setelah dia selesai bicara mataku berkaca-kaca
13:47Tanpa aba-aba air mataku berlinang
13:52Rasa malu semalam kembali menghantamku
13:55Seperti luka yang masih baru
13:57Eser jelas gak menduka aku bakal menangis
13:59Dia kebingungan berusaha berpikir
14:02Harus melakukan apa?
14:04Dia bercongkok dan minta maaf
14:06Maaf, aku minum terlalu banyak semalam
14:09Dan tadi aku sudah melauti batas
14:10Dia mencoba buat mengusap wajahku
14:12Tapi aku menghindar membuat cara
14:14Tangannya membeku terhenti di udara
14:17Dia hendak bicara tapi ponselnya bergetar
14:20Dia melihat layarnya dan seluruh ekspresinya langsung berugah
14:23Dia berdiri dan menghindar ke pintu
14:25Aku ada urusan, tenangkanlah dirimu
14:29Kau gak boleh terus meraju kayak anak kecil
14:32Siapa yang bisa meneransi hal itu?
14:40Dia belum pergi 30 menit lalu Mia mengirimku sebuah tangkap layar
14:45Itu berasal dari cerita Instagram Chloe
14:47Tertulis aku lapar dan sarapan langsung muncul kayak sulap
14:51Dengan emotikon hati
14:52Aku yakin mereka sudah berteman
14:54Fotonya itu adalah kuek kering yang sama yang ada di dapurku
14:57Aku gak membalas, aku cuma mengusap mataku dengan tanganku
15:00Berlutut dan mulai membersihkan smoothie yang eser tumpahkan
15:03Aku menggosok cukup lama sebelum aku menerima dengan hampa bahwa
15:08Noda yang tumpah sudah menyerap ke wall carpet
15:11Dan gak mau hilang
15:13Jadi aku membuang karpet itu
15:15Itu gak penting
15:16Karpet itu dipilih oleh eser dan orang tuanya sepanjang sore saat liburan keluarga
15:20Dan dia membawa pulang dengan tas kabinnya
15:23Lalu aku mencari setiap barang yang pernah eser tinggalkan buatku
15:28Semua hadiah yang dia berikan selama bertahun-tahun
15:31Semua foto berdua kami, souvenir, dan kenangan kecil
15:35Aku menghabiskan seharian lalu mengemas semuanya sampai habis dan membuangnya
15:43Lagian aku ragu dia bakal memintanya kembali
15:46Setelah dia pergi keheningan berlanjur
15:48Dia gak mencariku sama sekali
15:50Mungkin hubungannya dengan Chloe semakin baik
15:52Atau mungkin dia cuma menungguku menjadi orang yang menyerah duluan
15:56Setiap kali bertengkar
15:57Akulah orang pertama yang mengajak bicara duluan tanpa kecuali
16:01Tapi kali ini aku gak mencarinya
16:03Aku juga gak punya alasan melakukan itu
16:05Aku memblokirnya di semua aplikasi pesan
16:07Semua sosial media, mengubasan di pintuku
16:10Menghapus semua akun yang mungkin dia pakai mencariku
16:13Setelah itu aku menelpon orangtuaku yang lagi kerja
16:16Aku beritahu mereka aku mau habiskan musim panas dengan mengunjungi bibiku di sisi negara lain
16:21Aku berencana menetap di sana sampai sekolah
16:23Lalu langsung pergi ke California bersama Mia tanpa pulang ke rumah lagi
16:27Selain Mia, gak ada yang tahu bahwa aku sudah mengganti universitas tujuanku
16:31Rencana ini harus sempurna
16:33Pada dasarnya aku gak punya peluang buat bertemu eser kalau rencana ini berhasil
16:37Ibuku tertawa di ujung telepon sana
16:39Uh, jadi kau dan eser bakal berlibur bersama
16:44Aku buat alasan singkat dan gak menjelaskan
16:47Aku cuma beritahu mau kunjungi bibi dan nenekku
16:50Aku memohon ayahku agar memesankan pesawat tercepat dan aku sudah bersiap buat pergi malam itu juga
16:55Tentu saja alam semesta gak mengenal ketenangan
16:58Aku bertemu dengan ibunya eser
17:00Di depan pintu saat aku keluar
17:01Dia memegang tanganku lembut dan mulai ngobrol
17:04Stella, dimana eser?
17:06Kenapa gak menjeputmu?
17:08Bukankah dia bilang mau membawamu bermain ski?
17:12Bersenang-senang lah
17:14Aku sangat mendukung hubungan kalian
17:16Aku bingung
17:18Tahun terakhir sekolah aku pernah bilang
17:20Bahwa aku selalu ingin mencoba bermain ski di Colorado
17:23Aku gak serius
17:25Tapi mengingat semuanya yang sudah terjadi diantara kami
17:28Keinginan pergi berdua buat perjalanan itu tampaknya sudah gak mungkin lagi
17:31Aku kehabisan waktu
17:33Jadi aku mengatakan sesuatu yang gak jelas
17:35Gak mengikat lalu pergi begitu saja
17:37Aku gak menyangka di bandara
17:39Aku malah bertemu dengan eser
17:42Dia bersama rombongan temannya
17:44Chloe ada di sana juga
17:46Eser memegang tas bermereknya
17:47Lalu satu lengannya eser melingkari Chloe
17:50Mereka tertinggal di belakang
17:52Sesekali Chloe condongkan kepalanya pada eser
17:54Buat mengatakan sesuatu
17:55Lalu tanpa ragu
17:57Eser selalu membungkuk buat mendengarkan
17:59Dia gak pernah begitu kepadaku
18:01Eser selalu lebih tinggi dariku
18:03Dan jarak kami semakin jauh
18:05Seiring bertahun-tahun berlalu
18:06Saat berdua aku selalu berjinjir
18:08Dan mendonggakkan kepala buat menatap matanya
18:13Ternyata orang yang tepat bakal mau membungkuk
18:16Aku menarik nafas pelan
18:18Aku memberitahu diriku
18:19Aku harus jaga harga diriku
18:21Apa yang dia lakukan gak ada urusannya denganku
18:23Kalau aku berpikir lebih banyak
18:25Aku pantas ditampar
18:26Tapi cuma ada satu jalur menuju gerbang
18:29Yang aku bisa lakukan menjauh dari mereka
18:31Agar dia gak memerhatikanku
18:33Kami sampai di persimpangan dan jalurnya berjabang
18:37Eser tampak terganggu oleh keadaan sekitar
18:40Dia terus menelpon tapi gak berhasil
18:42Menghabiskan banyak waktu berkutat dengan ponselnya
18:45Akhirnya dia pinjam ponsel seseorang
18:48Dengan suram dan rumit lalu menghilang di kamar mandi
18:51Kemudian aku mendapat panggilan nomor asing
18:56Jadi kau serius sekarang
18:58Kau gak mencariku dulu
19:01Malah memblokirku
19:02Baik teruskan
19:04Lihat kau bisa bertahan berapa lama saat kita di Boston
19:07Dan kau gak kenal siapapun
19:09Gak ada yang bakal menjagam
19:10Eser langsung menyerang dan mengeluh dalam satu tarikan napas penuh kekesalan
19:14Aku gak menjawab
19:18Tapi Eser tampaknya makin marah karena
19:20Aku selesai bicara
19:22Bukalah blokirnya
19:24Aku mau keluar negeri beberapa hari dengan beberapa teman
19:27Sinyalnya gak bakal bagus
19:31Jangan cengeng
19:35Aku memutuskan dan matikan ponselku
19:38Dari seberang aku melihat Eser kembali pada temannya sambil tertati dan wajahnya muram
19:42Tanpa ragu
19:44Dia memegang tangannya Chloe dan berjalan meninggalkan gerbang
19:47Aku menghela napas panjang
19:49Berbalik dan berbelok ke kanan
19:51Aku bersikap bahagia dengan keluarga ku
19:54Sejujurnya aku baik dalam melakukan itu
19:57Aku menyembuhkan diri dengan berbagai rencana
19:59Sampai aku gak punya waktu terjerumus masalah
20:02Tentu saja aku gak memuka blokirnya Eser kayak yang dia minta
20:05Tapi Mia dan lainnya terus mengabariku tentang hidupnya
20:08Eser dan teman-temannya lagi bermain ski di Polaroa ke selama beberapa hari
20:13Entah kenapa mendadak dia mengunggah foto di sosial media setiap harinya
20:17Itu gak kayak dirinya yang gak pernah mengunggah apapun berbulan-bulan
20:21Terkadang cubrikan lambat saat dia berseluncur menuruni lering
20:25Terkadang tentang makanan
20:27Eser berlari lama
20:29Kebanyakan foto bersama
20:31Semua orang bermain salju
20:33Meski sebenarnya aku gak mau melihatnya
20:35Tapi orang terus mengirim padaku tanpa aku minta
20:38Semua orang penasaran
20:40Kenapa aku gak pergi bersama Eser
20:42Aku gak tahu mau menjawab apa-apa jadi aku katakan aku punya urusan keluarga
20:46Mia satu-satunya orang yang terus terang memanggilnya sampah
20:50Orang lain di sekitarku tampak menahan diri buat gak mengatakan sesuatu
20:54Aku tahu mungkin mereka menyadari ada yang aneh
20:57Di setiap foto bersama yang Eser unggah dia dan Chloe selalu bersama
21:01Tapi posisi di samping yang bertahun-tahun ini adalah milikku
21:06Setiap kali aku melihat foto itu ekspresiku datar tapi sesuatu di dadaku terasa mencekam
21:14Dia orang pertama yang buat aku jatuh cinta
21:16Aku benar-benar tulus mencintainya dalam waktu lama sampai aku malu
21:20Pada tengah malam waktu sendirian aku sedikit merasa hancur
21:23Dan terkadang aku merasa perasaan bodoh dan keras kepala bahwa aku gak siap buat lepaskan
21:27Tapi setiap kali perasaan itu datang aku memutar perkataan yang menampar diriku dalam hati
21:33Aku mengulanginya terus-terusan
21:35Stella jangan bersikap menyedihkan itu cara tercepat membuat dirimu semakin gak dihormati
21:41Bertahanlah sedikit lagi
21:42Begitu masa ini berakhir semuanya bakal baik-baik saja
21:46Kami gak berkontak selama sebulan itu waktu terlama sejak kami bertemu
21:49Jarak dan waktu menjadi obat terbaik
21:52Aku berjuang melewati masa terburuk dan berhasil melewati semuanya
21:56Saat aku sampai di titik ini dimana aku gak pikirkan dia setiap jam lagi
22:00Dia menukar nomor baru dan meneleponku dari negara belahan lain
22:06Jadi kau beraninya lari tanpa aku
22:08Dan pergi selama itu
22:10Musim panas hampir berakhir Stella
22:13Kau sudah lupa kalau kau berjanji mau melakukan perjalanan denganku
22:16Mungkin karena kami sudah lama banget gak saling bicara
22:19Tapi dibalik geluhannya suaranya terdengar tegang dan berhati-hati
22:24Aku masih gak mau bicara dengannya
22:26Waktu aku mau memutuskan panggilan ibunya menuju konser
22:29Stella sayang
22:30Apa kau bersenang-senang disana?
22:32Bocah ini gak mau beritahu aku apa-apa
22:35Aku baru tahu kalian lagi bertengkar
22:37Jangan terlalu keras padanya sayang
22:40Waktu kau kembali
22:41Aku bakal suruh dia minta maaf di hadapanmu
22:43Oh
22:44Eser baru dapatkan surat penerimaan hari ini
22:47Punyamu bakal segera tiba
22:48Sudah pikirkan kapan mau pulang buat pesta perpisahanmu?
22:52Aku sudah merencanakan kejutan kecil
22:54Ibunya Eser kayak keluarga kedua ku sejak aku masih kecil
22:58Aku gak sanggup memutuskan panggilan itu
23:00Jadi aku biarkan dia terus bicara
23:02Aku gak berencana membuat pesta
23:04Orangtuaku selalu berpergian
23:06Dan sejujurnya kita bisa melakukan panggilan video
23:08Kayaknya aku bakal pulang saat sekolah dimulai
23:11Aku bakal pulang sebelum pindah
23:13Aku bahkan belum selesaikan kalimatmu
23:16Eser mengambil ponsel itu
23:18Napasnya berat
23:19Aku bisa merasakan amarahnya
23:21Dari jarak tiga ribuan mil
23:23Stella
23:24Aku sudah mencarimu duluan
23:26Kau mau begini sampai kapan lagi?
23:29Kalau kau gak kembali
23:31Jangan harap aku menunggumu
23:32Aku bakal ke Boston tanpamu
23:34Dia mengancamku dengan suara dingin dan datar
23:36Menunggu dan menunggu
23:38Tanpa mendapat jawaban yang dia mau
23:40Surat penerimaanku sudah tiba di rumah
23:43Saat mereka melihat nama universitasnya
23:45Akhirnya orangtuaku baru tahu
23:47Bahwa aku mengganti tujuan universitasku
23:49Ibu ku meleponku
23:51Halo sayang
23:52Kenapa kau gak bicarakan dengan kami dulu
23:54Kalau kau mengubah universitasmu?
23:56Apa Eser tahu?
23:57Ibunya melepon pagi ini bertanya apa suratmu sudah tiba?
24:01Aku terdiam
24:05Sayang, bagaimana kami bisa tenang
24:07Kalau kau pergi ke California sendirian?
24:09Bukannya kau takut dengan serangga?
24:11Dan gak kuat panas?
24:13Kau yakin bisa mengatasinya?
24:15Ya, nantinya jangan telpon aku untuk mengurusmu ya
24:17Sekolah itu ada banyak jurusan
24:19Mia juga bakal kesana
24:21Kalian gak perlu khawatir
24:23Apa ini karena bertengkar dengan Eser?
24:26Karena itu bukan alasan pindah universitas ke negara lain
24:31Gimana kalau kau berubah pikiran dalam seminggu
24:33Dan menginginkan dia kembali
24:34Kau mau gimana nantinya?
24:36Aku memutuskan berterus terang
24:40Eser punya pacar
24:43Ayah, ibu
24:45Aku punya kehidupanku sendiri
24:47Aku gak mau kelilingi dia selamanya
24:49Jadi tolong dukung keputusanku
24:52Tolong rahsiakan ini diantara kita
24:55Orang tuaku saling bertatapan
24:57Cukup lama tanpa bicara
24:58Mereka cuma bertanya
25:00Apa aku bisa pulang lebih cepat sebelum sekolah dimulai
25:03Karena mereka mau habiskan waktu denganku
25:06Ibuku juga bilang bahwa Eser pergi lagi dengan temannya keesokan hari
25:10Setelah dia mendapat surat penerimaannya
25:12Dia bakal pergi berhari-hari
25:13Ibunya juga sering menelpon ibuku
25:15Bertanya kapan aku bakal pulang
25:17Di hari aku sampai
25:19Orang tuaku muncul di bandara
25:20Berpakaian seolah mereka hendak hadiri acara formal
25:23Aku bangun dari tidurku di perjalanan
25:26Aku menyadari mereka bawa aku ke hotel bintang 5
25:28Aku masih mengantuk saat ibuku menggenggamku dan membawaku ke lobi
25:32Dan disana, yang berdiri di tengah sana adalah Eser yang sudah gak kujumpai selama berbulan-bulan
25:38Kakiku berhenti dengan sendirinya
25:42Eser memakai jas hitam
25:44Bersandar santai di air mancur lopi
25:47Seperti sesuatu yang muncul di halaman majalah
25:50Hanya butuh satu musim panas
25:52Sisi kekanakannya langsung memudar
25:54Dia tampak persis seperti dirinya
25:56Aku selalu bayangkan bakal kaya apa setelah kami tumbuh besar
25:59Sesuatu di dadaku membuatku sesak
26:01Aku sudah menghindar selama berbulan-bulan
26:03Sekarang hal ini terjadi padaku tanpa apa-apa
26:05Stella, ini pesta perpisahan Eser
26:08Kami pikir kami harus langsung menjemputmu dan membawaku ke sini
26:11Kau bilang kau gak mau punya pesta sendiri
26:14Eser meminta orang tuanya adakan di tanggal kepulanganmu
26:18Jadi kalian bisa rajakan bersama
26:20Eser kayaknya menyadari sesuatu
26:22Karena saat dia menoleh dengan santai
26:24Tetapannya langsung tertuju padaku
26:26Jantungku berdebar kencang
26:28Kayak bisa meloncat keluar
26:30Tapi Eser melangkah mendekat ke arahku
26:33Lalu entah dari mana Chloe muncul dan mengganding lengannya
26:37Dia menarik Eser dekat dengannya
26:39Tersenyum lebar berjalan bersama menuju aku
26:42Astaga, Stella, kau sudah kembali
26:45Aku sudah lama mau bertemu denganmu
26:48Aku selalu melihatmu di dekat Eser
26:52Aku dari Epi jadi kita belum pernah bertemu dan
26:57Aku merasa sedih buat itu
26:59Ya, Eser tampak gak nyaman
27:02Kenapa kau mau berkenalan dengannya?
27:04Dia cuma ratu drama yang suka merajuk
27:08Aku kira dia bakal tinggal di tempat bibinya selamanya
27:11Dunia bakal terus berputar dan namamu bakal terlupakan
27:14Aku cuma diam
27:16Aku gak menjawab
27:17Gaun berak Chloe
27:18Bertaburan kristal kecil
27:20Dan memantulkan cahaya di ruangan itu
27:23Aku menatap diriku
27:24Kos putih, celana jean, sepatu
27:27Rambut yang sedikit berkelombang karena tertidur di pesawat
27:30Aku kayak orang yang salah belok ke minimarket
27:33Aku sudah belikan gaun buatmu sayang
27:34Kau bisa tukar baju di ruang ganti
27:36Aku mengangguk lalu menggelengkan kepalaku
27:38Gak ada gunanya, ini bukan pestaku
27:40Eser terus menatapku dengan espresi yang sulit dibaca
27:44Mata Chloe terus melirik diantara kami berdua
27:46Beruntung ada tamu yang baru tiba
27:49Chloe langsung menarik Eser buat menyapa mereka
27:51Seolah dia tuan rumah
27:52Ibu ayo masuk, aku agak lapar
27:57Itu cuma pesta kecil
27:59Eser cuma mengundang kerabat terdekat dan beberapa teman
28:02Semua orang yang kukenal tampak terkejut
28:05Saat mereka melihatku berjalan masuk
28:06Aku cuma tersenyum dan menyapa mereka
28:09Bersikap soal aku gak menyadarinya
28:11Tapi semua orang jelas merasa penasaran
28:13Antusiasme orang-orang yang melihat luar biasa
28:16Aku menyelinap keluar buat ambil udara segar
28:20Dan bisa langsung mendengar percakapan di lorong
28:22Buat membicarakan tentang Eser
28:25Tunggu, bukannya Stella bertengkar denganmu karena Chloe?
28:28Kenapa dia kemari? Mau memohon padamu?
28:31Dia cuma mudah marah dan suasana hati jelek
28:33Dia selalu kembali padaku setelah beberapa hari
28:35Kami sudah kenyal dari sejak kecil
28:37Dia gak bakal memutuskanmu
28:38Maksudku Stella hebat selalu ada buatmu bertahun-tahun
28:40Kami semburu lihat gimana dia memperlakukanmu
28:42Tapi dia sahabatmu sejak kecil
28:45Sejujurnya Stella itu luar biasa
28:48Tapi terasa agak membatasi
28:50Aku masih muda dan gak mau cuma punya seseorang
28:53Itu terlalu mudah diprediksi
28:55Aku mau melusuri ada apa di luar sana
28:57Tapi itu gak berarti aku harus memutuskan sesuatu
28:59Selama aku tahu ada seorang yang selalu ada buatku
29:00Kau memang peria pemain
29:03Setelah cukup mendengar
29:04Aku mundur diam-diam
29:06Udara sore menerpa wajahku
29:08Dan aku merasa mataku memanas
29:09Aku benci diriku
29:11Sudah habiskan bertahun-tahun
29:12Tapi masih buta melihat siapa dia sebenarnya
29:16Suasana hatiku sangat jelek sepanjang musim panas
29:19Tapi punya eser kegirangan melihatku
29:22Menghabiskan waktunya memanjakanku
29:24Gak mau melepaskan tanganku
29:26Stella
29:27Boston sangat kering di musim dingin
29:29Suruh eser bawa kau pergi belanja besok
29:31Dan siapkan beberapa pelembab yang bagus
29:33Oh gak apa
29:34Ada banyak toko di luar sana
29:36Belanja online juga sangat mudah
29:37Dia mengangguk dan menoleh pada ibuku
29:40Aku sudah pilihkan perlengkapan tempat tidur buat di asrama
29:43Ada satu buat eser dan satu buat Stella
29:45Cukup buat 4 musim
29:46Musim dingin di Boston sangat brutal
29:48Aku pilih selimut yang sangat tebal
29:50Dan belikan beberapa mantel buat Stella
29:52Kau gak perlu khawatir
29:54Ibuku memasang wajah layak dia baru menelan
29:56Itu gak bakal terpakai saat di California
29:59Tapi dia gak mau membuat orang malu
30:01Jadi ibu berterima kasih padanya
30:03Chloe duduk di sekitar sana
30:05Kayak dia menggigit dari pipinya
30:07Ibunya eser tampak gak memperhatikannya
30:09Dia terus berbicara tentang kami berdua
30:11Saat kalian di Boston
30:13Kalian jadi keluarga
30:16Eser sebaiknya kau jaga Stella dengan baik
30:18Dan jangan buat dia marah kau ngerti
30:20Eser meliriku tanpa ekspresi
30:24Dia gak butuh orang buat menjaganya
30:26Dia bahkan bisa terbang sendiri
30:27Suasana jadi tegang di saat itu
30:30Chloe langsung menyelah
30:32Oh jangan khawatir aku di Boston juga
30:34Aku bakal menjaga eser
30:35Stella bakal kuliah di California
30:37Jadi sebenarnya itu agak merepotkan
30:41Sebelum dia selesaikan perkataannya
30:43Ekspresi eser dan orang tuanya
30:45Langsung ke California
30:47Mereka semua melihatku
30:49Dan bertanya bersamaan
30:51Eser kau gak tau
30:53Itu ada di papan kehormatan sekolah
30:55Oh iya kau belum kembali ke sekolah
30:57Setiap pasang mata bersilih ganti melihatku
31:01Aku mengangguk pelan di hadapan mereka
31:04Ibuku menjelaskan
31:06Stella membuat keputusan di saat terakhir dan mengganti pendaftarannya
31:10Dia bakal masuk kampus bagus di California
31:12Sebenarnya itu jurusan yang sempurna buatnya
31:16Karena gak percaya eser memegang tanganku membuatku melihatnya
31:20Stella jelas-jelas aku melihatmu isi orang mulir
31:23Kita akan berkuliah di kampus yang sama
31:26Genggamannya semakin erat dan itu membuatku sakit
31:28Membuatku hilang kendali
31:30Iya aku menukarnya
31:31Apa hubungannya denganmu?
31:33Eser terdiam sesaat
31:35Lalu mulai tertawa
31:36Layaknya aku mengatakan sesuatu yang kolom
31:40Kau bercanda
31:41Kau ini gadis yang bakal meloncat padaku saat melihat serangga
31:44Dan kau mau pindah ke California
31:47Aku mengeluarkan ponsel dan mencari surat penerimaanku
31:50Menunjukkannya dengan jelas ke depan wajahnya
31:53Eser mengambil ponsel dan berbesar layarnya
31:55Membacanya berulang kali
31:58Akhirnya dia tertawa tanpa ada yang lucu
32:01Dia meraih pergelanganku di tengah seruan kaget
32:04Menarikku keluar dari ruangan makan
32:08Dia menarikku ke sebuah ruangan dan mengunci pintunya
32:11Eser memposisikan dirinya dekat denganku
32:14Membuatku gak bisa pergi dan menyerangku dengan geros
32:16Stella, kau gak bisa dipercaya
32:18Kau marah sampai lupa sama semua rencana kita
32:21Dan tanpa pengetahuanku kau bakal berkuliah di luar negeri
32:23Aku mengakat kepalaku
32:25Aku mengambil nafas dan memandangnya lurus
32:27Aku punya rencanaku sendiri
32:30Sejak kapan aku harus merancang masa depanku sesuai kemauanmu?
32:33Eser, jujurlah pada dirimu
32:35Kau marah karena rencananya gagal?
32:38Atau kau marah karena aku gak bakal jadi wanita yang bisa kau andalkan lagi?
32:43Wajahnya menjadi pucat
32:44Apa maksudmu?
32:45Bisa gak jangan bicara kayak gitu?
32:47Kita sudah dewasa
32:49Malam itu jelas-jelas atas kesepakatan kita sendiri
32:51Kau serius mau membahas itu?
32:52Aku malu tapi aku tetap menatapnya
32:55Eser, kau bisa mengatakannya kalau kau menyukai orang lain?
32:58Aku bukan wanita gak tau malu yang bakal terus menempelimu
33:01Tapi kau tau kau gak menyukaiku
33:03Dan kau cuma melihatku masuk ke dalam curang api itu
33:05Apa itu menyenangkan bagimu?
33:06Sampai sekarang dia masih gak ngerti
33:08Orang gak bakal ucapkan selamat tinggal
33:10Sampai mereka beneran hilang harapan
33:11Wajahnya memerah
33:12Aku mengatakan sesuatu yang membuat wajahnya menjadi merah padam
33:15Itu membuatnya terhuyung
33:16Apa kau mendengar apa yang kukatakan?
33:20Dia gak bisa selesaikan kalimatnya
33:23Stella, kita sudah saling kenal sejak 8 tahun dan sekarang kita 18 tahun
33:27Kalau kau memilih pergi dari apa yang kita punya
33:30Kita gak perlu berteman lagi
33:32Dia langsung berbalik dan pergi dari hotel
33:42Dari hari itu sampai aku pergi berkuliah
33:45Aku gak pernah bertemu Eser lagi
33:47Mia mengirim tangkapan layar foto resminya dengan Chloe
33:50Aku langsung hapus tanpa melihatnya
33:52Aku mengulakir semua teman yang berhubungan sama dia
33:55Sungguh gak ada gunanya mengikuti mereka lagi
34:01Satu-satunya pengecualian saat aku terbang ke California
34:04Tentu saja karena alam semesta punya humor yang buruk
34:07Aku bertemu dengan Eser di bandara lagi dengan Chloe menempel di sisinya
34:11Saat kami berpapasan
34:13Dia menyapa orangtuaku dengan kaku dan berjalan pergi
34:16Jelas masih marah
34:17Dia gak melirikku
34:19Kami berpencar
34:20Gak ada dari kami yang menoleh ke belakang
34:22Sebelum sampai di antrean pemeriksaan
34:24Aku melirik dan melihat Eser yang bakal terbang
34:27Dia memberiku tatapan yang datar dan dingin
34:29Lalu menghilang dari pintu tanpa menoleh ke belakang
34:31Orang yang selalu berada di setiap tahap pertumbuhanku
34:35Akhirnya kami selesai
34:36Akhirnya tujuan kami berbeda
34:39Aku harap kau berjalan lancar
34:41Aku mengatakan itu pada diriku sendiri
34:43Setelah waktu yang lama sudah berlalu
34:45Kami gak mendengar tentang satu sama lain lagi
34:48Aku meminta orangtuaku agar gak mengungkit tentangnya dan tentangku di hadapan keluarganya
34:54Selama liburan tahun baru
34:56Seorang gadis SMA datang mengunjungiku
34:58Dia gak begitu
35:00Dingin, fokus, berprestasi kayak saat SMA
35:03Dia sudah berbeda
35:07Sejujurnya kalau kau bertemu dia sekarang
35:09Kau gak bakal mengenalinya
35:11Aku cuma diam
35:12Mia melendangnya dari bawah kaki dan mengubah topik pembicaraan kami
35:16Gadis itu menghentikan obrolannya
35:18Kita menghitung mundur tahun baru di tepi lantai
35:21Mia menyuruhku membuat harapan
35:22Semoga di tahun baru orangtuaku sehat dan dapat keliling dunia
35:26Aku sadar ini pertama kalinya aku membuat harapan yang gak ada hubungannya dengannya
35:30Setelah selama 6 tahun dalam hidupku
35:33Aku selalu membuat harapan tentangnya dengan cara tertentu
35:36Mia, selamat tahun baru
35:39Aku sangat bahagia
35:40Aku tahu aku sudah melepaskannya
35:45Liburan musim dingin pertama
35:46Aku gak bisa menahan rinduku sama orangtuaku
35:49Begitu ujian terakhirku selesai
35:52Aku langsung terbang pulang ke rumah
35:53Aku gak menyangka esar datang ke bandara bersama orangtuaku buat menjemputku
35:58Setelah berpisah setengah tahun kami berdua berubah
36:02Dia lebih kurus mewarnai rambutnya
36:04Tapi tetap tampan sampai buat jengkel
36:06Aku selalu buruk dalam menilai orang
36:09Tapi bukan seleraku jadi masalahnya
36:11Kenapa lagi kalau bukan membuatku senang sejak kami berumur 5 tahun
36:15Hei esar
36:16Dia menatapku kayak aku bicara di bahasa lain
36:19Kami bertemu di luar
36:21Dia memaksa buat ikut membantu
36:23Aku tersenyum dan melambaikan tanganku
36:26Gak masalah
36:27Di mobil, aku langsung menceritakan semua kelucuan yang terjadi di sekolah
36:32Orangtuaku ikut sepanjang perjalanan
36:34Gak ada yang perhatikan esar
36:38Kau sudah bekerja keras
36:39Sampaikan salam kami pada orangtuaku
36:41Dia kayaknya mau masuk ke dalam waktu kami pulang
36:43Kami bertiga menyuruhnya pulang dengan sopan
36:46Nenek dan bibiku datang buat habiskan liburan tahun itu
36:49Malam tahun baru sangat meriah bersama keluarga
36:52Setelah makan malam, para kerabat tua duduk di depan televisi
36:56Sementara kami saling mengajari permainan kartu
36:59Saat itulah esar muncul di pintu dengan orangtuanya dan membawa banyak barang
37:03Malam ini rumah kami agak sepi
37:05Ku harap kalian gak keberatan kami bergabung
37:10Malam ini rumah kami agak sepi
37:13Ku harap kalian gak keberatan kami bergabung
37:15Ibunya esar tertawa saat berjalan masuk
37:17Setiap tahun kedua keluarga kami menghabiskan liburan bersama
37:20Karena semua yang sudah terjadi
37:22Tahun ini ibuku menolak undangannya buat makan malat bersama
37:25Tapi kau gak bisa menolak orang yang datang begitu mereka sudah ada di pintu
37:29Esar menenangkan dirinya secara alamiah
37:31Sepupuku gak tahu tentang drama dan terus menggoda kami seperti biasanya
37:35Aku menertawainya
37:37Itu bukan kayak yang kau pikirkan
37:39Ekspresi esar menjadi agak datar
37:42Saat tengah malam kami keluar buat bermain kembang api
37:45Dia meraih lenganku dan dia kayak hendam mengatakan sesuatu
37:49Lalu ponselku berdering
37:51Wajahku tampak sedikit hangat
37:53Itu pria dari klub sekolahku
37:55Hai Stella
37:56Aku agak bosan
37:58Cuma mau mengucapkan selamat tahun baru
38:00Seorang bocah lokal bernama Jake
38:03Dia tampan juga
38:04Tapi bukan karena dingin dan cuek
38:06Tapi karena selalu menertawakan segalanya
38:08Membuatmu tertawa setiap ada di dekatnya
38:11Dia gak pernah kehabisan topik
38:13Dan selalu punya cara membuatku kehilangan kendali
38:16Karena hal gak terduga
38:17Kami mengobrol akal lama
38:19Akhirnya dia memutuskan panggilan
38:21Ekspresi berdiri di belakangku dengan wajah kayak awan badai
38:24Pacarmu
38:27Belum, ku rasa
38:33Belum, ku rasa
38:34Aku memikirkannya dan menjawab jujur
38:36Aku pikir dia sudah selesai
38:38Tapi dia menambahkan
38:39Pria asing gak bisa diandalkan
38:42Kau harus mencari pria lokal
38:43Seseorang yang kau kenal
38:47Aku menganggup
38:48Sesuatu kayaknya mendarat di tempat yang lembut
38:51Kau benar
38:51Kita memang gak bisa menebak orang
38:53Aku bakal berhati-hati
38:54Ekser terdiam juga lama
38:57Aku pikir dia sudah selesai
38:59Aku gak memikirkan tentang itu
39:01Makasih buat sarannya
39:03Tapi kau harus pikirkan tentangmu juga
39:05Dia selalu bersikap gak bisa diprediksi
39:07Setelah itu aku habiskan waktu melompat-lompat
39:10Mengunjungi kerabat dengan nenek dan orang tuaku
39:12Lalu kami melakukan perjalanan darat
39:14Aku baru saja pulang
39:15Aku bahkan gak pernah berpapasan dengan Ekser sekalipun
39:18Liburan itu singkat dan aku pun kembali ke sekolah
39:20Tapi keesokan harinya setelah aku tiba
39:22Ekser berdiri di depan gerbang kampusku
39:27Ekser, kau ngapain disini?
39:29Aku mau lihat kayak apa sekolahmu
39:33Dan memeriksa keadaanmu disini
39:36Aku baik banget
39:37Makanan disini luar biasa
39:39Kau harus cari tempat dan mencobanya
39:41Stella
39:42Mau gak makan denganku sekali ini?
39:47Maafkan aku sobat
39:48Aku sudah pesankan tempat buat Stella
39:50Kau harus mengantri
39:51Stella
39:53Kau kembali ke sekolah lebih cepat demi dia kan?
39:58Maaf Ekser
39:59Kami mau pergi makan
40:00Sampai jumpa
40:01Ayo
40:02Bukankah kau bilang tempat itu jauh?
40:04Jangan diam saja
40:05Ekser masih berdiri
40:06Di gerbang kampus dan melihat kami
40:08Di bawah bayangan pohon
40:10Dia tampak sangat kesepian
40:12Mendadak dia mulai selalu muncul di duniaku
40:15Aku gak tau apa alasannya kepada sekolahnya
40:18Tapi dia terus muncul di California
40:19Dia mulai muncul dengan bunga
40:22Tas
40:22Perhiasan
40:23Dan aku selalu menolaknya
40:25Ketika gak ada yang bisa dilakukan
40:27Dia cuma duduk di luar asram aku
40:29Dan menolak pergi apapun yang terjadi
40:31Berapa kalipun aku bertanya
40:33Setiap kali dia berhasil menemuiku
40:35Dia akan berjalan di sisiku ke kelas
40:37Lalu mengikutiku ke ruang makan
40:39Jack tampak sedih karena kejadian ini
40:41Ibunya Ekser terus telepon
40:43Dan mengirimku pesan dari berbagai sudut pandang
40:45Dia memohon padaku
40:47Agar bicara rasional padanya
40:49Aku sudah muak
40:50Aku beneran gak paham
40:52Apa yang Ekser pikir sedang lakukan
40:54Stella
40:54Kenapa Jack boleh mengejarmu
40:56Dan aku gak
40:57Apa alasannya?
41:00Dia cuma mengenalmu beberapa bulan
41:02Aku sudah mengenalmu beberapa tahun
41:05Gak ada orang yang lebih kenal kau daripada aku
41:08Bahkan orang tuamu
41:09Dan gak ada orang yang lebih baik buatmu selain aku
41:17Ekser
41:18Kau ingat apa yang sudah kau lakukan?
41:22Tanyakan dirimu dengan jujur
41:23Pernahkah kau perlakukan perasaanku layaknya itu hal penting?
41:29Kau cuma suka rasa egoismu
41:31Karena aku mengecarmu
41:32Kau tahu aku gak bakal pergi apapun yang terjadi
41:35Jadi kau memperlakukan hatiku sesukamu
41:39Benar aku sudah berbuat kesalahan
41:41Aku masih muda
41:42Aku mengira seluruh dunia bakal menungguku
41:44Aku juga gak mau merasa terikat dengan seseorang
41:47Aku berhutang maaf padamu Stella
41:50Maaf
41:52Tapi meskipun kau memperlakukan aku kayak orang asing
41:54Bolehkah aku punya kesempatan memulai ulang
41:56Dan mendapat kamu lagi?
41:57Setelah kau pergi
41:58Aku sadar aku gak bisa hidup tanpamu
42:01Aku gak bisa bayangkan melangkah maju
42:03Tanpa punya orang buat berbagi
42:05Sejujurnya
42:06Sejak kau pergi
42:07Aku menyadari bahwa perasaan saling berbalas
42:10Gak mengharuskan kau merasa gak berarti
42:12Aku bisa menjadi diriku
42:13Aku gak perlu memutar suasana hatiku di sekitar orang ketika aku menyadari itu
42:17Aku mulai bertanya apa yang aku rasakan
42:20Waktu itu adalah cinta sejati
42:22Atau hanya karangan versi diriku yang masih muda dan polos
42:26Tapi
42:28Tapi
42:30Kita sudah berjanji
42:34Kita berjanji bakal ke kampus bersama
42:36Keluyah ke luar negeri bersama
42:37Menjalani dunia bersama
42:38Apa kau mau pergi dari semua itu?
42:41Stella kau rela tinggalkan itu semua
42:44Kau yang duluan mengingkar janji
42:46Aku sudah menemukan seseorang yang ingin aku ajak melakukan semua itu
42:52Berhenti Stella tolong berhenti
42:59Mungkin kau gak beneran jatuh cinta padaku
43:02Mungkin kau gak bisa menerima kehilangan
43:04Eser sejujurnya
43:06Ini waktunya kau buat melangkah maju
43:11Aku gak menunggu jawabannya
43:13Jake sudah menunggu di jalan seberang cukup lama
43:16Aku berlari kecil kesana dan dia langsung ngampirku dan meraih tanganku
43:20Akhirnya kau sudah singkirkan mantanmu?
43:23Iya
43:23Apa dia tahu kalau aku punya pemesmi serangga
43:26Sedangkan dia tidak punya?
43:29Semua orang harus melewati perpisahan
43:31Sedangkan kami
43:33Akhirnya sudah selesai dan berakhir
43:36Hilang kayak hujan
43:38Semua orang lagi mengucapkan perpisahan
43:41Dan kayak gitu
43:42Akhirnya kami berdua
43:44Berakhir menyebar kayak hujan
43:46Altyazı M.K.
Comments