Skip to playerSkip to main content
  • 9 minutes ago
Welcome to our channel! Here you’ll dive into daily short-drama scenes filled with emotion, passion, conflict, and unexpected twists. Each clip is crafted to pull you into the story and keep you watching until the very last second. 👉 Follow us and don’t miss the next intense and dramatic episode!
Transcript
00:04All depends on you now.
00:07Ayo.
00:10Hati-hati di jalan.
00:19Sopir, ke Bandara Medica.
00:25Tuan Chandra, Dr. Hadi sudah berangkat.
00:28Perkiraan, tiba di Jakarta dalam 2 jam.
00:32Baik, terima kasih atas usahaan dan Direktur Lim. Sudah repot-repot mengurus AIHaku.
00:37Singkronkan jam.
00:39Lakukan pengecekan.
00:42Penerbangan dari Medica menuju Jakarta akan tiba dalam 2 jam.
00:46Tim A, pastikan penerbangan ini berjalan lancar.
00:49Tim B, ikut Arya ke Bandara untuk menjemput dengan segala cara jamin operasi berjalan normal.
00:57Sopir, operasi ini rahasia.
00:59Jika ada yang mencurigakan, laporkan langsung padaku.
01:03Siapa yang bocorkan informasi hukum keluarga berlaku?
01:07Rangkap.
01:09Direktur, Tuan Chandra itu pahlawan yang jasainya luar biasa.
01:12Operasi ini menyangkut nyawa beliau.
01:14Bahkan menyangkut keluarga Chandra.
01:16Anda beneran yakin?
01:18Biarkan.
01:19Dokter Hadi pergi sendiri ya?
01:21Soalnya ini mendadak.
01:23Ngatur pesawat khusus juga gak sempat.
01:25Lagipula status Tuan Chandra itu sensitif.
01:27Urusan ini sangat amat rahasia.
01:30Bahkan cucu-cucu keluarga Chandra pun tak tahu.
01:32Jadi makin sederhana makin baik.
01:34Untungnya dokter Hadi sudah ahli dalam operasi semacam ini.
01:37Asal sampai dengan selamat, pasti tak ada masalah.
01:42Semoga semuanya lancar.
01:48Permisi.
01:49Silahkan.
01:50Penerbangan ke Jakarta masih berapa lama lagi?
01:51Masih 10 menit.
01:52Baik, terima kasih.
01:58Sayang, aku bentar lagi naik pesawat.
02:01Kira-kira 2 jam lagi sampai Jakarta.
02:03Kamu harus beli hadiahnya sambil menungguku ya.
02:05Tenang, udah siap dari tadi.
02:07Nanti udah mendarat telpon lagi ya.
02:09Oke sayang, kamu yang terbaik buatku.
02:15Perjalanan ke Jakarta kali ini,
02:16urusan pernikahan umum dengan Dito Chandra bisa dibilang pasti banget.
02:20Keluarga Darmawan kita bakal ikut naik kelas.
02:22Tentu saja.
02:23Keluarga Chandra itu keluarga besar di Jakarta.
02:25Tuan Chandra itu tokoh negara yang terkenal.
02:30Begitu aku jadi menantu keluarga Chandra,
02:32keluarga kita bisa dibilang setengah bangsawan.
02:34Utang miliaran yang kita pinjam dari rentenir,
02:37nanti tinggal bilang suamiku,
02:39langsung dibayar keluarga Chandra.
02:41Bagus sekali.
02:44Ayo ibu kita naik.
02:46Nah, kamu naik dulu.
02:47Ibu mau ke toiletnya.
02:48Jadi aku tunggu di pesawat ya.
02:51Maaf ya.
02:53Sialan, buru-buru banget.
02:54Kenapa sih?
03:17Siapa yang suruh tutup pintu?
03:18Nggak lihat, masih ada yang belum naik.
03:20Nyonya, mohon minggir.
03:22Pesawat akan segera lepas landas.
03:23Itu bahaya kalau Anda begini.
03:25Eh!
03:27Apa maksudnya lepas landas?
03:29Ibuku belum naik pesawat.
03:30Siapa yang izinkan lepas landas?
03:32Aku peringatkan kamu.
03:33Beritahu pilotnya.
03:34Suruh dia tunggu sebentar.
03:35Nyonya, sesuai peraturan,
03:36penerbangan kami harus tepat waktu.
03:39Peraturan?
03:40Hari ini aku yang ubah peraturannya.
03:42Dengar baik-baik.
03:43Kalau ibuku belum naik,
03:44jangan harap pesawat ini bisa terbang.
03:46Nona, jangan cari masalah.
03:48Aku buru-buru mau rapat setelah mendarat.
03:50Iya, Nona.
03:50Nah, banyak orang yang buru-buru.
03:52Masa karena ibu Anda seorang?
03:54Kami semua jadi terganggu.
03:56Buru-buru?
03:57Kenapa nggak sewa pesawat pribadi aja?
03:59Nunggu sebentar nggak bikin mati?
04:00Nona, tolong jangan ganggu jadwal benar banget.
04:03Aku ada urusan penting banget.
04:05Tak boleh tertunda sedetik pun.
04:07Urusan penting?
04:08Orang rendahan kayak kalian punya urusan penting apa?
04:12Hari ini bahkan jika langit runtuh,
04:14kalian harus tetap menunggu buat ruh.
04:18Gimana kalau gini?
04:20Uang tiket kalian ku ganti.
04:23Mau menghina siapa?
04:25Aku nggak butuh duit eceh gini.
04:26Kenapa kau seenaknya gitu?
04:29Itu ibumu sendiri yang terlat.
04:32Kamu tega lihat semua penumpang menanggung kesalahanmu.
04:35Iya, benar.
04:36Kamu bisa nggak bikin kami juga?
04:38Bisa nanggung kesalahanku dan ibuku,
04:40justru itu kehormatan bagi kalian.
04:41Kalian tahu aku siapa?
04:44Nona, aku nggak peduli kamu siapa.
04:46Tapi kamu juga nggak bisa egois merugikan hak kami demi kepentinganmu.
04:49Aku ini dokter.
04:50Buru-buru mau selamatkan pasien.
04:52Waktuku sangat mendesak.
04:53Sudah tertunda 10 menit.
04:54Kalau sekarang nggak berangkat, akan terlambat.
04:56Pasien apa sih lemah banget?
04:58Nunggu 10 menit udah bilang telat.
05:00Kalau gitu, mampus aja sekalian.
05:02Kamu...
05:02Kamu ini nggak masuk akal.
05:05Masa gara-gara kamu, semua orang harus mengenai imbasnya?
05:08Bisa nggak punya empatis sedikit?
05:09Tahu nggak keterlambatan gini bisa merugikan semua orang?
05:12Oh, kerugian ya?
05:16Intinya kalian cuma mau uang, kan?
05:21Cukup nggak?
05:24Cukup nggak?
05:27Sekarang puas, kan?
05:29Ambil uang ini, terus duduk manis di kursi.
05:33Nona, uang bukan segalanya.
05:34Nggak semuanya bisa dibeli.
05:36Eh, seraka banget sih.
05:37Eh, yaudah nih.
05:43Delapan puluh juta.
05:46Cukup nggak?
05:50Tuhan, pesawatnya terlambat 10 menit.
05:53Cepat hubungi dokter Hadi.
05:55Tanyakan ada masalah apa.
05:57Baik, saya hubungi sekarang.
06:02Kamu.
06:08Halo?
06:08Dokter Hadi, saya asisten pribadi Tuan Chandra.
06:11Kita pernah bertemu.
06:12Saya mau tanya, kenapa pesawat Anda belum terbang?
06:16Ada penumpang yang keluarganya terlambat.
06:18Sekarang membuat keributan.
06:20Saya akan hubungi bandara, biar mereka yang urus.
06:23Eh, Nona, itu ibumu bukan?
06:27Nggak usah.
06:29Ibu itu sudah datang.
06:31Oke, baik.
06:32Nanti saya akan bawa orang jemput Anda lebih awal di bandara.
06:34Sampai ketemu.
06:35Ibu!
06:36Nyonya, cepatlah.
06:37Pesawat mau berangkat.
06:39Kenapa sih?
06:40Buru-buru amat emang bisa bikin mati.
06:43Hmm.
06:44Hmm.
06:56Permisi.
06:57Berapa lama lagi mendarat?
06:5920 menit lagi, Pak.
07:01Oke, terima kasih.
07:17Ibu, kenapa, Bu?
07:20Kau nggak bisa dibuka sih?
07:22Ramugari, Ramugari.
07:25Ada yang bisa saya bantu?
07:28Aku nggak enak badan.
07:30Dada rasanya sesak banget.
07:31Cepat buka jendelanya, biar aku bisa hirup udara.
07:34Maaf, Bu.
07:35Jendela pesawat emang dari sananya tidak bisa dibuka.
07:39Pesawat apaan ini?
07:41Jendelanya aja tak bisa dibuka.
07:43Hati-hati ku laporin kamu.
07:44Saya sungguh maaf.
07:47Tadi belagu banget.
07:49Kirain anak orang kayak siapa.
07:50Ternyata cuma orang kampung.
07:52Bahkan anak berusia 3 tahun pun tahu.
07:54Jendela pesawat nggak bisa dibuka.
07:56Malu-maluin banget sih.
07:59Kalian ngomong apa?
08:00Diam!
08:02Ibu, Ibu, Ibu kenapa?
08:05Ibu nggak enak badan.
08:08Ibu, Ibu!
08:09Ramugari, cepat kesini!
08:13Ibu, ini kenapa?
08:15Ibu, kenapa nih?
08:16Pedumpang ini butuh pertolongan segera atau bisa berakibat fatal.
08:20Ya udah cepetan tolongin dong.
08:22Dengar ya, kalau Ibu kekenapan apa semua kru di sini harus tanggung jawab.
08:27Semua kru di sini harus tanggung jawab.
08:31Apakah ada dokter di pesawat ini?
08:33Atau penumpang yang paham medis?
08:35Ada penumpang yang butuh pertolongan medis.
08:39Tugas utamaku mengantar ginggal dengan aman untuk operasi Tuan Chandra.
08:44Tapi...
08:45Gawat, kondisi penumpang makin kritis.
08:47Ada dokter di sini?
08:48Atau yang paham medis?
08:49Tolong.
08:50Ini darurat.
08:51Ibu!
08:54Saya dokter.
08:59Eh, mas.
09:01Dia tadi kasar banget ke kamu.
09:03Kok masih mau bantu?
09:04Dengar gak?
09:05Dia bilang dia dokter.
09:08Permisi, mas.
09:09Kamu dokter?
09:10Iya.
09:11Kamu dokter, masa tegak gak menolong?
09:13Harus menolong kamu.
09:15Iya, benar.
09:16Tadi waktu lempar uang ke muka.
09:18Kenapa sekarang malah minta tolong?
09:19Minta tolong tapi kasar.
09:21Pantas sekali tolong.
09:22Dokter, tadi aku salah.
09:24Maafkan aku.
09:25Tolong selamatkan ibuku.
09:27Hah?
09:28Permisi sebentar.
09:29Aku dokter.
09:30Gak boleh diam saja.
09:32Permisi sebentar.
09:33Aku dokter.
09:34Gak boleh diam saja.
09:35Eh, bukannya kamu...
09:38Aku jelasin dulu ya.
09:39Dalam proses pertolongan, bisa terjadi komplikasi.
09:42Kau harus siap mental.
09:43Eh, iya oke.
09:44Apapun yang terjadi bukan tanggung jawabmu.
09:46Cepat, cepat.
09:47Baik.
09:52Ini henti jantung.
09:54Ayo cepat.
09:55Baringkan dia di lantai.
10:06Aku akan lakukan CPR.
10:08Tapi, wik.
10:09Fasilitas di sini terbatas.
10:10Kalau gak berhasil...
10:11Aku tahu, aku tahu.
10:13Bukan salah Anda.
10:14Saya gak akan menyalahkan Anda.
10:15Baik.
10:21Ibu.
10:42Ibu.
10:43Ibu sadar.
10:44Ibu.
10:44Ibu.
10:45Aku kenapa?
10:47Tadi ibu kritis.
10:48Terus ditolong bapak ini.
10:50Ibu.
10:51Aku bantu duduk dulu ya.
10:56Ibu.
10:59Ibu.
11:00Kenapa lagi?
11:02Kayaknya tulang rusuk ibu Ahta.
11:04Loh.
11:05Katanya tadi sudah sembuh.
11:07Waktu pertolongan tadi.
11:08Gak sengaja tertekan.
11:10Tapi...
11:12Nolong orang kau sampai bikin tulang patah.
11:14Dokter brengsek macam apa sih?
11:43Dokter brengsek macam apa sih?
11:44Aku.
11:44Itu tadi.
11:45Sekarang mau ngelak gitu aja.
11:47Sudah-sudah.
11:48Yang penting pasien selamat.
11:50Selamat?
11:50Lihat ibuku seperti ini kelihatan selamat.
11:53Skill payah gitu berani ngaku dokter.
11:55Aku sampai merendahkan diri minta tolong.
11:59Ternyata...
11:59Cuma sampah menjijikan.
12:01Kamu.
12:02Kamu ini beneran.
12:04Brengsek dan gak tahu malu.
12:05Nona, Anda sudah keterlaluan.
12:08Kalau bukan karena bapak ini,
12:10ibu Anda mungkin sudah gak tertolong.
12:13Siapa yang kamu kutuk?
12:14Ibumu yang mati.
12:16Nona.
12:16Diam.
12:16Aku lagi bicara.
12:18Mana boleh pramugari rendah seperti kalian nyilang omonganku.
12:21Dengar ya.
12:23Mau itu satu tulang rusuk ibuku
12:25atau sehelai rambut ibuku,
12:26semuanya lebih berharga daripada nyawamu.
12:28Selagi ibuku masih sadar,
12:30cepat sujud dan ketuk kepala tiga kali.
12:32Kalau enggak,
12:33kamu bakal nyesel.
12:35Tadi harusnya gak usah ditolong.
12:37Orang kayak gitu gak punya hati nurani.
12:39Aku udah menolong ibumu.
12:41Kamu malah maksa aku sujud minta maaf.
12:43Cuma gara-gara gak sengaja menekan tulang rusuk ibumu.
12:46Cuma gara-gara tadi waktu minta tolong,
12:48kamu merendahkan diri sebentar?
12:49Iya.
12:50Seumur hidupku,
12:52belum pernah ada yang bikin aku merendahkan diri seperti tadi.
12:55Aku kesel banget.
12:56Terus kenapa?
12:56Sekarang juga sujud dan minta maaf.
13:00Maaf aku gak bisa.
13:02Eh, gak bisa ya?
13:04Eh, jangan.
13:05Eh, aku hancurin ini sekarang.
13:08Tadi aku lihat barang ini sangat penting buatmu, kan?
13:12Isi kotak ini menyangkut nyawa tokoh penting.
13:16Sebaiknya jangan main-main.
13:17Berani-beraninya,
13:18ngaku penting di depanku.
13:20Justru aku mau main-main, eh?
13:22Eh, jangan, jangan.
13:23Eh, kalau gak mau ku jatuhkan,
13:26cepat sujud dan minta maaf.
13:28Keterlaluan, aku gak tahan di hati ini.
13:30Ayo kita bantu rebut.
13:31Aku lihat siapa yang berani.
13:32Aku ini menantu keluarga Chandra di Jakarta.
13:35Siapa berani sentuh aku, akan ku hajar.
13:37Keluarga Chandra memang gak bisa diusik.
13:39Eh, kamu bilang,
13:41kamu menantu Tuan Chandra Wijaya?
13:44Kenapa emang?
13:46Akhirnya tahu takut juga kalian orang rendahan.
13:49Tuan Chandra Wijaya,
13:50dihormatisi antara negeri,
13:51dicintai rakyat.
13:52Sebagai menantu keluarga,
13:53kamu malah sombong dan semena-mena gini.
13:55Pakai kekuasaan untuk menindas orang.
13:57Aku memang semena-mena,
13:58terus mau apa?
13:59Aku memang menindas orang,
14:01terus kamu bisa apa?
14:02Dengar ya,
14:03sekarang juga bersujud,
14:05atau akan ku jatuhkan.
14:07Jangan, jangan.
14:08Sekarang demi menyelamatkan Ginjal,
14:10aku harus jujur sama kamu.
14:12Aku beritahu sejujurnya.
14:13Isi kotak ini,
14:15itu Ginjal untuk kakek tunanganmu.
14:17Tuan Chandra Wijaya,
14:19kalau Ginjal ini rusak,
14:21Tuan Chandra tak bisa diselamatkan.
14:24Wah,
14:25demi gak mau bersujud,
14:26bisa-bisanya ngarang cerita.
14:28Ada tulisan nama di atas kotaknya.
14:30Kamu suruh aku lihat,
14:32emang aku anak kecil.
14:33Sebelum aku ngaku menantuk keluarga Chandra,
14:35kenapa gak bilang ini Ginjal Tuan Chandra?
14:38Aku sumpah gak bohong.
14:40Diam,
14:41jangan banyak alasan.
14:42Gak mau sujud ya?
14:44Oke,
14:44kamu yang cari masalah.
14:46Jangan.
14:54Dia kejam sekali.
14:56Syukurlah kotaknya gak rusak.
14:59Belum juga suci pinta maaf,
15:01udah mau ambil gitu aja.
15:02Kamu.
15:03Pesawat mengalami turbulensi.
15:05Mohon kedua penumpang kembali ke kursi.
15:07Tapi.
15:08Kalau ada yang penting, Pak,
15:09bisa diselesaikan setelah pesawat mendarat.
15:12Hmm.
15:32Segera hubungi medis untuk siapkan operasi.
15:35Setelah jemput dokter Hadi,
15:36langsung ke ruang operasi.
15:37Siap.
15:43Nona,
15:44tolong kembalikan kotak pendingin ini.
15:46Keluarga Chandra udah nunggu di luar.
15:49Masih mau membodohiku?
15:50Aku gak bohong.
15:51Sopir pribadi Tuan Chandra yang menjemputku.
15:54Terus aku percaya gitu?
15:55Jalan menantap keluarga Chandra kayak aku aja.
15:58Belum tentu bisa juru meliau jemput langsung.
16:01Kamu pikir kamu siapa?
16:02Kamu.
16:08Halo?
16:09Siska, kamu sudah mendarat?
16:10Iya, baru aja.
16:12Masih di landasan nih.
16:13Aku ngerasa kayak bakal kejadian sesuatu.
16:15Kamu sama tante baik-baik aja.
16:16Ada sedikit masalah sih.
16:18Tapi tenang aja.
16:19Bisa kok atasi sendiri?
16:20Oh iya, aku ada urusan mendarat.
16:22Gak bisa jemput.
16:22Sudah kusur kakakmu Hendra untuk menjemputmu.
16:24Nanti hubungi dia ya.
16:25Eh sayangku,
16:26aku ketemu orang kampungan di sini.
16:29Bilang kakekmu kritis dan sedang dioperasi.
16:31Ini beneran atau palsu sih?
16:34Maco.
16:35Kakekku dioperasi kok aku gak tau?
16:37Kamu aja gak tau.
16:38Nah kan,
16:39ternyata bohong.
16:41Penipu ini udah jelas mengelabuhiku.
16:43Berani kutuk kakekku.
16:44Mau mati.
16:45Tenang, tenang sayang.
16:47Aku yang akan urusi si bajingan ini.
16:50Hai bajingan.
16:51Berani sekali kamu berbohong.
16:53Hah?
16:53Berani mengutuk kakek Chandra mati?
16:55Nyawamu ada berapa biji?
16:57Status Tuan Chandra itu sensitif.
16:59Operasi beliau itu sangat amat rahasia.
17:02Mungkin tunanganmu belum tau.
17:06Masih aja ngotot?
17:08Tunanganku itu cucunya.
17:09Dia aja gak tau,
17:10siapa lagi yang tau?
17:11Yang menjemput aku itu orang Tuan Chandra.
17:13Kalau tak percaya,
17:14tanya aja sendiri.
17:17Tanya-tanya apaan?
17:18Kamu jelas bohong.
17:20Masih aja ngeles.
17:21Dengar baik-baik.
17:23Sekarang juga bersujud dan ketuk kepala minta maaf.
17:25Bukan.
17:26Tiga kali lagi.
17:28Tapi enam kali.
17:29Tiga untuk minta maaf pada ibuku.
17:32Tiga untuk kakek tunanganku.
17:34Kamu keterlaluan.
17:36Kok masih ada aja orang sejahat ini ya?
17:38Apa keluarga Chandra boleh semena-mena gini?
17:42Tuan Chandra dihormati seanteron negeri.
17:45Kok bisa cucunya dapat tunangan macam ini?
17:47Ini tuh ibu kota.
17:50Kekuatan keluarga Chandra tak tertandingi.
17:52Satu kata dari ku aja bisa mengurung kalian di bandara.
17:57Nona, aku bersumpah.
17:59Semua yang ku katakan benar.
18:01Kalau gak percaya, bisa ikut aku keluar.
18:03Nanti akan lihat orang keluarga Chandra.
18:06Siapa kamu bisa nyebut nama keluarga Chandra?
18:09Gak mau sujud ya?
18:11Mau ngapain kamu?
18:12Aku bilang sujud gak?
18:14Aku peringatkannya, kalau kamu injak kotak itu dan ginjal di dalamnya hancur,
18:19Tuan Chandra akan tamat.
18:21Aku bilang kamu sujud gak?
18:23Kamu berani mengancamku?
18:24Aku bilang sekali lagi sujud gak?
18:27Dengar ya, kesabaranku juga ada batasnya.
18:30Harusnya tiga kesempatan.
18:31Kalau kamu masih gak mau sujud, aku injak sekarang juga kotak pendinginnya.
18:35Baik, punya nyali juga kamu.
18:40Eh, keterlaluan.
18:42Kenapa sih mukul sekeras itu?
18:43Kalau gini terus, bisa-bisa ada yang mati tau.
18:45Dia berani kutuk Tuan Chandra.
18:47Sebagai calon menantuk keluarga Chandra,
18:49sekalipun kubunuh dia, itu sudah sepantasnya.
18:52Kalian, berani ngoceh lagi.
18:55Aku kubur kalian bareng dia.
19:03Cepat, jemput Dr. Hadi.
19:05Bawa dia dan ginjal ke ruang operasi secepat mungkin.
19:07Siap, ayo.
19:18Aku sangka, ada orang sebengal ini.
19:23Dengar ya, kamu bakal kena batunya nanti.
19:27Masih berani mengutukku?
19:28Oke, kamu gak mau sujud ya?
19:30Akanku lihat, mana yang lebih keras, tulangmu atau kotak musuk ini?
19:34Jangan.
19:36Aku bersujud.
19:41Ini akibat kamu ganggu putriku.
19:46Sujudlah.
19:49Aku bersujud.
19:55Udah cukup?
19:57Belum ketuk kepala.
19:59Sekarang, kau hutang sembilan.
20:02Tiga untuk ibuku.
20:04Tiga untuk kakek tundanganku.
20:07Dan, tiga untukku.
20:11Tuan Chandra pahlawan bangsa.
20:13Di hadapan nyawanya, harga diriku apa artinya?
20:18Oke, aku lakukan.
20:34Sembilan ketukan sudah.
20:37Bisa kembalikan kotaknya.
20:39Siapa bilang setelah ketuk kepala aku bakal kasih kamu kotaknya?
20:42Hari ini akanku ajarkan pada orang rendah sepertimu.
20:46Supaya kamu sadar.
20:47Orang elit kayak aku tuh, bukan orang yang bisa kamu lawan.
20:53Jangan!
20:56Dr. Hadi!
21:01Dr. Hadi?
21:03Dr. Hadi, ada apa?
21:07Kotaknya, itu dia yang rusakin.
21:11Ini ulahmu?
21:14Tentu.
21:14Aku yang rusakin.
21:16Mau apa?
21:20Putri.
21:20Kamu berani pukul aku?
21:22Memang kenapa kalau ku pukul?
21:23Aku ingin membunuhmu sekarang.
21:25Kamu tahu isi kotak ini?
21:27Seberapa penting?
21:29Kamu tahu ini menyakut siapa?
21:30Lalu kamu tahu siapa di belakangku?
21:33Peduli sentan orang di belakangmu.
21:35Berani pukul putriku.
21:37Ku habisi kamu.
21:38Ringgir!
21:39Ibu!
21:42Ibu!
21:42Kamu pukul aku dan ibuku.
21:44Kamu tamat!
21:44Kayaknya kamu belum sadar ya?
21:46Siapa yang beneran tamat?
21:48Kartu penyimpanan di dalamnya masih utuh.
21:50Jika sampai ke ruang operasi dalam 40 menit,
21:52dan ginjal dimasukkan ke dalam lemari pendingin,
21:54operasi masih bisa dilakukan.
21:56Bagus banget.
21:57Kita udah siapin ruang operasi di klinik dekat bandara.
22:00Sekitar 10 menitan sampai.
22:02Mantap!
22:03Ayo cepat!
22:04Eh!
22:05Habis pukul orang, langsung kabur!
22:06Lepaskan!
22:09Putriku!
22:12Kamu!
22:13Udah tampar aku tiga kali.
22:15Aku beringatkan,
22:15akan kutunjukkan padamu
22:17gimana tingkat tamparin ini bisa merenggut nyawamu.
22:19Nggak sih berani ngomong besar, kulihatkan!
22:21Kita harus buru-buru.
22:26Orang-orang kayak mereka
22:28harus dikasih pelajaran biar kapuh!
22:31Ibu!
22:37Halo, adek!
22:39Kapan sampai?
22:40Aku udah lama nunggu.
22:42Kak!
22:42Aku dan ibu dipukul bajingan!
22:45Apa?
22:46Siapa berani sentuh keluarga ku?
22:48Kak!
22:49Kamu di pintu kedatangan, kan?
22:50Kalau lihat pria kepalanya berdarah
22:52yang bawa kotak pendingin,
22:53jejak dia!
22:54Jangan sampai lolos!
22:56Eh!
22:56Eh!
22:57Tahan dia!
22:58Tahan dia!
23:02Kalian mau apa?
23:05Kamu yang sakiti keluarga ku, ha?
23:08Tahu ini boleh siapa?
23:10Jadi ibu anak setan di pesawat itu
23:13keluargamu?
23:14Cari masalah.
23:19Anjir mereka!
23:21Jangan berantem!
23:22Kita harus cepat pergi!
23:26Dokter, kau terluka!
23:28Tak apa!
23:29Dengar!
23:30Kalian tidak akan bisa kabur!
23:36Kamu cari mati!
23:37Cepat pergi!
23:39Kakimu gimana?
23:40Tak apa!
23:40Masih bisa jalan!
23:42Jangan lari!
23:43Tahan mereka!
23:49Apa?
23:50Masih ada yang berani ganggu wanita ku, ha?
23:53Bukan cuma aku, ibuku juga dipukul!
23:56Mereka ini siapa?
23:57Dari keluarga besar mana?
23:59Keluarga besar apaan?
24:00Cuma dokter dari klinik ECEJ.
24:03Dokter?
24:04Oke, oke.
24:06Sekarang dokter berani injak-injak keluarga Chandra ya?
24:09Tunggu aja.
24:10Aku kirim orang ke bandara sekarang.
24:12Iya, iya sayang.
24:16Hari ini,
24:17akan ku ajarkan pada mereka
24:18harga mengganggu menantu keluarga Chandra.
24:21Ibu, gak apa-apa.
24:23Udah mendingan,
24:23aku ikut kamu kita beri mereka pelajaran.
24:26Kak, kenapa?
24:28Kenapa?
24:29Dia jago meladiri.
24:31Kakak gak bisa nahan dia.
24:32Gak apa-apa.
24:33Kita bakal kirim bantuan.
24:34Kita kejar mereka dulu.
24:35Ayo, cepat.
24:40Gak apa-apa.
24:47Gawat.
24:48Ada apa?
24:49Ponselku hilang.
24:51Terus gimana?
24:52Lupakan saja.
24:53Kita buru-buru jalan.
24:55Abis operasi selesai,
24:56baru kita lapor direktur.
24:59Berapa lama lagi?
25:01Lima sampai enam menit.
25:08Masih cukup waktu.
25:10Syukurlah,
25:11akhirnya aman.
25:20Halo, ketua.
25:22Halo, Arya.
25:23Kenapa belum sampai?
25:24Kami lagi di jalan.
25:26Barusan di bandara,
25:27sempat teribut dikit.
25:28Ada ibu anak mengukulin Dr. Hadi.
25:30Apa?
25:30Berani ganggu tak mempeluarga Chandra?
25:40Sudah pukul aku lalu mau kabur.
25:42Mimpi.
25:43Kak,
25:43tabrak dia.
25:45Gimana keadaan di sana?
25:46Ketua,
25:47orang yang menghina Dr. Hadi di bandara muncul lagi.
25:49Mau memotong jalan kita.
25:50Hah?
25:50Kamu tahu siapa aku?
25:51Kalau hari ini berani memukul,
25:53aku akan keperlihatkan padamu
25:54betapa hebatnya diriku.
25:55Cepat berhenti atau aku tanda kamu?
25:57Kurang ajar?
25:58Mereka ini siapa?
26:00Nggak tahu.
26:00Jelas mereka menargetkan Dr. Hadi.
26:02Kamu sekarang di mana?
26:03Aku kirim orang ke sana sekarang.
26:05Arya?
26:06Arya?
26:12Dr. Hadi.
26:13Kamu nggak apa-apa?
26:14Nggak apa-apa.
26:19Turun kalian semua.
26:20Bereni memukul tapi takut turun ya?
26:23Waktu kita mepek.
26:24Nggak bisa ditunda lagi.
26:25Dr. Hadi,
26:26Anda tetap di mobil.
26:27Biar saya yang urus.
26:30Turun.
26:31Turun sekarang cepat.
26:38Mau apa sih?
26:40Nggak ada habis-habisnya ya?
26:42Kamu tahu siapa aku?
26:43Aku dari keluarga Chandra.
26:46Aduh.
26:48Keluarga Chandra.
26:51Takut deh.
26:52Kalau takut cepat, Mingjir.
26:54Aku tidak ada waktu urus sekalian.
26:57Keluarga Chandra.
26:59Hei, takut banget lah.
27:18Aduh.
27:20Aduh.
27:20Aduh.
27:22Aduh.
27:23Aduh.
27:24Kalian gila berani pukul orang keluarga Chandra.
27:28Pantas kamu menyebut diri keluarga Chandra.
27:30Tadi di mobil sudah aku bilang ke kakakku.
27:33Kalian berdua,
27:34pasti pakai nama keluarga Chandra untuk gertak orang.
27:37Terputih dugaanku benar.
27:39Aku benarkan orang keluarga Chandra.
27:41Masih berpura-pura.
27:43Masih berpura-pura.
27:47Ayo adek.
27:49Lepaskan nama ramu.
27:51Tadi kamu tampar aku enak banget ya.
27:54Sekarang,
27:55aku balikin semuanya plus bunganya.
28:12Tadi kamu sombong banget kan, ha?
28:14Katanya mau membunuhku.
28:16Sekarang kau diam aja lanjut sombongnya dong.
28:18Sekarang kamu sadar kan siapa yang bakal tamat.
28:22Kamu tahu akibatnya memukul orang keluarga Chandra.
28:28Sudah di ujung maut,
28:31masih keras kepala.
28:34Kamu tahu gak akibatnya memalsukan identitas keluarga Chandra?
28:38Kenapa kalian gak percaya sih?
28:41Kenapa?
28:42Karena aku adalah menantuk keluarga Chandra tunangan Dito Chandra.
28:48Apa?
28:50Kamu tunangan Tuan Muda.
28:52Kenapa?
28:53Sekarang baru takut.
28:55Aku benar.
28:57Aku benar orang keluarga Chandra.
28:59Telepon aja Tuan Muda buat buktiin.
29:02Buktiin apaan?
29:04Eh?
29:06Hah?
29:06Menantuku?
29:10Halo?
29:12Sayang?
29:13Halo sayang.
29:14Kalian dimana?
29:15Aku udah di jalan.
29:17Tuan Muda.
29:19Tuan Muda.
29:20Ini aku Arya.
29:22Aku kayak dengar suara Arya ya?
29:25Sayang.
29:26Arya siapa sih?
29:27Jumlah pelayan biasa.
29:28Pelayan keluarga Chandra banyak banget.
29:30Apa yang terjadi?
29:31Iya.
29:32Yang tadi pukul aku di bandara.
29:34Apa?
29:35Sopir brengsek berani mukul kamu?
29:37Dia selama ini jadi sopir ayahku sampai berani meremehkanku.
29:41Nyalakan pengeras.
29:44Asal Arya bisa buktikan identitas pasti aman.
29:52Tuan Muda.
29:54Aku diperintahkan para keluarga jemput dokter Hadi di bandara.
29:59Hanya karena ada salah paham dengan tunangan Anda.
30:03Jadi terjadi konflik.
30:04Aku gak peduli alasannya.
30:06Pukul cewekku berarti kamu cari mati.
30:08Tuan Muda.
30:09Jujur saja.
30:10Ini menyangkut kakak Anda.
30:11Gasih lebih cepat.
30:12Tuan Muda.
30:13Tuan Muda.
30:18Tuan Muda.
30:19Iya.
30:20Aku kira kamu orang penting di keluarga Chandra ya.
30:23Ternyata cuma anjing keluarga Chandra.
30:27Anjing bilang digigit majikan ya.
30:30Gila kamu ini.
30:35Nyonya Muda.
30:37Aku minta maaf.
30:39Telah menyinggungmu.
30:41Pukul atau marah padaku.
30:42Terserah.
30:43Tapi ku mohon.
30:44Lepaskan dokter Hadi ya.
30:48Lepaskan dia.
30:50Gak mungkin.
30:51Dia akan mati bersamamu hari ini.
30:53Kak.
30:55Bantu saya redia dari mobil.
30:59Jangan, jangan.
31:02Aku ngomong jujur.
31:03Kakek sekarang lagi kritis.
31:05Dia butuh transplantasi ginjal segera.
31:08Dokter Hadi bawa ginjal yang cocok untuk operasi kakek.
31:12Dasar brengsek berani kutuk kakek iparku.
31:16Eh tunggu sebentar.
31:20Ada apa?
31:22Ucapannya kok persis dengan orang yang di mobil?
31:26Eh.
31:27Mereka pasti kompotak.
31:29Tuh di pesawat tadi.
31:31Bukannya kamu sudah konfirmasi ke menantumu.
31:33Kakek baik-baik saja.
31:35Tapi tadi dia sudah buktikan dia benar orang keluarga Chandra.
31:39Kalau begitu telpon lagi untuk konfirmasi.
31:41Oke.
31:45Halo.
31:46Sayang.
31:47Aku mau tanya lagi.
31:50Kakek kita benar baik-baik saja kan?
31:52Bodoh.
31:53Kalau kakek kenapa-napa?
31:54Masa aku nggak tahu.
31:55Tapi.
31:56Tadi si sopir bilang.
31:57Kakek lagi kritis di rumah sakit.
31:59Aku telepon ayah dulu buat mastiin aku bentar lagi sampai.
32:01Nanti bicara setelah aku sampai ya.
32:07Gimana?
32:07Sudah temukan lokasi Arya dan Dokter Hadi.
32:09Data terakhir.
32:10Nunjukin Arya berada di Jalan Melati nomor 36.
32:13Jangan-jangan beneran terjadi sesuatu.
32:15Ketua, saya rasa anda tidak perlu khawatir.
32:18Begitu Arya sebut dari keluarga Chandra.
32:19Pasti yang menghalangi akan mundur.
32:22Iya juga sih.
32:28Anak durhaka ini.
32:29Sekarang ngapain nelpon?
32:32Halo.
32:33Halo ayah.
32:34Ayah di mana?
32:35Ayah di kantor.
32:37Oh, aku lagi ke bandara menjemput Siska.
32:40Ibunya juga ikut.
32:41Apa ayah dan ibu mau bertemu sekalian?
32:44Sudah kubilang hari ini sibuk.
32:46Yaudah, besok atau lulusan juga boleh.
32:48Lihat nanti.
32:50Eh, tunggu.
32:51Kamu sekarang sedang menuju bandara?
32:53Iya.
32:54Pas banget.
32:55Cepat pergi ke Jalan Melati nomor 36.
32:57Periksa.
32:58Apakah Arya ada di sana?
33:00Apapun hasilnya, langsung kapon ayah.
33:02Eh, ayah.
33:02Dari nada bicara ayah kok kayak lagi kesel?
33:04Apa Arya bikin ayah kesal?
33:06Sudah kubilang.
33:07Dia nggak bisa dipercaya.
33:09Lakukan saja perintah ayah.
33:11Jangan banyak omong.
33:12Eh, iya, iya.
33:13Tunggu kabarku ya.
33:17Dari nada bicara ayah, Arya pasti, pasti membuat kesalahan besar.
33:21Ah, iya, Arya.
33:22Kamu tak hanya menyakiti tulanganku, tapi juga membuat ayah marah.
33:25Tak ada yang bisa menyelamatkanmu.
33:27Lihat saja.
33:28Bakal kuhajar kamu sampai puas.
33:32Eh, kakek kita benar-benar baik-baik saja, kan?
33:35Kalau benar kakek kenapa-kenapa,
33:37mana mungkin ayah santai rapat di kantor.
33:41Eh, Arya awaryah.
33:42Dasar bodoh untuk menghindari kemarahan tunanganku sampai tega bohong kayak gitu.
33:47Cari mati.
33:59Nyonya muda, aku beneran nggak bohong.
34:02Tuan Chandra sekarang kritis.
34:04Jika nggak segera, bisa terlambat.
34:06Tenang aja.
34:07Tunanganku sebentar lagi sampai.
34:09Kalau yang kamu bilang itu benar, aku langsung lepasin kamu.
34:27Sayang!
34:28Sayang, kangen aku nggak?
34:31Wah, menantu baik.
34:35Halo, Tante.
34:36Perjalanannya capek ya?
34:37Rako, nggak capek.
34:39Nah.
34:40Salam, Tante.
34:46Tuhan muda.
34:47Tuhan muda.
34:48Loh, ini kan Arya.
34:51Kok bisa jadi kayak gitu sih?
34:53Ayo cepat.
34:55Hah?
34:55Cepat apa?
34:56Suruh orang di mobil itu segera operasi kakek.
34:59Benar.
35:05Tadi aku baru telpon Arya.
35:06Kakek baik-baik saja.
35:07Apa?
35:08Berarti dia beneran bohong dong.
35:10Tuh kan.
35:11Apa aku bilang dasar tukang bohong.
35:13Lihatlah, anjing.
35:15Sepertimu ini berani mengutuk majikan sendiri.
35:19Wah, Tuhan muda.
35:20Ini perintah langsung.
35:22Kepala keluarga.
35:23Oh gitu.
35:34Kepala keluarga.
35:37I don't know.
35:39I'm...
35:41I'm not a bitch.
35:43I'm...
35:44I'm...
35:45I'm...
35:45I'm...
35:45I'm...
35:46I'm...
35:46I'm...
35:48I'm...
35:49I'm...
35:55I'm...
35:57Cepat lari!
36:09Eh, tangkap dia!
36:13Eh, tangkap dia!
36:16Dokter Hadi!
36:18Cepat lari!
36:23Kalian mau apa?
36:24Mau lari kemana?
36:26Hajar!
36:30Lari!
36:31Bisa lari kemana?
36:33Seluruh Jakarta tak ada tempat yang tak terjangkau keluarga Chandra.
36:38Dua muda!
36:39Tolong!
36:39Jangan pukul dia!
36:40Pukul aku saja!
36:41Aku mohon, jangan pukul dia!
36:43Seluruh negeri ini tidak ada yang tak bisa kupukul.
36:47Dasar binatang?
36:49Berani bawa orang luar buat ngelawan nyonya muda kami.
36:52Beneran lebih rendah dari binatang.
36:54Bener banget!
36:55Sayang!
36:56Lihat nih!
36:57Wajahku masih bengkak gini!
36:59Aduh!
37:00Jangan sialan!
37:00Selama ini soal jadi supir pribadi ayahku sampai berani meremehkanku.
37:04Hari ini akhirnya jatuh ke tanganku.
37:06Kamu bikin ayahku marah.
37:08Pukul tunanganku.
37:09Dan berani ngarang cerita tentang kakek.
37:11Mari kita lihat berapa nyawamu!
37:14Tuan muda, kamu boleh pukul atau marahi aku.
37:19Bahkan ambil nyawaku.
37:21Aku nggak bakal ngelawan.
37:24Tapi jangan perlakukan Dr. Hadi seperti ini.
37:28Dia nggak salah apa-apa.
37:30Dia bawa ginjal satu-satunya yang cocok untuk kakek.
37:34Kamu nggak seharusnya ngelakuin itu ke dia.
37:37Apalagi mengabaikan nyawa kakek dan masa depan keluarga Chandra.
37:44Tuan muda, ku mohon segera telpon ayahmu.
37:48Minta dia selamatkan kakek.
37:50Aku mohon.
37:52Apa?
37:53Aku harus menurut permintaan anjing.
37:55Kamu itu cuma pelayan.
38:00Halo ayah.
38:02Halo ayah.
38:04Sudah temukan Arya?
38:05Sudah.
38:06Dia sekarang bersamaku nih.
38:08Bagus.
38:09Lalu tunggu apa lagi?
38:10Cepat ke rumah sakit.
38:11Aku tunggu di sana.
38:16Rumah sakit?
38:19Hari ini ayah jenguk kakek di rumah sakit.
38:22Sayang, ayah mau?
38:23Kita langsung temui kakek.
38:25Tuan Chandra Wijaya yang dijuluki pilar bangsa?
38:30Iya.
38:31Wah gila.
38:32Mantap banget.
38:33Ini kesempatan luar biasa.
38:35Bangga bisa bertemu Tuan Chandra.
38:38Siska, kakekku bukan sembarang orang bisa temui.
38:41Hari pertama kalian datang, ayah langsung ajak temui kakek.
38:45Artinya, ayah sangat menghargai mu.
38:47Baik.
38:48Sayang, aku akan tunjukkan yang terbaik.
38:51Kalau ayah mertua mau temui Tuan Chandra,
38:54berarti dua brengsek tadi beneran berbohong.
38:58Dua orang ini, nanti ayah pasti akan menghukum mereka.
39:03Ah, diipar.
39:05Cowok itu lemah banget dipukul dikit langsung pingsan.
39:08Gimana ini?
39:09Lempar dia dan Arya ke bagasi.
39:11Serahkan pada ayah untuk dihukum.
39:13Eh, terus kotak ini gimana?
39:16Bawa juga, biarkan ayah yang nilai.
39:19Kalau gak berguna, kalian bisa jadikan bola.
39:25Ayo, naik mobil!
39:29Sayang, makasih ya udah belain aku tadi.
39:32Kalau membiarkan orang rendahan menginjak-injak keluarga Chandra,
39:36itu bisa gawat.
39:37Gak nyangka, aku bakal jadi bagian keluarga Chandra.
39:41Rasanya kayak mimpi deh.
39:43Mimpi apa?
39:45Kamu kan udah jadi bagian keluarga Chandra.
39:47Ayah mengajakmu temui kakek, artinya dia sudah menerimamu.
39:52Hmm?
39:58Ketua, mobilnya datang.
40:01Masih ada 25 menit.
40:03Masih sempat.
40:05Di Chandra akhirnya ada jasanya juga buat keluarga.
40:09Eh, sayang.
40:10Kamu emang luar biasa.
40:12Ayah sampai mau menjemputmu sendiri.
40:14Itu ayah kita.
40:15Kelihatan masih muda banget.
40:17Cepat, rapikan penampilanmu.
40:19Jangan ngomong sembarangan nanti.
40:20Beri kesan baik pada ayah.
40:22Eh, tenang aja sayang.
40:23Lihat wajah dan kepribaduanku gini, pasti ayah senang.
40:26Hmm.
40:32Ayah, kenapa ayah sampai menjemput sendiri?
40:37Paman Chandra, salam kenal.
40:38Halo, Paman.
40:40Mana mereka?
40:43Sobat, tidak perlu begitu formal.
40:45Bahkan sampai menjemput kami sendiri.
40:46Jadi gak enak banget nih.
40:48Paman Chandra, saya sudah sering dengar prestasi anda dari Dito.
40:51Saya udah kagum dari lama.
40:53Mana mereka?
40:54Siapa ayah?
40:57Ayah, bukannya keluarga Siska udah disini semua?
40:59Aku tanya.
41:01Arya dimana?
41:02Orang yang dijemput Arya dimana?
41:04Oh, maksud ayah?
41:05Ayah, tenang.
41:06Aku sudah menghukum mereka.
41:08Eh, ayo ya, sini.
41:14Lihat, Arya udah gak kelihatan.
41:16Sekarang mungkin udah sekarat.
41:18Eh, kalian?
41:20Kalian?
41:21Paman Chandra, ini kewajiban kami.
41:23Hmm.
41:23Mereka memasukkan identitas keluarga Chandra.
41:26Untuk menantu anda cepat tangkap.
41:28Sehingga gak merusak nama baik keluarga.
41:30Aku juga ikut bantu loh.
41:32Sobat, kita keluarga tidak perlu basa basi.
41:35Iya, ini sudah seharusnya.
41:37Siapa juga yang basa basi sama kalian?
41:39Ayah!
41:41Rensek!
41:42Paman Chandra, kenapa pukul aku?
41:44Sobat, putriku bantu keluarga Chandra loh.
41:47Kenapa malah dipukul?
41:49Kamu nyebut itu bantu keluarga Chandra?
41:51Kamu malah bikin keluarga Chandra hancur!
41:53Ayah!
41:54Aku cuma menghukum seorang pelayan.
41:56Kenapa ayah segitu marahnya?
41:57Jangan lupa, aku ini anak ayah!
42:01Desan binatang!
42:02Nanti aku urus kamu!
42:06Dokter Hadi!
42:08Dokter Hadi!
42:10Dokter Hadi!
42:12Dokter Hadi!
42:16Dokter Hadi!
42:22Dokter Hadi!
42:22Kamu gak apa-apa!
42:28Dokter Hadi!
42:32Dokter Hadi!
42:33Dokter Hadi!
42:33Dokter Hadi!
42:33Dokter Hadi!
42:34Dokter Hadi!
42:34Dokter Hadi!
42:34Dokter Hadi!
42:34Dokter Hadi!
42:35Dokter Hadi!
42:37Dokter Hadi!
42:42Dokter Hadi!
42:43Ginjal. Ginjalnya.
42:50Waktu masih cukup kan? Tolong selamatkan ayahku.
43:05Tapi ginjalnya udah rusak.
43:08Aku tak bisa...
43:11...berbuat...
43:12...apa-apa.
43:14Ayah!
43:17Apa ayah akan meninggal hari ini?
43:24Katakan!
43:25Siapa yang melakukan ini?
43:27Kalau ayah tidak selamat, aku, Budi Chandra, bakal seret mereka mati!
43:34Paman Chandra, kami beneran gak tahu isi kotak itu apa.
43:37Kami juga gak tahu kakek sedang dioperasi.
43:40Apaman, kamu kalau kami tahu dikasih siriku nyawa juga tak berani sentuh.
43:45Kami juga tidak tahu dia bicara benar.
43:48Benar, benar, benar. Aku tanya Dito.
43:51Katanya kakek baik-baik aja gak ada operasi sama sekali.
43:55Kasih pelacur!
43:57Berani nuduh aku!
43:58Kamu yang bunuh kakekku!
44:00Aku bunuh kami!
44:01Aku bunuh kamu!
44:05Sayang!
44:06Aku salah!
44:07Aku salah!
44:08Jangan panggil aku sayang!
44:10Dasar pelacur!
44:10Aku bunuh kamu!
44:12Dokter Hadi!
44:13Dokter Hadi!
44:14Aku beneran menyesal!
44:15Tolong selamatkan tuan Chandra ya!
44:17Kalau enggak, mereka bakal habisi keluarga aku!
44:21Waktu di pesawat aku minta tolong.
44:23Tapi gimana sikap muka aku?
44:24Waktu ku bilang kotak ini berisi ginjal untuk tuan Chandra.
44:28Tapi kamu malah ngapain?
44:30Sudah ku bilang, kamu bakal kena karmanya.
44:33Ini namanya nyari mati sendiri!
44:37Aku beneran nyesal!
44:38Dokter Hadi!
44:39Kamu pasti ada cara kan?
44:41Tolong pikirkan sesuatu!
44:42Aku akan bersujud!
44:43Aku akan bersujud!
44:44Di pesawat kamu anggap nyawa orang seperti sampah!
44:47Semua ini balasan!
44:49Dari perbuatanmu sendiri!
44:52Aku enggak tahu kalau itu ginjal untuknya!
44:54Kalau untuk orang lain boleh semena-mena!
44:58Kamu benar-benar kejam!
45:01Dokter Hadi!
45:03Seluruh keluarga ku bersujud padamu!
45:05Tolong selamatkan tuan Chandra ya!
45:07Tolong, tolong!
45:08Kalau keluarga kalian punya sedikit saja nurani,
45:11semua ini gak bakal kejadian!
45:15Keluarga bejat gini punya muka minta maaf!
45:17Bawa mereka pergi!
45:19Henyahlah!
45:22Henyahlah!
45:26Oh iya, pasti ada cara!
45:28Di Jakarta banyak dokter ahli!
45:30Pasti ada yang bisa selamatkan kakek!
45:32Anak suhaka!
45:34Masih berani bicara!
45:36Kamu tahu berapa banyak usaha untuk dapatkan ginjal ini!
45:40Sekarang kamu dan mereka hancurkan semuanya!
45:43Keluarga Chandra sudah goya!
45:46Hanya bertumbuh pada kakek!
45:48Sekarang kakek tiada!
45:50Luarga kita tinggal nunggu hancurnya!
45:57Dokter Hadi!
45:58Aku mohon!
45:59Berapapun uangnya akan ku beri!
46:02Tuan Muta!
46:03Kalau bukan karena kamu dan tunanganmu yang modal duit dan kuasa doang,
46:07semuanya gak bakal terjadi!
46:09Dokter Hadi!
46:11Aku salah!
46:12Aku bukan manusia!
46:13Aku pantas mati!
46:14Jakarta itu luas!
46:16Pasti ada ginjal yang cocok!
46:17Tolong bantu aku carikan ya!
46:19Siapapun asal cocok!
46:20Keluarga Chandra pasti dapatkan!
46:22Dokter Hadi!
46:23Udah gak ada gunanya!
46:25Tuan Chandra sudah lewat waktu terbaik untuk obat!
46:27Gawat! Gawat!
46:29Kakek! Kakek!
46:31Kakek kenapa?
46:32Kakek meninggal!
46:34Apa?
46:35Dasar bajinya!
46:37Kamu hancurkan keluarga Chandra!
46:43Ayah!
46:43Aku salah!
46:44Kalau kita bekerja sama, keluarga Chandra akan baik-baik saja!
46:48Tuan Ayah!
46:49Gawat!
46:49Ada yang bocorin kabar kematian kakek!
46:51Keluarga-keluarga lain langsung serang kita!
46:53Perusahaan kita diambang kebangkrutan!
46:59Ayah!
47:00Kenapa?
47:00Ayah!
47:02Kenapa?
47:03Ayah!
47:04Jangan!
47:05Ayah jangan aku takutin!
47:06Ayah!
47:06Ayah!
47:07Halo!
47:09Badan pendegang hukum!
47:10Kami dapat laporan!
47:11Tito Chandra, Siska, Hendra terlibat keculikan dan penganiayaan!
47:14Harap ikut kami untuk pemeriksaan!
47:16Oh mereka!
47:16Ayah!
47:17Ayah!
47:19Ayah!
47:20Ayah!
47:21Ayah!
47:22Tolong aku!
47:24Ayah!
47:25Kalau tahu bakal begini...
47:28Kenapa lakukan semua itu ya?
47:36ayah!
47:37Ayah!
47:37Ayah!
Comments

Recommended