Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Minggu siang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau SPBU di Jalan Raya Karanglo, Kota Malang. Di SPBU ini, Khofifah ingin memastikan tidak ada lagi antrean kendaraan yang mengisi BBM jenis solar.



Setelah terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Jawa Timur, Khofifah ingin memastikan penyebab terjadinya antrean panjang tersebut. Menurut Khofifah, jika penyebab antrean panjang karena kendala suplai maka penambahan suplai BBM harus ditambah.



Dari tinjauannya ini, diketahui adanya penambahan suplai BBM jenis solar dari 22 kiloliter menjadi 32 kiloliter. Dengan penambahan suplai ini diharapkan tidak ada lagi antrean panjang di SPBU.



"Memastikan bahwa ketika terjadi antrean panjang apa penyebabnya, kalau suplainya kurang, maka suplainya yang harus ditambah." Terang Khofifah.



Sementara itu, Budiono, salah satu sopir truk mengaku saat ini sudah tidak ada antrean panjang saat pengisian solar. Sebelumnya sopir truk ini sempat antre selama dua jam untuk bisa mengisi solar.



"Kemarin agak susah, kebanyakan antre 2-3 jam antrenya. Mudah mudahan hari ini sudah lancar dan seterusnya." Kata Budiono.



Sebelumnya, sejumlah SPBU di Jawa Timur sempat terjadi antrean kendaraan yang akan mengisi BBM jenis solar. Pengemudi truk berharap tidak ada lagi antrean panjang di SPBU karena hal tersebut sangat berdampak pada pengiriman barang.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677810/tinjau-spbu-khofifah-pastikan-pasokan-solar-di-jawa-timur
Transkrip
00:01Minggu siang, Gubernur Jawa Timur Kofifa Indah Parawanso meninjau SPBU di Jalan Raya Karang, Luka, Tamalang.
00:07Di SPBU ini, Kofifa ingin memastikan tidak ada lagi antrean kendaraan yang mengisi BBM jenis solat.
00:13Setelah terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Jawa Timur, Kofifa ingin memastikan penyebab terjadinya antrean panjang tersebut.
00:21Menurutnya, jika penyebab antrean panjang karena kedala suplai, maka penambahan suplai BBM harus ditambah.
00:28Dari tinjauannya ini, diketahui adanya penambahan suplai BBM jenis solat dari 22 kiloliter menjadi 32 kiloliter.
00:36Dengan penambahan suplai ini, diharapkan tidak ada lagi antrean panjang di SPBU.
00:41Ketika terjadi antrean panjang, apa penyebabnya?
00:45Kalau suplainya kurang, maka suplai yang harus ditambah.
00:49Dan menurut beliau, suplainya dari 22 kiloliter ditambah menjadi 32 kiloliter dan dan-dan ini sudah aman, semua bisa lancar.
01:04Karena ini kan sektor ekonominya kuat sekali nih, dari mobilitas dan pergerakan alat transportasi.
01:11Sementara itu Budiono, salah satu sopir truk mengaku saat ini sudah tidak ada antrean panjang saat pengisian solat.
01:16Sebelumnya, sopir truk ini sempat antri selama 2 jam untuk bisa mengisi solat.
01:21Ya, mudah-mudahan hari ini sudah lancar dan seterusnya, bos. Mudah-mudahan.
01:27Terakhir ngisi kapan?
01:28Terakhir ngisi kemarin.
01:31Kemarin saya perjalanan dari si Jawa Jawa ke Jawa ke Bitar itu, ngisi di Pandaan itu ngantri sampai 2 jam
01:40kemarin.
01:41Terus ngisi lagi di sini.
01:42Sebelumnya, sejumlah SPBU di Jawa Timur sempat terjadi antrean kendaraan yang akan mengisi BBM jenis solat.
01:49Pengemudi truk berharap tidak ada lagi antrean panjang di SPBU, karena hal tersebut sangat berdampak pada pengiriman barang.
01:55Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur
01:59Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan