Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SIDOARJO, KOMPAS.TV - Penyebab kematian ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Bangkalan, di dalam mobil dinas di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur hingga kini masih jadi misteri.

Keluarga korban menduga, RYS tewas karena dibunuh lalu jenazahnya dibuang di dalam mobil parkiran Bandara Juanda.

Kuasa hukum keluarga korban mengungkap dari hasil autopsi sementara yang diterima pihak keluarga, diduga kuat ada unsur kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal.

Keluarga berharap polisi bisa menangkap segera pelaku dan mengungkap motif.

Dan kini beredar foto di media sosial, seorang pria yang diduga merupakan orang terakhir yang berinteraksi dengan ASN berinisial RYS sebelum ditemukan meninggal dunia di area parkir Bandara Juanda.

Hingga kini, polisi juga terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, sambil menunggu hasil forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Rabu siang, ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Bangkalan ditemukan meninggal di dalam mobil dinas. Mobil dan korban ditemukan di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo.

Dari hasil pemeriksaan forensik, korban telah meninggal lebih dari 2 hari sebelum ditemukan dan pada korban ditemukan luka akibat benda tumpul di area wajah.

Baca Juga Kasus Kematian ASN di Bandara Juanda: Keluarga Duga Korban Dibunuh, Desak Pelaku Ditangkap di https://www.kompas.tv/regional/677547/kasus-kematian-asn-di-bandara-juanda-keluarga-duga-korban-dibunuh-desak-pelaku-ditangkap

#asn #asntewas #sidoarjo

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677581/misteri-kematian-asn-di-bandara-juanda-keluarga-curiga-korban-dibunuh-kompas-siang
Transkrip
00:00Penyebab kematian ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,
00:04Kabupaten Bangkalan di dalam mobil dinas di Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur hingga kini masih jadi misteri.
00:15Keluarga korban menduga RIS tewas karena dibunuh lalu jenazahnya dibuang di dalam mobil parkiran Bandara Juanda.
00:23Kuasa hukum keluarga korban mengungkap dari hasil autopsi sementara yang diterima pihak keluarga
00:28diduga kuat ada unsur kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal.
00:33Keluarga berharap polisi bisa menangkap segera pelaku dan mengungkap motif.
00:47Keluarga menyimpulkan bahwa ini adalah korban pembunuhan.
00:51Sudah sebab kematian sudah walaupun belum disimpulkan,
00:54tapi sudah kami bisa tangkap jelas itu bahwa itu adalah korban pembunuhan akibat mati lemas.
01:00Kekurangan oksigen dan pihak kepolisian ini bisa cepat menangkap pelaku ini
01:07dan agar bisa mengungkap peristiwanya seperti apa dan motifnya seperti apa.
01:15Dan saudara kini beredar foto di media sosial seorang pria yang diduga merupakan orang terakhir
01:21yang berinteraksi dengan ASN berinisial RIS sebelum ditemukan meninggal dunia di area parkir Bandara Juanda.
01:29Hingga kini, polisi juga terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi
01:33sambil menunggu hasil forensik dari rumah sakit Bayangkara, Polda, Jatim.
01:42Menunggu hasil daripada laboratorium forensik Polda, Jatim.
01:47Namun, kami dari pihak kepolisian, khususnya polisi Jawa-Jawa,
01:50tetap melakukan pendalaman, mengumpulkan data-data,
01:55dan melakukan pemeriksaan terhadap saksisasi.
01:59Demikian.
02:02Rabu siang, ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan.
02:08ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas.
02:11Mobil dan korban ditemukan di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda Sidoarjo.
02:16Dari hasil pemeriksaan forensik, korban telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan
02:21dan pada korban ditemukan luka akibat benda tumpul di area wajah.
02:25Terima kasih.
02:29Terima kasih.
02:31Terima kasih.
02:31Terima kasih.
02:31Terima kasih.
02:33Terima kasih.
02:34Terima kasih.
02:34Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan