Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kementerian Pertahanan mengungkapkan sebanyak lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meninggal dunia saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Pemerintah menegaskan seluruh peserta telah mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk menjalani tes kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti pelatihan.

Duka menyelimuti keluarga Novia Rahmadhani Sihotang yang dimakamkan di TPU Kelurahan Losung, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Novia meninggal dunia di usia 25 tahun usai mengikuti latsarmil Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Peserta lain, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, juga telah dimakamkan di TPU Cijambe, Sumedang Utara, Jawa Barat. Selain Novia dan Rifki, tiga peserta lainnya yang meninggal dunia adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, dan Nola Dya Sari.

Kementerian Pertahanan menyebut kelima peserta memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda-beda. Penyebab kematian pun beragam, di antaranya sesak napas, henti jantung, heat stroke, pneumonia, dan tuberkulosis. Saat ini evaluasi medis masih terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyatakan tidak ada kelalaian dalam penyelenggaraan latsarmil karena seluruh standar operasional prosedur, termasuk pemeriksaan kesehatan peserta, telah dilaksanakan. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Di tengah meninggalnya lima peserta, pemerintah memutuskan latihan dasar kemiliteran tetap dilanjutkan sebagai bagian dari pembentukan disiplin dan jiwa korsa calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

#KoperasiDesaMerahPutih #Latsarmil #Kemhan

Baca Juga Zulhas Paparkan Konsep Kopdes Merah Putih, Disebut Berbeda dengan Ritel Modern | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/677472/zulhas-paparkan-konsep-kopdes-merah-putih-disebut-berbeda-dengan-ritel-modern-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677530/dudung-pastikan-sop-latsarmil-sppi-dijalankan-pemerintah-tetap-evaluasi-program-kompas-malam
Transkrip
00:00Informasi berikutnya, Saudara Kementerian, pertahanan mengungkap sudah ada 5 orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang meninggal saat menjalani
00:07latihan militer.
00:09Kelima calon manajer disebut memiliki karakteristik serta kondisi medis yang berbeda-beda.
00:16Namun sebelum menjalani latihan militer, calon manajer Koperasi Desa Merah Putih sudah menjalani tes kesehatan dan memenuhi syarat.
00:24Saat ini evaluasi medis masih terus didalami pihak terkait untuk gambaran kondisi yang lebih komprehensif.
00:35Nampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wapaknya 5 peserta program SPPI KDKMP-KNMP tahun 2026.
00:49Nama peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda.
00:58Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
01:02Latihan bela negara dan manajeral ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sivil.
01:12Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer.
01:20Duka keluarga mengantar jenazah Novia Rahmadani Sihotang ke pemakaman umum di Kelurahan Losum, Kota Padang, Sidempuan, Sumatera Utara.
01:30Novia meninggal di usia muda.
01:3225 tahun, usai menjalani latihan dasar kemiliteran program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia,
01:40Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
01:43Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih lainnya, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan,
01:48yang juga meninggal saat pelatihan dasar kemiliteran, telah dimakamkan di TPU Cijambe, Sumedang Utara, Jawa Barat.
02:00Selain Novia dan Rifki, ada tiga calon manajer Koperasi lain yang juga meninggal saat mengikuti kegiatan yang sama.
02:08Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufik, Anissa Muya Saroh, dan Nola Diyasari.
02:14Kelimanya meninggal dengan penyebab medis yang beragam,
02:17seperti mengalami sesak nafas, henti jantung, heat stroke, pneumonia, dan tuberkulosis.
02:24Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman menyebut,
02:28meninggalnya lima peserta alat sarmil masih dievaluasi.
02:31Menurut Dudung, kematian peserta alat sarmil bukan disebabkan kelalaian pemerintah,
02:36karena SOP seperti tes kesehatan peserta sudah dilakukan.
02:43Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilaksudkan tes kesehatan.
02:48Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan.
02:50Cuma memang di dalam proses pelatihan itu mungkin ada yang secara mental, secara fisik yang tidak kuat,
02:57atau lebih kepada faktor-faktor lain,
03:02mungkin kematian kita tidak bisa memungkiri, karena sudah kehendak yang mahu kuasa.
03:11Alat sarmil untuk calon manajer Kooperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih
03:16resmi dimulai sejak Rabu 17 Juni 2026.
03:19Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari.
03:24Namun di tengah kasus meninggalnya sejumlah peserta,
03:27pemerintah tetap memutuskan melanjutkan program latihan dasar militer
03:31Peserta Kooperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih
03:34demi meningkatkan disiplin dan jiwa korsa peserta.
03:38Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan