Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Penyebab kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, berinisial RYS, yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, hingga kini masih menjadi teka-teki. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Pihak keluarga menduga RYS menjadi korban pembunuhan sebelum jenazahnya dibuang di dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda. Kuasa hukum keluarga mengungkapkan, berdasarkan hasil autopsi sementara yang diterima pihak keluarga, terdapat dugaan kuat adanya unsur kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku beserta motif di balik peristiwa tersebut.

Di tengah proses penyelidikan, beredar luas di media sosial foto seorang pria yang disebut-sebut sebagai orang terakhir yang diduga berinteraksi dengan RYS sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Namun hingga kini, informasi tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum disampaikan secara resmi oleh pihak kepolisian.

Polisi terus memeriksa sejumlah saksi sembari menunggu hasil pemeriksaan forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Sebelumnya, korban ditemukan meninggal di dalam mobil dinas pada Rabu siang di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Hasil pemeriksaan forensik sementara menunjukkan korban diduga telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan. Selain itu, ditemukan luka akibat benturan benda tumpul di bagian wajah korban.

#BandaraJuanda #Bangkalan #ASN #Sidoarjo #JawaTimur

Baca Juga Kemhan Sampaikan Penjelasan Usai 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latihan Dasar Militer | BERUT di https://www.kompas.tv/nasional/677512/kemhan-sampaikan-penjelasan-usai-5-peserta-sppi-meninggal-saat-latihan-dasar-militer-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677527/kuasa-hukum-desak-polisi-ungkap-pelaku-dan-motif-kematian-asn-bangkalan-di-juanda-kompas-malam
Transkrip
00:00Saudara hingga kini masih menjadi teka-teki penyebab kematian ASN Dinas Perumahan Rakyat
00:05dan kawasan permukiman di Kabupaten Bangkalan
00:08di dalam mobil dinas di Bandara Juanda, Sidoar, Jawa, Jawa Timur.
00:13Namun keluarga korban menduga.
00:16RIS tewas karena dibunuh, lalu jenazahnya dibuang di dalam mobil di parkiran Bandara Juanda.
00:25Kuasa hukum keluarga korban mengungkap dari hasil atau opsi sementara yang diterima pihak keluarga
00:29diduga kuat ada unsur kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal.
00:34Keluarga berharap polisi bisa menangkap segera pelaku dan mengungkap motifnya.
00:46Menyimpulkan bahwa ini adalah korban pembunuhan.
00:49Sebab kematian sudah walaupun belum disimpulkan,
00:53tapi sudah kami bisa tangkap jelas bahwa itu adalah korban pembunuhan akibat mati lemas.
00:58Kekurangan oksigen, dan pihak kepolisian ini bisa cepat menangkap pelaku ini
01:05dan agar bisa mengungkap peristiwanya seperti apa dan motifnya seperti apa.
01:13Dan kini sedang beredar foto di media sosial,
01:16pria yang diduga merupakan orang terakhir yang berinteraksi dengan ASN berinisial RIS
01:22sebelum ditemukan meninggal dunia di area parkir Bandara Juwanda.
01:26Hingga kini polisi juga terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi
01:30sambil menunggu hasil forensik dari rumah sakit Bayangkara Poda Jatim.
01:44Menunggu hasil daripada labuterium forensik Poda Jatim.
01:48Namun, kami dari pihak kepolisian, khususnya Polisian Jawa Jawa,
01:52tetap melakukan pendalaman, mengumpulkan data-data,
01:56dan melakukan pemeriksaan terhadap saksisasi.
02:02Rabu siang, ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan
02:07ditemukan meninggal di dalam mobil dinas.
02:10Mobil dan korban ditemukan di parkiran Terminal 1 Bandara Juwanda Sidoarjo.
02:15Dari hasil pemeriksaan forensik, korban telah meninggal lebih dari dua hari
02:18sebelum ditemukan dan pada tubuh korban ditemukan luka akibat benda tumpul di area wajah.
02:30Buong makara.
Komentar

Dianjurkan