Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Suasana sakral berpadu dengan semangat pelestarian budaya mewarnai peringatan malam 10 Suro 1960 Jawa atau 10 Muharram 1448 Hijriah di Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat malam (26/6/2026).

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Bersama Sinar.co.id, aspirasi pencerah bangsa.
00:09Peringatan malam 10 Suroh 1960 Saka di Desa Karangmelok berlangsung hikmat.
00:16Tradisi jamasan ratusan pusaka dan ruwat sengkala yang dihadiri ratusan pecinta posan aji sesekarkijang
00:23sebagai manifestasi wujud pelestarian budaya leluhur.
00:26Tampak prosesi jamasan pusaka dan ruwat sengkala berjalan dengan tradisi budaya yang diirimi dengan tembang macapat,
00:34sehingga membuat suasana menjadi hening sejenak, seolah kembali ke masa lampau.
00:40Disampaikan Raden Bagus Mahfud, Kepala Desa Karangmelok, untuk bisa melestarikan budaya bangsa ini,
00:46jalan pertama yang harus dilakukan, bagaimana kita bisa mencintai budaya itu sendiri.
00:52Ini dalam rangka seramatan desa yang diadakan sejata.
00:56Dan juga bukan cuma penjamasan, macopat dan penjamasan dan juga ronsengan itu saya tampilkan setiap tahun.
01:02Buat motivasi, bahwasannya budaya ini jangan sampai menghilang, utamanya di Karangmelok.
01:09Siapa tahu dengan adanya penampilan seperti ini, akan bergerak masyarakat, utamanya pemudanya,
01:14untuk menesterikan budaya yang ada di Bundawoso.
01:16Alhamdulillah ini persertanya ada dari Madura yang paling jauh, dan juga dari Jember, Situ Bondo, juga Bundawoso.
01:23Karena sekarang pusaka, identik dengan mistis.
01:26Ternyata pusaka itu sebenarnya bagi saya, satu sesuai dengan salah satu ulama kita Gus Dur itu.
01:33Bahwasannya, Islam yang datang ke ribumi ini, bukan untuk mematikan budaya.
01:38Jadi kita wajib untuk melestarikan budaya ini, biar lebih diketahui oleh pemuda.
01:42Malahan saya sekarang pinginnya, pihak pengkap bupati ini, utamanya dari kecamatan, saya mau mengadakan event.
01:49Supaya ke depannya akan lebih luas di masyarakat.
01:53Baik, utama di anak-anak sekolah, SD, maupun SMP dan sebagainya.
01:58Kalau kita mau melestarikan budaya ini, kita cintai dulu budaya ini.
02:02Kalau kita tidak cinta dengan budaya, tidak mungkin lestari ini budaya ini.
02:07Kita cintai budaya, bahwasannya perkerisan ini bukan mengacarkan majestis.
02:11Karena ada tata cara di pusaka itu, mengajari ahlak dan kebudayaan yang ada oleh leluhur kita.
02:17Makanya kita harus lestarikan.
02:19Menghadiri kegiatan bertajuk Selamatan Desa ini,
02:22Camat Tamanan, Aghul Mufid, mengapresiasi setiap rangkaian acara,
02:26termasuk jamas pusaka, yang muhni sebagai penggugah lestarinya budaya.
02:32Pertama, saya mengapresiasi apa yang sudah dilaksanakan oleh Kepala Desa Karangmelok ini.
02:39Ini merupakan embryo bagaimana menumbuhkan bibit-bibit pecinta budaya Nusantara.
02:49Nah, ini dimulai dari sumber Karangmelok ini.
02:52Insya Allah, kita akan berdiskusi dengan desa-desa.
02:56Kita akan melaksanakan event yang ada di kecamatan berkaitan dengan budaya.
03:01Salah satunya penjamasan keris ini.
03:03Harapannya kepada masyarakat bahwasannya keris itu apa yang disampaikan tadi bukan hal yang mistis.
03:09Tapi ini adalah warisan leluhur kita yang perlu kita rawat,
03:14yang perlu kita tetap kembangkan oleh semua yang ada di Tamanan khususnya.
03:22Sementara, Nur Hadi, Kepala KUA Tamanan.
03:25Asal tidak dibenturkan dengan agama, kebudayaan seperti jamasan pusaka ini layak dijadikan acuan sebagai upaya pelestarian tradisi bangsa.
03:34Jadi menurut saya, dari awal sampai akhir tadi mengikuti acara penjamasan ini,
03:39dan keris, dan juga ada tombak, dan juga macam-macam.
03:42Saya rasa, boleh-boleh saja, selama tidak bertentangan dengan syariah.
03:48Satu. Dan yang kedua, selama kita itu mempercayai ini adalah sebuah budaya yang harus dipestarikan,
03:54tanpa harus mengubah pola pikir kita, keyakinan kita, ikti kudiah kita, keagamaan kita, dan juga semuanya.
04:01InsyaAllah, saya menilai ini adalah boleh-boleh saja dan perlu dihestaikan.
04:28Dari Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso,
04:33Tim Redaksi Sinar.co.id memberitakan
04:37Bersama Sinar.co.id
04:40Aspirasi pencerah bangsa
Komentar
sinar.co.id
Kreator
Malam 10 Suro, Karangmelok Lestarikan Tradisi Jamasan Pusaka dan Ruwat Sengkala, Ratusan Pecinta Tosan Aji Hadir Suasana sakral berpadu dengan semangat pelestarian budaya mewarnai peringatan malam 10 Suro 1960 Jawa atau 10 Muharram 1448 Hijriah di Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat malam (26/6/2026).

Dianjurkan