00:00Bersama Sinar.co.id, aspirasi pencerah bangsa.
00:09Peringatan malam 10 Suroh 1960 Saka di Desa Karangmelok berlangsung hikmat.
00:16Tradisi jamasan ratusan pusaka dan ruwat sengkala yang dihadiri ratusan pecinta posan aji sesekarkijang
00:23sebagai manifestasi wujud pelestarian budaya leluhur.
00:26Tampak prosesi jamasan pusaka dan ruwat sengkala berjalan dengan tradisi budaya yang diirimi dengan tembang macapat,
00:34sehingga membuat suasana menjadi hening sejenak, seolah kembali ke masa lampau.
00:40Disampaikan Raden Bagus Mahfud, Kepala Desa Karangmelok, untuk bisa melestarikan budaya bangsa ini,
00:46jalan pertama yang harus dilakukan, bagaimana kita bisa mencintai budaya itu sendiri.
00:52Ini dalam rangka seramatan desa yang diadakan sejata.
00:56Dan juga bukan cuma penjamasan, macopat dan penjamasan dan juga ronsengan itu saya tampilkan setiap tahun.
01:02Buat motivasi, bahwasannya budaya ini jangan sampai menghilang, utamanya di Karangmelok.
01:09Siapa tahu dengan adanya penampilan seperti ini, akan bergerak masyarakat, utamanya pemudanya,
01:14untuk menesterikan budaya yang ada di Bundawoso.
01:16Alhamdulillah ini persertanya ada dari Madura yang paling jauh, dan juga dari Jember, Situ Bondo, juga Bundawoso.
01:23Karena sekarang pusaka, identik dengan mistis.
01:26Ternyata pusaka itu sebenarnya bagi saya, satu sesuai dengan salah satu ulama kita Gus Dur itu.
01:33Bahwasannya, Islam yang datang ke ribumi ini, bukan untuk mematikan budaya.
01:38Jadi kita wajib untuk melestarikan budaya ini, biar lebih diketahui oleh pemuda.
01:42Malahan saya sekarang pinginnya, pihak pengkap bupati ini, utamanya dari kecamatan, saya mau mengadakan event.
01:49Supaya ke depannya akan lebih luas di masyarakat.
01:53Baik, utama di anak-anak sekolah, SD, maupun SMP dan sebagainya.
01:58Kalau kita mau melestarikan budaya ini, kita cintai dulu budaya ini.
02:02Kalau kita tidak cinta dengan budaya, tidak mungkin lestari ini budaya ini.
02:07Kita cintai budaya, bahwasannya perkerisan ini bukan mengacarkan majestis.
02:11Karena ada tata cara di pusaka itu, mengajari ahlak dan kebudayaan yang ada oleh leluhur kita.
02:17Makanya kita harus lestarikan.
02:19Menghadiri kegiatan bertajuk Selamatan Desa ini,
02:22Camat Tamanan, Aghul Mufid, mengapresiasi setiap rangkaian acara,
02:26termasuk jamas pusaka, yang muhni sebagai penggugah lestarinya budaya.
02:32Pertama, saya mengapresiasi apa yang sudah dilaksanakan oleh Kepala Desa Karangmelok ini.
02:39Ini merupakan embryo bagaimana menumbuhkan bibit-bibit pecinta budaya Nusantara.
02:49Nah, ini dimulai dari sumber Karangmelok ini.
02:52Insya Allah, kita akan berdiskusi dengan desa-desa.
02:56Kita akan melaksanakan event yang ada di kecamatan berkaitan dengan budaya.
03:01Salah satunya penjamasan keris ini.
03:03Harapannya kepada masyarakat bahwasannya keris itu apa yang disampaikan tadi bukan hal yang mistis.
03:09Tapi ini adalah warisan leluhur kita yang perlu kita rawat,
03:14yang perlu kita tetap kembangkan oleh semua yang ada di Tamanan khususnya.
03:22Sementara, Nur Hadi, Kepala KUA Tamanan.
03:25Asal tidak dibenturkan dengan agama, kebudayaan seperti jamasan pusaka ini layak dijadikan acuan sebagai upaya pelestarian tradisi bangsa.
03:34Jadi menurut saya, dari awal sampai akhir tadi mengikuti acara penjamasan ini,
03:39dan keris, dan juga ada tombak, dan juga macam-macam.
03:42Saya rasa, boleh-boleh saja, selama tidak bertentangan dengan syariah.
03:48Satu. Dan yang kedua, selama kita itu mempercayai ini adalah sebuah budaya yang harus dipestarikan,
03:54tanpa harus mengubah pola pikir kita, keyakinan kita, ikti kudiah kita, keagamaan kita, dan juga semuanya.
04:01InsyaAllah, saya menilai ini adalah boleh-boleh saja dan perlu dihestaikan.
04:28Dari Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso,
04:33Tim Redaksi Sinar.co.id memberitakan
04:37Bersama Sinar.co.id
04:40Aspirasi pencerah bangsa
Komentar