Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 bulan yang lalu
Bondowoso – SMAN 2 Bondowoso menghadirkan suasana berbeda dalam momentum penerimaan laporan hasil belajar semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Mengusung tema “My Father Is My Hero”, sekolah ini mengundang ratusan ayah sekaligus wali murid kelas XII untuk mengikuti kegiatan parenting yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pembentukan karakter anak.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pertama, tentu sinergi dari pemerintah kita bahwa Indonesia itu adalah fatherless.
00:07Maka kita juga aktif bahwa peranan ayah itu sangat penting.
00:12Dengan hadirnya ayah, maka akan memberikan keteladanan buat anak.
00:16Bagaimana menjadi seorang yang tangguh, tidak mudah patah ketika ada persoalan,
00:22dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat.
00:24Serta dia mempunyai sikap jujur, ulet, kerja keras.
00:28Nah, semua karakter-karakter itu kan ada dalam ayah.
00:31Nah, harapan kami dengan anak-anak mempunyai karakter yang diturunkan dari ayah,
00:36utamanya dari keteladanan itu, itu akan memperkuat dirinya untuk mempersiapkan masa depan.
00:42Harapan kami tentu kegiatan parenting ini dengan tema My Father is My Hero,
00:48sekolah semakin sinergi dengan orang tua, karena sukses is not single one.
00:52Kita butuh-butuh dukungan para orang tua, utamanya para ayah,
00:57untuk mengantarkan putra putrinya menjadi anak yang kuat,
01:01tidak saja akademis, tapi emosionalnya juga kuat, spiritualnya juga kuat,
01:06dan dia akan menjadi generasi hebat luar biasa untuk Indonesia Mas 2045.
01:11Tentu tidak menghilangkan dusi dari ibu sendiri, sebagai orang tua.
01:16Ya, tentu keduanya itu akan menjadi seimbang untuk figur lembut, kemudian kasih sayang, itu akan didapatkan oleh ibu.
01:25Sedangkan figur bagaimana dia kuat, tahan banting, menjadi tidak mudah ketika ada persoalan,
01:31tidak mudah frustasi, tidak mudah patah karang, figur itu harapan kami, karakter itu harapannya akan didapatkan dari ayah,
01:39sehingga anak seimbang antara maskulin dan feminimnya akan seimbang.
01:44Kita selalu memberikan penguatan bahwa ayah, bunda itu menjadi contoh dan juga menjadi motivasi, inspirasi buat anak-anak.
01:53Yang sudah kita lakukan di sekolah adalah ketika hari surat internasional,
01:57anak-anak itu menulis surat untuk ayahnya, dan itu merupakan luapan perasaannya, bagaimana kecintaan pada ayahnya.
02:05Ada juga anak yang selama ini tidak terlalu diperhatikan oleh ayahnya, dia juga menuliskan di situ.
02:12Dan kita mengharapkan bahwa anak-anak itu akan menjadi anak yang soleha, yang berbakti kepada kedua orang tuanya.
02:19Tapi apa ada juga kompetisinya ini?
02:23Apa indikator sehingga ada kompetisi itu memunculkan sebuah juara?
02:29Ya, untuk kompetisi karena memang tujuan dari pembelajaran mendalam itu salah satunya adalah kekuatan literasi,
02:35dan juga literasi di Indonesia itu masih sangat kurang,
02:39maka salah satu budaya positif yang dibangun sekolah ini adalah kegiatan literasi.
02:44Yang kita lakukan budaya literasi itu setiap satu minggu dua kali,
02:48kemudian di akhir, di semester itu kita barengkan dengan anak-anak menulis surat.
02:54Untuk ayah tentu, untuk penyeleksiannya lumayan sulit.
02:57Dari surat-surat yang ada itu diseleksi oleh para wali kelas,
03:02kalau rata-rata di kelas kan 35, itu diambil 10.
03:05Dari 10 itu dibaca kembali bersama-sama oleh kurikulum, oleh BK, dan wali kelas,
03:11untuk kita saring menjadi tiga.
03:13Dari tiga dibaca lagi oleh guru bahasa Indonesia untuk melihat kontennya,
03:18kemudian struktur bahasanya, koherensi, kemudian terpilihlah satu yang terbaik.
Komentar

Dianjurkan