00:09Terima kasih atas kesempatannya, saya Iqbal dari Metro TV News, pertanyaan terkait aliran dana, bagaimana mekanisme penarikan dana yang perputaran
00:21dana sebesar puluhan belasan triliun tadi,
00:24mengingat bahwa ATM-ATM bank yang digunakan adalah bank multinasional, kemudian terkait situs domain yang tadi, ratusan domain itu bisa
00:35dijelaskan barangkali kenapa ratusan domain judi online ini masih kerap lolos dari pengamanan cyber dan bagaimana evaluasi ke depannya, seperti
00:47itu, terima kasih.
00:47Terima kasih Mas Iqbal, berarti terkait dengan Diri Tipidum, kemudian dari Komdiji ya, kami persilakan Pak Diri Tipidum lebih dahulu.
00:57Terima kasih Mas, berdasarkan hasil analisis terhadap Google Sheet ya, Google Sheet itu merupakan catatan yang tersimpan di salah satu
01:13admin ya,
01:16bahwa transaksi atau perputaran mereka ini pernah tercatat sampai dengan 13 triliun.
01:25Sedangkan bagaimana cara mereka menarik dana ataupun mengelola dana, perlu kami sampaikan bahwa
01:31di dalam Google Sheet itu tercatat nomor rekeningnya semua nomor rekening luar negeri, jadi tidak ada rekening di Indonesia.
01:41Mungkin nanti lebih pas terkait masalah bagaimana operasional terhadap narik dana dan lain sebagainya,
01:52alarinya kemana, mungkin lebih tepat nanti dari BPATK yang akan memberikan jawaban.
02:00Sedangkan 45, ulangi, 145 web yang berhasil kami identifikasi terkait operasional judi online di Hayang Buruk,
02:14saat dilakukan penangkapan ini masih, webnya masih hidup.
02:20Seiring waktu berjalan, kemungkinan mungkin sudah setelah kita melakukan koordinasi sinergi dengan KomDigi,
02:29kemungkinan sudah ada yang dilakukan serangkaian kegiatan untuk melakukan pemblokiran.
02:35Nanti mungkin lebih jelasnya dari KomDigi yang akan menjelaskan.
02:38Terima kasih.
02:39Sebelum ke KomDigi, mungkin dari Pak Danang, dari Diputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, untuk menambahkan.
02:46Baik, terima kasih.
02:48Dapat saya tambahkan bahwa rekening-rekening deposit atau withdrawal itu kan dibuka di luar Indonesia,
02:56dan sebagian besar sesuai dengan jumlah admin di sini adalah warga negara Vietnam,
03:02maka pasti rekening yang dibuka di luar Indonesia paling banyak juga di Vietnam,
03:05dan korban-korban judulnya adalah di Vietnam.
03:09Nah, di sini adalah operatornya.
03:12Nah, tadi disampaikan oleh Pak Dirbidum bahwa beroperasi di Hayamuro ini baru sekitar 2-3 bulan,
03:20itu perputaran dana untuk administrasi itu dalam 3 bulan itu kurang lebih 27 miliar.
03:26Inilah uang yang berputar di sini yang digunakan untuk operasional.
03:32Tadi untuk apa istilahnya membeli tiketnya, untuk mengurus dokumen kemigrasianya, dan sebagainya.
03:41Dan pengoperasional rekening di luar negeri itu bisa dengan internet banking.
03:45Artinya dari sini pun bisa.
03:46Terima kasih.
03:49Terima kasih Pak Danang, atau Pak Jawara dari Komdigi.
04:22Kami persilakan untuk menambahkan.
04:23Jadi secara umum, proses melakukan pemblokiran itu sendiri adalah ditemukan terlebih dahulu situs-situsnya,
04:31kemudian dilakukan verifikasi untuk memastikan bahwa benar situs tersebut mengandung muatan perjudian,
04:36kemudian kami lakukan pemutusan akses.
04:39Baik itu situs berupa domain maupun alamat IP address.
04:43Nah itu nanti setelah situs setelah diblokir, maka akan masuk ke dalam database transpositif Komdigi.
04:50Sehingga secara umum nasional di Indonesia tidak bisa mengakses website yang sudah dilakukan pemblokiran.
05:00Terkait dengan situs-situs di luar daripada pemblokiran ini,
05:05memang biasanya bandara-bandara judi atau mungkin pemilik situs setelah diblokir salah satu situsnya,
05:13maka biasanya apabila tidak tertangkap oleh aparat, itu akan membuat situs lagi yang baru,
05:20sehingga itu yang bisa menyebabkan situs berkembang.
05:25Maka dari itu kita harus selain dengan memutus situsnya,
05:30kemudian juga melakukan penyitaan terkait server ataupun juga penahanan terkait dengan pelaku atau pemilik situs tersebut.
05:38Demikian dapat saya sampaikan.
05:40Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:42Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar