Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengungkap fakta baru terkait jaringan judi online internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk Plaza.

Berdasarkan hasil analisis digital terhadap Google Sheet milik pelaku, penyidik menemukan catatan perputaran dana yang mencapai sekitar Rp13 triliun.

Polisi menjelaskan seluruh rekening deposit yang digunakan berada di luar negeri, dengan mayoritas rekening diduga berasal dari Vietnam karena sebagian besar operator merupakan warga negara Vietnam.

Operasional transaksi disebut dapat dijalankan melalui internet banking meski para pelaku berada di Indonesia.

Selain menelusuri aliran dana, penyidik juga mengidentifikasi 145 situs judi online yang masih aktif saat penggerebekan berlangsung.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan seluruh situs yang dilaporkan telah diproses untuk pemblokiran.

Namun, Komdigi mengakui para bandar kerap membuat domain baru setelah situs lama diblokir, sehingga penindakan terhadap pelaku dan penyitaan server menjadi langkah penting untuk memutus operasional jaringan judi online.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677288/brigjen-pol-wira-satya-sebut-aliran-dana-judol-hayam-wuruk-rp13-triliun-145-web-teridentifikasi
Transkrip
00:09Terima kasih atas kesempatannya, saya Iqbal dari Metro TV News, pertanyaan terkait aliran dana, bagaimana mekanisme penarikan dana yang perputaran
00:21dana sebesar puluhan belasan triliun tadi,
00:24mengingat bahwa ATM-ATM bank yang digunakan adalah bank multinasional, kemudian terkait situs domain yang tadi, ratusan domain itu bisa
00:35dijelaskan barangkali kenapa ratusan domain judi online ini masih kerap lolos dari pengamanan cyber dan bagaimana evaluasi ke depannya, seperti
00:47itu, terima kasih.
00:47Terima kasih Mas Iqbal, berarti terkait dengan Diri Tipidum, kemudian dari Komdiji ya, kami persilakan Pak Diri Tipidum lebih dahulu.
00:57Terima kasih Mas, berdasarkan hasil analisis terhadap Google Sheet ya, Google Sheet itu merupakan catatan yang tersimpan di salah satu
01:13admin ya,
01:16bahwa transaksi atau perputaran mereka ini pernah tercatat sampai dengan 13 triliun.
01:25Sedangkan bagaimana cara mereka menarik dana ataupun mengelola dana, perlu kami sampaikan bahwa
01:31di dalam Google Sheet itu tercatat nomor rekeningnya semua nomor rekening luar negeri, jadi tidak ada rekening di Indonesia.
01:41Mungkin nanti lebih pas terkait masalah bagaimana operasional terhadap narik dana dan lain sebagainya,
01:52alarinya kemana, mungkin lebih tepat nanti dari BPATK yang akan memberikan jawaban.
02:00Sedangkan 45, ulangi, 145 web yang berhasil kami identifikasi terkait operasional judi online di Hayang Buruk,
02:14saat dilakukan penangkapan ini masih, webnya masih hidup.
02:20Seiring waktu berjalan, kemungkinan mungkin sudah setelah kita melakukan koordinasi sinergi dengan KomDigi,
02:29kemungkinan sudah ada yang dilakukan serangkaian kegiatan untuk melakukan pemblokiran.
02:35Nanti mungkin lebih jelasnya dari KomDigi yang akan menjelaskan.
02:38Terima kasih.
02:39Sebelum ke KomDigi, mungkin dari Pak Danang, dari Diputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, untuk menambahkan.
02:46Baik, terima kasih.
02:48Dapat saya tambahkan bahwa rekening-rekening deposit atau withdrawal itu kan dibuka di luar Indonesia,
02:56dan sebagian besar sesuai dengan jumlah admin di sini adalah warga negara Vietnam,
03:02maka pasti rekening yang dibuka di luar Indonesia paling banyak juga di Vietnam,
03:05dan korban-korban judulnya adalah di Vietnam.
03:09Nah, di sini adalah operatornya.
03:12Nah, tadi disampaikan oleh Pak Dirbidum bahwa beroperasi di Hayamuro ini baru sekitar 2-3 bulan,
03:20itu perputaran dana untuk administrasi itu dalam 3 bulan itu kurang lebih 27 miliar.
03:26Inilah uang yang berputar di sini yang digunakan untuk operasional.
03:32Tadi untuk apa istilahnya membeli tiketnya, untuk mengurus dokumen kemigrasianya, dan sebagainya.
03:41Dan pengoperasional rekening di luar negeri itu bisa dengan internet banking.
03:45Artinya dari sini pun bisa.
03:46Terima kasih.
03:49Terima kasih Pak Danang, atau Pak Jawara dari Komdigi.
04:22Kami persilakan untuk menambahkan.
04:23Jadi secara umum, proses melakukan pemblokiran itu sendiri adalah ditemukan terlebih dahulu situs-situsnya,
04:31kemudian dilakukan verifikasi untuk memastikan bahwa benar situs tersebut mengandung muatan perjudian,
04:36kemudian kami lakukan pemutusan akses.
04:39Baik itu situs berupa domain maupun alamat IP address.
04:43Nah itu nanti setelah situs setelah diblokir, maka akan masuk ke dalam database transpositif Komdigi.
04:50Sehingga secara umum nasional di Indonesia tidak bisa mengakses website yang sudah dilakukan pemblokiran.
05:00Terkait dengan situs-situs di luar daripada pemblokiran ini,
05:05memang biasanya bandara-bandara judi atau mungkin pemilik situs setelah diblokir salah satu situsnya,
05:13maka biasanya apabila tidak tertangkap oleh aparat, itu akan membuat situs lagi yang baru,
05:20sehingga itu yang bisa menyebabkan situs berkembang.
05:25Maka dari itu kita harus selain dengan memutus situsnya,
05:30kemudian juga melakukan penyitaan terkait server ataupun juga penahanan terkait dengan pelaku atau pemilik situs tersebut.
05:38Demikian dapat saya sampaikan.
05:40Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:42Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan