00:00Saudara kita, saya kira itu yang terpenting, tapi saya ingin mengatakan di sini, saya berjuang di politik selama sekian puluh
00:13tahun.
00:16Saya ikut pemilihan umum, saya ikut lima kali, empat kali kalah.
00:30Ketawa lagi kalian, enggak enak kalah, empat kali kalah, yang terakhir menang.
00:44Kenapa saya masih terus, kenapa saya masih terus, karena saya waktu itu melihat arah, arah pembangunan ekonomi kita.
01:00Karena menurut saya, waktu itu berada di arah yang keliru.
01:09Waktu itu, yang dianut adalah faham neoliberal.
01:20Neoliberal mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh membantu orang-orang miskin.
01:34Orang lemah, dikatakan memang lemah, karena tidak bisa bersaing.
01:42Yang diutamakan adalah mereka yang kuat, mereka yang katanya mampu bersaing.
01:50Waktu itu, saya ketua umum HKTI.
01:56Saya menghadap Menko Perekonomian.
02:02Waktu itu namanya adalah Abu Rizal Bakri.
02:05Waktu itu pemerintah mau import beras.
02:12Saya sebagai ketua umum HKTI, saya menghadap dan saya menghimbau,
02:21Janganlah mengimport beras.
02:26Apalagi import beras pada saat petani mau panen.
02:33Hancur harga untuk petani.
02:36Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal.
02:44Waktu itu, banyak pakar-pakar yang pintar-pintar,
02:52sampai sekarang masih menganggap dirinya pintar,
02:57mengatakan untuk apa kita membela petani Indonesia.
03:09Kalau petani Indonesia, ini kata-kata beliau.
03:14Bukan Pak Abu Rizal Bakri, tapi salah satu penasihatnya.
03:19Kalau petani Indonesia tidak efisien, itu kata-kata beliau.
03:27Kalau petani Vietnam lebih efisien,
03:32lebih baik kita beli beras dari Vietnam.
03:34Itu pandangan orang-orang pintar itu, saudara-saudara.
03:38Saya kaget.
03:40Saya kaget dan saya sedih.
03:44Saya mengatakan dalam hati saya,
03:48ini salah besar.
03:51Ini tidak mengerti apa arti negara.
03:56Tidak mengerti apa arti bernegara.
04:00Tidak mengerti kenapa kita mau merdeka.
04:05Kita berjuang ratusan tahun untuk mendirikan negara merdeka.
04:09Agar rakyat kita sejahtera.
04:16Agar petani nelayan buruk seluruh rakyat Indonesia sejahtera.
04:21Agar mereka hidup dengan baik.
04:25Agar anak-anak bisa sekolah dengan baik.
04:29Agar mereka punya rumah yang layak.
04:34Agar mereka punya,
04:36kalau sakit bisa ke rumah sakit,
04:38bisa ke poliklinik,
04:40bisa ke puskesmas,
04:42bisa dapat obat
04:43yang terjangkau harganya.
04:47Itu tujuan kita merdeka.
04:49Kita bukan merdeka.
04:53Hanya sekedar untuk merdeka.
04:57Untuk apa kita punya DPR?
04:59Untuk apa kita punya DPD?
05:01Untuk apa kita nyanyi lagu kebangsaan?
05:04Kalau rakyat kita tidak sejahtera,
05:06saudara-saudara sekalian.
05:11Karena itulah,
05:13saya bertekad,
05:14saya berjuang.
05:16Saya terus di politik.
05:18Kalah,
05:19saya maju lagi.
05:20Kalah,
05:21maju lagi.
05:22Karena saya melihat,
05:24belum ada
05:25usaha besar
05:28dari elit Indonesia
05:30untuk memperkuat
05:32rakyat Indonesia
05:34dari bawah.
05:35Karena itu saya maju
05:36dan Alhamdulillah,
05:38saudara-saudara,
05:40saya yakin HKTI
05:41dan KTNA
05:42kunci dari kemenangan saya
05:45kemarin itu.
05:50Saudara-saudara sekalian,
05:53dalam satu tahun,
05:56delapan bulan,
05:57mungkin sampai sekarang,
06:00telah banyak kita capek.
06:03telah banyak yang paling besar
06:05kita capek.
06:07Dan saya merasa bersyukur
06:09adalah
06:11kita
06:14sewa sembada
06:15pangan.
06:17Kita
06:18produksi pangan,
06:22beras,
06:23jagung,
06:24hampir semua
06:25komunitas pangan
06:26kita produksi
06:28dan produksi
06:30beras
06:31dan jagung kita
06:33tertinggi
06:34sepanjang
06:36negara kita berdiri.
06:40Dan ini,
06:42ini
06:43adalah akibat
06:45kerja keras
06:47saudara-saudara sekalian.
06:49ini adalah
06:52prestasi
06:54tim
06:56yang sekarang
06:58menggerakkan
07:00pertanian Indonesia.
07:04Untuk itu,
07:06saya menyampaikan
07:08penghargaan
07:09di hadapan
07:11seluruh keluarga besar,
07:14tani dan nelayan
07:15andalan,
07:16juga hadir
07:18ormas-ormas
07:20pertanian di sini.
07:22Saya menyampaikan
07:25penghargaan saya,
07:28rasa hormat saya
07:29kepada tim
07:32yang dipimpin
07:34oleh tokoh-tokoh
07:35yang ada di belakang saya.
07:37Menko Pangan,
07:39Menteri Pertanian,
07:42Pak Amran Suleiman,
07:46Menteri
07:47Kelautan
07:48Perikanan,
07:50Wakil-wakilnya,
07:53Wakil Menteri
07:54Pertanian
07:54Sudaryono,
07:55Wakil Menteri
07:57Kelautan
07:58dan Perikanan
07:59Laksamana
08:00Didit,
08:02tapi juga
08:03sangat besar
08:05dibantu
08:06oleh menteri-menteri
08:07lain.
08:08Dan juga
08:09sangat
08:10dibantu
08:11oleh
08:12Panglima
08:13TNI
08:14oleh Kapolri
08:17oleh Kepala-Kepala
08:19Staf Angkatan.
08:20Hanya di Indonesia,
08:23polisi
08:24ngurus
08:25pertanian.
08:33Hanya di Indonesia,
08:37tentaranya
08:38sering
08:39ada di sawah.
08:43Hanya di Indonesia,
08:45angkatan laut
08:46tanam
08:48kedelai.
08:50Hanya di Indonesia,
08:53angkatan udara
08:54tanam tebu.
08:59tapi ini adalah
09:03strategis,
09:04ini adalah
09:05kenapa
09:05Indonesia
09:06akan bangkit
09:07dengan hebat
09:08saudara-saudara
09:09kalian.
09:09Kita akan
09:10bangkit
09:10menjadi negara
09:12yang hebat.
09:14Ada
09:14yang selalu
09:16tidak ingin
09:17kita bangkit.
09:19Ada.
09:20kita sudah
09:21tahu
09:21mereka-mereka
09:22itu.
09:24Iya kan?
09:25Ini karena
09:26banyak wartawan
09:27aku,
09:28pidato aku
09:28harus aku
09:29atur.
09:31Nanti yang
09:32dikutip
09:33yang
09:34dikutip
09:34dikutip
09:34dikutip
09:34dikutip
09:35dikutip
09:35dikutip
09:35dikutip
09:35Terima kasih.
Komentar