Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
GORONTALO, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menceritakan perjalanan panjangnya di dunia politik yang telah ia jalani selama puluhan tahun.

Ia mengungkapkan telah mengikuti lima kali pemilihan umum dengan empat kali kekalahan sebelum akhirnya meraih kemenangan, namun tetap memilih untuk terus maju karena keyakinannya terhadap arah perjuangan politik yang ia anggap harus berpihak pada rakyat kecil.

Ia juga menyoroti kritik terhadap kebijakan ekonomi yang menurutnya terlalu berorientasi pada paham neoliberal, yang dianggap kurang melindungi petani dan rakyat kecil.

Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama bernegara, sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap capaian sektor pertanian dan perikanan yang dinilainya sebagai hasil kerja kolektif pemerintah saat ini.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/676765/tegas-prabowo-soal-perjalanan-politik-dari-kalah-berkali-kali-hingga-menang-demi-bangun-ekonomi-ri
Transkrip
00:00Saudara kita, saya kira itu yang terpenting, tapi saya ingin mengatakan di sini, saya berjuang di politik selama sekian puluh
00:13tahun.
00:16Saya ikut pemilihan umum, saya ikut lima kali, empat kali kalah.
00:30Ketawa lagi kalian, enggak enak kalah, empat kali kalah, yang terakhir menang.
00:44Kenapa saya masih terus, kenapa saya masih terus, karena saya waktu itu melihat arah, arah pembangunan ekonomi kita.
01:00Karena menurut saya, waktu itu berada di arah yang keliru.
01:09Waktu itu, yang dianut adalah faham neoliberal.
01:20Neoliberal mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh membantu orang-orang miskin.
01:34Orang lemah, dikatakan memang lemah, karena tidak bisa bersaing.
01:42Yang diutamakan adalah mereka yang kuat, mereka yang katanya mampu bersaing.
01:50Waktu itu, saya ketua umum HKTI.
01:56Saya menghadap Menko Perekonomian.
02:02Waktu itu namanya adalah Abu Rizal Bakri.
02:05Waktu itu pemerintah mau import beras.
02:12Saya sebagai ketua umum HKTI, saya menghadap dan saya menghimbau,
02:21Janganlah mengimport beras.
02:26Apalagi import beras pada saat petani mau panen.
02:33Hancur harga untuk petani.
02:36Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal.
02:44Waktu itu, banyak pakar-pakar yang pintar-pintar,
02:52sampai sekarang masih menganggap dirinya pintar,
02:57mengatakan untuk apa kita membela petani Indonesia.
03:09Kalau petani Indonesia, ini kata-kata beliau.
03:14Bukan Pak Abu Rizal Bakri, tapi salah satu penasihatnya.
03:19Kalau petani Indonesia tidak efisien, itu kata-kata beliau.
03:27Kalau petani Vietnam lebih efisien,
03:32lebih baik kita beli beras dari Vietnam.
03:34Itu pandangan orang-orang pintar itu, saudara-saudara.
03:38Saya kaget.
03:40Saya kaget dan saya sedih.
03:44Saya mengatakan dalam hati saya,
03:48ini salah besar.
03:51Ini tidak mengerti apa arti negara.
03:56Tidak mengerti apa arti bernegara.
04:00Tidak mengerti kenapa kita mau merdeka.
04:05Kita berjuang ratusan tahun untuk mendirikan negara merdeka.
04:09Agar rakyat kita sejahtera.
04:16Agar petani nelayan buruk seluruh rakyat Indonesia sejahtera.
04:21Agar mereka hidup dengan baik.
04:25Agar anak-anak bisa sekolah dengan baik.
04:29Agar mereka punya rumah yang layak.
04:34Agar mereka punya,
04:36kalau sakit bisa ke rumah sakit,
04:38bisa ke poliklinik,
04:40bisa ke puskesmas,
04:42bisa dapat obat
04:43yang terjangkau harganya.
04:47Itu tujuan kita merdeka.
04:49Kita bukan merdeka.
04:53Hanya sekedar untuk merdeka.
04:57Untuk apa kita punya DPR?
04:59Untuk apa kita punya DPD?
05:01Untuk apa kita nyanyi lagu kebangsaan?
05:04Kalau rakyat kita tidak sejahtera,
05:06saudara-saudara sekalian.
05:11Karena itulah,
05:13saya bertekad,
05:14saya berjuang.
05:16Saya terus di politik.
05:18Kalah,
05:19saya maju lagi.
05:20Kalah,
05:21maju lagi.
05:22Karena saya melihat,
05:24belum ada
05:25usaha besar
05:28dari elit Indonesia
05:30untuk memperkuat
05:32rakyat Indonesia
05:34dari bawah.
05:35Karena itu saya maju
05:36dan Alhamdulillah,
05:38saudara-saudara,
05:40saya yakin HKTI
05:41dan KTNA
05:42kunci dari kemenangan saya
05:45kemarin itu.
05:50Saudara-saudara sekalian,
05:53dalam satu tahun,
05:56delapan bulan,
05:57mungkin sampai sekarang,
06:00telah banyak kita capek.
06:03telah banyak yang paling besar
06:05kita capek.
06:07Dan saya merasa bersyukur
06:09adalah
06:11kita
06:14sewa sembada
06:15pangan.
06:17Kita
06:18produksi pangan,
06:22beras,
06:23jagung,
06:24hampir semua
06:25komunitas pangan
06:26kita produksi
06:28dan produksi
06:30beras
06:31dan jagung kita
06:33tertinggi
06:34sepanjang
06:36negara kita berdiri.
06:40Dan ini,
06:42ini
06:43adalah akibat
06:45kerja keras
06:47saudara-saudara sekalian.
06:49ini adalah
06:52prestasi
06:54tim
06:56yang sekarang
06:58menggerakkan
07:00pertanian Indonesia.
07:04Untuk itu,
07:06saya menyampaikan
07:08penghargaan
07:09di hadapan
07:11seluruh keluarga besar,
07:14tani dan nelayan
07:15andalan,
07:16juga hadir
07:18ormas-ormas
07:20pertanian di sini.
07:22Saya menyampaikan
07:25penghargaan saya,
07:28rasa hormat saya
07:29kepada tim
07:32yang dipimpin
07:34oleh tokoh-tokoh
07:35yang ada di belakang saya.
07:37Menko Pangan,
07:39Menteri Pertanian,
07:42Pak Amran Suleiman,
07:46Menteri
07:47Kelautan
07:48Perikanan,
07:50Wakil-wakilnya,
07:53Wakil Menteri
07:54Pertanian
07:54Sudaryono,
07:55Wakil Menteri
07:57Kelautan
07:58dan Perikanan
07:59Laksamana
08:00Didit,
08:02tapi juga
08:03sangat besar
08:05dibantu
08:06oleh menteri-menteri
08:07lain.
08:08Dan juga
08:09sangat
08:10dibantu
08:11oleh
08:12Panglima
08:13TNI
08:14oleh Kapolri
08:17oleh Kepala-Kepala
08:19Staf Angkatan.
08:20Hanya di Indonesia,
08:23polisi
08:24ngurus
08:25pertanian.
08:33Hanya di Indonesia,
08:37tentaranya
08:38sering
08:39ada di sawah.
08:43Hanya di Indonesia,
08:45angkatan laut
08:46tanam
08:48kedelai.
08:50Hanya di Indonesia,
08:53angkatan udara
08:54tanam tebu.
08:59tapi ini adalah
09:03strategis,
09:04ini adalah
09:05kenapa
09:05Indonesia
09:06akan bangkit
09:07dengan hebat
09:08saudara-saudara
09:09kalian.
09:09Kita akan
09:10bangkit
09:10menjadi negara
09:12yang hebat.
09:14Ada
09:14yang selalu
09:16tidak ingin
09:17kita bangkit.
09:19Ada.
09:20kita sudah
09:21tahu
09:21mereka-mereka
09:22itu.
09:24Iya kan?
09:25Ini karena
09:26banyak wartawan
09:27aku,
09:28pidato aku
09:28harus aku
09:29atur.
09:31Nanti yang
09:32dikutip
09:33yang
09:34dikutip
09:34dikutip
09:34dikutip
09:34dikutip
09:35dikutip
09:35dikutip
09:35dikutip
09:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan