Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Polisi menangkap Taufik Hidayat, buronan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tersangka diamankan di wilayah Majalaya dan langsung dibawa ke Mapolda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah membentuk tim khusus guna memburu Taufik yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap korban selama tiga tahun. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan luka serius serta kerusakan pada sejumlah organ tubuh.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkapkan bahwa selama dalam pelarian, tersangka sempat bersembunyi di Tangerang, Banten. Namun karena merasa takut, Taufik kembali ke Jawa Barat dan tinggal di rumah saudaranya di Majalaya, Kabupaten Bandung. Di lokasi itulah polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka.

Sementara itu, kondisi korban yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Tim medis menyatakan luka-luka pada tubuh korban telah dibersihkan dan saat ini korban mulai dapat berkomunikasi.

Pemulihan fisik dan psikologis korban menjadi fokus utama penanganan medis. Sejumlah dokter dari berbagai bidang dilibatkan dalam proses perawatan, mulai dari dokter mata, dokter penyakit dalam, hingga dokter bedah plastik untuk menangani dampak luka yang dialami korban selama penyekapan.

Informasi terbaru mengenai penangkapan tersangka serta perkembangan kondisi korban akan disampaikan langsung oleh jurnalis KompasTV, Vidaa Alatas, bersama juru kamera Sunandar dari Mapolda Jawa Barat.

#Bandung #PoldaJabar #Penyekapan #Penganiayaan #TaufikHidayat

Baca Juga Polisi Tangkap Buron Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Kekasih di Bandung | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/676708/polisi-tangkap-buron-kasus-penyekapan-dan-penganiayaan-kekasih-di-bandung-kompas-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/676727/situasi-terkini-usai-taufik-hidayat-ditahan-dalam-kasus-penganiayaan-terhadap-kekasihnya-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kembali lagi di Sapa Indonesia pagi, sodara polisi menangkap buron kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya di Bandung, Jawa Barat.
00:16Tersangka, Taufik Hidayat, digelandang ke Mabolda, Jawa Barat, usai ditangkap di wilayah Majalaya.
00:22Sebelumnya, Polda, Jawa Barat membentuk tim khusus untuk memburu Taufik.
00:26Taufik ditetapkan sebagai tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan kekasihnya selama 3 tahun,
00:33hingga korban mengalami luka serius dan juga kerusakan sejumlah organ tubuh.
00:42Akhirnya, pada pukul 18.30 kurang lebih tadi, di Ciparai, kecamatan Ciparai,
00:49Di sebuah perumahan, geria pesona,
00:56akhirnya kami dapat menemukan keberadaan tersangka
01:03dan langsung kita lakukan penangkapan.
01:08Tersangka dalam kondisi sehat,
01:13siap untuk dilakukan penahanan dan pemeriksaan awal.
01:20Pemeriksaan awal sedang dilakukan,
01:23tadi sudah ditanyakan beberapa pertanyaan,
01:27terutama mengenai identitas.
01:31Benar bahwa yang bersangkutan bernama TH alias I.
01:38Malam ini kita akan,
01:40ya, pemeriksaan awal,
01:43selanjutnya resmi kita lakukan penahanan.
01:48Insya Allah, besok kita akan teruskan lagi
01:53pemeriksaan-pemeriksaan terhadap pihak bersangkutan,
01:56termasuk juga melibatkan beberapa ahli-ahli kejiwaan
02:04supaya kita mempunyai data awal
02:08bagaimana kondisi kejiwaan tersangka.
02:14Karena apa yang dilakukan,
02:16sebagaimana teman-teman ketahui,
02:20ini sesuatu yang tidak wajar.
02:23Diri hasil pemeriksaan awal,
02:25polisi menyebut dalam pelariannya
02:27tersangka sempat kabur
02:29dan juga bersembunyi di Tangerang, Banten.
02:31Namun karena takut,
02:32tersangka kembali ke Jawa Barat
02:34dan menetap di rumah saudaranya
02:35di Majelaya Kabupaten, Bandung, Jawa Barat.
02:39Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan
02:42yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang.
02:48Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman,
02:53tapi di sana juga bingung
02:55dan merasa tidak aman
02:57dan kembali lagi ke Jawa Barat.
03:00Kami sempat menanyakan juga
03:03bahwa yang bersangkutan juga
03:05merasa takut, curiga sama semua orang
03:10dan tidak tahu mau kemana
03:13dan akhirnya sampailah di Majelaya
03:17dan tertangkap.
03:21Setelah mendapatkan perawatan intensif
03:23di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung,
03:25saudara, kondisi korban penyekapan
03:27dan penganyayaan saat ini
03:28sudah mulai membaik.
03:29Luka-luka yang ada di tubuh korban
03:31sudah dibersihkan
03:32dan mulai bisa berkomunikasi.
03:34Pemulihan psikis dan visi korban
03:37menjadi prioritas utama tim dokter saat ini.
03:39Sejumlah dokter pun dilibatkan
03:41mulai dari dokter mata,
03:43dokter penyakit dalam
03:44dan dokter bedah plastik.
03:51Kondisi pasien saat ini
03:53sudah mengalami perbaikan
03:55dan kita juga dari Rumah Sakit Hasan Sadikin
03:57memberikan pelayanan yang terbaik
04:00dan juga tim yang terbaik.
04:01Jadi kita membuat tim
04:02mulai dari bedah plastiknya,
04:04penyakit dalam, mata, dan yang lainnya.
04:07Mohon doanya dari semuanya
04:09mudah-mudahan bisa cepat pulih
04:11dan juga mudah-mudahan dapat beraktifitas kembali.
04:15Yang pasti adalah
04:16kesehatan umumnya
04:18dan juga kemarin
04:19luka-lukanya juga sudah
04:20jelasanakan pembersihan
04:22dari demang
04:23lalu juga kita
04:24secara komprehensif
04:25kesehatannya
04:26kita perbaiki semuanya.
04:31Sebelumnya penjaga kos sempat mendengar
04:34suara gaduh dari dalam kos
04:35yang disewakan korban
04:37dan juga tersangka.
04:38Namun ketika ditanya
04:40tersangka berkelit
04:41dengan menyebut suara gaduh itu
04:42berasal dari dirinya sendiri.
04:45Penjaga kos juga tidak pernah melihat
04:46sosok korban di lingkungan kos.
04:48Usai, mereka menyewa kamar kos
04:50selama tiga bulan terakhir.
05:09Kayaknya tangan gitu dipukul-pukul
05:11soalnya kan suka ditanya ke si pelaku
05:14kalau itu ngedengar yang jeduk-jeduk pintu
05:17pintu sama tembok itu apaan
05:21kok kata dia om katanya
05:22kalau itu tes
05:24kalau IPI lagi pusing katanya
05:25suka mukulin kepala atau tangan
05:28katanya mukul-mukul tembok gitu.
05:31Pernah keluar atau ibu pernah bertemu
05:33sebelumnya setelah ngekos disini?
05:35Belum pernah sama sekali
05:37nyuci baju perempuannya juga belum melihat
05:40belum pernah ada nyuci baju kan
05:42istilahnya kalau orang itu ya
05:45perempuan ada baju lah
05:47ada apa nggak pernah
05:48cuma baju si pelakunya aja
05:54Timi nafis Polda Jawa Barat
05:55menggelar olah kejadian perkara
05:58di kamar kos tersangka
05:59di kawasan Cununu Kabupaten Bandung Jawa Barat
06:02pada selasa siang sodara.
06:04Lokasi kamar kos ini diduga
06:06menjadi lokasi terakhir tersangka
06:08melakukan penyekapan
06:09dan juga penganiayaan terhadap korban.
06:11Di tempat ini tersangka dan juga korban
06:14sudah menetap selama tiga bulan
06:15atau sejak Maret lalu.
06:17Tersangka dikenal tertutup
06:19dan mengaku bahwa korban adalah istrinya.
06:22Korban dan pelaku diketahui
06:24kerap berpindah-pindah tempat tinggal.
06:26Pada malam sebelumnya
06:27polisi juga melakukan penggeledahan
06:29terhadap kamar kos korban dan juga tersangka.
06:42Ekonomi bukanlah motif utama pelaku
06:45menurut psikologi-psikolog forensik
06:47Reza Indra Giri
06:48yang kami kutip dari program
06:50Sapa Malam Indonesia.
06:51Selasa 23 Juni 2026
06:53ada dua motif pelaku keji menyekap
06:56hingga mengeniai kekasihnya.
06:59Mungkinan motifnya kan hanya ada dua sesungguhnya.
07:02Apakah ini tergolong sebagai agresi emosional
07:04agresi yang terbelakang oleh perasaan negatif
07:07ataukah agresi instrumental
07:08agresi yang dilakukan
07:09untuk mendapatkan manfaat tertentu.
07:11Uang misalnya.
07:12Saya berkira-kira ya
07:13dengan memahami
07:14kondisi kehidupan pelaku dan korban
07:18sebagaimana yang saya simak di pemberitaan
07:20saya tidak membayangkan
07:20ini merupakan agresi instrumental
07:23yaitu agresi untuk mendapatkan manfaat tertentu
07:26lewat aksi kekerasan
07:27yang dilakukan oleh pelaku terhadap diri korban.
07:30Tidak ada manfaat lain
07:31tidak ada manfaat uang
07:32tidak ada manfaat popularitas
07:33tidak ada manfaat untuk menutupi kegiatan lain
07:35kecuali semata-mata untuk mengeluapkan
07:37perasaan-perasaan negatif
07:38kepada diri korban.
07:41Informasi terkini akan disampaikan
07:43Jurnalis Kompas TV
07:44Fida Alatas dan Juru Kamera Sunandar
07:46dari Polda, Jawa Barat.
07:47Fida, selamat pagi.
07:49Untuk pagi ini
07:49bagaimana perkembangan terkini di sana
07:51setelah polisi menangkap pelaku pada selasa malam?
07:57Ya, hingga pagi ini
07:59Nanda dan juga saudara penyidikan lebih lanjut
08:01ini masih terus dilakukan
08:03oleh pihak kepolisian dari Polda, Jabar.
08:06Dan memang informasi yang kami dapatkan
08:08bahwa siang hari nanti
08:10Nanda dan juga saudara ini
08:12Polda, Jabar ini juga akan melakukan
08:13konferensi pers terkait
08:15penangkapan tersangka
08:17Taufik begitu ya
08:18yang kemarin malam ini
08:21berhasil dilakukan dan juga
08:23sudah diamankan
08:25di Mapolda, Jawa Barat.
08:27Tentunya nanti dalam
08:29rilis tersebut
08:30pihak kepolisian ini akan
08:31mengungkap sejumlah fakta
08:33begitu ya
08:34usai penangkapan dari
08:36tersangka
08:37yang tentunya paling
08:39yang tentunya akan
08:41diatakan kami tanyakan
08:43Nanda dan juga saudara ini adalah
08:44terkait motif dari pelaku
08:46begitu ya dan juga
08:47sudah berapa lama
08:48sebetulnya pelaku ini
08:51kemudian melakukan
08:52dugaan penyekapan
08:53terhadap
08:54korbannya begitu dan
08:56kemungkinan dari
08:58adanya korban lain
08:59yang memang informasinya
09:00sempat
09:00bersliweran begitu ya
09:02Nanda dan juga saudara
09:03tapi tentunya penangkapan
09:05yang dilakukan oleh
09:06Polda, Jawa Barat
09:07ini berhasil dilakukan
09:09setelah
09:09tersangka ini
09:11dinyatakan sebagai DPO
09:12selama beberapa hari
09:13begitu ya Nanda dan juga saudara
09:15yang dilakukan di
09:19Manjalaya
09:20begitu dan
09:21tentunya selain
09:22pemeriksaan
09:23yang dilakukan
09:24hingga pagi hari ini
09:25masih berlangsung
09:26kemarin juga
09:27Nanda dan juga saudara
09:28pihak kepolisian dari
09:29Polda, Jawa Barat
09:31ini juga telah
09:31melakukan
09:32olah TKP
09:33dan dari
09:35TKP yang berlokasi
09:37di Cinunuk
09:37ini juga berhasil
09:39diamankan sejumlah
09:40barang bukti
09:40tentunya barang bukti-barang bukti
09:42tersebut ini juga
09:42menjadi dasar
09:44dari
09:45penyidikan dan juga
09:46pengungkapan
09:47dari kasus penyekapan
09:49atau dugaan penyekapan
09:50yang diduga ini
09:51telah berlangsung
09:51selama bertahun-tahun
09:52begitu ya Nanda dan juga
09:53saudara kurang lebih
09:54tiga tahun
09:55dimana korbannya ini
09:58dalam kondisi yang
09:59sangat mengenaskan
10:01kita juga nanti
10:01akan nantikan
10:02Nanda dan juga saudara
10:03kalau informasi
10:04yang diberikan oleh
10:05Polda, Jabar
10:06rencananya nanti
10:07rilis atau konferensi
10:08pers ini akan
10:10dilakukan
10:10pada sekitar pukul
10:1212.30 siang
10:13nanti Nanda
10:14oke
10:15kami pertegas
10:17bahwa terkait dengan
10:18motif sesungguhnya
10:19sampai dengan
10:19ada indikasi korban lain
10:21ini akan disampaikan
10:22secara detail
10:23pada konferensi pers
10:24di 12.30
10:25di Polda, Jawa Barat
10:26itu dari sisi pelaku
10:28tapi kalau untuk korban
10:29sejauh ini
10:30Vida
10:30bagaimana kondisi korban
10:31sampai dengan pagi ini
10:32rencananya
10:33informasi yang kami dapat
10:34ada
10:35Menteri PPPA
10:36yang akan mengunjungi korban
10:37benar-benar
10:42betul Nanda
10:43hingga saat ini
10:44korban masih
10:45dirawat
10:46begitu ya
10:47secara intensif
10:47di rumah sakit
10:48Hasan Sadikin
10:49Kota Bandung
10:49tentunya dengan
10:50kondisi yang
10:51dialami oleh korban
10:52saat ditemukan
10:53sejumlah perawatan
10:55medis ini
10:55diperlukan
10:56begitu ya
10:57Nanda dan juga
10:57saudara
10:58dan dari
10:59informasi yang kami
11:01dapatkan
11:02memang korban
11:03usai dilakukan
11:05penanganan medis
11:06intensif
11:06ini kondisinya
11:07berkunjung membaik
11:09dan memang
11:10dengan kondisi tersebut
11:11ini memerlukan
11:12beberapa operasi
11:13tapi tentunya
11:14kalau dari kondisi
11:15secara keseluruhan
11:16begitu Nanda dan juga
11:17saudara ini
11:17disebut membaik
11:19dan support
11:20atau dukungan
11:21baik itu secara
11:23mental
11:24begitu
11:25sikis
11:25begitu ini
11:26terus berdatangan
11:27begitu ya
11:27kepada korban
11:28dan memang
11:29ada sejumlah
11:32tokoh
11:33begitu ya
11:33yang sengaja
11:34menjenguk korban
11:35sejak hari pertama
11:37korban ini
11:38atau terungkap
11:39kasus ini
11:39begitu ya
11:40Nanda dan juga
11:41saudara
11:41dan rencananya
11:42betul Nanda
11:43hari ini
11:43Menteri Perlindungan
11:45Perempuan dan Anak
11:45ini juga
11:46akan menjenguk
11:48atau mengunjungi
11:49dan melihat
11:49secara langsung
11:50kondisi
11:51dari korban
11:52dan memang
11:53Nanda dan juga
11:54saudara
11:55pemulihan kondisi
11:56baik itu fisik
11:57dan juga mental korban
11:58ini menjadi salah satu
11:59fokus utama juga
12:00dari penegak hukum
12:01atau dari kepolisian
12:03begitu ya
12:04karena memang korban
12:05ini disebut-sebut
12:06sebagai juga
12:06adalah saksi mahkota
12:08dimana keterangan
12:09dari korban
12:10ini juga
12:11memiliki andil
12:12yang sangat besar
12:14untuk
12:14nantinya
12:15proses penyidikan
12:16dan juga
12:17pengukapan kasus ini
12:18disamping tentunya
12:19barang bukti yang sudah
12:19dikumpulkan oleh
12:21pihak kepolisian
12:22dan juga
12:22keterangan
12:23yang
12:23akan digali
12:25dari tersangka
12:26sendiri Nanda
12:28oke
12:28yang terpenting
12:29untuk saat ini
12:30adalah pemulihan
12:30kesehatan korban
12:32lebih dulu tentunya
12:32terima kasih
12:33atas laporan lengkap Anda
12:35Fida Alatas
12:35dan Jurukamera Sunandar
12:36melaporkan dari
12:37Polda Jawa Barat
12:38selamat bertugas kembali
12:39selamat menikmati
12:39selamat menikmati
12:39selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan