Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Sejumlah harga kebutuhan pokok di berbagai daerah mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tercatat terjadi pada sejumlah komoditas pangan seperti cabai, bawang, minyak goreng, hingga beras, sementara beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan.

Di Pasar Andi Tadda, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, harga cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Selain itu, harga bawang merah juga naik dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram, sementara harga tomat meningkat dari Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram. Pedagang mengaku kenaikan harga tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Di pasar yang sama, minyak goreng subsidi merek MinyaKita juga dilaporkan langka selama sekitar satu bulan terakhir. Pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan karena stok yang tersedia telah habis. Kelangkaan ini turut berdampak pada kenaikan harga minyak goreng merek lain di pasaran. Bulog menyebut kuota pasokan MinyaKita yang diterima mengalami penurunan akibat berkurangnya suplai dari produsen.

Sementara itu, di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, harga bawang putih naik dari Rp30 ribu menjadi Rp39 ribu per kilogram. Harga minyak goreng non-subsidi juga masih bertahan tinggi di kisaran Rp23 ribu per liter. Namun, harga cabai rawit merah dan bawang merah justru mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Kenaikan harga juga terjadi di Pasar Amlapura Timur, Karangasem, Bali. Komoditas beras mengalami kenaikan bervariasi mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram, baik untuk beras lokal, medium, maupun premium.

Kondisi ini membuat masyarakat dan pedagang berharap pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga agar harga di pasaran kembali stabil.

#HargaPangan #MinyaKita #CabaiRawit #BawangMerah #BawangPutih

Baca Juga Projo soal Dampak Rupiah Anjlok, Harga Naik Bukan Hanya di Perkotaan tetapi Juga di Pedesaan di https://www.kompas.tv/nasional/669997/projo-soal-dampak-rupiah-anjlok-harga-naik-bukan-hanya-di-perkotaan-tetapi-juga-di-pedesaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676545/harga-pangan-berubah-cabai-dan-bawang-naik-saat-minyakita-sulit-diperoleh-kompas-siang
Transkrip
00:01Harga sejumlah bubu dapur di Pasar Andi Tanda, Kota Palopo, Sulawesi Selatan alami kenaikan harga.
00:07Cabai rawit, bawang merah, dan tomat mengalami kenaikan harga paling tinggi.
00:14Harga 1 kg cabai rawit di Pasar Andi Tanda kini berkisar.
00:30Cabai rawit, bawang merah, dan tomat mengalami kenaikan harga paling tinggi.
00:55Selain cabai rawit, harga bawang merah juga naik 5 ribu rupiah per kilogramnya.
01:01Dari 50 ribu menjadi 55 ribu rupiah per kilogram.
01:05Kenaikan juga terjadi pada komoditas tomat yang kini dijual 17 ribu rupiah per kilogram.
01:10Dari sebelumnya 15 ribu rupiah per kilogram.
01:26Sudah 2 hari.
01:27Mudah-mudahan stabil, jangan naik dulu.
01:31Karena pembeli juga sudah banyak.
01:35Banyak juga pembeli?
01:39Ya, naik lagi, naik lagi.
01:42Baru beli begini, naik lagi.
01:45Minyak goreng bersubsidi merek minyak kita langka di sejumlah kiosk di Pasar Andi Tanda, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
01:52Kelangkaan yang terjadi dalam sebulan terakhir membuat pedagang kesulitan mendapatkan pasokan.
01:57Sementara harga minyak goreng lainnya ikut mengalami kenaikan.
02:03Sebulan terakhir, minyak kita langka di sejumlah kiosk di Pasar Andi Tanda, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
02:10Pedagang mengaku stok sudah habis.
02:13Kelangkaan minyak kita juga berdampak pada kenaikan harga minyak goreng merek lain di pasaran.
02:18Bulog membenarkan adanya penurunan pasokan minyak kita yang diterima.
02:22Kuota yang sebelumnya mencapai 60.300 liter per bulan, kini berkurang menjadi 30.600 liter akibat berkurangnya suplai dari produsen.
02:33Bulog memprioritaskan penyaluran ke pasar-pasar SP, 2KP, dan pasar tradisional.
02:41Jual pada 17.000-15.000, itu kita dapatkan dari mana?
02:48Dari Bulog.
02:50Dari Bulog?
02:50Ya.
02:51Tidak ada hanya stok ini, banyak masyarakat juga cari minyak kita?
02:55Ya, banyak.
02:57Banyak sekali, apalagi kan 3 toko di sini, banyak sekali cari di toko di sini sampai di luar.
03:05Dikarenakan memang dari TSL-nya sebagai produsennya itu agak sudah berkurang ya untuk disuplai ke Bulog, Sulawesi Selatan, Sulbar.
03:14Jadi kantor cabang Palopo itu mendapat suplai itu terakhir ini 30.600 liter.
03:23Jadi sebanyak 30.600 itu kita sebar ke pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar SP, 2KP, dan mitra kami.
03:34Kenaikan harga bahan pangan terjadi pada beberapa komoditas di pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah.
03:39Di antaranya bawang putih dan minyak goreng.
03:44Harga bawang putih naik dari sebelumnya 30.000 rupiah menjadi 39.000 rupiah per kilogram.
03:51Sementara harga minyak goreng non-subsidi konsisten tinggi mulai dari 23.000 rupiah per liternya.
03:58Di sisi lain, harga cabai rawit merah yang awalnya 70.000 rupiah per kilogram kini turun signifikan menjadi 36.000
04:07rupiah per kilogram.
04:09Sedangkan harga bawang merah yang sempat mencapai 52.000 rupiah per kilogram juga turun menjadi 40.000 rupiah per kilogram.
04:22Di Karangasem, Bali, sejumlah harga kebutuhan pokok terus malami kenaikan.
04:27Salah satunya beras.
04:29Di pasar Amla Pura Timur Karangasem, kenaikan harga bervariasi mulai dari 500 rupiah sampai 1.000 rupiah per kilogram.
04:38Untuk harga beras lokal dari harga sebelumnya 13.000, naik menjadi 13.500 rupiah per kilogram.
04:45Sedangkan untuk beras medium dari harga awalnya 14.000 rupiah, naik menjadi 14.400 rupiah per kilogram.
04:53Dan beras premium, naik dari 14.500 rupiah menjadi 15.500 rupiah per kilogram.
05:02Informasi lebih lengkap mengenai pantauan harga bahan pokok di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah akan disampaikan Jurnalis Kompas TV,
05:09Gesi Lutfiah, dan Juru Kamera, Deddy Setio.
05:12Selamat siang, Gesi.
05:14Saat ini bagaimana pantauan harga di sana?
05:16Komoditas apa saja yang mengalami kenaikan harga paling tinggi?
05:21Selamat siang, Gesi.
05:22Kalau dari pasar tradisional Jurnalis Kompas, Marang, diriak harga ini masih fluktuatif.
05:31Gimana kalau tadi saya semak berbicara pencang ini, harga yang konsisten masih tinggi ini adalah minyak goreng.
05:38Minyak goreng non-sumsi, di mana rata-ratanya saat ini dijual dengan harga 23 hingga 25.000 per liternya.
05:46Hal ini juga diakutatkan karena selainnya pasukan minyak kita atau minyak subsidi yang biasanya membantu perekonomian masyarakat,
05:55karena selain ditemukan dengan pengaruhi harga minyak non-subsidi sehingga juga konsisten tinggi.
06:00Selain itu juga beberapa keputusan minyak goreng ini juga ada berat yang rata-ratanya dijual dengan harga 13.000 per
06:10kilonya sampai dengan 13.000.
06:12Ini juga masih konus dan ada kebutuhan yang juga naik signifikan,
06:20yaitu ada beruang putih dari angka 30.000 per kilogramnya saat ini naik menjadi 39.000 per kilogramnya.
06:30Sementara impronnya di tengah perekonomian tadi ini juga banyak-banyak contoh-contohnya
06:35khususnya menyebabkan positif karena ada beberapa kebutuhan pokok yang turun seperti harga dan sabai yang drastis
06:45dalam sepekan ini di mana kalau kita berkesan ke sepekan yang lalu berkesan baik,
06:50tapi ini pun sampe dunia dan sabai yang turun.
06:54Ini minyak begitu ya di angka 36.000 per kilogramnya.
06:58Selain itu juga ada kolam merah yang sebut dari harga 52.000 per kilogramnya,
07:04ini jadi 40.000 per kilogramnya.
07:07Nah hal ini tentunya menjadi hal yang cukup baik karena hal penurunan harga ini juga dipengaruhi oleh
07:14berhasilnya patent dari para petanggir ini.
07:18Baik, terjadi kenaikan harga bahan pokok di Pasar Jawa Semarang,
07:22diantaranya adalah minyak goreng non-subsidi yang mulai harga 23.000 rupiah
07:26dan harga beras mulai dari 13.000 hingga 17.000 rupiah.
07:29Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalus Kompas TV, Gaisi Lutfiah,
07:32dan Juru Kamera Dedy Setyo dari Semarang, Jawa Tengah.
Komentar

Dianjurkan