00:02Tolonglah, nasib-nasib honorer ini diprioritaskan, jangan dipandang sebelah mata.
00:16Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa, namun selama bertahun-tahun, kesejahteraan guru hingga fasilitas sekolah cenderung terbengkalai.
00:24Di Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten, Ali Ruyani menjalani pengabdian yang tak mudah.
00:30Setiap hari guru honorer berusia 51 tahun ini harus menempuh perjalanan lebih dari satu jam menuju SDN 1 Jayasari.
00:38Selama 14 tahun menyabdi, baru 3 tahun terakhir, Ali menerima honor sebesar 750 ribu rupiah per bulan.
00:46Sebelumnya ia hanya digaji 250 ribu rupiah per bulan.
00:50Jumlah itu jelas jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan empat orang anaknya.
00:57Apa pendapatan yang di sekolah tentunya tidak akan mencukupi untuk biaya hidup ya.
01:03Kemudian mungkin saya di luar dari sekolah juga punya kegiatan yang lain untuk mencukupi kebutuhan hidup.
01:09Selain yang ojek, mungkin menjual rumput, ngarit gitu ya.
01:16Potret serupa juga terjadi di Banyumas, Jawa Tengah.
01:19Nurhuda Aprianto, guru honorer berusia 23 tahun, pengemban tugas sebagai guru seni di SDN 1 Bojong.
01:27Di tengah tanggung jawab mengajar, ia juga masih melanjutkan kuliah.
01:31Honor yang diterima hanya 600 ribu rupiah per bulan dan harus dibagi untuk biaya kuliah sekaligus membantu perekonomian orang tuanya.
01:38Selesai mengajar, Nurhuda menjual nasi goreng di depan rumahnya hingga malam hari.
01:45Ketika kebutuhan mendesak yang membutuhkan uang lumayan banyak, sehingga saya harus memutar otak bagaimana caranya tetap bisa bertahan.
01:57Tak hanya soal kesejahteraan guru, wajah pendidikan kita juga masih dihadapkan pada persoalan sekolah rusak.
02:03Di Kabupaten Bogor, SDN babakan 01 Tenjo menjadi satu dari sekian banyak contoh.
02:09Satu ruang kelas rusak parah dan nyaris roboh.
02:12Meski tak lagi digunakan, bangunan itu masih berdiri di lingkungan sekolah dan berpotensi membahayakan siswa.
02:18Tak hanya itu, ruang baca murid di perpustakaan juga tak dapat digunakan.
02:23Keterbatasan juga terlihat pada fasilitas toilet.
02:25Ratusan siswa hanya berbagi dua toilet dengan kondisi yang memprihatinkan.
02:30Menyikapi berbagai persoalan di dunia pendidikan, pemerintah menyatakan komitmen untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
02:37Pada 11 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima mendik Dasmen Abdul Buti di Istana Merdeka.
02:43Jadi, ada tiga hal yang dibahas.
02:47Yang pertama itu revitalisasi satuan pendidikan.
02:51Pada tahun 2026, targetnya 71.744 sekolah.
03:00Nah, yang kedua, tunjangan guru dinaikannya, guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari 1,5 juta menjadi 2 juta.
03:10Nah, tahun 2026 ini, pemerintah juga melalui kemendik Dasmen, ini juga memberikan beasiswa kepada 150 ribu guru untuk melanjutkan studinya
03:24sebesar 3 juta rupiah per semester.
03:29Di tengah berbagai persoalan pendidikan, muncul pula polemik soal postur anggaran pendidikan nasional.
03:35Seorang guru honorer menggugat undang-undang APBN tahun 2026 ke Mahkamah Konstitusi.
03:42Ternyata, di dalam angka 769 triliun ini, terselip dana sebesar 268 triliun untuk program makan bergizi gratis atau MPG yang
03:51dikelola oleh Badan Gizi Nasional, bukan Kementerian Pendidikan.
03:54Jika dana makanannya dikeluarkan, maka anggaran pendidikan murni hanya 11,9 persen dari total 20 persen, jauh di bawah mandat
04:04konstitusi.
04:07Menanggapi gugatan tersebut dalam sidang acara mendengar keterangan ahli dan atau saksi pemohon, pemerintah menikaskan program baki yang bergizi gratis
04:15merupakan bagian dari investasi pendidikan.
04:18Peserta didik yang mengalami kerugian akibat gizi akan berdampak pada daya ingat menurun, kemampuan kognitif terganggu, dan fokus belajar jadi
04:31melemah.
04:31Dengan demikian, intervensi nutrisi melalui MBG ini secara rasional memiliki kaitan dengan butuh pembelajaran.
04:41Pendidikan bukan hanya tentang angka dalam postur anggaran, pendidikan adalah tentang keberpihakan untuk memajukan generasi penduduk bangsa.
04:49Jika kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, dan kualitas kebijakan belum berjalan seiringan, bakal pekerjaan rumah besar pendidikan Indonesia masih jauh dari
04:57kata usai.
05:05Saya ingin tanyakan langsung kepada Pak Wamen yang tentu betul-betul berfokus untuk menangani hal ini, Pak.
05:11Karena kalau kita lihat secara total anggaran pendidikan kita di HPBN 2026, itu menyentuh angka kurang lebih 769 triliun rupiah.
05:21Dan tadi yang disebutkan oleh Pak Wamen adalah untuk kemendik dasmen, itu kurang lebih ada angka 56 triliun rupiah.
05:29Mohon maaf, saya izin tanyakan, apakah ini tidak terampau kecil, Pak, jika kita melihat total anggaran keseluruhan?
05:33Ya, kalau kita hanya melihat jumlah 56,6 itu kecil akan tetapi itu program kemendik dasmen itu, itu kan juga
05:51ditopang ya oleh anggaran-anggaran yang lainnya yang programnya terkait dengan peningkatan mutu pendidikan,
05:59yang umpamanya untuk dana revitalisasi.
06:03Kan tahun 2026 ini sekitar 14 T ya.
06:09Nah, kemudian itu untuk alokasi khusus yang ke daerah, itu juga kan dari pendidikan.
06:18Jadi, sebetulnya kalau dikatakan terlalu kecil, itu tidak, tapi mungkin yang lebih tepat soal proporsionalitasnya.
06:29Oke, kenapa poin anggaran ini Pak Wamen menjadi poin yang saya tanyakan?
06:36Karena kita tahu juga bahwa ada sekelompok guru honorer kita, yang kemudian melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terkait Undang
06:44-Undang APBN tahun 2026,
06:46dan yang salah satu paling disoroti adalah, mohon maaf tapi saya izin tanyakan, anggaran yang kemudian digunakan untuk program makan
06:55bergizi gratis.
06:56Anggapan Anda Pak Wamen?
06:57Menurut saya, tentunya tidak tepat benar ya untuk mendikotomikan kedua hal tersebut.
07:09Masing-masing kan memiliki bentuk yang berbeda untuk meningkatkan mutu pendidikan.
07:16Jadi, menurut saya posisinya tidak untuk meng-compare, membandingkan, atau bahkan mendikotomikan.
07:23Tapi yang harus kita lakukan adalah terus meningkatkan proporsi, distribusi keanggaran pendidikan itu sebagaimana amanat konstitusi.
07:35Oke, karena mungkin yang jadi poin yang kemudian dibahas oleh guru honorer kita,
07:41mereka menilai bahwa penggunaan anggaran pendidikan untuk MBG ini sebenarnya bisa mungkin dimaksimalkan untuk kesejahteraan guru.
07:48Bahkan mereka tidak ragu-ragu menyebut, tidak menutup peluang bahwa undang-undang APBN kita di tahun 2026 khususnya untuk anggaran
07:55pendidikan ini disebut inkonstitusional.
07:57Tanggapan Anda Pak?
08:01Pertama-tama terkait dengan guru saya memiliki perasaan yang sama ya, kan saya juga guru.
08:07Jadi, pemerintah sudah sangat memahami mengenai hal ini.
08:11Oleh karena, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, upaya yang dilakukan ini kan terutama untuk para guru non-ASN ya.
08:19Betul.
08:19Yang belum memenuhi kualifikasinya, supaya mendapatkan hak-haknya.
08:26Maka kita kanalisasi itu, kita fasilitasi agar mereka memperoleh kualifikasi S1D4.
08:35Dan itu kita sediakan beasiswanya.
08:38Sebelumnya juga saya sudah berbincang Pak Awamin dengan Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru atau P2G.
08:46Cukup ironi ketika mendengar bahwa ternyata masih ada guru kita.
08:50Mungkin ini juga dari wilayah Pak Awamin tinggal di Jawa Barat.
08:53Ada guru yang bahkan masih digaji dengan nominal Rp50.000 per bulan.
08:59Pertanyaan saya adalah, ada satu keinginan dari perhimpunan guru kita agar gaji guru ini setidaknya disamakan Pak dengan UMR.
09:12Seperti karyawan-karyawan lainnya.
09:14Apakah hal ini memungkinkan Pak?
09:17Jawaban saya bukan memungkinkan.
09:19Harus dilakukan.
09:20Harus dilakukan?
09:21Di undang-undang sesediknas itu, itu kan yang menjadi patokannya adalah gaji pokok.
09:27Oke.
09:28Nah sementara gaji pokok itu bisa tertinggal jauh oleh perkembangan eksternal, inflasi dan lain sebagainya.
09:35Maka kami sedang merumuskan satu sistem penggajian bagi guru itu, yang jadi sini patokannya tidak memotak UMR, akan tetapi yang
09:50lebih menjamin ya, kesejahterannya itu.
09:54Nah salah satunya yang menjadi patokan pertimbangan adalah UMR itu.
09:58Jadi jangan sampai di bawah, itu memang sangat tidak, bukan saja tidak fair ya, akan tetapi berpengaruh banyak terhadap kualitas
10:09pembelajaran kita.
10:10Kualitas pendidikan kita.
10:11Persis.
10:12Guru itu komponen utama untuk mencerdasarkan kehidupan bangsa sebagaimana konstitusi, itu sedang kita lakukan.
10:25Melihat pos anggaran pendidikan kita, mas, apakah bisa dikatakan nasib guru kita saat ini masih dianaktirikan oleh negara?
10:31Terima kasih telah menonton!
Komentar