- 2 hari yang lalu
- #zonainspirasi
- #gayo
- #ekonomi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebagai salah satu daerah dengan potensi alam yang luar biasa, Aceh Tengah memiliki kekuatan di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata.
Namun di saat yang sama, Aceh Tengah juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana alam yang membutuhkan kesiapsiagaan, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat bergerak cepat, tidak hanya untuk melakukan pemulihan, tetapi juga memastikan roda ekonomi tetap berjalan. Lantas bagaimana Aceh Tengah menghadapi masa-masa sulit pascabencana?
Saksikan selengkapnya pada video berikut ini!
#zonainspirasi #gayo #ekonomi
Baca Juga Dokter Tifa Tak Ditahan! Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Prabowo: Keadilan Tidak Mati di https://www.kompas.tv/nasional/676386/dokter-tifa-tak-ditahan-ucapkan-terima-kasih-ke-presiden-prabowo-keadilan-tidak-mati
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676388/resiliensi-dataran-tinggi-gayo-dari-perjuangan-bencana-menuju-kebangkitan-ekonomi-zona-inspirasi
Namun di saat yang sama, Aceh Tengah juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana alam yang membutuhkan kesiapsiagaan, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat bergerak cepat, tidak hanya untuk melakukan pemulihan, tetapi juga memastikan roda ekonomi tetap berjalan. Lantas bagaimana Aceh Tengah menghadapi masa-masa sulit pascabencana?
Saksikan selengkapnya pada video berikut ini!
#zonainspirasi #gayo #ekonomi
Baca Juga Dokter Tifa Tak Ditahan! Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Prabowo: Keadilan Tidak Mati di https://www.kompas.tv/nasional/676386/dokter-tifa-tak-ditahan-ucapkan-terima-kasih-ke-presiden-prabowo-keadilan-tidak-mati
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676388/resiliensi-dataran-tinggi-gayo-dari-perjuangan-bencana-menuju-kebangkitan-ekonomi-zona-inspirasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Soal yang kita lihat di media sosial, juga kita mengetahui itu juga dari sosial media.
00:06Satu jam sudah, Saudara Sapa Indonesia Siang hadir hari ini.
00:09Jangan lupa untuk terus saksikan program Sapa Indonesia Siang setiap hari Senin hingga Jumat jam 13 waktu Indonesia Barat.
00:15Untuk itu, saya Mohd Syariza. Pamit undur diri. Terima kasih.
00:18Sampai jumpa.
00:58Sampai jumpa.
01:10Sampai jumpa.
01:59Sampai jumpa.
02:10Sampai jumpa.
02:17Sampai jumpa.
02:27Sampai jumpa.
02:30Sampai jumpa.
02:40Sampai jumpa.
02:44Sampai jumpa.
02:46Sampai jumpa.
02:48Sampai jumpa.
02:51Sampai jumpa.
03:04Sampai jumpa.
03:06Sampai jumpa.
03:13Sampai jumpa.
03:15Maaf ya
03:19Aman
04:10Ya saudara sebagai salah satu daerah dengan potensi alam yang luar biasa,
04:15Aceh Tengah memiliki kekuatan di sektor pertanian, perkebunan dan juga parwisata.
04:20Namun di saat yang sama, Aceh Tengah juga menghadapi berbagai tantangan termasuk risiko bencana alam yang membutuhkan kesiap siagaan dan
04:28juga kerjasama dari seluruh elemen masyarakat.
04:32Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat bergerak cepat, tidak hanya untuk melakukan pemulihan tetapi juga memastikan roda ekonomi tetap berjalan.
04:41Lantas, bagaimana Aceh Tengah menghadapi masa-masa sulit fasca bencana?
04:46Selama 30 menit ke depan kita akan mengulasnya secara lengkap bersama saya, Wanda Dwi Utari dalam Zona Inspirasi.
05:03Ya untuk membahasnya telah hadir bersama saya Bupati Aceh Tengah Bapak Hailey Yoga beserta wakil Bupati Aceh Tengah Bapak Musin
05:12Hasan.
05:12Apa kabar Bapak-Bapak? Alhamdulillah sehat ya? Sudah jauh dari Aceh datang ke Jakarta untuk berbincang bersama kita semua.
05:19Kita akan ke Pak Yoga dulu. Dari kecil memang dipanggilnya Pak Yoga begitu ya Pak ya.
05:24Nah Pak ini kan memang sedang ada bencana begitu ya yang melanda Aceh Tengah.
05:28Dan juga selama bencana Bapak juga pasti turun ke lapangan begitu merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat.
05:34Nah dari sekian momen yang Bapak rasakan di sana, apa sih Pak yang paling membekas dan juga menjadi penguat Bapak
05:40pada saat itu sebagai pemimpin?
05:41Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:46Ingin kami sampaikan bahwa Aceh Tengah ini ada 14 kecamatan, 295 desa, hampir 260 ribu lebih jiwa dan multi suku.
05:59Nah yang membekas di hati kami pas waktu kejadian bencana, yang pertama pas paginya itu kita enggak biasa saja.
06:10Ternyata ada di suatu desa, di desa Pai Tumpi, tiba-tiba ada informasi bahwa ada tiga masyarakat kita yang tertimbun.
06:20Kami membayangkan hanya terjadi tuas saja bencana.
06:23Setengah hari semuanya hening, listrik mati, jaringan telepon tidak ada lagi.
06:30Ternyata banyak masyarakat kami mulai hadir bahwa daerah mereka semuanya hancur.
06:37Dan itu yang membuat seperti apa ya, sebenarnya sedang terjadi seperti apa Aceh Tengah pada saat ini.
06:44Kemudian kami berpikir cari informasi bahwa ada lima tempat jalan kita untuk biasanya kita lalui jalan nasional
06:56yaitu Aceh Utara, Bandar Meriah, kemudian Nagaraya, Gailuas semuanya putus.
07:04Jadi saya bayangkan kalau ini lima kelima jalan yang sektor yang selalu dilewati ini putus,
07:11berarti ini Aceh Tengah sulit, sangat sulit.
07:15Nah salah satu akses adalah udara.
07:17Hanya udara ya Pak?
07:18Hanya udara. Nah tentu udara ini kan sangat sulit.
07:23Jaringan terputus, jalan terputus, listrik mati.
07:29Kemudian kebutuhan sembako pasti sangat terbatas.
07:33Nah tentu ini adalah sesuatu hal yang sangat memberikan sebagai beban kami sebagai kepala daerah
07:41dan bersama Pak Wakil Bupati, maka kami diskusi menyampaikan untuk menenangkan semua masyarakat
07:48bahwa berarti telah terjadi musibah cukup besar.
07:51Lalu informasi ini mengembang bukan hanya Aceh Tengah saja, semua.
07:56Maka muncul diskusi rapat teknis bahwa harus kita ambil langkah strategis
08:02untuk menghadapi masalah musibah.
08:05Nah karena etis gayu, orang gayu ini kompak,
08:09begitu terjadi musibah, nah semuanya kompak.
08:12Nah setelah terjadi diskusi, jajaran Porkopimda dan seluruh ML masyarakat, LSM, media
08:24telah sampaikan berita ini ke provinsi dan ke pusat.
08:29Bahwa kita hari ini dalam keadaan bencana dan bencana cukup berat.
08:32Dan hampir semua masyarakat kita itu memahami itu yang membuat kami kuat adalah
08:40masyarakat itu kuat bahwa bencana ini datangnya dari Allah harus dihadapi bersama.
08:44Maka muncul gotong royong.
08:47Bahwa bencana ini bukan dibuat oleh manusia, tetapi Allah memberikan.
08:51Maka muncul diskusi yang bahwa ini dilakukan harus dengan kebersamaan.
08:55Dan itu yang membuat menjadi kuat dan kami bersama Pak Wakil siang malam 24 jam itu
09:01no stop, kami hanya berdoa bahwa Allah berikan kekuasaan, kesehatan kepada kami
09:06sehingga kami dapat melayani masyarakat dengan baik.
09:09Masya Allah luar biasa, semangat itulah yang akhirnya menyemangati seluruh masyarakat
09:14untuk semangat pulih begitu ya Pak ya.
09:16Oke beralih ke Pak Musin, ini kan memang masyarakat gayu itu terkenalnya adalah
09:21gotong royongnya yang sangat luar biasa begitu ya.
09:23Nah seberapa besar sih Pak nilai-nilai lokal yang bisa membantu proses
09:28pemulihan pasca bencana di Aceh Tengah?
09:30Baik, terima kasih.
09:33Menyambung apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati Aceh Tengah
09:36bahwa pada saat itu di akhir bulan November tahun 2025
09:43hampir lebih kurang sekitar satu pekan
09:46masyarakat Aceh Tengah terisolasi.
09:49Infrastruktur yang terputus, komunikasi yang terputus
09:52sehingga pasokan makanan dan lain sebagainya itu terputus semua.
09:57Listrik padam, air padam, infrastruktur dan lain sebagainya.
10:04Karena memang masyarakat Aceh Tengah itu memiliki sebuah kultur dan budaya
10:08sikap kebersamaan dan kegotong royongan
10:11sehingga masyarakatlah yang bersama-sama pertama sekali
10:17secara bersama-sama membuka akses-akses jalan yang terputus
10:21saling bantu-membantu untuk memberikan beras
10:26karena kebetulan satu kecamatan pada saat itu sedang panen beras.
10:29karena dari yang disampaikan oleh Bapak Bupati
10:33dari Birun enggak bisa masuk, dari Aceh Utara enggak bisa masuk,
10:37Nagan Raya, Gayo Luwes, Pidi itu terputus semua.
10:39Dan komunikasi tidak ada.
10:43Starlink pada saat itu kami upayakan dengan Bapak Bupati
10:47meminjam Starlink dari sekolah.
10:49Yang kemudian itulah sebagai media kami menyampaikan informasi keluar.
10:55Dan Alhamdulillah Heli pertama sekali hadir
10:58itu adalah Heli yang dikunjungi oleh Bapak Wakil Gubernur
11:01dan sebuah harapan yang memang terbuka pada saat itu
11:05bahwa insya Allah bencana ini dapat kami lalui dengan Bapak Bupati
11:08dan seluruh unsur pimpinan daerah.
11:10Karena memang semangat kebersamaan dan gotong royong
11:13daripada masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.
11:15Luar biasa ya, artinya dari masyarakatnya sendiri juga
11:17sangat kuat gotong royongnya.
11:18Otomatis juga para pemimpinnya juga lebih semangat lagi
11:21untuk membangun Aceh Tengah ini kembali.
11:23Nah tentunya pasca pemulihan Aceh Tengah ini kan
11:27pasti akan ada banyak sekali koordinasi
11:29antara pemerintah daerah dan juga TNI, Polri,
11:32Relawan juga dan juga pasti masyarakat.
11:35Nah dalam proses evakuasi ini
11:37bagaimana Pak koordinasinya hingga distribusi bantuan
11:40saat masa tanggap darurat juga bisa dilewati dengan baik?
11:43Ya, setelah masyarakat berinisiasi untuk bersama-sama
11:49berupaya untuk mencari jalan keluar
11:51terhadap semua persoalan terhadap kebencanaan ini
11:54Alhamdulillah tidak lama mungkin atas kesepakatan kami
11:59dengan Bapak Bupati dan bersama unsur pimpinan daerah
12:02terutama Pak Dandim dan Bapak Kapores pada saat itu
12:05Alhamdulillah ini kerjasama antara TNI, Polri dan masyarakat
12:08dan sejumlah elemen masyarakat Relawan lainnya
12:10ini Alhamdulillah semuanya bergerak
12:12sehingga kami dengan Bapak Bupati
12:15atas nama pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah
12:17menyampaikan ucapan terima kasih
12:18kepada jajaran TNI, Polri, Relawan
12:21dan semua elemen masyarakat yang hari itu
12:23bersama-sama bergerak
12:24tidak lagi menyalahkan siapa
12:26yang penting apa, siapa yang berbuat apa
12:29untuk kepentingan masyarakat
12:30karena memang Aceh Tengah pada saat itu
12:32lebih kurang satu pekan terisolasi
12:34tidak ada komunikasi, tidak ada listrik dan lain sebagainya
12:38tapi sekali lagi karena kebersamaan dan kolaborasi
12:41yang kami bangun dengan Bapak Bupati
12:43dengan jajaran TNI, Polri, Alhamdulillah
12:44bersama-sama dengan masyarakat dan Relawan-Relawan lainnya
12:48ini sekali lagi kami ucapkan terima kasih
12:50dalam pasir awal, dalam rangka untuk mengeluarkan Aceh Tengah
12:54dari keterisolasi
12:55luar biasa
12:56oke kembali lagi ke Pak Yoga
12:59begitu ya
12:59nah dari pengalaman ini
13:01pastinya akan ada pelajaran yang banyak sekali
13:03tapi yang terbesar ini apa Pak
13:05ketika Bapak lagi menjalani bahwa
13:08bencana yang luar biasa
13:09tapi juga menyemangati masyarakat gitu Pak
13:12pertama
13:14ini kan semua namanya epolasi ya
13:17bencana tidak terduga
13:18maka sebuah proses perencanaan
13:21kemudian sebuah kekompakan
13:24kemudian kolaborasi
13:26itu penting sekali
13:27bahwa Allah itu maha pengasih, maha penyayang
13:31tapi dia senang kepada masyarakatnya kompak
13:34Allah itu senang
13:36ini bahwa ujian dari saya
13:38tapi masyarakatnya kompak
13:40dari satu desa ke desa yang lain
13:43jalan putus, semua putus
13:45hanya dilakukan dengan starling
13:47dengan apa
13:50seling
13:50melakukan seling ini Pak Wakil Bupati mau jatuh
13:53kami juga mau jatuh
13:54itu adalah sebuah keberanian
13:57kalau hari-hari biasa kita tidak berani
13:59tapi karena ini sebuah kewajiban
14:02memberikan contoh kepada masyarakat
14:03bahwa kita harus kuat
14:04itu kami ada menjadi garda terdepan
14:08sehingga yang menarik pada saat itu adalah
14:11musim panen cabai itu hampir 100 ribu ton
14:15kemudian durian
14:17panen raya pada saat itu
14:18kopi
14:19tapi tidak bisa diangkat
14:21tidak bisa diangkut ke luar
14:24dan Alhamdulillah pada saat itu
14:26Pak Presiden hadir
14:28itu sebuah kestimewan bagi kami
14:30lalu kami duduk dengan Bapak Presiden
14:32lalu kami bertanya
14:34apa yang dibutuhkan
14:36Pak Trump bisa dibantu
14:37pengangkat
14:38apa
14:38untuk diangkut cabai
14:40cabai masyarakat
14:41itu hampir 100 ribu ton
14:43ada instruksi daripada Bapak Presiden
14:46langsung diangkut
14:47lebih seribu ton lebih
14:49dengan pesawat
14:50itu kan sebuah
14:51apa ya anugerah yang dilakukan
14:52tapi ini kolaborasi dengan kebersamaan
14:54tentunya ada banyak kolaborasi
14:55antara pemerintah daerah
14:57TNI Poli
14:57masyarakat juga relawan
14:58agar ini bisa bangkit lebih cepat lagi
15:00acat deka begitu ya
15:01baik kita akan segera berbincang kembali
15:03tapi usai jeda pariwara
15:05tetaplah bersama kami di zona inspirasi
15:35Sampai jumpa
16:05Sampai jumpa
16:35Sampai jumpa
17:05Sampai jumpa
17:35Sampai jumpa
18:04Sampai jumpa
18:11Sampai jumpa
18:17Sampai jumpa
18:45Sampai jumpa
19:15Sampai jumpa
19:45Sampai jumpa
20:14Sampai jumpa
20:17Sampai jumpa
21:03Sampai jumpa
21:05Sampai jumpa
21:35Sampai jumpa jumpa
22:16Sampai jumpa
22:45Sampai jumpa
22:47Sampai jumpa
23:18Sampai jumpa
23:48Sampai jumpa
24:18Sampai jumpa
24:31Sampai jumpa
25:01Sampai jumpa
25:30Sampai jumpa
25:32Sampai jumpa
25:33Sampai jumpa
25:43Sampai jumpa
25:47Sampai jumpa
25:47Sampai jumpa
26:42Sampai jumpa
27:12Sampai jumpa
27:42Sampai jumpa
27:46Sampai jumpa
27:46Sampai jumpa
27:49Sampai jumpa
27:49Sampai jumpa
27:57Sampai jumpa
27:57Sampai jumpa
28:09Sampai jumpa
28:09Sampai jumpa
28:09Sampai jumpa
28:37Sampai jumpa
28:44Sampai jumpa
28:45Sampai jumpa
28:46Sampai jumpa
28:46Sampai jumpa
28:48Sampai jumpa
28:49Sampai jumpa
28:50Sampai jumpa
28:50Sampai jumpa
28:50Sampai jumpa
28:52Sampai jumpa
28:53Sampai jumpa
28:54Sampai jumpa
28:54Sampai jumpa
28:55Sampai jumpa
28:56Sampai jumpa
28:56Sampai jumpa
28:56Sampai jumpa
28:56Sampai jumpa
28:58Sampai jumpa
28:59Sampai jumpa
29:03Sampai jumpa
29:06Sampai jumpa
29:08Sampai jumpa
29:08Sampai jumpa
29:09Sampai jumpa
29:10Kerjensinya adalah infrastruktur, itu jembatan dan jalan.
29:13Yang kedua, memang kalau datanya sudah baik,
29:17tentu program ini bisa berjalan dengan baik, terencana dengan baik.
29:22Dan ini sudah kita lakukan dengan provinsi dan pemerintah pusat.
29:26Dan alhamdulillah ini semuanya terencana dengan baik.
29:30Nah, contoh waktu kejadian hari itu, saya teringat yaitu ada beberapa desa,
29:36anaknya akan melahirkan, posisi jam 2 pagi malam.
29:41Itu tidak bisa dilapati dengan darat, harus dengan pesawat heli.
29:45Dan hari itu saya melepon Pak Ismet, namanya dari BNPB,
29:49Pak tolong bantu, saya besok harus ada heli.
29:52Disanggupi oleh pemerintah pusat menghadirkan heli di Aceh Tengah,
29:56lalu saya hadir menjemput bayi dengan dokter malam itu, relawan.
30:01Saya bilang ini namanya harus mahal ini.
30:03Karena dengan heli dijemput ke sebuah daerah, jauh sekali daerahnya,
30:08di daerah Kecamatan Lingeng, Penarun, itu dikelingeng, diajak,
30:12lalu bisa diselesaikan dengan baik.
30:14Anugerah Allah itu hadir.
30:16Yang kedua, ada tujuh masyarakat pada saat itu,
30:21datang ke pendopor rumah dinas bupati,
30:23itu semuanya cuci darah.
30:25Obat tidak ada.
30:27Pada saat itu saya telepon Wakil Menteri Kesehatan.
30:29Pak tolong bantu, ini Aceh Tengah harus diberikan obat untuk cuci darah.
30:34Alhamdulillah itu sore bisa hadir.
30:36Itu di luar prediksi semua.
30:38Tapi inilah kepedulian pemerintah pusat untuk hadir di Aceh Tengah,
30:42yang tidak mungkin menurut kita, tapi menurut Allah ada.
30:46Nah ini pengalaman seperti ini, bahwa kita memberikan contoh kepada masyarakat.
30:50Nah kita harus kuat.
30:51Tapi apa doa kami dengan Pak Wakil, semua harus sehat.
30:54Jangan cari kesalahan, tapi mari cari solusi.
30:57Apa yang bisa kita perbuat hari ini, sehingga nanti Aceh Tengah akan kembali pulih.
31:01Dan Alhamdulillah hari ini masyarakatnya,
31:03kalaupun ada musibah bencana,
31:05Pak Bupati kami ada musibah,
31:07langsung diberikan, kita berikan, kita layani dengan baik.
31:11Dan hari ini memang untuk bisnis, perniagaan, dan lain sebagainya,
31:15sudah mulih pulih.
31:16Hanya saja memang sekali lagi,
31:18ini memang yang prioritas itu adalah jalan dan jembatan.
31:22Di lima sumber jalan, jalan nasional semuanya.
31:28Dan ini sedang berproses.
31:30Dan kita harapkan nanti, Pak Wakil ya,
31:32ini masyarakat akan bahagia ya.
31:34Amin.
31:35Insya Allah ya Pak ya.
31:36Karena kita lihat,
31:37ada bantuan dari pemirsaan pusat berbiasa.
31:40Ibuat.
31:41Buat biasa.
31:42Aceh Tengah segera kembali pulih begitu ya.
31:45Oke, nah ini kan berbicara soal bencana yang memang sudah dialami oleh Aceh Tengah,
31:49dan juga sekarang adalah masa pemulihan begitu ya.
31:53Ada mitigasi bencana seperti penerapan early warning system gitu ya Pak,
31:58untuk peringatan dini di wilayah rawan bencana.
32:00Ini seperti apa prosesnya?
32:02Ya, baik.
32:04Kami dengan Bapak-Bapati atas nama pemerintah daerah,
32:08sesungguhnya selalu aktif dan mengutamakan,
32:12dan memprioritaskan tentang mitigasi bencana.
32:14Salah satu yang kami terapkan adalah early warning system,
32:19sebuah peringatan dini kepada sebuah wilayah-wilayah bencana.
32:22Jika memang terjadinya begini-begini,
32:25maka nanti masyarakat harus melakukan ini dan sebagainya,
32:28tempat evakuasi dan lain sebagainya.
32:30Ini sudah kita persiapkan.
32:32Karena di beberapa jurnasi-jurnasi ini memang masih rawan sekali.
32:36Yang memang kita minta dan kami sedang melakukan proses relokasi
32:42di beberapa desa dan kampung.
32:46Tidak bisa lagi di situ,
32:47karena setelah melakukan kajian secara ilmiah dan lain sebagainya,
32:53sehingga harus kita lakukan pemindahan.
32:56Tetapi edukasi yang kita berikan kepada masyarakat sesungguhnya
32:59bukan hanya sekedar mitigasi bencana ataupun early warning system,
33:04tetapi yang kami edukasi kepada masyarakat adalah menjaga alam.
33:08Dan termasuk rebuisasi adalah merupakan program utama kami
33:11dengan Bapak Upwati dan juga normalisasi-normalisasi sungai dan lain sebagainya.
33:16Sehingga edukasi akhirnya adalah harapan kita kepada seluruh lapisan masyarakat
33:20menjaga alam untuk kebaikan kehidupan masa depan.
33:24Itu yang paling terpenting.
33:26Oke, luar biasa.
33:27Secara singkat saja nih Pak Yoga dan juga Pak Musin,
33:30pesan-pesan untuk masyarakat Aceh Tengah apa nih Pak?
33:32Silahkan secara singkat.
33:34Pertama, perlu kami sampaikan kepada saudaraku, sahabatku,
33:38musibah ini terjadi, tentunya ada ipolasi.
33:41Mungkin kita terlampau jauh dengan Al-Quran,
33:44terlampau enggan dengan masjid,
33:46membantu anak yatim,
33:48terlampau sering mencari kesalahan orang lain,
33:50tetapi di kita punya banyak kesalahan.
33:52Kemudian alam tidak kita jaga,
33:54ini anugerah yang diberikan Allah,
33:55ini harus kita jaga bersama.
33:57Satu yang terpenting adalah dengan kebersamaan,
33:59bahwa kalau dengan kebersamaan kita bisa,
34:02dan yang terpenting hari ini adalah,
34:04mari kita jaga alam kita,
34:06mari saling membantu,
34:07dan jangan pernah lupakan Al-Quran.
34:10Masya Allah.
34:11Terima kasih Pak Yoga ke pemusin, silakan Pak.
34:13Ya, sedikit saja menyambung apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati
34:17sebagai closing setemen dari kami,
34:20bahwa sesungguhnya bencana Allah SWT menurunkannya,
34:24dan tentunya banyak hikmah dari balik itu,
34:27terutama adalah tentang kesabaran kita,
34:30yang berikutnya Allah pertanyakan tentang komitmen kita,
34:32nanti apakah dapat bangkit kembali,
34:34karena sesuai dengan alam Al-Quran,
34:36seperti disampaikan oleh Bapak Bupati,
34:38Allah mencoba suatu kaum itu,
34:41karena Allah yakin bahwa kaum itu akan dapat bangkit lagi
34:44di masa yang akan datang.
34:45Insya Allah, terima kasih banyak sekali lagi Pak Yoga,
34:47Pak Musin, atas waktunya diberikan dari Aceh ke Jakarta,
34:50Insya Allah Aceh Tengah akan segera kembali.
34:52Amin, amin.
34:54Baik saudara bencana memang meninggalkan luka,
34:56namun dari setiap tantangan selalu ada pelajaran
34:59dan kekuatan untuk bangkit kembali.
35:01Aceh Tengah memberikan gambaran bahwa resiliensi
35:05bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur,
35:08tetapi juga membangun harapan menjaga semangat kebersamaan
35:12dan menggerakkan potensi daerah untuk masa depan yang lebih baik.
35:16Saya Wanda Dwi Utari pamit, terima kasih atas kebersamaan Anda.
35:19Sampai jumpa di Zona Inspirasi.
35:32Terima kasih telah menonton!
36:06Terima kasih telah menonton!
Komentar