Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
šŸŽ¬ Sinopsis:
Seorang pemuda mewarisi warisan seorang ahli pengobatan saat berada di penjara. Ketika ia turun gunung untuk menagih hutang, ia tanpa diduga menyelamatkan nyawa seorang miliarder, yang menarik perhatian empat CEO wanita yang ingin menikah dengannya!
#viral #ceo #
Transkrip
00:00Tuan Witaris, boleh nggak kau berbalik dulu?
00:03Oh, baiklah.
00:12Sudah.
00:14Turunkan selimutnya. Aku nggak punya jaruk emas, butuh waktu lebih banyak.
00:18Baik, baiklah.
00:32Paman Witaris, kok nggak boleh melihatku kayak gitu?
00:36Maaf, aku nggak sengaja.
00:39Terlalu cantik. Aku nggak bisa menahan mataku.
00:59Paman Witaris, apakah dua pembuluhku sudah terbuka?
01:03Benar.
01:04Ah, bagus banget. Paman Witaris, aku cinta banget padamu.
01:12Itu, kau bisa nggak pakai dulu bajumu? Aku takut nggak bisa nahan diri.
01:18Aku, aku keluar dulu ya.
01:29Halo?
01:30Ya, Haris. Hari ini janji temani aku merayakan uang tahun ibu angkatku.
01:33Kau belum datang?
01:34Baiklah, aku segera sampai.
01:39Nanti masuk ke sana, kau jangan banyak bicara. Ikuti rencanaku.
01:49Nyonya besar nih ya. Ini Haris, pacarku.
01:52Ikut merayakan uang tahunmu.
01:54Kau bicara apa? Sejak kapan aku menjadi pacarmu?
01:56Berpura-pura dulu. Aku punya rencana.
01:59Haris tahu Anda suka kaligrafi. Sengaja membayar mahal?
02:02Membeli kaligrafi asli pavilion anggrek buat Anda.
02:05Semoga Nyonya mau menerimanya.
02:08Devi, kau sudah punya pacar.
02:11Bahkan menjadikan kaligrafi asli pavilion anggrek sebagai hadiah buatku.
02:18Devi!
02:22Lancang banget kau. Beraninya pakai kaligrafi palsu pavilion anggrek buat menipu dia.
02:28Eri, jangan asal menuduh. Kau pikir aku nggak berani menyentuhmu?
02:32Menuduhmu atau bukan, bakal segera tahu.
02:34Kebetulan, aku mengundang kolektor terkemuka.
02:37Tuan Don, datang ke kediaman wagon buat bernostalgia.
02:41Dia bakal tahu pavilion anggrek ini asli atau palsu.
02:44Kau...
02:44Kenapa? Kau tak...
02:46Gimana kalau pavilion anggrek ini asli?
02:50Karis, bukankah semalam kau bilang kaligrafi ini palsu?
02:54Kau sekarang bertarung dengannya?
02:55Bukankah sudah masuk ke jebakannya?
02:57Tengang, aku tahu batasan.
02:58Cuma seorang sok pemberani.
02:59Nggak bisa buat masalah.
03:01Kalau kaligrafi ini asli,
03:03aku bakal berikan saham grup patra yang paman untung berikan padaku tanpa syarat.
03:07Tapi kalau ini palsu,
03:08kalian harus berikan plat patra padaku.
03:10Gimana?
03:11Kalau kaligrafi ini asli,
03:13kau nggak cuma harus berikan semua sahamu pada Devi.
03:15Juga harus minta maaf dan bersujud padanya.
03:19Dasar tongkosong nyaring bunyinya.
03:21Kalau gitu sepakat.
03:23Dasar bodoh.
03:25Devi menghabiskan banyak uang buat membeli kaligrafi palsu pavilion anggrek.
03:28Hari ini,
03:29kalian pasti gawat.
03:31Tuan Don sudah datang.
03:34Aku mendoakan Nyonya Besar Nia panjang umur dan sehat selalu.
03:39Don,
03:39coba lihatlah.
03:41Apakah kaligrafi ini asli atau palsu?
03:47Biar kulihatnya.
03:55Gimana?
03:57Kaligrafiku ini asli atau palsu?
03:59Apa masih perlu ditanya?
04:00Dari ekspresi Tuan Don saja sudah tahu,
04:03kaligrafi ini pasti palsu.
04:07Kaligrafi ini pasti palsu.
04:10Devi,
04:11barang palsu,
04:12nggak bakal bisa menipu Tuan Don.
04:14Serahkan plat patra.
04:15Siapa bilang kaligrafi ini palsu?
04:20Aku berani menjamin,
04:22kaligrafi ini adalah
04:23kaligrafi asli yang sudah hilang ribuan tahun.
04:27Apa?
04:29Kaligrafi pavilion agreg ini asli.
04:31Tuan Don,
04:31ada kemungkinan Anda sudah tua.
04:33Matamu sudah gak sebagus dulu lagi,
04:35jadi salah lihat.
04:36Apa maksudmu?
04:37Kau berani meragukan profesionalku?
04:39Nggak.
04:40Tuan Don,
04:41Anda salah paham.
04:42Gimana kalau Anda lihat sekali lagi?
04:43Mungkin saja bisa menemukan hal lain.
04:45Nggak perlu.
04:45Pavilion agreg ini nggak ada duanya.
04:47Aku nggak bakal salah lihat.
04:49Ini pasti asli.
04:50Nggak bakal salah.
04:51Tapi,
04:52Nyonya Besar Nia,
04:53aku masih ada urusan dirubah.
04:55Saya pamit dulu ya.
04:57Baiklah.
04:58Anda hati-hati.
05:02Pavilion anggreg ini kaligrafi asli.
05:05Sudah kubilang,
05:06aku tahu batasan.
05:07Ini mana mungkin.
05:09Jangan-jangan kau.
05:11Sudahlah.
05:12Sudah waktunya tagi tahu ruhani.
05:14Erik, kau sudah kalah.
05:16Serahkan saham grup patra,
05:18lalu berlutut dan bersujud minta maaf.
05:23Erik, kau sudah kalah.
05:26Serahkan saham grup patra,
05:27lalu berlutut dan bersujud minta maaf.
05:29Kau!
05:30Devinia!
05:31Saham grup patra itu satu-satunya peninggalan paman untung buatku.
05:35Sekarang, Devi mau merebutnya.
05:37Anda harus menegakkan keadilan buatku.
05:38Devi, kau sebagai kakak jagalah adikmu.
05:42Aku rasa taruhan ini anggap batas saja.
05:44Nyonya, Nia.
05:45Ini...
05:45Nyonya, Nia.
05:46Taruhan ini antara aku dengan Erik.
05:49Nggak ada hubungannya sama Devi.
05:50Aku bukan kakaknya.
05:51Juga bukan ayahnya.
05:52Nggak memanjakan dia.
05:53Kau!
05:54Siapa yang kasih kau keberanian buat bicara kayak gitu denganku?
05:58Haris, kau bicara apa?
05:59Tutup mulutmu.
06:01Nyonya besar, Nia.
06:02Haris bukan sengaja meninggung Anda.
06:04Erik yang duluan menuduhku.
06:05Seumur hidup ini aku melakukan sesuatu.
06:07Nggak perlu pinjam keberanian orang.
06:09Devi,
06:09ini pertama kalinya kau begitu panik buat seorang pria.
06:13Tampaknya kau beneran peduli padanya.
06:15Sudah.
06:16Aku juga nggak mau urus-urusan kalian.
06:18Terserah kalian mau gimana.
06:22Bibi, Nia.
06:23Jangan abaikan kebonakan bibi.
06:25Kau sendiri yang memulai masalah ini.
06:27Kau selesaikan masalahmu sendiri.
06:29Sudahlah.
06:29Boleh penuhi janji taruhanmu?
06:31Nyonya besar, Nia.
06:32Dan orang di kediaman wagon sedang melihat.
06:35Aku akan berikan.
06:37Puas?
06:37Pergi.
06:38Buatkan surat pengalihan saham.
06:39Baiklah.
06:39Selain itu, bersujud minta maaf.
06:41Sepuluh kali.
06:42Nggak boleh kurang.
06:43Kau jangan keterlaluan.
06:45Kau sendiri yang berjanji.
06:52Karis.
06:53Kita begini?
06:54Bukankah terlalu kejam?
06:56Sudahlah.
06:56Dudukan dia kembali.
07:06Ini surat pengalihan saham.
07:13Semuanya, hari ini, aku bakal umumin satu hal lagi.
07:17Sebelum ayah angkatku meninggal, dia menyerahkan pelat patra padaku.
07:21Tapi aku merasa ini tugas yang berat banget.
07:23Jadi memutuskan menyerahkan pelat patra kepada Haris.
07:26Apa?
07:27Kau mau serahkan pelat patra kepada orang lain?
07:32Aku menentang.
07:33Oh.
07:35Seingatku, kau divisi personal ya?
07:37Benar.
07:38Baiklah.
07:38Mulai sekarang, kau dipecah.
07:40Kau sembarangan.
07:41Aku nggak lagi bertanya pendapat kalian.
07:43Tapi memberitahu kalian, kalau kalian menolak, majulah.
07:46Aku nggak keberatan memecat lebih banyak orang.
07:49Devi, kau masih mau mengacau.
07:51Grup patra adalah hasil kerja keras ayah angkatmu.
07:54Gimana kau bisa berbuat sembarangan?
07:55Berikan pelat patra kepada Haris.
07:58Aku nggak setuju.
07:59Nyonya besar nih ya.
08:00Haris ini...
08:01Diam.
08:06Pelat patra ada di sini.
08:07Siapa dari orang grup patra berani nggak menurut itu?
08:10Selama aku belum mati, aku masih sanggup.
08:13Aku mau lihat siapa yang berani mengiakkan dia.
08:18Kak Haris, kita pergi.
08:20Tunggu.
08:24Kita pergi.
08:25Tunggu.
08:27Nggak perlu banyak bicara.
08:28Meski kau berikan kaligrafi asli pavilon anggrek padaku,
08:31aku nggak akan serahkan hasil kerja kerasnya pada orang asing seperti kau.
08:35Nyonya besar Nia, aku berbaik hati mengingatkanmu.
08:37Sebaiknya kau pergi ke rumah sakit periksa jantungmu.
08:39Kalau nggak, waktumu sisa dua hari.
08:41Kalau rumah sakit nggak bisa sembuhkan, kau bisa mencariku.
08:44Lancang!
08:44Berani ya kau mau ngomong untuk nyonya besar Nia?
08:46Cepat tangan bucah ini!
08:47Siapa yang berani melukai dia?
08:49Biarkan mereka pergi!
08:59Kak Haris, maaf.
09:00Aku yang terlalu polos.
09:02Mengira nyonya besar Nia bisa setuju kau mengambil alih plat patra
09:05dengan memberikan pavilon anggrek.
09:06Siapa menyangka dia menerima hadiah langsung ribut?
09:09Nggak apa-apa.
09:10Itu wajar.
09:10Kalau itu aku, aku juga nggak setuju.
09:12Sebentar lagi kejuaraan Raja Barat Daya.
09:14Aku cari cara buat kau mengambil alih plat patra sebelum itu.
09:17Tenang saja.
09:18Paling lama besok, dia bakal datang memohon pada kita.
09:21Hah?
09:22Jangan-jangan yang kau bilang tadi bukan lagi menguntuk nyonya Nia.
09:25Memangnya aku sekeji itu.
09:27Kau lupa ya?
09:28Aku dulu juga dokter.
09:29Ayo, pulang menunggu kabar saja.
09:31Baiklah.
09:33Bibi Nia, Anda mau biarkan divi sembarangan gitu?
09:36Kalau begini terus, dia bakal berikan grup patra yang didirikan paman untung kepada orang lain.
09:41Aku sudah tua.
09:42Nggak bisa mengurusi kalian.
09:43Kau pergilah.
09:44Aku sudah capek.
09:48Bibi Nia, kau kenapa?
09:51Nyonya Besar Nia, semua dokter ahli di kota Phonix sudah memeriksa Anda, tapi nggak bisa mengetahui penyakit Anda.
09:57Dokter nggak guna.
09:57Kalian semua nggak guna.
09:58Keluar sana.
10:04Haris.
10:05Nyonya Besar Nia, aku berbaik hati mengingatkanmu.
10:07Sebaiknya kau pergi ke rumah sakit periksa jantungmu.
10:09Kalau nggak, waktumu sisa dua hari.
10:12Kalau rumah sakit nggak bisa sembuhkan, kau bisa mencariku.
10:14Pergi cari Haris.
10:16Nyonya Besar Nia, mungkin saja dia yang menyebabkan Anda begini.
10:18Anda sekarang pergi cari dia.
10:20Sama saja masuk ke jebakannya.
10:21Oh, benar.
10:22Aku dengar Haris itu.
10:23Dulu melecehkan mahasiswi.
10:25Makanya pernah di penjara.
10:26Orang kayak gini memang kejam.
10:28Pasti dia yang memasukkan racun di povidun anggrek.
10:31Bagus banget, Haris.
10:32Bawa aku cari dia.
10:34Buat perhitungan.
10:38Pelaku yang meracuni Nyonya Besar Nia sudah datang.
10:41Cepat tangan dia.
10:43Lakukan.
10:49Siapa yang berani sentuh dia?
10:50Tangkap juga wanita pengkhianat yang melupa budi ini.
11:04Nyonya Besar Nia.
11:05Kalau mau aku mengobatimu, sebaiknya kau sopanas.
11:08Kau masih berani bilang mau obati.
11:10Devi, semasa hidup paman untung begitu baik padamu.
11:13Kau malah memonopoli kekuasaan Grupatra.
11:14Bersekongkol meracuni Nyonya Besar Nia.
11:17Apa hati nuranimu sudah dimakan anjing?
11:18Eric, kau jangan asal menuduh.
11:21Kalau aku mau monopoli kekuasaan, pasti sudah membunuh kalian semua.
11:25Mana mungkin menanyakan pendapat Nyonya Nia?
11:27Kau cuma takut diomongkan orang.
11:29Makanya memakai cara licik begini.
11:32Nyonya Besar Nia, kau jangan tertipu.
11:34Aku tahu.
11:35Devi, kalau kau nggak menaruh racun lantas, ada apa dengan tubuhku?
11:39Kau terkena bubuk pencabut nyawa dari racun aneh barat.
11:43Apa? Aku keracunan.
11:45Siapa yang meracuniku?
11:47Orang yang meracunimu harusnya sama dengan orang yang membunuh ayah angkatnya Devi.
11:51Oh, benar.
11:53Dan juga Seno yang baru saja mati.
11:55Kenapa kau melihatku?
11:55Kalau aku sehebat itu, kenapa masih ditindas Devi?
11:58Kau memang nggak sehebat itu.
11:59Tapi Istana Raja Langit bisa.
12:01Asal bicara, kami nggak berhubungan.
12:03Oh, bukan.
12:04Aku nggak tahu Istana Raja Langit.
12:08Aku nggak bilang kau dan Istana Raja Langit berhubungan.
12:10Buat apa kau sepanik itu?
12:12Aku...
12:13Kau mencurigakan.
12:15Nyonya Nia, kematian Paman Untung.
12:18Nggak ada hubungan sama aku.
12:19Aku bisa bersumpah.
12:20Katakan apa kau yang meracuni Pamanmu.
12:22Kalau kau nggak mau bilang, kau tunggu saja hukuman keluarga wagon.
12:26Bawa dia pergi.
12:28Eh, jangan.
12:31Aku katakan, aku katakan.
12:32Paman Untung memang dibunuh orang Istana Raja Langit karena diracuni.
12:36Mereka mau menguasai kekuasaan dunia gelap.
12:39Langkah pertama membunuh tiga raja dunia gelap di Barat Dayah.
12:42Setelah itu, mendukung orang yang menurut.
12:44Aku juga dihasut oleh mereka.
12:45Bawa dia pergi.
12:46Harus buat dia tanggung akibatnya.
12:51Nyonya besar dia.
12:53Bibi dia.
12:54Nuna besar dia.
12:56Aku setuju.
12:57Membiarkan Tuhan Haris memegang pelat patrah.
13:00Mohon Tuhan Haris, selamatkan aku.
13:04Baiklah.
13:11Racunnya sudah hilang.
13:13Sudah hilang.
13:15Ini baru sepuluh menit.
13:16Teknik medismu hebat banget.
13:19Kak Haris, aku makin nggak ngerti kau saja.
13:21Jangan mengunggung lagi.
13:22Cepat serahkan pelatnya.
13:23Aku mau cepat pulang.
13:26Memberi salam kepada Raja Patra.
13:29Memberi salam kepada Raja Patra.
13:34Memberi salam kepada Raja Patra.
13:36Sudahlah, cepat berdiri.
13:38Kalau nggak ada urusan, aku pergi dulu.
13:41Tunggu.
13:42Kejuaran Raja Barat Daya segera dimulai.
13:44Kalau mau menyatukan dunia gelap Barat Daya, maka harus ikut.
13:47Baiklah, nanti hubungi aku.
13:56Astaga, kenapa kau belum pergi?
13:58Kau sudah pulang.
14:01Aku sudah berikan tubuhku padamu.
14:03Kau nggak mau bertanggung jawab.
14:04Apa? Aku bertanggung jawab.
14:07Sudahlah.
14:08Aku nggak menggodamu.
14:10Aku dihanati orang.
14:11Nggak punya tempat pulang.
14:12Aku tinggal di sini sebentar.
14:13Kalau kau mau, tinggal saja.
14:20Itu, aku balik ke kamar dulu.
14:24Haris, kau pasti bukan orang biasa.
14:27Leonie, kau sudah pikirkan matang-matang mau cari pendekar bertopeng itu?
14:30Aku sudah cari tahu.
14:32Kejuaran Raja Barat Daya segera dimulai.
14:34Dengan kemampuan pendekar, dia pasti ikut.
14:37Kita pergi menonton, pasti bisa ketemu dia.
14:40Kalau gitu, gimana dengan Haris?
14:42Buat apa kau mengungkit dia?
14:44Begitu tiga bulan sudah lewat, kami bakal segera cerai.
14:47Tapi, kemarin waktu di rumah sewa, kau sudah telanjang dan berpelukan dengannya.
14:52Aku...
14:53Leonie, jangan-jangan kau sudah suka padanya.
14:55Aku, mana mungkin.
14:57Kau jangan asal bicara.
14:59Aku sudah beritahu kau, itu nggak disengaja.
15:02Benarkah?
15:07Halo, kakek.
15:08Leonie, sekarang juga kau bawa hari sepulang ke kemarga mulio.
15:12Apa?
15:13Kakek, aku nggak mau.
15:15Kalau kau nggak mau, aku nggak anggap kau cucu.
15:17Eh?
15:35Kenapa barang ini terbawa kemari?
15:38Aku buka pintu dulu.
15:40Siapa kau?
15:42Leonie?
15:44Haris?
15:45Haris, keluarlah!
15:46Haris!
15:48Siapa kau?
15:51Haris, keluar!
15:53Kenapa kalian datang?
15:56Kau?
15:57Kalian?
15:58Haris?
15:59Kau?
16:00Tidur sama wanita lain?
16:01Nggak ada.
16:02Bukan kayak yang kau pikirkan.
16:03Nggak perlu jelaskan.
16:04Kalian lagi berduaan?
16:05Kau juga nggak pakai baju.
16:06Kau?
16:09Topeng itu.
16:11Topeng ini.
16:12Jangan-jangan kau.
16:15Jangan-jangan kau.
16:18Aku baru pungut topeng ini dari bawah.
16:21Pungut?
16:22Kau nggak bohong?
16:24Buat apa bohongin kau?
16:25Sudahlah.
16:26Melihat kau yang kayak gini juga nggak mungkin dia.
16:29Apa?
16:29Nggak apa-apa.
16:30Aku hari ini datang mencarimu mobil.
16:32Haris?
16:35Kalian?
16:36Kami.
16:37Bukankah yang kau pikirkan?
16:40Haris?
16:41Kau masih punya wanita lain?
16:42Taman buyut, Haris.
16:49Kayaknya kedatanganku nggak tepat waktu.
16:54Haris!
16:55Dasar bajingan!
16:56Percuma aku datang minta maaf padamu mau ajak kau pulang.
16:58Kau tunggu saja.
16:59Aku mau pulang mau ngadu sama kakek.
17:07Lioni!
17:08Kenapa kau sembara itu?
17:09Jangan-jangan.
17:10Kau cemburu.
17:11Cemburu?
17:12Mana mungkin aku cemburu sama bajingan itu?
17:14Orang yang ku suka itu pendekar yang sudah menolongmu.
17:17Bukankah itu pas banget?
17:19Haris punya begitu banyak wanita.
17:21Beritahu saja kakekmu.
17:22Aku nggak percaya kakekmu masih mau kau bersama dia.
17:25Benar.
17:25Aku mau pulang mengadu sama kakek.
17:28Setelah itu kita pergi ke kejualan Raja Barat Dayah.
17:31Nantinya aku bisa mencari pendekarku.
17:36Benar.
17:39Katakanlah.
17:39Ada apa kalian datang mencariku?
17:41Pak Manbiut Haris.
17:46Bicara satu persatu.
17:47Pak Haris.
17:48Hari ini aku datang menghubungi kau.
17:50Bahwa kejuaraan dunia gelap bakal dimulai besok lusa.
17:52Kau harus ikut mewakili grupannya.
17:54Pak Manbiut Haris.
17:55Kakekku dapat kabar tentang istana Raja Langit.
17:57Katanya mau menyatukan kekuasaan di kejuaraan Raja Barat Dayah.
18:00Jadi mau mengundangmu turut partisipasi.
18:03Istana Raja Langit.
18:05Haris.
18:06Aku juga mau ikut ke kejuaraan Raja Barat Dayah.
18:08Kau?
18:09Haris.
18:10Aku sekarang pergi mencarimu.
18:11Wilia sudah kesana duluan.
18:13Baiklah.
18:14Aku ini dona besar keluarga Mulyo.
18:16Biarkan aku masuk.
18:17Gak bisa.
18:17Kalau gak punya tiket gak boleh masuk.
18:19Agnes.
18:20Bukankah kau bilang kau punya cara?
18:22Hah?
18:22Aku gak nyangka tiket kejuaraan ini susah dibeli.
18:29Haris.
18:30Kenapa kau ada di sini?
18:31Apakah menguntitku?
18:32Dasar gak malu?
18:33Kita berdua gak bakal ada hasil.
18:35Begitu tiga bulan berakhir.
18:37Kita segera cerai.
18:38Selain itu, aku juga punya orang yang kusukain.
18:42Aku?
18:43Menguntitmu?
18:44Kenapa kau buka tembok banget?
18:45Aku sudah bilang, aku gak tertarik sedikit pun padamu.
18:49Tolong lain kali, jangan terlalu percaya diri.
18:51Kau?
18:52Kau masih berdalih?
18:53Kalau bukan menguntitku, buat apa kau kemari?
18:55Om kosong.
18:56Tentu saja aku datang ikut lomba.
18:57Apa mungkin datang mengejarmu?
18:59Haris.
19:00Kau beneran pandai beralasan kau ini mau ikut lomba.
19:03Bukankah kalian mau menonton lomba?
19:06Begini saja.
19:07Karena kita kenal, asal kalian mau minta maaf padaku,
19:10aku bisa pertimbangan kalian masuk.
19:11Kau sendiri saja gak bisa masuk.
19:13Mau bawa kami masuk.
19:14Aku lihat kau mau menipu biar kami minta maaf.
19:16Baru kau akan pergi.
19:17Aku sudah memberimu kesempatan.
19:18Kau sendiri gak menghargai.
19:20Kak Haris, kenapa kau menunggu di depan?
19:22Aku ketemu orang yang ku kenal.
19:23Mengobrol sebentar.
19:24Ayo, kita masuk.
19:26Undangan.
19:26Tolong minggir.
19:30Leonie, ya pergi begitu saja.
19:33Dia beneran masuk.
19:37Leonie, ya pergi begitu saja.
19:41Dia beneran masuk.
19:42Agnes, gimana kita sekarang?
19:44Kau tunggu sebentar.
19:46Aku telpon.
19:46Cari koneksi dulu.
19:52Kondisi kurang bagus.
19:53Kenapa?
19:54Apa ada perubahan?
19:56Seno sudah mati.
19:57Bulia juga dikhianati.
19:59Kehilangan identitas sebagai Raja Dunia Gelap.
20:01Kedua Raja yang baru naik sudah menyerah sama orang itu.
20:04Orang itu?
20:05Maksudnya Tuhan Muda Istana Raja Langit itu?
20:09Benar.
20:10Belakangan ini ketiga Raja mengalami masalah.
20:12Seharusnya dialah dalangnya.
20:13Saat ini, dia sudah taklukan dua Raja Dunia Gelap yang bisa bertarung dengannya.
20:18Cuma grup partner saja.
20:19Ayo, lawan.
20:22Orang kita sudah naik.
20:23Ayo.
20:24Ayo, lawan.
20:25Lawan, bro.
20:27Dia, Tuhan Muda Istana Raja Langit.
20:30Edi Susanto.
20:37Ronda pertama, Edi Susanto, Tuhan Muda Istana Raja Langit, menang.
20:46Ah, ini Raja Patra yang gak berguna yang baru diangkat organisasi Patra itu, ha?
20:50Kenapa?
20:51Takut dibuat cacat jadi gak berani naik lagi.
20:54Wilson, apa hakmu bilang orang lain gak berguna?
20:57Aku ini CEO baru di grup Liono.
21:00Garda kiri di bawah Tuhan Edi dari Istana Raja Langit.
21:02Kedepannya, panggil aku Raja Perkasa.
21:05Edi mau membunuh kakak kandungmu.
21:07Kok malah memanggilnya sebagai majikanmu?
21:08Kok beneran binatang?
21:09Siapa suruh wanita henna itu gak mau menyerah kepada Tuhan Edi?
21:12Dia memang pantas mati.
21:14Devi, sekarang aku kepercayaan Tuhan Edi.
21:17Aku kasih kau kesempatan menyerah padaku.
21:19Aku bakal pertimbangkan suruh Tuhan Edi melepaskan Grup Patra.
21:23Tenang, Tuhan Edi kalian gak bakal bisa jadi Raja Barat Daya.
21:26Haris, masih berani bicara arogan.
21:28Semua yang di sisiku ini master yang diutus Tuhan Edi dari Istana Raja Langit.
21:31Kau tinggalkan Devi sekarang.
21:33Kalau enggak, aku suruh mereka hancurkan kau dan lempar ke laut jadi makanan ikan.
21:37Kak Haris, aku tahan kedua ahli ini.
21:39Kau pergi saja.
21:39Kenapa panik?
21:41Melawan binatang kayak dia, gak perlu kau ikut turun tangan.
21:44Kakaknya sendiri bakal menghabisi dia.
21:45Kakak aku?
21:47Wanita henna itu sudah masuk neraka.
21:49Kalau bisa, kau suruh dia datang habisi aku.
21:52Oh, iya.
21:54Aku lupa beritahu kau.
21:56Sebenarnya aku bisa teknik pemanggil roh.
21:58Sekarang aku bakal panggilkan roh kakakmu.
22:00Buat menghabisimu.
22:01Kau!
22:02Wilson!
22:05Wilson!
22:06Kau!
22:06Wilson!
22:14Dasar kau binatang!
22:15Kau Wilia!
22:16Percaya padaku.
22:17Ini semua karena Tuhan Eddie yang memaksaku.
22:19Kalau aku enggak menurutinya, dia mau membunuhku, kak Wilia.
22:22Enggak perlu berlangkah macam-macam di sini.
22:24Meski kau itu setan, kami bisa buat kau gentai yang lagi.
22:31Kau berlutut di sini.
22:33Aku bunuh dulu Tuhan Muda Istana Raja Langit.
22:35Baru kasih kau pelajaran.
22:40Eddie, cerahkan nyawamu.
22:42Wilia, ternyata kau belum mati.
22:44Aku ini kuat.
22:46Hari ini, kita selesaikan semua di arena ini.
22:48Kau!
22:49Kau mau membunuhku?
22:51Bukankah kau terlalu percaya diri?
22:53Jangan banyak omong kosong.
22:54Matilah!
23:04Wilia memang wanita yang bangkit menjadi salah satu raja dunia gelap.
23:08Kemampuannya memang enggak biasa.
23:10Tuhan Muda Istana Raja Langit ini pasti bakal kalah.
23:13Enggak.
23:14Wilia bakal kalah.
23:15Kau masih enggak ngerti betapa menakutkannya Wilia.
23:18Meski ayah angkatku masih hidup, juga belum tentu bisa kalahkan Wilia.
23:23Sehebat apapun, Tuhan Muda dari Istana Raja Langit ini enggak bakal mengalahkan Wilia dalam waktu singkat.
23:29Lihatlah.
23:36Orang yang ada di sini enggak ada yang lebih hebat dari Wilia lagi.
23:40Kalau dia kalah, siapa lagi yang bisa mengalahkan Eddie?
23:43Aku.
23:46Kak Haris, aku tahu teknik manajemu sangat hebat.
23:49Juga ngerti seni bela diri.
23:51Tapi yang ada di sini, semuanya ahli sesungguhnya.
23:54Sudahlah.
23:54Hari ini menyerah dulu.
23:56Nanti, diskusikan lagi.
24:00Wilia, hari ini kalau kau mau menjadi wanitaku, aku bakal ambu di nyawamu.
24:05Masih asa aku juga yang naik.
24:08Enggak bisa.
24:09Aku harus merendah.
24:12Kak Haris, kau mau apa?
24:13Mau apa?
24:15Tentu saja menghabisi Tuhan Muda itu.
24:25Dasar wanita hina.
24:27Di mana tanda keperawananmu?
24:28Meski aku berikan pertama pada pria berondong, juga enggak bakal berikan padamu.
24:32Hari ini, bunuh saja aku.
24:34Karena hari ini kau mau minta mati, aku penuhi kemauanmu.
24:39Wanita yang enggak bisa kudapatkan, pria lain jangan harap bisa dapatkan juga.
24:55Wanitaku bukan orang yang bisa kau bunuh sesuka hati.
25:01Siapa kau?
25:03Rianya.
25:05Orang yang datang membunuhmu.
25:07Kau?
25:08Mau membunuhku?
25:09Ternyata kau yang merupakan wanitaku.
25:12Kalau gitu kalian mati saja.
25:14Haris kau.
25:15Cepat pergi, jangan pedulikan aku.
25:17Jangan bicara dulu.
25:18Tunggu aku menarik jarum emas dari tangannya.
25:20Aku bakal sembuhkan kau.
25:22Bocah.
25:23Beraninya kau menolong orang yang mau aku bunuh.
25:26Matilah kau.
25:33Kau enggak apa-apa?
25:35Aku enggak apa-apa.
25:36Akhirnya kita masuk juga.
25:37Agnes, jangan lambat.
25:39Sebentar lagi, lamanya berakhir.
25:41Aku masih belum menemukan pendekar.
25:42Aku tahu.
25:43Kau cuma tahu pendekarmu saja.
25:48Itu dia.
25:50Pendekar.
25:52Leonie.
25:53Apa kau merasa bentuk tubuhnya agak familiar?
25:56Baju yang dia pakai.
25:57Kayaknya sama dengan Haris.
26:00Jangan-jangan dia itu.
26:04Baju yang dia pakai.
26:06Kayaknya sama dengan Haris.
26:09Jangan-jangan dia itu.
26:10Hei, Agnes.
26:11Jangan ungkit Haris si bajingan itu lagi.
26:14Hari ini, aku bakal pakai semua cara mendapatkan nomor pendekar itu.
26:18Bocah.
26:19Aku ini Tuan Muda Istana Raja Langit.
26:21Beraninya kau membuatku malu di depan umum.
26:23Aku mau kau hancur bergeping-geping.
26:31Kak Haris, hati-hati.
26:37Energi perlindung sejati.
26:39Enggak mungkin.
26:40Ini enggak mungkin.
26:48Tuan Muda Istana Raja Langit sudah kalah.
26:50Dia begitu mudah menendang Tuan Muda Istana Raja Langit.
26:53Enggak disangka, Kak Haris semudah itu bisa mengalahkan Eddie.
26:57Bocah.
26:58Bagus banget.
27:00Sejak kecil,
27:02kau orang pertama yang buat aku marah.
27:04Hari ini, aku bakal buat kau tahu apa itu penyesalan.
27:32Mocah.
27:32Hari ini, aku bakal hancurkan kau.
27:35Meski kau punya energi perlindung sejati,
27:37di hadapanku juga enggak ada gunanya.
27:47Mataku.
27:48Mataku.
27:53Kau yang membunuh Untung dan Senokan.
27:57Aku mau balas dendam buat mereka.
28:00Aku ini Tuan Muda Istana Raja Langit.
28:01Kau enggak boleh membunuhku.
28:02Enggak boleh membunuhku.
28:03Enggak boleh.
28:06Matilah kau.
28:18Dia, Haris.
28:24Dia, Haris.
28:27Leoni, Haris itu pendekar yang kau cari.
28:32Mana mungkin Haris itu pendekar, pendekar itu Haris.
28:40Ternyata, orang yang aku suka selalu berada di sisiku.
28:44Aku malah berpikir, gimana bercerai dengannya.
28:47Gimana terlepas darinya.
28:48Edi sudah mati.
28:50Kak Haris sudah berhasil.
28:52Bagus banget, Kak Haris.
28:54Kau sudah kalahkan Edi.
28:57Banyak orang melihat.
28:59Kau ngapain?
29:00Edi sudah mati.
29:01Pemenangnya harus sudah ditetapkan ya.
29:03Raja Barat Daya yang baru sudah lahir.
29:07Mulai hari ini,
29:08kekuatan dunia gelap di Barat Daya
29:10adalah milikku.
29:11Yang gak terima
29:12akan berakhir kayak dia.
29:14Siapa yang keberatan?
29:16Memberi salam kepada Raja Barat Daya!
29:19Memberi salam kepada Raja Barat Daya!
29:22Bocah!
29:23Beraninya kau membunuh Tuan Muda, Edi!
29:25Kau bakal kena masalah besar!
29:26Istana Raja Langit gak bakal melepaskanmu!
29:29Dasar pengkhianat.
29:39Kak Haris, selamat.
29:40Kau sudah menjadi Raja Barat Daya.
29:42Gak disangka,
29:43Tuan Muda Istana Raja Langit
29:44langsung kalah dengan satu jurusmu.
29:46Kau siapa sebenarnya?
29:47Aku bukan siapa-siapa.
29:49Cuma seorang dokter
29:50yang baru bebas dari penjara.
29:59Haris!
30:01Nona Leoni,
30:03apa kau mau bilang
30:04aku menguntitmu lagi?
30:05Aku gak bilang kau menguntitmu.
30:08Aku cuma...
30:09Jangan cuma lagi.
30:10Setelah tiga bulan,
30:11aku bakal bercerai.
30:12Aku gak mau bercerai.
30:13Aku pasti cerai.
30:15Bukan.
30:16Kau...
30:16Kau tadi bilang apa?
30:18Katakan sekali lagi.
30:19Aku bilang
30:20aku gak mau cerai denganmu.
30:23Apa?
30:24Nona Leoni,
30:25apa otakmu gak sakit?
30:27Otakmu yang sakit.
30:31Sekarang kita ini
30:32suami istri yang sah di mata hukum.
30:34Apa masalahnya
30:35kalau aku mengajakmu pulang?
30:38Paman Byut Haris?
30:40Paman Byut Haris,
30:42kemarin kau suruh kakek
30:43selidiki keberadaan
30:44ibumu dan adikmu.
30:45Sudah ada petunjuknya.
30:46Semua petunjuk
30:47mengarah ke Jigo.
30:48Kak Haris,
30:49orang yang dulu menjebak
30:50pemasu penjara
30:50juga berhubungan sama Jigo.
30:52Baiklah.
30:53Maka langkah selanjutnya,
30:54itu Jigo.
30:56Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan