š¬ Sinopsis:
Seorang pemuda mewarisi warisan seorang ahli pengobatan saat berada di penjara. Ketika ia turun gunung untuk menagih hutang, ia tanpa diduga menyelamatkan nyawa seorang miliarder, yang menarik perhatian empat CEO wanita yang ingin menikah dengannya!
klik profil untuk lihat part selanjut nya #drama #seru #dracin
Seorang pemuda mewarisi warisan seorang ahli pengobatan saat berada di penjara. Ketika ia turun gunung untuk menagih hutang, ia tanpa diduga menyelamatkan nyawa seorang miliarder, yang menarik perhatian empat CEO wanita yang ingin menikah dengannya!
klik profil untuk lihat part selanjut nya #drama #seru #dracin
Kategori
š„
Film pendekTranskrip
00:08Terima kasih.
00:30Masih mau pukul?
00:32Tuan, kumohon pada Anda.
00:34Kalau dipukul lagi, kami bakal hancur.
00:43Bagus.
00:44Kau sudah menguasai pengalaman medis dan seni bela diri milik gurumu ini seumur hidup.
00:49Cincin, naga bangkit ini.
00:52Kuariskan padamu.
00:57Guru.
00:57Kau mau maun padaku menjadi mulutmu lima tahun.
01:00Tapi kau cuma mewariskan cincin jelek ini.
01:02Cincin jelek.
01:07Cincin naga bangkit ini bisa menampung sembilan jarum emas.
01:13Jarum emas pertama berisi teknik medis khas istana naga bangkit.
01:18Kitab medis sembilan naga.
01:19Kau sudah menguasainya.
01:21Jarum emas kedua bisa membuatmu mewarisi istana naga bangkit.
01:26Jarum emas ketiga bisa mempelajari teknik penjenakan phonics.
01:29Teknik rahasia milik istana naga bangkit.
01:32Setelah menguasainya, kau jadi tak terkalahkan disukai banyak wanita cantik.
01:36Jarum emas keempat bisa memperoleh buku ajaib.
01:40Jarum emas kelima mampu memerintahkan empat raja langit di bawah istana naga bangkit.
01:44Jarum emas keenam mampu mewarisi jaringan intelijen global istana naga bangkit.
01:49Jarum emas ketujuh bisa pergi ke markas utama istana naga bangkit.
01:53Jarum emas kedelapan bisa membukakan pintu istana naga bangkit.
01:56Jarum emas kesembilan bisa membangkitkan sembilan naga sejati dan menjadi orang terkuat di dunia.
02:05Sehebat itu?
02:07Bukankah kau mau mencari ibu dan adik perempuanmu?
02:12Tunggu, kau mendapatkan jarum emas kanam juga bisa menyelidiki pelaku yang menjebakmu masuk penjara.
02:20Baiklah, kalau gitu kau hariskanlah kedelapan jarum emas ini padaku.
02:24Kedelapan jarum emas yang tersisa itu sudah kuberikan kepada tujuh orang.
02:29Kau harus meminta langsung kepada mereka.
02:32Dasar tua bangka, kau jahat banget.
02:35Dari tadi bicara banyak supaya aku menagih utangmu kan?
02:40Arif Sandana, sudah boleh keluar.
02:43Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik.
02:46Hei, muridku.
02:48Jarum emas kedua dan jarum emas ketiga
02:50ada di tangan konglomerat kota Fonix, Arif Mulyo.
02:55Aku sudah tahu.
02:59Aku sudah tahu.
03:02Ibu, adik, aku bakal menemukan kalian ke keluarga Mulyo,
03:05mengambil kembali jarum emas kedua dan ketiga.
03:14Leonie, Leonie, tunggu aku.
03:35Kau!
03:37Oh, maaf.
03:39Aku bukan sengaja.
03:40Aku bantu bersihkan.
03:44Dasar mesum.
03:46Nono cantik, kenapa kau malah memukulku?
03:49Kau sudah mengotoriiku.
03:50Aku ingin banget membunuhmu.
03:52Lepaskan.
03:52Baiklah, aku lepaskan.
03:54Tapi kau nggak boleh mukulku lagi.
03:57Kau!
03:58Leonie, jangan basa-basi dengannya.
04:00Kita cepat pulang.
04:00Hadiri pemakaman kakek.
04:03Kau tunggu saja.
04:05Aku nggak bakal melepaskanmu.
04:09Dasar aneh.
04:15Benda apa itu berlari ke sana?
04:21Jadi ini kediamanmu, Lio?
04:27Permisi, Tuan.
04:28Apa Anda datang sampaikan belasungkawa?
04:30Belasungkawa apaan?
04:31Aku mencari Arif.
04:33Tuan besar Arif kami sudah meninggal tiga hari.
04:35Apa?
04:36Arif sudah meninggal?
04:45Ayah, ini toket kepala naga favoritmu
04:47semasa waktu hidup.
05:01Waktu baik sudah tiba.
05:04Tutup peti mati dan kuburkan.
05:09Nggak boleh tutup.
05:15Adik, waktu belasungkawa sudah lewat.
05:18Jangan menunda penguburan ayah kami.
05:20Aku datang mencari Arif meminta hutang.
05:22Meminta hutang?
05:23Tuan besar Arif mendirikan grup mulio.
05:25Nilainya mencapai triliunan.
05:26Mana mungkin berhutang sama buca kaya kau?
05:28Buca ini pasti datang mengacau.
05:30Semasa hidup Tuan besar Arif punya dendam apa padamu?
05:32Sampai kau mengacau di saat pemakamannya.
05:34Kau pikir keluarga mulio bisa kau permain, kan?
05:37Nggak punya dendam.
05:38Tapi dia berhutang sebuah barang padaku.
05:45Dasar pembohong!
05:46Pengawal!
05:47Bawa bajingan ini keluar!
05:55Kakek tua!
05:56Sebelum mengembalikan hutangmu padaku,
05:58kau jangan harap bisa mati.
06:04Dasar bajingan!
06:05Apa yang mau kau lakukan kepada jasad ayahku?
06:08Menolong orang menagih hutang.
06:09Ayahku sudah meninggal tiga hari.
06:11Dokter Dewa Husno ahli medis terkenal bahkan sudah angkat tangan.
06:14Bocah yang nggak berpengalaman kaya kau.
06:16Apa bisa membuatnya bangkit dari kematian?
06:18Tutup mulutmu.
06:19Dasar bajingan.
06:21Beraninya menyentuh jasad ayahku.
06:22Aku bunuh kau!
06:25Aku bunuh kau!
06:27Siapa?
06:28Siapa yang memukulku?
06:31Sayang,
06:32di belakangmu.
06:34Mayatnya bangkit.
06:37Ayah!
06:38Kau pergilah dengan tenang.
06:41Kalau kau masih punya penyesalan,
06:43datanglah ke mimpiku.
06:44Aku bakal selesaikan buatmu.
06:46Barang hutang arif padaku belum dikembalikan.
06:47Kau jangan harap bisa mati.
07:00Dasar bocetengi!
07:01Kau mau apa?
07:05Ini, ini.
07:16Sudah hidup kembali.
07:17Benerah sudah hidup.
07:27Dalam samar-samar,
07:29aku mendengar dokter dewa ini
07:32mau menyembuhkanku.
07:33Kau malah menghentikannya.
07:36Ayah!
07:37Dia cuma bocah biasa.
07:40Aku mana tahu dia dokter dewa.
07:42Aku,
07:42aku pikir dia datang buat mengacau.
07:44Nanti aku baru berhitungan denganmu.
07:50Adik dokter dewa,
07:52kau sudah menyelamatkanku
07:54dari gerbang neraka.
07:56Tolong terima hormatku.
07:59Eh!
08:00Jangan memberiku hormat.
08:02Aku datang untuk menagih hutang.
08:04Menagih hutang?
08:11Cincin naga bangkit?
08:13Adik dokter dewa
08:15ternyata pewarisi stana naga bangkit.
08:18Pantas saja.
08:20Kau bisa merebutku dari tangan
08:22malaikat maut.
08:24Karena Tuan Arif mengenal cincin ini,
08:26kau pasti tahu apa hutangmu padaku.
08:29Tentu saja.
08:32Tapi,
08:34kau harus menerima satu persyaratanku.
08:38Asal kau
08:39menikah dengan cucuku,
08:41Leonie,
08:44maka aku bakal berikan
08:47jarum emas padamu.
08:49Menikahi cucu Anda?
08:53Kakek sudah hidup kembali.
08:56Maaf, aku mau bertanya.
08:58Cucu perempuan Anda, Leonie?
08:59Kayaknya aku pernah mendengar
09:00suara ini di suatu tempat.
09:02Dia itu wanita yang pendek dan gemuk.
09:04Wajahnya juga dipenuhi jerawat.
09:06Apa seperti karakter Rara
09:07di film Imperfect itu?
09:09Mengatahiku seperti Rara.
09:11Dasar bajingan.
09:12Hari ini aku bakal menghabisimu
09:14sampai wajahmu hancur.
09:16Cucuku yang baik.
09:17Kebetulan kau datang.
09:19Adik dokter dewa.
09:21Ini cucuku Leonie-mu, Leo.
09:23Mirip seperti Rara atau enggak.
09:26Kau lihat saja sendiri.
09:30Ternyata kau.
09:35Ternyata kau.
09:37Kenapa bisa dia orangnya?
09:39Leonie, kau kenal adik dokter dewa.
09:45Kakek, kau bilang apa?
09:47Dia, dokter dewa.
09:50Benar.
09:51Adik dokter dewa ini
09:53menolongku kembali
09:55dari malaikat maut.
09:57Gimana?
09:58Apa kau suka
10:00pada cucuku ini?
10:03Asal kau mau,
10:05dia bakal menjadi istrimu.
10:10Aku enggak mau.
10:11Kakek,
10:13kami enggak kenal.
10:14Ayah,
10:15mereka enggak kenal.
10:16Gimana bisa menikah?
10:18Aku enggak setuju
10:18sama pernikahan ini.
10:19Aku juga enggak setuju.
10:21Kenapa rupanya
10:22kalau enggak setuju?
10:23Dulu, sebelum aku menikah
10:25sama ibumu,
10:26kami juga enggak kenal.
10:28Bukankah kami juga
10:29saling mencintai?
10:30Mereka sudah bertemu
10:32sebelum malam pertama.
10:33Ini semua enggak masalah.
10:35Semuanya bisa diatur.
10:37Leonie,
10:38hari ini kau dan adik dokter dewa
10:40pergilah ke Birocapil
10:41buat daftarkan pernikahan.
10:43Daftarkan pernikahan?
10:45Ayo!
10:46Enggak ada gunanya
10:47mau siapa yang membantah.
10:49Tetap aku yang memutuskan
10:50di keluarga ini.
10:52Tuan Besar Arief,
10:53meski dia mau,
10:55aku juga enggak mau.
10:57Anda gantilah persertan lain.
10:58Hei!
10:59Apa maksudmu?
11:00Apa kau merasa
11:01aku enggak layak buatmu?
11:03Yoni,
11:05enggak boleh gasopan.
11:07Begini saja,
11:08kau dan cucuku menikah.
11:11Tiga bulan dulu.
11:13Setelah tiga bulan,
11:14kalau enggak cocok,
11:16baru bercerai.
11:17Bisa diterima.
11:19Buah yang dicabut paksa
11:20enggak bakal manis.
11:21Tuan Besar Arief,
11:22buat apa Anda berbuat begini?
11:24Buah yang dicabut paksa
11:26memang enggak manis,
11:27tapi bisa melepas dahaga.
11:30Ah,
11:31sudahlah.
11:32Darum emas lebih penting.
11:33Baiklah.
11:34Karena
11:35Tuan Besar Arief
11:36sudah berkata begitu,
11:37aku terpaksa terima saja.
11:39Hei!
11:40Kau malah terpaksa!
11:43Hari ini aku...
11:44Hei!
11:45Sudah,
11:46sepakat.
11:51Kalian lepaskan
11:52baju duka kalian.
11:53Ganti sutra putih ini
11:55jadi kain merah
11:56dan lampion merah.
11:57Siapkan acara pernikahan
11:58buat cucuku
11:59dan adik dokter dewa.
12:01Baik,
12:01baiklah.
12:05Baiklah.
12:09Gak bisa.
12:11Kalian begini
12:12mana kayak mau menikah.
12:13Wajah kalian
12:14pemuda nndam
12:15kayak bertemu musuh.
12:17ini pernikahan kalian.
12:19Kalian harus tersenyum,
12:20harus tersenyum.
12:36Kakek, kau...
12:37Kalian segera bakal menjadi suami istri.
12:39Kenapa rupanya berciuman sebentar?
12:41Kakek,
12:42kalau kau mengacau lagi,
12:43aku pergi sekarang.
12:44Oh,
12:45baiklah.
12:46Kakek gak mengacau.
12:47Kakek gak mengacau lagi.
12:53Cucu menantuku yang baik.
12:57Tuan Besar Arief,
12:58kami sudah daftar pernikahan.
13:00Sudah bisa berikan barengnya padaku.
13:02Cucu menantuku yang baik.
13:04Kau lihat
13:05anting-anting emas
13:07di telinga istrimu, gak?
13:11Jaru emas yang mau kau cari itu
13:14dibuat jadi anting oleh neneknya
13:15dan diberikan sebelum dia meninggal.
13:17Gadis ini
13:18gak mengizinkan siapapun menyentuhnya.
13:22Kau mempermainkan aku?
13:25Nanti malam-waktu malam pertama
13:26kau berusahalah sedikit
13:28buat cucuku lelah dan ketiduran.
13:30Baru kau diam-diam ambil.
13:32Bisa kan?
13:32Dasar tua bangka kau.
13:35Sudahlah.
13:36Aku ke apotek dulu.
13:37Buat apa ke apotek?
13:40Oh,
13:42sebenarnya
13:42gak perlu pakai pengaman.
13:44Kalau beneran ada cicit,
13:46lahirkan saja.
13:48Apa yang kau pikirkan?
13:50Aku mau beli obat herbal
13:51buat mengobatimu.
13:54Buat mengobatiku.
14:10Kakek, bertahanlah.
14:13Yang di depan sana, pinggirlah.
14:40Kakek,
14:52Kakek,
14:53kalau dia gak bisa,
14:54seluruh negara kalian gak ada yang bisa.
14:58Sejak jarum ke-duamu,
14:59kau sudah salah titik.
15:00Jarum ke-2 dan jarum ke-3
15:02harusnya di titik kiri dan kanan pergelangan.
15:04Jarum ke-4 dan jarum ke-5
15:05harusnya di pergelangan kaki.
15:07Dasar bocah yang gak tahu apa-apa.
15:09Kau asal bicara apaan?
15:11Organ dalam pasien punya aura jahat.
15:14Jelas-jelas sudah keracunan.
15:16Jika sesuai teknik aku punturmu,
15:18pasien bakal mati.
15:20Bocah,
15:21apa niatmu?
15:22Apa kau mau menjelakai Tuan Wandi?
15:25Adi, Adi.
15:26Lempar keluar orang yang berniat
15:28membunuh kakekku ini.
15:30Patahkan kau dua kaki tangannya.
15:31Aku sarankan kalian,
15:33kalian bukanlah lawanku.
15:36Aku sarankan kalian,
15:38kalian bukan lawanku.
15:39Kau cari mati!
15:50Ini...
15:52Dasar bocah tengih,
15:55aku bakal menghabisimu.
16:00Pak Seno!
16:17Kau mau apa?
16:18Kau gak tahu siapa aku.
16:19Aku gak peduli kau siapa.
16:20Kau berani mengarahkan pistol pada aku.
16:22Jangan salahkan aku membalasmu.
16:24Dasar bocah tengih,
16:25cepat lepaskan dia.
16:26Aku cuma mau membantu kalian.
16:28Tapi kalian malah marah pada aku.
16:31Dokter Huslo saja gak bisa.
16:33Apalagi kau.
16:35Kakekmu jelas-jelas gak keracunan.
16:37Teknik aku punturnya
16:38cuma membuat luka kakekmu semakin parah.
16:40Kalau mau selamatkan dia,
16:42lakukan sesuai perintahku.
16:43Dokter Huslo,
16:44apa yang dia katakan itu benar.
16:47Coba saja.
17:01Kakek!
17:05Tadi makasih atas arahanmu.
17:08Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Tuan Wandi,
17:11meski aku harus mati 10 ribu kali,
17:14juga gak bisa lepas dari kesalahan.
17:16Kau terlalu sungkan.
17:17Kondisi pasien agak berbeda.
17:18Wajar saja kau gak bisa menemukan akar penyebabnya.
17:22Makasih, Adi.
17:23Kau sudah menolong nyawa kakakku.
17:25Maaf tadi sudah menyinggungmu.
17:28Aku pergi dulu.
17:30Andai kecil hati-hati.
17:35Oh, Tuan Wandi.
17:37Cepat, cepat.
17:38Silakan duduk.
17:41Silakan.
17:45Dokter Huslo,
17:47kau memang guru medis nasional.
17:49Kalau gak ada kau hari ini,
17:51aku pasti sudah mati.
17:55Kalau bukan arahan adik kecil itu,
17:58aku juga gak bisa menyelamatkanmu.
18:01Ternyata,
18:02ada yang memberimu arahan yang...
18:06Kalau gitu,
18:07aku harus menemui adik kecil ini.
18:10Kakek,
18:11meski dia yang menolongmu,
18:13tapi dia juga yang sudah melukai Adi dan Tuan Seno.
18:15Bahkan menodongkan pisau padaku.
18:17Kita sudah impas.
18:17Gak perlu berterima kasih.
18:19Kau bilang apa?
18:21Kau Wandi,
18:23aku...
18:24aku gak kenapa-kenapa.
18:25Tapi tangannya Adi.
18:27Takutnya.
18:28Dulu Adi di medan perang.
18:31Bisa seorang melawan seratus orang.
18:33Meski aku ini dewa perang perbatasan,
18:36juga gak berani bisa melukai Adi
18:38dengan satu pukulan.
18:39Kau harus menemukan dia.
18:42Tenang saja, Pak Wandi.
18:43Aku pasti akan menemukan dia.
18:48Kakek, lihatlah.
18:52Berhenti.
18:53Perbesar.
18:55Perbesar lagi.
18:58Cincin naga bangkit.
19:02Cincin naga bangkit.
19:05Tuan Wandi,
19:06dokumennya sudah dapat.
19:07Nama orang ini Haris Cendana.
19:08Awalnya merupakan kepala dokter
19:10di rumah sakit kota Phonix.
19:11Delapan tahun lalu,
19:12dia dituduh melecehkan tujuh orang mahasiswi
19:14yang dia berikan biaya siswa
19:15dan dipenjara selama lima tahun selain itu.
19:17Hari ini,
19:17dia dengan nona besar keluarga Mulyo
19:19mendaftarkan pernikahan.
19:20Menantu keluarga Mulyo?
19:21Oh, juga ada sebuah rumor.
19:23Hari ini waktu Tuan Besar Arif Hendak dimakamkan,
19:26tiba-tiba hidup kembali.
19:29Arif,
19:30dan aku adalah teman sekelas.
19:32Hari ini,
19:33pasti bocah itu
19:35yang menyelamatkan ya kembali
19:36dari tangannya Malaikat Maut.
19:39Mina,
19:40bukankah kau bilang
19:41tiga hari lagi
19:42mau adakan
19:44acara ulang tahunku?
19:46Benar, kakek.
19:48Gak usah pulang ke kota Bicin.
19:50Adakan di kota Fonix saja.
19:52Kau segera kirimkan
19:53undangan kepada keluarga Mulyo
19:55undang mereka datang bersama.
19:57Aku mau berterima kasih
19:58kepada adik kecil dermawan itu.
20:01Kakek,
20:01dia cuma orang sombong
20:02yang menguasai sedikit teknik medis.
20:04Jangan-jangan kau mencurigai dia
20:06sebagai orang hebat yang tersembunyi.
20:07Kau melihat cincin yang dia pakai itu?
20:10Itu cincin naga bangkit.
20:13Cincin naga bangkit?
20:15Sejak dulu sampai sekarang,
20:17entah itu
20:18kaisar pertama yang menyatukan dunia
20:20atau kaisar wanita yang menaiki tahta
20:22ataupun
20:23berhasil merebut wilayah.
20:25Semua peristiwa penting itu
20:27selalu ada
20:28pewaris cincin naga bangkit.
20:30Kakek bilang dia
20:31pewaris cincin naga bangkit?
20:33Mungkin.
20:34Dulu
20:35aku cuma tinggal
20:37beberapa hari
20:38sama penerus selama cincin naga bangkit.
20:41Langsung punya
20:41prestasi dan status
20:42seperti hari ini.
20:44Senior itu
20:45masih merasa aku gak cukup berkualifikasi.
20:47Gak mau menerimaku menjadi murid.
20:49Kalau adik kecil itu,
20:50beneran pewaris cincin naga bangkit
20:53harus berteman dengannya.
20:56Bahkan kakek gak berhak.
20:58Bocah tengi kayak dia
20:59memangnya pantas.
21:00Jadi pewaris cincin naga bangkit.
21:02Di hari acara ulang tahun nanti,
21:04kita bakal tahu.
21:06Kau segera persiapkan.
21:08Panggil semua orang yang terhormat di kota Phonix
21:10buat menemaniku.
21:13Baiklah.
21:18Oh, cincin nantuku sudah pulang.
21:22Ayo kita mulai makan.
21:23Cepat-cepat duduklah.
21:25Kenapa berkeliaran sampai semalam ini?
21:27Kami sekeluarga lagi menunggu memakan bersama.
21:29Kami hampir mati kelaparan.
21:30Keluarga Mulyo gak pernah ada teori
21:32orang lebih tua menunggu orang lebih muda.
21:35Cukup.
21:37Leonie, sebagai istrinya,
21:40kau harus lebih memperhatikan Haris.
21:43Harus lebih pengertian.
21:44Cepat ambilkan nasi buat Haris.
21:48Kakek.
21:51Aku gak mau makan lagi.
21:54Oh?
21:58Gak perlu pedulikan dia.
22:00Ayo duduk.
22:01Ayo kita makan.
22:08Halo?
22:10Halo?
22:11Leonie?
22:11Aku dengar kau sudah menikah.
22:14Iya.
22:15Entah ramuan apa yang diberikan Haris kepada kakekku.
22:17Sampai kakekku ngotot aku menikahinya.
22:20Aku dengar Haris itu seorang pemerkosa.
22:23Apa?
22:31Tuan Haris,
22:32ini kamar Nona Leonie.
22:34Tuan Besar Haris sudah berpesan ke depannya
22:36Anda beristirahat di sini saja.
22:42Kakek tua ini malah lebih gak sabaran dariku.
22:50Apa dia sungguh pemerkosa?
22:53Aku punya seorang teman bekerja di kantor polisi.
22:56Informasinya dijamin akurat.
22:58Ini mana mungkin.
22:59Mana mungkin kakek menyuruhku menikah sama seorang pemerkosa.
23:04Sebaiknya kau hati-hati dan waspada padanya.
23:12Aku beneran gak ngerti wanita tidur kenapa harus peluk boneka.
23:19Pergi sana.
23:20Oh, ya!
23:23Ha!
23:24Ha, ha, ha.
23:29Ha, ha, ha, ha.
24:02Oh, ya!
24:07Iya!
24:10Jaa!
24:25Kenapa boneka buluku hari ini jadi botak, bahkan agak hangat, kenapa juga ada detak jantung?
24:39Jangan-jangan, kamu jadi siluman
25:06Kenapa kau mau mukulku?
25:08Apa dia? Sungguh pemerkosa
25:11Informasinya dijamin akurat
25:13Kau mau apa? Lepaskan aku
25:16Anting-anting
25:21Kau
25:23Minggir
25:25Minggir
25:28Sakit banget
25:32Kau sudah buat aku berdarah
25:39Dasar binatang ini, aku, aku mau membunuhnya
25:45Ayah, ayah, ayah, ayah, ayah
25:49Mereka lagi malam pertama, buat apa kalian mengganggu mereka?
25:52Bukan, bajangan itu
25:55Memaksa Leoni
25:56Aku mau hancurkan berkelan keping
25:59Memaksa apaan?
26:00Dia itu sekarang suami sah Leoni
26:03Kalian, cepat kembali ke kamar kalian
26:05Jangan ganggu mereka berdua
26:08Tapi Leoni gak mau
26:10Mau pergi gak?
26:11Jangan salahkan aku pakai YouTube luar gak?
26:24Dasar
26:25Dasar kompensum
26:26Siapa izinkan masuk ke kamarku?
26:27Kakek yang atur
26:28Kau pikir aku mau tidur denganmu?
26:35Dimana anting-antingku?
26:40Berhenti!
26:41Kembalikan anting-anting padaku
26:43Aku?
26:44Aku gak mengambil anting-antingmu?
26:46Aku gak percaya
26:47Tadi jelas-jelas kau menarik telingaku dan membuatku berdarah
26:50Kalo kau gak kembalikan padaku
26:51Aku bakal lapor polisi suruh polisi menangkapmu biar kau dipenjara
26:55Yeru emas ini memang milik sekte
26:56Barang penting buat menemukan ibu dan adik
26:59Aku beneran gak ambil anting-antingmu
27:01Aku gak percaya
27:02Aku mau gledah badan
27:03Kau
27:04Kenapa?
27:05Merasa takut
27:07Gak berani lagi
27:08Baiklah
27:10Gimana kalo kau gak temukan apa-apa?
27:12Kalo aku gak temukan apa-apa terserah kau mau apakan aku
27:15Kalo aku menemukannya kau gak boleh masuk ke kamarku
27:18Kau yang bilang ya?
27:19Baiklah
27:20Ayo gledah saja
27:21Baiklah
27:32Berputar
27:36Berputar
27:37Jangan-jangan dia beneran gak ngambil
27:41Gimana?
27:42Gimana?
27:44Lepaskan celanamu
27:48Baiklah
27:51Kau
27:52Aku cuma mengujiimu kenapa lepas beneran dasar mesum cepet pakai lagi
27:56Kau yang suruh aku lepaskan kenapa aku yang menjadi mesum
28:01Aku cuma mau mengujiimu berani atau enggak siapa sangka kau beneran lepaskan
28:06Oh
28:08Aku menyadari
28:09Kau bukan mau mencari anting-anting
28:11Sebenarnya kau mau melecekanku
28:15Gak disangka
28:16Kena besar keluarga mulia yang terhormat ternyata sama-sama ini
28:19Kau?
28:20Kau?
28:30Kau?
28:34Kau?
28:36Kau mau apa?
28:37Bukankah kau bilang
28:38Kalau gak bisa menemukan anting-anting terserah aku mau menguapakan kau
28:43Aku, aku peringatkan kau
28:45Kalau kau berani macam-macam aku bahkan bilang kau melecekanku
28:48Hahaha
28:49Kita sudah daftarkan pernikahan
28:52Kita ini suam istri sah
28:54Meski kau berteriak sampai suaramu habis
28:56Juga gak bakal ada gunanya
28:59Kau anjingnya
29:00Kenapa kau malah menggigitku
29:02Lepaskan
29:02Terima tiga syaratku
29:03Maka aku akan melepaskanmu
29:05Baiklah aku janji padamu
29:08Kau lahir tahun anjingnya
29:09Kenapa menggigit orang
29:11Coy
29:15Pertama
29:16Gak boleh menyentuhku
29:17Kedua
29:18Gak boleh naik keranjangku
29:20Ketiga
29:20Setelah tiga bulan
29:22Gak boleh pakai alasan apapun gak mau cerai denganku
29:24Kalau kau gak bisa memenuhi tiga hal ini
29:27Aku bakal gigit seluruh badanmu
29:32Siapa yang sudi bersama wanita kayakmu
29:34Aku peringatkan ya
29:35Aku sekarang mau tidur
29:36Kau jangan ganggu aku
29:38Hmm
29:39Hmm
29:41Hmm
29:42Hmm
29:43Hmm
29:44Hmm
29:45Hmm
29:45Hmm
29:46Hmm
29:46Hmm
29:46Dasar bocah tengih
29:48Apa aku masih gak bisa mengurusimu
29:50Atau
29:51Hmm
30:08Bang Suris, kata Sandi berangkas, 999999.
30:16Jadi ini jarum emas kedua.
30:29Di dalam ruang kecil, alam semesta dapat digeser.
30:33Keseimbangan energi Yin dan Yang cuma bisa dicapai melalui kekuatan mental.
30:37Ini teknik penjinakan Phonix.
30:39Hah? Hah?
30:40Kenapa masih ada sebaris tulusan kecil?
30:42Hah? Masih ada langkah segila ini?
30:45Hah? Teknik ini butuh menemukan badan Phonix buat berkultivasi ganda.
30:54Kemana aku cari? Badan Phonix berkultivasi ganda.
31:05Harus cari cara ambil kembali ke enam jarum emas itu.
31:08Cari ibu dan adik lebih penting.
31:17Kakek, sudah masakan suplak, Bi.
31:23Makasih, kakek.
31:24Buat kesehatan kalian, ha? Ayo, lio, nih.
31:27Kakek.
31:28Memang bagus.
31:29Hehehe.
31:32Hehehe.
31:33Oh, efeknya sebagus ini.
31:36Aku ambilkan semangkuk lagi.
31:38Sini, sini.
31:39Aku ada janji dengan temanku buat belanja.
31:42Berhenti.
31:42Lebih penting teman atau suami.
31:45Hah?
31:45Tugasmu adalah menemani Haris dan membina hubungan.
31:52Leoni, kau masih ingat Rio Linata yang dulu terus mengejarmu itu?
31:57Dia juara sana tingkat provinsi.
32:00Kita bisa pinjam dia buat kasih Haris pelajaran.
32:03Idemu ini bagus.
32:05Begini saja.
32:07Kau bantu aku buat janji dengan Rio.
32:09Kau bilang saja ada yang mau menantang dia.
32:11Baiklah, kakek.
32:12Hari ini, aku bakal menemani Haris berjalan-jalan.
32:17Begitu baru benar.
32:22Bukan yang mau jalan-jalan.
32:24Kenapa kesahana tinju?
32:25Mau jadi priaku?
32:27Itu harus tergantung.
32:28Kau mampu atau enggak?
32:30Hehehe.
32:35Juan Budanio!
32:37Juan Budanio!
32:39Juan Budanio!
32:39Juan Budanio!
32:40Rihami, di sini.
32:42Sudah datang ya?
32:45Terima kasih.
32:46Juan Budanio!
32:47Juan Budanio!
32:49Juan Budanio!
32:51Aku kenalkan padamu.
32:52Dia adalah suami Leonie yang baru menikah dengannya.
32:55Namanya Haris.
32:56Dialah yang bilang mau menantangmu.
32:58Apa?
32:59Sejak kapan aku berkata begitu?
33:00Leonie!
33:01Nggak kusah, Kak.
33:02Kau diam-diam menikah.
33:04Semalam baru mendaftar pernikahan.
33:05Ada impian yang aku kejar selama lima tahun.
33:07Malah dirampok oleh seorang bocah tengi.
33:10Hei, Bosya!
33:11Naik ke panggung.
33:12Ayo kita bertarung.
33:13Kalau kau kalah,
33:14segera tinggalkan Leonie.
33:16Bertarung denganku?
33:17Kau nggak pantas?
33:18Masih berlagak.
33:20Aku lihat kau nggak berani, kan?
33:22Pria yang aku sukai adalah pria sejati yang berdiri tegak.
33:25Kalau kau nggak bisa melindungi istrimu sendiri,
33:28mending kau segera bertiarai saja denganku.
33:31Kalau kau nggak senang melihatnya,
33:32aku bantu kau kasih dia pelajaran.
33:34Mengenai bercerai,
33:35nggak perlu kau minta.
33:36Setelah tiga bulan,
33:37aku bakal pergi sendiri.
33:39Naik.
33:47Siapa orang itu?
33:48Beraninya menantang Tuan Mudario juara provinsi?
33:50Dia nggak mau hidup lagi, ya?
33:51Berani menyentuh wanita Tuan Mudario.
33:54Aku selalu sama dia, Bocah yang cari mati.
33:56Hei, Bocah.
33:56Sekarang berlutut dan memohon.
33:58Masih sempat.
33:59Kalau nggak,
34:00rinju dan tendangan nggak punya mata.
34:02Bisa menghajarmu sampai kau cacat.
34:04Kenapa banyak banget omong kosongmu?
34:05Cepat bergerak.
34:06Kalau begitu,
34:07aku kasih kau bonus tiga jurus dulu.
34:08Jangan nanti bilang aku meninasmu.
34:10Nggak perlu.
34:12Kau keluarkan saja semua jurusmu.
34:14Hari ini,
34:14aku bakal berdiri ke sini.
34:16Kalau kau bisa membuat aku mundur,
34:17kau dianggap enak.
34:18Ternyata memang mencari mati.
34:20Kalau begitu,
34:21aku penuhi kau.
34:24Aku.
34:42mana mungkin Tuan Mudario langsung jatuh oleh tendangannya?
34:45Tuan Mudario juara nasional,
34:47mana mungkin bisa kalah darinya?
34:48Kau,
34:49kau nggak apa-apa.
34:51Apa aku kayak orang yang celaka?
34:52Nggak apa-apa.
34:53Aku cuma agak ceroboh
34:54dan diserang diam-diam oleh bocah itu.
34:57Nggak apa-apa.
34:58Nggak apa-apa.
35:00Tapi kau sudah berdarah.
35:03Apa aku sudah berdarah?
35:06Mungkin belakangan ini,
35:08makananku terlalu bernutrisi.
35:09Wajar saja sedikit berdarah.
35:10Nggak apa-apa.
35:12Hei bocah,
35:13belum ada hasil siapa menang.
35:14Kau harus bertarung lagi denganku.
35:17Kau bukan lawanku.
35:19Beraninya mau langsung pergi
35:20setelah diam-diam menyerangku.
35:23Hari ini,
35:24kalau aku nggak mematahkan kakimu,
35:25aku bukan berbargan linasa lagi.
35:32Haris,
35:33kok gila ya?
35:34Apanya Tuan Mudario adalah Senor?
35:36Diga raja dunia jelas.
35:37Kok mau mati ya?
35:38Lepaskan.
35:38Aku nggak peduli dia raja apaan.
35:40Dia sendiri yang cari mati.
35:41Hari ini meski dewa ikut turun,
35:43aku juga bakal hancurkan dia.
35:46Tanganku,
35:47tanganku.
35:49Beraninya kamu matakan tanganku.
35:51Apa-apaan.
35:55Tuan Mudario,
35:58Minggir,
35:59nggak perlu kalian pura-pura baik hati.
36:00Bocah itu dicari oleh kedua orang ini
36:02buat menjebak Tuan Mudario.
36:03Kau tunggu balesannya ya.
36:07Lioni,
36:08gimana ini?
36:09Raja dunia gelap
36:10nggak akan melepaskan kita.
36:11Ayo pulang dulu
36:12dan cari kakek.
36:13Mungkin saja dia punya cara.
36:15Ayo.
36:17Kalian sudah menemukan.
36:22Yelamat Tuan Wandi belum.
36:25Dan serta guna kalian.
36:32Halo,
36:33opah,
36:34tanganku dibatakan orang
36:35di sesana tinju milikmu.
36:37Apa?
36:38Siapa yang berani berdua rogan
36:40melukai cucuku di tempatku?
36:42Itu,
36:42itu menantu keluarga mu,
36:44Yoh.
36:45Lancang banget keluarga mu, Yoh.
36:48Segera kumpulkan anak buah.
36:50Berani menyentuh cucuku.
36:51Aku bakal buatnya hancur
36:53berkeping-keping.
36:56Apa?
36:57Haris,
36:58kau mematahkan tangannya
36:59Tuan Mudario.
37:00Kau nggak mencelakai kami,
37:02kau nggak senang, nggak?
37:03Itu akibat ulahnya sendiri.
37:04Kau berbuat sekejam itu
37:05sama saja membuat masalah kelewam
37:07bagi opahnya Tuan Seno.
37:08Keluarga mu, Yoh itu.
37:10Nggak ada apa-apanya.
37:12Kalau Tuan Seno
37:13mau menyalahkan,
37:14habislah kita semua.
37:16Dimana kakek?
37:17Mungkin saja dia punya cara.
37:19Kakak mau pergi memulihkan diri.
37:20Kalau dia tahu buca ini
37:22membuat masalah segawat ini,
37:24pasti bakalan marah besar.
37:25Ayah,
37:26gimana sekarang?
37:27Kita nggak mungkin
37:28diam saja dan menunggu mati, kan?
37:30Hah?
37:31Tenang saja.
37:32Aku bertanggung jawab
37:33atas perbuatanku sendiri.
37:35Nggak bakal membebani
37:36keluarga mu, Yoh.
37:37Dasar bajingan.
37:39Kau sudah membuat masalah
37:40sebesar ini.
37:41Pengawal,
37:42seret dia ke kediaman utama
37:43dan kediaman linata
37:45buat tebus kesalahan.
37:46Tuan Mudagabe,
37:47gawat.
37:47Raja Dunia Gelap,
37:48Tuan Seno membawa banyak orang
37:49menunggu di pintu depan.
37:51Apa?
37:52Secepat itu,
37:53datang kemari.
37:55Gawat,
37:56gawatlah kita.
37:58Kenapa diam saja?
37:59Cepat ikat si pembawa sial ini
38:01dan serahkan pada Tuan Seno
38:02untuk dihukum.
38:08Gabe,
38:09kau nggak mau hidup lagi, ya?
38:11Berani membiarkan menantumu
38:12patahkan tangan cucuku ini.
38:14Tuan Seno,
38:15Tuan Seno,
38:15Anda,
38:16Anda dengarkan penjelasanku.
38:17Masalah ini
38:18beneran nggak dihubungannya
38:19dengan keluarga mu, Yoh.
38:20Masih berani membantah?
38:22Segera serahkan menantumu padaku.
38:23Kalau nggak,
38:25aku bakal ambil nyawa kalian.
38:27Memang nggak ada hubungan
38:28sama mereka.
38:29Aku yang mukai cucumu.
38:31Kenapa suara itu
38:32kedengarannya familiar?
38:36Gage,
38:37dia orangnya ini.
38:39Dia yang mematahkan tanganku.
38:40Cepat patahkan kedua tangan
38:42milik bocah ini, kek.
38:43Balaskan dendam
38:44buat cucumu ini.
38:46Tuan Seno,
38:47Tuan Seno,
38:47Tuan Seno,
38:48itu,
38:48aku nggak mengakui bocah ini
38:49sebagai menantu keluarga mu, Yoh.
38:51Mau dibunuh,
38:52mau dimutilasi,
38:52itu terserah Anda.
38:53Asal,
38:54jangan marah kepada keluarga mulia saja.
38:56Haris,
38:57cepat berlutut
38:58dan mohon Tuan Seno ampuni, Kang.
38:59Cepat.
39:05Hei bocah,
39:06aku kasih tahu,
39:08kesempatan terakhir,
39:09potong sendiri sebelah tanganmu.
39:11Minta maaf,
39:12kepada cucuku.
39:14kalau nggak,
39:16kalau sampai aku turun tangan,
39:19kau bakal menderita.
39:21Kau,
39:22mau patahkan tanganku sendiri,
39:25memangnya kau pantas.
39:29Ternyata kau...
39:31kakek,
39:33segera patahkan,
39:35kedua tangan dan,
39:36kedua kaki Haris.
39:38Biar dia rasakan,
39:40gimana rasanya hidup menderita.
39:42Hahaha.
39:44Haris,
39:44habis kau.
39:47dasar bajingan.
39:50Kalau mau mati,
39:51kau mati saja sendiri.
39:53Jangan menyeret orang lain.
39:54Apa?
39:55Kenapa kau memukulku?
39:57Kau harusnya memukul Haris.
39:59Bajingan ini,
40:00sudah mematakan tanganku.
40:02Ini,
40:03lihat.
40:03Kau memang pantas dipukul.
40:05Tuan Haris itu,
40:06lagi memberimu pelajaran.
40:07Kau malah mau balas dendam padanya.
40:09Aku lihat,
40:10kau nggak mau hidup lagi,
40:11apa?
40:11Kakek,
40:12jangan pukul lagi.
40:12Jangan pukul lagi,
40:13kakek.
40:14Jangan pukul lagi.
40:14Berhentik.
40:16Tenang,
40:16tenang.
40:19Maaf,
40:20sudah membuatmu melihat aib.
40:23Tuan Haris,
40:24salahku nggak becus mendidik cucu.
40:26Cucu durhakaku ini,
40:28malah melukaimu,
40:29disasaran tinju.
40:30Aku,
40:31aku minta maaf,
40:33padamu.
40:36Ada apa?
40:38Ini.
40:39Kenapa Tuan Seno,
40:41malah berlutut sama bajingan ini?
40:43Bukankah dia datang,
40:44buat balas dendam sama Haris?
40:46Apakah Anda kesalahpahaman?
40:48Jadi,
40:49kau adalah opanya Rio?
40:52Tuan Seno yang merupakan Raja Dunia Gelap?
40:55Benar,
40:56aku orangnya.
40:57Raja,
40:57Raja Dunia Gelap itu,
40:59julukan yang diberi teman di dunia persilatan.
41:01Di hadapan Tuan Haris,
41:03orang biasa kayak kami,
41:04bahkan,
41:05bahkan lebih hina dari kentut.
41:06Berdirilah dulu.
41:09Kau berlutut begini,
41:10aku merasa aneh banget.
41:17Makasih Tuan Haris,
41:19sudah berbesar hati.
41:21Aku berterima kasih banget.
41:27Itu,
41:28Nona Leoni,
41:30cucu durhakaku ini,
41:31mengganggu Anda.
41:33Aku gantikan dia,
41:34minta maaf pada Anda.
41:40Tuan Haris dan Nona Leoni.
41:43Opa,
41:44kopiku dia.
41:46Kau menyuruhku,
41:47minta maaf kepada
41:48Haris bajingan ini.
41:52Kau mau minta maaf enggak?
41:54Kalau kau enggak mau minta maaf ke depannya,
41:57aku enggak punya cucu kayak kau lagi.
41:59Aduh tanganku.
42:03Enggak salah ya,
42:05yang terluka itu aku.
42:06Masih suruh aku minta maaf.
42:08Opa,
42:09pasti sudah gila.
42:11Aku enggak mau.
42:15Aku beritahu kau,
42:17hari ini kalau enggak dapat maaf,
42:19dari Tuan Haris dan Nona Leoni.
42:21Hari ini,
42:22aku bakal habisi kau di sini.
42:25Sudahlah.
42:26Dia sudah dihukum.
42:28Masalah ini anggap sudah selesai.
42:31Aku berterima kasih
42:33atas kebesaran hati Tuan Haris.
42:35Kedepannya,
42:36nanti kalau membutuhkanku,
42:39Anda perintahkan saja.
42:41Aku enggak bakal menolak
42:43dan enggak bakal ragu.
42:47Cepat pergi!
42:53Haris,
42:54kau siapa sebenarnya?
42:56Kenapa Raja Dunia Gelap Tuan Seno
42:58begitu takut saat melihatmu?
43:02Bukankah keluarga Mulyo
43:04sudah menyelidiki identitasku
43:06dengan jelas?
43:07Lantas kenapa
43:08dia bertemu kau
43:10kayak tikus melihat tikus?
43:12Aku mana tahu.
43:14Tadi aku sudah lakukan persiapan
43:15buat bertarung dengannya.
43:16Siapa menyangka
43:17Tuan Bangka itu
43:18malah langsung bersujud padaku.
43:20Aku juga kebingungan.
43:22Eh, beneran.
43:23Aku bersumpah.
43:25Aku enggak bohong.
43:26Enggak kayak berbohong.
43:28Baiklah.
43:28Kali ini,
43:29sementara percaya padamu.
43:31Tapi...
43:31Tuan Mudagabe,
43:32Nyanyi Mudabeli,
43:33Manager Randy dari Hotel Aston
43:34membawa banyak banget orang
43:35datang ke kediaman Mulyo.
43:37Apa?
43:38Hotel Aston?
43:39Itu hotel milik keluarga Linata.
43:43Gawat.
43:44Tuan Seno berjanji melepaskan kita,
43:46tapi Rio itu pengwaris keluarga Linata.
43:49Keluarga Linata,
43:50enggak bakal biarin begitu saja.
43:53Sudah kuduga.
43:54Masalah ini enggak semudah itu.
43:57Ini semua gara-gara
43:58si pembangsaan ini.
44:00Kau mau menyalakai
44:01keluarga Mulyo ya?
44:02Apa?
44:03Hah?
44:04Apa hubungannya ini
44:05dengan ku lagi?
44:06Nanti aku bakal kasih kau pelajaran.
44:08Manager Randy,
44:09ada apa Anda kemari?
44:10Selamat, Pak Gabe.
44:12Selamat, Pak Gabe.
44:13Hari ini,
44:14aku datang mengantarkan
44:15undangan kepada Anda.
44:17Sekalian berkenalan
44:18dengan Pak Gabe.
44:19Kedepannya masih butuh
44:21banyak bimbingan dari Anda.
44:22Ini mengantarkan undangan untukku.
44:25Benar.
44:26Gak disangka
44:27keluarga Mulyo
44:28punya hubungan akrab
44:29dengan Dewa Perang Senior.
44:31Dewa Perang Senior berpesan langsung
44:33harus memberikan undangannya
44:34ke tangan Anda.
44:36Mengundang kalian datang
44:37ke acara ulang tahunnya
44:38di Hotel Aston
44:39dua hari lagi.
44:42Ini, Pak Gabe.
44:45Perjalanan keluarga Mulyo
44:47menjadi konglomerat
44:47terkemuka di kota Fonix
44:48tinggal menunggu hari saja.
44:50Nantinya,
44:51jangan lupakan kami
44:52yang sudah bekerja keras ini.
44:55Baiklah,
44:56aku pamit dulu.
45:02Kenapa Dewa Perang Senior
45:04mengundang kita
45:05ke acara ulang tahunnya?
45:08Menurutku...
45:10Menurutku...
45:11Aku sudah tahu
45:12kakek Arif dan Dewa Perang Senior
45:14punya hubungan teman.
45:15Makanya Seno
45:15tidak berani mencari masalah
45:17sama keluarga Mulyo.
45:17Kenapa kau ketawa?
45:20Haris,
45:21kau nggak suka melihat
45:21keluarga Mulyo senang ya?
45:23Kalau bukan hubungan
45:24keluarga Mulyo
45:25dengan Dewa Perang Senior
45:26bisa menolongmu,
45:27kau pasti sudah mati
45:28dihabisi Seno.
45:29Masih berani ketawa.
45:30Maaf.
45:31Aku lagi berpikir,
45:32jangan-jangan Hotel Aston
45:34sudah salah orang.
45:35Oh!
45:36Aku sudah ingat
45:38ayah pernah bilang
45:39dia dan Dewa Perang Senior
45:41itu teman sekolah.
45:42Semua jadi masuk akal.
45:45Karena
45:45ayah dan Dewa Perang Senior
45:47adalah teman sekolah.
45:48Maka
45:49kita nggak boleh menerima
45:51bajingan nggak guna
45:52kayak Haris lagi
45:53biar nggak bikin malu.
45:55Pengawal!
45:56Busir bocah ini keluar!
45:59Mulai sekarang
46:00kau tidur
46:01di kolong jembatan saja.
46:03Tapi tiga bulan lagi
46:05ingat datang ke Biro Capil
46:07buat bercerai
46:08dengan Leonie.
46:10Kalian
46:10nggak takut
46:11kakek bakal salahkan kalian
46:13setelah dia pulang.
46:14Kau nggak perlu
46:14mengkhawatirkan ini.
46:16Cepat pergi!
46:17Pergi sana!
46:20Aku peringatkan
46:21jangan dorong
46:21aku bisa jalan sendiri.
46:23Eh!
46:23Ay!
46:23Sialan!
46:33Lagian
46:34dua jarum mas
46:34sudah aku dapatkan.
46:35Sudah waktunya
46:36melihat berangkasku.
46:41Jadi ini Bang Suris
46:42yang disebut dalam
46:43cincin naga bangkit.
46:46Ambil uangnya dulu
46:47baru cari tempat tinggal.
46:54Hei!
46:55Dasar kampungan!
46:56Kau tahu
46:56ini tempat apa?
46:58Ini Bang Suris Internasional.
47:00Cuma menerima transaksi
47:01dalam jumlah besar
47:02gak menerima orang kampungan
47:03kayak kau.
47:04Makasih sudah mengingatkan.
47:05Aku datang
47:05ambil tunai jumlah besar.
47:07Hahaha!
47:08Tunai jumlah besar!
47:09Orang miskin kayak dia...
47:10Jumlah besar yang dimaksud
47:11orang kampungan
47:12jangan-jangan
47:12200 ribu.
47:14200 ribu?
47:15Bagi orang kayak dia
47:16memang jumlah besar.
47:20Halo,
47:20aku mau transaksi.
47:22Haris!
47:23Apa?
47:24Agnes!
47:25Haris!
47:26Jangan-jangan kau
47:27mencari informasi
47:28tentangku
47:29setelah diusir keluar
47:30oleh Leonie.
47:31Mau suruh aku
47:32memohon untukmu.
47:33Aku beritahu kau.
47:34Gak mungkin.
47:35Orang kayak kau
47:37bersama Leonie
47:38cuma menghabiskan
47:39waktunya, kau.
47:40Kau ribut banget.
47:42Aku datang
47:43buat mengambil uang.
47:44Mengambil uang?
47:45Kau?
47:47Aku ingatkan kau.
47:49Tempat kami ini
47:50adalah
47:50bank suris internasional.
47:52Cuma mengurus transaksi
47:53di atas 100 miliar.
47:55Kami gak menerima transaksi
47:56dengan jumlah
47:57ratusan ribu
47:57sampai jutaan.
47:58Bukankah 1 miliar saja
47:59sudah boleh?
48:00Kapan berubah
48:00jadi 100 miliar?
48:01Aku bilang gak boleh
48:02ya gak boleh.
48:03Kau bicara
48:04seolah kau punya
48:051 miliar
48:06cepat keluar.
48:07Jangan ganggu orang lain
48:08melakukan transaksi.
48:09Baiklah.
48:10Kalau gitu
48:10aku ambil 100 miliar.
48:12Apa?
48:15Apa?
48:16100 miliar?
48:20Haris!
48:21Aku gak punya
48:22waktu bercanda denganmu.
48:24Jangan berpikir
48:24dapatkan dukungan orang
48:25yang bisa menarik perhatianku.
48:27Cepat pergi!
48:28Aku beneran gak bercanda.
48:30Aku beneran
48:30datang mengambil uang.
48:32Kau
48:32beneran
48:34mau
48:34mengambil 100 miliar?
48:35Aku beneran.
48:37Dimana kartumu?
48:38Aku gak punya kartu.
48:41Pakai cincin ini saja.
48:46Haris!
48:47Kau mempermainkanku ya?
48:48Mau pakai cincin jelek
48:49kayak gini
48:50buat mengambil 100 miliar?
48:52Otakmu rusak ya?
48:53Cepat keluar!
48:55Kalau enggak
48:55aku suruh
48:55satuan mengusirmu.
48:57Bukan kau
48:58kau apaan?
48:58Cepat keluar!
49:01Siapa?
49:02Siapa yang melebariku?
49:04Manager Anto?
49:06Hah?
49:07Ini apa?
49:11Cincin?
49:12Cincin agak bangkit?
49:14Cincin siapa ini?
49:16Manager Anto?
49:17Cincin jelek ini
49:18miliknya.
49:19Katanya pakai cincin ini
49:21bisa mendukarkan
49:22tunai 100 miliar.
49:23Aku suruh satpam
49:25usir dia keluar sekarang.
49:27Dasar bajingan.
49:28Ini klien terhormat
49:29di bank kita.
49:36Tuan,
49:37layanan bank kami
49:38kurang bagus.
49:39Aku meminta maaf
49:39kepada Anda.
49:40Aku manajer umum
49:41bank suris internasional
49:42cabang kota Fonix.
49:44Nama kuanto.
49:44Senang bisa melayani Anda.
49:46Tuan.
49:48Tuan,
49:49silahkan ikut kami.
49:51Tadi,
49:52manajer Anto
49:52malah membungkuk
49:53kehormat
49:53dengan kampungan itu.
49:55Nggak cuma itu.
49:56Bahkan mempersilahkannya
49:57ke ruangan eksklusif VIP.
49:58Itu ruangan buat orang penuh.
Komentar