Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi menangkap pasangan kekasih pengedar sabu bersama seorang pembeli di Makassar, Sulawesi Selatan. Transaksi narkoba dilakukan dengan sistem tempel usai dipesan melalui media sosial.

Sepasang kekasih terekam CCTV saat mengedarkan sabu dengan sistem tempel di sekitar rumah warga di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin lalu.

Pasangan kekasih itu terlihat menaruh sesuatu di bawah tiang dan ditimpa dengan balok kayu, lalu pergi meninggalkan lokasi.

Berbekal laporan warga dan pemeriksaan CCTV, polisi akhirnya meringkus 3 terduga pelaku, yakni pasangan kekasih berinisial AR dan LI, serta seorang pembeli berinisial MI di wilayah Sudiang, Makassar, Rabu siang.

Dari hasil interogasi, para pelaku menerima bayaran 500 ribu hingga 2 juta setiap kali menjalankan aksinya.

#makassar #sabu #narkoba

Baca Juga Selebritas Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Rp20 Juta Dalam Kasus Hanania Travel | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/675881/selebritas-davina-karamoy-kembalikan-uang-saku-rp20-juta-dalam-kasus-hanania-travel-borgol



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/675883/pasangan-kekasih-di-makassar-jadi-pengedar-sabu-dengan-modus-tempel-di-rumah-warga-borgol
Transkrip
00:00Saudara polisi menangkap pasangan kekasih pengedar sabu bersama seorang pembeli di Makassar, Sulawesi Selatan.
00:06Transaksi narkoba dilakukan dengan sistem tempel, usai dipesan melalui media sosial.
00:13Sepasang kekasih terekam CCTV saat mengedarkan sabu dengan sistem tempel di sekitar rumah warga di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan,
00:23Senin lalu, Saudara.
00:24Pasangan kekasih itu terlihat menaruh sesuatu di bawah tiang dan ditimpa dengan balok kayu, lalu pergi meninggalkan lokasi.
00:32Berbekal laporan warga dan pemeriksaan CCTV, polisi akhirnya meringkus tiga terduga pelaku, yakni pasangan kekasih berinisial AR dan LI,
00:41serta seorang pembeli berinisial MI di wilayah Sudiang, Makassar, Rabu Siang.
00:50Jadi untuk motifnya masalah ekonomi, yang persangkutan ini memang mengatakan tidak kenal dengan siapa yang menyuruhnya,
01:00namun demikian tetap kita akan cari.
01:02Jadi yang persangkutan ini memang sudah beberapa kali menempel,
01:06jadi setiap kegiatan yang selesai, dia dibayar menggunakan aplikasi dana.
Komentar

Dianjurkan