Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sejumlah orang yang mengaku sebagai investor pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka menuntut pertanggungjawaban terkait pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah dibiayai menggunakan dana pribadi.

Dalam aksi tersebut, seorang pria terlihat meluapkan kemarahannya di lobi kantor BGN. Sementara dua orang lainnya yang mengaku berasal dari Sumatera Utara sempat memblokade pintu gerbang kantor.

Para investor meminta dapat bertemu langsung dengan Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, untuk memperoleh kejelasan terkait nasib pembangunan dapur MBG yang telah mereka danai.

Mereka mengaku hingga kini masih menunggu kepastian dan realisasi komitmen pemerintah terkait program tersebut.

#BGN #MBG #SPPG #Jakarta

Baca Juga Respons soal SPPG Berhenti Sementara, Kepala BGN: Dana Sudah Dicairkan, Hanya Masalah Teknis di https://www.kompas.tv/nasional/673867/respons-soal-sppg-berhenti-sementara-kepala-bgn-dana-sudah-dicairkan-hanya-masalah-teknis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673895/mengaku-danai-dapur-mbg-dengan-dana-pribadi-investor-minta-kepastian-program-sapa-pagi
Transkrip
00:00Bertemu kembali saudara, sejumlah orang yang mengaku investor pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG
00:06mengamuk di kantor badan gizi nasional BGN Jakarta.
00:11Mereka meminta pertanggung jawaban pemerintah atas pembayaran pembangunan dapur MBG.
00:27Seorang pria mengamuk di lobi kantor BGN Jalan Kebon Sirih Menteng, Jakarta Pusat.
00:34Sementara dua orang lainnya yang mengaku datang dari Sumatera Utara memblokade pintu gerbang kantor BGN.
00:43Mereka meluapkan kemarahannya dan mendesak agar dapat bertemu kepala BGN yang baru, Nani S. Deang.
00:49Mereka menagih janji pemerintah untuk pembangunan dapur MBG yang sudah mereka bayar dengan uang pribadi.
01:04Itu kemarin dari tanggal 12, 1993 ke dapur Naromonda.
01:10Habis itu, terus tanggal 14, 13, sampai hari ini tidak dibayar.
01:17Terhitung di ibu saja sudah berapa kali?
01:21120 juta.
01:22120 juta.
01:24Berapa sih perugian yang dialami?
01:2697, namun sudah tiga kali saya ke sini, tapi tidak ada hasil.
01:30Sementara ongkos dari sana ke sini saja sudah berapa ya.
Komentar

Dianjurkan