Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, jemaah haji Indonesia dan seluruh dunia mulai menjalani rangkaian lempar jumrah di kompleks Jamarat, Mina, Arab Saudi. Jemaah haji berjalan kaki menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah.

Sejumlah petugas haji disiagakan untuk mengatur perjalanan jemaah haji dalam melaksanakan salah satu wajib haji tersebut.

Lontar jumrah atau melempar tujuh batu kerikil merupakan salah satu wajib haji sekaligus meneladani perjuangan Nabi Ibrahim alaihissalam saat menolak godaan setan.

Selanjutnya pada hari tasyrik atau 11 hingga 13 Zulhijah, jemaah haji melanjutkan lempar jumrah mulai dari Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai jalannya ibadah haji, simak laporan jurnalis Kompas TV, Dyah Megasari Anjaya, bersama juru kamera Meirita Effendi di Mekah, Arab Saudi.

Baca Juga Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban Jumbo ke Berbagai Provinsi di Indonesia | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/671347/presiden-prabowo-salurkan-sapi-kurban-jumbo-ke-berbagai-provinsi-di-indonesia-sapa-siang

#jumrah #mina #puncakhaji #haji

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671348/puncak-haji-situasi-terkini-jemaah-khusus-patuna-selesaikan-rukun-haji-sapa-siang
Transkrip
00:00Kita ke informasi seputar haji di tahun 2026 ini saudara, usai bermalam di Musdalifah, jamaah haji bergerak ke Mina.
00:10Petugas penyelenggara ibadah haji atau PPIH pun melakukan penyisiran untuk memastikan sudah tidak ada lagi jamaah haji yang ada di
00:18Musdalifah.
00:19Pergerakan lebih cepat dari jadwal maksimal, pergerakan jamaah haji dilakukan lebih cepat mengingat cuaca di Musdalifah sangat terik dan tidak
00:28ada tenda untuk jamaah.
00:36Terima kasih telah menonton!
01:00Jamaah haji berjalan kaki saudara menuju ke Jamarot untuk melaksanakan lempar jumroh.
01:06Sejumlah petugas haji disiagakan untuk mengatur perjalanan jamaah haji untuk melaksanakan salah satu wajib haji.
01:13Lontar jumroh atau melempar tujuh batu kerikil merupakan salah satu wajib haji sekaligus meneladani perjuangan Nabi Ibrahim AS saat menolak
01:22godaan setan.
01:23Setelahnya pada hari Tashrik atau 11 hingga 13 Zulhijjah, jamaah haji lanjut melempar jumroh, mulai jumroh ulah, wusto, dan akobah.
01:43Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai jalannya ibadah haji, kita akan menyapa jurnalis Kompas TV.
01:48Ada Diyah Mega Sari Anjaya dan jurukamera Merita Effendi di Mekah Arab Saudi.
01:53Selamat siang waktu Indonesia Mega.
01:57Bagaimana agenda jamaah haji pada hari ini?
02:01Kalau saya lihat saat ini tampaknya lagi dalam perjalanan.
02:06Betul. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:09Alhamdulillah hari ini rangkaian rukun haji suntas dilakukan oleh jamaah haji khusus Patuna Travel.
02:17Tadi sekitar pukul 8 kami selesai tahalul.
02:21Alhamdulillahnya semua lancar.
02:23Jadi begini, ada yang berbeda dengan rangkaian haji dengan haji reguler antara haji khusus dan haji reguler.
02:29Kami di haji khusus setelah dari Arofah, setelah sholat mahrib pada Isya lah bahkan mungkin kami bergeser ke Musdalifah memakai
02:38bus.
02:39Di Musdalifah kami tidak turun sama sekali tetapi hanya melintas murur.
02:43Setelah dari Musdalifah kami bergerak menuju Minah untuk melakukan ifadah.
02:50Berhubung sampai di Masjidil Haram tadi waktu subuh kami memulainya dengan sholat jamaah subuh dulu.
02:58Setelah sholat jamaah subuh baru kita melakukan ifadah.
03:01Yaitu tawaf mengeliling kabah, 7 kali dilanjut dengan syai juga, 7 kali dari Bukit Tawaf ke Marwah.
03:10Setelah itu tahalul.
03:12Oh iya, saya ada cerita yang menarik juga.
03:15Di hari ini tempat di Idul Adha kami alhamdulillah tempat sholat semua jamaah haji khusus Patuna Travel tadi.
03:23Tempat sholat Idul Adha juga di Masjidil Haram.
03:26Setelah itu baru kami melakukan sholat sunah tawaf.
03:32Dilanjut dengan syai lalu tahalul.
03:36Setelah ini kami, ini saya berada di dalam masjid, maaf, di dalam kendaraan menuju apartemen transit.
03:44Karena rencananya kami akan istirahat dulu.
03:47Ini untuk setelah istirahat mungkin sore setelah sholat asar kami akan bergerak ke Minah.
03:52Karena posisi hotel transit kami cukup dekat dengan lokasi jamarat, kami akan berjalan kaki bersama rombongan.
04:0110 Zulhijah ini adalah jamarat akobah.
04:06Setelah kami melempar 7 batu di akobah, tuntas sudah semua wajib haji.
04:12Lalu besok baru di tanggal 11 dan 12 pasirik, kami akan melempar jamarat di Wula Wusto Akobah.
04:21Nanti malam kami rencananya akan mabit di Minah.
04:27Ya, kepentau.
04:32Mega, bisa mendengar suara saya?
04:35Ya, halo.
04:36Silahkan dilanjut perbincangan atau cerita atau agenda yang akan dilaksanakan pada hari ini.
04:44Ya, hari ini kami rencananya akan jamarat di akobah ya, 10 Zulhijah ini.
04:50Akobah itu adalah jamarat paling dekat dengan kabah.
04:54Kami rombongan Patuna Travel ini akan istirahat dulu sebentar lah.
04:57Karena memang dari kemarin sejak berangkat ke Arofah, kami memang cukup minim tidurnya.
05:03Nah, ini mengumpulkan tenaga dulu, kami berganti baju dulu.
05:07Lalu setelah Bada Asyar, kami akan berjalan.
05:10Cuaca memang cukup terik di sini, butuh lebih dari 42 derajat Celcius.
05:16Makanya dari tadi kami merasa cukup kering ya.
05:19Penggorokan, kulit, bahkan wajah kami juga kering.
05:21Makanya di sini jamaah juga rajin membawa minum dan juga semprotan.
05:26Jadi sekitar 10 menit, 15 menit, kami selalu menyemprot wajah kami untuk menjaga kelembaban.
05:33Sementara ini, sampai saat ini semua jamaah dalam kondisi sehat, dalam kondisi baik.
05:39Karena tim medis juga selalu nempel dengan kami.
05:43Alhamdulillah tidak ada kendala, cuma memang cuaca menjadi cukup sangat menantang bagi kami.
05:50Betul?
05:51Mega, lalu sampai nanti pulang.
05:54Sampai nanti pulang, kira-kira ada kegiatan apa lagi yang akan dilaksanakan oleh para jamaah haji khusus?
06:01Sampai nanti akhirnya kemudian menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah?
06:06Sebenarnya ini secara umum kalau sudah hari Tashrik, nanti tepatnya karena kami mengambilnya adalah nafar awal, hanya 11 dan 12.
06:15Setelah itu lurulah sudah semua wajib haji.
06:19Kami hanya banyak beribadah nantinya akan di Masjidil Haram.
06:23Jadi rangkaiannya kami pertama dari Madinah dulu, dari Madinah kami menginap di Minah, di apartemen transit.
06:32Setelah semua rangkaian wajib haji itu selesai, baru kami akan bergerak ke daerah Masjidil Haram sekitar sampai tanggal 6.
06:40Nah kami punya kesempatan sampai tanggal 6 untuk memperbanyak sholat, untuk memperbanyak zikir, berdoa, sunnah.
06:48Sekitar sampai tanggal 6 di Masjidil Haram.
06:50Mungkin ya sedikit-sedikit side-seeing ya, karena di sekitar Masjidil Haram juga banyak hal-hal yang menarik sesuai dengan
06:58visinya pemerintah Arab Saudi, yaitu Saudi Vision 2030.
07:04Rasanya banyak jemaah haji yang sangat tertarik mencoba kopi.
07:10Karena di Mekah ini ternyata kafe-kafe kopi itu sangat menjamur.
07:15Mungkin selain beribadah ya sejenak rileks, juga lah nanti kami akan cari oleh-oleh juga mungkin buat teman-teman di
07:22kantor begitu bela.
07:23Wah kalau gitu, kalau tadi bilang mau membeli oleh-oleh teman kantor, nanti saya dibagi ya.
07:29Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Diah Maegasari Anjaya dan Juru Kamera Merita Effendi.
07:36Jadi bersyukur Alhamdulillah, ibadah baik itu wajib dan sunahnya sudah dilaksanakan dengan aman, lancar, tidak ada kekurangan satu apapun.
07:44Dan tentunya tidak lupa kami mengingatkan untuk selalu menghidrasi diri supaya tidak dehidrasi seperti itu.
07:51Terima kasih teman-teman, rekan-rekan Jurnalis Kompas TV, selamat bertugas kembali.
07:56Saudara kisah jamaah haji khusus Patuna sungguh menginspirasi saudara.
08:01Perjualan kopi, suami istri ini bisa mengumpulkan uang dan mendaftar haji.
08:07Dalam prosesnya terselip banyak kisah unik dan lucu.
08:11Kepada Jurnalis Kompas TV, Merita Effendi dan Diah Maegasari, mereka bercerita haji tahun ini merupakan kisah mereka pertama kali ke
08:21luar negeri.
08:21Seperti apa? Kita simak bersama kisah Ahmad Jarir Mahbud dan pedagang kopi keliling di Pasar Tayu Pati, Jawa Tengah yang
08:29menjadi jamaah haji Patuna Travel.
08:36Nangis, Mbak.
08:38Masih gak percaya?
08:40Masih gak?
08:41Baru percaya?
08:42Begitu pertama kali lihat, Kak, Mbak.
08:44Iya.
08:44Nangis, Mbak.
08:45Nangis itu.
08:46Nangis, sanggeng, senang. Oh, ini yang namanya, Kak, Mbak, kata saya.
08:49Nangis, Mbak, saya.
08:50Ya, sanggeng senangnya, gitu.
08:53Nangis kayak cucu saya.
08:55Apa?
08:56Minta duit, belum dikasih.
09:01Pertama kali saya melihat Kak Fah itu suka sekali, senang sekali.
09:07Oh, berarti saya ini benar-benar di peka.
09:09Jadi waktu pertama saya gak percaya sama sekali kalau saya itu bisa naik haji itu.
09:15Soalnya apa?
09:16Dari seorang pedagang kopi beli ini.
09:23Pelanggan-pelanggan kopi satu kecamatan aja.
09:25Satu kecamatan pelanggan kopi.
09:26Cuman satu pasaran.
09:28Bukan dia sendiri ikut.
09:30Ah, masa gitu.
09:31Ceritanya gini, Mbak.
09:32Itu kan pelanggan saya setiap subuh atau sebelum subuh itu kan pelanggan kopi.
09:38Kopi empat sanggir-empat sanggir itu.
09:40Sama pencah jahit.
09:42Nah, mungkin tahu suara dari mana dia denger.
09:45Oh, itu pelanggan apa?
09:47Penjual kopi keliling mau haji plus.
09:50Ah, masa seorang penjual kopi bisa naik haji plus?
09:53Benar, Mbak.
09:54Ini benar.
09:54Demi Allah, benar itu.
09:56Terus 4-5 hari kemudian ke rumah.
10:02Tolong antar saya ke situ punya travel katanya.
10:06Loh.
10:10Saya diantar gitu, dia pergi kan gak tahu caranya.
10:14Dari itu kartu kan bisa hidup, nyalah itu kan diantar.
10:17Itu taruh disak kartunya.
10:19Jadi mati semua.
10:21Amau, nelpon gak bisa.
10:23Suruh masuk, udah gak dikasih tahu nyalain air gini atau gini.
10:28Enggak sama sekali.
10:30Duh, kartunya dimana? Apa ini?
10:32Loh, mau dipakai berapa? Pantesan mati gitu.
10:35Terus pas yang ibu cerita buka keren gimana?
10:38Mau mandi?
10:39Iya, gak bisa itu.
10:41Udah dihidupin, tapi gak dikasih tahu apa nyalain air gimana tuh.
10:45Enggak.
10:49Beliau ini adalah seorang petagang kopi keliling di pasar tradisional.
10:56Dimana beliau begitu luar biasa.
11:01Diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk bisa mendapatkan.
11:04Kalau Allah mau mampukan, siapa yang gak bisa?
11:06Ada yang bisa ngalangi Allah SWT.
11:08Yakin dan percaya sama Allah SWT untuk masalah rejeki itu bukan kita yang atur.
11:15Dan ini 100% Allah yang atur.
11:21Ya, Alhamdulillah sekali semoga orang-orang di luar sana jangan minder walaupun dia punya pekerjaan.
11:33Sekecil apapun.
11:34Tapi kalau Allah yang menghendaki, bisa juga.
11:38Bisa juga.
11:39Ya, itu biasa percaya.
11:40Apalagi Pak Tuna, buat saya sangat terinsip.
11:43Sangat ini sekali saya.
11:46Sangat-sangat.
11:47Sangat terpercaya kalau buat saya.
11:50Ya, tentu.
11:50Kan udah dialami mas saya, mulai mau berangkat.
11:54Walaupun suka duka saya di hotel atau di mana yang sangat lucu.
12:02Itu sangat terkesan sekali saya.
12:05Kalau itu memang gak tahu.
12:06Ya, namanya orang besok.
12:08Kemampuan kelas 3 coba sampai di mana.
12:10Gak tahu gak pernah pergi-pergi.
12:13Doa saya cuma di situ, Mbak.
12:15Semoga orang sekecil apapun dia punya usaha.
12:17Orang di luar sana.
12:18Jangan berkecil hati.
12:20Tetap semangat.
12:21Pasti ada jalan keluar.
Komentar

Dianjurkan