Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, jemaah haji Indonesia dan seluruh dunia mulai menjalani rangkaian lempar jumrah di kompleks Jamarat, Mina, Arab Saudi.

Jemaah haji berjalan kaki menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah. Sejumlah petugas haji disiagakan untuk mengatur perjalanan jemaah dalam melaksanakan salah satu wajib haji tersebut.

Lontar jumrah atau melempar tujuh batu kerikil merupakan salah satu wajib haji sekaligus meneladani perjuangan Nabi Ibrahim alaihissalam saat menolak godaan setan.

Selanjutnya pada hari tasyrik atau 11 hingga 13 Zulhijah, jemaah haji melanjutkan lempar jumrah mulai dari Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Baca Juga Puncak Haji di Arafah, BPKH Dorong Pengelolaan Keuangan Haji Modern & Berkelanjutan di https://www.kompas.tv/nasional/671293/puncak-haji-di-arafah-bpkh-dorong-pengelolaan-keuangan-haji-modern-berkelanjutan

#jumrah #jamarat #mina #haji

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671338/usai-wukuf-dan-mabit-jemaah-haji-mulai-jalani-lempar-jumrah-di-mina-kompas-siang
Transkrip
00:00Terima kasih Anda kembali di Kompas Siang.
00:03Saudara setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan Mabit di Musdalifah,
00:07Jemaah Haji Indonesia dan seluruh dunia,
00:09mulai menjalani rangkaian lempar jumroh di kompleks Jamarot, Mina Arab Saudi.
00:19Jemaah Haji berjalan kaki menuju ke Jamarot untuk melaksanakan lempar jumroh.
00:24Sejumlah petugas haji disiagakan untuk mengatur perjalanan Jemaah Haji
00:28untuk melaksanakan salah satu wajib haji itu.
00:32Lontar jumroh atau melempar tujuh batu kerikil merupakan salah satu wajib haji,
00:37sekaligus meneladani perjuangan Nabi Ibrahim alai salam saat menolak godaan setan.
00:44Setelahnya pada hari Tashrik atau 11 hingga 13 Zulhijjah,
00:48Jemaah Haji lanjut lempar jumroh, mulai jumroh Ula, Wusto dan Akobah.
01:00Saudara terkait jalannya ibadah haji,
01:02kita sahabat jurnalis Kompas TV ada Sadudin Muklis
01:05yang tergabung dalam tim pengawas haji DPR.
01:08Assalamualaikum Sadudin.
01:10Sadudin, jadi bagaimana pantauan tim was haji
01:13usai puncak ibadah haji di sana?
01:16Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
01:19Jadi tim was haji kemaris telah memantau pelaksanaan puncak haji wujarofa.
01:26Tim was akan tetap melakukan pengawasan proses di minah atau di wilayah-wilayah yang dipercaya.
01:36Nantinya tim was akan tetap melakukan pengawasan hingga para jamaah kembali ke Indonesia.
01:45Jadi apa yang ditemukan tim was sejauh ini?
01:52Dalam puncak arafa kemarin, Alhamdulillah tidak ada kendala,
01:56tidak ada hal-hal yang membuat pantauan tim was serius-serius.
02:02Tapi yang menjadi evaluasi saat itu hanya ke Paris sebelum pelaksanaan buku,
02:09yaitu masalah akomodasi yang dinilai jarak hotel dengan masjidil haram
02:15cukup jauh dan tidak sesuai dengan kesepakatan panjang haji.
02:19Baik, jadi apa yang dihasilkan atau apa rekomendasi dari tim was setelah ini?
02:28Nantinya tim was akan membawa evaluasi-evaluasi yang sedang dilakukan di penyelenggaraan haji kali ini
02:35untuk dibawa ke evaluasi saat penyelenggaraan tahun depan.
02:41Masalah akomodasi, kemudian ukuran kasur yang tidak sesuai,
02:45kemudian ruangan yang mungkin cukup padat diisi oleh jamaah,
02:51sehingga merasa nyaman jamaah merasa agak kurang ketika merasa sempit di antara satu dengan lain ya, Vidi.
02:58Baik, berarti kasus seperti itu cukup banyak ditemukan atau bisa Anda jelaskan ada seperti apa yang ditemukan oleh tim was
03:05ini?
03:07Untuk masalah kasur ini cukup menjadi kasus yang berulang-ulang kali terjadi Vidi.
03:15Tahun sebelumnya, dua tahun sebelumnya juga masalah hal ini serupa.
03:19Makanya nanti, insya Allah, dalam penyelenggaraan haji tahun depan,
03:23pansus haji atau panjah haji, panjah haji menurut saya akan mengevaluasi atau menaikkan kelas haji kita
03:31dengan ukuran kasur yang lebih bagus lagi daripada tahun ini.
03:36Baik, itu penting untuk kenyamanan jamaah.
03:38Nah, masalah tenda atau masalah konsumsi jamaah seperti apa, Sadudin?
03:46Untuk masalah tenda atau konsumsi tidak ada masalah yang berarti,
03:50maksudnya tidak ada yang serius.
03:51Karena kemarin ketika saya bersama ketua tim was di tengah Masa Turinjal,
03:56saat tiba di lokasi wukuf, jamaah sangat bahagia sekali.
04:02Mereka mengutarakan perasaannya bahwa makanan cukup banyak,
04:06terkesukupi, minuman, cukup berlimpah ruah.
04:11Mereka bahkan nyatakan haji reguler lebih bagus daripada WNH, Vidi.
04:16Oh, baik. Jadi, soal ukuran kasur yang memang selama ini masih menjadi kendala di sana ya.
04:21Selanjutnya, apa agenda tim was selanjutnya setelah hari ini, Sadudin?
04:29Agenda tim was selanjutnya tetap akan mengawasi seberuruh proses pelaksanaan
04:35kepada haji Husef ini hingga 10 jamaah bisa kembali ke tanah air
04:40dengan harapan menjadi maji mabur.
04:44Baik, Sadudin Muklis, terima kasih untuk laporan Anda dari Arab Saudi.
04:49Selamat bertugas kembali, Sadudin.
04:53Terima kasih.
04:56Saudara, salah satu rangkaian ibadah haji yang dilakukan jemaah adalah mabit atau bermalam di Musdalifah.
05:03Seperti apa suasana jemaah haji yang beristirahat di Musdalifah di bawah naungan langit malam?
05:09Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Sofian Hartanto, yang tergabung dalam Media Center Haji 2026.
05:17Ya, Saudara, ketika umat muslim di Indonesia melakukan takbiran untuk menyambut idul adha,
05:23jemaah haji di seluruh penjuru dunia yang berada di Arab Saudi ini sedang melakukan mabit di Musdalifah.
05:31Jemaah haji melakukan mabit setelah menjalankan ibadah wukuf di Padang Arafah dari siang hingga maghrib.
05:40Dari Padang Arafah mereka diberangkatkan menggunakan bus menuju Musdalifah yang waktunya sekitar 10 menit saja perjalanan.
05:50Nah, yang menarik jemaah yang bermalam di sini tidak menggunakan tenda alias beratapkan langsung pada langit.
05:58Mengapa mabit di sini itu penting?
06:00Karena untuk meneladani Rasulullah SAW.
06:04Ketika itu Rasul tanggal 9 Julijah dari Padang Arafah menuju Musdalifah untuk menginap sebelum meneruskan perjalanan menuju Mina.
06:15Selain itu di sini jemaah juga bisa mengumpulkan batu untuk mempersiapkan rangkaian ibadah haji yakni melempar jumroh di Jamarat.
06:26Batu yang digunakan yaitu sebanyak 70 butir.
06:30Setelah itu jemaah bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rangkaian ibadah haji.
06:36Harusnya 70 sampai.
06:38Baik, untuk amalan di Musdalifah kita dianjurkan tidak ada amalan apapun selain hanya untuk istirahat.
06:48Kita dianjurkan sampai menjelang subuh.
06:52Setelah subuh kita sholat subuh.
06:54Kemudian kita berdoa karena itu salah satu waktu yang mustahab untuk berdoa.
06:59Nistaya doa-doa yang dipanjatkan bisa langsung menembus langit karena di sini tidak ada sekat atap yang menghalangi.
07:09Tentu dengan begitu jemaah berharap doa-doa yang dipanjatkan langsung dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
07:19Sofyan Hartanto, Kompas TV, Musdalifah, Arab, Saudi.
07:25Saudara, salah satu jemaah haji khusus Patuna adalah seorang remaja yang masih berusia 17 tahun.
07:31Di saat mayoritas remaja lain masih disibukan dengan belajar dan bermain dengan teman sebaya.
07:36Remaja asal Bandung, Jawa Barat ini mendapatkan kesempatan menjadi tamul Allah dan berdoa di Padang Arofah.
07:44Selengkapnya kita simak laporan jurnalis Kompas TV, ada Deya Megasari Anjaya dari Arofah, Mekah, Arab Saudi.
07:53Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Arofah, saya Deya Megasari Anjaya.
07:5817 tahun biasanya usia saat seseorang mencari jati diri.
08:03Tetapi di Arofah ini ada satu anak yang langkahnya mungkin belia, tetapi doanya sudah sampai di Arofah di 9 Zulhijjah.
08:15Saya sudah bersama dengan dia.
08:18Halo, kenalin diri dong namanya siapa, nama lengkapnya.
08:24Halo, nama saya Rafa Mauludin.
08:26Usia?
08:27Usia saya 17 tahun.
08:29Dari?
08:30Saya dari Bandung.
08:32Dari Bandung.
08:32Rafa, coba dong gambarin gimana perasaannya haji di usia 17 tahun, lalu hal apa yang paling berkesan selama berhaji di
08:4417 tahun?
08:45Alhamdulillah, saya bersyukur di umur saya yang masih 17 tahun ini, saya sudah bisa menunaikan ibadah haji.
08:55Hal yang paling berkesan yaitu saat wukuf di Arofah ini, karena panas banget di sini, jadi saya tuh berdoanya tuh
09:09sambil berpanas-panasan.
09:1342 derajat Celcius?
09:1442 derajat Celcius.
09:16Iya.
09:16Ketika Rafa berdoa, siapa yang paling Rafa ingat sih?
09:21Yang pastinya orang tua, dan teman-teman saya, keluarga saya yang ada di Indonesia, semoga mereka juga bisa datang ke
09:32sini.
09:34Kalau doa untuk diri sendiri, yang paling spesifik, Rafa pengen apa? Mungkin cita-cita Rafa apa? Rafa bilang nggak di
09:42Arofah ini?
09:43Masuk universitas yang ingin ditujui.
09:47Emang pengen jadi apa?
09:50Pengen kedokteran.
09:52Oh, kedokteran. Kedokteran apa nantinya, spesialisnya?
09:55Umum.
09:56Oh, masih mau umum dulu sambil berjalan ya.
10:00Oke, saya juga sudah bersama orang tuanya, kenapa bisa memotivasi anak 17 tahun dengan sabar dan ikhlas.
10:08Di sini berpanas-panas, jalan kaki jauh ya Rafa ya.
10:12Kalau bukan motivasi ibu, kayaknya mampu nggak nih?
10:18Malas ya.
10:19Malas ya.
10:20Saya akan tanya ibunya.
10:21Halo ibu.
10:23Halo.
10:23Assalamualaikum.
10:24Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
10:25Jadi, gimana nih ibu? Kenapa sih ngajak anak 17 tahun, bu?
10:30Awalnya sih memang karena pengen berangkat haji bareng-bareng.
10:34Jadi, waktu itu daftar di 2022, kebetulan Rafa waktu itu umurnya berapa?
10:432022 kurangnya, 14 tahun.
10:4614 tahun.
10:47Ya, kurang lebih 14 tahun.
10:49Dan memang pas sekarang berangkat, ya ternyata pada Allah kita maju.
10:55Dan kebetulan Rafa usianya 17 tahun.
10:58Walaupun sempat overthinking mungkin ya, bisa nggak nih dengan usia Rafa yang sebetulnya masih belia seperti ini, gitu.
11:11Menjalani ini.
11:12Tapi, Alhamdulillah, kita sampai ke perjalanan di Wukuf aja, Alhamdulillah.
11:20Alhamdulillah, ya jadi usia itu bukan batasan ya dalam berhaji.
11:27Tetapi ketika Allah sudah memanggil, mau usianya muda, maupun usianya sudah lanjut, Allah akan mampukan.
11:35Semoga haji ini mengabulkan doa-doa terbaik Rafa ya.
11:40Amin.
11:41Di Amiga Sari Anjaya, dari Arofah, Mekah, Arab Saudi, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan