00:00Terima kasih Anda kembali di Kompas Siang.
00:03Saudara setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan Mabit di Musdalifah,
00:07Jemaah Haji Indonesia dan seluruh dunia,
00:09mulai menjalani rangkaian lempar jumroh di kompleks Jamarot, Mina Arab Saudi.
00:19Jemaah Haji berjalan kaki menuju ke Jamarot untuk melaksanakan lempar jumroh.
00:24Sejumlah petugas haji disiagakan untuk mengatur perjalanan Jemaah Haji
00:28untuk melaksanakan salah satu wajib haji itu.
00:32Lontar jumroh atau melempar tujuh batu kerikil merupakan salah satu wajib haji,
00:37sekaligus meneladani perjuangan Nabi Ibrahim alai salam saat menolak godaan setan.
00:44Setelahnya pada hari Tashrik atau 11 hingga 13 Zulhijjah,
00:48Jemaah Haji lanjut lempar jumroh, mulai jumroh Ula, Wusto dan Akobah.
01:00Saudara terkait jalannya ibadah haji,
01:02kita sahabat jurnalis Kompas TV ada Sadudin Muklis
01:05yang tergabung dalam tim pengawas haji DPR.
01:08Assalamualaikum Sadudin.
01:10Sadudin, jadi bagaimana pantauan tim was haji
01:13usai puncak ibadah haji di sana?
01:16Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
01:19Jadi tim was haji kemaris telah memantau pelaksanaan puncak haji wujarofa.
01:26Tim was akan tetap melakukan pengawasan proses di minah atau di wilayah-wilayah yang dipercaya.
01:36Nantinya tim was akan tetap melakukan pengawasan hingga para jamaah kembali ke Indonesia.
01:45Jadi apa yang ditemukan tim was sejauh ini?
01:52Dalam puncak arafa kemarin, Alhamdulillah tidak ada kendala,
01:56tidak ada hal-hal yang membuat pantauan tim was serius-serius.
02:02Tapi yang menjadi evaluasi saat itu hanya ke Paris sebelum pelaksanaan buku,
02:09yaitu masalah akomodasi yang dinilai jarak hotel dengan masjidil haram
02:15cukup jauh dan tidak sesuai dengan kesepakatan panjang haji.
02:19Baik, jadi apa yang dihasilkan atau apa rekomendasi dari tim was setelah ini?
02:28Nantinya tim was akan membawa evaluasi-evaluasi yang sedang dilakukan di penyelenggaraan haji kali ini
02:35untuk dibawa ke evaluasi saat penyelenggaraan tahun depan.
02:41Masalah akomodasi, kemudian ukuran kasur yang tidak sesuai,
02:45kemudian ruangan yang mungkin cukup padat diisi oleh jamaah,
02:51sehingga merasa nyaman jamaah merasa agak kurang ketika merasa sempit di antara satu dengan lain ya, Vidi.
02:58Baik, berarti kasus seperti itu cukup banyak ditemukan atau bisa Anda jelaskan ada seperti apa yang ditemukan oleh tim was
03:05ini?
03:07Untuk masalah kasur ini cukup menjadi kasus yang berulang-ulang kali terjadi Vidi.
03:15Tahun sebelumnya, dua tahun sebelumnya juga masalah hal ini serupa.
03:19Makanya nanti, insya Allah, dalam penyelenggaraan haji tahun depan,
03:23pansus haji atau panjah haji, panjah haji menurut saya akan mengevaluasi atau menaikkan kelas haji kita
03:31dengan ukuran kasur yang lebih bagus lagi daripada tahun ini.
03:36Baik, itu penting untuk kenyamanan jamaah.
03:38Nah, masalah tenda atau masalah konsumsi jamaah seperti apa, Sadudin?
03:46Untuk masalah tenda atau konsumsi tidak ada masalah yang berarti,
03:50maksudnya tidak ada yang serius.
03:51Karena kemarin ketika saya bersama ketua tim was di tengah Masa Turinjal,
03:56saat tiba di lokasi wukuf, jamaah sangat bahagia sekali.
04:02Mereka mengutarakan perasaannya bahwa makanan cukup banyak,
04:06terkesukupi, minuman, cukup berlimpah ruah.
04:11Mereka bahkan nyatakan haji reguler lebih bagus daripada WNH, Vidi.
04:16Oh, baik. Jadi, soal ukuran kasur yang memang selama ini masih menjadi kendala di sana ya.
04:21Selanjutnya, apa agenda tim was selanjutnya setelah hari ini, Sadudin?
04:29Agenda tim was selanjutnya tetap akan mengawasi seberuruh proses pelaksanaan
04:35kepada haji Husef ini hingga 10 jamaah bisa kembali ke tanah air
04:40dengan harapan menjadi maji mabur.
04:44Baik, Sadudin Muklis, terima kasih untuk laporan Anda dari Arab Saudi.
04:49Selamat bertugas kembali, Sadudin.
04:53Terima kasih.
04:56Saudara, salah satu rangkaian ibadah haji yang dilakukan jemaah adalah mabit atau bermalam di Musdalifah.
05:03Seperti apa suasana jemaah haji yang beristirahat di Musdalifah di bawah naungan langit malam?
05:09Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Sofian Hartanto, yang tergabung dalam Media Center Haji 2026.
05:17Ya, Saudara, ketika umat muslim di Indonesia melakukan takbiran untuk menyambut idul adha,
05:23jemaah haji di seluruh penjuru dunia yang berada di Arab Saudi ini sedang melakukan mabit di Musdalifah.
05:31Jemaah haji melakukan mabit setelah menjalankan ibadah wukuf di Padang Arafah dari siang hingga maghrib.
05:40Dari Padang Arafah mereka diberangkatkan menggunakan bus menuju Musdalifah yang waktunya sekitar 10 menit saja perjalanan.
05:50Nah, yang menarik jemaah yang bermalam di sini tidak menggunakan tenda alias beratapkan langsung pada langit.
05:58Mengapa mabit di sini itu penting?
06:00Karena untuk meneladani Rasulullah SAW.
06:04Ketika itu Rasul tanggal 9 Julijah dari Padang Arafah menuju Musdalifah untuk menginap sebelum meneruskan perjalanan menuju Mina.
06:15Selain itu di sini jemaah juga bisa mengumpulkan batu untuk mempersiapkan rangkaian ibadah haji yakni melempar jumroh di Jamarat.
06:26Batu yang digunakan yaitu sebanyak 70 butir.
06:30Setelah itu jemaah bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rangkaian ibadah haji.
06:36Harusnya 70 sampai.
06:38Baik, untuk amalan di Musdalifah kita dianjurkan tidak ada amalan apapun selain hanya untuk istirahat.
06:48Kita dianjurkan sampai menjelang subuh.
06:52Setelah subuh kita sholat subuh.
06:54Kemudian kita berdoa karena itu salah satu waktu yang mustahab untuk berdoa.
06:59Nistaya doa-doa yang dipanjatkan bisa langsung menembus langit karena di sini tidak ada sekat atap yang menghalangi.
07:09Tentu dengan begitu jemaah berharap doa-doa yang dipanjatkan langsung dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
07:19Sofyan Hartanto, Kompas TV, Musdalifah, Arab, Saudi.
07:25Saudara, salah satu jemaah haji khusus Patuna adalah seorang remaja yang masih berusia 17 tahun.
07:31Di saat mayoritas remaja lain masih disibukan dengan belajar dan bermain dengan teman sebaya.
07:36Remaja asal Bandung, Jawa Barat ini mendapatkan kesempatan menjadi tamul Allah dan berdoa di Padang Arofah.
07:44Selengkapnya kita simak laporan jurnalis Kompas TV, ada Deya Megasari Anjaya dari Arofah, Mekah, Arab Saudi.
07:53Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Arofah, saya Deya Megasari Anjaya.
07:5817 tahun biasanya usia saat seseorang mencari jati diri.
08:03Tetapi di Arofah ini ada satu anak yang langkahnya mungkin belia, tetapi doanya sudah sampai di Arofah di 9 Zulhijjah.
08:15Saya sudah bersama dengan dia.
08:18Halo, kenalin diri dong namanya siapa, nama lengkapnya.
08:24Halo, nama saya Rafa Mauludin.
08:26Usia?
08:27Usia saya 17 tahun.
08:29Dari?
08:30Saya dari Bandung.
08:32Dari Bandung.
08:32Rafa, coba dong gambarin gimana perasaannya haji di usia 17 tahun, lalu hal apa yang paling berkesan selama berhaji di
08:4417 tahun?
08:45Alhamdulillah, saya bersyukur di umur saya yang masih 17 tahun ini, saya sudah bisa menunaikan ibadah haji.
08:55Hal yang paling berkesan yaitu saat wukuf di Arofah ini, karena panas banget di sini, jadi saya tuh berdoanya tuh
09:09sambil berpanas-panasan.
09:1342 derajat Celcius?
09:1442 derajat Celcius.
09:16Iya.
09:16Ketika Rafa berdoa, siapa yang paling Rafa ingat sih?
09:21Yang pastinya orang tua, dan teman-teman saya, keluarga saya yang ada di Indonesia, semoga mereka juga bisa datang ke
09:32sini.
09:34Kalau doa untuk diri sendiri, yang paling spesifik, Rafa pengen apa? Mungkin cita-cita Rafa apa? Rafa bilang nggak di
09:42Arofah ini?
09:43Masuk universitas yang ingin ditujui.
09:47Emang pengen jadi apa?
09:50Pengen kedokteran.
09:52Oh, kedokteran. Kedokteran apa nantinya, spesialisnya?
09:55Umum.
09:56Oh, masih mau umum dulu sambil berjalan ya.
10:00Oke, saya juga sudah bersama orang tuanya, kenapa bisa memotivasi anak 17 tahun dengan sabar dan ikhlas.
10:08Di sini berpanas-panas, jalan kaki jauh ya Rafa ya.
10:12Kalau bukan motivasi ibu, kayaknya mampu nggak nih?
10:18Malas ya.
10:19Malas ya.
10:20Saya akan tanya ibunya.
10:21Halo ibu.
10:23Halo.
10:23Assalamualaikum.
10:24Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
10:25Jadi, gimana nih ibu? Kenapa sih ngajak anak 17 tahun, bu?
10:30Awalnya sih memang karena pengen berangkat haji bareng-bareng.
10:34Jadi, waktu itu daftar di 2022, kebetulan Rafa waktu itu umurnya berapa?
10:432022 kurangnya, 14 tahun.
10:4614 tahun.
10:47Ya, kurang lebih 14 tahun.
10:49Dan memang pas sekarang berangkat, ya ternyata pada Allah kita maju.
10:55Dan kebetulan Rafa usianya 17 tahun.
10:58Walaupun sempat overthinking mungkin ya, bisa nggak nih dengan usia Rafa yang sebetulnya masih belia seperti ini, gitu.
11:11Menjalani ini.
11:12Tapi, Alhamdulillah, kita sampai ke perjalanan di Wukuf aja, Alhamdulillah.
11:20Alhamdulillah, ya jadi usia itu bukan batasan ya dalam berhaji.
11:27Tetapi ketika Allah sudah memanggil, mau usianya muda, maupun usianya sudah lanjut, Allah akan mampukan.
11:35Semoga haji ini mengabulkan doa-doa terbaik Rafa ya.
11:40Amin.
11:41Di Amiga Sari Anjaya, dari Arofah, Mekah, Arab Saudi, Kompas TV.
Komentar