Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Purbaya angkat bicara soal nilai tukar rupiah dan dolar nyaris menyentuh Rp17.800 pada penutupan pasar pada Selasa (26/5/2026).

Purbaya mengatakan bahwa dengan kondisi fundamental ekonomi yang baik, seharusnya kondisi ini tidak terjadi.

Ya saya stres," Kata Purbaya sambil berkelakar saat ditemui di kawasan Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada Rabu (27/5/2026).

Purbaya mengatakan bahwa telah melihat adanya aliran modal asing yang masuk ke pasar obligasi Indonesia. Dirinya mengatakan bahwa pemerintah juga masih berupaya untuk membuat nilai tukar rupiah menguat.

"Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan. Ini terjadi karena fundamentalnya bagus, sebetulnya nggak masuk akal. Biasanya melemah itu kalau ada gangguan di ekonominya," ujar Purbaya.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671332/menkeu-purbaya-soal-kurs-rupiah-nyaris-17-800-nggak-masuk-akal
Transkrip
00:00Ya saya stres
00:01Stres terbaru gak Pak?
00:03Gak, kita udah hitung
00:06Ya di atas kertas, tapi kan kertasnya dari data-data
00:09Itu kan BPS mengembangkan data dari mana-mana kan
00:12Kita lalu di kertas, jadi di atas kertas
00:14Tapi enggak, itu bukan
00:15Kalau di atas kertas, saya tulis 10
00:20Selesai
00:20Tapi kan gak sesuai dengan penyataan
00:23Penyatanya adalah
00:24Angka-angka itu juga dari survei BPS
00:27Masukkan catatan-catatan pengeluaran ekonomi oleh BPS
00:30Di samping itu kami cross-check
00:32Dengan angka penjualan mobil
00:35Angka penjualan motor
00:36Belanja masyarakat
00:38Belanja konsumsi semen
00:41Dan juga konsumsi listrik
00:43Itu gak otomatis sama dengan
00:47BDB-nya
00:48Tapi sebagai checkpoint
00:50Betul gak angka itu?
00:52Ketika tempunya naik sekeceng semua
00:54Berarti seperti itu
00:56Dan saya juga iseng-iseng kan sering ke pasar
00:58Bukan mau jalan-jalan sebetulnya melihat
01:01Belanjanya masyarakat gimana sih?
01:03Rame terus dimana-mana tuh
01:04Di Jogja rame
01:06Surabaya rame
01:07Di Bandung rame
01:08Di Jakarta juga saya jalan kembang rame
01:11Di pasar tadi juga rame
01:12Mungkin kalau dibilang ada tempat yang gak rame
01:15Pasti ada
01:16Apalagi kalau diambil fotonya jam 2 malam
01:19Cuman gitu
01:20Ekonomi kan mungkin gak
01:23Belum sempurna 100%
01:25Ini kan kita baru mulai bangkit
01:26Dari pertemuan yang lambat
01:27Ke pertemuan yang lebih cepat
01:28Perlu waktu terjebar ke ekonomi secara merata
01:31Pak
01:31Untuk pemberian
01:32Sebelumnya
01:33Pertemuan yang lebih cepat
01:34Sebelumnya
01:34Bumia pak
01:35Bumia pak
01:35Bumia 7800 pak
01:37Dari hasil dari
01:39Tres tesnya belum
01:40Pak dikembangkan kementerian keuangan
01:41Ya saya stres
01:42Tres tes terbaru gak pak?
01:45Gak
01:45Kita udah hitung
01:46Pada waktu
01:47Pada waktu simulasi
01:50100 dolar perbaral itu
01:51Asumsi rupiahnya juga
01:52Sudah kita perhitungkan
01:53Jadi gak ada masalah
01:54Saya gak harus hitung ulang
01:55APBN nya
01:56Tapi gini
01:59Walaupun rupiah melemahkan
02:01Bond
02:01Yieldnya turun
02:03Karena aksi dari pemerintah
02:05Aksi dari teman-teman kita
02:06Dapat di
02:09Pendahara
02:10Untuk sedikit membeli
02:12Supaya yieldnya agak terkendali
02:15Jadi selama bond market terkendali
02:17Kemamuan investor
02:18Untuk asing ya
02:20Utamanya
02:20Untuk melakukan investasi
02:21Dan pasti juga
02:22Di bond kita
02:24Akan terjaga juga
02:25Kita sudah melihat
02:27Alihannya masuk
02:28Modal asing
02:29Ke pasar
02:29Pasar
02:31Obligasi kita
02:32Dan ke depan
02:33Akan ada tindakan pemerintah lagi
02:35Yang membantu
02:35Nilai tukar rupiah
02:36Dengan lebih signifikan
02:42Masih lah
02:42Kali-kali bagus
02:44Ini terjadi
02:46Fundamentalnya bagus
02:47Sebetulnya gak masuk akal
02:48Makanya melemah
02:50Itu kalau ada gangguan
02:51Di fondament
02:51Jadi biar biar
02:54Biar biar santai
02:55Sampai
02:55Pak kemarin
02:56100 miliar dipakai untuk
02:58Sapi
03:00Itu apa namanya
03:01Anggaranya dari mana
03:02Terus juga itu
03:03Maksudnya kurban negara
03:04Atau gimana pak
03:05Saya gak tau masalah itu
03:06Tapi katanya
03:10Lebaran dulu ya
03:12Lebaran dulu ya
03:41Pak bahwa sendiri
03:56Menemani pagi Anda
03:58Dengan informasi terbaru
03:59Satu langkah
04:01Lebih dekat
04:01Satu langkah
04:02Lebih mencerahkan
04:03Saksikan
04:04Sapa Indonesia Pagi
04:06Di Kompas TV
04:07Channel 11
04:08Di televisi Anda
04:09Sampai jumpa di video selanjutnya
04:09Sampai jumpa di video selanjutnya
04:09Sampai jumpa di video selanjutnya
04:09Sampai jumpa di video selanjutnya
04:09Sampai jumpa di video selanjutnya
04:10Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar

Dianjurkan