Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah menunda rencana pemberian insentif khusus untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Purbaya menegaskan pemberian insentif kendaraan listrik tersebut ditunda selama satu bulan.

"Insentif EV (electric vehicle/kendaraan listrik) masih ditunda satu bulan lagi," kata Purbaya, Selasa (26/5/2026).

Video editor: Lintang

#purbaya #kendaraanlistrik #menkeu

Baca Juga Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan yang Diduga Lakukan Praktik Under Invoicing di https://www.kompas.tv/nasional/671125/menkeu-purbaya-ungkap-perusahaan-yang-diduga-lakukan-praktik-under-invoicing



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671146/menkeu-purbaya-tunda-pemberian-insentif-kendaraan-listrik-ini-alasannya
Transkrip
00:00Kalau Incentive EV jadi juga, Pak.
00:03Incentive EV masih ditunda satu bulan lagi.
00:06Kenapa, Pak?
00:07Gaji ke-13, Pak.
00:08Ada perhitungan yang masih dihitung.
00:10Gaji ke-13 itu bagaimana, Pak?
00:12Gajar yang disiapin berapa, Pak?
00:14Gaji ke-13, Pak.
00:15Juni harusnya, sih.
00:162 Juni.
00:17Tadi berapa, Pak?
00:19Berapa, Pak?
00:19Wah, ada...
00:20Harusnya, Pak Mento tadi ngomongin.
00:24Nanti saya cek lagi, deh.
00:25Pak, ini kan udah ada BUMN Expor DSI, ya Pak.
00:29Nanti peran Bia Cukai itu gimana, Pak?
00:30Itu dari mana?
00:31Dari mereka.
00:32Hah?
00:33Peran Bia Cukai nanti gimana, Pak?
00:35Itu tetap seperti biasa.
00:36Bedanya apa, emang?
00:38Kan itu kan pelaporan segala macam,
00:41karena nanti dia yang melakukan trading,
00:44tapi kan ekspor-impor yang meriksa Bia Cukai, kan?
00:48Jadi bukan berarti fungsi Bia Cukai hilang.
00:53Ada yang bilang seperti itu,
00:54tapi saya belum pernah dapat pertanyaan Bapak Presiden tentang itu.
00:59Dan Presiden sepertinya belum pernah mendisklusikan itu kedepannya.
01:03Justru jadi bilang kan kita berkuat Bia Cukai.
01:07Berarti masih sama, Pak?
01:08Masih sama, tapi akan diperbaiki lagi.
01:11Seperti dalam pidato Bapak Presiden itu,
01:13kalau nggak becus, katanya keparannya masih dicopat, kan?
01:16Nah, gimana pesan ini, Pak?
01:17Kan catat Bapak minggu ini keputusan.
01:20Kita masih ditunggu pesan politik di atas.
01:23Pak, di NPPKF 2027 belanjanya cukup turun, Pak.
01:29Dari target belanja terhadap PDB.
01:32Nah, itu apa-apa?
01:33Emang tahun depan pemerintah menargetkan ada efisiensi belanja.
01:36Karena kalau nggak salah, diberdokumennya juga diarahkan
01:39untuk belanja yang lebih efisien,
01:41ada restrukturisasi untuk belanja.
01:43Tapi masih tumbuh, kan?
01:44Dari ironiannya masih tumbuh.
01:46Nggak gini.
01:47Kan sebagian ada peran dan antar yang lebih dominan diharapkan tahun depan.
01:53Yang kedua, kita akan memastikan
01:55private sector berkontribusi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
02:00Jadi, kan kita akan memaksakan dua mesin pertemuan ekonomi jalan.
02:05Saya akan pikirkan cara bagaimana
02:07supaya private sectornya bisa berkontribusi lebih.
02:21Saya memastikan bahwa
02:26sistem perekonomian kita cukup
02:30dukungan sektor finansial cukup
02:33dalam pengertian
02:33rikuritasnya dijaga cukup
02:36supaya ekonomi bisa tumbuh.
02:37Itu salah satu rahasia
02:40kenapa di jaman Pak SBY
02:42private sector bisa tumbuh kencang
02:44dimana kredit tumbuhnya
02:45double digit
02:46di atas 20%
02:48rata-rata selama 10 tahun.
02:50Itulah
02:54kunci untuk memastikan
02:56private sector tumbuh.
02:58Jadi bukan pemerintah saja.
03:00Jadi double engine-nya
03:01seharusnya lebih bagus nanti.
03:02Kalau Anda lihat di jaman Pak
03:04Pak
03:06SBY kan
03:07rahasia utang kepedia kan
03:08turun terus
03:10tapi tumbuhnya lebih cepat
03:126%
03:13Zaman Pak Jokowi
03:15rahasia utang kepedia
03:16menangin terus
03:16pertumbunya lebih lambat
03:17karena prasa sektornya
03:19tidak bisa tumbuh dengan baik
03:20pada waktu itu
03:21karena
03:21berbagai hal
03:22di ekonomi yang
03:23sekarang kita pastikan
03:24dua-duanya jalan.
03:26Pak soal anggaran MBG dipotong
03:28itu alasannya kenapa Pak?
03:30Soal anggaran MBG dipangkas
03:31itu alasannya kenapa Pak?
03:32Kemarin Bapak ngumum di
03:33ABBN kita.
03:35Oh
03:36Ya karena ada
03:37bisa apa
03:40ada yang bisa dibuat
03:41lebih efisien itu aja.
03:43Jadi bukan dipangkas
03:44uang makan ya
03:45tapi kita lihat
03:46let's say
03:52itu
03:53misalnya kan dari
03:546 hari ke 5 hari
03:56atau lebih pendek lagi
03:57sebelum belanja yang gak perlu
03:59gak akan dipelanjakan oleh Pak
04:01Pak
04:01Pak
04:01atau MBG
04:02Pak
04:02bakal ada pengurangan
04:04dari dapur SPBG gak sih Pak?
04:06Dengan pengurangan
04:07dapur SPBG
04:08dengan
04:08apa
04:08pemangkasan itu?
04:10Tergantung
04:11Pak
04:11kepala MBG
04:14kepala
04:14BG
04:15kepala BG
04:16tapi pada dasarnya
04:17kalau makan
04:18gak dipotong
04:19cuma
04:21yang gak perlu-perlu
04:22ya
04:22dibatasi
04:51pasuk
04:53Menemani pagi Anda dengan informasi-informasi terbaru, satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
04:59Saksikan Kompas Pagi hanya di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan