00:00Kalau Incentive EV jadi juga, Pak.
00:03Incentive EV masih ditunda satu bulan lagi.
00:06Kenapa, Pak?
00:07Gaji ke-13, Pak.
00:08Ada perhitungan yang masih dihitung.
00:10Gaji ke-13 itu bagaimana, Pak?
00:12Gajar yang disiapin berapa, Pak?
00:14Gaji ke-13, Pak.
00:15Juni harusnya, sih.
00:162 Juni.
00:17Tadi berapa, Pak?
00:19Berapa, Pak?
00:19Wah, ada...
00:20Harusnya, Pak Mento tadi ngomongin.
00:24Nanti saya cek lagi, deh.
00:25Pak, ini kan udah ada BUMN Expor DSI, ya Pak.
00:29Nanti peran Bia Cukai itu gimana, Pak?
00:30Itu dari mana?
00:31Dari mereka.
00:32Hah?
00:33Peran Bia Cukai nanti gimana, Pak?
00:35Itu tetap seperti biasa.
00:36Bedanya apa, emang?
00:38Kan itu kan pelaporan segala macam,
00:41karena nanti dia yang melakukan trading,
00:44tapi kan ekspor-impor yang meriksa Bia Cukai, kan?
00:48Jadi bukan berarti fungsi Bia Cukai hilang.
00:53Ada yang bilang seperti itu,
00:54tapi saya belum pernah dapat pertanyaan Bapak Presiden tentang itu.
00:59Dan Presiden sepertinya belum pernah mendisklusikan itu kedepannya.
01:03Justru jadi bilang kan kita berkuat Bia Cukai.
01:07Berarti masih sama, Pak?
01:08Masih sama, tapi akan diperbaiki lagi.
01:11Seperti dalam pidato Bapak Presiden itu,
01:13kalau nggak becus, katanya keparannya masih dicopat, kan?
01:16Nah, gimana pesan ini, Pak?
01:17Kan catat Bapak minggu ini keputusan.
01:20Kita masih ditunggu pesan politik di atas.
01:23Pak, di NPPKF 2027 belanjanya cukup turun, Pak.
01:29Dari target belanja terhadap PDB.
01:32Nah, itu apa-apa?
01:33Emang tahun depan pemerintah menargetkan ada efisiensi belanja.
01:36Karena kalau nggak salah, diberdokumennya juga diarahkan
01:39untuk belanja yang lebih efisien,
01:41ada restrukturisasi untuk belanja.
01:43Tapi masih tumbuh, kan?
01:44Dari ironiannya masih tumbuh.
01:46Nggak gini.
01:47Kan sebagian ada peran dan antar yang lebih dominan diharapkan tahun depan.
01:53Yang kedua, kita akan memastikan
01:55private sector berkontribusi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
02:00Jadi, kan kita akan memaksakan dua mesin pertemuan ekonomi jalan.
02:05Saya akan pikirkan cara bagaimana
02:07supaya private sectornya bisa berkontribusi lebih.
02:21Saya memastikan bahwa
02:26sistem perekonomian kita cukup
02:30dukungan sektor finansial cukup
02:33dalam pengertian
02:33rikuritasnya dijaga cukup
02:36supaya ekonomi bisa tumbuh.
02:37Itu salah satu rahasia
02:40kenapa di jaman Pak SBY
02:42private sector bisa tumbuh kencang
02:44dimana kredit tumbuhnya
02:45double digit
02:46di atas 20%
02:48rata-rata selama 10 tahun.
02:50Itulah
02:54kunci untuk memastikan
02:56private sector tumbuh.
02:58Jadi bukan pemerintah saja.
03:00Jadi double engine-nya
03:01seharusnya lebih bagus nanti.
03:02Kalau Anda lihat di jaman Pak
03:04Pak
03:06SBY kan
03:07rahasia utang kepedia kan
03:08turun terus
03:10tapi tumbuhnya lebih cepat
03:126%
03:13Zaman Pak Jokowi
03:15rahasia utang kepedia
03:16menangin terus
03:16pertumbunya lebih lambat
03:17karena prasa sektornya
03:19tidak bisa tumbuh dengan baik
03:20pada waktu itu
03:21karena
03:21berbagai hal
03:22di ekonomi yang
03:23sekarang kita pastikan
03:24dua-duanya jalan.
03:26Pak soal anggaran MBG dipotong
03:28itu alasannya kenapa Pak?
03:30Soal anggaran MBG dipangkas
03:31itu alasannya kenapa Pak?
03:32Kemarin Bapak ngumum di
03:33ABBN kita.
03:35Oh
03:36Ya karena ada
03:37bisa apa
03:40ada yang bisa dibuat
03:41lebih efisien itu aja.
03:43Jadi bukan dipangkas
03:44uang makan ya
03:45tapi kita lihat
03:46let's say
03:52itu
03:53misalnya kan dari
03:546 hari ke 5 hari
03:56atau lebih pendek lagi
03:57sebelum belanja yang gak perlu
03:59gak akan dipelanjakan oleh Pak
04:01Pak
04:01Pak
04:01atau MBG
04:02Pak
04:02bakal ada pengurangan
04:04dari dapur SPBG gak sih Pak?
04:06Dengan pengurangan
04:07dapur SPBG
04:08dengan
04:08apa
04:08pemangkasan itu?
04:10Tergantung
04:11Pak
04:11kepala MBG
04:14kepala
04:14BG
04:15kepala BG
04:16tapi pada dasarnya
04:17kalau makan
04:18gak dipotong
04:19cuma
04:21yang gak perlu-perlu
04:22ya
04:22dibatasi
04:51pasuk
04:53Menemani pagi Anda dengan informasi-informasi terbaru, satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
04:59Saksikan Kompas Pagi hanya di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar