Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang pengedar narkoba yang mengaku pernah menjadi anak buah gembong narkoba Freddy Budiman membongkar modus distribusi narkoba yang disebut masih aktif hingga saat ini.

Pengedar yang disamarkan identitasnya dan dipanggil A mengaku pernah bekerja di bawah jaringan Freddy Budiman sejak tahun 2010.

Ia menjelaskan alur distribusi narkoba dimulai dari bandar hingga pengedar melalui komunikasi tertutup menggunakan aplikasi pesan.

A juga mengungkap adanya gudang khusus penyimpanan narkoba. Gudang tersebut disebut digunakan untuk menyimpan stok sabu sebelum diedarkan.

Untuk proses transaksi, bandar disebut menggunakan kurir agar tidak bertemu langsung dengan pengedar maupun pembeli.

Ia menegaskan transaksi dilakukan tanpa tatap muka menggunakan sistem mapping atau penandaan titik lokasi. Dalam praktiknya, barang narkoba diletakkan di lokasi tertentu lalu dikirimkan titik koordinatnya kepada pembeli.

Untuk mengelabui petugas, narkoba bahkan dibungkus menyerupai permen. A juga mengaku mengetahui modus peredaran etomidate yang dimasukkan ke cartridge vape, meski bukan bagian dari jaringan yang ia jalankan.

Menurutnya, salah satu pelaku yang terlibat dalam jaringan vape etomidate kini berada di LP Cipinang.

A juga mengaku masih berkomunikasi dengan narapidana di dalam lapas yang disebut tetap mengendalikan jaringan narkoba.

Ia menyebut narapidana masih bisa leluasa menjalankan bisnis narkoba menggunakan telepon genggam sewaan di dalam lapas.

Menurut A, praktik tersebut tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan orang dalam lapas.

Ia juga mengaku mendengar adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi bisnis narkoba.


Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0Srmt9VD3bY




#jakarta #narkobaberbahaya #jaringan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671133/eksklusif-eks-anak-buah-freddy-budiman-bongkar-modus-baru-pengedar-narkoba-dibungkus-permen
Transkrip
00:00Proses distribusinya mulai dari abang mengambil pasokannya dari mana, kemudian juga mengedarkannya seperti apa, hingga sampai ke tangan pembeli itu
00:09seperti apa alurnya?
00:10Kalau saya kan alurnya kita chatting lewat WA nih bang, di atas saya. Saya kan mengedar, dia kan BD bandar.
00:18Ada bandarnya?
00:19Ada, saya dapet itu ada bandarnya. Bandar baru ke gudang. Kita ada gudang ya bang.
00:23Ada gudang ya?
00:24Namanya gudang.
00:25Oke, gudang itu untuk menyimpan stok narkoba?
00:28Narkoba.
00:28Yang abang jual ini apa?
00:30Sabu bang.
00:31Sabu?
00:32Setelah itu kita negosiasi, nah dari bandar ini, dia dikasih kurir.
00:37Jadi kita ketemuan misalnya di pom bensin atau di tempat restoran, dia motornya ditinggal.
00:46Dari bandar, kemudian juga dari kurir, termasuk pengedar seperti abang ini, sampai ke pembeli narkoba, artinya model transaksinya tidak bertemu
00:56sama sekali?
00:57Tidak bertemu sama sekali.
00:58Oke. Kita sistemnya pakai mapping, Pak.
01:01Mapping? Oke.
01:02Jadi kita taruh di tempat kita mau, nanti dipotol, terus di-papingnya dipakai map.
01:08Dititikin di situ, udah. Kita kasih tahu ke pembelinya.
01:11Ini barangnya di sini, posisinya kayak gini, barangnya bentuknya seperti ini.
01:14Saya biasanya pakai permen, Pak.
01:17Pakai permen?
01:17Permen r***** atau permen yang kayak semacamnya.
01:20Artinya dibungkus?
01:21Dibungkus.
01:22Dengan permen itu?
01:23Iya. Padahal itu masalah bu, Pak.
01:26Ada juga yang belakangan cukup ramai ini soal etomidate, yang masuk ke dalam cartridge, kemudian juga dimasukkan ke vape, dan
01:35diedarkan.
01:37Abang tahu modus ini?
01:38Kalau itu saya nggak ngerti, Pak.
01:40Karena bukan di ranah saya.
01:41Itu udah teman saya lagi yang beda itu.
01:43Tapi abang tahu modus itu ada?
01:45Ada.
01:46Dan teman abang salah satunya?
01:47Salah satunya teman saya.
01:48Tapi dia udah di dalam, Pak.
01:50Di dalam?
01:51Di LP Cipinang sekarang.
01:52Di LP Cipinang?
01:53Iya.
01:54Itu tangan kanannya, Pak.
01:55Dibu Diman.
01:56Tangan kanannya.
01:57Dia sama saya, Datuk.
02:01Artinya, abang juga berkoordinasi dengan narapidana di Lapas?
02:04Iya.
02:05Apakah narapidana itu juga mendistribusikan narkoba?
02:07Betul.
02:08Karena dia punya nomor HP yang tiap hari dia biasa sama dia.
02:13Biasanya bandarnya doang, yang dia tahu.
02:15Pengecernya dia nggak mau tahu.
02:17Jadi dia menghubungi saya aja, nggak yang lain.
02:20Dan di dalam itu juga handphone itu nyewa, Bang.
02:22Handphone nyewa?
02:24Nyewa, di dalam itu nyewa.
02:26Artinya, komunikasi di dalam Lapas, karena abang juga pernah ditahan di Lapas,
02:30narapidana yang menghindarkan narkoba itu bisa leluasa seperti itu?
02:33Bisa, Bang.
02:34Kalau di dalam Lapas tidak ada keterlibatan orang dalam, orang Lapas, nggak mungkin, Bang.
02:40Pasti ada.
02:41Karena handphone itu kan disewain sama mereka.
02:43Kita kan di dalam Lapas nggak boleh megang handphone, Bang.
02:45Apakah ada dugaan juga bahwa begitu lancarnya,
02:50bisnis narkoba ini, termasuk jaringan abang,
02:54mungkin abang pernah mendengar ada aparat atau pihak-pihak yang membekini?
02:59Kalau itu memang tetap ada, pasti ada, Bang.
03:07Sebenarnya sudah ada hukuman mati,
03:09tapi hukuman mati ini juga tidak kunjung memberikan efek jerah
03:13bagi para pelaku pengedar narkoba.
03:15Apa yang salah?
03:16Kalau yang sudah dihukum mati, kemudian tidak segera dieksekusi,
03:20maka dia akan terus mengendalikan jaringan ke bawah maupun jaringan ke atas.
03:31Sayang!
Komentar

Dianjurkan