00:03Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi, jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang
00:17backing penyeludupan, backing narkoba.
00:30Indonesia kerap menjadikan target jaringan peredaran narkoba. Darurat narkoba menjadi ancaman masa depan bagi generasi bangsa.
00:38Lonjakan angka penyalahgunaan narkoba menjadi sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan.
00:43Pemerintah mencatat estimasi jumlah warga di rentang usia 15 hingga 64 tahun yang menyalahgunakan narkoba meningkat.
00:51Dari 3,3 juta orang di tahun 2023 menjadi 5,4 juta orang di tahun 2025.
01:00Ironisnya rata-rata usia pertama kali seseorang mengkonsumsi narkoba adalah 18 tahun.
01:05Usia yang sangat rentan dalam masa peralihan remaja menuju dewasa.
01:10Tak hanya itu, data juga menunjukkan narkoba yang dikonsumsi pertama kali mayoritas diperoleh dari teman.
01:16Temuan ini membuktikan lingkungan bergaulan jadi pintu masuk paling rentan dalam pemakaian narkoba.
01:22Terlebih saat ini sindikat narkoba terus memperbarui modus peredaran narkoba dengan mengikuti gaya hidup anak muda.
01:28Salah satunya adalah menyusupkan zat etomidet ke dalam cairan rokok elektrik atau liquid vape.
01:34Padahal etomidet merupakan obat bius yang hanya boleh digunakan untuk keperluan medis.
01:39Etomidet bekerja pada sistem saraf dan dapat menimbulkan dampak serius jika disalahgunakan.
01:46Tak hanya di Oplos kecairan vepe, narkoba juga disembunyikan di balik bungkus jajanan anak untuk mengelabui polisi.
01:53Terbaru Polres Batubara Sumatera Utara berhasil mengungkap sindikat narkoba yang memasukkan sabu seberat 92 gram ke sejumlah bungkus jajanan anak.
02:02Kondisi darurat gurita narkoba diperparah dengan adanya keterlibatan aparat yang main mata dengan sindikat narkoba.
02:10Di Kalimantan Timur, mantan kasatres narkoba Polres Kutai Barat, Ajun Komisaris Deki Jonathan Sasiang ditangkep karena diduga berkomplot dengan caringan
02:19bandar narkoba bernama Ishak.
02:23Kasus serupa juga menyeret kasatres narkoba Polres Kutai Kartanegara, Ajun Komisaris Yohannes Bonar Adiguna.
02:29Ia diduga terlibat dalam pembelian etomidet senilai 500 juta rupiah.
02:35Selain pengungkapan kasus narkoba oleh polisi, Badan Narkotika Nasional bersama tim gabungan juga membongkar 5 jaringan sindikat narkotika nasional dan
02:43internasional dalam operasi sabu bersih sindikat narkoba yang berlangsung selama April hingga Mei 2026.
02:49Total yang bisa kita cita, sebanyak sabu 136,5 kilogram, ganjanya sebanyak 147 kilogram, etomidet sebanyak 1.200 mililiter.
03:05Kita berhasil menyita atau bisa menyelamatkan potensi penyalahguna sebanyak 353.312 jiwa.
03:14Kalau bicara dana masyarakat tadi, bicara ekonomis, bisa 211,4 miliar.
03:25Salah satu kasus yang berhasil diungkap BNN adalah terbongkarnya jaringan sabu jalur darat Aceh Bogor yang menyeret seorang oknum TNI
03:32yang diduga berperan sebagai pengedar narkoba.
03:35Dalam penyergapan pada 19 Mei 2026, petugas menemukan 29 bungkus teh Cina berisi 29 kilogram sabu yang disembunyikan di kompartemen
03:45belakang mobil.
03:47Bak lingkaran setan, redara narkoba justru makin subur lewat jaringan yang mengendalikan dari dalam lapas.
03:53Sejak itu bisa ditelusuri dari jaringan Freddy Budiman, salah satu gembong narkoba terbesar di Indonesia.
03:59Sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 2016 lalu, Freddy terlibat dalam kasus impor jutaan ekstasi yang ia kendalikan dari dalam lapas
04:08hingga membuat pabrik sabu di dalam LP Cipinan.
04:12Tak hanya Freddy Budiman, muncul pula pentolan sindikat narkoba bernama Freddy Pratama yang dikenal licin dan sulit ditangkap.
04:19Gembong narkoba ini buron sejak 2014 dan diduga masih aktif memasak narkoba dari Thailand ke Indonesia.
04:25Rentetan kasus peledaran narkoba jadi gambaran kondisi darurat obat-obatan terlarang tak bisa dihadapi oleh aparat semata.
04:33Pemberantasan bisnis haram ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman nyata narkotika.
04:46Setelah di hadapan sudah ada seorang pengedar narkoba yang juga pernah menjadi anak buah dari gembong narkoba Freddy Budiman yang
04:55kita tahu telah dihukum mati dan telah dieksekusi pada tahun 2016.
05:01Saya sudah bersama dengan Bang Arap.
05:02Bang Arap, terima kasih untuk waktunya Bang.
05:03Sama-sama.
05:04Saya izin konfirmasi dulu pertama betul abang pernah menjadi anak buah dari Freddy Budiman.
05:08Betul.
05:08Tepatnya tahun?
05:102010.
05:112010.
05:11Antara 2010.
05:12Saat ini abang masih mengedarkan narkoba?
05:14Saat ini masih, cuman bukan dari Pak Freddy Budiman, jadi dari pengedar lain.
05:22Dari pengedar lain?
05:23Dari bandar lain.
05:24Pernah ditangkap mungkin?
05:25Pernah, masuk lapas.
05:26Abang pernah dipenjara tetapi kembali mengedarkan narkoba?
05:29Abang tidak takut?
05:31Kalau takut itu pasti, Pak.
05:33Cuman kalau kita bicaranya kita aman sama-sama aman.
05:38Kasih yang sama kita aja juga aman, yaudah kita aman sama jalanan aja, sampai sekarang kok saya aman-aman aja.
05:42Artinya abang menseleksi orang yang membeli mungkin?
05:46Betul.
05:46Modusnya seperti apa? Bisa dijelaskan?
05:48Karena nggak sembarangan orang yang baru kenal saya, saya kasih nggak mungkin itu, Pak.
05:52Oke.
05:52Karena dalam pekerjaan kita ini sistemnya kepercayaan.
05:55Sistemnya kepercayaan?
05:56Kepercayaan sama-sama aman, sama-sama sehat.
05:58Kecuali saya harus kenal sama orang itu.
06:00Proses distribusinya mulai dari abang mengambil pasokannya dari mana, kemudian juga mengedarkannya seperti apa, hingga sampai ke tangan pembeli itu
06:09seperti apa alurnya?
06:11Kalau saya kan alurnya kita chatting lewat WA nih, Bang.
06:15Di akar saya.
06:17Saya kan pengedar, dia kan BD bandar.
06:18Ada bandarnya?
06:20Ada.
06:20Oke.
06:20Saya datang itu ada bandarnya, bandar baru ke gudang.
06:23Kita ada gudang ya, Bang.
06:24Ada gudang ya?
06:24Namanya gudang.
06:26Oke, gudang itu untuk menyimpan stok narkoba?
06:29Narkoba.
06:29Yang abang jual ini apa?
06:31Sabu, Bang.
06:32Sabu?
06:32Setelah itu kita negosiasi, nah dari bandar ini, dia dikasih kurir.
06:38Jadi kita ketemuan misalnya di pom bensin atau di tempat kayak restoran, dia motornya ditinggal.
06:47Dari bandar kemudian juga dari kurir, termasuk pengedar seperti abang ini, sampai ke pembeli narkoba, artinya model transaksinya tidak bertemu
06:57sama sekali?
06:57Tidak bertemu sama sekali.
06:59Kita sistemnya pakai mapping, Bang.
07:01Mapping?
07:02Oke.
07:03Jadi kita taruh di tempat kita mau, nanti dipotol, terus di-papingnya, dipakai map.
07:08Dititikin di situ, udah.
07:09Kita kasih tau ke pembelinya.
07:11Ini barangnya di sini, posisinya kayak gini, barangnya bentuknya seperti ini.
07:15Saya biasanya pakai permen, Bang.
07:17Pakai permen?
07:18Permen r***** atau permen yang kayak semacamnya.
07:21Artinya dibungkus?
07:22Dibungkus.
07:23Dengan permen itu?
07:24Iya.
07:25Padahal itu masalah bu, Bang.
07:26Ada juga yang belakangan cukup ramai, ini soal etomident.
07:31Yang masuk ke dalam cartridge, kemudian juga dimasukkan ke vape dan diedarkan.
07:38Abang tahu modus ini?
07:39Kalau itu saya nggak ngerti, Pak.
07:41Karena bukan di ranah saya, itu udah teman saya lagi yang beda itu.
07:43Tapi abang tahu modus itu ada?
07:46Ada.
07:47Dan teman abang salah satunya?
07:48Salah satunya saya, teman saya.
07:49Tapi dia udah di dalam, Bang.
07:50Di dalam?
07:51Di LP Cipinang sekarang.
07:53Di LP Cipinang?
07:54Iya.
07:55Itu tangan kanannya, Pn.D. Budiman.
07:57Tangan kanannya, dia sama saya ada tuh.
08:00Artinya, abang juga berkoordinasi dengan narapidana di Lapas?
08:05Iya.
08:05Apakah narapidana itu juga mendistribusikan narkoba?
08:08Betul.
08:09Karena dia punya nomor HP yang tiap hari dia biasa sama dia.
08:14Biasanya bandarnya doang, yang dia tahu.
08:16Pengecernya dia nggak mau tahu.
08:17Jadi dia menghubungi saya aja, nggak yang lain.
08:20Dan di dalam itu juga, handphone itu nyewa, Bang.
08:23Handphone nyewa?
08:24Nyewa, di dalam itu nyewa.
08:26Artinya, komunikasi di dalam Lapas, karena abang juga pernah ditahan di Lapas.
08:31Narapidana yang menghindarkan narkoba itu bisa leluasa seperti itu?
08:34Bisa, Bang.
08:35Kalau di dalam Lapas tidak ada keterlibatan orang dalam, orang Lapas, nggak mungkin, Bang.
08:41Pasti ada.
08:41Karena handphone itu kan disewain sama mereka.
08:43Kita kan di dalam Lapas nggak boleh megang handphone, Bang.
08:45Apakah ada dugaan juga, bahwa begitu lancarnya, bisnis narkoba ini, termasuk jaringan abang,
08:55Mungkin abang pernah mendengar ada aparat atau pihak-pihak yang membackingi?
09:00Kalau itu memang tetap ada, pasti ada, Bang.
09:08Sebenarnya sudah ada hukuman mati.
09:09Tapi hukuman mati ini juga tidak kunjung memberikan efek jerah bagi para pelaku pengedar narkoba.
09:15Apa yang salah?
09:16Kalau yang sudah dihukum mati, kemudian tidak segera dieksekusi,
09:21Maka dia akan terus mengendalikan jaringan ke bawah maupun jaringan ke atas.
Komentar