Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang pengedar narkoba berinisial A yang mengaku pernah menjadi anak buah gembong narkoba Freddy Budiman blak-blakan soal praktik peredaran narkoba yang masih ia jalani hingga saat ini.

A mengaku pernah bekerja di bawah jaringan Freddy Budiman pada tahun 2010.

Meski Freddy Budiman telah dieksekusi pada tahun 2016, Bang Arap mengaku dirinya masih tetap mengedarkan narkoba hingga sekarang. Namun, ia menyebut kini bekerja untuk bandar lain.

Ketika ditanya apakah dirinya pernah ditangkap aparat, Bang Arap mengaku pernah menjalani hukuman penjara.

Meski pernah dipenjara, A mengaku tetap kembali ke bisnis haram tersebut. Ia mengaku tetap memiliki rasa takut, namun memilih terus menjalankan aktivitasnya selama merasa aman.

Pengakuan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana jaringan pengedar narkoba tetap bertahan dan beroperasi meski aparat terus melakukan penindakan.

A juga membongkar modus yang digunakan pengedar untuk menghindari penyamaran aparat atau pembeli yang tidak dikenal. Ia mengaku melakukan seleksi terhadap calon pembeli.


Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0Srmt9VD3bY




#jakarta #narkobaberbahaya #jaringan








Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671122/eksklusif-anak-buah-freddy-budiman-blak-blakan-jaringan-narkoba-ungkap-modus-seleksi-pembeli
Transkrip
00:03Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi, jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang
00:17backing penyeludupan, backing narkoba.
00:30Indonesia kerap menjadikan target jaringan peredaran narkoba. Darurat narkoba menjadi ancaman masa depan bagi generasi bangsa.
00:38Lonjakan angka penyalahgunaan narkoba menjadi sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan.
00:43Pemerintah mencatat estimasi jumlah warga di rentang usia 15 hingga 64 tahun yang menyalahgunakan narkoba meningkat.
00:51Dari 3,3 juta orang di tahun 2023 menjadi 5,4 juta orang di tahun 2025.
01:00Ironisnya rata-rata usia pertama kali seseorang mengkonsumsi narkoba adalah 18 tahun.
01:05Usia yang sangat rentan dalam masa peralihan remaja menuju dewasa.
01:10Tak hanya itu, data juga menunjukkan narkoba yang dikonsumsi pertama kali mayoritas diperoleh dari teman.
01:16Temuan ini membuktikan lingkungan bergaulan jadi pintu masuk paling rentan dalam pemakaian narkoba.
01:22Terlebih saat ini sindikat narkoba terus memperbarui modus peredaran narkoba dengan mengikuti gaya hidup anak muda.
01:28Salah satunya adalah menyusupkan zat etomidet ke dalam cairan rokok elektrik atau liquid vape.
01:34Padahal etomidet merupakan obat bius yang hanya boleh digunakan untuk keperluan medis.
01:39Etomidet bekerja pada sistem saraf dan dapat menimbulkan dampak serius jika disalahgunakan.
01:46Tak hanya di Oplos kecairan vepe, narkoba juga disembunyikan di balik bungkus jajanan anak untuk mengelabui polisi.
01:53Terbaru Polres Batubara Sumatera Utara berhasil mengungkap sindikat narkoba yang memasukkan sabu seberat 92 gram ke sejumlah bungkus jajanan anak.
02:02Kondisi darurat gurita narkoba diperparah dengan adanya keterlibatan aparat yang main mata dengan sindikat narkoba.
02:10Di Kalimantan Timur, mantan kasatres narkoba Polres Kutai Barat, Ajun Komisaris Deki Jonathan Sasiang ditangkep karena diduga berkomplot dengan caringan
02:19bandar narkoba bernama Ishak.
02:23Kasus serupa juga menyeret kasatres narkoba Polres Kutai Kartanegara, Ajun Komisaris Yohannes Bonar Adiguna.
02:29Ia diduga terlibat dalam pembelian etomidet senilai 500 juta rupiah.
02:35Selain pengungkapan kasus narkoba oleh polisi, Badan Narkotika Nasional bersama tim gabungan juga membongkar 5 jaringan sindikat narkotika nasional dan
02:43internasional dalam operasi sabu bersih sindikat narkoba yang berlangsung selama April hingga Mei 2026.
02:49Total yang bisa kita cita, sebanyak sabu 136,5 kilogram, ganjanya sebanyak 147 kilogram, etomidet sebanyak 1.200 mililiter.
03:05Kita berhasil menyita atau bisa menyelamatkan potensi penyalahguna sebanyak 353.312 jiwa.
03:14Kalau bicara dana masyarakat tadi, bicara ekonomis, bisa 211,4 miliar.
03:25Salah satu kasus yang berhasil diungkap BNN adalah terbongkarnya jaringan sabu jalur darat Aceh Bogor yang menyeret seorang oknum TNI
03:32yang diduga berperan sebagai pengedar narkoba.
03:35Dalam penyergapan pada 19 Mei 2026, petugas menemukan 29 bungkus teh Cina berisi 29 kilogram sabu yang disembunyikan di kompartemen
03:45belakang mobil.
03:47Bak lingkaran setan, redara narkoba justru makin subur lewat jaringan yang mengendalikan dari dalam lapas.
03:53Sejak itu bisa ditelusuri dari jaringan Freddy Budiman, salah satu gembong narkoba terbesar di Indonesia.
03:59Sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 2016 lalu, Freddy terlibat dalam kasus impor jutaan ekstasi yang ia kendalikan dari dalam lapas
04:08hingga membuat pabrik sabu di dalam LP Cipinan.
04:12Tak hanya Freddy Budiman, muncul pula pentolan sindikat narkoba bernama Freddy Pratama yang dikenal licin dan sulit ditangkap.
04:19Gembong narkoba ini buron sejak 2014 dan diduga masih aktif memasak narkoba dari Thailand ke Indonesia.
04:25Rentetan kasus peledaran narkoba jadi gambaran kondisi darurat obat-obatan terlarang tak bisa dihadapi oleh aparat semata.
04:33Pemberantasan bisnis haram ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman nyata narkotika.
04:46Setelah di hadapan sudah ada seorang pengedar narkoba yang juga pernah menjadi anak buah dari gembong narkoba Freddy Budiman yang
04:55kita tahu telah dihukum mati dan telah dieksekusi pada tahun 2016.
05:01Saya sudah bersama dengan Bang Arap.
05:02Bang Arap, terima kasih untuk waktunya Bang.
05:03Sama-sama.
05:04Saya izin konfirmasi dulu pertama betul abang pernah menjadi anak buah dari Freddy Budiman.
05:08Betul.
05:08Tepatnya tahun?
05:102010.
05:112010.
05:11Antara 2010.
05:12Saat ini abang masih mengedarkan narkoba?
05:14Saat ini masih, cuman bukan dari Pak Freddy Budiman, jadi dari pengedar lain.
05:22Dari pengedar lain?
05:23Dari bandar lain.
05:24Pernah ditangkap mungkin?
05:25Pernah, masuk lapas.
05:26Abang pernah dipenjara tetapi kembali mengedarkan narkoba?
05:29Abang tidak takut?
05:31Kalau takut itu pasti, Pak.
05:33Cuman kalau kita bicaranya kita aman sama-sama aman.
05:38Kasih yang sama kita aja juga aman, yaudah kita aman sama jalanan aja, sampai sekarang kok saya aman-aman aja.
05:42Artinya abang menseleksi orang yang membeli mungkin?
05:46Betul.
05:46Modusnya seperti apa? Bisa dijelaskan?
05:48Karena nggak sembarangan orang yang baru kenal saya, saya kasih nggak mungkin itu, Pak.
05:52Oke.
05:52Karena dalam pekerjaan kita ini sistemnya kepercayaan.
05:55Sistemnya kepercayaan?
05:56Kepercayaan sama-sama aman, sama-sama sehat.
05:58Kecuali saya harus kenal sama orang itu.
06:00Proses distribusinya mulai dari abang mengambil pasokannya dari mana, kemudian juga mengedarkannya seperti apa, hingga sampai ke tangan pembeli itu
06:09seperti apa alurnya?
06:11Kalau saya kan alurnya kita chatting lewat WA nih, Bang.
06:15Di akar saya.
06:17Saya kan pengedar, dia kan BD bandar.
06:18Ada bandarnya?
06:20Ada.
06:20Oke.
06:20Saya datang itu ada bandarnya, bandar baru ke gudang.
06:23Kita ada gudang ya, Bang.
06:24Ada gudang ya?
06:24Namanya gudang.
06:26Oke, gudang itu untuk menyimpan stok narkoba?
06:29Narkoba.
06:29Yang abang jual ini apa?
06:31Sabu, Bang.
06:32Sabu?
06:32Setelah itu kita negosiasi, nah dari bandar ini, dia dikasih kurir.
06:38Jadi kita ketemuan misalnya di pom bensin atau di tempat kayak restoran, dia motornya ditinggal.
06:47Dari bandar kemudian juga dari kurir, termasuk pengedar seperti abang ini, sampai ke pembeli narkoba, artinya model transaksinya tidak bertemu
06:57sama sekali?
06:57Tidak bertemu sama sekali.
06:59Kita sistemnya pakai mapping, Bang.
07:01Mapping?
07:02Oke.
07:03Jadi kita taruh di tempat kita mau, nanti dipotol, terus di-papingnya, dipakai map.
07:08Dititikin di situ, udah.
07:09Kita kasih tau ke pembelinya.
07:11Ini barangnya di sini, posisinya kayak gini, barangnya bentuknya seperti ini.
07:15Saya biasanya pakai permen, Bang.
07:17Pakai permen?
07:18Permen r***** atau permen yang kayak semacamnya.
07:21Artinya dibungkus?
07:22Dibungkus.
07:23Dengan permen itu?
07:24Iya.
07:25Padahal itu masalah bu, Bang.
07:26Ada juga yang belakangan cukup ramai, ini soal etomident.
07:31Yang masuk ke dalam cartridge, kemudian juga dimasukkan ke vape dan diedarkan.
07:38Abang tahu modus ini?
07:39Kalau itu saya nggak ngerti, Pak.
07:41Karena bukan di ranah saya, itu udah teman saya lagi yang beda itu.
07:43Tapi abang tahu modus itu ada?
07:46Ada.
07:47Dan teman abang salah satunya?
07:48Salah satunya saya, teman saya.
07:49Tapi dia udah di dalam, Bang.
07:50Di dalam?
07:51Di LP Cipinang sekarang.
07:53Di LP Cipinang?
07:54Iya.
07:55Itu tangan kanannya, Pn.D. Budiman.
07:57Tangan kanannya, dia sama saya ada tuh.
08:00Artinya, abang juga berkoordinasi dengan narapidana di Lapas?
08:05Iya.
08:05Apakah narapidana itu juga mendistribusikan narkoba?
08:08Betul.
08:09Karena dia punya nomor HP yang tiap hari dia biasa sama dia.
08:14Biasanya bandarnya doang, yang dia tahu.
08:16Pengecernya dia nggak mau tahu.
08:17Jadi dia menghubungi saya aja, nggak yang lain.
08:20Dan di dalam itu juga, handphone itu nyewa, Bang.
08:23Handphone nyewa?
08:24Nyewa, di dalam itu nyewa.
08:26Artinya, komunikasi di dalam Lapas, karena abang juga pernah ditahan di Lapas.
08:31Narapidana yang menghindarkan narkoba itu bisa leluasa seperti itu?
08:34Bisa, Bang.
08:35Kalau di dalam Lapas tidak ada keterlibatan orang dalam, orang Lapas, nggak mungkin, Bang.
08:41Pasti ada.
08:41Karena handphone itu kan disewain sama mereka.
08:43Kita kan di dalam Lapas nggak boleh megang handphone, Bang.
08:45Apakah ada dugaan juga, bahwa begitu lancarnya, bisnis narkoba ini, termasuk jaringan abang,
08:55Mungkin abang pernah mendengar ada aparat atau pihak-pihak yang membackingi?
09:00Kalau itu memang tetap ada, pasti ada, Bang.
09:08Sebenarnya sudah ada hukuman mati.
09:09Tapi hukuman mati ini juga tidak kunjung memberikan efek jerah bagi para pelaku pengedar narkoba.
09:15Apa yang salah?
09:16Kalau yang sudah dihukum mati, kemudian tidak segera dieksekusi,
09:21Maka dia akan terus mengendalikan jaringan ke bawah maupun jaringan ke atas.
Komentar

Dianjurkan