Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap tren baru peredaran narkoba di Indonesia menggunakan cartridge vape berisi etomidate.

Modus tersebut dinilai semakin masif seiring meningkatnya penggunaan rokok elektrik di masyarakat.

Temuan itu diungkap langsung oleh Plt Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan sejumlah barang bukti narkoba di ruang penyimpanan khusus.

Ruang penyimpanan barang bukti tersebut hanya dapat diakses petugas tertentu.

BNN kini menyoroti maraknya penyelundupan cartridge vape berisi etomidate yang disebut sebagai tren baru narkoba. Menurutnya, BNN telah mengungkap puluhan ribu cartridge narkoba.

Roy menjelaskan cartridge tersebut tidak dapat digunakan sendiri dan harus dipasangkan dengan perangkat vape.

BNN juga memperlihatkan cartridge yang diduga diselundupkan dari luar negeri dan berisi etomidate.

Ia menjelaskan etomidate termasuk zat berbahaya yang masuk kategori tertentu dalam aturan narkotika.

Tak hanya cartridge berisi zat narkotika, cartridge kosong juga disebut masuk secara ilegal untuk kemudian diisi zat tertentu di Indonesia.

BNN menyebut cartridge tersebut dapat diisi berbagai zat berbahaya, termasuk THC atau ganja cair.

Maka, BNN telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar pengawasan terhadap vape diperketat.

Di dalam ruang penyimpanan, BNN memperlihatkan barang bukti sabu seberat 96 kilogram yang diungkap di Kalimantan Timur.

Sabu tersebut disamarkan menggunakan kemasan teh China untuk mengelabui petugas.

Namun Roy menegaskan, narkoba tersebut bukan berasal dari China, melainkan kawasan Golden Triangle.

BNN juga mengungkap jalur distribusi narkoba lintas daerah dari Aceh menuju Bogor melalui jalur darat.




Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0Srmt9VD3bY




#jakarta #narkobaberbahaya #jaringan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671119/bnn-bongkar-modus-baru-narkoba-vape-etomidate-puluhan-ribu-cartridge-disita-dipo-investigasi
Transkrip
00:0031 orang kesangka juga ada di sini?
00:02Ada.
00:02Oke, baik.
00:03Kita akan masuk, saudara.
00:06Ruang, waspati.
00:08Oke, dan ini pintunya khusus ya, Pak, ya?
00:11Ya, karena hanya pihak atau petugas yang tertentu yang bisa membuka ini.
00:16Dan tidak sembarang orang boleh masuk ke ruangan ini?
00:19Hanya petugasnya.
00:20Hanya petugas saja?
00:21Oke, baik.
00:22Dan ini ruang khusus ya.
00:24Dan juga tempat penyimpanannya ini khusus.
00:27Untuk ini salah satu barang buktinya, jenisnya?
00:30Sabu.
00:31Sabu?
00:31Sabu.
00:32Ini yang 96 kilo yang kita ungkap di Kalimantan Timur.
00:36Oke, saya izin lihat ya, Pak, ya?
00:37Boleh, boleh.
00:39Sabu ini, Pak?
00:40Ya, sabu.
00:40Nah, ini yang tadi saya bilang ada dari kemasan teh Cina.
00:45Nah, kalau yang ini adalah satu tempat atau wadah yang dipasukkan ke dalam sabu itu sendiri.
00:51Koper yang digunakannya.
00:52Nah, ini sudah kita keluarkan, sudah menjadi seperti ini.
00:54Pak Roy, saya izin boleh lihat isi dari koper ini, Pak?
00:57Boleh, boleh.
00:58Mungkin akan dibuka, ya?
00:59Tapi harus didampingi penyidik.
00:59Harus didampingi penyidik.
01:00Oke, silahkan.
01:01Penyidik yang buka.
01:02Kita buka sekarang, ya, kopinya, ya.
01:03Oke.
01:05Oke, akan dibuka, ya, secara langsung, sederhana oleh penyidik.
01:08Isi dari koper yang kemudian berhasil disita oleh BNN.
01:11Ini masih di segel.
01:12Masih di segel, ya?
01:13Oke.
01:18Yang besar, kan, ya?
01:19Oke.
01:20Saya izin lihat, ya?
01:21Oke, ini lebih jelas lagi, ya?
01:25Ini bisa ditunjukkan, ya?
01:26Ini sangat jelas sekali bahwa ini bungkus teh Cina, ya, Pak, ya?
01:29Yang tadi dijelaskan oleh Pak Roy.
01:31Saya akan coba pegang, ya, saudara, untuk memperlihatkan lebih jelas seperti apa bentuk, ya?
01:39Dari teh kemasan, ya, Pak, ya?
01:41Yang isinya adalah sabu.
01:44Boleh saya ambil, ya?
01:45Salah satu sebagai contoh.
01:47Oke.
01:49Dan ini adalah bentuknya, saudara, oke.
01:52Bisa dilihat ini memang karena produk Cina, ya, Pak, ya?
01:54Iya.
01:55Tulisannya pun seperti ini.
01:59Kalau lihat dari kemasannya, kan sebenarnya kemasan Cina.
02:01Tapi sebenarnya bukan berasal dari Cina, golden triangle tadi yang saya sampaikan, gitu.
02:06Oke.
02:06Kecuali tadi saya cerita bahwa cartridge yang kita sinta atau yang disudupkan itu secara ilegal itu, itu dari Cina, gitu
02:12loh.
02:13Tapi sebagian besar juga ada yang di luar dari Cina.
02:16Dan ini ada dua copper, ya?
02:19Iya.
02:20Kalau yang ini kemarin murni itu yang kita sinta dari Bogor, yang dibawa dari Aceh.
02:26Ada tiga tersangka yang kita ungkap, itu yang dibawa, kita survei dari Aceh, Langsa, sampai ke Bogor.
02:32Yang ini, Pak?
02:33Jadi melalui jalur darat, dia menggunakan mobil Pajero.
02:37Saya izin konfirmasi, apakah betul operasi tangkap tangan ataupun ketika BNN menyita barang bukti narkoba Aceh lintas Bogor,
02:47apakah betul salah satu tersangkanya adalah anggota dari TN Indonesia?
02:51Oknum, ya, kita sampaikan Oknum, ya.
02:53Oke.
02:53Oknum TN.
02:56Catridge ataupun mungkin yang biasa digunakan oleh publik, VAP ya, Pak, ya?
03:00Iya, VAP.
03:01Itu salah satu modus baru?
03:02Nah, itu tren baru, ya.
03:03Karena mungkin mengikuti lifestyle masyarakat Indonesia yang sekarang bergeser, nih.
03:07Dari perokok konvensional menuju ke perokok elektrik.
03:11Yang salah satu yang digunakan adalah VAP, tadi itu.
03:13Nah, nyata-nyatanya kita bisa ungkap hampir puluhan ribu catridge.
03:17Catridge kita bisa ungkap.
03:18Puluhan ribu catridge?
03:19Puluhan ribu catridge kita bisa ungkap.
03:20Catridge itu kan nggak bisa berdiri sendiri.
03:22Harus ada device pendukungnya.
03:24Salah satunya itu ada VAP.
03:25Jadi, ini beberapa sampel.
03:27Yang kita cita juga.
03:29Ini cita.
03:29Ini catridge yang ini, yang masuk diselundupkan.
03:33Yang isinya etomidate.
03:35Isinya etomidate?
03:36Etomidate.
03:37Itu etomidate itu adalah, jadi kalau di undang-undang narkotik itu masuk dalam golongan dua.
03:42Golongan dua.
03:43Dan ada dua jenis.
03:44Ini yang kosong dan sama isi etomidate.
03:46Yang kosong juga masuk secara ilegal.
03:48Nah, tetapi pada saat di sini, ini disuntik dengan jad-jad lain yang untuk masuk ke dalam adalah salah satunya,
03:56jad etomidate itu sendiri.
03:58Bahkan, ini jad bisa bukan cuma etomidate yang masuk.
04:02THC juga.
04:03Misalkan kayak ganja cair juga bisa masuk ke sini.
04:06Jadi, kalau kita mau lihat, ini ada contoh VAP yang secara legal ada.
04:13Tapi, kalau ini kita mau gabung.
04:15Ini kita buka ini.
04:17Digabungkan ke sini.
04:18Memang didesain khusus untuk bisa masuk nih.
04:21Dalam ini.
04:22Didesain masuk untuk ini.
04:23Jadi, semua catridge yang kita cita dimasukkan ke sini semua.
04:29Apakah ini juga yang kemudian membuat BNN merekomendasikan secara kuat agar VAP tidak dijual secara masyarakat?
04:35Ya, kita rekomendasi kok.
04:36Sebatas rekomendasi kepada khususnya Kementerian Kesehatan.
04:40Artinya, kalau sudah kita rekomendasikan, kita sayang kok sama masyarakat Indonesia ke depan seperti apa gitu.
04:45Dengan masa depan, masyarakat, dan terutama anak-anak kita, anak-anak bangsa yang ke depan.
04:49Kita nggak mau juga mereka nanti sampai tersusupi dengan pelaku-pelaku narkotika dengan menggunakan modus atau tren baru yang menggunakan
04:57ekatergi.
05:04Bisa, bang.
05:06Mungkin abang pernah mendengar ada aparat atau pihak-pihak yang membackingi?
05:11Kalau itu memang tetap ada, pasti ada, pak.
05:13Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan