00:04Pada Kamis 14 Mei 2025, rombongan Armada Kemanusiaan Global Sumut Flotila atau GSF 2.0
00:12berangkat dari pelabuhan Marmaris, Turki dengan membawa bantuan untuk warga Gaza, Palestina.
00:19Dalam misi tersebut terdapat 9 warga negara Indonesia atau WNI yang ikut serta,
00:25terdiri dari 5 aktivis kemanusiaan dan 4 jurnalis Indonesia.
00:30Empat hari kemudian, tepat pada Senin pagi 18 Mei 2026,
00:36Armada berada di perairan Internasional Laut Mediterania Timur,
00:40sekitar 167 km dari garis pantai Siprus.
00:46Saat itulah pasukan Angkatan Laut Israel melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal bantuan tersebut.
00:52Seluruh awak kapal termasuk 9 WNI kemudian ditangkap dan dibawah ke Israel.
00:58Perangkapan ini memicu perhatian publik internasional karena terjadi saat misi kemanusiaan menuju Gaza
01:04berlangsung di wilayah perairan internasional.
01:07Jadi tiap kapal itu dibuatkan semacam WhatsApp group gitu ya untuk dari pihak GPC itu akan terus mengupdate informasi.
01:23Nah, tadi pagi kami mendapat informasi bahwa terkandekan kami itu dibawa menuju Isdut atau Asdut gitu ya.
01:35Itu adalah kawasan di pesisir selatan Israel.
01:39Itu sekitar 40 km dari Gaza.
01:42Ini adalah pelabuhan terbesar di Israel.
01:45Dan biasanya memang intersepsi sebelumnya, penculikan sebelumnya itu para aktivis itu dibawa ke sana.
01:54Jadi sementara untuk kondisi sama sekali kami tidak dapat info.
02:00Hanya apa namanya mereka ini dibawa kemana.
02:07Soal berapa lama ini sebenarnya misi kedua mereka.
02:11Jadi tahun lalu di global sumut Flotila mereka ikut juga Abeng dan Todibadai atau Bambang ya.
02:20Nama aslinya Bambang.
02:21Itu sudah ikut sebenarnya misi sumut Flotila.
02:25Waktu itu dari Tunisia.
02:26Cuma waktu tahun lalu itu mereka tidak ikut berlayar.
02:32Lebih ke apa namanya, seremonial di daratan, pelatihan di daratan gitu ya.
02:39Liputan di daratan gitu ya.
02:41Dan waktu itu memang tidak dapat peluang untuk ikut berlayar.
02:49Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Kemlu RI merilis pernyataan resmi
02:54yang mengutuk keras tindakan pencegatan tersebut.
02:57Pemerintah Indonesia juga langsung berkoordinasi dengan perwakilan RI di Turki, Jordania, dan Mesir
03:04untuk memastikan kondisi serta keselamatan seluruh WNI
03:08yang berada dalam misi kemanusiaan tersebut.
03:11Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi
03:16terhadap relawan global sumut Flotila 2.0 yang dilakukan oleh Israel.
03:22Dan tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
03:27Tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi
03:30termasuk melalui negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel
03:35termasuk tim hukum atau sekretariat global sumut Flotila
03:39serta pihak-pihak lain yang dapat membantu memastikan keselamatan
03:44akses komunikasi dan proses pembebasan WNI.
03:49Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Permasyarakatan Indonesia
03:55Yusril Ihzah Mahendra
03:58sempat menyatakan bahwa pemerintah Indonesia mengalami kesulitan
04:01untuk bernegosiasi langsung dengan Israel
04:04terkait penanganan WNI yang ditahan
04:06karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
04:10Karena itu, pemerintah menempuh jalur hukum
04:13serta koordinasi internasional melalui negara-negara sahabat
04:17dan perwakilan RI di kawasan guna
04:20memastikan keselamatan dan perlindungan para WNI.
04:24Hari ini kita ketahui bahwa
04:27kita masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi kedua orang itu
04:30tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan sebuah hal-hal proaktif
04:34untuk mencari keberadaan yang akan membebaskan mereka
04:40karena kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel
04:42dan kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan PMP Trial
04:46tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik
04:50dan upaya-upaya hukum
04:51melalui batuan dari negara ketiga dan badan internasional
04:55untuk melindungi bagian negara kita yang diculik oleh negara Israel.
05:02Kamis 21 Mei 2026
05:05Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan resmi
05:09terkait proses pemulangan relawan mulai dilakukan melalui Istanbul-Turki.
05:14Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur
05:17menyampaikan bahwa 9 warga negara Indonesia
05:20yang ditangkap oleh militer Israel
05:22dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan
05:26yang tergabung dalam Global Sumut Flotilla 2.0
05:31saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel
05:36menuju Istanbul-Turki
05:39dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air.
05:42Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya
05:47kepada pemerintah Turki
05:49atas peran aktif dan dukungan penuh
05:53dalam memfasilitasi proses pemulangan ini.
05:58Perkembangan positif ini merupakan
06:00buah kerja keras
06:02dan koordinasi erat yang dilakukan pemerintah Indonesia
06:06secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0
06:12dan Kemlu RI melalui Direkturat Pelindungan WNI
06:18telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia
06:23termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Cairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istambul
06:34serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait
06:40guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.
06:46Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya
06:49atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan
06:55tindakan yang merendahkan martabat warga sipil
06:59dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius
07:02terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi.
07:08Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini
07:12hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat.
07:15Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia
07:21yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini
07:30dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya
07:36sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar.
07:40Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi 1 DPR RI yang terhormat
07:48serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu persatu
07:52tanpa mengurangi rasa hormat semua pihak sudah berupaya
07:57sehingga saudara-saudara kita dapat keluar dari wilayah Israel
08:04dan kita harap semoga segera kembali ke Indonesia dalam keadaan aman, sehat, dan tidak kurang saat apun.
08:12Terima kasih.
08:15Berdasarkan pemeriksaan panjang, otoritas tempat ke-9 WNI dinyatakan dalam kondisi aman
08:21dan tidak memiliki kaitan dengan organisasi teroris atau kriminal bersenjata.
08:27Meski dalam pemeriksaannya para WNI alami kekerasan seperti ditendang, dipukul, dan disetrum.
08:34Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
08:36Kami, Konsul Jendara Republik Indonesia di Istanbul
08:39Alhamdulillah, hari ini bersama-sama sembilan
08:43saudara-saudara kita yang bergabung dalam misi GSF
08:48Bukul Sumit Kutila
08:49telah bersama kami dalam kondisi sehat, melafiat
08:53walaupun mereka selama tinggal masak
08:56mengalami ketidakan musim
08:59ada yang ditendang, dipukul, satu, kristum.
09:02Nanti kami akan teruskan kekuangan saudara-saudara kita ke Tanah Air
09:09dalam kesempatan pertama. Terima kasih.
09:13Hingga akhirnya pada Minggu 24 Mei 2026
09:16kesembilan WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia
09:19dengan selamat dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang.
09:25Kami menyampaikan bahwa memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IOF itu nyata
09:31sangat keji, sangat brutal
09:33dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang
09:38sekitar 4 hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi.
09:41Banyak sekali yang mengalami cedera-cedera berat
09:44ketika kita ada di penjara dan seterusnya
09:46diperlakukan seperti hewan.
09:49Kami pun tidur di lantai yang tidak ada selimut,
09:54tidak ada dalam kondisi basah dan baju basah.
09:58Iya, jadi teman-teman, makasih sebelumnya.
10:01Jadi selama kita dibawa ke dalam tahanan kapal ya,
10:08selama 3 hari saya, 2 hari 3 malam,
10:11itu kita mengalami beberapa penyiksaan.
10:13Kalau saya bilang sih ada physical treatment juga,
10:16kita mengalami tekanan ya di situ,
10:19dimana setiap mereka mau melakukan sesuatu,
10:21mereka melempari kita granat kejut yang cukup keras juga.
10:26Dan terutama pada saat kita proses pindahan
10:29dari satu tempat ke tempat lain,
10:30itu benar-benar luar biasa.
10:32Kita harus nunduk,
10:33harus nunduk dan kita nggak boleh ngangkat kepala sedikit pun.
10:37Kita ngangkat kepala sedikit,
10:39ditendak, kul, ya seperti itu.
10:43Dan yang paling,
10:46jadi mereka tuh kayak menyiapkan bilik khusus ya,
10:49bilik khusus, jadi ada bilik khusus eksekusi,
10:52bisa dibilang bilik khusus eksekusi,
10:53jadi setiap kita mau berpindah ruangan,
10:55ada satu bilik khusus eksekusi,
10:57dimana kita dipukuli,
11:00terus kita ditendang,
11:01bahkan karena saya jatuh,
11:02saya sempat diinjak juga,
11:04dan saya sempat di sitrum juga beberapa kali.
11:08Begitu sih, kurang lebih.
11:09Ya, sempat di sitrum juga di bagian,
11:10apa namanya,
11:12badan, kaki, dan punggung saya.
11:15Seperti itu sih, kurang lebih.
11:20Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
11:24Satu langkah lebih dekat,
11:26satu langkah lebih mencerahkan.
11:28Saksikan Sapa Indonesia Pagi,
11:30di Kompas TV, channel 11,
11:32di televisi Anda.
11:34Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar