Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 ditangkap militer Israel saat membawa bantuan untuk warga Gaza, Palestina.

Rombongan armada tersebut berangkat dari Pelabuhan Marmaris, Turki, pada 14 Mei 2026, dengan membawa sejumlah aktivis kemanusiaan dan jurnalis internasional, termasuk 9 WNI yang terdiri dari 5 aktivis dan 4 jurnalis Indonesia.

Namun pada 18 Mei 2026, saat kapal berada di perairan internasional Laut Mediterania Timur dekat Siprus, pasukan Angkatan Laut Israel melakukan intersepsi dan menangkap seluruh awak kapal.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI langsung mengutuk keras tindakan pencegatan tersebut dan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan perwakilan RI di Turki, Yordania, dan Mesir untuk memastikan kondisi para WNI.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, juga mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kesulitan melakukan negosiasi langsung karena tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/670880/kronologi-9-wni-relawan-gaza-ditangkap-militer-israel-hingga-dipulangkan-ke-indonesia
Transkrip
00:04Pada Kamis 14 Mei 2025, rombongan Armada Kemanusiaan Global Sumut Flotila atau GSF 2.0
00:12berangkat dari pelabuhan Marmaris, Turki dengan membawa bantuan untuk warga Gaza, Palestina.
00:19Dalam misi tersebut terdapat 9 warga negara Indonesia atau WNI yang ikut serta,
00:25terdiri dari 5 aktivis kemanusiaan dan 4 jurnalis Indonesia.
00:30Empat hari kemudian, tepat pada Senin pagi 18 Mei 2026,
00:36Armada berada di perairan Internasional Laut Mediterania Timur,
00:40sekitar 167 km dari garis pantai Siprus.
00:46Saat itulah pasukan Angkatan Laut Israel melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal bantuan tersebut.
00:52Seluruh awak kapal termasuk 9 WNI kemudian ditangkap dan dibawah ke Israel.
00:58Perangkapan ini memicu perhatian publik internasional karena terjadi saat misi kemanusiaan menuju Gaza
01:04berlangsung di wilayah perairan internasional.
01:07Jadi tiap kapal itu dibuatkan semacam WhatsApp group gitu ya untuk dari pihak GPC itu akan terus mengupdate informasi.
01:23Nah, tadi pagi kami mendapat informasi bahwa terkandekan kami itu dibawa menuju Isdut atau Asdut gitu ya.
01:35Itu adalah kawasan di pesisir selatan Israel.
01:39Itu sekitar 40 km dari Gaza.
01:42Ini adalah pelabuhan terbesar di Israel.
01:45Dan biasanya memang intersepsi sebelumnya, penculikan sebelumnya itu para aktivis itu dibawa ke sana.
01:54Jadi sementara untuk kondisi sama sekali kami tidak dapat info.
02:00Hanya apa namanya mereka ini dibawa kemana.
02:07Soal berapa lama ini sebenarnya misi kedua mereka.
02:11Jadi tahun lalu di global sumut Flotila mereka ikut juga Abeng dan Todibadai atau Bambang ya.
02:20Nama aslinya Bambang.
02:21Itu sudah ikut sebenarnya misi sumut Flotila.
02:25Waktu itu dari Tunisia.
02:26Cuma waktu tahun lalu itu mereka tidak ikut berlayar.
02:32Lebih ke apa namanya, seremonial di daratan, pelatihan di daratan gitu ya.
02:39Liputan di daratan gitu ya.
02:41Dan waktu itu memang tidak dapat peluang untuk ikut berlayar.
02:49Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Kemlu RI merilis pernyataan resmi
02:54yang mengutuk keras tindakan pencegatan tersebut.
02:57Pemerintah Indonesia juga langsung berkoordinasi dengan perwakilan RI di Turki, Jordania, dan Mesir
03:04untuk memastikan kondisi serta keselamatan seluruh WNI
03:08yang berada dalam misi kemanusiaan tersebut.
03:11Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi
03:16terhadap relawan global sumut Flotila 2.0 yang dilakukan oleh Israel.
03:22Dan tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
03:27Tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi
03:30termasuk melalui negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel
03:35termasuk tim hukum atau sekretariat global sumut Flotila
03:39serta pihak-pihak lain yang dapat membantu memastikan keselamatan
03:44akses komunikasi dan proses pembebasan WNI.
03:49Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Permasyarakatan Indonesia
03:55Yusril Ihzah Mahendra
03:58sempat menyatakan bahwa pemerintah Indonesia mengalami kesulitan
04:01untuk bernegosiasi langsung dengan Israel
04:04terkait penanganan WNI yang ditahan
04:06karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
04:10Karena itu, pemerintah menempuh jalur hukum
04:13serta koordinasi internasional melalui negara-negara sahabat
04:17dan perwakilan RI di kawasan guna
04:20memastikan keselamatan dan perlindungan para WNI.
04:24Hari ini kita ketahui bahwa
04:27kita masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi kedua orang itu
04:30tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan sebuah hal-hal proaktif
04:34untuk mencari keberadaan yang akan membebaskan mereka
04:40karena kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel
04:42dan kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan PMP Trial
04:46tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik
04:50dan upaya-upaya hukum
04:51melalui batuan dari negara ketiga dan badan internasional
04:55untuk melindungi bagian negara kita yang diculik oleh negara Israel.
05:02Kamis 21 Mei 2026
05:05Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan resmi
05:09terkait proses pemulangan relawan mulai dilakukan melalui Istanbul-Turki.
05:14Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur
05:17menyampaikan bahwa 9 warga negara Indonesia
05:20yang ditangkap oleh militer Israel
05:22dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan
05:26yang tergabung dalam Global Sumut Flotilla 2.0
05:31saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel
05:36menuju Istanbul-Turki
05:39dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air.
05:42Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya
05:47kepada pemerintah Turki
05:49atas peran aktif dan dukungan penuh
05:53dalam memfasilitasi proses pemulangan ini.
05:58Perkembangan positif ini merupakan
06:00buah kerja keras
06:02dan koordinasi erat yang dilakukan pemerintah Indonesia
06:06secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0
06:12dan Kemlu RI melalui Direkturat Pelindungan WNI
06:18telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia
06:23termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Cairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istambul
06:34serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait
06:40guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.
06:46Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya
06:49atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan
06:55tindakan yang merendahkan martabat warga sipil
06:59dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius
07:02terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi.
07:08Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini
07:12hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat.
07:15Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia
07:21yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini
07:30dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya
07:36sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar.
07:40Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi 1 DPR RI yang terhormat
07:48serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu persatu
07:52tanpa mengurangi rasa hormat semua pihak sudah berupaya
07:57sehingga saudara-saudara kita dapat keluar dari wilayah Israel
08:04dan kita harap semoga segera kembali ke Indonesia dalam keadaan aman, sehat, dan tidak kurang saat apun.
08:12Terima kasih.
08:15Berdasarkan pemeriksaan panjang, otoritas tempat ke-9 WNI dinyatakan dalam kondisi aman
08:21dan tidak memiliki kaitan dengan organisasi teroris atau kriminal bersenjata.
08:27Meski dalam pemeriksaannya para WNI alami kekerasan seperti ditendang, dipukul, dan disetrum.
08:34Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
08:36Kami, Konsul Jendara Republik Indonesia di Istanbul
08:39Alhamdulillah, hari ini bersama-sama sembilan
08:43saudara-saudara kita yang bergabung dalam misi GSF
08:48Bukul Sumit Kutila
08:49telah bersama kami dalam kondisi sehat, melafiat
08:53walaupun mereka selama tinggal masak
08:56mengalami ketidakan musim
08:59ada yang ditendang, dipukul, satu, kristum.
09:02Nanti kami akan teruskan kekuangan saudara-saudara kita ke Tanah Air
09:09dalam kesempatan pertama. Terima kasih.
09:13Hingga akhirnya pada Minggu 24 Mei 2026
09:16kesembilan WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia
09:19dengan selamat dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang.
09:25Kami menyampaikan bahwa memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IOF itu nyata
09:31sangat keji, sangat brutal
09:33dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang
09:38sekitar 4 hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi.
09:41Banyak sekali yang mengalami cedera-cedera berat
09:44ketika kita ada di penjara dan seterusnya
09:46diperlakukan seperti hewan.
09:49Kami pun tidur di lantai yang tidak ada selimut,
09:54tidak ada dalam kondisi basah dan baju basah.
09:58Iya, jadi teman-teman, makasih sebelumnya.
10:01Jadi selama kita dibawa ke dalam tahanan kapal ya,
10:08selama 3 hari saya, 2 hari 3 malam,
10:11itu kita mengalami beberapa penyiksaan.
10:13Kalau saya bilang sih ada physical treatment juga,
10:16kita mengalami tekanan ya di situ,
10:19dimana setiap mereka mau melakukan sesuatu,
10:21mereka melempari kita granat kejut yang cukup keras juga.
10:26Dan terutama pada saat kita proses pindahan
10:29dari satu tempat ke tempat lain,
10:30itu benar-benar luar biasa.
10:32Kita harus nunduk,
10:33harus nunduk dan kita nggak boleh ngangkat kepala sedikit pun.
10:37Kita ngangkat kepala sedikit,
10:39ditendak, kul, ya seperti itu.
10:43Dan yang paling,
10:46jadi mereka tuh kayak menyiapkan bilik khusus ya,
10:49bilik khusus, jadi ada bilik khusus eksekusi,
10:52bisa dibilang bilik khusus eksekusi,
10:53jadi setiap kita mau berpindah ruangan,
10:55ada satu bilik khusus eksekusi,
10:57dimana kita dipukuli,
11:00terus kita ditendang,
11:01bahkan karena saya jatuh,
11:02saya sempat diinjak juga,
11:04dan saya sempat di sitrum juga beberapa kali.
11:08Begitu sih, kurang lebih.
11:09Ya, sempat di sitrum juga di bagian,
11:10apa namanya,
11:12badan, kaki, dan punggung saya.
11:15Seperti itu sih, kurang lebih.
11:20Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
11:24Satu langkah lebih dekat,
11:26satu langkah lebih mencerahkan.
11:28Saksikan Sapa Indonesia Pagi,
11:30di Kompas TV, channel 11,
11:32di televisi Anda.
11:34Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan