Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Video Lengkap

BERDAMAI DENGAN PEMILIK KEHIDUPAN
https://dai.ly/xa9ja2c
Transkrip
00:00Saudara juga begitu, ayo berlatih.
00:03Ingat kita di hadapan Tuhan.
00:05Nanti ada saja hal yang membuat saudara marah, memancing emosi.
00:10Nah itu cara-cara Allah untuk membunuh temperamen manusia lamamu.
00:15Yaitu ketika Tuhan memberikan Anda rangsang untuk berbuat dosa.
00:21Saudara memilih tidak, itu menyenangkan hati Tuhan.
00:29Kalau kita mau menyenangkan orang, kita berpikir ya, apa yang bisa saya berikan ke orang itu.
00:36Oh, dia suka makan makanan ini, kita belikan.
00:39Bagaimana kita bisa menyenangkan Tuhan?
00:43Ternyata dari pihak Tuhan dulu, bukan dari pihak kita.
00:47Saya ulangi, kalau saya misalnya ingin menyenangkan orang, saya mesti tahu apa yang disukai orang itu.
00:52Oke, saya beli sesuatu, saya buat sesuatu, saya beli dia.
00:58Tapi untuk menyenangkan Tuhan itu bukan berangkat dari diri kita, dari diri Tuhan.
01:03Dari Tuhan, Tuhan membuat masalah.
01:06Tuhan mengumpan kita, dalam tanda kutip, mengumpan dengan dosa.
01:11Tuhan mengizinkan iblis mencobai kita, dengan berbagai kesempatan untuk melampiaskan kemarahan, mengangkat diri, dan atau dosa-dosa lain.
01:24Nah, saat seperti itulah kesempatan menyenangkan Tuhan.
01:27Jadi kita harus tahu, ketika kita disodori sesuatu, di mana kita bisa memuaskan daging kita.
01:37Itu kesempatan menyenangkan Tuhan, ketika kita memilih tidak melakukan apa yang salah.
01:47Jadi jangan, saudara, menyalahkan orang ketika saudara pulang ke rumah, lalu istri atau suami atau anak atau orang tua melakukan
01:58sesuatu.
01:59Lalu saudara jadi marah, banting-banting barang.
02:01Lalu saudara berkata, saya baru pulang dari gereja.
02:05Baru pulang nih, gara-gara, lu gua bikin dosa.
02:12Bodoh.
02:15Tuhan memberi kesempatan berbuat, Tuhan memberi kesempatan, Tuhan mengizinkan kalimat yang penting.
02:23Mengizinkan Anda punya kesempatan berbuat dosa.
02:27Tetapi itu kesempatan menyenangkan Allah, jika kita menolak.
02:31Amin.
02:33Boleh tepuk tangan.
02:38Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, dan terus.
02:42Bisa banyak dan makin berat.
02:46Rangsangannya makin berat.
02:49Tapi kalau kita punya komitmen, saudara, percaya.
02:53Kalau sudah punya tekat, itu benar.
02:56Saya tukang makan, saudara.
02:58Sudah kelihatan dari badannya.
03:02Dan saya tahu tempat-tempat makan apa yang enak.
03:06Tetapi kalau sudah niat puasa, itu enggak ada lapar.
03:11Atau kalau lapar itu, bisa kita lewati dengan mudah.
03:15Tekat.
03:19Jadi kalau saudara sudah tidak punya tekat, enggak bisa.
03:24Tekat hidup suci.
03:25Tekat tidak melukai Tuhan.
03:27Maka kita bisa.
03:29Cuma jangan lupa, ini masalahnya.
03:32Karena lima menit sadar, lima menit jangan sadar.
03:35Tapi kalau dilatih itu, nanti tanpa berpikir.
03:39Seperti tadi saya cerita soal mengendara apa?
03:41Mobil.
03:43Seperti.
03:44Berenang.
03:45Nyemplung ke air.
03:46Enggak usah pikir.
03:47Teori renang gimana?
03:49Jelup.
03:54Tidak perlu, otomatis.
03:57Main musik itu juga tangan seperti punya mata.
04:01Semua harus dilatih.
04:03Juga kesucian, saudara.
04:05Saudara akan bisa mengalami ini.
04:08Nah, berdamai dengan pemilih kehidupan.
04:11Itu bukan hanya secara teori kita mengerti dan mengakui hal tersebut.
04:18Yesus mati di kayu salib, memperdamaikan kita.
04:24Tetapi kita harus hidup di dalam kebenaran atau dalam doktrin yang benar itu.
04:34Berdamai bukan teori.
04:37Berdamai itu pengalaman.
04:40Amin.
04:41Sebab Tuhan bukan secarik kertas.
04:44Yang diatasnya ada doktrin-doktrin tentang Tuhan.
04:49Dia Allah yang hidup.
04:51Yang harus dicumpai dan dialami.
04:58Karenanya kita berurusan dengan Tuhan itu tidak mudah.
05:02Karena Allah punya standar kekudusan itu tinggi.
05:05Sedang kita ada di dalam hukum.
05:07Kita ada di dalam hukum dosa.
05:11Kita di bawah.
05:16Kita di bawah hukum dosa.
05:19Tapi kalau kita latih.
05:23Sementara Tuhan akan membukakan rahasia-rahasia kebenarannya.
05:30Memberikan kita kecerdasan rohani untuk
05:34Bisa memiliki kepekaan terhadap pikiran perasaan Tuhan.
05:40Kita membunuh keinginan-keinginan daging.
05:43Melalui peristiwa-peristiwa hidup yang Tuhan izinkan kita alami.
05:52Kenapa hidup begitu sulit saudaraku?
05:56Karena kita tidak berdamai dengan Allah secara benar.
06:00Kalau anak dunia tidak perlu mempersoalkan ini.
06:04Karena memang sirkuitnya beda.
06:12Dia punya sirkuit sendiri.
06:15Punya sirkuit sendiri dan itu tidak perlu kita persoalkan.
06:20Kita punya sirkuit yang diracut Tuhan terus setiap hari.
06:26Sampai membentuk satu gambaran hidup yang indah.
06:36Kita harus berurusan dengan Allah.
06:39Dan Tuhan Allah Bapak memberikan rohnya.
06:44Memberi kita pengertian kecerdasan rohani.
06:47Bisa melihat apakah anda Allah memiliki kepekaan terhadap pikiran dan perasaan Tuhan.
06:54Sementara Tuhan mengizinkan kejadian-kejadian terjadi dalam hidup kita setiap hari.
07:01Di situ kita menyalipkan daging kita.
07:05Itu yang namanya menyangkal diri.
07:08Menyangkal diri itu bukan tujuan.
07:10Jangan salah.
07:11Menyangkal diri itu sarana.
07:13Tujuannya Tuhan.
07:14Beri tepuk tangan.
07:19Menyangkal diri itu bukan tujuan.
07:21Itu sarana Allah.
07:23Dan penyangkalan diri bisa terjadi atau berlangsung ketika ada impuls.
07:30Ada rangsang.
07:31Dosa.
07:34Lalu kita bertarung antara kehendak kita sendiri atau kehendak Allah.
07:39Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
07:41Dan bahkan makin berat.
07:43Kalau kita punya komitmen benar-benar mau hidup suci.
07:47Mau menyenangkan Tuhan.
07:48Kita bisa melakukan sampai jadi irama.
07:55Sudara paham yang saya maksud?
07:57Sudara paham yang saya maksud?
07:59Sudara harus berlatih.
08:03Mulai dari sekarang, sudara.
08:06Ketika sudara pulang dari gereja ini.
08:08Sudara mulai menerapkan,
08:12mengamalkan firman yang sudah dengar saat ini.
08:15Saya sedang mengamalkan terus.
08:18Jatuh, bangun.
08:21Jatuh, bangun.
08:23Jatuh, bangun.
08:23Ada saja salah yang saya lakukan.
08:26Bukan kesalahan moral besar.
08:29Tetapi ketidaktepatan-ketidaktepatan yang itu mestinya tidak saya lakukan.
08:37Jadi kalau ibarat orang belajar memanah,
08:41sudara meleset.
08:43Sudara masih meleset 30 cm, masih tidak masalah.
08:47Kalau saya meleset 30 cm, sudah keterlaluan.
08:50Meleset saya harus sudah 5 cm, paling tidak.
08:53Paham, sudara?
08:54Ketika sudara masih muda, sudara belum mampu memahami standar kesucian Allah.
09:01Sehingga Anda tidak punya ketepatan melakukan genda Allah.
09:04Melesetnya masih 30 cm, 50 cm atau setengah meter.
09:09Tuhan masih memaklumi.
09:11Tapi makin tua, kita harus makin akurat.
09:14Mengerti genda Allah, apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.
09:18Ya, Roma pasal 12, ayat yang kedua.
09:23Sudara mau belajar, berlatih?
09:28Katakan amin.
09:29Orang-orang muda, kalian bersyukur kalau sejak muda sudah berlatih ini.
09:34Sebab kalau Anda tidak berlatih ini, Anda terlambat.
09:39Terlambat.
09:41Seperti dialog saya dengan seseorang hari ini.
09:44Ketika dia menceritakan keluarga atau familinya yang kaya.
09:48Saya tidak anti orang kaya, sudara.
09:51Kebetulan saya kenal.
09:54Aktivis ini punya keluarga besarnya.
09:58Salah satu keluarga besarnya.
10:00Yang umurnya juga sudah seumur saya ini.
10:03Lalu berkata, kita sudah tua ya, mau cari apa lagi ya.
10:08Dijawab oleh pelayan Tuhan Rehobot.
10:11Kita mesti mencari Tuhan.
10:14Iya sih.
10:16Lalu ketika dia cerita, saya bukan mendahului Tuhan atau menghakimi.
10:22Saya merasa harus menyampaikan satu kalimat kepada pelayan Tuhan yang mengatakan kita harus mencari Tuhan.
10:30Saya katakan, tapi dia sudah terlambat.
10:35Tapi dia sudah terlambat.
10:38Bukan berarti dia akan masuk neraka.
10:42Jangan salah.
10:44Ketepatan dia untuk hidup menurut ganda Allah dengan usia seperti ini baru sadar mencari Tuhan.
10:50Sudah sulit.
10:52Waktu yang panjang dia hidup dalam percintaan dunia.
10:56Baru setelah hari tuanya sadar mau cari apa.
10:59Sudah kaya, sudah punya ini, punya itu.
11:01Ternyata masih ada kekosongan dalam jiwanya.
11:05Dan dia sadar, syukur dia sadar.
11:08Mungkin juga karena hamba Tuhan ini sering dialog dan mulai memberikan verman.
11:14Dan itu yang bisa memunculkan kehausan dalam dirinya terhadap Tuhan.
11:20Tetapi dengan usia yang sudah lanjut, baru sadar mau mencari Tuhan, terlambat sudara.
11:28Mau bagaimanapun sulit.
11:31Seperti begini, kalau sudara punya asisten rumah tangga, lulusan SD.
11:40Bukan tidak bisa bekerja, bisa.
11:43Tapi terbatas.
11:45Mau belajar bagaimana, tidak mungkin Anda bawa ke kantor jadi sekretaris.
11:50Paham maksudnya ya?
11:53Tidak bisa, kecuali masih muda.
11:55Lalu Anda latih.
11:57Kalau dia sudah mencumul 45-50 tahun jadi asisten rumah tangga.
12:01Sekian tahun hidup dengan cara berpikir yang tidak akademis.
12:06Sulit.
12:07Sulit, saudaraku.
12:09Nah, ini paralel.
12:11Paralel.
12:12Ini paralel.
12:15Dengan kehidupan rohani.
12:16Atau bisa dijadikan analogi.
12:20Jadi kalau sekarang kita sadar akan hal ini, kita harus berubah.
12:29Jangan, saudara mendengar khutbah ini, saudara amin, tapi Anda tidak punya langkah.
12:38Ibarat kertas Anda punya lipatan, tahu lipatannya.
12:41Dibuka begini, ngelipat lagi.
12:45Kalau sudah lama lipatannya susah.
12:48Membuat hilang lipatan itu.
12:50Atau kalau pembantu rumah tangga salah.
12:54Ini.
12:55Membuat garis bertahun-tahun.
12:59Lalu Anda membuat garis baru.
13:01Kadang-kadang tidak mudah.
13:02Sudah diberi air, buasa kuyuk.
13:05Tetap kelihatan lipatan itu.
13:08Oke.
13:09Amin, saudara.
13:10Lipatan.
13:11Nah, bagaimana membuat lipatan baru?
13:14Harus sedini mungkin.
13:16Sedini mungkin.
13:18Dan kalau Tuhan masih memberi kesempatan kita berubah.
13:23Berjuanglah untuk berubah.
13:27Saudara tahu enggak?
13:28Saya ngomong nih.
13:30Kita itu kan sering otomatis jok begini.
13:32Otomatis bertindak begini.
13:34Otomatis ngomong begini.
13:35Itu lipatan.
13:39Ditabrak dikit.
13:41Anjing.
13:42Lipatan.
13:43Nah, ini contoh yang agak ekstrim ya.
13:47Banyak hal.
13:48Lihat sesuatu gitu.
13:50Coba kalau pria-pria yang hidung belang.
13:54Bukan hidungnya ada belangnya.
13:55Hidungnya tetap biasa.
13:57Tapi hatinya belang.
13:58Dia lihat wanita cantik.
14:01Cara mandangnya bisa berubah.
14:03Karena dia punya lipatan begitu.
14:08Atau wanita-wanita yang memang nakal.
14:11Ya.
14:12Pelakor misalnya.
14:15Dia lihat pria yang tajir kelihatannya.
14:20Seperti singa melihat kijang.
14:24Bisa diterkam ini.
14:26Ini lipatan.
14:27Ini contoh.
14:28Dan contoh ini terlalu ekstrim ya.
14:31Jarang ya.
14:33Walaupun ada ya.
14:34Tapi dalam banyak hal.
14:37Kalau saudara sudah bertahun-tahun hidup dalam karakter sifat materialistis.
14:44Itu cara memandang uang.
14:46Itu berbeda.
14:49Paham ya?
14:51Kita beri tepuk tangan untuk kebenaran ini.
14:54Harus diubah.
14:57Harus diubah.
15:00Dan itu harus kita perjuangkan mulai sekarang.
15:03Saudaraku.
15:05Jadi untuk tidak serupa dengan dunia.
15:08Roma 12 E 2.
15:09Janganlah serupa dengan dunia ini.
15:11Tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu.
15:14Sehingga kau mengerti genda Allah.
15:16Apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
15:19Itu perlu perjuangan.
15:23Perjuangan.
15:24Perjuangan.
15:26Yuk kita berubah.
15:29Semua katakan, aku mau berubah.
15:32Aku mau berubah.
15:35Aku bisa berubah.
15:40Buatlah sesuatu yang baru dalam hidupku.
15:53Buatlah sesuatu yang baru dalam hidupku.
16:01Buatlah, buatlah sesuatu yang baru dalam hidupku.
16:15Bapak kami di dalam sorga.
16:19Bapak kami di dalam sorga.
16:22Bapak kami di dalam sorga.
16:23Bapak kami di dalam hidupku.
16:27Hanya kau Tuhan.
16:31Hanya kau Tuhan.
16:34Makilo shino ase.
16:37Masino akamata rasala.
16:39Masino akamata rasala.
16:47Oleh kuasa roh suci hidup di bawahku.
16:57Lawatlah aku Tuhan.
17:02Lawatlah aku Tuhan.
17:09Di tempat ini.
17:14Jamahlah aku.
17:22Sekarang ini.
17:25Sekarang ini.
17:28Tuhan jamahlah aku.
17:34Tuhan jamahlah aku.
17:37Tuhan jamahlah aku jadi baru.
17:44Bisa lawat nasi aku.
17:47Tuhan jamahlah aku jadi baru.
18:00Assalamualaikum.
18:01Terima kasih.

Dianjurkan