00:00Dan ini pasti akan memberkati saudara.
00:05Saudaraku sekalian,
00:08khutbah saya hari ini itu lanjutan dari khutbah saya minggu lalu.
00:13Minggu lalu saya berbicara mengenai percaya.
00:16Percaya memiliki tiga dimensi atau tiga aspek.
00:21Yang pertama, percaya terkait dengan pengakuan terhadap keberadaan Allah.
00:26Yang kedua, percaya terkait dengan pengenalan akan Allah.
00:32Bagaimana Allah itu supaya kita bisa menempatkan diri kita benar di hadapannya
00:37dan menempatkan dia secara patut dan layak.
00:42Yang ketiga, percaya terkait dengan keselamatan.
00:46Dan ini yang saya jelaskan sejak tadi pagi,
00:49yang tadi summary-nya secara ringkas sekali sudah saya kemukakan.
00:55Harus saya tegaskan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus itu
00:59bukan hanya menyangkut aktivitas pikiran.
01:03Biasanya meyakini bahwa Yesus anak Allah datang ke dunia,
01:07mati di kayu salib, menembus dosa kita.
01:10That's it.
01:11Itu percaya secara historis.
01:18Percaya historis.
01:21Itu juga sama dengan menerima status.
01:26Status Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
01:31Percaya dari kata Pistewo artinya kita menyerahkan diri kepada obyek yang kita percayai.
01:39Pistewo.
01:40Menyerahkan diri kepada obyek tertentu atau seseorang yang dipercayai.
01:45Kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus berarti kita menyerahkan diri.
01:52Bukan hanya meyakini historinya.
01:59Itu iman historis itu tidak menyelamatkan.
02:04Atau sekedar mengakui statusnya.
02:07Ini rata-rata orang Kristen kalau sudah merasa mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat masuk surga.
02:17Kalau saya boleh mengucapkan kalimat dan saya harus hati-hati.
02:20Tetapi saya meyakini ini benar.
02:24Tuhan tidak butuh pengakuan itu.
02:27Pengakuan status itu.
02:29Buktinya apa?
02:30Di Matius pasal 7 ayat 21 sampai 23 Tuhan berkata.
02:37Untuk apa atau mengapa kamu mau manggil aku Tuhan-Tuhan tapi kamu tidak melakukan kehendak Bapak.
02:45Ini sama dengan penjelasan saya pada waktu minggu lalu.
02:50Mempercayai Allah itu ada untuk apa?
02:55Allah tidak membutuhkan hanya diyakini dia ada, dia esah.
03:01Tambahan esah itu sebenarnya menunjukkan agama Samawi yang meyakini bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah dia.
03:13Kalau dalam konteks Kristen dan Yahudi, kenal Yahweh itu pencipta langit dan bumi.
03:19Tahu dia ada, tapi itu tidak dibutuhkan.
03:22Itu seperti tubuh tanpa roh, mati saudaraku.
03:31Iman itu bukan hanya menyangkut keyakinan tentang keberadaan Allah.
03:36Tetapi juga relasi atau hubungan antara subyek kita yang percaya dan Allah.
03:43Obyek yang kita percayai.
03:46Setan juga percaya gemetar.
03:48Tetapi relasinya sebagai oposan musuh.
03:54Tetapi kita
03:58Submit tunduk seperti Abraham, suruh apapun dia lakukan.
04:03Mempersembahkan anaknya isah pun,
04:06Anak kesayangannya, dia lakukan.
04:09Jadi relasinya itu begitu rupa, saudaraku.
04:17Dan ini sudah ada catat baik-baik ya.
04:21Jadi kalau sekarang kita menyerahkan diri kepada Yesus, artinya
04:28kita memberi hidup, kita memperagakan hidupnya.
04:35Makanya di Alkitab dikatakan, kita harus sepikiran, seperasaan dengan dia.
04:41Filipi 2, 5-7
04:43Kita menjadi serupa dengan Yesus.
04:46Roma 8, E 28, dan 29
04:51Kita tidak lagi mengenakan diri kita, tapi Kristus yang hidup di dalam diri kita.
04:57Hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalam aku.
05:01Kolosetiga ayat 1-4 mengatakan,
05:06Kita sudah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam alam.
05:13Ini juga sudah saya jelaskan.
05:16Dengan demikian pada intinya hidup kekristenan itu perjuangan untuk terus-menerus
05:21mengalami perubahan agar kita mengenakan kehidupan Yesus.
05:26Kita memperagakan kehidupan Yesus.
05:32Jadi kita jangan tergoda, terjebak dalam perdebatan Yesus 100% Allah, 100% manusia kah?
05:40Lalu debat-debat itu.
05:43Di sejarah gereja ini sudah didebatkan, saudara.
05:46Yang dianggap salah dikucilkan.
05:49Bahkan dalam perdebatan antar para teolog itu yang dianggap salah sampai dibakar.
05:57Ini pasti sudah menyimpang semua, saudara.
06:00Itu jauh penyimpangannya, saudaraku.
06:05Jadi bagaimana Pak Eras, kalau kita membicarakan mengenai Yesus itu 100% Allah atau 100% manusia?
06:16Yang penting, saudara mengenal siapa dan bagaimana Yesus setelah dibangkitkan.
06:24Maksud saya, setelah dilahirkan sampai setelah dibangkitkan.
06:28Kita harus mengenal benar siapa Tuhan Yesus.
06:33Karena kita harus meneladani hidupnya.
06:40Saudara bisa mengenal siapa Yesus sebelum Natal atau Pranatal.
06:46Saudara mau debatkan dia itu Allah sejajar dengan Allah atau tidak.
06:51Tapi kalau saudara tidak mengenal Yesus,
06:55siapa dan bagaimana dia untuk kita teladani,
07:00percuma.
07:03Kalau saya sempat saksikan,
07:06saya ikuti perdebatan mengenai kristologi di media sosial,
07:14sampai ada kata-kata yang tidak patut diucapkan.
07:18Mengenai keselamatan, mengenai kristologi.
07:23Mengenai keselamatan, saya heran juga.
07:26Mereka belum mendefinisikan apa itu keselamatan,
07:30sudah debat.
07:31Yang satu bilang eksklusif, satu insklusif, dan seterusnya.
07:36Sama dengan yang satu bilang Yesus,
07:38100% manusia, 100% Allah,
07:41yang lain berkata berbeda.
07:44Yang penting kita kenal siapa dan bagaimana Yesus
07:48setelah dilahirkan oleh Maria,
07:51dan setelah kebangkitannya.
07:53harus mengenal lengkap dia,
07:56supaya kita bisa meneladani hidupnya.
08:02Supaya kita bisa berkata,
08:04hidupku bukan aku lagi,
08:06tapi Kristus yang hidup di dalam aku.
08:09Percaya kepada Yesus berarti serupa dengan dia.
08:14Tidak serupa dengan Yesus berarti Anda belum percaya.
08:20Ikuti terus,
08:21nanti saudara bisa mengaminkan apa yang saya kemukakan ini.
08:25Yesus itu 100% manusia,
08:29yang dalam segala hal disamakan dengan kita.
08:32Ibrani 2 ayat 17.
08:33Kalau tidak dalam segala hal disamakan dengan kita,
08:37kita tidak bisa meneladani dia,
08:39karena dia makhluk asing.
08:43Karena dia manusia versi yang berbeda.
08:47Jadi kita tidak bisa ikuti.
08:49Tetapi Alkitab mengatakan,
08:51dalam segala hal ia disamakan dengan kita,
08:54kurang jelas apa.
08:57Sudaraku sekalian,
09:01yang penting bagaimana kita bisa mengenali perilaku Yesus,
09:06dan mengenakan perilaku itu di dalam hidup kita.
09:10Kita tidak bisa mengatakan,
09:12hidupku bukan aku lagi,
09:14tapi Yesus bukan.
09:15Yesus itu pribadinya.
09:17Tapi Kristus itu spiritnya,
09:20gairahnya,
09:21gaya hidupnya,
09:22cara hidupnya.
09:25Mestinya,
09:26mestinya,
09:29kita bisa berkata,
09:31seandainya Yesus hidup sekarang,
09:34di tengah-tengah kita,
09:35dia seperti ini.
09:41Karena kita sudah,
09:43sering melihat diri kita gagal,
09:46untuk hidup di dalam ketatan kepada Bapak,
09:50belum lagi kita dicemari,
09:52dengan banyak ajaran,
09:53yang membuat kita bermental block,
09:56kita tidak berani,
09:58mengatakan itu.
10:00Nah sekarang,
10:02sebelum kita meninggal dunia nih saudara ya,
10:04sebelum kita mati nih,
10:06mumpung masih ada kesempatan,
10:08dan Tuhan yang berbicara,
10:10kamu harus terlupa dengan Yesus,
10:12sempurna seperti Bapak,
10:13kita usahakan.
10:15Kita masih punya beberapa hari puasa,
10:17kita minta Tuhan ubahkan kita.
10:21saya senang dengan lagu terakhir tadi,
10:23Bapak tolong aku.
10:25Tapi ada kalimat yang diubah,
10:29harus bertobat itu.
10:35Saya tidak tulis itu.
10:38makanya waktu saya dengar,
10:40loh,
10:41ini bukan hasil karyaku.
10:47Tapi dia sudah minta maaf.
10:50Bapakku tolong aku,
10:53hidup kudus tak bercelah,
11:02Tuntunku menjadi sempurna seperti Bapak.
11:11Tadi kalimatnya tidak begitu loh,
11:13ada doaku.
11:14Jadi kelihatan rohani gitu.
11:16Ini juga rohani sayang.
11:19Rinduku doaku.
11:21Ya tidak apa-apa sih sebenarnya.
11:23Tapi janganlah ya kasihan yang ngarang.