Ketika Hati Memilih Pergi (Sulih Suara)
#ModernDrama
#Perselingkuhan
#Mengejaristri
#Playboy
#WanitaKarier
#CintaRahasia
#KesempatanKedua
Asya dan Dhevan telah menikah secara diam-diam selama empat tahun. Di siang hari, dia adalah bawahan Dhevan yang paling cakap, dan di malam hari, dia adalah istrinya yang sangat dicintai. Dia selalu berpikir bahwa hubungan mereka tidak akan berubah, tetapi di bawah bimbingan ibu mertuanya, Asya secara bertahap menyadari bahwa Dhevan perlahan-lahan melewati batas dengan Kezia yang muda dan ceria. Asya memutuskan untuk bercerai, dan mulai menata kembali masa depannya...
#ModernDrama
#Perselingkuhan
#Mengejaristri
#Playboy
#WanitaKarier
#CintaRahasia
#KesempatanKedua
Asya dan Dhevan telah menikah secara diam-diam selama empat tahun. Di siang hari, dia adalah bawahan Dhevan yang paling cakap, dan di malam hari, dia adalah istrinya yang sangat dicintai. Dia selalu berpikir bahwa hubungan mereka tidak akan berubah, tetapi di bawah bimbingan ibu mertuanya, Asya secara bertahap menyadari bahwa Dhevan perlahan-lahan melewati batas dengan Kezia yang muda dan ceria. Asya memutuskan untuk bercerai, dan mulai menata kembali masa depannya...
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:11Terima kasih.
00:30Bisa atau enggak, setidaknya harus bilang.
00:35Sudahlah, siapa suruh dia adalah penyelamatku.
00:39Ucapannya sulit ditebak, itu juga utangku padanya.
00:47Gak disangka, Kezia, gadis itu begitu kejam.
00:51Demi lolos dari kecurigaan polisi, malah bilang aku yang mengasutnya.
00:56Untung kalian gak jadi bersama, ini memang takdir.
00:59Tadinya aku kira dia bisa jadi menantu yang baik.
01:02Sekarang kelihatannya masih lebih baik Asya.
01:14Nah, kali ini ibu yang terlalu terburu-buru.
01:18Nantinya aku pasti periksa baik-baik karakternya.
01:23Ibu, aku antar kau pulang ke kota Sido, temani kakek dan nenek di hari tua.
01:28Kau menjemputku dari kantor polisi untuk mengirimku ke kampung?
01:33Memang apa bagusnya Asya itu?
01:36Memang apa bagusnya Asya itu?
01:39Sudah sampai rumah.
01:41Aku gak antar kau ke kamar.
01:46Beli kembali semua barang yang dijual Asya.
01:48Kembalikan semuanya seperti semula.
01:50Baik.
01:53Hubungan yang rusak!
01:54Gak mungkin kembali seperti semula!
01:56Kau dan ayahmu sama saja.
01:58Seumur hidup gak mungkin mencintai satu wanita.
02:00Cinta tak akan kuat melawan waktu.
02:02Suatu hari nanti kau akan mengerti
02:03semua yang ibu lakukan ini demi kebaikanmu!
02:14Aku beli camilan.
02:15Ayo makan!
02:17Kau ini ya!
02:18Hal sebesar ini bukannya bilang padaku.
02:20Aku sangat mencemaskanmu!
02:22Bukannya yang aku gak merugikanmu.
02:25Oh iya.
02:26Aku memang ada satu hal
02:28cuma bisa minta tolong padamu.
02:31Hal apa?
02:38Walau aku sudah lama menipu Devan
02:41menandatangani surat.
02:42Tapi untuk mengesahkan
02:43harus dia sendiri yang menyetujui.
02:48Menurut kondisi sekarang
02:50keluarga Dika sulit memberi 2 triliun.
02:54Tapi aku akan membantumu.
02:57Dapat berapapun ya sudah.
03:02Pernikahan ini
03:03sudah hampir membunuhmu.
03:04Tadinya mengira
03:06bisa mengakhirinya
03:07dengan cara yang kau suka.
03:08Gak disangka
03:09keinginan kecil ini
03:10Devan gak mau kabulkan.
03:13Asia,
03:14kau
03:15masih percaya cinta?
03:20Manusia butuh makan.
03:23Gak bisa hidup
03:24mengandalkan cinta.
03:28Hal yang paling membuatku kesal sekarang
03:30masih belum menemukan pekerjaan baru.
03:36Ponselmu berdering.
03:39Dari
03:40Eddie,
03:41siapa?
03:42Siapa?
03:45Halo,
03:46Nona Asya.
03:47Kalau kau masih ingin menjadi sekretaris Tuan Alrik,
03:50bersiap-siaplah dan istirahat lebih awal.
03:52Besok pagi temannya dia dinas keluar kota.
03:54Dia berubah pikiran?
03:55Tuan Alrik bilang,
03:57kau tahu ukuran tubuhnya
03:58lebih praktis memakaimu daripada orang lain.
04:02Paman Eddie,
04:04kau jujur padaku.
04:06Apa Tuan Alrik belakangan sedang bosan
04:09jadi menggoda aku?
04:11Tuan Alrik gak pernah bercanda.
04:13Kesempatan hanya ada sekali.
04:14Setelah memikirkannya,
04:15pergi atau enggak?
04:17Pergi.
04:17Baik.
04:18Kalau begitu,
04:19kau istirahat dulu.
04:20Besok pagi,
04:21supir akan menunggumu di bawah.
04:28Sebentar.
04:29Sejak kapan Alrik mudah diajak bicara?
04:31Bukan jebakan, kan?
04:33Tapi itu grup Junix.
04:35Walau cuma ada sedikit kesempatan,
04:37aku gak bisa lewatkan.
04:40Kalau begitu,
04:41kau dinas keluar kota saja.
04:43Besok pagi,
04:44aku akan cari dia untuk bahas ini.
04:46Dijamin gak akan biarkan dia mengganggumu dinas.
04:58Ini adalah salinan surat cerai.
05:00Devan,
05:02sekalipun kau gak mencintainya,
05:03harus melakukan proses yang seharusnya
05:05dan kompensasi yang seharusnya.
05:08Anggap saja kasih kehormatan terakhir
05:09untuk delapan tahun kalian bersama.
05:11Siapa bilang aku gak mencintainya?
05:14Kami gak akan cerai.
05:17Ini surat pembagian harta.
05:19Setelah membacanya,
05:20emosinya akan meredas.
05:22Kau gak mencintainya?
05:25Dengar, Devan.
05:26Kenapa kau gak mati saja?
05:27Aku akan temukan lagi
05:28semua barang yang dia jual dan bakar.
05:30Seumur hidup ini,
05:32hubungan kami gak akan berakhir.
05:35Seumur hidup ini,
05:37hubungan kami gak akan berakhir.
05:42Asia pakai cara ini
05:43untuk bercerai denganmu
05:45bukan karena dia mudah ditindas,
05:47tapi karena
05:48dia gak mau ribut denganmu dan simpananmu.
05:52Dengar, Devan.
05:53Dia cuma mau kau pergi dari hidupnya.
05:56Aku kasih tahu,
05:58Asia gak akan kembali.
06:00Kalau begitu,
06:02gak ada yang bisa kita bahas lagi.
06:05Dia gak mencariku,
06:06aku akan mencarinya.
06:08Telat.
06:09Kalau gak ada halangan,
06:11sekarang Asia
06:12harusnya sudah naik pesawat
06:13meninggalkan Kota Nawah.
06:17Pak Devan,
06:18Nyonya dan pewaris grup Junik
06:19sekarang ke Bandara Kota Nawah.
06:22Walau keluarga Satra,
06:24tetap saja gak berhak seenaknya
06:26membawa istriku.
06:27Ayo, ke Bandara.
06:29Baik.
06:38Asia,
06:39Devan menelidiki informasi penerbanganmu.
06:41Sekarang dia sedang bergegas ke Bandara.
06:42dia terlihat agak mengamuk.
06:45Bagaimana kalau kau pulang dan sembunyi?
06:48Tenang saja.
06:49Tuan Alri punya pesawat pribadi.
06:51Mereka gak akan bisa menemukanmu.
06:54Gak perlu.
06:56Sekarang aku
06:56bersama Tuan Alri.
07:17Asya?
07:20Maaf.
07:31Pak Devan,
07:32gak ada informasi lapor masuk
07:33untuk semua penerbangan.
07:35Nyonya harusnya naik pesawat pribadi
07:36keluarga Satra.
07:38Asya,
07:40kau hebat sekali.
08:06Asya.
08:08Asya.
08:20Kalau sekarang masih belum bisa membuat keputusan
08:23Setelah turun dari pesawat, kau bisa segera kembali
08:26Prosedur administrasi kerja grup Junix gak perlu dilakukan lagi
08:32Maaf, aku gak akan begini lagi
08:35Semoga begitu
08:39Donnie
08:40Iya
08:41Berikan dokumen padanya
08:42Baik
08:46Ini adalah perhentian pertama
08:47Selama enam bulan ke depan, semua cabang global akan dikunjungi secara bertahap untuk inspeksi
08:52Pak Alrick sangat pemilih
08:53Gak pernah mendapat orang yang cocok
08:55Membuat Pak Eddie yang kepala pelayan harus jadi sekretaris
08:58Untung kau datang
08:59Aku dan paman Eddie bisa bernafas lega
09:04Donnie
09:05Minta sedikit kuaci pada pramugari
09:09Kuaci?
09:10Kau mau makan?
09:11Aku lihat kau mengobrol sangat senang
09:13Sambil makan kuaci, pasti lebih seru
09:17Tuan Alrick halus sekali memaki orang cerewet
09:30Asya
09:32Boleh tahu malam ini ada jadwal apa?
09:35Oh, inspeksi cabang diatur besok siang
09:38Malam ini cuma ada satu jadwal
09:39Pak Heri dari teknologi Zara mengundang Anda ke pesta
09:43Aku tidur dulu
09:44Bangunkan aku jam 5
09:46Baik
09:48Nona Asya
09:49Jas Tuan Alrick harus disetrika dan digantung
09:52Ada lagi
09:52Tuan Alrick suka minum air hangat
09:54Gak suka bau parfum yang menyengat
09:55Tunggu
09:55Gak perlu tunggu
09:56Ini beberapa poin penting
09:57Kau sekretaris pribadinya
09:59Kelak, urusan sehari-hari Pak Alrick diserahkan padamu
10:30Ah
10:35Donnie menyerahkan semua urusan sehari-hari Pak Alrik padaku
10:39Bukankah agak gak adil?
10:44Sudahlah, yang penting jangan anggap bos sebagai pria
10:50Pak Alrik, bangun
10:59Pak Alrik, sudah jam 5, anda harus bangun
11:06Sebentar, kenapa masih marah bangun tidur?
11:10Sudah jam 5.12, karirku yang baru dimulai ini gak boleh hancur hanya karena gak bisa membangunkan bos
11:24Bangun
11:54Sudah pukul setengah 6, anda sudah harus bangun
11:56Baju aku taruh di sofa
12:10Aku hanya mengikuti prosedur kerja untuk membangunkan bos
12:14Kenapa jadi berubah seolah aku menciumnya, benar-benar menyesatkan
12:20Bu Asya, kenapa kau gak membangunkan Pak Alrik?
12:25Sudah
12:28Membangunkan Pak Alrik memang agak menguras tenaga
12:30Tapi wajar saja kalau terjadi sesuatu, bukan menargetkanmu
12:33Pak Alrik sering marah kalau dibangunkan, wajar saja kalau dimarahi
12:37Aku dan Paman Edi gak senang membangunkannya
12:41Aku dan Paman Edi sudah lama menahannya, nantinya hal ini akan merepotkanmu
12:48Kalian juga pernah mengalaminya?
12:51Iya, tapi kok jangan simpan dalam hati, setelah Pak Alrik bangun gak akan ada masalah lagi
12:58Begitu ya
13:03Pak Alrik, bangun
13:08Bu Asya, kenapa kau melihatku dengan tatapan begitu?
13:11Gak apa-apa
13:13Aku cuma merasa kita yang bekerja di bidang ini memang gak mudah
13:21Mana ada pekerjaan yang mudah, biasakan saja
13:24Mentalmu bagus juga
13:27Anu, gak bagus juga bisa bagaimana?
13:30Apa mungkin aku marah-marah pada Pak Alrik?
13:34Pak Alrik
13:44Tuhan, apa bisa hapus ingatanku?
13:48Cukup lupakan detik-detik itu
13:50Asya
13:51Iya, Pak Alrik ada perintah apa?
13:54Ambilkan sebotol air
14:04Ayo Mino, jangan terus-menerus memikirkan kesalahan dalam pekerjaan
14:11Kesalahan? Bu Asya buat kesalahan?
14:13Kapan?
14:14Kenapa aku gak tahu?
14:23Ganti bajumu
14:24Sudah waktunya berangkat ke pesta
14:27Oh, baik
14:34Wah, Tuhan Alrik
14:37Ini adalah putriku
14:39Tahun ini sudah 21 tahun
14:41Baru pulang dari sekolah di luar negeri
14:43Lulusan sekolah yang sama dengan Anda
14:45Malam ini akan menemani Anda
14:48Gak perlu
14:51Cepat pergi
14:56Kalau tahu Pak Heri berniat mengenalkan wanita pada Pak Alrik
14:59Pak Alrik gak akan datang
15:03Bagaimana kalau mereka saling suka?
15:05Bukankah akan jadi pasangan yang serasi?
15:07Pak Alrik gak suka tipe seperti itu
15:09Bagaimana kau tahu?
15:11Tentu saja aku
15:12Eh, kenapa dia datang?
15:15Siapa?
15:30Halo, Bu Lena
15:33Donnie, sudah lama gak bertemu
15:36Ini adalah...
15:38Halo, Bu Lena
15:39Namaku Asya
15:40Sekretaris Pak Alrik
15:44Sekretaris
15:50Siapa sebenarnya Bu Lena ini?
15:53Dia adalah putri sahabatnya Nyonya Fina
15:56Selama ini dibesarkan di keluarga Satra
15:58Ada hubungan rumit dengan Pak Alrik
16:02Oh, aku mengerti
16:04Oh, aku mengerti
16:05Pantas Alrik selalu kesanggah
16:08Ternyata ada orang yang dirindukan di sini
16:20Pak Donnie, apa aku boleh jalan-jalan ke depan?
16:23Oh, boleh
16:24Kau pergilah
16:25Aku saja yang awasi di sini
16:50Sayang, aku salah
16:51Ternyata
16:54Ternyata
16:54Kau pergilah
16:55Terima kasih.
Komentar