00:00Selamat pagi Pak, selamat hari buruh buat semua kawan-kawan buruh yang ada pada hari ini.
00:07Saya sekian belas kali merayakan My Day,
00:12biasa kita berteriak di pinggir-pinggir atau di balik tembok istana atau DPR.
00:18Hari ini kami bisa menyampaikan secara langsung kepada Presiden apa yang menjadi aspirasi kami.
00:25Saya menyampaikan ada tiga hal Pak.
00:28Pertama, bagi pekerja-pekerja muda yang baru menikah setelah dia berkeluarga dan punya anak,
00:37mereka dihadapkan kepada pilihan yang pahit.
00:41Pilihan pertama, anaknya harus dititip di neneknya di kampung
00:45atau salah satu di antara mereka harus keluar dari tempat kerja untuk menjaga anak.
00:52Kami berharap negara hadir untuk membuat daycare di tempat-tempat kawasan-kawasan industri,
01:01di pemukiman-pemukiman buruh,
01:03agar anak-anak buruh bisa hidup layak,
01:07agar anak-anak buruh bisa tumbuh kembang dengan baik.
01:11Negara harus hadir untuk menciptakan manusia-manusia yang lebih baik ke depan dari balita,
01:19sehingga anak-anak buruh mendapatkan jaminan kesehatan dan jaminan pengasuhan yang baik.
01:27Yang kedua Pak,
01:28kami buruh yang tinggal biasanya di tempat-tempat yang sempit,
01:35setiap hari kemacetan selalu ada.
01:37Kami mendukung program pengadaan rumah yang sedang dilakukan oleh pemerintah,
01:43dan kami sangat berharap program perumahan yang akan dibangun oleh negara
01:49adalah program perumahan yang terintegrasi dengan kawasan-kawasan industri.
01:55Sehingga buruh apabila mau bekerja,
01:59tidak perlu lagi naik motor,
02:01kita bisa mengurangi hemat BBM,
02:04kita bisa mengurangi kemacetan,
02:06kita bisa mengurangi stres akibat kemacetan di jalan.
02:11Perumahan yang terintegrasi dengan kawasan adalah jalan yang terbaik,
02:16dan ini adalah cara kita untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.
02:21Karena 20-30 persen pengeluaran dari upah
02:26habis untuk membayar kontrakan setiap bulannya.
02:30Yang terakhir,
02:33kita tahu aturan undang-undang yang masih minim ini,
02:36masih banyak pelanggaran-pelanggarannya.
02:39Di sini ada Bapak Kementerian dari Menteri Menaker yang hadir pada hari ini.
02:45Kami berharap fungsi pengawasan benar-benar bisa efektif
02:50untuk memastikan semua aturan bisa dijalankan oleh setiap perusahaan.
02:56Tidak boleh lagi ada pengusaha yang membayar upah di bawah ketentuan.
03:00Tidak boleh lagi ada union basting.
03:03Tidak boleh lagi ada yang lalai terhadap K3.
03:07Tidak boleh lagi hubungan kerja yang liberal.
03:11Sehingga fungsi pengawasan tenaga kerja
03:14menjadi hal yang utama
03:17dan menjadi ujung tombak
03:19untuk menegakkan konstitusi
03:21agar buruh bisa mendapatkan keadilan.
03:24Terima kasih Bapak Presiden.
03:26Hidup buruh!
03:28Hidup buruh!
03:30Terima kasih.
03:31Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar