KOMPAS.TV - Amerika Serikat klaim Iran telah mengajukan proposal perdamaian baru.
Trump menyebut Iran dalam keadaan runtuh karena minta Selat Hormuz dibuka segera, sementara Iran menegaskan perang belum berakhir.
Mereka bahkan telah memperbarui target serangan militernya.
Usai klaim Iran kirim proposal baru, Presiden Trump sebut Iran minta Selat Hormuz dibuka sesegera mungkin, Iran di ambang keruntuhan.
Sementara Iran tegaskan perang belum berakhir. Bagaimana kelanjutan konflik Amerika dan Iran ini?
Kita ulas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana dan Direktur Kerjasama dan Hubungan Eksternal Indo Pasifik Startegic Inteligence, Aisha Kusumasomantri.
Baca Juga Donald Trump Kembali Tuduh Perpecahan di Iran: Mereka dalam Keadaan Kolaps di https://www.kompas.tv/internasional/665965/donald-trump-kembali-tuduh-perpecahan-di-iran-mereka-dalam-keadaan-kolaps
#iran #trump #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666092/full-analisis-guru-besar-ui-dan-peneliti-soal-trump-klaim-iran-runtuh-sapa-malam
Trump menyebut Iran dalam keadaan runtuh karena minta Selat Hormuz dibuka segera, sementara Iran menegaskan perang belum berakhir.
Mereka bahkan telah memperbarui target serangan militernya.
Usai klaim Iran kirim proposal baru, Presiden Trump sebut Iran minta Selat Hormuz dibuka sesegera mungkin, Iran di ambang keruntuhan.
Sementara Iran tegaskan perang belum berakhir. Bagaimana kelanjutan konflik Amerika dan Iran ini?
Kita ulas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana dan Direktur Kerjasama dan Hubungan Eksternal Indo Pasifik Startegic Inteligence, Aisha Kusumasomantri.
Baca Juga Donald Trump Kembali Tuduh Perpecahan di Iran: Mereka dalam Keadaan Kolaps di https://www.kompas.tv/internasional/665965/donald-trump-kembali-tuduh-perpecahan-di-iran-mereka-dalam-keadaan-kolaps
#iran #trump #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666092/full-analisis-guru-besar-ui-dan-peneliti-soal-trump-klaim-iran-runtuh-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara usai klaim Iran kirim proposal baru, Presiden Donald Trump sebut Iran minta selawat hormus dibuka sesegera mungkin.
00:08Iran diambang keruntuhan.
00:10Sementara Iran tegaskan perang belum berakhir.
00:13Lalu bagaimana kelanjutan konflik Amerika Serikat dan Iran ini?
00:16Kita ulas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana
00:21dan Direktur Kerjasama dan Hubungan External Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisyah Kusuma Somantri.
00:28Selamat malam, Prof. Mbak Isha.
00:31Selamat malam.
00:32Oke, saya ke Prof dulu. Prof. Hikmahanto, bagaimana Anda membaca situasi saat ini?
00:38Trump sebut Iran ini akan runtuh katanya karena meminta hormus segera dibuka.
00:42Bagaimana Anda membaca situasi seperti ini?
00:45Ya, di sini ada side war ya tentunya.
00:48Karena sudah beberapa waktu ada kecetan senjata.
00:52Dan sekarang kan Iran sudah menyampaikan proposal ke Pakistan dan Pakistan meneruskan ke Washington DC.
01:00Nah, inti-inti dari proposal Iran itu ada penyelesaian yang dua tahap.
01:07Tahap pertama adalah berkaitan dengan selat hormus.
01:10Tahap yang kedua adalah berkaitan dengan senjata nuklir.
01:14Nah, yang paling utama adalah tentu selat hormus dulu.
01:17Dalam konteks selat hormus ini, Iran mengatakan bahwa akan dilakukan pembukaan.
01:25Tapi ada syarat-syarat yang diinginkan oleh pihak Iran.
01:29Namun demikian, Amerika Serikat sepertinya setelah mendapatkan proposal dari pihak Iran melalui Pakistan,
01:36mereka kurang senang.
01:38Nah, terutama Presiden Trump mengatakan bahwa, wah ini nggak benar nih.
01:42Karena mungkin klipnya terlalu tinggi.
01:45Sehingga Trump membalasnya itu dengan mengatakan bahwa sekarang Iran itu sudah dalam situasi akan runtuh gitu ya.
01:53Sehingga dia ingin dengan sangat minta supaya masalah selat hormus itu didahulukan.
02:00Karena mungkin dalam pemikiran Trump, selat hormus ini sangat penting bagi kehidupan ekonomi Iran.
02:06Kalau selat hormus ini tidak dibuka, maka itu akan berpengaruh besar terhadap Iran.
02:13Dan itu akibatnya adalah Iran ya runtuh gitu ya.
02:16Tanpa mungkin menurut Trump mengeluarkan sebutir rudal pun atau peluru.
02:21Seperti itu.
02:22Baik.
02:23Mbak Isha, ini proposal baru dari Iran ke Amerika Serikat.
02:28Tapi Iran sama sekali nggak mau bicara soal proposal damai.
02:31Bahkan Iran sebut nggak mau nego dengan Amerika Serikat.
02:34Nah, kalau Anda membacanya, apa motif utama Iran dalam proposal baru ini?
02:38Membuka hormus dulu atau penundaan kegiatan nuklir atau bagaimana?
02:45Ya, terima kasih banyak Mas Radi.
02:47Saya kira di sini Iran ini melakukan sebenarnya strategi decoupling untuk bisa memisahkan agenda dari selat hormus dengan agenda nuklir
02:55Iran ya.
02:55Karena pertama kita lihat di sini sebenarnya Amerika Serikat ini kan memiliki kepentingan besar untuk bisa ya menstabilkan lagi harga
03:03energi di pasar global.
03:04Juga kemudian membalikan aliran dari barang-barang ya khususnya aset-aset yang sifatnya itu strategik untuk perekonomian dunia.
03:12Nah, tetapi permasalahannya kita lihat di sini apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini kan sekedar sebenarnya merevisi hasil dari
03:19retaliasi yang dilakukan oleh Iran di dalam peperangan ini gitu ya.
03:23Permasalahan selat hormus yang tadinya itu terbuka dan tidak ada masalah di sana ini kan tertutup setelah ya Amerika Serikat
03:30itu melakukan serangan.
03:31Dan kemudian blokan Amerika Serikat ini justru memperparah sebenarnya kondisi yang ada di kawasan tersebut gitu.
03:37Makanya kita lihat sebenarnya Iran ini dengan proposalnya yaitu membuka selat hormus ini sebenarnya menetapkan sebuah peraturan dan protokol terkait
03:46siapa saja yang boleh lewat dan siapa saja yang tidak.
03:48Karena apa yang dilakukan Iran ini sepertinya kita lihat membuka ini dalam artian sebenarnya bukan secara total seperti ketika kondisi
03:56hormus sebelum peperangan.
03:58Tetapi Iran ini tetap ya meminta untuk negara-negara membayar sebesar 2 juta USD melalui Reninbi dan kemudian Iran ini
04:06juga menetapkan tadi ya menyeleksi siapa saja yang boleh lewat di selat hormus sehingga sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan
04:13terkait hal tersebut gitu.
04:14Jadi apa yang dilakukan ini hanya ya sebagai respon terhadap blokade Amerika Serikat membuka agar kemudian Iran ini tetap bisa
04:22memegang kontrol.
04:23Sementara Iran berusaha untuk mengesampingkan sebenarnya pembicaraan tentang nuklir yang seharusnya ini kan sudah selesai di GCPOE tapi sekarang juga
04:30kita lihat bahwa ada standing position baru oleh Iran.
04:33Oke bicara proposal baru salah satunya membuka selat hormus.
04:37Profik kalau dari hukum internasional ya kita tahu selat hormus ini kan jalur perairan internasional yang sangat vital.
04:44Ibaratnya choke point gitu ya.
04:45Nah apakah Iran punya hak hukum untuk menutup atau mengatur lalu lintas di selat tersebut sebagai bentuk pertahanan diri atau
04:51justru melanggar kebebasan navigasi?
04:54Kalau misalnya kita melihat banyak sekali warawiri juga kapal di sana ada kebebasan navigasi kan yang saya tahu freedom of
05:01navigation itu.
05:02Prof bisa dijelaskan soal ini?
05:04Jadi pertama ya kalau dalam situasi damai tidak ada perang ya tentu tidak boleh apa yang dilakukan oleh Iran.
05:12Nah tapi kalau kita bicara dalam situasi perang dan ini menjadi katakanlah daya ungkit atau bargaining chip bagi Iran.
05:22Nah ini yang debatable ya apakah boleh atau tidak boleh gitu ya.
05:27Memang ada sarjana yang mengatakan bahwa harusnya tidak boleh karena ini merupakan international street dan ini penting sekali bagi pelayaran
05:35internasional.
05:36Harusnya ada freedom of navigation meskipun dalam situasi perang.
05:39Nah tetapi bagi Iran mungkin mengatakan bahwa kalau saya tidak punya selat hormus ini saya tidak punya daya tawar untuk
05:47berhadapan dengan Amerika Serikat.
05:50Meskipun Amerika Serikat sekarang dengan adanya kata kalah pembatasan kapal yang bisa keluar masuk gitu yang ditentukan oleh Iran itu
06:00kan melakukan blokade.
06:01Nah blokade ini yang sebenarnya oleh Iran minta untuk dicabut ya dan kemudian ya selat hormus akan dipegang oleh Iran.
06:09Nah ini Amerika Serikat tidak mau.
06:12Nah ini debatable tapi harus diingat kalau misalnya masalah seperti ini apakah secara hukum sah atau tidak sah itu baru
06:19ketahuan setelah perang usai.
06:21Nggak bisa sekarang.
06:22Jadi perang usai itu pun kalau misalnya ada yang harus dibawa ke lembaga peradilan ya untuk menentukan apakah ini dia
06:30melanggar aturan atau tidak.
06:32Nah repotnya itu kalau misalnya negara yang menang perang biasanya mereka akan terbebas gitu ya.
06:36Atau negara adidaya seperti Amerika Serikat walaupun mereka sudah kalah di misalnya Vietnam atau di Afganistan.
06:43Tapi tidak ada prajuritnya atau pengambil kebijakannya yang diadili dalam peradilan internasional.
06:49Jadi ini debatable dan Iran sepertinya masih terus menggunakan ini sebagai bargaining chipnya dia ketika berhadapan.
06:57Oke kalau bicara penutupan selat hormus dan kaitannya dengan hukum navigasi mungkin kalau kata Iran don't blame on us gitu
07:05ya.
07:06Blame on the United States gitu kira-kira gitu ya Prof ya.
07:10Ya itulah bargaining chipnya itu blame on the US because they attack us satu dan yang kedua because they make
07:18a blockade jadi dia membuat blokade itu.
07:20Jadi jangan salahkan kami kami sih akan memberikan akses tapi kan memang dibatasi siapa yang boleh masuk siapa yang tidak
07:27dan ada syarat-syaratnya seperti itu.
07:29Oke saya tertarik juga dengan pernyataannya Donald Trump Mbak Aisyah yang bilang atau mengklaim Iran ini nyaris runtuh katanya.
07:37Meskipun ya kita tahu ya siapa karakternya Donald Trump ini sebenarnya dia juga sedang mengatur ulang pemimpinan internalnya sebenarnya kalau
07:47kita lihat dari pernyataan-pernyataan Donald Trump ini.
07:51Tapi seberapa akurat penilaian ini menurut analisis intelijen strategis menilai pernyataan Trump yang mengatakan Iran ini nyaris runtuh.
08:00Ya kalau kita lihat di sini sebenarnya dua negara ini sama-sama terdesak oleh waktu ya.
08:05Amerika Serikat ini kan sebenarnya terdesak dari segi politik karena dia dikejar oleh pemilu selat nanti di bulan November.
08:11Sebenarnya dia juga ditekan oleh kenaikan harga-harga apa namanya energi ya di dalam negerinya.
08:16Nah sementara itu sebenarnya Iran ini juga bukan negara yang kebal peluru ya.
08:21Di satu sisi sebenarnya Iran juga sangat tertekan dengan adanya blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
08:27Nah pertama kita lihat sebenarnya masalah perekonomian secara general ini kira-kira akan membutuhkan waktu sekitar 2-6 bulan sampai
08:35blokadenya itu berefek kepada perekonomian Iran.
08:38Nah tetapi permasalahannya ini lebih dalam dibandingkan dengan perekonomian secara general.
08:42Kita bicara tentang industri minyak yang menjadi salah satu penyokong perekonomian Iran.
08:47Di mana kemudian Iran ini kan ketika memproduksi minyak dia ini memiliki batas kapasitas storage production gitu.
08:54Dan kalau misalnya seandainya productionnya ini terhenti maka kemudian Iran akan sangat ruki karena banyak sekali kemudian fasilitas-fasilitas khususnya
09:02pipeline-nya yang akan rusak gitu.
09:04Sehingga kemudian pengeboran minyak itu kan harus berjalan terus dan sekarang kalau nggak salah ini kapasitas dari storage Iran itu
09:11tinggal tersisa sekitar 12-15 hari lagi.
09:14Jadi sebenarnya Iran pun dikejar waktu.
09:16Nah pertanyaannya kan apakah kemudian ya permasalahan kemudian storage minyak ini itu cukup besar untuk bisa mengganggu ya kemudian keputusan
09:24dari pemerintah murah Iran yang saat ini sedang berkuasa gitu.
09:28Nah saya rata Donald Trump juga memiliki sebenarnya informasi-informasi yang diberikan oleh orang-orang terdekatnya ya khususnya oleh Pete
09:35Hexet.
09:36Dan kita kira sebenarnya Trump ini sangat menyukai Hexet sehingga informasi yang kemudian diberikan oleh Hexet ini rata-rata merupakan
09:42informasi yang sebenarnya menguntukkan Trump.
09:44Tetapi permasalahannya di dalam intelligence kadang-kadang ada yang namanya echo chamber juga dari sumber informasinya gitu.
09:50Dari kemudian apa yang dikumpulkan di lapangan dengan apa yang dilaporkan kepimpinan itu kan melalui beberapa proses penyulingan informasi ya
09:57agar kemudian bisa terkondensasi sedemikian rupa sehingga kemudian pembuat kebijakan bisa membuat kebijakan yang lebih akurat.
10:05Permasalahannya adalah apakah yang disampaikan oleh kemudian intelligence yang sudah disaring itu dan kemudian oleh Peter Hexet itu menggambarkan keseluruhan
10:14peperangan.
10:14Saya kira ini perlu dipertanyakan karena kemarin pun ini sempat menjadi perdebatan di antara Pete Hexet dan kemudian juga G
10:21-Defense yang kemudian menduga bahwa Trump ini sebenarnya tidak mendapatkan informasi lengkap terkait peperangan.
10:28Sehingga yang didapatkan oleh Trump adalah sisi kemenangan Amerika Serikat saja.
10:32Tetapi ini jarang sekali kemudian membahas mengenai bagaimana Amerika Serikat sebenarnya struggling.
10:36Khususnya kemudian dalam penggunaan amunisi yang mana sekarang CSIS dan New York Times ini sudah membahas bahwa AS ini sudah
10:45menggunakan sekitar 45% dari total stockpile munisinya dalam waktu hanya sekitar 5 minggu.
10:51Oke, boleh dibilang juga ada risiko instabilitas internal bagi Iran yang juga akan berdampak ke stabilitas regional kurang lebih begitu
11:01ya.
11:01Jika kondisi ini juga dipertahankan dan memang ini yang disukai oleh AS sepertinya Mbak Aisyah.
11:06Nanti secara spesifik setelah jeda nanti saya akan ditanya lagi juga ke Mbak Aisyah soal pernyataan Iran yang menyatakan bahwa
11:12perang belum berakhir katanya.
11:14Nah ini meski ada proposal ada pernyataan seperti ini dari Iran.
11:17Saya akan tanyakan itu nanti apa skenario yang paling mungkin ke depannya dari pernyataan Iran ini sesaat lagi di Sapa
11:23Indonesia Malam tetap bersama kami.
11:25Kami lanjutkan perbincangan bersama Mbak Aisyah Kusuma Sumantri dan Prof. Hikmahanto Juwana.
11:31Tadi saya bertanya ke Mbak Aisyah soal khususnya soal Iran yang tegas menyatakan bahwa perang belum berakhir.
11:38Padahal kan ada proposal baru ya tapi ada pernyataan dari Iran perang belum berakhir.
11:42Nah menurut Anda ini skenario paling mungkin ke depan apa sih?
11:46Perpanjangan gencotan senjata sementara atau eskalasi ke Bali atau kesepakatan parsial yang hanya memfokuskan soal selat homus?
11:55Mbak Aisyah.
11:56Ya terima kasih Mas Radina.
11:57Saya kira di sini pernyataan Iran jelas ya karena proposal yang dikatakan oleh Iran ya itu tadi ya bisa melanjutkan
12:04pembicaraan.
12:05Kalau misalnya selat homus ini dibuka dan kemudian menunda pembicaraan tentang nuklir ini, ini kan baru merupakan pengajuan dari Iran.
12:13Jadi belum merupakan sebuah deal gitu.
12:15Sehingga sebenarnya kondisi yang ada sekarang itu tetap berlaku ya.
12:20Adanya kemudian ceasefire sepihak yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
12:23Meskipun kita pun tahu bahwa ceasefire ini pun masih diiringi dengan blokade dan kemudian serangan-serangan dari Israel ke Libanon
12:29gitu.
12:29Sehingga kemudian kita bisa lihat bahwa act of war-nya itu tetap berjalan di sini.
12:34Nah saya kira di sini ada tiga skenario yang kemudian mungkin akan terjadi ya.
12:38Yang pertama itu kita bisa lihat bahwa ya kedua belah pihak memutuskan untuk menghentikan tangga ekskalasi.
12:44Karena kita lihat sebenarnya kedua belah pihak ini terus menerus menaik tangga ekskalasi untuk bisa apa?
12:50Menaikan leverage yang bisa mereka dapatkan di dalam meja perundingan gitu.
12:53Kalau misalnya kedua belah pihak ini bisa setuju untuk menurunkan tensi ya.
12:57Tidak mungkin menghilangkan karena ini masih berada di dalam kondisi perang dan kedua belah pihak butuh bargaining position yang tinggi
13:03gitu.
13:03Tetapi at the very least melakukan confidence building measure ke masing-masing pihak ya.
13:09Lalu kemudian menerapkan kemudian gencatan senjata yang ketat selama sekitar mungkin beberapa bulan gitu.
13:15Lalu kemudian kembali ke meja perundingan.
13:16At the very least kita bisa dapat penghentian kinetik war ya.
13:20Itu saja yang kemudian bisa diperbariki ya.
13:23Lalu yang kedua ini ada skenario lain ini terkait kemudian ketika ya salah satu pihak ini mengalah dan satu pihak
13:29lagi.
13:30Kemudian ini tetap ini ketat dengan kemudian persyaratannya.
13:35Makanya kita melihat bahwa ini merupakan salah satu hal yang sepertinya agak mustahil untuk terjadi.
13:39Nah skenario ketiga sebenarnya ini ketika Amerika Serikat pada akhirnya ini tidak mau lagi berunding.
13:44Karena merasa bahwa ya mereka butuh waktu dan jeda sampai ke pengelusela untuk bisa ya establishing kekuatan republikan di dalam
13:53negeri gitu.
13:54Sehingga apa yang terjadi nantinya itu akan seperti di Korea Utara dan Korea Selatan.
13:58Secara status masih berperang tetapi ada gencatan senjata dan negative peace yang tercipta untuk bisa menimbulkan space bagi negara-negaranya
14:06untuk tetap beroperasi secara normal.
14:08At the very least yang dikatakan ke publik bahwa peperangannya sudah berhenti terlebih dahulu.
14:12Jadi saya kira disini ada tiga skenario yang mungkin akan terjadi.
14:14Oke tapi kok saya melihat dari tiga skenario yang tadi diungkapkan Mbak Aisyah.
14:22Sepertinya banyak juga sih ini yang memprediksi tidak ada ujungnya.
14:25Ini perang antara Iran dan Amerika Serikat.
14:28Nah saya ke Profi kalau memang skenario yang tadi yang diungkapkan oleh Mbak Aisyah ya.
14:33Salah satunya ada tadi penurunan tangga eskalasi lalu juga ada juga Trump yang ke-keh tidak mau mundur.
14:39Ini skenario ketiga dan satu lagi tadi yang diungkapkan oleh Mbak Aisyah.
14:42Ini kalau nantinya mengarah ke Cold War atau perang dingin di Temur Tengah.
14:46Saya bertanya dari perspektif hukum internasional.
14:49Apa yang harus diwaspadai Prof?
14:52Ya pertama ya bisa saja perang ini sih diambangkan aja.
14:56Artinya seperti sekarang Ukraina dengan Rusia gitu ya.
15:01Kan sekali-sekali aja ada serangan-serangan.
15:03Tetapi tidak kemudian dinyatakan bahwa kedua negara berdamai gitu.
15:10Itu bisa saja jadi seperti itu.
15:12Nah tinggal kalau ada pergantian pemerintahan biasanya.
15:17Lalu kemudian dengan berlalunya waktu.
15:21Mereka akan bicara lagi dan menganggap bahwa ya seperti tidak pernah ada kejadian.
15:29Ini bisa juga terjadi seperti itu.
15:32Nah kalau misalnya itu yang terjadi.
15:35Itu adalah bagaimana hubungan antar negara-negara di kawasan.
15:42Bagaimana nasib Israel.
15:44Karena tentu Israel maunya sih terus perang.
15:47Sampai kemudian tujuannya tercapai yaitu pergantian di Iran dari sistem mulak ke sistem kerajaan.
15:56Nah itu yang kemungkinan menjadi pertanyaan.
16:00Nah tentu dari sisi Iran sekarang ini kalau dia mengatakan bahwa perang belum usai.
16:05Itu untuk dua pihak.
16:08Pertama internalnya karena terus mereka harus waspada.
16:11Nah yang kedua adalah menyampaikan kepada negara-negara kenapa selat hormus ini masih tanda kutip dibatasi.
16:19Karena dia ingin mengatakan kepada dunia ini masih situasi perang.
16:22Seperti tadi saya katakan di awal bahwa dalam situasi perang Iran menganggap bahwa selat hormus ini menjadi daya ungkit.
16:29Nah oleh karena itu Iran mau mengatakan kepada dunia itu.
16:33Tapi juga mengatakan kepada Amerika Serikat yang sudah mengatakan Presiden Trump bahwa Iran sudah runtuh.
16:39Enggak, kita enggak runtuh.
16:41Kami masih siap perang.
16:42Tapi kami tidak mau menyerang karena kami menunggu serangan dari Amerika atau Israel.
16:48Nah di sini Iran ini sangat disiplin.
16:51Bahwa dia tidak akan melakukan serangan terlebih dahulu.
16:55Dia akan melakukan serangan apabila mendapat serangan dari baik Israel atau Amerika Serikat.
17:03Ini yang membuat Trump itu menjadi frustrasi.
17:06Karena kalau tidak mereka yang menyerang, maka Trump sulit untuk mengajak negara-negara lain,
17:12terutama sekutu-sekutunya, untuk melakukan serangan terhadap Iran.
17:15Karena sekali lagi, kalau di dalam pasal 51 piagam PBB,
17:20memang harus negara yang bisa menyerang adalah negara yang dia itu diserang secara nyata.
17:28Arm attack occurred.
17:30Jadi occurred itu adalah secara nyata.
17:32Harus ada.
17:32Kalau tidak, ya tidak bisa.
17:34Nah jadi seperti itu yang saya lihat.
17:36Tapi sekali lagi, ini dunia menunggu terus.
17:39Karena dunia ini terdampak.
17:40Ya, ketidakpastian lobang.
17:43Betul.
17:43Maka yang penting sekarang itu adalah adanya pihak ketiga yang mencoba untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini.
17:50Karena kalau dua-duanya seperti sekarang ini, ini yang tersandera adalah dunia.
17:54Seperti itu.
17:55Ada keterlibatan pihak ketiga, kebergantungan itu,
17:58atau Donald Trump yang lengser dengan pemilu selanya.
18:02Saya teringat Bush Dynasty ketika Josh Bush dan George W. Bush ini terus-terus menerus menginvasi Irak.
18:10Ini seperti tidak ada ujungnya.
18:11Tapi begitu mereka lengser, sepertinya ya adem-adem saja.
18:15Sepertinya memang jalan keluarnya antara itu ya.
18:18Antara ada perantara apa namanya?
18:20Perantara yang bisa menamaikan.
18:24Mas Radhi, sekarang itu di Amerika, sekarang itu ada pembicaraan tentang impeachment.
18:28Yang satu lagi adalah penggunaan 25th Amendment.
18:3225th Amendment ini mengatakan bahwa wakil presiden itu bisa mengambil alih kewenangan dari presiden.
18:38Karena dianggap sebagai tidak mampu melaksanakan tugas.
18:42Dan dia perlu untuk mendapatkan persenjuan dari Kongres.
18:45Nah kalau persenjuan dari Kongres itu, Demokrat pasti setuju.
18:48Nah sekarang tinggal Republik itu terpecah.
18:50Nah harapannya kalau dia terpecah, berapapun Republik yang mendukung.
18:55Kalau Demokrat mendukungnya, wah itu udah terjadi pergantian itu.
19:00Walaupun saya rasa Vance masih belum mau untuk melakukan tindakan itu.
19:05Ya meskipun masih memberikan ketidakpastian global, tapi masih seru untuk diikuti ya Prof ya.
19:11Oke baik, terima kasih Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmah Hanto Juwana.
19:16Dan juga Direktur Kerjasama dan Hubungan Eksternal Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusumasul Mantri.
19:21Yang telah berbagi perspektifnya di Sampai Indonesia malam.
19:23Sampai jumpa lagi, selamat malam Prof dan Mbak Aisyah.
19:26Selamat malam.
Komentar