Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Usia yang tak lagi muda tidak menjadi penghalang bagi Poniti dan Supandri pasangan suami istri untuk menjalankan rukun islam kelima, ibadah haji ke tanah suci. Poniti yang kini berusia 96 tahun menjadi calon haji tertua di Kota Malang.

Ditemui di rumahnya kawasan Kidal Kabupaten Malang, dibantu kedua anaknya, Poniti melakukan sejumlah persiapan sebelum berangkat ke tanah suci. Diceritakan oleh Muhammad Zuhdi, anak dari Poniti, kedua orang tuanya sudah lama ingin berangkat ke tanah suci, namun karena terkendala biaya niatan tersebut belum sempat terwujud.

Menurut Zuhdi, ibunya yang sehari-hari berjualan singkong dan sayur di pasar menyisihkan uang hasil berdagang setiap hari. Setelah uang terkumpul, barulah Poniti dan Supandri mendaftar pada tahun 2020. Menurut Zuhdi, masa tunggu orang tuanya sebenarnya bisa lebih lama, namun karena sudah lanjut usia, keduanya bisa berangkat lebih awal dari jadwal sebelumnya.

"Sebenernya sudah lama, tapi kayak tidak mungkin karena buat makan saja susah jadi mana mungkin bisa berangkat haji." Kata Zuhdi.

sementara itu, Poniti yang tercatat sebagai calon haji tertua mengaku sudah menyiapkan diri terutama kondisi fisik. Setiap hari, Poniti memulai aktivitasnya berjalan kaki mulai jam 3 pagi. Hal ini ia lakukan agar kondisi fisiknya tetap prima selama menjalankan ibadah haji.

"Pagi pagi jam 3 jalan kesana sampai sana empat kali capek istirahat sampai ada tarhim salat subuh, salat subuh, yang ini ngajak terus saya tidak mau karena capek." Kata Poniti.

Poniti bersyukur di tahun ini dirinya bisa berangkat ke tanah suci bersama suaminya. Keluarga berharap keduanya bisa menjalani rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/664429/cerita-poniti-sisihkan-uang-hasil-jualan-di-pasar-untuk-berhaji
Transkrip
00:00Usia yang tak lagi muda tidak menjadi penghalang bagi Poniti dan Supandri,
00:06pasangan suami istri untuk menjalankan rukun Islam kelima ibadah haji ke Tanah Suci.
00:12Poniti yang kini berusia 96 tahun menjadi calon haji tertua di kota Malang.
00:19Ditemui di rumahnya di kawasan Kidal Kabupaten Malang,
00:23dibantu kedua anaknya, Poniti melakukan sejumlah persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
00:30Diceritakan oleh Muhammad Zuhdi, anak dari Poniti.
00:34Kedua orang tuanya sudah lama ingin berangkat ke Tanah Suci,
00:38namun karena terkendala biaya, niatan tersebut belum sempat terwujud.
00:43Menurut Zuhdi, ibunya yang sehari-hari berjualan singkong dan sayur di pasar,
00:48menyisikan uang hasil berdagang setiap hari.
00:52Setelah uang terkumpul, barulah Poniti dan Supandri mendaftar pada tahun 2020.
01:00Menurut Zuhdi, masa tunggu orang tuanya sebenarnya bisa lebih lama.
01:04Namun karena sudah lanjut usia, keduanya bisa berangkat lebih awal dari jadwal sebelumnya.
01:10Sebenarnya sudah lama, tapi kan nggak kemungkinan.
01:12Kayak buang dulu itu buat makannya susah, benar.
01:17Buat, mungkin ya kalau itu gendala kan nggak, nggak sulit ya.
01:21Itu dulu itu buat makannya susah, terus mana mungkin buat daftar ajikan, nggak mungkin ya.
01:26Tapi waktu itu, Alhamdulillah, di sebelah sini itu berat umroh.
01:30Ibu itu, karena anaknya sudah minta semua, terus setiap hari itu kok bisa nabung.
01:37Pertama itu kok Rp20.000, sampai Rp30.000.
01:41Sampai akhirnya Rp40.000, ya buat daftar ajikan, ibu.
01:44Nggak mau, minta umroh, soalnya udah lansia.
01:50Sementara itu, Poniti yang tercatat sebagai calon haji tertua mengaku sudah menyiapkan diri, terutama kondisi fisik.
01:57Setiap hari, Poniti memulai aktivitasnya berjalan kaki mulai jam 3 pagi.
02:03Hal ini ia lakukan agar kondisi fisiknya tetap prima selama menjalankan ibadah haji.
02:37Jam 3, jam 3 kan sudah belum bangun.
02:42Poniti bersyukur di tahun ini dirinya bisa berangkat ke tanah suci bersama suaminya.
02:47Keluarga berharap keduanya bisa menjalani rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.
02:57Dedy Prasetyo, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan