Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Experience the ultimate showdown with the BAKI "TRICERATOPS" vs. PICKLE "FINAL FORM" action figure set. This meticulously crafted duo captures the fierce essence of the iconic Baki universe, featuring intricate details and dynamic poses that bring your favorite characters to life. Perfect for collectors and fans alike, these figures are made from high-quality materials for durability and longevity. Elevate your display or engage in epic battles with this must-have set that promises to ignite your passion for the Baki series. Don’t miss out on the chance to own this extraordinary piece of memorabilia!

Category

😹
Fun
Transcript
00:13I don't think I'm going to be surprised, but it's true that I'm going to be afraid of.
00:21I'm going to be able to get into the head of my head, and I'm going to be able to
00:27get into it.
00:27The victory is from here!
00:59The victory is from here!
01:27The victory is from here!
01:59The victory is from here!
02:04The victory is from here!
02:08The victory is from here!
02:13The victory is from here!
02:23The victory is from here!
02:24The victory is from here!
02:25The victory is from here!
02:26The victory is from here!
02:27The victory is from here!
02:28The victory is from here!
02:34The victory is from here!
02:37The victory is from here!
02:39The victory is from here!
02:40The victory is from here!
02:40The victory is from here!
02:41The victory is from here!
02:43The victory is from here!
02:45The victory is from here!
02:57The victory is from here!
03:02The victory is from here!
03:12The victory is from here!
03:16The victory is from here!
03:18The victory is from here!
03:26The victory is from here!
03:27The victory is from here!
03:37The victory is from here!
03:41The victory is from here!
03:53The victory is from here!
03:56The victory is from here!
04:01Payne kepadanya!
04:02Mendengar penjelasan itu,
04:04Hanayama pun memakluminya!
04:05Karena Profesor Payne merupakan seorang cendekiawan!
04:09Kemudian, Tokugawa pun kemali bertanya!
04:12Lalu bagaimana dengan pola pikir seorang Yakuza
04:14seperti Hanayama Kauru Sang Petarung?
04:17Hanayama pun menjawab!
04:18Kalau sebelumnya dia sempat berkontak fisik
04:20dan saling mendorong dengan Pickle walau tidak lama!
04:23Jadi menurutnya, saat ini Tokugawa tidak perlu khawatir
04:26karena Pickle berada di pihak mereka!
04:28Sebab Pickle merupakan makhluk yang menyukai adu kekuatan entah itu dia sedang lapar ataupun tidak
04:34Hanayama pun mengibaratkan Baki dan Pickle saat ini seperti pria dan wanita terbaik yang berada dalam satu ruangan
04:40Sehingga mereka akan segera berkenalan
04:44Para pengagum kekuatan yang saat ini sedang saling berhadapan di arena bertarung
04:48Jadi tidak mungkin mereka hanya akan saling berdiam-diaman
04:52Ucapan Hanayama itu pun terbukti benar
04:54Karena tiba-tiba saja Baki berdiri dari tempatnya lalu berjalan mendekati Pickle dengan tujuan untuk memprovokasi
05:01Kemudian dengan pelan Baki pun menepuk pipinya sebanyak 3 kali
05:05Dan akhirnya tepukan itu pun sukses membuat Pickle terprovokasi
05:10Lalu kemudian dia pun menyerang Baki
05:12Namun dengan sekuat tenaga Baki pun menahan serangan Pickle
05:15Sehingga akhirnya dia pun terdorong sangat jauh hingga ke pembatas arena
05:32Tapi setelah dorongan itu terhenti Baki pun memuji
05:35Karena menurutnya Pickle saat ini sudah berevolusi
05:39Dan sambil melakukan serangan Baki mengatakan
05:42Untuk pertama kalinya Pickle tidak lagi bertarung untuk makan
05:45Melainkan untuk mempertahankan harga dirinya
05:56Sementara itu di tribun penonton tampak Tokugawa dan Hanayama baru saja datang ke underground arena
06:02Lalu Retsu pun memberitahu mereka kalau pertarungan itu baru saja dimulai
06:06Tokugawa pun terkejut melihat Pickle yang baru saja roboh
06:09Kemudian Retsu menjelaskan
06:10Kalau Pickle baru saja terkena tendangan berputar Baki yang efektif dan anggun
06:15Serangan khas pertama yang sering Baki lakukan
06:18Retsu pun menambahkan
06:19Kalau saat ini Pickle sudah tidak lagi ingin makan
06:22Dan dia pun merasa kalau saat ini
06:25Baki ingin menyampaikan sebuah pesan pada Pickle
06:27Kalau pertarungan bukanlah sekedar metode untuk berburu makanan
06:31Melainkan sebuah cara untuk melindungi martabatnya
06:35Di tengah arena Baki yang sudah siap dengan setelan bertarungnya pun
06:38Tiba-tiba menendang Pickle yang baru saja bangkit
06:41Lalu sambil menendangnya berkali-kali Baki terus menyadarkan Pickle
06:44Kalau pertarungannya itu bukan hanya sekedar untuk makan atau dimakan
07:00Kemudian sambil menjekik Pickle dari belakang
07:02Baki juga mengatakan
07:04Kalau pertarungan tidak perlu harus sampai mengorbankan nyawa
07:12Tapi tiba-tiba saja
07:14Pickle berlari sangat kencang ke tempat paling tinggi
07:16Lalu meloncat untuk menjatuhkan diri bersama Baki
07:29Melihat kejadian itu Retsu pun sangat khawatir
07:32Karena apabila mereka jatuh dari ketinggian 30 meter seperti itu
07:36Maka mustahil bagi mereka untuk mengurangi benturan
07:39Begitupun Hanayama yang berkata di dalam hati
07:42Kalau saat ini mereka sudah melompat terlalu tinggi
07:45Dan tidak mungkin bisa terselamatkan
07:47Lalu kemudian suara dentuman keras pun terjadi
07:51Dan saat ini asap tebal pun mulai menyelimuti arena
08:02Kemudian setelah asap tebal itu mulai menghilang
08:05Terlihat Pickle dan Baki yang saat ini sama-sama sedang berdiri
08:09Tapi anehnya saat Pickle mulai mendekati
08:12Baki sama sekali tidak bereaksi
08:14Dan di hadapan Baki yang masih terdiam
08:17Pickle pun berusaha menyentuhnya
08:18Hanya saja tiba-tiba secara mengejutkan Baki menepis sentuhan itu
08:27Lalu di dalam hatinya Baki mengatakan
08:29Kalau sebenarnya untuk menepis saja dia sudah kewalahan
08:33Karena akibat dari benturan keras sebelumnya
08:35Baki merasakan kalau saat ini organ dalamnya berantakan
08:39Bahkan paru-parunya pun hingga tergencet oleh diafragma
08:42Sehingga dia kesulitan untuk bernafas
08:44Lalu tiba-tiba saja darah segar keluar dari tubuhnya
08:48Tapi sebisa mungkin Baki pun menelan kembali darah itu
08:51Baki menyadari
08:52Kalau tadi dia baru saja muntah darah karena organ dalamnya rusak
08:56Dan saat ini dia berusaha untuk berdiri
08:59Walaupun kedua kakinya serasa menopang batu raksasa
09:09Melihat keadaan lawannya itu Baki pun menyadari
09:13Walau saat ini Baki terlihat baik-baik saja
09:15Tapi sebenarnya cederanya itu pun sangat parah
09:18Oleh karena itu Baki yang merasa sudah terlalu keras mempermainkan Baki
09:23Akhirnya bersimpuh untuk melakukan doa
09:25Dan Baki yang mengetahui maksud dari Baki itu
09:28Akhirnya berusaha untuk menghentikannya
09:31Lalu dengan seluruh kekuatannya yang tersisa
09:33Baki kemudian memukul wajah Pikel
09:41Saat ini terlihat juga Baki yang berusaha untuk meluapkan emosinya
09:45Tapi dikarenakan paru-parunya hancur
09:48Alhasil suaranya pun tidak keluar
09:50Tapi kemudian sambil menghirup udara dalam-dalam
09:53Baki dengan penuh emosi berkata pada Pikel
09:55Kalau dia tidak boleh mendoakannya
09:58Dan saat ini terlihat Baki sudah siap kembali untuk bertarung
10:15Pikel yang saat ini juga sudah kembali bangkit
10:18Tiba-tiba memukul Baki dengan tangan kanannya
10:20Tapi anehnya
10:21Bukannya memukul dengan sangat kencang
10:24Pikel malah memberikan pukulan main-main sambil tersenyum
10:27Melihat kejadian itu Tokugawa, Retsu, dan Hanayama pun menyadari
10:31Kalau saat ini Pikel sedang membalas perlakuan Baki dengan cara meremehkannya
10:36Mendapat perlakuan seperti itu akhirnya membangkitkan hormon endorpin Baki
10:40Yang biasanya hormon itu bangkit karena dipicu oleh cedera parah
10:44Dan kini otaknya bereaksi tanpa dipicu oleh cedera fisik
10:48Tapi dikarenakan pukulan lembut Pikel yang bahkan tidak dapat menyakiti lalat
10:52Sehingga menyentil titik terlemahnya yang disebut dengan harga diri
10:57Lalu tidak lama kemudian terlihat Baki berjalan ke arah tangga
11:00Setelah itu
11:01Dari tempat penonton yang paling tinggi
11:03Baki lagi-lagi menjatuhkan diri
11:05Dan dentuman keras pun kembali terjadi
11:08Dan kejadian itu pun jelas membuat semua orang yang melihatnya terperangat
11:24Hanya saja walaupun Baki jatuh dari ketinggian seperti tadi
11:28Hal itu tidak melukai Baki sama sekali
11:30Bahkan kali ini Baki kembali siap untuk bertarung sambil berkata pada Pikel
11:34Jangan sampai mencoba untuk mencemaskannya sekali lagi
11:38Kemudian Baki memukul rahang Pikel dengan kecepatan tinggi sebanyak dua kali
11:43Lalu dilanjutkan dengan tendangan sambil meloncat ala Baki
11:46Ya walaupun serangan itu tampak tidak mengenai Pikel
11:49Tapi tiba-tiba saja dia pun tumbang
11:52Tidak lama kemudian Pikel pun mencoba untuk mendekati Baki
11:55Tapi dia malah kembali jatuh lagi
12:15Melihat fenomena itu
12:17Hanayama yang keheranan pun bertanya kepada Retsu
12:20Tentang apa yang sudah terjadi saat ini
12:22Retsu pun menjawab kalau dia tidak begitu yakin
12:25Tapi kemungkinan besar
12:27Baki menyadari kalau dia tidak bisa mengguncang otak Pikel dengan serangan secara langsung
12:32Oleh karena itu dia menyerang Pikel dengan satu lapisan kulit
12:35Alih-alih menghantam secara langsung serangan Baki hanya tipis menyerempet Dagu Pikel
12:40Retsu pun menambahkan
12:41Meskipun jarang teknik tersebut sering terjadi dalam pertandingan tinju
12:45Gerakan sekelebat yang sering dikira meleset
12:47Tapi kemudian membuat lawannya tumbang dan tidak bisa bangkit kembali
12:51Karena saking cepatnya pukulan itu menyerempet rahangnya
12:55Maka otaknya pun akan terguncang dengan kecepatan super tinggi tidak kasat mata
12:59Dengan kata lain
13:00Baki berhasil menyerang Pikel dengan lapisan kulit terluar
13:04Melalui tinju kanan, tinju kiri dan juga tendangan kaki kanan bagian luar
13:08Sehingga otak Pikel bergetar makin cepat setiap terkena serangan Baki
13:12Menurut Retsu
13:13Akibat kehilangan fungsi otaknya Pikel akan dihadapkan dengan pemandangan mengerikan
13:17Yang belum dia rasakan sebelumnya
13:20Seakan Pikel yang saat itu sedang berdiri
13:22Tapi tiba-tiba saja tanahnya pun meninggi
13:24Karena bukan tanahnya yang bergerak sendiri
13:27Melainkan otak Pikel yang masih bergetar dengan kecepatan super tinggi berulang kali
13:32Lalu saat ini
13:33Pikel pun melihat Baki seperti seorang penyihir sakti yang bisa mengendalikan bumi
13:37Dan menyadari hal itu
13:39Bulu kuduk Pikel pun berdiri
13:40Tapi sayangnya dia tidak bisa melarikan diri
13:44Di sisi lain
13:45Tiba-tiba saja Baki mengeluarkan aura misterius dari tubuhnya sambil mendekati Pikel
13:49Melihat hal tersebut lagi-lagi Retsu kembali terkejut
13:52Karena saat ini dia tampak mengerti apa yang akan dilakukan Baki
13:56Dan Retsu tampak menyesal
13:58Kenapa teknik itu tidak dia lakukan pada saat melawan Pikel sebelumnya
14:02Di momen itu Retsu juga mengakui kalau Baki merupakan seorang petarung yang cerdas
14:07Scene kemudian kembali memperlihatkan Baki
14:09Yang saat ini tampak membelakangi Pikel
14:12Lalu kemudian dengan seluruh kekuatannya
14:14Baki melakukan serangan
14:16Hanya saja bukan dengan pukulan
14:17Melainkan dengan tamparan yang telak mengenai punggung Pikel
14:21Dan lagi-lagi serangan itu tampak sangat efektif
14:24Karena saat ini Pikel merasakan sakit yang luar biasa di punggungnya
14:28Hingga dia pun menggeliat tidak karuan di tengah arena
14:41Bahkan saking kerasnya tamparan itu
14:44Hingga tangan Baki pun membekas di bahu hingga punggungnya
14:47Kejadian itu pun jelas membuat Hanayama sangat terkejut
14:50Karena dia mengetahui Pikel merupakan makhluk yang tangguh
14:53Tapi saat ini Pikel tampak sangat kesakitan
14:56Karena kebingungannya itu Hanayama pun kembali bertanya pada Retsu
15:00Apa yang sudah Baki lakukan
15:02Kemudian Retsu pun menjawab
15:04Kalau Baki baru saja melakukan jurus maut bernama Deracambu
15:07Jurus yang manjur untuk menyerang semua umat manusia
15:10Dari bayi hingga Yujiro Hanma sekalipun
15:13Retsu juga menambahkan kalau teknik itu diajarkan dalam bela diri Jepang kuno bernama Kudo
15:18Dan dalam aliran kungfu teknik itu dinamakan Columbus Egg
15:22Untuk menggunakan teknik itu Baki harus membuat relax seluruh ototnya
15:25Dan setiap jengkal tubuhnya pun juga harus dibuat lemas
15:29Lalu saat badan itu lemas
15:31Maka berat tangan dan kaki pun akan bertambah
15:33Lalu kemudian
15:35Pengguna teknik itu akan merubah dirinya menjadi sebuah cambu
15:38Sehingga
15:39Penggunanya tidak akan lagi memperhitungkan kelemahan seseorang
15:43Karena sasarannya adalah organ terbesar manusia yaitu kulit
15:47Dan jika teknik itu ditamparkan pada seseorang
15:50Skala nyeri yang dirasakannya pun akan tetap sama
15:53Maupun itu bayi atau Hanayama sekalipun
15:56Retsu juga menambahkan kalau teknik itu sungguh menyakitkan
15:59Dan makhluk yang sering menggunakannya adalah perempuan
16:03Sin pun kemudian memperlihatkan Baki yang sudah berkali-kali menyerang Pikel dengan serangan cambuk
16:09Dan tampak saat ini malah Pikel yang memasang posisi bertahan
16:13Retsu kembali menjelaskan kalau serangan itu mungkin saja merupakan pengalaman pertama Pikel selama hidupnya
16:19Dan melihat Pikel tersudutkan seperti itu membuat Tokugawa menjadi sangat bahagia
16:24Tapi tiba-tiba saja
16:25Pikel yang sudah sangat kesal kembali memasang kuda-kuda andalannya
16:33Melihat kuda-kuda itu Tokugawa pun meminta Retsu untuk melihatnya
16:37Dan jelas
16:38Retsu pun menyadari
16:39Kalau sebentar lagi Pikel akan mengeluarkan jurus yang mengakhiri duelnya kala itu
16:44Hanayama pun menambahkan
16:46Kalau teknik derat cambuk Baki sudah tidak akan mempan lagi saat ini
16:50Tapi mendengar hal itu Retsu pun menjawab
16:52Kalau sekarang pasti Baki sudah menyadarinya
16:55Tidak lama kemudian mereka pun melihat Baki yang sedang memasang kuda-kuda
16:59Awalnya Retsu menyangka kalau Baki akan kembali menggunakan teknik derat cambuk
17:04Tapi akhirnya Retsu pun menyadari
17:06Kalau saat ini Baki akan menggunakan jurus Kokeiken
17:09Yaitu teknik bela diri yang memadukan gerakan dan kekuatan Harimau
17:21Tapi secara tiba-tiba
17:22Baki kembali mengganti jurusnya itu berkali-kali
17:25Dari jurus cakaran helang, tinju belalang, tinju monyet, bahkan hingga tinju beruang
17:39Melihat Baki menggunakan berbagai macam kuda-kuda Retsu pun tak habis pikir
17:43Karena saat ini Baki sudah berhasil menguasai teknik tinju Sokeiken
17:47Yaitu teknik yang memadukan berbagai macam gerakan hewan
17:51Dan menurutnya Baki memang benar-benar fenomenal
17:54Hanya saja Retsu merasa heran
17:56Kenapa Baki mau melawan jurus andalan pickle itu dengan jurus tersebut
18:00Karena hewan-hewan yang Baki peragakan itu hanyalah mangsa bagi pickle
18:04Tapi lagi-lagi Baki kembali mengganti kuda-kudanya itu
18:07Hanya saja saat ini Retsu tidak mengetahui kuda-kuda apa yang akan Baki gunakan
18:12Lalu kemudian Retsu pun tiba-tiba saja mengeluarkan keringat dingin
18:16Setelah menyadari kalau Baki saat ini sedang menggunakan jurus tinju Triceratops
18:21Salah satu dinosaurus terkuat di jaman purba
18:24Dan melihat kuda-kuda itu pickle langsung kebingungan
18:27Karena saat ini pickle benar-benar merasakan aura salah satu saingan terkuatnya di jaman purba kala
18:48Kuda-kuda itu pun membuat Tokugawa heran
18:51Bagaimana caranya Baki yang hanya berukuran 170 cm
18:55Bisa menggunakan teknik tersebut
18:57Hanya saja
18:58Hanayama pun menjelaskan
19:00Walaupun memiliki tinggi 170 cm
19:03180 atau 2 meter sekalipun
19:06Akan susah bagi seseorang untuk menguasai teknik tersebut
19:10Lalu di tengah arena
19:11Tiba-tiba saja Baki mengganti kuda-kudanya kembali
19:14Dan kali ini Baki menggunakan kuda-kuda ala Pterosaurus
19:18Tapi sesaat kemudian
19:20Baki pun merubah kembali kuda-kudanya itu menjadi seekor T-rex
19:24Melihat Baki yang berubah wujud dalam sekejap jelas membuat pickle berkeringat dingin
19:29Karena di mata pickle
19:31Baki saat ini sudah menjadi gabungan hewan terkuat di muka bumi
19:35Lalu tiba-tiba saja dengan teknik gabungannya itu Baki pun menyerang pickle
19:38Dan dengan sangat cepat Baki memelintir tangan kanan pickle layaknya koyakan seekor T-rex
19:55Dan saat pickle kembali bangkit
19:57Lagi-lagi dengan teknik gabungan itu Baki pun menyerang pickle secara frontal
20:01Di sisi lain
20:03Pickle yang awalnya terkejut dengan serangan Baki
20:06Tiba-tiba saja memasang kuda-kuda
20:08Dan menjadikan pembatas arena sebagai tumpuannya
20:11Lalu dengan seluruh kecepatannya
20:13Pickle pun menerjang Baki dengan kecepatan tinggi
20:16Sementara itu
20:17Baki yang tadi dalam posisi menyerang tiba-tiba saja berhenti
20:21Dia membatalkan kuda-kudanya sambil berdiri menghadapi terjangan pickle
20:25Hingga akhirnya tumbukan kuat pun terjadi
20:28Tapi tanpa disangka
20:29Baki berhasil menghempaskan pickle dengan sangat mudah
20:52Melihat kejadian itu semuanya pun ikut terkejut
20:55Karena pickle yang memiliki bobot hingga 200 kilo berhasil dipentalkan oleh Baki
21:00Layaknya mengusir seekor lalat
21:03Tapi walaupun dipentalkan seperti itu
21:05Pickle pun kembali bangkit tanpa terluka sedikit pun
21:09Dan kali ini giliran Hanayama yang memberikan penjelasan pada Retsu dan juga Tokugawa
21:14Dia menjelaskan
21:15Semakin besar kekuatan yang dihempaskan saat melaju
21:18Maka semakin rentan juga serangan tersebut terhadap dorongan dari samping
21:22Contohnya saat peluru menembus perut
21:24Peluru itu kemudian bisa keluar dari samping ataupun melalui bahu
21:28Karena banyak faktor yang membelokkan peluru itu ketika menembus perut
21:32Atau dalam contoh ekstrim
21:34Sehelai daun tanaman hias pun dapat membelokkan sebuah peluru
21:37Kemudian Retsu pun akhirnya mengerti
21:40Apabila dia mengibaratkan serangan pickle itu seperti tembakan sekali berpeluru
21:44Berarti kibasan kecil Baki bisa membelokkan serangan pickle hingga menghempaskannya sejauh mungkin
21:50Tidak lama kemudian Baki lagi-lagi mengejutkan semua orang
21:54Karena tiba-tiba saja dia kencing di tengah arena
21:57Dan tidak hanya sekali
21:59Baki kencing sebanyak 8 kali
22:02Yang ternyata
22:03Tujuan Baki melakukan hal itu adalah untuk menandai 8 titik arena
22:07Sebagai tanda wilayahnya
22:09Melihat tindakan Baki itu jelas membuat pickle sangat kesal
22:12Lalu dia pun kembali meloncat ke tengah arena
22:15Menyadari pickle mulai kesal
22:17Baki pun mengatakan kalau dia tidak akan lagi menggunakan teknik tipuan
22:20Seperti teknik dinosaurus yang dia lakukan sebelumnya
22:26Karena sebentar lagi dia akan bertarung dengan pickle sebagai manusia biasa
22:31Lalu secara mengejutkan
22:32Pickle yang sudah murka tiba-tiba saja menghempaskan Baki ke tanah dengan kedua tangannya
22:37Dan Baki pun menerima serangan itu secara langsung dengan sengaja
22:41Bahkan saking kerasnya
22:42Baki pun menyamakan tumbukan pickle itu bagaikan dihantam oleh bumi itu sendiri
22:56Tapi tidak berhenti sampai di sana
22:58Pickle kemudian menginjak Baki dengan sekuat tenaga hingga berulang kali
23:02Tapi dengan sekuat tenaga juga Baki menahan serangan pickle itu dengan kedua tangannya
23:18Dan saat Baki mulai berdiri
23:21Seakan tidak memberi kesempatan pickle kembali melakukan uppercut sekuat tenaga
23:25Bahkan tangkisan Baki pun seakan tidak mampu meredam kekuatannya
23:29Lalu kemudian untuk ketiga kalinya Baki terhempas ke udara
23:40Sambil melayang
23:42Baki pun tiba-tiba saja teringat kembali dengan kekuatan super paman biskuit Oliva
23:46Kemudian dia pun membayangkan
23:49Apabila Oliva berhadapan dengan pickle
23:51Pasti mereka akan saling beradu kekuatan
23:54Begitupun dengan Hanayama yang saat ini sedang menonton
23:57Pasti dia akan melakukan hal yang sama
23:59Hanayama tidak akan memakai trik murahan dan saling berbaku hantam secara langsung
24:04Bahkan Baki pun membayangkan apabila pickle bertarung dengan ayahnya Yujiro Hanma
24:09Mereka berdua pasti akan menggunakan kuda-kuda yang sama
24:12Dan saat ini terlihat Baki mendarat dengan sempurna
24:16Kemudian dia pun melupakan apa yang sebelumnya dia bayangkan
24:19Karena hal yang paling dia ingin lihat adalah
24:22Bagaimana dirinya sendiri bisa menaklukkan seseorang yang ada di depannya itu
24:32Lalu sambil menghindari serangan-serangan pickle
24:35Baki juga mulai mengingat kembali kenapa dirinya bisa sampai sejauh ini
24:40Dan Baki pun mengakui
24:41Kalau itu semua adalah demi mengikuti jejak makhluk terkuat di bumi
24:45Yaitu Yujiro Hanma
24:47Kemudian Baki menyadari
24:48Kalau hal itu sudah jauh berbeda dari tujuan awalnya
24:51Yaitu membalas dendam ibunya
24:54Dan anehnya rasa kebencian itu sudah berubah menjadi rasa kagum
24:58Baki juga mengakui kalau ada satu hal yang memang tidak bisa dia sangkal
25:02Yaitu kekuatan mutlak ayahnya Yujiro Hanma
25:05Karena setiap jengkal dari tubuhnya tampak sangat sempurna
25:09Oleh karena itu dia berusaha mengikuti jejak ayahnya
25:12Dan mempersenjatai diri untuk menahan tinjunya
25:15Dan juga mengantisipasi kecepatannya
25:18Sehingga saat ini dia bisa menghindari serangan pickle berkali-kali
25:22Ya walaupun Baki juga mengakui
25:24Apabila pukulan itu mengenainya sekali saja
25:27Maka luka yang didapatkannya pun akan sangat fatal
25:30Tapi walaupun begitu
25:32Baki tetap menantang dirinya sendiri untuk menghindari serangan pickle
25:35Di detik-detik pukulan itu akan mengenainya
25:38Karena menurutnya cara itu lebih efisien
25:41Bahkan Retsu yang melihatnya pun mengatakan
25:44Kalau saat ini Baki tidak seperti sedang bertarung
25:46Melainkan sedang menari
25:48Seolah-olah dia adalah seorang matador
26:01Menyadari serangannya itu terus-menerus Baki hindari
26:04Membuat pickle kebingungan
26:06Karena berbagai macam makhluk gesit di darat, air maupun udara
26:09Pernah dia temui
26:10Tapi tidak ada satupun yang bisa menyamai musuhnya kali ini
26:14Pickle yang kesal akhirnya kembali menyerang Baki
26:17Tapi bukan hanya menghindar
26:19Serangan pickle kali ini tampak menembus tubuh Baki
26:26Melihat hal itu
26:27Pickle kembali teringat masa lalu
26:30Saat itu pickle melihat kupu-kupu dan berusaha menangkapnya
26:33Tapi sekeras apapun dia mencoba kupu-kupu itu tidak berhasil dia tangkap
26:37Hingga akhirnya pickle pun sadar
26:40Kalau di dunia ini ada makhluk yang bisa menembus tubuhnya
26:43Sama halnya seperti petua master karate bernama Aoyama di akhir hayatnya
26:48Aoyama mengatakan kalau dia seringkali menghindari banyak hantaman
26:52Bahkan pipa baja ataupun pisau
26:54Namun dia menghindari semua serangan itu di detik-detik terakhirnya
26:58Hingga akhirnya
26:59Dia pun mengalami situasi menakjubkan ketika tubuhnya dapat menembus serangan lawan
27:04Dengan kata lain
27:05Semakin efisien gerakan kita saat melakukan pertarungan
27:09Maka semakin mudah juga kita menyelinap di antara serangan lawan
27:12Yang bahkan kita juga dapat memasuki ranah menembus lawan
27:16Sin pun kembali memperlihatkan pickle yang saat ini sedang menyerang Baki berkali-kali
27:20Tapi serangan itu dengan mudah juga Baki hindari
27:28Bahkan pickle tampak sangat ketakutan
27:31Setelah melihat Baki yang tiba-tiba muncul di belakangnya
27:35Melihat kemampuan Baki yang sudah begitu hebat
27:38Retsu pun mulai membayangkan apakah dirinya bisa mengikuti jejak langkah Baki
27:42Bahkan menurutnya
27:43Petarung kawakan sekelas Dopo Orochi
27:46Goki Shibukawa
27:47Bahkan masternya sendiri Kaku Kayo
27:49Belum tentu bisa meniru tekniknya Baki
27:52Sin kembali ke tengah arena
27:54Saat ini dengan membabi buta
27:56Pickle menyerang Baki bertubi-tubi
27:58Tapi dengan cepat juga Baki menghindari serangan itu berkali-kali
28:02Lalu kemudian dengan kecepatan tinggi Baki berhasil mengitari Pickle
28:06Dan menyerang bijinya dengan sekuat tenaga
28:09Dan karena rasa sakitnya yang luar biasa
28:12Pickle pun sampai menggeliat tidak karuan di depan Baki
28:34Melihat kejadian itu Tokugawa pun kembali bertanya kepada Retsu
28:38Kenapa biji yang ukurannya sangat kecil tapi bisa menghasilkan rasa sakit yang luar biasa
28:44Retsu pun menjelaskan
28:45Kalau biji merupakan sebuah organ dalam yang sangat rapuh
28:49Yang sama rapuhnya dengan jantung, hati, otak, dan organ dalam lainnya
28:54Tapi bedanya semua organ itu terlindungi otot dan juga tulang
28:58Sedangkan biji tidak terlindungi oleh apapun
29:01Sehingga apabila biji diserang akan mengalami sakit yang luar biasa dahsyat
29:05Tidak lama kemudian Pickle pun kembali bangkit sambil memasang muka penuh amarah kepada Baki
29:11Bahkan Baki yang melihatnya pun hingga dibuat merinding
29:14Saat itu Baki pun menyadari
29:16Kalau sebentar lagi pertarungan mereka pun akan segera berakhir
29:19Karena tampak Pickle sudah memasuki wujud terakhirnya
29:28Tapi tiba-tiba saja Baki juga melihat sebuah luka yang mementang secara diagonal di batang tubuh Pickle
29:34Begitupun Retsu Hanayama dan Tokugawa yang juga melihat luka yang sama di punggungnya
29:40Kemudian Retsu menyimpulkan
29:42Berdasarkan bentuk bekas luka dan ukurannya
29:45Retsu yakin luka tersebut Pickle dapatkan setelah terkena gigitan taring Tyrannosaurus
29:49Dan Pickle merupakan manusia yang selamat dari cabikan T-Rex
29:53Lalu setelah menyadari kehebatan Pickle itu
29:56Mereka bertiga pun akhirnya memberikan apresiasi kepada Pickle dengan cara bertepuk tangan
30:06Scene pun kembali ke tengah arena
30:08Saat ini terlihat tubuh Pickle mulai berubah
30:11Pickle menggeser setiap sendi yang ada di tubuhnya
30:13Dan beralih ke mode bertempur
30:15Dan kali ini
30:17Di depan Baki, Pickle benar-benar mengeluarkan bentuk terakhirnya
30:21Tapi layaknya seorang petarung kawakan
30:23Baki sama sekali tidak gentar menghadapi Pickle
30:26Bahkan Baki sampai mengucapkan terima kasih
30:28Dan menganggap perubahan Pickle itu sebagai tanda persahabatan
30:45Lalu kemudian
30:47Saat Pickle mengambil ancang-ancang untuk menyerang
30:50Baki pun berjanji di dalam hati
30:52Kalau dia tidak akan beranjak kemanapun
30:54Dan akan terus berada dalam jangkauannya
30:57Hingga akhirnya Pickle pun menyerang Baki
31:00Dan serangan itu pun Baki tangkis dengan kedua tangannya
31:03Mendapat pukulan dengan kekuatan seperti itu jelas membuat Baki terhempas
31:07Tapi dengan teknik sempurnanya itu
31:09Baki berhasil menangkis tanpa mendapatkan sedikit pun luka-luka
31:13Dan saat Pickle akan menyerangnya lagi
31:15Baki pun memotong serangan itu dengan kedua tendangannya
31:32Setelah berhasil mengatasi serangan Pickle itu
31:35Baki mengatakan
31:36Walaupun Pickle memukulnya dengan sekuat tenaga
31:39Tapi kekuatannya itu belum cukup kuat untuk menghempaskannya
31:42Itu karena
31:43Serangan Pickle disambut dengan tenaga yang sama oleh Baki
31:47Tapi menurutnya serangannya itu lebih cepat plus sudutnya pun lebih tajam dibandingkan Pickle
31:52Dan hal itu disebut dengan sebutan teknik
31:55Yang merupakan sebuah evolusi
31:58Baki pun menambahkan
31:59Kalau saat ini manusia mempunyai seni bela diri
32:02Oleh karena itu dia berjanji tidak akan pernah mundur
32:05Ya walaupun menurut Baki dirinya kurang bisa menandingi Pickle
32:09Dalam aspek kekuatan otot, berat, dan struktur tulang
32:12Tapi tiba-tiba saja saat itu Pickle kembali menyerang
32:15Dan lagi-lagi dengan kedua tangannya Baki berhasil menahan serangan Pickle
32:19Lalu sambil menendang Pickle
32:21Baki mengatakan
32:22Kalau tekniknya itulah yang akan dia gunakan untuk bertarung melawannya
32:26Karena sudah sekian lama Baki selalu menempat tekniknya itu
32:35Mulai dari menahan rasa sakit, menempat tubuhnya, menjaga pola makan, menantang rasa takutnya, dan juga bertarung
32:43Dan dari sana dia pun belajar berbagai macam hal
32:46Mulai dari kepalan tangan, sikap kaki, terikan nafas, penglihatan yang jeli bahkan teknik bertarung yang diwarisi oleh nenek moyang
32:54Dan semua hal itu sudah bersemayam di dalam dirinya saat ini
32:58Teknik yang diciptakan untuk bertahan hidup
33:01Diasah untuk melindungi
33:02Dipupuk oleh kebencian dan diwariskan melalui nestapa
33:05Sebuah mata rantai yang menurutnya tidak boleh putus
33:09Tapi tiba-tiba saja setelah mengeluarkan undek-undeknya itu
33:12Baki pun merasakan kalau Pickle baru saja mengatakan hal yang sama
33:16Dari mata Pickle, Baki mengetahui
33:19Kalau dia juga sudah mengalami jutaan gigitan, cakaran, bahkan tandukan
33:23Oleh teman-teman yang menempanya hingga saat ini
33:26Tapi Baki juga menemukan sosok lain di mata Pickle yang juga berperan penting dalam menempanya
33:31Seperti Retsu, Katsumi, bahkan Jack Hanma
33:34Dan saat ini, sambil menangis Pickle kembali menyerang Baki dengan kecepatan tinggi
33:40Lalu dalam pikirannya itu, Baki pun bertanya-tanya
33:43Bagaimana caranya dia menghadapi serangan itu
33:46Kemudian saat pukulan itu akan mengenainya
33:49Dengan cepat Baki memotong serangan Pickle dengan tinjuan ke arah wajah
33:53Tapi tidak berhenti sampai di sana
33:55Pickle pun kembali menyerang Baki
33:57Dan lagi-lagi, seperti bergerak sendiri Baki kembali melakukan counter
34:02Dan tidak hanya sekali Baki bahkan melakukan counter hingga berkali-kali
34:06Seperti biasa, Retsu pun menjelaskan
34:08Kalau counter atau serangan balik bisa menghasilkan dua dampak
34:12Yang pertama adalah dampak fisik
34:14Karena counter attack dapat menggandakan efek serangan
34:17Dan yang kedua adalah dampak utama dari serangan balik
34:21Yaitu dampak yang merasuki hati atau pesikis
34:24Layaknya seorang petinju yang sedang fokus menyerang lawannya
34:27Maka mulutnya pun akan terbuka lebar
34:30Dan otot lehernya akan menjadi kendor
34:32Dan saat dia terkena serangan counter ke tubuhnya yang sedang lengah
34:36Maka sudah pasti dia akan langsung roboh dan tidak akan bisa kembali bangkit dalam 10 detik
34:41Sama halnya dengan Pickle
34:43Walaupun dia memiliki leher yang kuat
34:45Tapi saat dia sedang fokus menyerang
34:47Dan mulutnya terbuka lebar
34:49Maka di saat itulah ketangguhannya pun bisa diibaratkan seperti bayi yang baru saja lahir
34:54Kemudian Retsu juga menceritakan sebuah kisah di dunia boxing
34:58Konon katanya
34:59Dulu ada seorang pria yang memiliki pukulan yang mampu merobohkan seekor gajah
35:04Dan petinju itu adalah George Foreman
35:07Juara tinju kelas berat ke-31 sekaligus pemegang rekor KO terbanyak sepanjang sejarah
35:13Sementara itu
35:14Ada juga seorang juara yang selalu diremehkan oleh orang lain
35:18Dan sering disebut dengan sebutan petinju terlemah dalam sejarah
35:21Dan petinju itu adalah The Greatest Muhammad Ali
35:24Tapi dengan skill tinjunya yang secepat bayangan
35:27Muhammad Ali seringkali membuat KO petinju lain termasuk Foreman
35:31Karena pukulan cerdik yang sangat cepat dan penuh kewaspadaan itu
35:34Sering diibaratkan serangan counter oleh lawan
35:37Dan menurut Retsu
35:39Baki memiliki kemampuan seperti itu
35:41Oleh karena itu Baki saat ini bisa saling berbalas pukulan dengan Pickle
35:45Bahkan mendominasi
35:46Sin pun tiba-tiba saja memperlihatkan masa lalu Pickle
35:50Saat dia dengan tangguh mengalahkan berbagai macam dinosaurus
35:54Dan menjadi yang terhebat di eranya
35:56Tapi saat ini Pickle menyadari kalau dirinya yang hebat itu sedang terpojok
36:01Bahkan tubuh besar dan fisik yang kuat itu
36:03Tidak dapat membantunya melawan seseorang yang saat ini bertarung dengan teknik yang hebat
36:08Sehingga hal itu pun membuat Pickle kebingungan
36:11Lalu kemudian dengan kecepatan kilatnya Pickle pun berusaha menghindar
36:15Dan terus menghindar
36:16Tapi tetap saja Baki selalu mengejarnya dengan kecepatan yang sama kemanapun dia pergi
36:22Bahkan saat ini Baki dengan penuh rasa percaya diri kembali berkata pada Pickle
36:26Kalau dia tidak akan pergi dan tidak akan meninggalkannya kemanapun
36:30Lalu setelah itu dengan tendangan khasnya Baki pun menyerang wajah Pickle
36:34Dan untuk pertama kalinya
36:36Kekuatan Pickle yang terlampau besar dan mustahil dikejar
36:40Berhasil dikalahkan oleh seni bela diri hasil peradaban
37:04Terima kasih telah menonton
37:14Dan jelas saat ini kemenangan Baki sudah di depan mata
37:18Tapi walaupun kemenangan itu sudah di depan matanya
37:21Kebiasaan buruk Baki pun akhirnya muncul
37:24Kemudian dia pun mengulurkan kedua kepalan tangannya pada Pickle
37:27Dan seketika Pickle pun paham maksud dari Baki itu
37:31Kalau saat ini Baki menantangnya untuk saling beradu stamina dan murni adu kekuatan
37:36Tidak lama kemudian saling adu pukulan pun terjadi
37:40Dan saat ini terlihat Baki tidak ingin menang dengan tekniknya melawan Pickle
37:44Lalu dengan serangan membabi buta dia ingin merobohkan Pickle dengan stamina dan kekuatannya
37:50Tapi alhasil karena perbedaan kekuatan yang cukup besar diantara mereka
37:54Maka kini Baki pun terlihat kewalahan
37:57Lalu dengan sekuat tenaga Pickle memegang tangan Baki kemudian membantingnya
38:01Dan melihat Pickle menggunakan bantingan para penonton pun jelas dibuat keheranan
38:06Karena Pickle baru saja menggunakan sebuah teknik
38:09Dan alasan Pickle melakukan hal itu jelas karena dia merasa takut kalah dalam pertarungannya itu
38:15Dan dengan ini usai sudah pertarungan maut diantara mereka berdua
38:39Kemudian Tokugawa yang keheranan pun bertanya
38:42Kenapa saat ini Pickle hanya meringkuk sedangkan Baki terkulai lemas tidak berdaya
38:46Kemudian Retsu pun menjelaskan
38:48Kalau saat ini Pickle memang tidak terlihat bernapsu untuk menyerang
38:52Tapi baginya hidup dan mati Baki sudah ada di tangannya
38:55Dan saat ini Pickle adalah pemenangnya
38:58Mendengar pendapat itu Hanayama pun tampak tidak setuju
39:01Hanayama mengatakan
39:03Kalau pada dasarnya jurus diciptakan oleh yang lemah agar bisa melawan yang kuat
39:07Dengan kata lain
39:09Jurus adalah sebuah senjata
39:11Tapi saat ini badan dan fisik Pickle lebih unggul dari siapapun
39:14Maka ada aturan yang tidak tertulis bagi mereka yang terlahir kuat
39:18Kalau mereka tidak berhak untuk menggunakan tipu musliha
39:21Kemudian Tokugawa pun kembali bertanya
39:24Bagaimana dengan Baki yang sempat menyudutkan Pickle
39:26Hanayama pun menjawab
39:28Kalau menurutnya Baki adalah pemenangnya
39:31Dan itulah perbedaan pendapat diantara dua pertarung hebat
39:34Retsu meyakini Pickle menang
39:35Dan Hanayama meyakini ketangguhan Baki
39:38Jadi menurut kalian siapa pemenangnya guys?
39:41Tulis pendapat kalian di kolom komentar
39:43Sementara itu Baki yang terluka parah
39:45Saat ini terlihat sedang ditandu menuju ruang perawatan
39:49Dan Pickle yang dari tadi meringkuk pun tiba-tiba saja berdiri
39:52Lalu pergi keluar arena
39:54Hanya saja
39:55Tampak saat ini Baki sudah tidak ada di ruangannya
39:58Kemudian terlihat mereka pun bertemu di atas sebuah gedung tinggi
40:02Di sana Baki pun membuka pembicaraan
40:04Baki mengatakan kalau dari atas sana pemandangan memang tidak terhalang
40:08Dan dia yakin dengan kekuatan imajinasinya
40:10Pickle juga bisa melihat pemandangan di jamannya
40:13Pemandangan megah di jaman perubakalah
40:15Dan saat ini dia akan menemani Pickle melihat pemandangan itu
40:19Kemudian Sin pun meralih ke pusat kota Washington DC, Amerika Serikat
40:23Di sana terlihat si anak menteng Barack Obama yang baru saja dilantik menjadi Presiden Amerika
40:28Tiba-tiba saja Obama mengaku pada seseorang
40:31Kalau saat ini memang sedang terjadi transisi kekuasaan hebat di Amerika
40:35Dan seperti yang dicetuskan oleh Presiden ke-40 Ronald Reagan
40:39Kalau dia harus melanjutkan misi rahasia dengan kodename Ogre
40:43Yaitu Yujiro Hanma
40:44Dan Obama pun mengaku
40:46Kalau dia baru mengetahui rahasia ini minggu lalu
40:49Tapi karena terlalu banyak bicara
40:51Yujiro pun memotong pembicaraan Obama
40:53Dan memintanya untuk to the point
40:55Mendengar hal itu Obama pun meminta maaf
40:57Dan dia langsung mengikrarkan sumpah setia pada Yujiro Hanma
41:01Kalau Amerika akan menjalin hubungan baik dengannya dan selalu menghormatinya
41:05Bahkan tidak akan mencampuri urusan hidupnya
41:08Serta akan selalu mematuhi janji apapun yang terjadi
41:11Dan dia bersumpah sebagai Presiden Amerika
41:14Untuk melakukan perjanjian persahabatan
41:17Tapi setelah membacakan ikrar itu
41:19Obama pun meminta Yujiro Hanma
41:21Untuk mengubah batu bara menjadi sebuah batu berlian
41:23Karena ada teori yang mengatakan
41:26Kalau tekanan sebesar 100 ribu atmosfer
41:28Dapat mengubah batu bara menjadi sebuah berlian
41:31Dan dia tidak akan mempercayai fenomena itu
41:34Apabila tidak melihat sendiri dengan mata kepalanya
41:37Oleh karena itu Obama yang mendengar kabar Yujiro lebih kuat daripada nuklir
41:42Ingin melihat pembuktian itu
41:43Lalu kemudian
41:45Hanya dengan satu kepalan saja
41:47Batu bara pun langsung menghilang di tangan Yujiro Hanma
41:50Kemudian dia menggores meja kaca
41:52Dengan sesuatu yang tidak dia perlihatkan
41:55Tapi Obama yang melihat kejadian itu pun menyadari
41:58Kalau Yujiro memotong kaca itu seperti memakai sebuah berlian
42:05Ya walaupun Yujiro mengatakan
42:07Kalau berlian yang ada di tangannya itu
42:09Merupakan berlian imitasi
42:11Tapi hal itu tidak membuat Obama ragu sedikit pun
42:14Kalau Yujiro memang dapat melakukannya
42:16Kemudian Sin pun berganti ke Underground Arena
42:19Dan tampak disana sekelompok orang yang sedang membekukan Pickle
42:23Lalu kemudian terlihat juga Profesor Payne dan Kapten Stradem
42:26Yang saat ini sedang melakukan rapat dengan orang-orang penting
42:29Dalam rapat itu mereka meminta agar Pickle kembali dibekukan
42:33Tapi permintaan itu jelas ditentang keras oleh Profesor Payne
42:37Profesor Payne berpendapat kalau mereka kembali membekukan Pickle
42:40Dia sangat mengkhawatirkan kondisinya di masa depan
42:44Karena seakan-akan mereka melempar tanggung jawab pada manusia di masa depan
42:48Dengan mengatasnamakan Humanism
42:50Dan mendengar perkataan itu Kapten Stradem pun tampak sependapat dengan Profesor Payne
42:55Tapi kemudian mereka pun malah menyalahkan Kapten Stradem
42:59Karena membiarkan aset budaya yang katanya penting itu
43:02Untuk melawan ahli bela diri dengan tangan kosong
43:05Lalu Kapten Stradem pun menjawab
43:07Kalau semua itu dia lakukan untuk memenuhi janjinya pada Pickle
43:11Tapi sayangnya tidak hanya dalam rapat
43:13Perdebatan tentang Pickle pun terjadi di seluruh dunia
43:16Antara masa yang menerima dan yang menolak
43:18Dan akhirnya terjadilah perdebatan hebat di PBB
43:22Dan untuk menyelesaikan permasalahan itu
43:24Mereka pun akhirnya melakukan voting
43:27Tapi sayangnya
43:28Voting kembali membekukan Pickle unggul tipis seribu orang
43:31Dibandingkan membiarkan Pickle hidup bersama di tengah masyarakat
43:35Ya tentu saja hasil voting itu pun sudah membuat kecewa Profesor Payne
43:39Tapi karena tidak ada pilihan lain terpaksa Profesor Payne pun merelakannya
43:43Sementara itu di tempat lain
43:45Terlihat Pickle yang saat ini sudah berhasil melarikan diri
43:48Dan saat Kapten Stradem sedang mengobrol di jalan bersama Profesor Payne
43:52Tiba-tiba saja seekor kepala T-Rex pun muncul
43:55Dan di atas kepala T-Rex itu
43:57Terlihat Pickle yang sedang menatap tajam ke arah mereka berdua
44:01Dan rupanya tujuan Pickle datang ke tempat itu adalah
44:04Untuk memberikan tanda terima kasihnya pada Kapten Stradem
44:07Karena telah memenuhi janjinya itu
44:09Lalu setelah itu Pickle pun hilang entah kemana
44:12Dan bagi Hanma season kedua pun akhirnya usai
44:16Oke terima kasih buat kalian yang udah ngikutin video ini dari awal sampai akhir
44:19Ketemu lagi di video gue selanjutnya
44:22Ciao
44:22Ciao

Recommended