00:00Mungkin ada penjelasan dari Pak Purbaya tadi dan langsung begitu dijelaskan kepada orang yang mengeluarkan outlook tadi, artinya ke depan
00:07ini tidak akan terjadi lagi Pak?
00:10Tidak akan terjadi sentimen negatif yang berlebihan dari mereka, mungkin nanti beberapa bulan lagi mereka akan koreksi, saya pikir ada
00:18waktunya untuk koreksi.
00:19Tapi yang jelas saya jelaskan ke mereka, fondasi kita seperti ini, anggaranya bagus, dia tanya itu subsidi gimana bayarnya?
00:29Ya kita bilang, koreksi sana sini kita pastikan terjadi sehingga defisitnya tetap bisa dijaga di bawah 3%.
00:43Dan dia bilang begini, di acara itu dua-duanya sama, AMF World Banknya sama tuh, kami menyiapkan dana untuk negara
00:50-negara yang butuh, saya diem aja, karena uang saya banyak, karena ada 4.20 triliun, dia hanya punya, dia bilang
00:58mungkin 30-40 triliun, 20-30 waktu sama dengan World Bank.
01:03Jadi ya sama dengan uang kita, dia untuk dibagi-bagi banyak negara, kita punya buat sendirian, jadi pertahanan kita cukup
01:13berlapis-lapis dibanding yang lain.
01:16Berarti Bapak di depan AMF, Ibu Kristalina khususnya sudah memberikan pernyataan bahwa kita belum membutuhkan bantuan itu Pak?
01:25Ya, yang penting gini, mereka nggak percaya itu anggaran kita bisa ditahan di, defisitnya di bawah 3%.
01:32Saya bilang dengan tegas bahwa itu atas arahan presiden dan polisi presiden kita seperti itu, dan kita tidak akan melanggar,
01:41dan kita punya cara untuk memastikan itu di bawah 3% tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi kita.
01:49Nah, buktinya di tahun 2025 sebetulnya, orang anggap anggaran kita kan bisa tembus 3,4, 3,5, tapi bisa kita
02:01kendalikan kan di awal laporan kita, turun ke 2,9 kan defisitnya.
02:06Tapi angka yang sesungguhnya nanti kelihatannya di bawah 2,9, mungkin di kisaran 2,8.
02:13Nanti akan diumumkan ke depan, mungkin bulan 6 Mei, tapi kira-kira indikasinya ke sana.
02:18Jadi, kita bisa memanage budget dengan baik, cukup irit, pertumbuhannya tetap bagus.
02:26Jadi, itu cara membelanja uang dengan efisien dan efektif.
02:31Ini yang harus diturut negara-negara lain.
02:35Kita juga bilang begitu ke IMF dan lain-lain, bahwa kita bisa belanja dengan efisien, tapi tumbuhnya lebih cepat dibanding
02:44negara-negara di kawasan.
02:47Ini yang dibanding negara-negara gini, malah kita nomor 2 setelah India, tapi India defisitnya di atas 4%.
02:55Oke, saya juga mendengarkan informasi, Pak Purbaya, bisa dikoreksi bila saya salah.
03:01Ini terkait dengan Managing Director IMF, Ibu Kristalina.
03:04Saya dengar ini sempat heran dengan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang cukup tinggi.
03:10Apa yang Bapak jelaskan kala itu?
03:14Dia sempat ya kagum lah, kagumnya nggak bunyi-bunyi amat, tapi kelihatan sekali mukanya senang dan agak heran gimana kita
03:25bisa seperti ini kondisinya.
03:27Yang saya jelaskan adalah kita melakukan perbaikan kebijakan fiskal untuk pendapatan kita perbaiki pajak dan biaya cukai.
03:37Pada dasarnya kita ingin menjalankan atau sedang menjalankan pemerintahan yang bersih, sehingga pendapatan pajak kita naik.
03:45Saya bilang tumbuh 30% di bulan pertama, tumbuh 20% di bulan Januari ke-5 tahun ini dibanding periodo
03:53yang sama tahun yang lalu.
03:55Akibatnya layar tahan anggaran kita menjadi lebih baik.
04:01Jadi kita bilang bahwa kita berhasil mengatasi krisis bukan karena kebijakan yang tiba-tiba untuk menghadapi krisis,
04:12tapi kita sudah melakukan perbaikan atau reformasi sebelum krisis itu datang,
04:18sehingga kita berhasil dibandingkan, lebih berhasil dibandingkan banyak negara di sekeliling kita atau di dunia.
04:23Jadi reformasi yang kita lakukan di akhir tahun lalu, pajak, biaya cukai, dan manajemen fiskal kita,
04:35manajemen kas kita, itu membuat kita kuat, memasuki tahun 2026,
04:41sehingga ketika banyak gonjangan pun, kita masih tetap maju dengan cepat, kira-kira kebalah kira-kira.
04:49Terima kasih telah menonton!
Komentar