- 2 hari yang lalu
Iran dan Amerika Serikat kembali gagal mencapai kesepakatan saat negosiasi di Islamabad, Pakistan. Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin langsung oleh Wakil P
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Intro
00:07Iran dan Amerika Serikat kembali gagal mencapai kesepakatan saat negosiasi di Islamabad Pakistan
00:13Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden James David Vance
00:18menyatakan tak ada komitmen Iran untuk menghentikan pengembangan program nuklir secara permanen
00:24J.D. Vance bilang poin tentang nuklir jadi red line atau batas kritis kesepakatan yang diminta Presiden AS Donald Trump
00:48Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Bagey menyatakan
00:51ada perbedaan pendapat antara Iran dan AS mengenai beberapa isu krusial
00:56tapi Bagey tak merinci terkait sejumlah isu tersebut
00:59Bagey bilang selat hormus yang menjadi topik baru dalam pertemuan itu
01:03membuat pembicaraan antara kedua negara semakin rumit
01:30Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad Sabtu lalu disebut-sebut sebagai pertemuan tingkat tertinggi
01:36paling bersejarah antara kedua negara sejak revolusi Iran 1979
01:41Perundingan itu fokus membahas isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, blokade selat hormus, harapan perang berakhir, serta penyelesaian konflik di
01:50kawasan
01:51Pakistan menyerukan Iran dan AS agar menjaga gencatan senjata setelah perundingan usai tanpa kesepakatan
01:58Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishakdar mengatakan
02:03negaranya akan mencoba memfasilitasi dialog baru antara kedua negara dalam beberapa hari mendatang
02:25Sebelumnya perwakilan AS dan Iran sudah berkali-kali
02:28negosiasi, salah satunya saat perundingan di Genoa Swiss beberapa bulan lalu
02:33Kini tanpa ada kesepakatan, gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April lalu semakin tak pasti
02:38Akankah kedua pihak tetap menahan diri dan terus merajut diplomasi atau melanjutkan perang?
02:49Saudara Amerika Serikat dan Iran lagi-lagi gagal mencapai kesepakatan membuat gencatan senjata yang ditetapkan selama dua pekan
02:56Dan semakin rapuh lalu akankah perang berlanjut setelah gencatan senjata?
03:01Kita bahas bersama praktisi hubungan internasional Synergy Policies Dina Prapto Raharja dan Pakar Intelligence Center for Intermastic and Diplomatic Engagement
03:10Said Anton Ali Abbas
03:13Selamat malam Mbak Dina Mas Anton
03:25Selamat malam
03:25Dan terakhir katanya dari Amerika Serikat soal komitmen permanen tidak mengembangkan senjata nuklir dan kendali selat hormus
03:32Nah sementara Iran menyebut tuntutan AS ini tidak masuk akal dan berlebihan
03:36Dengan fakta bahwa Amerika Serikat sudah menghancurkan sebagian besar fasilitas pengayaan nuklir Iran lewat Operation Alliance Roar 28 Februari lalu
03:46Ini bukankah klaim Iran bahwa mereka masih mampu menolak tuntutan AS menunjukkan bahwa intelijen barat gagal memprediksi ketahanan rezim di
03:54Teheran?
03:54Mbak Dina
03:56Ya satu poin betul Anda sampaikan bahwa mereka gagal menghitung kalkulasi dengan tepat ya kekuatan Iran
04:05Dan menurut saya gini juga kalau dibicara baru bicara 21 jam kemudian dengan situasi yang sudah demikian kompleks dengan kerusakan
04:14yang begitu besar
04:15Dengan boleh dikatakan tindakan unilateral di tengah proses negosiasi waktu itu antara Amerika Serikat, Oman, difasilitasi Oman dengan Iran gitu
04:26Intinya sebenarnya terlalu buru-buru juga Amerika Serikat bilang itu gagal
04:31Justru buat saya jadi satu tanda tanya apakah Amerika Serikat ini benar-benar niat melakukan negosiasi
04:39Atau dengan mengatakan gagal ini menjadi semacam sinyal bahwa mungkin saja ada serangan berikutnya lagi terhadap Iran
04:46Itu yang harus kita waspadai
04:48Oke, saya ke Mas Anton kalau gitu
04:50Masih soal nuklir yang jadi red line katanya dalam negosiasi ini
04:55Tapi ditolak Iran
04:56Lalu bagaimana Anda melihat skenario strategi kedua negara selanjutnya kira-kira?
05:02Iya, gini Mas
05:04Yang pertama kan kita harus menempatkan bahwa ini adalah ruang negosiasi ya
05:09Bukan ruang dikte
05:10Oke
05:11Jadi kalau misalnya dua-duanya sama-sama memajukan red line
05:14Itu memang dari awal nggak ada niat untuk bernegosiasi
05:17Itu satu, kenapa?
05:18Karena kan masing-masing sudah mengeluarkan red line ya
05:21Kalau misalnya dari Iran sendiri dia mengeluarkan red line 4 gitu ya
05:26Lalu misalnya ada serangan tidak boleh dilanjutkan
05:29Lalu kemudian dia bicara tentang hormus
05:32Lalu bicara tentang misalnya minta senjata nuklir dibolehkan gitu
05:40Lalu perang regional berhenti gitu ya
05:41Sementara dari awal misalnya tim Amerika Serikat langsung bilang pokoknya nuklir berhenti gitu
05:47Jadi memang dari awal gitu ya
05:49Mereka tidak ingin membangun
05:50Kalau misalnya dalam cerita dengan proses negosiasi
05:53Tidak ingin memperbesar yang namanya island of agreement
05:55Dimana mereka sebenarnya sama-sama ingin membangun perdamaian gitu
05:59Jadi itu kan seperti kunci awalnya
06:01Tapi kemudian ketika mereka memulai pertemuan dengan sesuatu yang udah dari red line-red line
06:07Ya memang pasti akan kolaps
06:08Gitu ya
06:09Jadi ini memang menjadi pelik
06:11Itu satu
06:12Kedua Amerika lupa bahwa posisi Iran hari ini bernegosiasi
06:16Berbeda dengan posisi Iran ketika Januari-Februari lalu bernegosiasi
06:21Ketika mereka bernegosiasi waktu misalnya Februari lalu
06:24Mereka masih bernegosiasi kalau bisa diizinkan 3,5% pengayaan uranium
06:29Dan hari ini tentu saja mereka ingin jauh lebih besar
06:32Kenapa?
06:32Karena mereka sudah mencoba ada 4
06:35Minimalnya itu adalah 4
06:37Leverage posisi mereka yang lebih kuat
06:39Satu misalnya mereka udah menunjukkan bahwa kemampuan mereka untuk bertahan
06:43Dan mereka menerima balasan itu ada
06:44Kedua mereka mampu untuk misalnya mendisrupsi maritim
06:48Dalam hal ini selat hormus
06:50Lalu ketiga mereka mengakui bahwa sistem desentralisasi militer mereka itu mampu memberikan perlawanan
06:58Gitu ya
06:59Dan keempat saja ada proksi
07:01Dimana proksi itu juga bisa memberikan perlawanan
07:04Jadi bagi saya kemudian posisi Iran hari ini
07:07Itu berbeda dari posisi Iran
07:09Yang sebelum perang
07:11Ini yang kemudian bagi saya
07:12Mereka lupa
07:13Padahal gitu ya
07:15Kalau misalnya kita lihat juga
07:16Memang cukup pelik ketika
07:17Kita ingin mencari titik temu
07:20Antara 15 tawaran dari Amerika Serikat
07:23Lalu kemudian 10 dari proposalnya Iran
07:26Ini akan mencari sulit untuk titik temunya
07:28Karena itulah kemudian
07:29Bagi saya itu sebenarnya
07:31Ketika misalnya Wapres Amerika Serikat yang memimpin langsung negosiasi
07:35Harapan saya kan ini sedikit mencair ya diskusinya
07:39Kenapa?
07:40Karena kan ini kegagalan negosiasi sebelumnya kan itu dilakukan oleh
07:43Steve Witkopf sama Jared
07:46Jadi ketika ini harapan saya
07:48Ketika adalah seorang Wapres yang memang anti perang
07:50Ini bisa kemudian berdiplomasi
07:52Walaupun mereka juga lupa berhitung
07:54Bahwa kemudian timnya Iran
07:55Ini jauh lebih komplit
07:57Jauh lebih bakal ada diskusi
07:59Negosiasi yang lebih keras
08:00Lebih tough gitu ya
08:01Ini yang bagi saya kemudian
08:03Ya saya memang dari awal ini memprediksi
08:06Ini sulit untuk kita mengartikan
08:08Bahwa ini adalah sis fire atau kencatan senjata
08:10Saya lebih banyak mendukakan lah
08:11Ini adalah paus gitu ya
08:13Jedah
08:14Paus
08:14Sejenat
08:15Karena memang sulit untuk kita mencarikan
08:18Apa
08:18Kerangka
08:19Kerangka politik
08:20Tanpa
08:21Jadi tanpa ada kerangka politik
08:23Penyelesaian perang Iran Amerika Serikat ini
08:25Sulit untuk diwujudkan perdamaiannya mas
08:27Oke
08:28Nah Mbak Dina
08:30Dengan fakta
08:31Tadi sudah disinggung juga oleh Mas Anton
08:33Dengan fakta
08:33Gencatan senjata tinggal 10 hari lagi
08:35Apakah Anda melihat peluang eskalasi militer langsung
08:40Akan berdampak pada 72 jam ke depan misalnya?
08:45Saya kira kita harus mengantisipasi segala kemungkinan
08:49Baik itu yang sifatnya masih melanjutkan komunikasi
08:53Kalau dilihat dari pesan Pakistan
08:55Pakistan akan terus mengupayakan ada komunikasi
08:59Kemudian membuka jalur-jalur kemungkinan jalan keluar lah ya
09:04Memecah apa yang menjadi kebuntuan misalnya soal Selat Hormuz itu
09:08Tapi di sisi lain saya juga melihat bahwa
09:11Kalau kita dialog ya
09:15Satu hal yang paling anti itu sebenarnya adalah
09:18Menaikkan intonasi bicara ya
09:21Jadi kalau kita bicara dalam konteks dialog
09:24Tetapi suasana eskalasinya itu masih terasa
09:27Saya kira itu akan sangat sulit untuk mencapai
09:31Satu titik temu
09:33Namanya juga proses negosiasi
09:37Berarti kan ada tawar-menawar
09:38Kalau tidak ada ruang untuk saling menawar
09:41Ya disitu tantangannya kemungkinan besar
09:44Karena menurut saya ya tetap harus diantisipasi
09:47Karena pasukan Amerika Serikat itu masih tetap berada di kawasan
09:51Kemudian Israel
09:53Juga kemarin itu Ben Smotrich ya
09:57Sekutunya atau namanya koalisinya
10:00Ben Benjamin Netanyahu itu
10:02Sudah mulai mengeluarkan statement-statement
10:05Bahwa Lebanon sudah pasti akan dikuasai sepenuhnya
10:09Karena dia juga tetap akan niat dengan Greater Israel
10:12Israel Raya
10:13Demikian pula pihak-pihak di dalam negeri Israel
10:17Kembali mengumandangkan Greater Israel
10:20Sebenarnya kalau kita bayangkan bahwa hari Selasa besok
10:24Kan ada pertemuan ya
10:25Antara Amerika Serikat dengan Lebanon dan Israel
10:30Di Washington DC
10:31Berarti itu satu titik penting di sana
10:34Karena katanya juga baru sekali ini juga
10:36Lebanon itu bicara langsung dengan Amerika Serikat
10:39Saya membayangkan dengan situasi yang tidak simetris
10:42Dimana tentara Lebanon itu relatif jauh lebih lemah
10:46Dibandingkan Hezbollah bahkan IDF milik Israel
10:50Itu kan sebenarnya satu keberanian yang luar biasa juga
10:54Dari pihak Lebanon untuk tetap menjaga jalur komunikasi
10:57Tapi yang saya belum bisa membayangkan itu adalah
11:01Apa kira-kira skenario yang disiapkan oleh Amerika Serikat
11:06Untuk mencapai satu titik temu
11:08Kan poinnya titik temunya ya
11:09Bukan memaksakan kehendak gitu
11:11Kedua belah pihak harus punya tawaran
11:14Dan didapatkan titik temu
11:17Jadi kalau saya lihat posisi Israel masih tetap kekeh ya
11:22Tetap dengan posisinya bahwa
11:24Lebanon itu harus diambil alih
11:25Kemudian juga Hezbollah gak bisa diajak negosiasi
11:29Tanpa proses itu sebenarnya menurut saya sulit ya
11:33Ada kesamaan pandang
11:35Baik itu yang berjalan di Pakistan
11:37Maupun yang berjalan di Washington hari Selasa besok
11:40Mas Anton sumber dari Al-Zazira ini sempat melaporkan
11:45Bahwa Iran bilang kesepakatan mungkin tercapai
11:48Kalau Amerika Serikat prioritaskan Amerika first
11:52Bukan Israel first
11:53Apa artinya untuk Anda ini?
11:56Iya kan memang dari awal ya
11:58Jadi sebenarnya ketika perang ini
12:01Iran juga kan juga memang mencoba untuk mempengaruhi ini dalam konteks perang informasi
12:06Bagaimana kemudian ada narasi yang dibangun oleh Iran
12:09Bahwa perang yang dilakukan oleh Trump ini bukan untuk mengutamakan kepentingan Amerika Serikat
12:14Tapi adalah kepentingan Israel
12:16Kenapa?
12:16Karena dari awal
12:18Kalau misalnya berdasarkan dari narasi yang dibangun Iran
12:21Bahwa dari awal itu Iran itu tidak pernah memberikan ancaman bagi Amerika Serikat
12:28Satu letaknya jauh gitu ya
12:30Kedua serangan-serangan gak pernah diserang pada Amerika Daratan
12:34Dan selama ini kan yang memulai serangan adalah Israel
12:36Jadi apa yang dilakukan ini adalah
12:38Amerika itu terlibat untuk menjaga kepentingan di Israel
12:41Jadi memang kalau saya memang lihat
12:43Itu adalah perang narasi yang dibangun gitu ya
12:45Dan ini yang kemudian
12:47Itulah kenapa misalnya
12:49Narasi yang dibangun oleh Menteri Perang
12:51Misalnya itulah ini yang kaitannya
12:53Kenapa kemudian tentara Amerika harus berperang
12:55Ini dalam konteks adalah menjalankan perintah agama
12:58Ini ada kitab suci
13:00Dalam menjelang misalnya untuk menyambut hari kiamat
13:03Turunnya Nabi Isa dan lain-lain
13:04Narasi-narasi itu yang dibangun
13:06Dan itu kan juga dilawan oleh ratusan prajurit
13:10Yang menolak untuk berperang dengan membangun narasi itu
13:12Itu yang memang kemudian dari awal ya
13:14Perang ini itu memang tidak disiapkan dengan baik
13:17Kenapa tidak disiapkan dengan baik?
13:19Karena memang tujuan strategisnya itu gak jelas
13:21Itulah kenapa kemudian dari sisi Iran
13:23Itu mencoba membangun kontra narasi
13:26Bahwa ini memang untuk mengedepankan
13:29Kepentingan yang namanya Israel bukan dari Amerika Serikat
13:32Oke begini
13:34Saya tadi tertarik juga oleh
13:38Pernyataan dari Mbak Dina
13:39Atau yang sempat disinggung oleh Mbak Dina
13:41Bahwa Amerika Serikat akan memfasilitasi pertemuan Lebanon dan Israel
13:46Dan alih-alih ini akan memberikan resolusi yang baik
13:51Tapi di sisi lain kan Israel ini melawan bukan
13:55Proksi Iran yang bukan negara
13:57Ini proksi non-negara
13:59Hisbullah begitu
14:00Nah apakah ini akan bisa ditengahi oleh Amerika Serikat
14:04Dan apa yang menjadi dasar Amerika Serikat juga
14:07Tidak menyertakan
14:09Apa namanya
14:10Perwakilan-perwakilan non-negara tadi
14:13Proksi-proksi non-negara tadi dalam perundingan
14:15Tapi jangan dijawab dulu nanti saya akan tanyakan itu
14:16Nanti disampai Indonesia malam setelah jadah sesat lagi
14:29Saudara Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons saat upaya diplomatik dengan Iran tengah berlangsung di Pakistan
14:37Trump klaim bahwa apapun hasilnya Amerika menang dalam perang dengan Iran
14:42Bahkan Trump bilang bahwa adanya kesepakatan atau tidak
14:46Tidak akan ada pengaruhnya
14:47Sehingga jika Selat Hormuz tidak juga dibuka
14:50Trump menyebut bahwa Amerika memiliki kapal penyapuran jauh laut yang akan membantu membuat jalur distribusi energi tersebut
14:59Terima kasih telah menonton!
15:26Kita menegosi apakah kita membuat jadwal atau tidak
15:29Tidak berbeda bagi saya
15:31Dan sebabnya kita menang
15:36Ya kita lanjutkan perbincangan tadi sebelum juga saya bertanya ke Mbak Dina
15:39Mbak Dina beberapa hari lagi atau besok ya
15:42Besok itu beberapa lagi koreksi kalau saya salah
15:43Akan ada
15:45Akan ada pertemuan Israel dan Lebanon yang diinisiasi oleh Amerika Serikat
15:50Tadi pertanyaan saya
15:51Yang dihadapi oleh Israel itu kan bukan negara
15:55Proksi Iran yang bukan negara
15:56Ini Hezbollah
15:57Nah guna dari pertemuan ini
15:59Apakah akan menghasilkan resolusi jika yang ditemui sebenarnya proksi Iran yang non-negara
16:03Dan Lebanon ini kan tidak mewakili Hezbollah juga sebenarnya
16:06Nah ini yang menarik adalah bahwa Lebanon itu sejak 2022 itu begitu tidak stabilnya sehingga memilih pemimpin pun mereka gagal
16:18Gagal terus
16:19Baru 2025 di bulan Januari akhirnya terpilih seorang mantan general ya
16:25Anggota dari Lebanese Army Commander
16:28Namanya Joseph Aoun
16:30Yang sebenarnya itu menjadi
16:34Bisa menjadi pemimpin karena didukung oleh Amerika Serikat, Perancis, dan Saudi
16:38Jadi kalau kita lihat komposisinya
16:42Saya sih berpikir mungkin itu sebabnya baru kali ini Lebanon bisa atau berani berhadapan langsung dengan Amerika Serikat
16:50Karena ada kepentingan juga
16:52Kalau dalam diplomasi itu kalau ada overlapping winset gitu ya
16:56Apa yang diinginkan oleh satu pihak dan pihak lain itu ada kesamaan
17:01Maka bisa jadi tercapai sesuatu
17:03Walaupun belum tentu bertahan lama ya
17:06Dugaan saya
17:07Joseph Aoun itu berkeinginan untuk mendapatkan dukungan
17:11Atau minimal perlindungan
17:12Beberapa jenis bantuan mungkin
17:15Untuk berhadapan dengan pihak Hezbollah
17:19Mungkin itu
17:20Karena beberapa waktu yang lalu
17:23Pihak Hezbollah itu sudah memutuskan
17:25Dan saya pernah bilang juga bahwa Hezbollah itu
17:27Jangan dipandang cuma sekedar gerakan milisia bersenjata gitu ya
17:32Tapi dia juga gerakan Syiah
17:34Dan Syiah di Lebanon itu jumlahnya signifikan
17:38Mencapai 20%
17:39Kalau dalam politik angka 20% itu
17:42Angka yang sangat signifikan untuk menentang politik ya
17:45Dan pihak Syiah ini sudah memutuskan
17:48Untuk tidak mau ikut koalisi pemerintahan manapun
17:51Berada di luar pemerintahan untuk menjadi penekan
17:53Artinya
17:54Kalau selama ini pihak Hezbollah itu dipandang lebih kuat secara militer
17:59Kemudian masyarakat di lapangan secara populis itu
18:03Merasakan kehadiran Hezbollah
18:05Karena mereka juga menjadi penyedia aneka beasiswa, sekolah
18:08Kemudian rumah sakit
18:10Itu kan ada tarik menarik politik juga di lataran lokal ya
18:14Yang artinya kemungkinan ada proses di mana pihak Joseph Aoun yang sekarang menjadi pimpinan
18:22Berusaha juga untuk mendapatkan deal dari Amerika Serikat
18:26Demi berhadapan dengan Hezbollah
18:28Walaupun belum tentu berhasil ya saya pikir ya
18:30Tapi di satu sisi itu salah satu kemungkinan yang juga perlu kita antisipasi
18:35Oke
18:35Mas Santos saya balik lagi
18:37Masih hubungannya dengan pertemuan Lebanon-Israel yang diselenggarakan di Amerika Serikat
18:43Dan di inisiasi oleh Amerika Serikat
18:44Mengingat operasi militer yang berlangsung di Lebanon
18:49Yang dilancarkan ke Israel itu tidak dilancarkan oleh negara
18:52Melainkan milisia tadi
18:53Tapi meskipun demikian
18:55Mbak Dinda tadi menekankan
18:56Milisia yang sangat besar
18:57Gerakan CIA 20% dalam politik yang sangat besar
19:00Kalau memang misalnya Lebanon ke Amerika Serikat
19:04Saya melihatnya kok two against one
19:05Yang akhirnya nanti menjadi tiga
19:07Tiga kubu yang sudah bergabung jadi satu
19:09Melawan milisia yang ada di Lebanon Selatan
19:12Dalam hal ini Hezbollah yang menyerang Israel
19:14Apakah ini akan
19:16Bukankah ini akan terus
19:17Atau bahkan makin menambah gejolak di kawasan
19:21Mas Santos
19:23Ya jelas bagi saya itu sebenarnya
19:26Kalau taktik ya taktik adu domba gitu ya
19:28Jadi kan kita harus pahami bahwa Hezbollah itu adalah
19:32Kekuatan politik yang memiliki sayap militer di Lebanon
19:35Oke
19:41Mas Anton
19:42Sepertinya ada kendala komunikasi
19:43Itu ya itu satu
19:45Hezbollah
19:45Lalu kemudian serangan ada banyak di Beirut
19:47Itu kan memang pemerintah
19:49Itu kan sudah memberi sinyal
19:50Untuk kemudian mempernegosiasi sama Israel
19:52Meminta serangan dihentikan
19:54Sementara kan Hezbollah tidak
19:55Jadi bagi saya memang
19:57Ketika misalnya
19:58Kalaupun perundingan yang dilakukan di Washington
20:02Itu ada dealnya
20:03Itu berarti
20:04Di Lebanon
20:04Hezbollah akan memiliki dua front
20:06Pertempuran
20:07Satu pertempuran melawan
20:09Israel
20:10Satu lagi melawan pemerintah
20:12Itu kan yang diharapkan oleh Israel
20:14Bagaimana kemudian
20:16Melemahkan perlawanan Hezbollah
20:18Itu dari dalam
20:19Jadi
20:20Tapi bagi saya ini juga kan
20:22Nggak bisa kita lepaskan
20:23Bagaimana pertarungan
20:24Antara Hezbollah dengan kelompok pemerintah
20:27Jadi
20:27Ya ini adalah hal biasa
20:29Bagi saya ketika kita bicara tentang konflik
20:31Di satu sisi
20:32Pihak
20:32Ada yang mencoba untuk bergandingan
20:34Dengan pihak oposisi
20:35Untuk melemahkan
20:36Gitu ya
20:36Kalau misalnya kita cerita dengan
20:37Libya
20:38Syria
20:38Dan kalau ini kan sebaliknya
20:40Dan ini kan juga
20:41Seperti pernah terjadi
20:42Misalnya bagaimana
20:43Kemudian
20:44Amerika membantu
20:46Pemerintah Afghanistan
20:47Kalau itu untuk melawan Taliban
20:48Misalnya
20:48Apakah Taliban
20:49Taliban kalahkan
20:50Jawabannya tidak
20:50Kejadian kali ini
20:52Dengan Hezbollah
20:52Gitu ya
20:53Jadi bagi saya ini
20:54Apa yang dilakukan oleh Amerika
20:56Yang mengulang-mengulang
20:57Kaset lama
20:58Gitu
20:59Jadi kalau memang
21:00Misalnya Amerika ingin
21:01Bernegosiasi
21:02Memang ingin berdamai
21:03Gitu dengan
21:04Kasusnya perang Iran ini
21:05Ya memang harus serius
21:07Tidak bisa kita
21:08Memulai negosiasi
21:09Satu
21:10Dengan gaya dikte
21:11Kedua
21:12Dengan mengawali
21:13Sesuatu dengan
21:14Redline-redline
21:15Gitu
21:15Jadi ini memang
21:16Bagi saya
21:17Kalau pertemuan
21:19Hari Fasa
21:19Itu memang dilanjutkan
21:20Itu justru akan
21:21Memperkeruh
21:22Memperkeruh
21:23Pertarungan
21:24Gitu
21:24Dan
21:24Lagi-lagi
21:26Ini eskalasi
21:27Ini tidak bisa lagi
21:28Kita hindari
21:29Kemudian kalau misalnya
21:29Ini jadi
21:30Apa terus membesar
21:32Oke
21:32Atau mungkin
21:33Saya tambahkan
21:34Bahwa
21:36Poin yang mungkin
21:37Mungkin akan
21:38Mengemuka itu memang
21:39Salah satu
21:40Solusinya
21:41Atau entry point
21:42Untuk ada exit
21:43Itu dari
21:44Kelompok Syiah
21:45Karena Pakistan pun
21:46Kelompok terbesar
21:48Secara politik
21:49Di sana
21:50Itu adalah
21:50Syiah
21:5140-60 juta
21:53Juta orang di Pakistan
21:54Itu adalah
21:54Syiah
21:55Kelompoknya
21:56Jadi
21:56Menurut saya
21:57Jaringan di lapangan
21:58Termasuk juga
21:59Kelompok yang sudah
22:00Diajak komunikasi
22:01Oleh pihak Pakistan
22:02Seperti Turki
22:04Kemudian di Irak
22:05Itu kan
22:06Kelompok Syiahnya
22:07Juga kuat
22:08Jadi
22:08Ini menunjukkan
22:09Bahwa ada daya
22:10Tawar baru ya
22:11Untuk kelompok Syiah
22:12Di kawasan Timur Tengah
22:14Yang selama ini
22:14Sebenarnya berhasil
22:15Disuppress
22:16Berhasil ditekan
22:17Tapi sekarang
22:18Justru
22:19Minta
22:19Bagian
22:20Dalam
22:21Proses
22:22Kedepannya
22:23Nanti
22:24Untuk ekonomi
22:25Ataupun
22:25Kelola politik
22:27Di kawasan
22:28Jadi menurut saya
22:28Mencapai satu
22:30Ekulibrium baru itu
22:31Memang sering terjadi
22:33Friksi ya
22:33Tapi
22:34Buat kita mudah-mudahan
22:35Apa yang dilakukan itu
22:36Karena ada overlap
22:37Kepentingan dari pihak
22:39Syiah
22:41Sebenarnya
22:41Enggak negatif juga
22:42Oke
22:43Artinya Mbak Dina
22:43Anda mau katakan
22:44Bahwa
22:45Peran komunitas Syiah
22:46Di beberapa negara
22:47Tadi
22:47Di Pakistan
22:48Di Lebanon
22:49Ini juga
22:50Punya peran penting
22:51Begitu ya
22:51Untuk
22:52Memberikan
22:53Apa ya
22:54Resolusi dan komunikasi
22:55Yang intensif
22:57Kepada Amerika Serikat
22:57Dan juga Israel
22:58Begitu Mbak
22:59Begitu
23:00Karena
23:00Bagaimanapun juga
23:02Kelompok politik itu kan
23:03Pressure group ya
23:04Pressure group yang
23:05Bisa menjadi
23:07Apa
23:08Penggerak juga
23:08Di tataran akar rumput
23:10Maupun
23:10Karena mereka punya senjata
23:12Mereka juga punya akses
23:14Ekonomi
23:15Dan sekarang dengan
23:17Keterhubungan mereka
23:18Mereka juga punya
23:19Jalur di Selat Hormuz
23:21Yang
23:21Paling buruk sebenarnya
23:23Apa namanya
23:25Skenario terburuknya adalah
23:26Kalau sampai Iran bilang
23:27Ini kita nasionalisasi
23:28Sepenuhnya
23:29Betul gak bisa
23:30Nah ini
23:30Mumpung belum terjadi itu
23:32Sebenarnya
23:32Masih ada ruang-ruang ya
23:34Untuk menjaga
23:35Wilayah Hormuz itu
23:36Lebih
23:37Internasional lah gitu
23:38Jadi ada
23:39Pihak-pihak lain juga
23:40Yang masih bisa terlibat
23:42Dalam
23:42Passage
23:43Atau
23:44Perlintasan orang
23:45Di kawasan sana
23:46Jadi
23:46Menurut saya selama itu
23:47Belum dikunci
23:48Sebenarnya
23:48Amerika Serikat
23:49Harus mau invest
23:51Mengeluarkan statement-statement
23:52Yang sifatnya lebih
23:53Dingin ya
23:55Supaya
23:56Akhirnya tercapai
23:57Sesuatu yang minimal
23:58Dalam
23:59Kerangka waktu ke depan
24:00Israel itu
24:02Tidak bisa
24:03Mengunci
24:04Hanya sekedar
24:05Suasana yang tidak
24:06Stabil di situ
24:07Nah
24:09Perundingan di Islamabad
24:10Sudah
24:11Ada kata
24:12Deadlock
24:13Sudah deadlock
24:14Begitu ya
24:14Masing-masing sudah pulang
24:15Tapi nanti selasa akan lagi
24:17Ada pertemuan Amerika Serikat
24:18Israel dan Lebanon
24:19Apakah ini menjadi
24:20Resolusi
24:21Ataukah malah
24:21Menambah
24:23Apa ya
24:23Perundingan semakin kompleks
24:25Ini kita akan nantikan
24:26Nanti juga hari selasa
24:27Bagaimana perkembangannya
24:28Kedepan selama
24:29Masa ceasefire
24:30Atau gencatan senjata berlangsung
24:31Terima kasih
24:32Praktisi hubungan internasional
24:33Sinergi Polisis
24:34Dina Praktur Harja
24:35Dan pengamat militer
Komentar