- 2 hari yang lalu
- #amerika
- #iran
- #negosiasi
- #pakistan
PAKISTAN, KOMPAS.TV - Dari perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran di Islamabad, Pakistan dilaporkan perundingan berlangsung intensif hingga Sabtu (11/4/2026) malam, waktu setempat. Perundingan pun, gagal mencapai kata sepakat.
Visual yang diambil pada Sabtu (11/4/2026) malam ini menunjukkan, lokasi perundingan AS-Iran yang sedang berlangsung di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan.
Media Iran sebelumnya melaporkan, bahwa sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi memperkirakan perundingan memanas dan berlanjut hingga malam hari.
Sumber media Iran itu pun menambahkan, kabar terakhir tim ahli dari AS dan Iran bertukar teks tertulis di meja perundingan, namun gagal mencapai kata sepakat.
Amerika Serikat mengklaim negosiasi dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS James David Vance menyebut, pembicaraan selama 21 jam gagal setelah Iran menolak syarat utama AS, yakni tidak mengembangkan senjata nuklir.
Vance menegaskan, Amerika Serikat membutuhkan komitmen tegas dari Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir.
Kita bahas selengkapnya soal gagalnya negosiasi AS-Iran bersama Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Kertopati.
Baca Juga Gagal Sepakat dengan Iran! Wapres AS Tinggalkan Pakistan Usai Berunding Selama 21 Jam di https://www.kompas.tv/internasional/662435/gagal-sepakat-dengan-iran-wapres-as-tinggalkan-pakistan-usai-berunding-selama-21-jam
#amerika #iran #negosiasi #pakistan
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662439/full-analisis-pengamat-militer-usai-gagalnya-negosiasi-as-iran-perang-akan-lebih-masif
Visual yang diambil pada Sabtu (11/4/2026) malam ini menunjukkan, lokasi perundingan AS-Iran yang sedang berlangsung di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan.
Media Iran sebelumnya melaporkan, bahwa sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi memperkirakan perundingan memanas dan berlanjut hingga malam hari.
Sumber media Iran itu pun menambahkan, kabar terakhir tim ahli dari AS dan Iran bertukar teks tertulis di meja perundingan, namun gagal mencapai kata sepakat.
Amerika Serikat mengklaim negosiasi dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS James David Vance menyebut, pembicaraan selama 21 jam gagal setelah Iran menolak syarat utama AS, yakni tidak mengembangkan senjata nuklir.
Vance menegaskan, Amerika Serikat membutuhkan komitmen tegas dari Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir.
Kita bahas selengkapnya soal gagalnya negosiasi AS-Iran bersama Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Kertopati.
Baca Juga Gagal Sepakat dengan Iran! Wapres AS Tinggalkan Pakistan Usai Berunding Selama 21 Jam di https://www.kompas.tv/internasional/662435/gagal-sepakat-dengan-iran-wapres-as-tinggalkan-pakistan-usai-berunding-selama-21-jam
#amerika #iran #negosiasi #pakistan
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662439/full-analisis-pengamat-militer-usai-gagalnya-negosiasi-as-iran-perang-akan-lebih-masif
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Lalu saudara, apa yang potensial terjadi pasca perundingan Amerika Serikat, Iran yang gagal mencapai kata sepakat?
00:07Kami akan membahas ya bersama pengamat militer dan intelijen Susan Nintias Kertopati.
00:13Mbak Nuning, selamat siang. Apa kabar Mbak Nuning?
00:16Selamat siang Mbak Tata.
00:18Mbak Nuning, langsung saja kita bahas tentang Amerika Serikat dan juga Iran yang gagal mencapai kata sepakat.
00:24Jadi pasca gagalnya perundingan ini di Islamabad, apakah Anda melihat kemungkinan Iran akan pre-emptive strike sebelum tanggal 21 April?
00:34Menggunakan sisa rudal balistik yang masih utuh.
00:37Karena kalau data menunjukkan Iran juga masih kuasai de facto Selat Hormuz ini.
00:42Dan apakah ini bukan jebakan bagi Amerika Serikat?
00:45Mungkin Mbak Nuning yang mengklaim kalau mereka ada kemenangan militer total?
00:52Ya kalau kita lihat, Trump sudah begitu yakin bahwa menang atas Iran.
00:58Kalau menurut pandangan saya, sebenarnya harusnya baik pihak Amerika maupun Israel mengutamakan diplomasi dengan Iran.
01:08Kalau kita pelajari, kemarin pertemuannya itu sebenarnya sudah cukup rapi ya.
01:14Fase pertama merupakan indirect negotiations di mana masing-masing delegasi mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Pakistan dan menyampaikan posisinya.
01:25Tentu saja hal ini kita harus melihat dengan cermat bagaimana sikap Iran.
01:32Iran masih kurang yakin bahwa pihak Amerika maupun Israel itu akan mematuhi aturan-aturan yang berlangsung selama ada gencatan senjata
01:44maupun setelahnya.
01:45Sehingga kalau kita lihat kan banyak persiapan yang dilakukan secara militer juga oleh Iran.
01:54Jangan-jangan ini akan terjadi sesuatu setelah pertemuan ini.
01:58Nah tetap waktu berjalannya pertemuan kan kita bisa lihat bahwa Israel mengebom, apa namanya, mengebom Lebanon ya.
02:09Dalam hal ini tentu itu sebuah sinyal bahwa Israel tidak mempedulikan dan tidak, apa namanya, memberikan rasa hormat kepada pertemuan
02:22perdamaian ini.
02:23Kalau kita melihat ini ya secara langsung kenapa dipilih Pakistan karena punya posisi yang unik dan terpercaya kedua belah pihak
02:34baik oleh Amerika maupun oleh Iran.
02:39Jadi saya pikir pertemuan diadakan di Islamabad ini sebenarnya kalau saja Israel tidak melakukan dan tidak mengganggu dengan melakukan bombing
02:52kepada Lebanon saya rasa bisa berjalan dengan baik.
02:56Ini kan sayang sekali ya hal yang diharapkan seluruh dunia baik itu sekutu Amerika maupun sekutu Iran itu semua berharap
03:06perdamaian ini dapat tercapai.
03:08Oke, Mbak Dunning jadi apakah ini bisa dikatakan bukan jebakan bagi Amerika Serikat yang mengklaim kemenangan militer total?
03:16Bisa saja probabilitas apakah itu jebakan atau bukan di dalam sebuah perang itu value-nya sama.
03:26Jadi menurut pandangan saya ini kemungkinan saja dengan kondisi Presiden Trump yang sering menyampaikan hal-hal yang diluar dugaan dan
03:42lain sebagainya itu justru bisa saja merupakan sebuah jebakan atau pancingan.
03:48Tapi mari kita lihat dulu pasca berakhirnya dan kegagalan dari pertemuan perdamaian ini.
03:58Jadi memang kalau kita perhatikan ya kemarin itu sudah sangat rapih.
04:04Karena agenda pertama itu kan mencakup ceasefire di Lebanon dan Selat Hormuz ya termasuk pembahasan untuk menghilangkan Mainz.
04:15Mainz itu adalah ranjau darat yang sebelumnya ditanam oleh pemerintah Iran.
04:20Lalu kemudian posisi kunci bagi Iran mencakup ceasefire atau genjatan senjata di Lebanon.
04:26Delegasi Iran dapat saja menarik diri dari perundingan jika hal ini tidak diakomodasi.
04:33Memang Iran sudah ancang-ancang bahwa apabila apa yang disampaikan permintaannya itu tidak diakomodir
04:42maka akan tetap pada pendiriannya yang tidak bisa diganggu-gugat begitu.
04:49Nah pertemuan kedua itu sebenarnya bisa menjadi ajang yang lebih baik yaitu saat pertemuan kedua ini
04:59berlangsung pertemuan tatap muka antara delegasi Amerika Serikat dan Iran
05:04dimediasi oleh Chief of Defense Force Pakistan, Faid Merkel Asimunir.
05:11Nah pembicaraan tengah berlangsung lalu tiba-tiba mendengar kabar bahwa Lebanon diserang oleh Israel.
05:22Sayang sekali sebenarnya hal itu.
05:24Oke, Mbak Nuning berarti Anda melihat peran Pakistan di sini apakah sudah cukup tepat?
05:29Karena kita tahu juga kalau misalnya dari pihak Amerika Serikat mengatakan bahwa ketidaksepakatan ini
05:35sebenarnya memang bukan salah dari Pakistan.
05:37Dan Mbak Nuning juga bilang kemarin pertemuannya juga sudah cukup rapi.
05:41Ya, saya rasa tidak ada salahnya Pakistan dijadikan tempat pertemuan
05:48karena memang Pakistan juga sebuah negara yang bisa berdialog dengan Amerika dengan baik
05:56juga dengan Iran oleh karenanya disitu diharapkan netral.
06:01Dan memang Pakistan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk netral dalam menghadapi negara yang bertikai.
06:08Jadi hal ini sebenarnya rancangan dari pembicaraan itu sendiri yang membuat
06:17kedua belah pihak yang berseteru itu tidak menyepakati hal yang harusnya menjadi satu kesepakatan
06:28yang menguntungkan semua pihak.
06:30Tentu ini kita harus tahu bahwa bila ada kesepakatan Amerika, Iran ya, itu Israel saya yakin itu tidak begitu happy
06:45ya.
06:46Dengan apa namanya apabila hal ini sukses.
06:53Mbak Nuning, kita juga melihat mungkin potensi yang akan terjadi selanjutnya.
06:57Kalau dari perspektif intelijen militer,
07:00jadi pola Trump dengan maksimum pressure ini
07:03membuat Amerika Serikat justru kehilangan leverage kah?
07:07Karena fakta menunjukkan Iran tetap bertahan dengan strategi asimetris
07:11via proksi mereka, Hisbullah dan juga Huti.
07:13Padahal fasilitas nuklirnya itu sudah rusak parah, Mbak Nuning.
07:17Jadi apakah ini berarti peluang untuk saling serang langsung justru lebih besar mungkin
07:23dalam satu atau dua minggu ke depan, Mbak?
07:27Iya, itu tadi saya bilang bahwa ada kemungkinan dengan gagalnya ini
07:34pihak, antar pihak ya, melakukan perang misil yang justru lebih masif.
07:40Karena di antara mereka tentu tidak mau dikatakan sebagai yang kalah, gitu.
07:46Nah, ini kan pembicaraan kan tidak terlepas juga dari geoekonomi, gitu.
07:53Jadi kalau misalnya dari pihak Amerika sendiri kan berharap bahwa
07:57Selat Hormuz itu dapat dibuka kembali.
08:00Lalu kemudian Iran mengatakan bahwa kita juga punya syarat-syarat
08:06supaya bisa dibuka kembali itu, gitu.
08:14Nah, delegasi Amerika Serikat kan ingin Iran membuka kembali Selat Hormuz
08:19sementara Iran menghendaki adanya gencatan senjata di Lebanon
08:23dan melepaskan aset-aset Iran yang dibukukan, gitu.
08:27Jadi memang ini harapannya kan dalam 24 jam kemarin ya
08:33terus terjadinya tadi itu
08:36baik Perdana Menteri maupun Deputi Perdana Menteri
08:41serta Menloh Pakistan melakukan pembicaraan telepon juga
08:45dengan beberapa world leaders, gitu.
08:48Seperti Itali, Kanselir Jerman, kemudian juga Menloh Belanda, dan sebagainya, gitu.
09:00Juga Perancis.
09:02Jadi ini memang tidak bisa berdiri sendiri terjadinya kesepakatan-kesepakatan yang ada
09:08sehingga antar pihak itu sangat menyesali tindakan dari Israel yang menyerang Lebanon.
09:20Kan ini kan sedang terjadi pembicaraan.
09:23Hal itu kan secara psikologis juga sangat mempengaruhi peserta dari perundingan ini, gitu.
09:30Oke, Mbak Nuning tentu nanti kita akan bahas lagi
09:33tapi kita jeda sejenak tetap di Breaking News Kompas TV.
09:36Dan saudara, kita akan kembali berbincang dengan
09:40Susan Nintias, Nuning Kertopati, pengamat militer dan juga intelijen.
09:44Mbak Nuning, kita lanjutkan lagi perbincangan kita, Mbak.
09:49Oke, Mbak Nuning, dengan fakta bahwa Amerika Serikat sudah menghancurkan
09:54sebagian besar fasilitas pengayaan nuklirnya Iran lewat Operation Lion's Roar ya
09:59pada 28 Februari 2026, bukankah klaim Iran bahwa mereka masih mampu menolak tuntutan AS?
10:07Justru menunjukkan bahwa intelijen Barat itu gagal memprediksi ketahanan rezim Teheran.
10:13Jadi kalau Mbak Nuning sendiri melihat, apakah ini berarti
10:17resiko eskalasi langsung lebih tinggi lagi nanti?
10:20Karena Iran merasa mungkin sudah tidak ada lagi yang bisa hilang?
10:26Ya, kalau kita lihat dari awal peperangan ini kan juga termasuk perang intelijen ya
10:32karena ini adalah Iran sendiri menetapkan perang berlarut
10:40yaitu perang yang slow intention.
10:43sementara Amerika itu lebih kepada military speed intention.
10:51Jadi memang dalam hal ini, keduanya berada pada posisi yang sangat berbeda
10:58di dalam metode perang mereka.
11:00Nah, kita juga harus ketahui ya Mbak Tata
11:04bahwa di awal dari perundingan itu kan juga masih ada perbedaan pandangan
11:14antara pemerintah Amerika Serikat, Iran, dan Pakistan
11:19selaku narah hubung perundingan ya Pakistan ini
11:25yaitu pemerintah Amerika Serikat tidak memasukkan Lebanon
11:29sebagai subjek ceasefire
11:33sedangkan Iran dan Pakistan menjadikannya sebagai subjek ceasefire.
11:39Jadi jika dunia internasional tidak mendukung upaya perundingan dan hostilities
11:47masih berlangsung di Lebanon
11:51hal ini dapat menjadi tantangan utama dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
11:58Kalau kita bicara soal intelijen
12:00sebenarnya dari awal itu Iran sudah kecolongan
12:03karena sudah banyak sekali ditanam agen-agen intelijen
12:07dari Israel maupun Amerika di Iran
12:11sejak Iran ketahuan memproduksi nuklir.
12:18Jadi itu agen-agen itu melakukan disepsi
12:23disepsi sebagai guru, disepsi sebagai olahragawan bahkan
12:29dan mereka mengganti nama, mengganti posisi sedemikian rupa
12:35sehingga orang tidak curiga.
12:37Itu yang menyebabkan Iran sebenarnya dalam perhitungan
12:41Trump ini kan di pemerintahan awal isolasyonis
12:46yaitu tidak cawe-cawe terhadap perang, tidak suka perang
12:50ini tiba-tiba dipengaruhi oleh Israel
12:52melakukan penyerangan.
12:54Jadi ya 50% ada sedikit pendadakan
12:58yang tidak terkontrol oleh intelijen Iran itu sendiri.
13:03Oke, berarti seberapa efektif tadi
13:06kalau misalnya Mbak Nuning bilang sudah ditanam ya
13:08Iran kecolongan, jadi seberapa efektif mungkin informasi
13:12yang didapatkan oleh pihak Amerika Serikat
13:14dari intelijen itu sendiri Mbak Nuning?
13:17Ya tentu karena sudah, utamanya Israel ya, sudah banyak menanam
13:23agen-agen intelijen di Iran sebagai musuh bubu yutannya
13:28itu banyak sekali sudah informasi
13:33jadi terus siklus intelijen yang ada di Iran
13:39yang dilaporkan kepada head office kantor intelijen Israel maupun Amerika
13:45itu sudah banyak sekali tentunya
13:48jadi mengapa juga pimpinan Iran itu sampai pewas beserta keluarganya
13:54jika tidak memiliki data yang spesifik kan tidak mungkin itu terjadi
13:59nah sampai sekarang berkembang seperti sekarang ini
14:02nah jika kita lihat bagaimana Iran melihat perundingan ini
14:09begitu ragu
14:11karena tentu intelijen Iran juga sudah mendengar
14:16pihak lawan yaitu Amerika dan Israel
14:19akan memaksa Iran tidak memproduksi nuklir lagi
14:25kan itu yang menjadi apa namanya
14:28poin daripada kegagalan tersebut
14:32oke Mbak Nuning kita juga kembali ke peran dari Pakistan yang sebagai mediator
14:37Mbak Nuning pernah bilang Pakistan itu punya diplomasi yang unik
14:41tapi fakta kegagalan 21 jam ini membuktikan
14:44bukankah membuktikan bahkan mediator terpercaya pun seperti Pakistan itu
14:49mungkin bisa dikatakan tidak mampu menjembatani jurang antara tuntutan Amerika Serikat
14:55yaitu no nuclear forever ya Mbak Nuning ya
14:58jadi sikap Iran bagaimana Mbak Nuning sendiri melihatnya
15:01apakah ini juga sinyal kalau misalnya eskalasi militer langsung tak terhindarkan nantinya
15:09eskalasi militer saya rasa akan
15:12ini menurut pandangan saya ya akan lebih masif ya
15:17karena juga
15:20baik pihak Iran maupun pihak Amerika dan Israel itu
15:25tentu ingin menunjukkan kekuatannya
15:30pasca perundingan ini sehingga meyakinkan dunia bahwa mereka yang benar
15:36bahwa mereka yang harus mendapatkan dukungan itu oleh sekutu-sekutu mereka
15:41nah kalau menurut saya itu
15:45pihak Iran sendiri
15:48tentu
15:50walaupun katanya itu sekarang sudah tidak memiliki kemampuan
15:57misil yang cukup banyak
15:59tetapi tentu akan berupaya sedemikian rupa
16:03bahkan
16:04yang dikhawatirkan adalah
16:06senjata-senjata
16:08apa
16:09nuklir ya
16:10yang akan dipakai untuk
16:13melawan
16:14kedua
16:15lawannya tersebut
16:17beserta sekutu
16:18oke
16:20Mbak Nuning
16:20yang juga menarik
16:21kalau misalnya kita hitung
16:22koreksi kalau saya salah
16:23sekitar sudah 41 hari
16:26Selat Hormuz ditutup
16:27Mbak Nuning
16:28dari sudut pandang Anda
16:29mana yang lebih akurat
16:30apakah
16:31klaim Amerika Serikat bahwa Iran sudah tidak efektif atau fakta
16:35bahwa Iran masih bisa ganggu
16:3720% pasokan minyak dunia lewat Selat Hormuz
16:40apakah ini berarti
16:41resiko saling serang lagi
16:43bukan full scale war
16:45tapi hybrid warfare
16:47mungkin bisa kita katakan
16:48yang justru
16:48lebih berbahaya bagi stabilitas global
16:51Mbak Nuning
16:52oh iya memang perang ini adalah hybrid warfare ya
16:57oke
16:57karena memang hybrid war ini kan
16:59juga mengendalikan berbagai jenis perang
17:04seperti apa namanya
17:06perang kognitif
17:08perang informasi dan lain sebagainya
17:10itu yang dipakai
17:13baik oleh Iran maupun Amerika dan Israel
17:15karena kita lihat sekarang
17:17itu apabila kita lihat di negara kita aja
17:21dukungan kepada kedua belah pihak itu kan sangat masif ya
17:27baik yang mendukung Iran
17:29baik yang mendukung Amerika Serikat
17:31itu kan kita juga harus tahu bahwa
17:35hal tersebut hybrid war itu akan terus berlangsung
17:40karena Iran tahu bahwa dirinya tidak memiliki misil yang
17:45seperti di apa dimiliki oleh Amerika maupun Israel
17:49maka mereka membuat secara psikologis capek bagi lawannya
17:54yaitu dengan perang berlarut
17:56yaitu dengan intensi rendah
17:59nah kalau kita lihat kegagalan ini
18:04saya rasa dunia juga akan memandang bahwa Pakistan gagal di dalam mempengaruhi
18:13kedua belah pihak yang berseteru
18:16mungkin saja ada tekanan-tekanan
18:20baik itu dari Iran maupun Amerika, Israel kepada Pakistan
18:27tetapi dalam hal ini
18:29Pakistan sudah melakukan upaya terbaik
18:33untuk mengadakan hal ini dengan memberi juga sisi-sisi lobby secara diplomatik kepada kedua belah pihak
18:44tetapi tidak tercapai itu karena memang apa yang diinginkan dari Amerika maupun Israel adalah peniadaan nuklir itu
18:53oke Mbak Nuning nanti kita akan lanjut lagi
18:57kita juga akan bahas tentang sejarah bagaimana dari Donald Trump
19:02yang selama eranya perundingan selalu gagal
19:06tapi kami akan bahas
19:07seusai jeda tetap di Breaking News Kompas TV sodara
19:11dan sodara kami kembali untuk membahas bersama pengamat militer dan juga intelijen Susaning Tias Kertopati Mbak Nuning
19:19kita kembali membahas
19:21Mbak berarti kalau Mbak Nuning melihat
19:24dengan sejarah bahwa setiap perundingan yang dilakukan oleh Donald Trump
19:29berujung tidak sepakat atau bisa kita katakan gagal begitu ya Mbak Nuning
19:35seperti misalnya medio 2018 dan juga hingga 2026
19:40apakah Mbak Nuning sendiri memprediksi Amerika Serikat dan juga Israel ini
19:46nantinya akan lancarkan strike kedua dalam 72 jam kepada Iran Mbak Nuning
19:53hal itu bisa saja ya
19:56karena kita melihat bahwa Donald Trump sendiri itu sangat insis ingin dinyatakan sebagai pemenang
20:05itu juga benyaminnya tanyahu
20:08jadi memang hal-hal tersebut harus baik itu oleh Iran maupun sekutunya
20:15harus bersiap-siap dalam menghadapi hal itu
20:19kan sebenarnya kemarin ini ada satu hal yang terjadi yaitu Pakistan telah menyusun proposal
20:26untuk mengakhiri permusuhan dan membagikannya kepada Iran maupun Amerika
20:32dan mereka sudah secara inherent sudah membacanya
20:37dan pihak Pakistan juga bahkan Iran itu juga agak percaya kepada James Vance ya
20:48sebagai wapres Amerika oleh karenanya
20:51ada harapan lebih ya ketimbang Donald Trump sendiri yang hadir di situ
20:58nah karena memang sejak awal kan
21:01fans sendiri kan kurang bersemangat dan kurang setuju dengan adanya penyerangan ke Iran itu
21:08sehingga sebenarnya tuh hal ini ketika dia pulang dan ini gagal
21:19kondisi di Amerika maupun di Israel tentu kembali kepada posisi
21:25dimana tidak mau dikatakan sebagai yang kalah
21:28oke
21:28oke Mbak Nuning itu kalau misalnya dari sisi Amerika Serikat dan juga Israel
21:33tapi kalau misalnya dari sisi Iran apakah info intelijen menunjukkan
21:37kalau Iran mungkin akan balas dengan skala yang lebih besar daripada 100 gelombang rudal sebelumnya Mbak
21:45belum tentu karena kalau kita lihat sejak awal dalam perang hybrid ini
21:50Iran melakukan perang berlarut yaitu apa low intention ya
21:57jadi belum tentu juga akan melakukan satu serangan-serangan seperti itu
22:03justru ini yang akan mengecoh Amerika maupun Israel
22:07karena memang ada kesengajaan agar lawan itu secara psikologis fatig ya
22:13kan kita bisa lihat ya bahwa prajurit baik dari Iran maupun Amerika dan Israel sendiri
22:24mengalami fatig war yaitu kelelahan di dalam berperang
22:28nah ini juga harus pandai-pandai pihak Amerika maupun Israel
22:33dalam melihat metode yang akan dilakukan oleh Iran
22:38bisa saja itu dibalas dengan perang yang apa namanya yang keras
22:46tetapi bisa juga dengan low intention kembali begitu
22:50oke Mbak Nuning kita juga melihat kalau misalnya tentu dari perang ini
22:56tidak hanya Amerika Serikat dan juga Iran dan juga Israel yang terkena dampaknya gitu
23:01apakah penting sekali seberapa penting hasil dari perundingan ini
23:06bagi stabilitas kawasan timur tengah khususnya dan juga kita di Indonesia ini Mbak Nuning
23:11oh sangat penting sekali apabila ini sukses ya dan tidak mengalami kebuntuan
23:18kita bisa berharap perdamaian yang tentu tidak mengganggu
23:23baik itu geopolitik maupun geoekonomi geostrategi yang ada di kawasan
23:28dan Indonesia sendiri walaupun tidak secara langsung
23:32pasti ada dampaknya dengan adanya kenaikan harga
23:35ya sekarang ini kan kita juga bisa lihat dengan ditutupnya selat hormus
23:40lalu kemudian adanya apa namanya kesulitan di dalam hal bargaining point ya
23:47di antara mereka ini kan menyebabkan juga harga-harga naik
23:52baik itu plastik dan apa namanya bahan bakar dan lain sebagainya itu kan naik semua
23:59ini kan yang tidak diharapkan bahkan di Amerika sendiri
24:04rakyat Amerika kenapa kemarin juga sampai demo
24:08itu karena mereka tidak mau terima bahwa harga-harga itu naik
24:12Trump sendiri itu sekarang dalam kondisi sebenarnya
24:15mengalami kelelahan politik ya
24:19karena apa? karena di dalam domestik sendiri kan juga menerima perlawanan
24:24demikian juga dari pihak parlemen
24:27bagi mereka juga bahwa perang ini sebenarnya tidak terlalu perlu dilakukan gitu
24:35yang dampaknya menyebabkan rakyat Amerika sendiri
24:40mengalami satu kesulitan di dalam hal kehidupan sehari-hari
24:45dengan naiknya harga begitu
24:46oke Mbak Nuning
24:49gagalnya kesepakatan juga antara Amerika Serikat dan juga Iran ini
24:53tentu karena Iran menolak menerima syarat-syarat yang ditawarkan Amerika Serikat
24:57kalau misalnya kemarin kita tahu
24:59J.D. Fans wakil Presiden Amerika Serikat bilang ada dua kabar
25:02kabar baiknya mereka diskusi substantif
25:05kemudian kabar buruknya mereka belum mencapai kesepakatan
25:09dan salah satu syarat yang diajukan adalah
25:11pembukaan selat hormus tanpa tarif
25:14tadi Mbak Nuning juga menyebutkan tentang pentingnya selat hormus ini
25:18tapi mungkin terjadi enggak sih Mbak
25:20kalau misalnya memang dibuka tanpa tarif oleh Iran?
25:26itu tentu syarat untuk tanpa tarif itu
25:31variabelnya banyak sekali
25:33tidak mungkin dengan cuma-cuma
25:35Iran mau begitu saja melakukannya
25:39dan Iran kan tidak berdiri sendiri
25:41banyak sekutunya
25:43bahkan juga kita bisa lihat bagaimana
25:46akhir-akhir ini juga
25:48Iran itu banyak dibantu oleh China
25:52dan negara-negara yang
25:55simpati kepada Iran
25:57juga Rusia
25:59jadi dalam hal ini juga
26:02tidak bisa kontrol itu hanya dari Iran
26:05juga harus ada
26:08perundingan-perundingan dengan pihak-pihak yang
26:11selama peperangan ini
26:13selama perang ini itu membantu pihak Iran
26:16begitu
26:16jadi tidak bisa berdiri sendiri
26:19Iran memutuskan
26:21untuk
26:23bisa kita katakan dalam tanda kutip
26:26free of charge gitu ya
26:29oke
26:29Mbak Nuning juga
26:31kalau misalnya kita tahu
26:32besok Pak Presiden Prabowo Subianto
26:34akan berkunjung ke Rusia
26:36menemui Putin
26:37kira-kira
26:38apa yang bisa dilakukan Indonesia
26:40mungkin
26:40untuk perannya
26:42dari
26:42perang ini?
26:45Indonesia sebenarnya
26:47banyak bisa berbuat
26:48asal
26:50marwah dari
26:52politik luar negeri
26:54bebas aktifnya itu
26:55juga
26:56jangan sampai
26:57dilupakan ya
26:58jangan sampai
26:59hilang marwah
27:00saya sendiri mengharapkan
27:03bahwa Presiden Prabowo
27:04dapat
27:06berbicara
27:08melobi
27:09berdiplomasi
27:10dengan pihak Rusia
27:11yang menguntungkan
27:14kawasan
27:14dan juga
27:15menguntungkan Indonesia
27:17di dalam hal ini kan
27:18tentu
27:19kedatangannya
27:21tidak melulu
27:22bicara mengenai geopolitik
27:24tapi kan geoekonomi juga
27:26sehingga
27:27ada hal yang dapat
27:28menguntungkan
27:29baik itu secara
27:30politik
27:31ekonomi
27:31dan strategi
27:32bagi Indonesia
27:34jadi
27:35kalau kita lihat
27:36sekarang ini kan
27:38Rusia itu
27:40juga berperan aktif
27:41ya
27:42di dalam hal
27:45mendukung
27:46membantu
27:47pihak Iran
27:48agar
27:50apa yang sedang
27:52terjadi itu
27:52tidak semakin
27:53memburuk
27:54nah
27:54ini semua
27:56tentu
27:57Presiden Prabowo
27:59diharapkan
28:00dapat
28:02mengajak
28:03serta Rusia
28:04memperhatikan
28:06kawasan
28:07ASEAN
28:08kawasan ASEAN
28:10dan Asia Pasifik
28:11di dalam hal
28:12menghadapi
28:14kemungkinan-kemungkinan
28:16yang lebih buruk
28:17daripada
28:18yang ada sekarang ini
28:19jadi memang
28:21kita tidak berharap
28:23bahwa Perang Dunia
28:23Ketiga itu ada
28:24dan saya berharap
28:26bahwa
28:27Presiden Prabowo
28:28dalam hal ini
28:30mendukung
28:31perdamaian dunia
28:32sehingga
28:34mengajak
28:35serta Rusia
28:36untuk
28:36melakukan
28:38hal-hal
28:39yang
28:41dapat
28:41membantu
28:43mengurangi
28:44intensi
28:46dari
28:46perang
28:47yang ada
28:48oke
28:49Mbak Duning
28:50kalau misalnya
28:52kita lihat
28:54apakah
28:54ada kemungkinan
28:56kalau misalnya
28:56mediasi ini
28:57terjadi lagi
28:58mungkin dari pihak lain
28:59kalau misalnya kemarin
29:00Pakistan sudah mencoba
29:02tapi belum mencapai
29:03kata sepakat
29:04kalau dari pihak lain
29:05mungkin
29:05dari
29:06negara Eropa
29:08atau perserikatan
29:09bangsa-bangsa
29:09kira-kira siapa
29:11Mbak yang bisa menjadi
29:12mediator antara
29:13Amerika Serikat
29:14dan juga Iran ini
29:17menurut saya
29:18PBB
29:19harus berperan aktif
29:20karena kita bisa
29:21lihat bersama
29:22belakangan kan
29:24PBB tidak melakukan
29:25hal-hal yang strategik
29:27ya
29:27dimana
29:29apa
29:30memberikan
29:31satu
29:33apa ya
29:34ajakan untuk
29:35berunding
29:35antar pihak
29:37gitu ya
29:38sehingga orang kan
29:39mengatakan bahwa
29:40ini kenapa ya
29:41PBB kok tidak melakukan
29:43hal-hal yang
29:45secara
29:46jenius
29:46untuk mengurangi
29:48perang tersebut
29:49kalau negara-negara itu
29:50mungkin
29:50bisa negara
29:51Skandinavia
29:52dan lain sebagainya
29:53begitu
29:54saya rasa bisa
29:55tetapi
29:56kita juga harus
29:57ingat bahwa
30:00bahwa
30:00bahwa
30:01banyak negara
30:01di Eropa
30:02juga sudah
30:03melakukan
30:04hal-hal yang
30:05tidak setuju
30:06kepada
30:06apa yang dilakukan
30:08oleh Amerika
30:08dan Israel
30:11oke
30:12berarti
30:12kalau misalnya
30:13kita bisa katakan
30:14mungkin yang bisa
30:15mencoba
30:16menjadi negara
30:17lain
30:18yang menjadi
30:18mediator
30:19siapa mbak
30:20kira-kira
30:21bisa disebut
30:21mungkin
30:23negara-negara
30:25Skandinavia
30:25itu bisa
30:26saya rasa
30:27ya
30:28disitu kan ada
30:29Finland
30:30ada
30:31Denmark
30:32ya
30:32jadi
30:33kalau
30:34Jerman kan
30:35sudah
30:36sudah jelas
30:37Perancis juga
30:37yang tadinya
30:38apa namanya
30:40masih ragu
30:42sekarang memang
30:42sudah tidak
30:43tidak
30:44memberikan dukungan
30:45terhadap
30:46apa yang dilakukan
30:47kepada Iran
30:48oke
30:50Mbak Nuning
30:51apa pesan
30:52mungkin yang penting
30:53bagi masyarakat
30:54internasional
30:54terkait situasi
30:55saat ini
30:56Mbak Nuning
30:58ya
30:59kita
30:59harus
31:00pandai
31:02pandai
31:03dalam hal
31:05melihat
31:06perkembangan
31:06yang ada
31:07karena ini
31:08eranya
31:08era post-truth
31:09era
31:10dimana
31:10yang benar
31:11bisa salah
31:12yang salah
31:12dibenarkan
31:13gitu
31:14nah
31:14ini kan
31:15perang
31:15kognitif
31:16jadi
31:17kita juga
31:19jangan sampai
31:19terbawa
31:21terhadap
31:22arus
31:22informasi
31:23yang salah
31:24oleh karenanya
31:25di dalam hal ini
31:27di dalam perang
31:27hybrid ini
31:28kita harus
31:30sangat berhati-hati
31:31terhadap
31:32segala kemungkinan
31:34percepatan
31:34perang cyber
31:35perang kognitif
31:37perang informasi
31:38yang ada
31:39dan juga
31:40saling bahu
31:41membahu
31:42yang ada
31:42di dalam negeri
31:43sehingga
31:44kita juga
31:45tidak mengalami
31:47hal yang
31:48apa ya
31:49apabila
31:50terjadi
31:51di kawasan
31:52sana
31:52sesuatu
31:53hal yang
31:54lebih buruk
31:54kita juga
31:55tidak terlalu
31:56sampai
31:57begitu buruknya
31:58dalam hal
31:59menjalankan
32:00kehidupan
32:01bernegara
32:02oke terakhir
32:03Mbak Nuning
32:04kalau misalnya
32:05untuk warga
32:05negara Indonesia
32:06kira-kira
32:06apa yang harus
32:09diberikan
32:09mungkin
32:10atau kita bisa
32:10apa kira-kira
32:11untuk warga negara
32:12Indonesia
32:12terkait situasi ini
32:14ya
32:15pemerintah
32:16harus
32:17melakukan
32:18sesuatu
32:18sehingga
32:21warga
32:22negara kita
32:22ini
32:23merasa
32:24aman
32:25dan juga
32:26di negara-negara
32:27dimana
32:28terjadi perang
32:29itu
32:29harus ada
32:31satu upaya
32:33yang cepat
32:34dari
32:34KBRI-KBRI
32:36untuk evakuasi
32:37dan untuk
32:38pengamanan
32:38kepada warga negara
32:40nah di dalam
32:41negeri sendiri
32:41itu tadi yang
32:42saya sampai
32:43bahwa
32:44kita juga
32:45di era
32:46post-truth ini
32:47harus hati-hati
32:48di dalam menerima
32:49pesan atau
32:50informasi
32:50karena
32:51perang cyber
32:52tengah berlangsung
32:53di situ
32:54di dalamnya
32:54perang kognitif
32:55dan informasi
32:56tengah berlangsung
32:57dan
32:58saya kan juga
32:59melihat bagaimana
33:00kementerian pertahanan
33:01banyak membeli
33:02alutsista baru
33:04ya
33:04nah itu harus
33:05dipastikan
33:06bahwa itu semua
33:07memang ditujukan
33:08untuk
33:08pertahanan negara
33:10dan sesuai
33:12dengan
33:12kebutuhan
33:13yang ada
33:13sesuai dengan
33:15kawasan
33:16yang
33:16ada
33:18begitu
33:18mbak
33:19oke baik
33:20dan tentunya
33:21kita tidak ingin
33:22kalau
33:23perang ini
33:24terus berkelanjutan
33:25dan membawa
33:25dampak buruk
33:26bagi berbagai pihak
33:28baik
33:28mbak Nuning
33:30Susaning Tias
33:31Nuning
33:31Kertopati
33:32pengamat militer
33:33dan juga intelijen
33:33terima kasih
33:34atas pandangan anda
33:35mbak
33:36terima kasih mbak
33:36selamat siang
33:38salam sehat selalu
Komentar