Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 minggu yang lalu
Video Lengkap

PUNCAK KEDEWASAAN ROHANI
https://dai.ly/xa4fxco
Transkrip
00:00Tidak perlu.
00:04Jadi sudaraku sekalian,
00:09Tuhan mau kita menjadi bejananya.
00:13Kutbah sayang terakhir minggu lalu itu.
00:17Bagaimana hidup kita mengekspresikan perasaan Allah.
00:24Dan inilah yang disebut sebagai bait Allah.
00:27Bait roh kudus.
00:30Orang lupa loh Yesus itu bait yang pertama.
00:35Tabernakel yang pertama itu Yesus.
00:37Yang terang-terangan dia berkata,
00:39Rubuhkan bait Allah, aku bangun dalam tiga hari.
00:45Dirinya itu bait Allah.
00:47Bukan ini bait Allah yang benar, ini.
00:50Tapi kemudian orang percaya juga ternyata menjadi bait Allah.
00:58Karena orang percaya menjadi utusan.
01:04Supaya dunia tahu,
01:07Engkau yang mengutus aku.
01:10Berarti kita harus punya kualitas hidup,
01:13Yang membuktikan Yesus itu utusan Allah.
01:17Dari perbuatan.
01:21Bukan perdebatan-perdebatan yang sekarang kita lihat di media sosial.
01:27Bukan.
01:29Tidak salah juga kalau memang Tuhan menggerakkan orang-orang itu,
01:36Diperintahkan Tuhan untuk menjadi apologet istilahnya.
01:41Silahkan.
01:47Saya tidak mau kebablasan bicara.
01:50Yang penting kita diam.
01:52Saya anjurkan semua orang diam.
01:56Orang-orang yang sering membela saya,
01:59Terima kasih.
02:00Yang diculuki FPE,
02:01Front Pembela Erastus.
02:04Saya tidak membangun atau mereka otomatis membela saya.
02:12Tapi sekarang saya minta semua yang membela-membela saya diam saja.
02:18Diam, tolong.
02:20You diam membuat saya bahagia.
02:21You bicara, saya tidak bahagia.
02:27Saya bilang sama istri saya,
02:30Pap, ini ada orang.
02:32Jangan dengerin.
02:34Biar kamu tahu, Pap.
02:36Saya tidak perlu tahu.
02:39Tidak usah didengar.
02:43Tidak perlu didengar.
02:45Bahkan ada yang saya mau ke Jakarta,
02:48Kalau perlu ketemu, Pak Eras.
02:50Tidak perlu.
02:51Saya tidak perlu ketemu kamu.
02:54Tidak perlu.
02:56Sebagai saudara tidak begitu.
02:59Tapi baiklah saudara.
03:01Itu masalah kecil dan saya tidak anggap sama sekali.
03:04Pekerjaan besar.
03:05Saya katakan kepada istri saya.
03:07Pekerjaan besar menanti kita, Mam.
03:10Pekerjaan besar yang itu sampah.
03:13Jangan didengar.
03:15Oke, tepuk tangan.
03:16Haleluya.
03:17Semua pecinta suara kebenaran,
03:20Tidak usah melihat begitu.
03:22Tidak usah.
03:22Jangan memberi panggung kepada mereka.
03:27Tidak perlu.
03:28Kita menjaga diri kita.
03:31Ini tidak mudah, saudaraku.
03:33Bagaimana kita bisa menjadi bejana yang dikosongkan.
03:37Itu lewat proses.
03:40Itu lewat proses.
03:41Jadi selama kita masih memiliki selera, hasrat, hobi, kesenangan-kesenangan.
03:52Tidak bisa menjadi bejana Tuhan.
03:57Saya tadi sempat kepikir ya, pendeta-pendeta mesti dengar khutbah saya, khususnya dari keluarga GSKI.
04:05Baik khutbah saya tadi pagi maupun khutbah saya sekarang ini.
04:09Mau dipakai Tuhan itu sebenarnya jalan utamanya menjadi bejana.
04:15Menjadi bejana Allah.
04:21Tetapi kita tidak bisa menjadi bejana Allah.
04:24Kalau hari-hari hidup kita ini, saudara, hari-hari hidup kita ini menikmati dunia.
04:34Tidak bisa.
04:35Hamba-hamba Tuhan, pendeta yang mau dipakai Tuhan itu sudah tidak boleh menikmati dunia.
04:43Sebab kalau menikmati dunia, dia tidak akan bisa memiliki pikiran dan perasaan Allah.
04:51Tidak bisa, saudara.
04:54Dia harus membuang selera dunia, hobi-hobinya.
04:58Harus rela dia tanggalkan dan menjadikan Tuhan itu kebahagiaan.
05:04Dan semua saudara juga harus melakukan hal ini.
05:07Dari tadi saya mengatakan tidak ada standar ganda.
05:12Saudara harus jadi manusia yang unggul di mata Allah, unik di mata manusia.
05:19Sampai mereka tidak bisa mengerti saudara.
05:22Dan saudara pun juga tidak bisa mengerti mereka.
05:26Kesenanganmu hanya Tuhan.
05:28Kerinduanmu hanya kerajaan Allah.
05:31Jadi kalau kita karir, kita studi, kita bisnis.
05:35Semua itu kita lakukan hanya untuk kemuliaan Allah.
05:39Dan itu bisa kita lakukan.
05:41Kita punya dunia sendiri.
05:44The Lord is my world, the only world I have.
05:49Jesus, God.
05:52Saudara harus mulai sekarang.
05:56Dengan demikian saudara pasti dipakai Tuhan.
06:00Ya saudara.
06:02Tuhan mau berbicara, Tuhan mau berkata-kata kepada orang di sekitar kita lewat mulut kita.
06:12Benar.
06:13Kita harus menjadi tabernakal Allah.
06:17Ba'et Allah.
06:18Dan untuk itu saudara-saudara,
06:21tidak ada kesenangan-kesenangan dunia yang kita simpan.
06:26Tidak boleh ada dosa yang kita lakukan.
06:30Kalau kita berbuat dosa, harus segera minta ampun kepada Tuhan.
06:35Ya harus pemberesan.
06:38Anda tahu gak pemberesan demi pemberesan itu?
06:41Membuat saudara bisa melihat manusia lama saudara.
06:44Makin jelas.
06:46Makin jelas.
06:47Ini manusia lama ini.
06:51Saudara berbuat dosa minta ampun.
06:53Saudara kan buat dosa yang sama di waktu lain.
06:56Saudara-saudara harus minta ampun lagi.
06:59Masih bisa buat dosa lagi.
07:01Sampai Anda mengenali yang ini bukan dari Allah.
07:07Ini semua praktek.
07:09Bukan sesuatu yang saya karang atau sekedar saya dengar dari orang.
07:13Ini praktek.
07:15Kita mengosongkan bejana hati jiwa kita dari segala kesenangan dunia.
07:22Dari dosa, baru kita bisa menjadi bejana Tuhan.
07:28Kalau saudara jadi bejana Tuhan,
07:32Tuhan pasti pelihara, protek, jagai saudara istimewa.
07:40Pasti.
07:41Karena saudara mewakili kebesaran kerajaan Allah sebagai utusan Kristus.
07:49Ya ingat ya para pendeta ya.
07:53Para hamba-hamba Tuhan ya.
07:56Jadi bejana Tuhan sehingga saudara memiliki hati yang mengasihi jemaat.
08:03Ini kalau pendeta.
08:04Saudara melihat orang lain.
08:06Mengasihi orang seperti Tuhan mengasihi orang itu.
08:13Kita memandang istri atau suami, pasangan hidup, serewel apapun.
08:19Kita punya perasaan Allah.
08:21Aku jagai dia.
08:23Aku tidak kianati dia.
08:25Kasian.
08:27Kita lihat anak-anak kita.
08:29Aku tidak boleh kianati anak-anakku dengan dosa dan pelanggaran.
08:34Aku tidak bisa menjaga ya anakku 24 jam.
08:37Tapi kesucian hidup, kedekatanku dengan Allah akan membuat mereka terjagai.
08:45Saudara, orang-orang yang menjadi bejana Tuhan ini.
08:50Itu baru bisa dikatakan serupa dengan Yesus.
08:56Dan Galatia 2, 19 dan 20 terwujud dan nyata.
09:00Hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalam aku.
09:08Bukan aku lagi yang hidup.
09:10Kata Galatia 2, 19 dan 20.
09:12Tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.
09:16Dia yang mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku.
09:21Betapa jauhnya keadaan banyak orang Kristen hari ini dari standar ini saudara.
09:26Termasuk saudara.
09:27Betapa mengerikan keadaan saudara kalau masih tetap seperti ini.
09:34Menjadi bejana dunia.
09:37Dengan segala hasrat, nafsu, selera.
09:42Yang dunia suntikan sejak kecil.
09:47Maka Tuhan berkata kalau kau tidak menyangkal diri, kau tidak layak bagiku.
09:53Menyangkal diri bukan sekedar bertarak sikap yang berkata tidak untuk perbuatan dosa yang melanggar hukum.
10:03Penyangkalan diri itu penolakan terhadap semua naluri kemanusiaan.
10:10Supaya naluri ilahi bisa dicurahkan.
10:17Naluri kemanusiaan yang gimana Pak?
10:20Roh kudus akan tolong saudara.
10:23Misalnya, misalnya nih.
10:25Aduh kasihan ya orang-orang itu ya, saya mesti bantu ya.
10:28Ini naluri siapa?
10:32Bukan tidak mungkin itu menaluri manusia.
10:36Kita puas sudah memberi, apalagi kita dapat pujian.
10:40Itu naluri manusia walaupun itu dalam bentuk perbuatan baik.
10:46Saya tahu Tuhan juga menghargai perbuatan baik semacam itu.
10:49Tetapi untuk anak-anak Allah, kita harus mengalirkan, mengekspresikan perasaannya.
10:59Menangkep enggak ya saya ngomong ya.
11:03Kalau kita menaruh kasihan, beban, itu karena Tuhan yang taruh.
11:15Makanya kalau orang masih punya keinginan-keinginan dunia, dia tidak mengenali beban itu.
11:22Tidak mengenali saudara.
11:31Tuhan aku minta memiliki hatimu.
11:41Mengasihi jiwa, oh Lord.
11:47Beriku merasa yang engkau rasakan.
11:55Belas kasihanmu, Tuhan.
12:01Mas Taros, buatku memandang mereka yang terhilang seperti Tuhan memandang.
12:17Beriku beban.
12:20Beriku beban.
12:23Beriku beban.
12:23Dalam hatiku.
12:24Dalam hatiku.
12:26Seperti beban.
12:28Seperti beban.
12:31Jadikan tanganku.
12:34Jadikan tanganku.
12:38Lord Jesus.
12:42Sebagai tanganku.
12:45Oh Lord, Bapak Yahudi.
12:48Bapak Tuhan.
12:49Jadikan tanganku.
12:53Sebagai matamu.
12:56Sebagai matamu.
12:57Tuhan.
12:59Sebagai matamu.
13:01Segenap hidupku.
13:04Segenap milikku.
13:09Amin.
13:11Amin.
13:12Amin.
13:16Amin.
13:17Guna berdasarkan tanganku.
13:18Lepasamente...
13:19Sayangillah.
13:20Sebagai matamu.
13:25Amin.

Dianjurkan