- 4 minggu yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:05Saudara, tadi pagi jam 11 saya mengemukakan bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita, kita yang membutuhkan Allah.
00:20Ya ini prinsip penting ya, walaupun kemudian tentu saja kita mengerti karena Allah mengasihi kita, maka Allah bertindak apapun demi
00:35keselamatan kita, sampai Allah Bapak yang esah memberikan putra tunggalnya.
00:43Saudara-saudara sekalian, kita harus memandang Allah sebagai satu-satunya kebutuhan kita.
00:52Dan kalau orang membutuhkan Allah, maka ia akan memiliki kehausan, kelaparan akan Allah.
01:04Orang yang sungguh-sungguh membutuhkan Allah secara proporsional, dia akan haus dan lapar akan Allah.
01:15Orang-orang seperti ini juga seperti orang sakit, sakit disitu kakos dalam bahasa aslinya, mencari kesembuhan.
01:29Masalahnya apakah kita merasa kehausan akan Allah, atau kehausan kepada hal lain, itu problemnya.
01:38Kalau kita tidak merasa haus akan Allah karena mengingini perkara-perkara dunia, maka kita tidak merasa sakit.
01:50Ada kakos, ada hal yang menyedihkan dalam hidup kita.
01:55Saudara-saudaraku sekalian, kita harus menyadari keadaan yang menyedihkan di dalam diri kita ini.
02:06Dengan keadaan yang menyedihkan, kita tidak berkeadaan segambar serupa dengan Allah, atau tidak makin segambar serupa dengan Allah.
02:19Kita tidak menemukan kemuliaan Allah, dan orang yang tidak menemukan kemuliaan Allah, tidak menemukan Allah.
02:32Saudara, panjang lebar telah saya kemukakan tadi, saudara.
02:40Karnanya kita harus sungguh-sungguh mencari Allah.
02:48Kita membutuhkan dia lebih dari membutuhkan apapun.
02:55Dan orang yang benar-benar membutuhkan Allah secara proporsional akan merasa haus dan lapar.
03:01Akan Allah ya, akan kebenaran, saudaraku.
03:05Dan seperti orang sakit,
03:11Seperti orang sakit yang membutuhkan tabib, saudara.
03:18Sehingga, saudaraku, ada perasaan krisis di dalam dirinya.
03:23Ada kebutuhan yang belum terpenuhi, ada perasaan krisis.
03:29Ada sakit yang belum tersembuhkan, ada perasaan krisis.
03:37Kita harus lebih memiliki perasaan krisis karena keadaan sakit kita.
03:44Daripada berbagai pemenuhan kebutuhan jasmani.
03:53Kalau kita merasa ada perasaan krisis kita untuk hal lain, bukan terkait dengan Allah ini,
04:05maka fokus kita pasti menjadi bias atau salah.
04:11Sering kita merasa krisis untuk hal-hal yang kita tidak perlu merasa krisis.
04:18Inilah yang menutup mata kita terhadap krisis yang mestinya kita tanggulangi,
04:26yang mestinya kita antisipasi, saudara.
04:33Terkait dengan hal ini, Tuhan Yesus berkata,
04:36dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh,
04:41tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.
04:45Takutlah terutama kepada dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
04:55Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit?
04:58Namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh di luar gendak Bapamu.
05:05Matius 28, maksud saya Matius 10, ayat 28-29.
05:13Soal pemenuhan kebutuhan jasmani, kamu tidak usah khawatir.
05:18Burung pipit saja harganya dua ekor seduit.
05:22Seduit ini mata uang paling kecil pada zaman itu.
05:26Mata uang paling kecil bisa membeli dua ekor burung.
05:31Dan kita lebih berharga dari banyak burung, saudaraku.
05:39Jangan khawatir kalau soal pemenuhan kebutuhan jasmani.
05:44Kenapa?
05:45Karena ada hukumnya, ada tatanannya.
05:50Kalau kita bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan jasmani kita dengan bekerja keras,
06:01menjaga pola hidup, pola makan yang baik.
06:05Kita pasti bisa menyelesaikan, ya saudara.
06:08Kalaupun sudah sebaik-baiknya, tapi kita tidak memiliki banyak,
06:13ya itu memang porsi kita yang dipandang Tuhan itu tepat.
06:18Jangan saudara berkata, saya sudah bekerja keras pak,
06:21tapi saya tidak mendapatkan apa yang saya butuhkan.
06:26Antara kebutuhan dan keinginan harus bisa dibedakan loh, saudara.
06:30Tidak semua keinginan itu adalah kebutuhan kita.
06:35Maka saya juga sebut atau singgung tadi pagi,
06:41harus ada perasaan cukup, rasa cukup.
06:46Mengenai pemenuhan kebutuhan jasmani harus ada rasa cukup-cukup apapun yang Allah telah berikan.
06:53Kita tidak merasa cukup dengan pengenalan akan Allah,
06:58kita menekuk sebanyak-banyaknya Allah di dalam hidup ini.
07:03Begitu, saudara.
07:05Jadi, saudara-saudaraku sekalian,
07:10jangan merasa krisis untuk hal yang tidak perlu kita merasa krisis.
07:17Nanti soal kecil saja, ya,
07:19membuat kita jadi krisis, saudara.
07:23Bisa, bisa, saudaraku.
07:26Banyak orang kok ribut dengan hal-hal sepele, ya.
07:34Tersinggung sedikit itu jadi krisis membuat dia marah.
07:43Bisa mengajak orang bermusuhan atau bahkan bisa membunuh orang.
07:48Soal kecil saja.
07:51Misalnya, tetangga berkata,
07:54saudara mendengar orang berkata,
07:57eh, tetangga sebelahmu itu ngomong begini loh,
08:00kamu itu anjing.
08:01Wah, itu?
08:03Kalau saudara menjadikan itu hal yang besar,
08:06Anda kan bisa merasa krisis.
08:09Harga diri sudah dijatuhkan.
08:11Tapi kalau saudara berkata, ah, tidak apa-apa.
08:14Tidak perlu takut.
08:16Nama saya buruk, tidak takut.
08:18Saya direndahkan, ya.
08:21Yang penting, ya.
08:22Saya tidak tertolak nanti di hadapan Allah.
08:27Takutlah terutama kepada dia yang berkuasa
08:30membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
08:34Kalau ayat ini dikaitkan dengan konteks zaman waktu itu,
08:39orang-orang Kristen itu teraniaya, saudara.
08:45Dia harus mempertaruhkan nyawa demi imannya.
08:52Nah, kita belum sampai mempertaruhkan nyawa secara fisik.
08:56Tapi juga tidak kalah hebatnya hari ini,
08:59karena kita menghadapi dunia yang materialistis,
09:03dan kita sendiri juga telah dirusak oleh
09:05cara berpikir dunia yang telah kita warisi dari nenek moyang dan lingkungan kita.
09:12Dan kita harus memegang teguh prinsip-prinsip kebenaran Alkitab
09:18yang Tuhan ajarkan.
09:20Waduh, berat, saudaraku.
09:22Tidak kalah beratnya sih.
09:24Nah, kita harus berani kehilangan nyawa.
09:28Nyawa di situ bukan nyawa fisik.
09:30Kalau dulu nyawa benar, berat itu.
09:33Tapi sekarang nyawa juga.
09:35Tapi nyawa dalam arti kesenangan-kesenangan.
09:38Takut tidak punya kesenangan,
09:41lalu tidak takut akan Allah.
09:44Takut tidak punya mobil, takut tidak punya rumah,
09:47takut tidak bisa jalan-jalan korupsi.
09:50Jadi tidak takut akan Allah itu.
09:55Kalau di Lukas pasal 12, ayat 4-5,
09:58tertulis begini, sama ya.
10:00Tapi ada tambahan di sini.
10:01Aku berkata kepadamu, kata Tuhan Yesus,
10:04saya sahabat-sahabatku,
10:06janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh
10:09dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
10:15Aku, kata Tuhan Yesus, akan menunjukkan kepadamu
10:19siapakah yang harus kamu takuti.
10:23Aku menunjukkan kepada kamu
10:25apa yang harus membuat kamu merasa krisis.
10:30Takutlah dia yang setelah membunuh,
10:33membunuh,
10:35mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka.
10:39Sesungguhnya aku berkata kepadamu,
10:42diulangi lagi, takutlah dia.
10:44Mesti perasaan krisismu itu terkait dengan
10:47kenyataan, kemungkinan kamu terpisah dari Allah selama-lamanya.
10:54Oh, makanya engkau kebutuhanku Tuhan.
11:01Itu, saudara, maksudnya.
11:05Nah, karena Allah kebutuhan kita,
11:09kita ingin memiliki dia,
11:12kita harus menemukan kemuliaan Allah yang hilang.
11:15Nah, tadi juga telah saya singgung,
11:19saudara, harus mendengarkan khutbah saya tadi pagi jam 11.
11:23Kemuliaan Allah yang hilang itu,
11:27keberadaan sebagai
11:30anak-anak Allah yang modelnya adalah Tuhan Yesus.
11:35pikiran dan perasaan kita,
11:38sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah,
11:41kehendak kita seturut dengan kehendak Allah.
11:44Wah, ini bukan hal yang mudah,
11:45tapi juga bukan hal yang sukar, saudara.
11:48Lalu, sangat sukar.
11:52Bahkan ini sebenarnya mustahil loh.
11:56Tetapi yang mustahil bagi manusia,
11:58tidak mustahil bagi Allah.
11:59Kalau mau, bisa.
12:03Bisa.
12:06Saudara, kalau orang nekat,
12:08aduh, apapun dia lakukan, saudaraku.
12:14Ini kejadian benar ya,
12:17anak muda yang kecanduan obat,
12:24itu apa saja di rumah yang bisa ditimpe,
12:28atau dicuri, dia curi.
12:30Anda tahu apa yang dilakukan?
12:32Nako rumahnya.
12:34Kasar nako dicopotin satu-satu,
12:37dia jual.
12:39Kok ini kenyataan,
12:41waktu saya masih muda waktu itu ya.
12:43Ya sudah cukup umur,
12:45tapi lebih mudalah dari hari ini.
12:48Muset, saya dengar itu.
12:49Fakta-fakta itu.
12:51Ya dulu kami ini kan melayani
12:52orang-orang yang terkena itu, saudaraku.
12:57yang kecanduan itu ya.
13:00Yang kecanduan obat atau narkoba.
13:04Nako.
13:05Jadi orang tuanya malam hari waktu melutup.
13:09Rumah,
13:10nakonya hilang kape.
13:13Lo kok ringan?
13:14Krek, krek.
13:15Nakonya sudah hilang.
13:18Nako loh,
13:19dicopot gila gitu.
13:21Mungkin orang tuanya waktu lihat begitu.
13:24Dipikirnya anaknya membersihkan kaca.
13:26Tahunya dijual.
13:28Dan saya juga mendengar,
13:30karena tidak ada kepastian ya,
13:31mendengar saja.
13:32Itu sampai,
13:33apa saja di rumah bisa diambil dijual.
13:35Nekat banget,
13:37saudaraku.
13:39Kenapa kita tidak berbuat apapun demi,
13:43supaya terhindar dari neraka.
13:46Apapun agar kita tidak melukai hati Allah.
13:53Kenapa?
13:59Krisis kita itu harus ditujukan kepada hal itu.
14:04Karena takut kepada sesuatu yang tidak perlu ditakuti,
14:08maka orang tidak takut akan alam.
14:15Eh,
14:16kita itu bisa lakukan itu loh,
14:18tanpa kita sadari.
14:20Pada waktu kita misalnya dilukai,
14:23apapun kita lakukan.
14:26Demi kepuasan kita,
14:28emosi, dendam,
14:30atau kesenangan-kesenangan yang lain.
14:33Saudara,
14:36apakah itu berbentuk barang,
14:38kepuasan seks,
14:42kehormatan,
14:43pujian,
14:43wah,
14:44bisa dibelain.
14:46Dia belain artinya,
14:48dia usahakan untuk memilikinya,
14:50tanpa takut akan hal lagi.
14:54Ini sama dengan karena perasaan krisis yang tidak perlu,
14:58maka perasaan krisis terhadap sesuatu yang mestinya kita waspadai dalam hal ini,
15:06terlepas dari hadirat Allah,
15:07terpisah dari hadirat Allah,
15:09tidak diantisipasi.
15:12Nah,
15:12biasanya orang berkata,
15:14nanti saja.
15:14Saya tidak bermaksud kok mau mengkhianati Tuhan,
15:19nanti bisa dihindari.
15:21Nah,
15:22itu setan buat orang berpikir bodoh seperti itu.
15:26Sementara,
15:28dia tidak sungguh-sungguh mengantisipasi hatinya keras.
15:33Jadi serosis.
15:36Serosis rohani ya,
15:38saudara.
15:39Saya saksikan tadi pagi,
15:42di mana
15:44kakak ipar dari teman saya itu kena serosis.
15:49Yang dokter-dokter berkata,
15:50kalau 20 tahun yang lalu,
15:53sakit ini diantisipasi,
15:56dia tidak akan mengalami ini.
15:59Jadi tidak boleh menunda untuk mengantisipasi api kekal itu.
16:06Orang seringkali anggap gampang,
16:08nanti loncat begitu rupa.
16:10Tidak bisa.
16:12Makanya dengan sering berbicara mengenai kekekalan,
16:17sering berbicara mengenai langit baru, bumi baru,
16:21maka saudara diingatkan terhadap fakta mengerikan api kekal,
16:27atau diingatkan kedasyatan gengerian terpisah dari Allah ini, saudara.
16:36Orang yang takut akan Allah akan memiliki kehausan akan Allah.
16:42Ini yang membangun usaha untuk tidak terpisah dari Allah.
16:48Nah, tetapi kalau seseorang takut terhadap hal lain,
16:53akan membangun usaha memperoleh sesuatu itu.
16:56Dan akhirnya menganggap remeh,
17:00menganggap sepele Allah.
17:02Dan kalau orang sudah menganggap sepele Allah,
17:05kehausannya ditujukan kepada yang lain,
17:08tidak takut akan Allah.
17:14Berikan ku hati takut akan dirimu.
17:18Ada ya, aku itu ya.
17:22Berikan ku hati takut akan dirimu.
17:35Dengan sikap hormatku kepadamu Bapak Lord.
17:47Agar ku bisa hidup tidak bercacat celam,
18:02Sempurna seperti Bapak dan serupa dengan Yesus.
18:13Kau ciptakan aku untuk kemuliaanmu menjadi kesukaan Bapak.
18:30Tidak ada lagi yang ku ingini hanya pulang ke rumah Bapak.
18:46Persiapkan aku di sisa hariku berkenan di hadapanmu.
19:02Oh Lord Jesus, tolong Tuhan.
19:10Kalau sampai kita punya ketakutan akan Allah,
19:14aduh, yang proporsional.
19:16Aduh, itu berkat saudara.
19:23Terus terang kita sering kurang takut akan Allah.
19:28Bahkan tidak takut akan Allah.
19:32Yang membuat kita sembarangan berpikir,
19:37sembarangan mengucapkan kata-kata,
19:39sembarangan menulis sesuatu di media sosial,
19:44sembarangan kita berbuat sesuatu.
19:48Karena tidak takut akan Allah.
19:54Ya kita kalau lagi di gereja khutbah begini,
19:58gampang mengucapkannya.
20:00Mendengar khutbah begini juga amin, amin, amin, amin, amin.
20:04Mudah.
20:05Tetapi melakukannya bagaimana?
20:09Kita hidup dalam atmosfer takut akan Allah.
20:13Tidak mudah.
20:18Lebih dari apapun yang kita butuhkan.
20:23Allah yang kita butuhkan.
20:25Tapi kalau orang tidak takut akan Allah,
20:28itu sama dengan membuang,
20:30membelakangi,
20:32mengisolasi Allah
20:34dari hidupmu.
20:39Berikanku hati.
20:45Takut akan dirimu.
20:52Dengan sikap hormatku kepadamu, Bapak.
21:05Agar ku bisa hidup tidak bercat-catelah.
21:19Sempurna seperti Bapak dan serupa dengan Yesus.
21:31Kau ciptakan aku untuk kemuliaanmu.
21:40Menjadi kesukaanmu, Bapak.
21:46Tidak ada lagi yang ku ingini.
21:55Hanya pulang ke rumah Bapak.
22:02Persiapkan aku di sisa hari ku berkenan.
22:09Berkenan di hadapanmu.
22:14Kau ciptakan aku.
22:16Kau ciptakan aku.
22:21Untuk kemuliaanmu.
22:25Menjadi kesukaan Bapak.
22:32Tidak ada lagi yang ku ingini.
22:39Hanya pulang ke rumah Bapak.
22:46Lord, bersiapkan aku di sisa hariku.
22:55Berkenan di hadapanmu.
23:06Sudara, ketika kehausan dan kelaparan ditujukan kepada yang lain,
23:12maka seseorang tidak memperoleh apa-apa dari Allah.
23:17Walaupun bertahun-tahun menjadi jemaat, aktivis, bahkan pendeta.
23:24Dia tidak mendapat apa-apa.
23:26Tetapi pengetahuan teologianya mungkin bertambah.
23:31Khutbahnya lebih lancar dan fasih.
23:34Tetapi kehidupan rohaninya sebenarnya kering dan setan itu begitu cerdiknya.
23:39Membuat orang tidak merasakan kekeringan itu.
23:44Ini orang-orang yang pasti tidak mengalami perasaan krisis yang benar.
23:50Makanya tidak heran kalau dalam pertemuan pendeta-pendeta, seperti yang saya lihat sebelumnya,
23:56terjadi keributan.
23:58Bahkan nyaris konflik fisik.
24:04Saya di tengah-tengahnya dan saya sempat juga melerai.
24:08Udah, jangan gitu bro.
24:10Kok bisa ya pak?
24:12Ya karena tidak punya perasaan krisis.
24:14Tidak takut Tuhan.
24:18Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur,
24:23tidak akan mengerti kebenaran.
24:25Lukas 16 ayat 11.
24:28Tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur,
24:31artinya masih memiliki kehausan dan kelaparan terhadap materi.
24:35Udah, sama.
24:36Masih duniawi.
24:43Dan tidak mungkin orang seperti ini mengasihi Tuhan.
24:48Dan orang yang tidak mengasihi Tuhan tidak akan menerima pengharapan Allah, saudaraku.
24:54Karena Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mereka yang mengasihi dia.
25:00Nah kita kalau kembali kepada Masmur 73 ayat 21-24,
25:06kita menemukan keadaan-keadaan yang sulit,
25:09dipakai Tuhan menjadi alat untuk menggarap orang-orang yang dia kasihi,
25:17bisa memiliki kehausan akan Allah.
25:22Ya dimulai dengan kesaksian Pemasmur di ayat 21-24 ya.
25:29Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,
25:34aku dungu dan tidak mengerti dan terus-terus-terus saudara baca,
25:40saudaraku akhirnya nanti dia menerima tuntunan Tuhan.
25:44Nah seringkali kalau kita dalam keadaan nyaman,
25:49kita tidak merasa butuh Tuhan.
25:52Nah celakanya kalau sampai tenggelam dalam kenyamanan,
25:57dan jika ada sesuatu yang mengganggu kenyamanannya,
26:00perasaan krisisnya hanya pada masalah sesuatu
26:05yang mengganggu kenyamanan itu, saudara.
26:14Istri saya berkata baru-baru ini,
26:17Pap, aku tidak suka keadaan ini.
26:20Makanya aku ingin menghindarinya.
26:23Oh tidak bisa, Mak.
26:25Kita tidak bisa menghindari hal-hal seperti ini.
26:27Tapi ada hal yang lebih besar dari persoalan-persoalan hidup kita hari ini.
26:32Apa? Kekekalan.
26:34Yang pasti tidak bisa kita hindari.
26:36Maka kita persiapkan diri kita sejak sekarang ini.
26:42Jadi jangan ada hal yang kita anggap sebagai krisis,
26:47kecuali kalau kita terpisah dari Allah.
26:52Kepada orang-orang yang mengasih Allah,
26:55Allah sering menunjukkan kasihnya dengan membawa orang itu
26:58kepada keadaan yang tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan.
27:05Sebagai contoh yang jelas orang-orang Kristen abad mula-mula,
27:09di dalamnya termasuk murid-murid Tuhan Yesus yang sangat dikasihi oleh Tuhan Yesus dan Allah Bapak.
27:18Mereka benar-benar hidup di dalam penderitaan.
27:21Tetapi itu mempersiapkan mereka kepada kekekalan.
27:26Dan pergumulan itu akhirnya berakhir pada penyempurnaan alam menggarap seseorang
27:35supaya bisa mematahkan semua kesenangan dan ego kita.
27:42Sampai pada kehausan yang proporsional.
27:47Sehingga bisa berkata siapa gerangan ada padaku di sorga selain engkau.
27:52Selain engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
27:55Wah ini.
27:58Masmur 73, 25 dan 26.
28:01Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
28:05gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
28:11Allah yang kita butuhkan.
28:14Kalau Allah satu-satunya yang kita butuhkan,
28:17kita pasti takut akan dia.
28:20Benar.
28:22Maka jangan sampai kita ini mengarahkan diri kepada sesuatu
28:27yang kita anggap kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi.
28:30Yang mutlak itu hanya Allah.
28:33Kebutuhan mutlak kita itu hanya Tuhan.
28:39Hanya engkau yang kuingini.
28:41Pemasmur bisa loh.
28:43Tapi lihat prosesnya.
28:45Wah ini saya khutbah soal.
28:47Saya bicara mengenai Masmur 73 ini ya.
28:53Sudah beberapa minggu ini saudara.
28:56Uh luar biasa saudaraku ya.
29:00Kita harus memandang Allah sebagai kebutuhan yang lebih dari segala kebutuhan lain.
29:07Dari segala kebutuhan.
29:09Dan inilah kunci kehidupan yang berkelimpahan.
29:13Yesus datang untuk membawa atau memberi kita kelimpahan.
29:18Yohanes 10 ayat 10.
29:22Kelimpahan di situ adalah
29:29Perisos.
29:31Artinya kehidupan yang berkualitas tinggi.
29:35Very highly in quality.
29:37Tinggi dalam kualitas.
29:38Tetapi itu tidak bisa datang dengan sendirinya atau secara otomatis saudaraku.
29:45Bagaimana kita bisa memiliki kehidupan yang berkualitas?
29:50Kita harus memiliki kehidupan seperti Yesus dulu.
29:55Kita harus memiliki kehidupan seperti Yesus.
30:01Manusia yang menemukan kemuliaan Allah yang hilang.
30:11Orang yang menemukan kemuliaan Allah yang hilang.
30:15Dia menemukan kemuliaan.
30:17Dia menemukan Allah.
30:19Orang yang tidak menemukan kemuliaan Allah.
30:22Dia tidak memiliki Allah.
30:25Bagaimana bisa memiliki kemuliaan Allah?
30:27Kalau berperilaku seperti Yesus.
30:30Itu maksudnya.
30:31Jadi kalau kita masih berantakan.
30:34Kok masih tersinggung ya aku ya?
30:37Kok aku masih pengen ini, pengen itu?
30:40Kok aku masih ada genitnya ya?
30:42Kok aku masih gampang marah ya?
30:44Kok aku masih punya keinginan macam-macam?
30:47Kita harus merasakan perasaan krisis.
30:56Dan kita menanggulanginya.
31:01Saudaraku.
31:05Kita harus serius menanggulangi keadaan kita itu, saudaraku.
31:17Nah kalau saudara tidak punya perasaan krisis ya sulit.
31:22Harus selalu diingat bahwa akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa,
31:26manusia tidak memiliki kemuliaan.
31:30Tidak mencapai standar manusia yang dikendaki Allah.
31:35Yesus yang mencapai standar itu.
31:39Yesus menemukan kemuliaan Allah.
31:44Anak manusia atau Yesus ini menemukan kemuliaan Allah.
31:49Dan kalau yang mulia Tuhan kita Yesus Kristus berkata,
31:53jadikan semua bangsa muridku,
31:56artinya saudaraku,
31:59jadikanlah semua orang menjadi seperti diriku.
32:02Jadikan semua orang menjalani hidup seperti jalan yang kujalani.
32:10Ajar orang hidup seperti yang kujalani, yang kuajarkan kepadamu.
32:20Kehidupan Yesus adalah kehidupan selalu melakukan kenda Allah.
32:25Ini yang namanya sempurna seperti Bapak.
32:28Murid-murid Yesus harus mengenakan kehidupan yang Yesus jalani,
32:34baru kemudian dapat mengajarkan kepada orang lain untuk menjalannya.
32:40Maka Tuhan Yesus bisa berkata,
32:43ya saudara, seperti Bapak mengutus aku, aku mengutus kamu.
32:49Kalau orang mau melihat kemuliaan Bapak, orang melihat aku.
32:53Nah sekarang kamu meneruskan itu, kemuliaan Bapak,
32:58sehingga kamu disebut anak-anak Allah,
33:01yang bercahaya seperti bintang-bintang di cakrawala.
33:06Jadi murid-murid Yesus harus mengenakan kehidupan Yesus,
33:11baru kemudian mengajarkan orang lain untuk menjalani hidup tersebut.
33:16Orang tua yang menginginkan anak-anaknya takut akan Allah,
33:21harus melihat kehidupan anak-anak,
33:23harus melihat kehidupan orang tua yang takut akan Allah.
33:26Orang tua yang menginginkan anak-anaknya takut akan Allah,
33:30harus menunjukkan kehidupan yang takut akan Allah.
33:34Dan anak-anaknya melihat kehidupan orang tua yang takut akan Allah.
33:39Dan pasti terjadi penularan, ini tidak bisa dihindari oleh anak-anak.
33:44kalau orang tua memiliki takut akan Allah yang kuat.
33:49Kehidupan seperti ini tidak bisa dicapai dalam waktu singkat.
33:54Sepanjang umur hidup kita adalah pergumulan untuk mencapai kesempurnaan
34:00seperti Bapak atau keserupaan dengan Tuhan Yesus ini, saudaraku.
34:07Saudara yang kekasih,
34:12kita harus menjadi berkat.
34:16Orang lain harus melihat takut kita akan Allah.
34:20Ini saudara,
34:23bisa mengimpartasi, menularkan perasaan takut akan Allah ini.
34:32Saya mau tegaskan,
34:33Orang yang tidak memiliki kemuliaan Allah adalah orang-orang yang tidak memiliki Allah sendiri.
34:40Ini kalimat saya tahu bisa menakutkan, tetapi tidak bisa tidak.
34:46Ini kebenaran.
34:48Jadi kalau seseorang mau memiliki Allah harus menemukan kemuliaannya.
34:53Dan kemuliaan Allah adalah keadaan dalam diri manusia yang segambar dan serupa dengan Allah.
35:02Inilah yang dikatakan dalam 2 Petrus pasal 1 ayat 3 sampai 4.
35:10Inilah perjuangan hidup yang harus kita miliki, yang dikatakan oleh Yesus sebagai jalan sempit.
35:17Jalan sempit artinya perjuangan yang berat, saudara.
35:23Jadi kalau Tuhan berkata, jadikanlah semua bangsa muridku,
35:28itu perjuangan beratnya bukan menginjil,
35:32menceritakan tentang Yesus kepada orang lain.
35:35Tapi bagaimana kita mengenakan hidupnya Yesus di dalam hidup kita.
35:41Kita bisa memancarkan kehidupan Yesus tersebut,
35:46kalau orang tua bisa menularkan kehidupan Yesus yang menghormati Allah,
35:53yang sama dengan takut akan Allah.
35:57Ini jalan sempitnya, saudaraku.
36:01Keadaan yang sulit yang kita harus hadapi,
36:08yaitu penggarapan Allah agar kita memiliki kemuliaannya.
36:14Saya mengerti hal ini sebab saya mengalami, ya saudara.
36:22Saya mengerti kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan saya
36:26dan bagaimana saya menanggulanginya dengan sangat berat.
36:31Tetapi saya melihat bagaimana Tuhan mengizinkan banyak peristiwa-peristiwa hidup
36:37yang saya alami untuk mengubah hidup saya itu.
36:42Untuk merubah hidup saya itu, saudara.
36:46Dan kasih karunia kalau kita bisa berubah.
36:51Simultan dengan itu kita memiliki perasaan yang takut akan Allah.
36:58Perasaan membutuhkan Allah.
37:02Sehingga kebanggaan-kebanggaan yang pernah kita miliki, kita nikmati,
37:07menjadi tidak berarti.
37:12Pencapaian-pencapaian yang dulu kita pandang sebagai nilai dan harga diri,
37:18tidak lagi kita rasakan seperti dulu,
37:21walaupun kadang-kadang sekian persen masih maknyus kita rasakan.
37:27Simultan dengan itu, saudaraku,
37:31benar kita makin takut akan Allah.
37:36Setiap kali kita berbuat satu kesalahan,
37:41perasaan penyesalan kita begitu menyakitkan diri kita sendiri.
37:46Dan yang saya pahami,
37:49maaf ini subyektif ya,
37:51kita seperti merasakan perasaan Allah pada waktu kita berbuat salah.
37:57Ya, saudara.
37:58Dan Allah berusaha untuk itu mengubah kita.
38:05Karena Allah juga memiliki tatanan,
38:09terikat dengan tatanan.
38:11Allah tidak bisa merubah kita dengan cara-cara spektakuler seperti sulapan.
38:18Dari tikus menjadi kucing misalnya,
38:21tidak bisa.
38:23lewat proses dari ulat menjadi kepompong,
38:28dari kepompong jadi kupu-kupu.
38:30Tidak bisa dari ulat langsung jadi kupu-kupu.
38:34Allah berjuang di dalam dan melalui roh kudusnya.
38:40Yang ini susah dikalimatkan,
38:42tetapi saya merasakan,
38:44oh kasih Tuhan.
38:45Aduh, bagaimana kesabaran Tuhan menghadapi kita
38:50untuk bisa mencapai kehidupan rohani seperti yang kita capai hari ini.
38:56Ini pun juga belum sempurna, saudaraku.
39:00Saya ulangi,
39:01pemasmur mengalami begitu banyak penderitaannya.
39:06Yang akhirnya sampai pada titik dia berkata,
39:10yang kuingini engkau saja.
39:12Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
39:15gunung batu dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
39:19Ini bisa dikalimatkan selesai dengan dirinya sendiri.
39:24Tuhan berjuang melalui roh kudusnya untuk mengubah kita.
39:30Nah, kitanya ngerti enggak bahwa kita ini
39:32sedang digarap oleh Allah
39:35dan tidak kunjung selesai rasanya.
39:38Dan ketika kita menemukan keadaan sulit itu,
39:43artinya keadaan sulit terkait dengan perubahan diri,
39:47kita mengalami perasaan krisis.
39:52Kenapa aku begini, Tuhan?
39:55Sudah begitu saja, ya kita enggak berubah-ubah.
40:00Itu perlu perjuangan, saudara.
40:02Ya, berkali-kali ya di dalam lagu seperti,
40:07seperti lagu yang mengatakan
40:11selama ini aku belum seperti Yesus,
40:14satu yang ku minta menjadi sempurna seperti Bapak.
40:17Lalu ada suara di hati kita ya,
40:20maaf ini subyektif.
40:21Kamu nyanyi, nyanyi, nyanyi,
40:23tapi kamu enggak berubah.
40:25lalu berjuang.
40:30Apa yang kau pandang itu melukai hati Tuhan?
40:34Buang!
40:37Makanya, saudaraku,
40:40tiap pagi kita berdoa
40:42seperti khutbah yang saya sampaikan tadi pagi,
40:45tiap pagi aku mendapatkan
40:48koreksi dari Tuhan.
40:51Dan kalau koreksi itu terus dilakukan,
40:55Masmur 73 ayat yang ke-20.
41:01Kalau orang fasik yang tidak berurusan dengan Tuhan,
41:06muka mereka kau pandang hina.
41:08Tetapi orang yang berurusan dengan Tuhan,
41:11yang menerima penggarapan Allah setiap hari,
41:15pasti mukanya tidak dipandang hina,
41:18saudaraku.
41:21Rupa di sini dalam bahasa aslinya,
41:24selem.
41:25Selem itu bicara soal pikiran dan perasaan,
41:29ya saudaraku.
41:31Selemnya tidak kau pandang hina.
41:33Selemnya cantik.
41:38pikiran dan perasaannya
41:40seiring dengan Tuhan,
41:44yang pasti melahirkan kehendak.
41:49Kehendak yang selalu sinkron dengan Allah.
41:53Oh, luar biasa.
41:56Makanya kalau kita belajar terus,
41:58berjuang terus,
42:00kita bisa rasa kok ini pikiran tidak patut
42:03masuk di sini.
42:06Ini perasaan tidak patut masuk di sini,
42:09seperti yang saya pernah katakan,
42:11entah khutbah di mana.
42:12Jadi kita asik seperti orang main game,
42:14saudara.
42:15Yang ini tidak perlu kupikirkan.
42:18Buang.
42:18Apakah bisa, Pak?
42:20Sangat bisa.
42:21Kalau saudara bertanya kepada saya,
42:23Pak, kalau saya doa,
42:24kenapa tidak bisa fokus?
42:25Kamu tidak berlatih.
42:27Kalau saya berlatih.
42:29Benar dari muda.
42:30Jadi ketika kita nyanyi,
42:32lalu pikiran kita mengembara.
42:35Kalau saya juga bisa mengembara.
42:36Apalagi kalau sedang dalam satu persoalan-persoalan tertentu.
42:41Waktu nyanyi,
42:42pikiran kita itu ke arah persoalan itu.
42:44Apalagi itu persoalan yang
42:46menyita pikiran dan perasaan kita.
42:49Sementara kita menyembah,
42:51kalimat mulut kita penyembahan,
42:53tapi pikiran kita kepada yang lain.
42:56Tapi kalau kita sudah belajar untuk
42:59mengontrol,
43:00memanage pikiran perasaan kita,
43:02akan lebih mudah.
43:03Kita berkata,
43:05tidak boleh.
43:06Aku fokus ke Allah.
43:08Shoot.
43:08Indah.
43:09Nah kita juga belajar begitu.
43:12Begitu pikiran kita sedang tertuju kepada apa yang tidak patut,
43:17perasaan kita tertuju
43:20atau merasakan sesuatu yang tidak perlu.
43:22Kita rasakan,
43:24kita harus belajar untuk membuangnya.
43:25Tidak perlu.
43:26Nanti saudara akan memiliki kecakapan atau keahlian itu.
43:31Waktu mau marah,
43:32tidak perlu.
43:34Jangan marah ya.
43:35Nah kita bisa melihat itu.
43:37Dan ini sebenarnya seiring dengan
43:41kedewasaan rohani kita
43:42untuk melihat dua sosok.
43:44Ini sosok manusia lama kita
43:46dan sosok manusia baru.
43:49Ini paralel saudaraku.
43:51Jadi ketika manusia lama kita
43:53mau muncul lagi,
43:54kita berkata,
43:54eh ini manusia lama,
43:56tidak boleh.
43:58Nah kita mengalami
43:59pembaharuan terus-menerus.
44:01Dan kalau pembaharuan
44:02terus-menerus itu
44:03kita lakukan,
44:04dikuduskan pikiran dan perasaan kita.
44:08Makanya perlu firman Tuhan.
44:10Roma 12 ayat yang kedua.
44:12Lalu kita tidak akan
44:14pernah memiliki kehendak
44:16yang bertentangan dengan Allah.
44:21Nah ini yang disebut hidup
44:24menurut roh.
44:27Roh kita seperti dihidupkan.
44:30Jadi kuat
44:31menguasai daging,
44:33bukan sebaliknya.
44:34Dalam Roma pasal 8
44:36dikatakan orang yang hidup
44:38menurut daging
44:38tidak mungkin berkenan kepada Allah.
44:41Hidup menurut daging
44:42bukan berarti
44:43bicara mengenai kedagingan saja,
44:46tetapi setiap keinginan kita
44:48yang bertentangan
44:49dengan kehendak Allah
44:51itu
44:51hidup menurut daging.
44:55Saudara,
44:56masih ada beberapa hal lagi
44:58yang belum selesai
44:59saya jelaskan
45:00karena ini terkait, terkait, terkait.
45:03Saya akan jelaskan
45:05minggu depan.
45:06yet